Delima

Rabu, 16 November 2005M
14 Syawwal 1426H

Buah Delima

Dulu di halaman rumah kecil kami –yang tidak lebih besar dari sepetak garis parkir– ditanam bermacam-macam pepohonan. Ayah dan Ibuku menanam berbagai jenis pohon sesuai dengan anjuran –mungkin aturan– pemerintah dalam proyek Perumnasnya. Masih teringat di tahun 1980 Perumahan Sarijadi masih seperti sebuah padang rumput yang luas dan petak-petak rumah sangat sederhana seolah-olah hanya diletakkan begitu saja secara teratur dengan pola grid, rumah-rumah hanya berdinding bubuk kayu –disebut hardboard– dan beratap asbes, sesuai tipe luas tanah dan bangunan rumah-rumah tersebut hanya dibedakan dengan warna cat, coklat, hijau dan krem. Pohon-pohon pun belum ada, tapi kesejukan Bandung saat itu masih terasa, tidak ada pohon tapi angin dan cuaca sangat sejuk.

Tanaman yang ditanam di halaman rumah adalah dua pohon cengkeh, dua pohon jambu-batu hasil cangkok (satu lagi ditanam di halaman belakang), dua pohon mangga Golek, satu pohon alpukat, satu pohon delima, tak terhitung pohon-pohon kecil seperti saga dan wijayakusuma serta tanaman hias lainnya seperti lidah buaya dan kuping gajah, pagar rumah pun menggunakan pohon kaca piring yang harus rutin dipangkas supaya rapi.

Pertengahan tahun 1980-an hampir semua tanaman tersebut mulai menghasilkan buahnya, selain tentunya membuat rindang teras rumah kami. Jambu batu berbuah sangat lebat hingga orang asing lewat yang ingin mencicipi tinggal meloncat memetiknya. Tiap tiga atau empat hari satu bakul jambu batu kami kirim ke tetangga sekeliling, kepada teman-teman di sekolah atau kumpulan pengajian ibu-ibu di masjid.

Begitu pula dengan cengkeh, rasanya seperti panen besar ketika bisa menjual 10kg cengkeh kering yang dipetik dan dijemur sendiri di halaman rumah. Pohon mangga dan alpukat waktu itu memang belum menghasilkan, tapi sudah tumbuh tinggi menjulang. Dan yang paling menggembirakan dari semua itu adalah menikmati buah delima.

Saya ingat delima yang ditanam tersebut adalah hasil cangkokan dari delima di rumah nenek di samping balai desa Jatiseeng, Ciledug, Cirebon. Ingat banget karena cangkokan dengan menggunakan sabut kelapa tersebut saya dan Bapak bawa dari sana, tak terbayang membawa-bawa cangkokan delima dengan tinggi sekitar satu meter memakai bus antar kota, dan selamat hingga ditanam di halaman rumah.

Bentuk nyata ungkapan bagai delima merekah adalah waktu yang ditunggu-tunggu, senang rasanya di pagi hari ketika melihat buah delima mulai pecah menampakkan warna merah di sela retakannya, kemudian dipetik dan dimakan bersama-sama, kadang berebut. Tidak ada blender saat itu, jadi buah delima dimakan langsung, dikunyah pelan-pelan supaya bijinya tidak pecah –agak pahit jika bijinya pecah–, manis rasanya.

Tak bisa banyak memberi buah delima ini kepada yang lain, sebab hanya berbuah satu-dua dalam hitungan beberapa minggu, tapi saya bisa melihat rasa senang yang sangat saat disuruh mengantarkan dan melihat raut muka orang yang menerima buah delima tersebut.

Kini pohon itu sudah tidak ada, sejak rumah kami harus diperluas ke arah depan, tidak ada lagi cengkeh, jambu batu serta delima, bahkan pohon mangga Golek dan alpukat ditebang oleh tetangga karena kami menanamnya di jalur hijau publik di seberang gang rumah kami, ditebang karena alasan yang sulit kami terima, apalagi pohon alpukat, ditebang tetangga sebelah karena alasan ulatnya terlalu banyak, padahal pohon alpukat dipenuhi ulat adalah tanda akan berbuah. Sedih memang, tapi kami tak ingin membuat keributan dengan tetangga.

