Sundapura: Tarumanagara, Sunda, Galuh, Pajajaran
Jumat, 23 September 2005M
18 Syaban 1426H
- Tracking System
- International phone card
Dirgahayu Bandung!
Sebentar lagi Bandung berulang tahun, tanggal 25 September yang ke-195. Bandung identik dengan etnik Sunda, Priangan atau Parahyangan. Bagaimana ceritanya? Panjang!
Tadinya saya hanya mencari-cari asal-usul nama jalan di seputaran Dago, yaitu jalan Purnawarman, Sawunggaling, Mundinglaya, Ciungwanara, Ranggagading, Ranggamalela, Ranggagempol, Hariangbanga, Geusan Ulun, Adipati Kertabumi, Dipati Ukur, Suryakancana, Wira Angunangun, Ariajipang, Prabu Dimuntur, Bahureksa, Wastukancana, Gajah Lumantung, Sulanjana, Badaksinga, Bagusrangin, Panatayuda, dan Singaperbangsa. Tidak banyak yang saya dapat dari pencarian Google, juga tidak punya buku referensi untuk saya dongengkan kembali. Jadi hanya saya tulis asal-usul Sunda saja, mungkin nanti saya temukan juga dongeng atau pun sejarah tentang nama-nama jalan di atas.
Disadur, diringkas, dipotong dan didongengkan kembali oleh saya dari situs catatan sejarah kota Bogor. Silakan baca langsung sumbernya jika anda berminat membaca lebih detil.
Nama Sunda mulai digunakan oleh Maharaja Purnawarman dalam tahun 397M untuk menyebut ibukota kerajaan yang didirikannya, Tarumanagara. Tarusbawa, penguasa Tarumanagara yang ke-13 ingin mengembalikan keharuman Tarumanagara yang semakin menurun di purasaba (ibukota) Sundapura. Pada tahun 670M ia mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda (selanjutnya punya nama lain yang menunjukkan wilayah/pemerintahan yang sama seperti Galuh, Kawali, Pakuan atau Pajajaran).

Peristiwa ini dijadikan alasan oleh Kerajaan Galuh untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Maharaja Tarusbawa menerima tuntutan Raja Galuh. Akhirnya kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batas (Cianjur ke Barat wilayah Sunda, Bandung ke Timur wilayah Galuh).
Menurut sejarah kota Ciamis pembagian wilayah Sunda-Galuh adalah sebagai berikut:
- Pajajaran berlokasi di Bogor beribukota Pakuan
- Galuh Pakuan beribukota di Kawali
- Galuh Sindula yang berlokasi di Lakbok dan beribukota Medang Gili
- Galuh Rahyang berlokasi di Brebes dengan ibukota Medang Pangramesan
- Galuh Kalangon berlokasi di Roban beribukota Medang Pangramesan
- Galuh Lalean berlokasi di Cilacap beribukota di Medang Kamulan
- Galuh Pataruman berlokasi di Banjarsari beribukota Banjar Pataruman
- Galuh Kalingga berlokasi di Bojong beribukota Karangkamulyan
- Galuh Tanduran berlokasi di Pananjung beribukota Bagolo
- Galuh Kumara berlokasi di Tegal beribukota di Medangkamulyan
Tarusbawa bersahabat baik dengan raja Galuh Bratasenawa atau Sena. Purbasora –yang termasuk cucu pendiri Galuh– melancarkan perebutan tahta Galuh di tahun 716M karena merasa lebih berhak naik tahta daripada Sena. Sena melarikan diri ke Kalingga (istri Sena; Sanaha, adalah cucu Maharani Sima ratu Kalingga).
Sanjaya, anak Sena, ingin menuntut balas kepada Purbasora. Sanjaya mendapat mandat memimpin Kerajaan Sunda karena ia adalah menantu Tarusbawa. Galuh yang dipimpin Purbasora diserang habis-habisan hingga yang selamat hanya satu senapati kerajaan, yaitu Balangantrang.
Sanjaya yang hanya berniat balas dendam terpaksa harus naik tahta juga sebagai Raja Galuh, sebagai Raja Sunda ia pun harus berada di Sundapura. Sunda-Galuh disatukan kembali hingga akhirnya Galuh diserahkan kepada tangan kanannya yaitu Premana Dikusuma yang beristri Naganingrum yang memiliki anak bernama Surotama alias Manarah.
Premana Dikusuma adalah cucu Purbasora, harus tunduk kepada Sanjaya yang membunuh kakeknya, tapi juga hormat karena Sanjaya disegani, bahkan disebut rajaresi karena nilai keagamaannya yang kuat dan memiliki sifat seperti Purnawarman. Premana menikah dengan Dewi Pangreyep –keluarga kerajaan Sunda– sebagai ikatan politik.
Di tahun 732M Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Medang dari orang tuanya. Sebelum ia meninggalkan kawasan Jawa Barat, ia mengatur pembagian kekuasaan antara putranya, Tamperan dan Resiguru Demunawan. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan, sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resiguru Demunawan.
Premana akhirnya lebih sering bertapa dan urusan kerajaan dipegang oleh Tamperan yang merupakan ‘mata dan telinga’ bagi Sanjaya. Tamperan terlibat skandal dengan Pangreyep hingga lahirlah Banga (dalam cerita rakyat disebut Hariangbanga). Tamperan menyuruh pembunuh bayaran membunuh Premana yang bertapa yang akhirnya pembunuh itu dibunuh juga, tapi semuanya tercium oleh Balangantrang.
Balangantrang dengan Manarah merencanakan balas dendam. Dalam cerita rakyat Manarah dikenal sebagai Ciung Wanara. Bersama pasukan Geger Sunten yang dibangun di wilayah Kuningan Manarah menyerang Galuh dalam semalam, semua ditawan kecuali Banga dibebaskan. Namun kemudian Banga membebaskan kedua orang tuanya hingga terjadi pertempuran yang mengakibatkan Tamperan dan Pangreyep tewas serta Banga kalah menyerah.
Perang saudara tersebut terdengar oleh Sanjaya yang memimpin Medang atas titah ayahnya. Sanjaya kemudian menyerang Manarah tapi Manarah sudah bersiap-siap, perang terjadi lagi namun dilerai oleh Demunawan, dan akhirnya disepakati Galuh diserahkan kepada Manarah dan Sunda kepada Banga.
Konflik terus terjadi, kehadiran orang Galuh sebagai Raja Sunda di Pakuan waktu itu belum dapat diterima secara umum, sama halnya dengan kehadiran Sanjaya dan Tamperan sebagai orang Sunda di Galuh. Karena konflik tersebut, tiap Raja Sunda yang baru selalu memperhitungkan tempat kedudukan yang akan dipilihnya menjadi pusat pemerintahan. Dengan demikian, pusat pemerintahan itu berpindah-pindah dari barat ke timur dan sebaliknya. Antara tahun 895M sampai tahun 1311M kawasan Jawa Barat diramaikan sewaktu-waktu oleh iring-iringan rombongan raja baru yang pindah tempat.
