Medical Check Up

Selasa, 22 November 2005M
20 Syawwal 1426H

Foto Sinar X bagian Thorax

Hari Rabu minggu lalu saya mengikuti program Medical Check Up di RS Borromeus, Bandung. Program ini saya ikuti sebagai salah satu fasilitas dari Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) Surya Sumirat yang saya ikuti di kantor. Dengan keanggotaan JPKM fasilitas lain yang didapat adalah program klaim Rawat Jalan dan Rawat Inap, biaya yang lebih ringan untuk pemeriksaan kesehatan di klinik, praktik dokter, serta pembelian obat di apotek, diperlakukan seperti pada asuransi kesehatan, bisa bebas biaya untuk kasus dan batasan tertentu. Memang lebih terbatas jika dibandingkan dengan program asuransi yang preminya cukup mahal, namun programnya sudah cukup buat saya yang Alhamdulillah jarang sakit (juga semoga saya tidak ditimpa kecelakaan berat) sehingga premi dari semua anggota bisa teralokasikan bagi mereka yang jauh lebih membutuhkan.

Dengan keanggotaan JPKM program Medical Check Up yang biasanya berbiaya mahal menjadi murah, bisa saya katakan lebih murah 50 hingga 70 persen dibandingkan dengan biaya yang ditawarkan pihak rumah sakit kepada pasien umum non-JPKM. Saya ikuti program ini juga karena saya belum pernah mengikuti tes kesehatan secara lebih komprehensif.

Pukul 8 pagi saya tiba di kantor JPKM di belakang RS Borromeus, setelah proses pendaftaran saya menuju Gedung Josef, tempat berbagai laboratorium kesehatan. Rasanya asing bagi saya berada pada posisi pasien karena saya hampir tak pernah ke rumah sakit selain menjenguk seseorang, apalagi di sebuah rumah sakit terkenal di Bandung. Ternyata yang saya alami adalah mirip study tour.

Dari ruangan administratif Medical Check Up yang sangat nyaman ruang tunggunya saya bergerak ke laboratorium Darah dan Urine. Sebagai persyaratan sejak 8 jam sebelumnya saya tidak boleh makan, karena berada pada rentang jam tidur saya pun tak banyak minum, hingga pada saat pengampilan contoh urine saya belum merasa beser. Hingga habis 5 gelas air putih saya minum dalam setengah jam belum memberi efek ke ginjal, malah lambung saya mules. Akhirnya setelah dipaksa-paksa –hayo, gimana coba maksanya?– air kencing saya bisa keluar, sedikit tapi cukup sebagai contoh dan dimasukkan ke dalam botol kecil.

Di ruangan yang sama contoh darah diambil, sekitar 2cc menggunakan jarum suntik. Ketika jarum suntik menembus pembuluh balik tiba-tiba ruangan mengalami mati listrik, cukup gelap hingga saya keluarkan ponsel saya yang layar LCD-nya cukup terang untuk menerangi jarum suntik yang masih menancap dan menyedot darah. Tiga kali dalam rentang setengah jam di ruangan tersebut listrik mati.

Setelah selesai saya kembali ke ruangan administratif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan tensi darah, berat badan dan tinggi badan. Selanjutnya saya disuruh sarapan dan mencatat waktu saat selesai makan untuk ditetapkan waktu berikutnya dua jam setelah makan untuk kembali diambil lagi contoh urine dan darah.

Grafik Denyut Jantung hasil Electrocardiogram

Selesai sarapan yang cukup mengenyangkan –mungkin karena saya sangat jarang sarapan porsi banyak– di kantin lantai dasar saya melanjutkan pemeriksaan ke laboratorium Electrocardiogram atau ECG. Sebelum ke ECG ternyata saya baru merasa beser setelah sarapan tersebut, efek 5 gelas air tadi. Di laboratorium ini jantung saya diperiksa dengan sebuah alat yang ditempelkan di dada sekitar jantung sebanyak 4 buah (mungkin untuk memantau dua bilik dan dua serambi jantung), dua di tangan kiri dan kanan serta dua di pergelangan kaki kiri dan kanan. Setelah selesai ternyata dokter yang memeriksa saya bernama dr. Yuliana, kok mirip namanya dengan namaku?

Kembali ke ruangan administratif pemeriksaan berikutnya adalah ke dokter umum. Di sini pemeriksaan mulut, mata dan telinga dilakukan disertai dengan bincang-bincang tentang kesehatan terutama keluhan, tapi memang saya tidak merasa ada keluhan kesehatan walaupun sang dokter seperti ngenes melihat tubuh saya yang kurus, tinggal kulit sama kentut. Oh iya, telinga saya diperiksa dengan sebuah alat, entah apa namanya.

Selesai pemeriksaan di dokter umum saya langsung melanjutkan study tour ke laboratorium Radiologi di lantai 1. Di tempat ini saya dipotret dengan sinar X atau rontgen untuk menghasilkan foto sekitar thorax (bagian tubuh di atas perut, di bawah kepala). Yang terbayang adalah paru-paru saya gelap tertutup oleh asap rokok dan nikotin.