Kembali ke soal pohon delima, tanaman ini berasal dari dataran Persia Timur dan India Utara, banyak dilestarikan di negeri-negeri Mediteranian, termasuk Spanyol, hingga bangsa Moor memberi satu nama kota Granada –salah satu kota kejayaan peradaban muslim di Laut Tengah–, sebagai salah satu sebutan dari buah delima yang dalam bahasa ilmiah disebut sebagai Punica Granatum, atau Pomegranate dalam bahasa Inggris.

Buah ini sering disebut sebagai buah atau tanaman surga, entah mengapa, tapi memang buah ini tertera dalam kitab Kristiani dan Quran bagi muslim yang digambarkan sebagai tanaman yang ada di surga. Ada tiga ayat Quran yang menyebutkan delima ini.

وَهُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انظُرُواْ إِلِى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”
Q.S. Al-An’aam 6:99

Ayat di atas juga saya kutip pada waktu saya menulis tentang zaitun. Ada pesan dari Sang Khalik tentang buah tersebut kepada manusia, yaitu pada saat buahnya tumbuh dan pada saat buah delima menjadi matang. Entah harus ditafsirkan apa, tapi memang sungguh indah memperhatikan buah delima yang matang, merah merekah hingga orang pun menjadikannya sebagai ungkapan terhadap kecantikan. Butir-butir buahnya yang sangat banyak membentuk segi yang tak beraturan dan teratur berdesak-desakan hingga tidak ada ruang kosong dalam buah tersebut. Saya tak pernah memperhatikan apakah ada kesamaan pola pada segi-segi biji buahnya yang merah transparan memperlihatkan putih kekuning-kuningan warna bijinya.

وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُواْ مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُواْ حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermaca-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Q.S. Al-An’aam 6:141

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.
Q.S. Ar-Rahmaan 55:68

Ayat yang terakhir menggambarkan surga kepada manusia, selain deskripsi lain yang menggambarkan hamparan warna hijau, bersungai, banyak buah-buahan, termasuk kurma dan delima serta tak lupa bidadari-bidadari yang cantik.

Dalam segi medis, buah delima dikenal bermanfaat karena memiliki kandungan anti oksidan yang sangat berguna dalam darah sebagai pencegahan penyakit kanker dan jantung akibat berlebihnya timbunan lemak dalam darah. Sering dibuat menjadi sirup yang dikenal sebagai Grenadine syrup dan mulai besar-besaran diproduksi terutama di Persia/Iran dan Syria sebagai minuman khas dan obat.

Khasiat lain adalah jus delima bisa berfungsi juga sebagai antiseptic pembersih luka, bahkan dahulu sebelum kawasan Laut Tengah mengenal buah tomat, jus delima dijadikan sebagai bumbu masak.

“Jus delimanya satu!” adalah sebuah kalimat yang selalu ingin saya ucapkan di tempat-tempat makan, jarang saya temui ada.

Popularity: 10% [?]

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

21 komentar untuk catatan 'Delima'

  1. #1
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows 2000

    Waktu kecil, di pekarangan rumah saya juga tumbuh berbagai macam pohon buah. Termasuk srikaya dan kelapa. Pohon kelapa bahkan berjumlah enam buah, sehingga setiap lebaran kami selalu membuat kurung ketupat sendiri. Sayangnya semua buah itu kini tinggal kenangan.:(

  2. #2
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows XP

    Dan di dunia paranormal/dukun ada sebuah jimat yang biasa di sebut sebagai “merah delima”. Konon benda tersebut sangat ampuh:p, dan karena ampuh cara mendapatkannya pun tidak gampang.
    Berarti memang nama-nama Delima, hampir-selalu dikaitkan dengan yang bagus-bagus.