Dari segi budaya orang Sunda dikenal sebagai orang gunung karena banyak menetap di kaki gunung dan orang Galuh sebagai orang air. Dari faktor inilah secara turun temurun dongeng Sakadang Monyet jeung Sakadang Kuya disampaikan.
Hingga pemerintahan Ragasuci (1297M–1303M) gejala ibukota mulai bergeser ke arah timur ke Saunggalah hingga sering disebut Kawali (kuali tempat air). Ragasuci sebenarnya bukan putra mahkota. Raja sebelumnya, yaitu Jayadarma, beristrikan Dyah Singamurti dari Jawa Timur dan memiliki putra mahkota Sanggramawijaya, lebih dikenal sebagai Raden Wijaya, lahir di Pakuan. Jayadarma kemudian wafat tapi istrinya dan Raden Wijaya tidak ingin tinggal di Pakuan, kembali ke Jawa Timur.
Kelak Raden Wijaya mendirikan Majapahit yang besar, hingga jaman Hayam Wuruk dan Gajah Mada mempersatukan seluruh nusantara, kecuali kerajaan Sunda yang saat itu dipimpin Linggabuana, yang gugur bersama anak gadisnya Dyah Pitaloka Citraresmi pada perang Bubat tahun 1357M. Sejak peristiwa Bubat, kerabat keraton Kawali ditabukan berjodoh dengan kerabat keraton Majapahit.
Menurut Kidung Sundayana, inti kisah Perang Bubat adalah sebagai berikut (dikutip dari JawaPalace):
Tersebut negara Majapahit dengan raja Hayam Wuruk, putra perkasa kesayangan seluruh rakyat, konon ceritanya penjelmaan dewa Kama, berbudi luhur, arif bijaksana, tetapi juga bagaikan singa dalam peperangan. Inilah raja terbesar di seluruh Jawa bergelar Rajasanagara. Daerah taklukannya sampai Papua dan menjadi sanjungan empu Prapanca dalam Negarakertagama. Makmur negaranya, kondang kemana-mana. Namun sang raja belum kawin rupanya. Mengapa demikian? Ternyata belum dijumpai seorang permaisuri. Konon ceritanya, ia menginginkan isteri yang bisa dihormati dan dicintai rakyat dan kebanggaan raja Majapahit. Dalam pencarian seorang calon permaisuri inilah terdengar khabar putri Sunda nan cantik jelita yang mengawali dari Kidung Sundayana.
Apakah arti kehormatan dan keharuman sang raja yang bertumpuk dipundaknya, seluruh Nusantara sujud di hadapannya. Tetapi engkau satu, jiwanya yang senantiasa menjerit meminta pada yang kuasa akan kehadiran jodohnya. Terdengarlah khabar bahwa ada raja Sunda (Kerajaan Kahuripan) yang memiliki putri nan cantik rupawan dengan nama Diah Pitaloka Citrasemi.
Setelah selesai musyawarah sang raja Hayam Wuruk mengutus untuk meminang putri Sunda tersebut melalui perantara yang bernama tuan Anepaken, utusan sang raja tiba di kerajaan Sunda. Setelah lamaran diterima, direstuilah putrinya untuk di pinang sang prabu Hayam Wuruk. Ratusan rakyat menghantar sang putri beserta raja dan punggawa menuju pantai, tapi tiba-tiba dilihatnya laut berwarna merah bagaikan darah. Ini diartikan tanda-tanda buruk bahwa diperkirakan putri raja ini tidak akan kembali lagi ke tanah airnya. Tanda ini tidak dihiraukan, dengan tetap berprasangka baik kepada raja tanah Jawa yang akan menjadi menantunya.
Sepuluh hari telah berlalu sampailah di desa Bubat, yaitu tempat penyambutan dari kerajaan Majapahit bertemu. Semuanya bergembira kecuali Gajahmada, yang berkeberatan menyambut putri raja Kahuripan tersebut, dimana ia menganggap putri tersebut akan “dihadiahkan” kepada sang raja. Sedangkan dari pihak kerajaan Sunda, putri tersebut akan “di pinang” oleh sang raja. Dalam dialog antara utusan dari kerajaan Sunda dengan patih Gajahmada, terjadi saling ketersinggungan dan berakibat terjadinya sesuatu peperangan besar antara keduanya sampai terbunuhnya raja Sunda dan putri Diah Pitaloka oleh karena bunuh diri. Setelah selesai pertempuran, datanglah sang Hayam Wuruk yang mendapati calon pinangannya telah meninggal, sehingga sang raja tak dapat menanggung kepedihan hatinya, yang tak lama kemudian akhirnya mangkat. Demikian inti Kidung.
Sunda-Galuh kemudian dipimpin oleh Niskala Wastukancana, turun temurun hingga beberapa puluh tahun kemudian Kerajaan Sunda mengalami keemasan pada masa Sri Baduga Maharaja, Sunda-Galuh dalam prasasti disebut sebagai Pajajaran dan Sri Baduga disebut oleh rakyat sebagai Siliwangi, dan kembali ibukota pindah ke barat.
Menurut sumber Portugis, di seluruh kerajaan, Pajajaran memiliki kira-kira 100.000 prajurit. Raja sendiri memiliki pasukan gajah sebanyak 40 ekor. Di laut, Pajajaran hanya memiliki 6 buah Jung (kapal laut model Cina) untuk perdagangan antar-pulaunya (saat itu perdagangan kuda jenis Pariaman mencapai 4000 ekor/tahun).
Selain tahun 1511 Portugis menguasai Malaka, VOC masuk Sunda Kalapa, Kerajaan Islam Banten, Cirebon dan Demak semakin tumbuh membuat kerajaan besar Sunda-Galuh Pajajaran semakin terpuruk hingga perlahan-lahan pudar, ditambah dengan hubungan dagang Pajajaran-Portugis dicurigai kerajaan di sekeliling Pajajaran. Stop.
Lanjut!
Setelah Kerajaan Sunda-Galuh-Pajajaran memudar kerajaan-kerajaan kecil di bawah kekuasaan Pajajaran mulai bangkit dan berdiri-sendiri, salah satunya adalah Kerajaan Sumedang Larang (ibukotanya kini menjadi Kota Sumedang). Kerajaan Sumedang Larang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Adji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan kembali ke Pakuan Pajajaran, Bogor.
Kerajaan Sumedang pada masa Prabu Geusan Ulun mengalami kemajuan yang pesat di bidang sosial, budaya, agama (terutama penyebaran Islam), militer dan politik pemerintahan. Setelah wafat pada tahun 1608, putranya, Pangeran Rangga Gempol Kusumadinata/Rangga Gempol I atau yang dikenal dengan Raden Aria Suradiwangsa naik tahta. Namun, pada saat Rangga Gempol memegang kepemimpinan, pada tahun 1620M Sumedang Larang dijadikan wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram di bawah Sultan Agung, dan statusnya sebagai ‘kerajaan’ diubah menjadi ‘kabupaten’.
