Liburan Mudik

Senin, 7 November 2005M
05 Syawwal 1426H

Faza dan Nafhan tidur di perjalanan

Masa liburan Lebaran kali ini saya pakai berlibur menemani teteh, kakak ipar dan dua keponakan bermudik ke Puring, Kebumen. Dengan menggunakan mobil James Bond Peugeot 504 tahun 1974 (lupa ada di film yang mana) perjalanan mudik dari Cibiru Hilir selepas shalat Id hingga Desa Kedaleman Wetan, Kecamatan Puring ditempuh selama 8 jam, termasuk istirahat makan siang di Cisaga, Banjar, Ciamis.

Selepas dari perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah, di Majenang, kami menerima SMS bahwa jalur yang terdekat Gombong–Puring banjir total akibat hujan deras di malam lebaran (di Bandung pun malam lebaran diguyur hujan), jadi terpaksa sedikit memutar melewati Gombong kemudian ke selatan ke Petanahan dan ke barat lagi menuju Puring.

Takjub juga saya melihat keponakan, Nafhan yang baru berumur satu tahun tidak banyak rewel sepanjang perjalanan, padahal mobil tidak ber-AC, dua jendela kiri tidak bisa diturunkan, pintu kiri belakang tidak bisa dibuka serta pintu kiri depan dan kanan belakang hanya bisa dibuka dari luar, atau menggunakan tang alias gégép jika dibuka dari dalam. Sengsara banget, deh!

Malamnya Kecamatan Puring pun diguyur hujan lebat, suasana yang enak untuk tidur nyenyak hingga pagi hari.

Hari kedua menjelang siang jalan-jalan ke pantai Puring, tepat di sebelah Karang Bolong, terhalang oleh muara sungai dan tidak ada jembatan, Karang Bolong adalah bukit karang yang menjorok ke laut selatan, untuk ke seberang muara dengan kendaraan harus memutar jauh ke utara, sangat jauh.

Faza bermain pasir di Pantai PuringBermain pasir

Selepas shalat Jumat dengan khutbah berbahasa Arab dari awal hingga akhir pada pukul 12 –walaupun adzan Dzuhur 11:45, jumatan tetap jam 12– kami melanjutkan silaturahmi ke saudara yang lain dengan 4 mobil (Carry, Kijang, Katana dan Peugeot) ke Kutowinangun, ternyata menyetir Minibus Carry sangat tidak enak di jalan berbatu (goncangan langsung di atas ban depan), ditambah setirnya memang sudah tidak stabil.

Setelah dijamu di rumah saudara yang menjabat Ibu Sekdes –yang katanya mirip Uut Permatasari– perjalanan dilanjutkan menjemput Abah dan Memeh (panggilan kakek dan nenek dari keponakan, Faza) di setasiun kereta api Kebumen, Abah dan Memeh menyusul ke Puring berangkat pukul 9 pagi dari setasiun Kiaracondong. Ternyata keretanya tepat waktu, pukul 4 sore kereta tiba.

Dari Kebumen perjalanan dilanjutkan ke Pejagoan, mampir di rumah Mas Yanto, seorang guru musik, jago maen organ (organnya beli di Braga Music, Bandung). Salah satu keponakan pun ditanggap menyanyikan lagu Radja: Jujur, tapi dengan aransemen dangdut. LOL.

Pulang dari Pejagoan mampir ke Krakal, sekaligus mengembalikan mobil Carry ke yang punya garasinya dan menunggu jelang Maghrib tiba, dan kembali ke Puring disertai hujan lagi.

Pagi hari di hari ketiga Lebaran diisi dengan temu keluarga. Dengan bekal kamera saku digital –sudah, sudah diganti memorinya!– jadilah tukang potret amatir. Menjelang sore dengan tiga mobil berwisata ke pantai Petanahan yang ternyata pengunjungnya sangat banyak, bisa dikatakan pantai dipenuhi satu orang setiap meter perseginya. Jadilah wisatanya kurang nyaman, tapi tidak buat para keponakan yang dari sejak Puring sudah menjerit-jerit ingin ke pantai lagi. Kabarnya makin sore pantai makin penuh sesak, sebab pasarnya sangat ramai, termasuk ada komidi putar dan ampiteater yang sering diisi panggung dangdut.

Kepadatan di Pantai PetanahanTaman bermain di Pantai Petanahan

Sore hari tadinya mau makan Baso Urip di Kebumen, tapi tak sempat karena terlalu sore dan beberapa kecapean setelah kepanasan di pantai. Malamnya di Puring diisi dengan nonton hasil jepretan kamera digital melalui TV –dengan effort yang tinggi karena TV menyala berarti pompa atau kulkas harus dimatikan–, membuat suasana cerah ceria dan gelak tawa bersama-sama melihat foto-foto di pantai.

Nafhan sedang memandang lautTiga bayi mandi bareng

Dini hari Mbak Ani, Abah dan Memeh disertai supir Kijang pulang duluan ke Jakarta dan mampir di Bandung mengantarkan orang tua saya. Lepas Subuh Mas Saeful dan Mbak Nur berangkat pulang dengan Katana ke Bekasi. Pukul 8 giliran kami berlima pulang berpacu dengan arus balik.

Siang hari kami sampai di Cisaga, Banjar, beristirahat di kompleks masjid yang teduh dan banyak pedagang –dan saya lupa lagi nama masjidnya–, sekitar sejam lebih kami beristirahat, maklum ada bayi dan anak kecil yang tidak bisa diajak beristirahat sebentar.

