Zaitun
Sabtu, 8 Oktober 2005M
04 Ramadhan 1426H
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.”
– Q.S. At-Tiin 95:1
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونِةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاء وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.”
– Q.S. An-Nuur 24:35
Akhir tahun lalu sewaktu menunggu giliran untuk menambal gigi, saya membaca-baca majalah yang berserakan di meja ruang tunggu. Entah mengapa puluhan majalah tersebut semuanya majalah perempuan. Beberapa saya buka-buka tanpa banyak dibaca hingga saya menemukan artikel tentang buah Zaitun atau Olive.
Selain dua kutipan Quran di atas, Zaitun banyak disebut dalam ayat lain. Semuanya menggambarkan keberkahan bagi ummat manusia.
وَهُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انظُرُواْ إِلِى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”
– Q.S. Al-An’aam 6:99
وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ جَنَّاتٍ مَّعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُواْ مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُواْ حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermaca-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dihari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
– Q.S. Al-An’aam 6:141
يُنبِتُ لَكُم بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالأَعْنَابَ وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
– Q.S. An-Nahl 16:11
أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاء صَبًّا
ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا
فَأَنبَتْنَا فِيهَا حَبًّا
وَعِنَبًا وَقَضْبًا
وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا
وَحَدَائِقَ غُلْبًا
وَفَاكِهَةً وَأَبًّا
مَّتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit),
kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya,
lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu,
anggur dan sayur-sayuran,
Zaitun dan pohon kurma,
kebun-kebun (yang) lebat,
dan buah-buahan serta rumput-rumputan,
untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
– Q.S. Abasa 80:25–32

Saya belum pernah melihat langsung buah Zaitun, hasil olahannya pun yang berupa minyak juga belum pernah, paling-paling melihat keterangan pada kaleng makanan yang mengandung minyak Zaitun atau pada kosmetik perempuan. Secara tidak langsung bentuk buahnya saya lihat pada adegan Penelope membuat minyak dari buah Zaitun yang matang sewaktu ditinggalkan Odysseus dalam film The Odyssey (1997), sebuah film yang bercerita tentang epic Odyssey yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan Helen of Troy (2003) atau Troy (2004).
Pohon Zaitun paling banyak tumbuh di wilayah Laut Tengah, terutama di Syria, semenanjung Italia dan Spanyol. Mungkin nama Laut Tengah dan wilayah Mediteranian juga didasarkan atas penggalan ayat Quran di atas, “…pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya)”.

Pohon Zaitun tumbuh menghijau sepanjang tahun dan biasanya dipanen pada saat musim dingin. Buah Zaitun berbentuk oval berwarna hijau dan menghitam di kala matang. Pengolahan sederhana dengan cara diperas (tentunya dengan alat khusus) menghasilkan minyak Zaitun yang serbaguna, menjadi olesan roti bagi orang-orang Arab hingga untuk perawatan kulit dan rambut bagi para perempuan. Pantas perempuan Spanyol dan Italia cantik-cantik! Olahan berbentuk minyak kini diekspor ke seluruh dunia dan penghasil terbanyak dikuasai oleh Spanyol dan Italia. Jika anda pernah menonton film The Godfather: Part II tentunya bisa dilihat salah satu bisnis mafioso di Amerika adalah menjual minyak Zaitun.
Kadang saya berangan-angan mungkin saya menikmati lebih banyak kegunaan Zaitun jika dilahirkan di wilayah Mediteranian, namun saya harus sadar bahwa negeri inipun diberkahi dengan keanekaragaman hayati baik di darat maupun di laut. Kita punya tanah yang sampai dijadikan ungkapan “Tongkat ditancap pun menjadi tanaman”, kita punya pohon serbaguna dari akar hingga daun yang bernama Kelapa, kita punya pohon bambu yang masih belum banyak diberdayakan, kita punya Durian yang wangi dan rasanya tak tertandingi, dan masih banyak lagi yang harus kita syukuri dan kita berdayakan kegunaannya.