Sultan Agung memberi perintah kepada Rangga Gempol I beserta pasukannya untuk memimpin penyerangan ke Sampang, Madura. Sedangkan pemerintahan sementara diserahkan kepada adiknya, Dipati Rangga Gede. Hingga suatu ketika, pasukan Kerajan Banten datang menyerbu dan karena setengah kekuatan militer kabupaten Sumedang Larang diberangkatkan ke Madura atas titah Sultan Agung, Rangga Gede tidak mampu menahan serangan pasukan Banten dan akhirnya melarikan diri. Kekalahan ini membuat marah Sultan Agung sehingga ia menahan Dipati Rangga Gede, dan pemerintahan selanjutnya diserahkan kepada Dipati Ukur. Sekali lagi, Dipati Ukur diperintahkan oleh Sultan Agung untuk bersama-sama pasukan Mataram untuk menyerang dan merebut pertahanan Belanda di Batavia (Jakarta) yang pada akhirnya menemui kegagalan. Kekalahan pasukan Dipati Ukur ini tidak dilaporkan segera kepada Sultan Agung, diberitakan bahwa ia kabur dari pertanggungjawabannya dan akhirnya tertangkap dari persembunyiannya atas informasi mata-mata Sultan Agung yang berkuasa di wilayah Priangan.
Setelah habis masa hukumannya, Dipati Rangga Gede diberikan kekuasaan kembali untuk memerintah di Sumedang, sedangkan wilayah Priangan di luar Sumedang dan Galuh (Ciamis) dibagi kepada tiga bagian; Pertama, Kabupaten Bandung, yang dipimpin oleh Tumenggung Wiraangunangun, kedua, Kabupaten Parakanmuncang oleh Tanubaya dan ketiga, kabupaten Sukapura yang dipimpin oleh Tumenggung Wiradegdaha atau R. Wirawangsa atau dikenal dengan “Dalem Sawidak” karena memiliki anak yang sangat banyak.
Selanjutnya Sultan Agung mengutus Penembahan Galuh bernama R.A.A. Wirasuta yang bergelar Adipati Panatayuda atau Adipati Kertabumi III (anak Prabu Dimuntur, keturunan Geusan Ulun) untuk menduduki Rangkas Sumedang (Sebelah Timur Citarum). Selain itu juga mendirikan benteng pertahanan di Tanjungpura, Adiarsa, Parakansapi dan Kuta Tandingan. Setelah mendirikan benteng tersebut Adipati Kertabumi III kemudian kembali ke Galuh dan wafat. Nama Rangkas Sumedang itu sendiri berubah menjadi Karawang karena kondisi daerahnya berawa-rawa, karawaan.
Sultan Agung Mataram kemudian mengangkat putra Adipati Kertabumi III, yakni Adipati Kertabumi IV menjadi Dalem (Bupati) di Karawang, pada Tahun 1656M. Adipati Kertabumi IV ini juga dikenal sebagai Panembahan Singaperbangsa atau Eyang Manggung, dengan ibu kota di Udug-udug. Pada masa pemerintahan R. Anom Wirasuta putra Panembahan Singaperbangsa yang bergelar R.A.A. Panatayuda I antara Tahun 1679M dan 1721M ibu kota Karawang dari Udug-udug pindah ke Karawang. Stop.
Jadi nama jalan Sawunggaling, Mundinglaya, Ranggagading, Ranggamalela, Suryakancana, Ariajipang, Bahureksa, Gajah Lumantung, Sulanjana, Badaksinga dan Bagusrangin belum saya temukan dongeng atau sejarahnya, sebagian –kalau tidak salah ingat– adalah tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Lutung Kasarung.
Jumat, 23 September 2005 @ 5:38
judulnyah Sundapura, tapi bahasa indonesia lain basa sunda …. hehehe
Jumat, 23 September 2005 @ 8:22
Using
Hehehe..enya nya. Kuduna nulisna nganggo basa sunda kang Jay, supados mereunah.
Jadi diajar sejarah sunda euy, lumayan lah kanggo emutan:).
Jumat, 23 September 2005 @ 9:40
Using
*kasih komen, baru setelah itu baca sekip – sekip*
Jumat, 23 September 2005 @ 9:52
Using
sebuah buku yang terbit tahun 80 an, yang pernah saya baca tahun 2002 menceritakan banyak hal mengenai Bandung, sayangnya saya lupa judulnya
Sabtu, 24 September 2005 @ 13:39
Using
koq berubah jadi wilayah sunda dan garut kang? salah nulis ya? maksudnya galuh mungkin?
Sabtu, 24 September 2005 @ 20:09
Using
#4, kayaknya judul bukunya “wajah bandoeng tempo doeloe” karya Haryoto Kunto. Rasanya disitu disinggung ttg asal usul nama nama jalan. Mungkin tidak sedetil yg Jay lakukan.
ada sedikit sejarah di web http://www.geocities.com/bandungcity/
salam, wicak
Sabtu, 24 September 2005 @ 23:30
Using
Selamat Ulang Tahun Bandung. Keep Bandung Beautiful Euy!
Rabu, 28 September 2005 @ 17:12
Using
Saya merasa bingung kerajaan pajajaran yang terbunuh di bubat bukankah prabu sri baduga maharaja atau prabu siliwangi, di sini di sebutkan yg mati terbunuh prabu lingga buana bersama anaknya diah pyta loka, jadi mana yg benar yg mati terbunuh di bubat.
Rabu, 28 September 2005 @ 22:41
Using
#8: saya update dongengnya dengan penambahan dari Kidung Sundayana, diambil dari situs Jawa Palace.
Jumat, 30 September 2005 @ 14:17
Using
ada buku berjudul SEJARAH JAWA BARAT karya Yoseph Iskandar, bagus dan nyambung-nyambung dengan sejarah nusantara, buku yang bersumber dari naskah Pangeran Wangsakerta itu cukup menguak tabir sejarah parahyangan yang ternyata cikal bakal dari sejarah kerajaan-kerajaan di jateng, jatim, kalimantan, dan sumatra…
Jumat, 30 September 2005 @ 15:14
Using
hebat lu jay, bisa nulis sejarah sepanjang ini. hebat.
Jumat, 30 September 2005 @ 16:28
Using
kalau mau sejarah sunda yang lebih lengkap coba aja wawacan pangeran wangsakerta. Emang gak bakalan ngerti bahasanya pake sunda buhun. Tapi ada hasil transkripsi karya mang ayat, lebih bisa dimengerti.
Khusus utk dipati ukur, literaturnya bisa pake “Dipati ukur” penerbit balai pustaka cetakan 1960.