Setelah dipotret sinar X dengan gaya bertolak pinggang saya kembali ke ruangan administratif dan melihat waktu dua jam setelah sarapan belum terlewati, jadi menunggu duduk di ruang tunggu yang nyaman menonton televisi dengan suara sayup-sayup.

Mendekati pukul 11 siang saya kembali ke laboratorium tes darah dan urine. Kali ini tanpa menunggu, contoh urine langsung bisa didapatkan, berlebih malah, dan langsung dilanjutkan dengan pengambilan darah yang kedua, kali ini tanpa gangguan mati listrik. Saya pilih tangan yang sama di bagian atas tangan kiri, bagian bisep diikat, kemudian tangan mengepal, pembuluh balik ditusuk dengan jarum suntik, kepalan dilepas dan dokter (sepertinya asisten) menarik gagang suntik, dan darah pun mengalir perlahan-lahan ke dalam alat suntik tersebut. Oh iya, dulu saya pernah ikut donor darah tapi ditolak karena pembuluh balik saya terlalu kecil (jarum suntik untuk donor darah lebih besar).

Medical Check Up selesai dan saya kembali bekerja ke kantor.

Selasa pagi tadi sudah ada hasilnya, namun berkas yang bisa saya bawa hanya hasil ECG dan Radiologi berupa grafik denyut jantung dan foto sinar X. Sisanya semua laporan disimpan di JPKM dan saya hanya dijelaskan tentang hasilnya dengan bincang-bincang. Secara umum tubuh saya masih sehat, tidak ada gangguan gula darah, kolesterol, asam urat atau gangguan darah dan ginjal lainnya. Dari hasil ECG ada sedikit kekurangan dari jantung saya, obat yang disarankan adalah memperbanyak olahraga selain karena faktor lain di mana tensi darah saya cukup rendah, that’s why I’m good aiming Railgun in Quake! Faktor lain sebagai pencegahan adalah mengurangi makanan jeroan meskipun kondisi asam urat hasil pemeriksaan urine masih normal. Paru-paru saya pun masih normal dan tetap disarankan untuk mengurangi rokok, ya saya memang perokok ringan, ringan membeli, membakar dan mengisapnya.

Laporan Medical Check Up

Hari Kamis ternyata saya menerima kopian laporan pemeriksaan kemarin. Berikut hasilnya:
Radiologi
Pulmo: Hili dan corakan paru normal. Tidak tampak perbercakan paru.
Cor, sinus dan diafragma normal.
Struktur skeletal normal.
Thorax foto tidak tampak kelainan.

Urine
Color: Yellow
Clarity: Clear
Glucosa: Negative (Acuan Kondisi Normal: <25mg/dl)
Billirubin: Negative (Acuan Kondisi Normal: Negative)
Keton: Negative (Acuan Kondisi Normal: <0, 5mg/dl)
Berat Jenis: 1, 020 (Acuan Kondisi Normal: 1, 001–1, 035)
pH: 7, 0 (Acuan Kondisi Normal: 4, 6–8, 0)
Protein: Trace (Acuan Kondisi Normal: <30mg/dl)
Urobilinogen: 1, 0 EU/dl (Acuan Kondisi Normal: <1, 0EU/dl)
Nitrit: Negative (Acuan Kondisi Normal: Negative)
Blood: Negative (Acuan Kondisi Normal: Negative)
Leukosit: Negative (Acuan Kondisi Normal: Negative)

Hematologi
Laju Endap Darah (BSE): 5 (Acuan Kondisi Normal: Pria <10mm/jam, Wanita <15mm/jam)
Hemoglobin: 14, 3 (Acuan Kondisi Normal: Pria 13, 9–18gr/dl, Wanita 12, 0–16gr/dl)
Leukosit: 6.800 (Acuan Kondisi Normal: 5.000-10.000/Ul)
Kolesterol Total: 142 (Acuan Kondisi Normal: <200mg/dl)
Triglyserida: 86 (Acuan Kondisi Normal: <150mg/dl)
Asam Urat: 5, 14 (Acuan Kondisi Normal: Pria 3, 4–7, 0mg/dl, Wanita 2, 4–5, 7mg/dl)
Glukosa Puasa: 82 (Acuan Kondisi Normal: 70–110mg/dl)
Glukosa 2 jam pp: 89

Puyeng baca tautan-tautan istilah medis di atas.

Komentar

22 komentar untuk catatan 'Medical Check Up'

  1. #1
    gravatar

    itu yang putih-putih di gambar rontgen apaan tuh…?
    nggak bolong kan…? *FUD Mode ON*:))

  2. #2
    gravatar

    skrinsut dr. yuliana nya mana?