  3. #3
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Linux

    ditebang karena ada di jalur hijau publik?
    Lho jalur hijau kan kudunya isinya pohon berdaun hijau, atau sekarang ganti definisi jadi busway?:P

  4. #4
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.5 Linux

    #3: Hehehe iya, Perumahan Sarijadi dirancang dengan gang, bukan jalan mobil, jadi sekarang banyak gang yang dipaksa supaya mobil masuk, menghilangkan jalur hijau –yang cuma selebar satu kaki– yang di pinggir-pinggir blok atau menutup selokan.

    Karena ditanam di jalur tersebut tanpa rasa bersalah sang tetangga menebang pohon Alpukat berulat tersebut karena dianggap mengganggu.

  5. #5
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Linux

    “…teringat di tahun 1980…”
    *halah, baru pinter minta mimik cucu ke bunda*

  6. #6
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    #2 Merah delima itu khan nama dari batu permata dan bukan nama jimat CMIIW, buah delima memang menarik banget, walaupun aku jarang memakannya. alasannya karena terlalu banyak bijinya:)

  7. #7
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows XP

    #2, bukan merah delima, tapi Mirah Delima, yang merupakan batu Mirah berwarna merah seperti biji delima matang

    #6, kalau ndak salah biji delima itu anti karsinogen, obat anti kanker

  8. #8
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows XP

    Saya juga mau jus delimanya satu!
    Dulu juga waktu saya kecil ibu saya (almh) punya 2 pohon delima di pekarangan. Walopun buahnya gak semanis dan gak semerah delima yang beliau bawa dari tanah suci, tapi asiknya sama.
    Jus delimanya satu..!

  9. #9
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.6 Windows XP

    merah delima…. warna bibirnya…
    merah delima…. aku jatuh cinta…

    *kok malah nyanyi*

    *ngeloyoor*

  10. #10
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    merah delima ya? Baru ini saya tahu delima itu seperti apa merahnya…:)

    Salam kenal,

  11. #11
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows Server 2003

    loh ada buahnya beneran? soalnya istri saya bikin dari bangkoang yang di potong2 lalu di olah, biar mirip merah delima hokben…

  12. #12
    gravatar
    Opera 8.50 Windows XP

    Duh, jaman sekarang, apalagi di kota saya, sudah cukup susah untuk menemukan buah ini. Manis sih. Penuh kenangan. Romantika masa lalu.:)

  13. #13
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    Bisa ke itung tu delima berapa kali berbuah, terus ditebang. sayang.

  14. #14
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.5 Windows XP

    Enak tenan, pingin aku mas ;)

  15. #15
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows 2000

    coba kalo ada ya? gw juga mo ikutan treak:
    “Jus delimanya satu!”

  16. #16
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    dari kecil aku suka sama delima dimana delima itu banya gunanya selain enak di makan enak juga buat lempar-lemparan, selain keras kena badan pasti sakit.

  17. #17
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    Saya sedang melakukan penelitian tentang antioksidan pada buah delima tapi saya kesulitan untuk mendapatkan buah delima tersebut. Apakah anda dapat membantu saya untuk memberikan informasi, dimana saya dapat memperoleh buah delima tersebut?terima kasih….

  18. #18
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows XP

    Walau gak penting sama sekali, mau doonk nambahin komentar. Saya sangat dekat dengan delima, dari duluuuu bangeeed sampe sekarang. Tanya kenapa??? Coz it’s my name, I***h delima .. hehe.

  19. #19
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    Saya Anggota DELIMA, nama yang selalu membuat kami kompak. DELIMA yang berarti
    Delapan Lima (85)/ Alumni suatu Akademi yang lulus tahun 1985

  20. #20
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    Arigatou gozaimasu….!!!!
    atas artiktel D5-nya, akhirnya tugasQ terbantu, setelah lenyap termakan virus…i hate u..(hix). AW1 ma’ii…La Tahzan!!

  21. #21
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    sewaktu aku ngidam anak pertama, aku pingiiiin…. buangeet… yang namanya buah delima sampe-sampe suamiku nyari hingga tengah malam. setelah dapat ternyata rasanya sepet karena masih terlalu muda. jadi pingin lagi nyoba yang mateng. ada yang punya ga? minta donk… sekalian sama pohonya juga ga pa2

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.