Sabtu, 1 Oktober 2005 @ 12:33
Using
surya medal, kula datang…
surya surup, kula mulang…
datang tidieu, mulang ka dieu…
Senin, 3 Oktober 2005 @ 10:24
Using
Borokokok, jangelek kuplik cindeten di luhur batu sisi ciliwung, bari ngilik bulu hayam dina ceulina…Ngeunaah pisan bari peureum beunta…
Singhoreng… Plung… anu koneng
Senin, 30 Januari 2006 @ 1:22
Using
[...] Dyah Pitaloka Ratna Citraresmi adalah putri Maharaja Linggabuana yang memimpin Kerajaan Sunda-Galuh di abad ke-13. Seperti yang pernah saya tulis Kerajaan Sunda memang selalu berpindah-pindah ibukota. Di saat Majapahit mulai menyatukan Nusantara, ibukota Sunda-Galuh menempati Kawali, Ciamis. Jauh sebelum kisah tragis Palagan Bubat terjadi Sunda dan Jawa adalah saudara sedarah, Raden Wijaya pendiri Majapahit adalah keturunan raja-raja Pajajaran. Kisah tragis tersebut intinya adalah Hayam Wuruk meminang Dyah Pitaloka dan prosesnya bersinggungan dengan ambisi dan sumpah Amukti Palapa sang Mahapatih Gajah Mada hingga Maharaja Linggabuana melanggar tatakrama adat proses pernikahan dan Gajah Mada memaksakan sumpahnya bahwa Dyah Pitaloka adalah upeti yang harus diserahkan kepada rajanya. [...]
Jumat, 3 Februari 2006 @ 23:15
Using
colok-colok colok….
kakaracus
kitu sora hayam jagi mah
Sabtu, 11 Februari 2006 @ 19:28
Using
punten kang dimana saya bisa mendapatkan buku sejarah jawa barat karya YOSEPH ISKANDAR
Minggu, 12 Februari 2006 @ 17:03
Using
Kitu nyah?…
Asa pabeulit wae ari maca bubat teh, keun ah urang dilengkepan ku SEJARAH JAWA BARAT-na kang yoseph iskandar, susuganan teu pabeulit tueing…..
Kamis, 23 Februari 2006 @ 13:34
Using
Kultur bangsa/kelompok bangsa, menyesuaikan diri dengan habitatnya di jagat raya ini, Tuhan menciptakan hamba2 dan segalanya dijagat raya ini. dengan menyediakan semua kebutuhan nya dimuka bumi. tinggal manusianya yang memanfaatkan dan memelihara alam sekitar untuk bisa berkembang secara tekhnologi dan kemuliaan akhlak.Pada akhirnya mungkin manusia secara Global akan menjadi satu budaya di muka bumi ini. yaitu Budaya Ahklak yang mulia sebagai modal di kehidupan alam dunia dan dikehidupan abadi selanjutnya, agama sebagai pedoman dan tuntunan. Semua budaya sangat baik di muka bumi ini tak terkecuali Budaya Sunda. Tapi kita sebagai manusia yang hadir di bumi Nusantara Sunda sudah selayaknya mengangkat harkat dan martabat setinggi-tingginya Dunia Sunda dan sejarahnya.dan menyongsong masa depan dengan realita yang futuristik.
Kamis, 23 Februari 2006 @ 13:46
Using
Mangga atuh sadayana urang ngawitan ngamumule kultur sorangan di habitat sunda nusantara. cing saha anu arek manggung di bumi nusantara, tapi kuda boga persiapan lahir jeung geus jadi jelema tangguh di habitat nusantara. Ngan kade sing poho ulah ngarasa jadi bangsa anu paling berkwalitas di jagat ieu, bisi jiga adolf hitler jeung kabanggan Aria na. akhirna mah ngan jadi sejarah poek keur bangsa yahudi.
Aamiin we saya mah jelema leutik jiga sireum katincak geu pasti nguap nyawana.
Kamis, 23 Februari 2006 @ 13:55
Using
Ari aing kadang bingung, suku dewek sorangan ari geus manggung sok poho ka dulur deukeut, komo lamun dulurna gorengpatut jeung rejekina kembang kempis mah, parantos we pasti malarat sorangan si dulur teuh.
Hayu atuh sing jadi bangsa anu solid jeung silih asuh, silih asah. ngan ulah silih dedetkeun.
Mangga atuh juragan, aing rek molor heula mikiran ekonomi jaman SBY-Kalla pusing oge geuning. sugan teuh manehna bakal jadi pamingpin anu hade keur rakyat Nusantara. ah aing mah meungan MOLOR we.sugan we ngimpi jadi raja minyak.
mangga atuh urang molor dulur2 salembur jawa.
Kamis, 23 Februari 2006 @ 14:03
Using
Ari aing cenah darah biru, tapi ari teu gableg harta mah darah biru teh jadi darah kere geuning. ayeuna mah alusna. neangan randa anu STW tapi pangabogana bro di juru bro di Bank, komo lamun geulis mah aing daek pisan, pasti ku aing rek di kawin. aing rek jadi pejantan we. da duit teu gableg, harta komo deui. ngan carita darah biru we anu keur gagah2an (kompensasi). Duh saha nya anu daek ka dewek anu ngan ukur modal urat.
Minggu, 26 Februari 2006 @ 19:46
Using
ehem ehem randa geulis benghar deuih saha nu teu kabita nya, geus waktuna yeuh urang sunda hudang.Hudang atuh euy hudanggggggggggg
Jumat, 3 Maret 2006 @ 16:58
Using
Alhamdulillah!
Saya sangat menghargai, ketika akhir-akhir ini banyak orang-orang bernasab campuran darah pasundan mulai peduli tentang sejarah kerajaan sunda besar dan seterusnya, walaupun cuma membaca dan menulis. Tetapi saya yakin suatu saat nanti misteri sejarah hilangnya bukti tempat kerajaan-kerajaan tersebut akan muncul.. Amin!
Terima kasih.
Senin, 20 Maret 2006 @ 23:29
Using
Sok atuh para wargi sunda geura gugah tina kulem, urang bangun sunda teh boh tina basa sareng budaya. “wake up don’t give up”
Selasa, 21 Maret 2006 @ 8:30
Using
CING SOK TAMBAHAN ATUH SUPAYA LEUWIH LENGKAP KA SING SAHA ANU BOGA CARITA ATAWA
TINA BUKU-BUKU BUHUN ANU MASIH KENEH AYA, LAMUN BISA MAH KUDU NANYAKEUN KA URANG WALANDA, CENAH MAH LOBA CARITA SAJARAH URANG ANU DI BAWA KABUR KA LEMBURNA, TAPI AYA ALUSNA SABAB DI URANG MAH CAN BISA MIARA BISA-BISA BEAK DIGOROGOT KU RAYAP, ARI AYA DI SI BULE MAH CENAH DI PUSTI-PUSTI, CIK ATUH URANG NGINJEUM, DIBACA NGARAH NYAHO. DI DAERAH KURING AYA LEMBUR NGARANNA PUSPA HIYANG, INDHI HIYANG JEUNG SAJABANA. CIK NAON ATUH ETA TEH HARTINA.