  3. #3
    gravatar

    Kalo dirontgen gitu koq tampak lebih gemuk yaa…
    *kabooooooooor*

  4. #4
    gravatar

    Jadinya bayar berapa habis test kayak gitu?
    Kalau di Surabaya ada gak ya JPKM nya?

  5. #5
    gravatar

    Bagaimana caranya ikutan JPKM?
    Apakah harus via perusahaan, atau perorangan bisa?

  6. #6
    gravatar

    Jig geura olahraga! Biar sehat dan badan jadi ngagedean. *kabur*

  7. #7
    gravatar

    Perokok “ringan”? Hahahaha…

    Lari-lari Om.. sama Es Soda yang rutin. Hehe..

  8. #8
    gravatar

    #2: Tidak bawa kamdig, euy!

    #4: Rp125.000, untuk pasien umum bisa Rp300.000 lebih. Sepertinya JPKM ada banyak, berbentuk yayasan yang bekerja sama dengan pihak-pihak rumah sakit, klinik, praktek dokter dan apotek.

    #5: Untuk JPKM Surya Sumirat coba tanyakan langsung ke kantornya, belakang Borromeus, Jl. Suryakencana No. 2, 2552364 – 2552373.

    #6: Olahraga ngudag Joan… ah, deukeut! Leumpang we lah.

    #7: Iya, saya malas olahraga lari, mending pingpong, badminton atau berenang.

  9. #9
    gravatar

    Good to hear banyak program medical cost sharing kayak begini di Indonesia. Cocok buat pekerja swasta kantor kecil, atau buat pengusaha partikelir.

    #8 elo berenang? Menurut hukum Archimedes gak akan ngapung elo, soalnya berat air yang dipindahkan lebih kecil daripada berat elo sendiri:P

  10. #10
    gravatar

    Iya nih jadi tertarik mau tanya-tanya ttg JPKM itu ..
    Thank’s for the info ..

  11. #11
    gravatar

    Wah udah bagus juga ya, sehari selesai. Layanan baru Jay, kalo di Bangkok, karena emang saling bersaing, untuk medical check up gini, Rumah Sakitnya bisa datang ke kantor juga looo. Ho ho ho.

  12. #12
    gravatar

    kalo diliat pake FF 1.0.6 masih ngaco tampilannya, lah sudah pake tahun Hijriah ne?
    dan ada bahasa arabnya lagi, mantap!

  13. #13
    gravatar

    #12: Itu karena server Gravatar lagi mabok.
    Penanggalan Hijriyah di atas adalah plugin WordPress, download di http://www.usayd.com/pluginshacks/hijri-date/

  14. #14
    gravatar

    WAH….EMANG KLO UDEH SIAP LAHIR BATHIN MO NGELAMAR JOAN, KUDU SEHAT RAGA DAN JIWA YA JAY

    :-) *ngawadul mode on*

  15. #15
    gravatar

    cek up hbis brp jay?

  16. #16
    gravatar

    #13. la kalo menggati harinya ke indonesia itu manual apa ada pluginnyssa om

  17. #17
    gravatar

    mending joging, ” kejar daku kau ku tangkap”.

  18. #18
    gravatar

    hayu atuh… mas mansyur kita badminton… abdi 2nd hand

  19. #19
    gravatar

    Artikelnya bagus. Cukup ngasih saya gambaran tentang medical check up. Terima kasih

  20. #20
    gravatar

    Besok pagi daku medical check up, dulu di kantor lama ga pernah ada medical check up, jadi sekarang rada deg2an nih, takut penyakitan. Mana daku takut bgt sama jarum, apalagi ngebayangin diambil darah. Duuuh!

    Udah gitu berat badan agak berlebihan nih (ga mau disebut obesitas). Blm lg masih sedikit-sedikit ngerokok. jadi makin deg2an aja nih!

  21. #21
    gravatar

    Wah selamat ya untuk mas Jay, hasilnya mcu nya bagus buanget ,tapi itu kan tahun 2005 tahun 2008 nya sudah belum? sudah hampir tutup tahun lho,mumpung masih di cover perusahaan apalagi, idealnya di cek 1 tahun sekali, biar ga kebablasan,hayoo kita laksanakan medical check up,mudah kok,trus jangan takut sama jarum suntik ya, kan diambil specimen darahnya cuma sedikit,klo bisa minta suster nya yang muda n cantik untuk pengambilan darah, he he he.bisa kok lha wong aku kerja di rumah sakit.bagi yang sibuk kerja bisa juga lho diambil ditempat kerja,tinggal telepon aja kliniknya atau surf n browsing dulu yg bisa melakukan mobile medical check up, lumayan irit ongkos n ngindarin macet.

  22. #22
    gravatar

    buat mr jay met kenal
    btw gw adlah orang yang biasa bikin orang cek-up alias menyedia layanan cek-up
    sooo if Ur Compani want 2 MCU please call me………….he..he..he..
    tetep promo n jualan… C U
    kalthaindonesia@yahoo.co.id with me yuyun 08128511631

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.