Lepas dari Cisaga jalur balik diputarkan melingkari lingkar selatan Ciamis sampai di Imbanagara, dan ketika tiba di flyover Rajapolah kemacetan sudah dimulai. Kemacetan ini berawal dari Nagreg yang jaraknya masih sekitar 40km lagi melewati Ciawi, Malangbong, Cibatu dan Limbangan.

Jelang Maghrib akibat kemacetan kami beristirahat lagi dan baru tiba di tanjakan Nagreg, desa Nagrog pukul 9 malam. Jalur Nagreg diberlakukan tutup-buka, pada saat jalur dari Limbangan dan dari arah Leles diberikan penuh satu jalan searah terlihat semua mobil seperti mengamuk, ngebut sekencang-kencangnya seperti angkot mengejar setoran.

Lepas dari Nagreg udara menjadi segar, dan jalur satu arah ternyata dimulai dari Rancaekek dan antrean kendaraan menuju timur memanjang hingga dekat ke Parakanmuncang.

Tiba di Cileunyi kemacetan terjadi lagi, terutama ketika berbelok ke pintu tol –mau lewat tol atau tidak harus melewati jalan tersebut– sebanyak empat lajur penuh diisi mobil dan ketika memutar balik (U Turn) ternyata yang tidak mengambil jalan tol hanya sedikit, dan mobil di belakang saya ada yang tertipu membuntuti karena Peugeot tua milik kakak ipar saya itu berpelat B, membuntuti mau masuk pintu tol dan kami berputar balik keluar dari jalan masuk. Dipikir-pikir sepertinya banyak yang nggak hapal Bandung, karena Bandung di malam hari tidak ada kemacetan dan bagi yang ingin ke Cipularang malah lebih cepat melewati jalan Cileunyi, Cibiru, Soekarno-Hatta, Kiaracondong, Jakarta, Supratman, Diponegoro, Gasibu, jembatan Paspati dan Djundjunan hingga pintu tol Pasteur.

Popularity: 4% [?]

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

21 komentar untuk catatan 'Liburan Mudik'

  1. #1
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0 Windows XP

    pertamaaaaa

    *komen dulu baca belakangan*

  2. #2
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    Ehm… Peugeot 504? Walah-walah… *lirik mobil kesayangan bapakku*

  3. #3
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0 Windows XP

    loh, maap saya ngeduluin Joan ya untuk komen di sini
    mohon maap … mohon maap …

    *ngacir*

  4. #4
    gravatar
    Konqueror 3.4 Gentoo Linux

    ck ck ck masa sih james bond milih mobil yang tidak ber-AC, dua jendela kiri tidak bisa diturunkan, pintu kiri belakang tidak bisa dibuka serta pintu kiri depan dan kanan belakang hanya bisa dibuka dari luar, atau menggunakan tang alias gégép jika dibuka dari dalam? ck ck ck

  5. #5
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows XP

    halah, jadi kamu teh jawa jay?

  6. #6
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Gentoo Linux

    #4: Hehehehe. Ingat sekarang, filmnya “For Your Eyes Only”.
    #5: Saya mah berlibur, bukan mudik. Saya keturunan Cirebon-Kuningan.

  7. #7
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.4 Windows 2000

    #4 James Bond-nya pakai Canopy-ed cockpit dan ejection seat:P

  8. #8
    gravatar
    Mozilla Firefox 0.8 Windows XP

    ngga ke Kuningan om?:D

  9. #9
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Gentoo Linux

    #8: Tetua di Cirebon dan Kuningan udah lama tiada.

  10. #10
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows XP

    OO mudik too…:) asik deh

    Kemaren juga abis mudik ke GUNUNGKIDUL
    Hollywood fan Jogja:D

  11. #11
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows 98

    duh pengennya bisa mudek

  12. #12
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows 2000

    Udah lama gak ke Tasik. Baru tau kalo di Rajapolah sekarang ada flyover

  13. #13
    gravatar
    Epiphany 1.8.2 Linux

    #12: Disebutnya sih jembatan, lurus ke Ciamis naik jembatan, kalo mau ke kanan ke Rajapolah ambil lajur kiri terus belok kanan ke bawah jembatan.

  14. #14
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 Windows 2000

    Berarti … numpang mudik dong.. heheheh

    MinalAidzinWalfaidzin Yah:)

  15. #15
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.6 Windows 98

    kirain orang padang hehehehehehe
    taqabalallahu minna wa minkum
    amiin

  16. #16
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.0.7 SuSE Linux

    asik juga euy bisa liburan

  17. #17
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    Nilai 10

  18. #18
    gravatar
    Mozilla Firefox 1.5.0.8 Windows XP

    jalan ke kebumen? kenapa gak ke pantai ambal?.. belon dijadikan tempat wisata.. tapi satenya uenak banget..murah sisan. juga ke waduk sempor/wadaslintang? pantai ayah. goa jatitajajar..goa petruk.

  19. #19
    gravatar
    Mozilla Firefox 2.0.0.4 Windows XP

    Pug 504-nya masih ada Mas?
    Di Indonesia sini kan ada Komunitas-nya… pug504@yahoogroups.com
    Hmmm, jangan2 malah udah tau ya :-)

    salam,
    Toro

  20. #20
    gravatar
    Internet Explorer 7.0 Windows XP

    saya pnguna peugeot 504 yg sngat stia!!!
    walawpun udah ckup tua tpi saya ga prnah mlu!!!
    saya mw bergabung dgn comunitas peugeot 504 d mna?

  21. #21
    gravatar
    Internet Explorer 6.0 Windows XP

    mas aslinya mana sih,apa sama seperti sy Kebumen ya…

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.