SAKITU WE TI AKANG YEUH…….HAPUNTEN KA SADAYANA.
Rabu, 26 April 2006 @ 10:38
Using
weladalah….sejarah panjang javadwiva…ternyata ohh ternyata..klo semua disambung sambungin…sebenernya pulau jawa nih taon 1 A.D udah ada penduduknya blom toh? jangan jaangan semua penduduk pulau jawa imigran dari asia raya…
Jumat, 5 Mei 2006 @ 17:28
Using
Tulisan ini sangat menarik, banyak pencerahan dari tulisan ini. Terutama tentang asal usul Sanjaya/Rakai Mataram dan Raden Wijaya.
Jadi bisa dilihat bahwa kerajaan di Jawa, dari Mataram Kuno sampai dengan Majapahit, masih berhubungan langsung dengan kerajaan Tarumanegara. Artinya kerabat keraton solo dan keraton jogja masih berhubungan dengan Kerajaan Sunda Tarumanegara secara langsung.
Mudah mudahan tulisan Mr Jay bisa menjadi bagian dari pelajaran sejarah di SMP dan SMA.
Saya sering merasa sedih bila ada orang yang sukunya sunda atau jawa saling tidak menyukai satu sama lain. Padahal semua saudara. Kenyataan tersebut masih terjadi sampai dengan hari ini.
Ngga usah antar sunda jawa, di kerajaan Medang, Wengker, Singhasari, Kediri yang bahasanya mirip aja saling bunuh. Kejadian yang sama seperti sunda galuh juga begitu.
Atau mungkin bisa ditambah pula dengan perang jawa melawan melayu di jaman Mpu Sendok di NGANJUK (Jawa Timur), untuk melawan agresi orang melayu di tanah jawa, yang menewaskan semua prajurit melayu di daerah NGANJUK.
Dari sini mungkin bisa ditarik benang merah dengan adanya komunitas melayu di sekitar danau / tasik, yang kemudian hari disebut TASIK MALAYA di wilayah kerajaan sunda galuh.
Mungkin tulisannya juga bisa ditambah dengan unsur masuknya islam di pulau jawa melalui kerajaan Demak. Jadi bisa diruntut penyebaran masuknya islam di pulau jawa ada hubungan dengan uzbekistan, xinjiang, dan champa.
Salam Hangat,
DOD
Sabtu, 6 Mei 2006 @ 16:14
Using
Siip..lah Kang Jay!
Ka urang bandung, bilih aya nu hoyong artos royalti..daftar weh di UANG ACTIVE Enggalan…Nyaaaa!
Senin, 15 Mei 2006 @ 18:39
Using
SUNDA NUSANTARA SEBAGAI INDUK BANGSA
Sunda Nusantara merupakan salah satu sejarah yang sangat perlu kita pelajari dan kita ungkap bersama.
Dengan sepintas orang dikacaukan dengan nama Sunda Kelapa. Pada dasarnya walaupun ada kemiripan nama, tetapi mempunyai makna lain. Sunda Kelapa identik dengan Batavia, Betawi, Jayakarta, Jakarta sebagi Ibu Kota Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia sekarang ini.
Sedangkan Sunda Nusantara merupakan suatu Negara yang berbentuk Kerajaan dengan Pemerintahannya berdasarkan Konstitusi Parlementer Demokrasi Sejati Reformasi Kerakyatan dan Kemakmuran Bangsa Sunda Tanah Air di daratan Sunda Nusantara.
Wilayah: Sunda Nusantara memiliki wilayah yang terbentang dari barat sampai timur dari Jawa sampai dengan Papuniginia (Irian), bentangan dari selatan sampai dengan utara, mulai dari Timor sampai dengan selat Malaka-Singapura.
[Sisanya dihapus, hanya copy paste dari http://www.mail-archive.com/kisunda@yahoogroups.com/msg04126.html
Selasa, 23 Mei 2006 @ 20:28
Using
weselemeketek
Rabu, 24 Mei 2006 @ 0:31
Using
Alhamdulillah moga2 yang kuasa aturna panjang umur…ngemut sejarah atuh lebih susah ya daripada ngemutken ibadah…
Rabu, 24 Mei 2006 @ 14:35
Using
bagus tuh saya bukan org sunda.. tapi saya suka sejarah … kalao ada data lagi tambah ya
Senin, 29 Mei 2006 @ 20:21
Using
Salam kasadayana Ki Sunda dimana wae ayana
sae pisan yeuh perkawios ngaguar Ki Sunda…Sok diduaeken ku pribados.urang sunda teh sing mararaju.sing jadi pamimpin anu sajati anu teu sarakah. Lalakon Prabu Siliwangi urang jalankeun deui ” Lalakonan Pamimpin Sajati ”
Anu nuju ngumbara di Jakarta,
Gunawan / Majalaya
Selasa, 30 Mei 2006 @ 15:31
Using
sakumaha gorengna kuring mah tetep ngadukung nya, daripada henteu komo bari heuay unggal poe. Sok atuh berkarya heg kirimkeun ka toko buku galura, sugan laku dijual
Selasa, 30 Mei 2006 @ 15:59
Using
Wah ternyata ada lagi sejarah yang menyatakan sunda nusantara adalah induk segala bangsa (Gusti 15-05-06), emang sih pernah dulu di sekolah sekolah dipelajari bahwa wilayah nusantara ini terdiri dari sunda besar dan sunda kecil. tapi sekarang ada Forum sunda di bogor ditangkapin polisi, wah makin rame aja nih jagat nusantara ini, banyak cerita dan kejadian-kejadian yang aneh-aneh. Negara aneh kali ya
Rabu, 31 Mei 2006 @ 1:37
Using
Namun catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan Naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dengan Kerajaan Pajajaran (Negeri Sunda). Di mana Raden Wijaya yang menjadi pendiri kerajaan Majapahit adalah keturunan Pajajaran dari Dyah Singamurti atau Dyah Lembu Tal yang bersuamikan Rakean Jayadarma menantu Mahisa Campaka. Rakean Jayadarma sendiri adalah kakak dari Rakean Ragasuci yang menjadi raja di Kawali. Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya i Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Di mana dalam Babad Tanah Jawi sendiri, Wijaya disebut pula Jaka Susuruh dari Pajajaran.
Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di
http://www.minggupagi.com/comments.php?sid=93846&tid=1990&mode=nested&order=1&thold=
Selasa, 13 Juni 2006 @ 12:38
Using
SANGKURIANG ITU IBUNYA DAYANG SUMBI LALU BAPAKNYA SITUMANG ITU MANUSIA APA …?
Rabu, 14 Juni 2006 @ 17:15
Using
SI TUMANG ITU ASU ALIAS ANJING!
Kamis, 15 Juni 2006 @ 14:57
Using
Memahami Kembali Sejarah Darul Islam di Indonesia
Mengungkapkan sejarah perjuangan Darul Islam di Indonesia, sama pentingnya dengan mengungkapkan kebenaran. Sebab perjalanan sejarah gerakan ini telah banyak dimanipulasi, bahkan berusaha ditutup-tutupi oleh penguasa. Rezim orde lama dan kemudian orde baru, mengalami sukses besar dalam membohongi serta menyesatkan kaum muslimin khususnya, dan bangsa Indonesia umumnya dalam memahami sejarah masa lalu negeri ini.
Selama ini kita telah tertipu membaca buku-buku sejarah serta berbagai publikasi sejarah perjuangan umat Islam diIndonesia. Sukses besar yang diperoleh dua rezim penguasa di Indonesia dalam mendistorsi sejarah Darul Islam, adalah munculnya trauma politik di kalangan umat Islam. Hampir seluruh kaum muslimin di negeri ini, memiliki semangat untuk memperjuangkan agamanya, bahkan seringkali terjadi hiruk pikuk di ruang diskusi maupun seminar untuk hal tersebut. Tetapi begitu tiba-tiba memasuki pembicaraan menyangkut perlunya mendirikan Negara Islam, kita akan menyaksikan segera setelah itu mereka akan menghindar dan bungkam seribu bahasa.
[Dihapus sisanya, hanya copy paste dari http://media.isnet.org/islam/Etc/DI.html
Jumat, 16 Juni 2006 @ 21:01
Using
kang sejarah kendan mana?
Sabtu, 22 Juli 2006 @ 18:12
Using
klu bisa di hubungin antara sejarah jawabarat dengan hukum adat jawabarat. soalnya biar kita lebih ngerti asalusul hukum adat jawabarat.hokee
Sabtu, 22 Juli 2006 @ 18:16
Using
klu gak pengaruh dari kerajaan2 di jawabarat terhadap hukum adat atau kebiasaan adat jawabarat yang sampai saat ini masih berkembang dan di gunakan oleh masyarakat sunda.
Senin, 24 Juli 2006 @ 16:34
Using
Sejarah artinya sebuah peristiwa yang terjadi pada mas lampau dengan bukti bukti tertulis dan tidak tertulis, baik berupa prasasti maupun kidung dan tembang serta hikayat dan cerita rakyat, yang berulang dan mengandung kesamaan cerita, yang bisa dibuktikan dengan logika, akal sehat, serta data-data, dan nara sumber. Oleh karena itu kebesaran kerajaan Sunda baik kuno maupun modern sudah tidak terbantahkan lagi, buat jelasnya silahkan hubungi saya bila pengen tau sejarah tanah sunda dan jawa. Membacanya merupakan anugrah besar. Bersikap satria, bukan pengecut adalah jiwa seorang pendekar dan satria pilihan. JADILAH AHLI WARIS SEJARAH YANG BAIK DAN JUJUR, PUBLIKASIKAN DENGAN BENAR. SEHINGGA MERUPAKAN ILMU PENGETAHUAN DAN NARA SUMBER DALAM MENGHADAPI KEHIDUPAN.
Rabu, 2 Agustus 2006 @ 15:31
Using
Top dech…
adiknya Teh Bety ya?
hehe…
Rabu, 2 Agustus 2006 @ 16:39
Using
#45: Sumuhun.
Senin, 14 Agustus 2006 @ 18:11
Using
Memahami Kembali Sejarah Darul Islam di Indonesia ” emangnya membuat negara islam itu dijamin ok apa? berapa banyak kerugian yang dilakukan untuk membuat negara islam emangnya orang indonesia cuma orang islam coba mana yang benar-benar berkualitas dari sisi orang-orang islam? buka wawasan yang luas bung ini bukan masalah agama emang hukum islam bukan hukum Allah tetapi Hukum Allah itu pasti kalau diterapkan di muka bumi bung pasti ikut kehukum tuh… karena dosa sekecil apapun upahnya masuk neraka… emang bung ga punya dosa apa dan Allah tidak bisa disogok dengan perbuatan baik lo
Kamis, 17 Agustus 2006 @ 16:09
Using
Untuk Abdullah: –> Anda adalah salah satu orang yang terkena Islamofobia sehingga Anda benci bila ada orang yang fanatisme nya tinggi terhadap Islam.
Perlu Anda ketahui, fanatisme terhadap Agama itu perlu agar kita tetap berpegang teguh terhadap keyakinan kita. Saya bukannya membela SUNDA, tetapi ada baiknya sejarah yang benar mengenai bangsa ini dapat dilihat juga dari sisi yang lainnya, untuk mendapatkan fakta yang asli mengenai perjuangan bangsa Indonesia.
Kalau Anda seorang muslim seharusnya Anda malu dengan tulisan Anda diatas itu.
Rabu, 23 Agustus 2006 @ 12:03
Using
ALHAMDULILLAH…DAPET PENCERAHAN & SEMAKIN BAYAK TAU TENTANG SEJARAH PASUNDAN, SY MO TANYA NIH KANG
1. KALO BOLEH TAU SUMBER YANG SEBENARNYA ITU ADA DIMANA KANG JAY? SOALNYA SAYA SENDIRI JG MASIH MENCARI2. 2.KALO BISA SEJARAH ASAL-MUASALNYA SEBELUM TARUMANEGARA SAMPAI KERAJAAN YANG ADA DI TANAH SUNDA YG TERAKHIR. 3.TRUS SY MO TANYA TAJIMALELA ITU SIAPA? 4.APA BABAD TANAH PASUNDAN ITU MASIH ADA PETALIAN DENGAN PEWAYANGAN? BOLEH MINTA PROFILENYA KANG JAY? SEGITU AJA DULU HATUR NUHUN…
Rabu, 23 Agustus 2006 @ 12:17
Using
#49: Duh, kepslok!
1. Seperti yang sudah ditulis:
2. You are asking too much!
3. Tajimalela adalah Raja Kerajaan Tembong Agung, yang menjadi cikal bakal Kerajaan Sumedanglarang.
4. Pewayangan adalah epik (misal Mahabharata atau Ramayana), sebuah epik adalah sebuah karya sastra, dan karya sastra sebagian besar adalah fiktif.
Senin, 28 Agustus 2006 @ 20:29
Using
u/abdullah segera lah bertaubat
Selasa, 12 September 2006 @ 22:35
Using
Suryakencana adalah nama seorang putra Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri kota Cianjur) yang beristrikan seorang putri jin. Pangeran Suryakencana memiliki dua putra yaitu: Prabu Sakti dan Prabu Siliwangi.
arKawasan Gunung Gede merupakan tempat bersemayam Pangeran Suryakencana. Beliau bersama rakyat jin menjadikan alun2 sebagai lumbung padi yang disebut Leuit Salawe, Salawe Jajar, dan kebun kelapa salawe tangkal, salawe manggar.
Petilasan singgasana Pangeran Suryakencana berupa sebuah batu besar berbentuk pelana. Hingga kini, petilasan tersebut masih berada di tengah alun-alun, dan disebut Batu Dongdang yang dijaga oleh Embah Layang Gading. Sumber air yang berada ditengah alun-alun, dahulu merupakan jamban untuk keperluan minum dan mandi.
Di dalam hutan yang mengitari Alun-alun Surya Kencana ini ada sebuah situs kuburan kuno tempat bersemayam Prabu Siliwangi. Pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi yang menguasai Jawa Barat, terjadi peperangan melawan Majapahit. Selain itu Prabu Siliwangi juga harus berperang melawan Kerajaan Kesultanan Banten. Setelah menderita kekalahan yang sangat hebat Prabu Siliwangi melarikan diri bersama para pengikutnya ke Gunung Gede.
Sekitar gunung Gede banyak terdapat petilasan peninggalan bersejarah yang dianggap sakral oleh sebagian peziarah, seperti petilasan Pangeran Suryakencana, putri jin dan Prabu Siliwangi. Kawah Gunung Gede yang terdiri dari, Kawah Ratu, Kawah Lanang, dan Kawah Wadon, dijaga oleh Embah Kalijaga. Embah Serah adalah penjaga Lawang Seketeng (pintu jaga) yang terdiri atas dua buah batu besar. Pintu jaga tersebut berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air terjun panas yang menuju kearah puncak.
Eyang Jayakusumah adalah penjaga Gunung Sela yang berada disebelah utara puncak Gunung Gede. Sedangkan Eyang Jayarahmatan dan Embah Kadok menjaga dua buah batu dihalaman parkir kendaraan wisatawan kawasan cibodas. Batu tersebut pernah dihancurkan, namun bor mesin tidak mampu menghancurkannya. Dalam kawasan Kebun Raya Cibodas, terdapat petilasan/ makam Eyang Haji Mintarasa.
Pangeran Suryakencana menyimpan hartanya dalam sebuah gua lawa/walet yang berada di sekitar air terjun Cibeureum. Gua tersebut dijaga oleh Embah Dalem Cikundul. Tepat berada di tengah-tengah air terjun Cibeureum ini terdapat sebuah batu besar yang konon adalah perwujudan seorang pertapa sakti yang karena bertapa sangat lama dan tekun sehingga berubah menjadi batu. Pada hari kiamat nanti barulah ia akan kembali berubah menjadi manusia.
Sabtu, 23 September 2006 @ 12:57
Using
Salam kenal ka sadaya urang sunda ..
salam baktos,
Diah
Senin, 25 September 2006 @ 10:55
Using
Hari gini masih ada yang mau memproklamirkan Kerajaan Sunda Nusantara di Bogor beberapa waktu yang lalu. Bila mereka belajar sejarah, sudah ada 2 penerus sah dari tahta KERAJAAN SUNDA tempo dulu yang menjadi raja besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Yaitu, Raja ke 2, SANJAYA / Rakeyan Jamri / Prabu Harisdama (Raja Sunda di tahun 723 – 732M), yang kemudian menjadi raja di Kerajaan MATARAM (Hindu) (732 – 760M), dan 1 lagi, RADEN WIJAYA, penerus sah Kerajaan Sunda ke – 27, yang lahir di Pakuan, menjadi Raja MAJAPAHIT pertama (1293 – 1309 M).
SANJAYA / Rakeyan Jamri / Prabu Harisdama (723 – 732M)
Cicit Wretikandayun, pendiri kerajaan Galuh, ini bernama RAKEYAN JAMRI. Sebagai penguasa Kerajaan Sunda ia dikenal dengan nama PRABU HARISDARMA dan kemudian setelah menguasai Kerajaan Galuh ia lebih dikenal dengan SANJAYA.
Ibu dari Sanjaya adalah SANAHA, cucu Maharani SIMA of KALINGGA / Kerajaan MEDANG.
Ayah dari Sanjaya adalah Bratasenawa / SENA / SANNA, raja GALUH ke 3, teman dekat Tarusbawa. Sena di tahun 716 M dikudeta dari tahta GALUH oleh Purbasora. Purbasora dan Sena adalah saudara satu ibu, tapi lain ayah.
Sebagai ahli waris Kalingga, SANJAYA kemudian menjadi penguasa Kalingga Utara yang disebut Bumi MATARAM dalam tahun 732 M. Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada puteranya dari TEJAKENCANA, TAMPERAN atau RAKEYAN PANARABAN.
RADEN WIJAYA, Raja MAJAPAHIT pertama (1293 – 1309 M).
Menurut PUSTAKA RAJYARAJYA i BHUMI NUSANTARA parwa II sarga 3:
RAKEYAN JAYADARMA, anak PRABU DHARMASIKSA (Raja Kerajaan Sunda ke 25), adalah menantu MAHISA CAMPAKA di Jawa Timur karena ia berjodoh dengan DYAH SINGAMURTI alias DYAH LEMBU TAL.
Mahisa Campaka adalah anak dari MAHISA WONGATELENG, yang merupakan anak dari KEN ANGROK dan KEN DEDES dari kerajaan SINGHASARI.
Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal berputera SANG NARARYA SANGGRAMAWIJAYA atau lebih dikenal dengan nama RADEN WIJAYA (lahir di PAKUAN). Dengan kata lain, Raden Wijaya adalah turunan ke 4 dari Ken Angrok, dari pihak ibu.
Karena RAKEYAN JAYADARMA wafat dalam usia muda, Lembu Tal tidak bersedia tinggal lebih lama di Pakuan. Akhirnya Raden Wijaya dan ibunya diantarkan ke Jawa Timur. Dalam BABAD TANAH JAWI, Wijaya disebut pula JAKA SUSURUH yang kemudian menjadi Raja MAJAPAHIT yang pertama.
Kematian Jayadarma mengosongkan kedudukan putera mahkota karena Wijaya berada di Jawa Timur
Jadi, sebenarnya, RADEN WIJAYA, Raja MAJAPAHIT pertama, adalah penerus sah dari tahta Kerajaan Sunda yang ke-27.
Kamis, 5 Oktober 2006 @ 15:17
Using
Thanx… Artikel ini sangat membantu saia untuk ngerjain tugas Sejarah
Boutz kerajaan Mataram Kuno..
Senin, 9 Oktober 2006 @ 1:51
Using
Urang Bandung biasana mah bangga dengan kerajaan Sumedang.
Cerita tentang kerajaan SUMEDANG dong.
Di arsip lama kerajaan kuno kebanyakan cerita tentang, rajatapura, tarumangara, sundapura, pakuan, saunggalah, kawali.
Sumedangna di palih mana atuh.
Sabtu, 14 Oktober 2006 @ 11:54
Using
assalamualaikum kasadayana.kacida saena ngaguar sajarah teh,kanggo abdimah eta teh hiji elmu anu kacida pisan mammpaatna,margi terang sajarah jaman kapungkur supados di damel gambaran dina kahirupan.tapi abdi gaduh pamunut kasaha wae anu terang kumaha lamun dina ngaguar sajarah sunda teh,di tampilkeun photo2rajana mun ayamah,atanapi tempat sareung kuburan sepuh2sunda di tampilkeun supados langkung abet aheng katingalina,sarengna supados ngajanteunkeun elmu kasadayana.hatur nuhun.
Sabtu, 14 Oktober 2006 @ 12:00
Using
Isinya top banget. tapi lom ada cerita rakyat Sunda semisal fabel ya. Dilengkapi dong. Saya pengen tahu banyak tentang Sunda
Rabu, 18 Oktober 2006 @ 20:23
Using
Maaaaaas…..hehe….aku bisa ngubungin mas dmn?da perlu pentiiiiiiiiing bgt!tentang cerita rakyat ne…..no tlp ku da d alamat email….bs liat kn?please call me
Kamis, 2 November 2006 @ 8:32
Using
Hatur Nuhun kang kanggo tulisan sejarahna, abdi hoyong terang upami aya anu uninga katerangan tempat-tempat patilasanna sapertos ciung wanara di ciamis, sajabina ti eta dimana waenya ? nu di daerah ciamis, banjar, atanapi tasik, hoyong ningali patilasan karuhun urang.
Hatur nuhun sateuacanna,
NB : kumaha upami tulisanna ngangge bahasa sunda wae langkung sae, urang mumule bahasa sunda.
Selasa, 14 November 2006 @ 16:30
Using
bagus sekali cerita sejarahnya tuh, urang pengen denger juga kidung ketika seorang raja memanggil sang ratu penguasa pantai selatan, kalo ada
Senin, 20 November 2006 @ 15:44
Using
Apakah literatur-literatur yang kita baca atau kisah yang sering kita dengar selama ini sudah pasti akurat dan dapat dipercaya?. Jangan-jangan PERISTIWA BUBAT itu tidak pernah ada, melainkan hanyalah karangan Belanda (penjajah) pada saat itu untuk mendukung strategi ‘devide et impera’-nya agar timbul rasa benci, dendam dan memecah belah antara masyarakat di Jawa bag Timur dan Barat.
Kamis, 23 November 2006 @ 19:22
Using
ni nak tanya la . . laksamana sunan wujud tak ? saya masih tertanya – tanya , keris nanggroe pun ada ke ? kalau ada . kenapa takde pun kisah atau sejarah pasal laksamana sunan @ keris nanggroe . . . ?
Sabtu, 2 Desember 2006 @ 21:24
Using
Sunda adalah nama kepulauan di bumi Nusantara atau dikenal dengan nama Sunda archipilago,atau dikenal juga dengan kepulauan Sunda besar, Kepulauan Sunda kecil, selat sunda dllnya akibat politik kotor dari bangsa asing yang ingin menguasai Sunda Nusantara maka Sunda hanya dimiliki oleh orang jawa barat.Nama suku orang jabar bukanlah suku sunda tetapi suku Pasundan yang merupakan bagian dari Sunda Besarnya Sunda Nusantara-SUNDA MELAYU. Jadi Sunda Nusantara adalah nama benua yang dikuasai oleh raja-raja kita pada zaman dulunya.
Sunda Nusantara-Sunda Melayu telah berhubungan diplomatik pada negara-negara seluruh dunia pada abad 15,16,17,18, Geografi dan Bangsanya benua Sunda berumur ribuan tahun. Tuanya bangsa Sunda sebagai Induk Bangsa yang melahirkan bermacam-macam suku-suku bangsa di daratan Sunda Nusantara-Sunda Melayu yang dijadikan Allah Yang Maha Besar dan Maha Kuasa. Keberadaan Sunda Nusantara sekarang ini ditenggelamkan oleh sejarah yang dusta dan juga di jadikan alat oleh sekelompok orang yang gila kekuasaan dan gila Harta yang tidak sesuai cita2 luhur Nabi besar kita Muhammad SAW dan leluhur kita Seri Baginda Kaisar Maharaja Kanjeng Susuhunan Syarief Hidayatullah Siliwangi Al-Misri (Sunan Gunung Jati) dan sangat memprihatinkan, keberadaan namanya di jadikan cemohan di sebabkan oleh sekelompok orang. Sunda Nusantara Bukanlah negara baru ataupun seperatis tetapi Sunda Nusantara asal mula bangsa kita yang sebenarnya, tidak berarti kita harus melawan NKRI melainkan kita harus menghargai dan menghormati pejuang-pejuang kita yang telah mengusir NICA dari ibu pertiwi ini.
Ya Allah..Al’ALIIMU..pasti Ibu pertiwi ini dan para leluhur menangis karena pengkhianatan mereka terhadap cita2 luhur dan Induk Bangsanya. Ya Allah Muliakan lah Negara Kesatuan Republik INDONESIAnya Sunda Nusantara-Sunda Melayu menjadi negara yang bermartabat, adil, makmur, memberikan perdamaian dan manfaat kepada negara di dunia.
Informasi singkat ini berdasarkan saksi sejarah RA. Hayamah istri dari Seri Baginda Maharaja Kaisar Sultan Syarief Abul Mafachir Moehammad Heroeningrat Siliwangi Al-Misri, yang Alhamdulilah masih sehat walaupun beliau sudah sangat tua dan buku yang di buat oleh Alm. Al-Misri II (putra terakhir pasangan Al-Misri dan RA Hayamah). Informasi ini cukup di jadikan pengetahuan saja tentang akar sejarah bumi pertiwi kita yang namanya Indonesia (sejak 1945) dan dulu Sunda Nusantara-Sunda Melayu. (sejak bangsa ini berpenduduk 99 KK, Yang Rajanya Seri Baduga Maharaja Mahadewa atau Dewa Warman I, Kekaisaran : Sangkala Nagara di Ujung Kulon Bantan. yang pada waktu itu masih memeluk dinanisme dan animisme). Untuk mendapatkan kebenaran secara akurat, tentunya masih diperlukan, pengkajian, penelitian dan penganalisaan lebih lanjut. Carilah informasi ini di Kerajaan Inggris yang pernah menjajah kita dan yang pada tahun 1810 pernah membuat kerjasama kedua negara kerajaan Inggris Raya yang dipimpin oleh Gurbernur Jenderal Sir Thomas Raffless dengan pimpinan tertinggi Negara Kerajaan Sunda Nusantara-Sunda Melayu yang pada tahun itu Seri Baduga Maharaja Kaisar Sultan Achmad Siliwangi Al-Misri (kaisar Achmad) kedua negara tersebut menjadi negara persemakmuran yang saling kait-mengkait dan menguntungkan kedua negara,cari informasi di Belanda sebagai penjajah kita juga, dan PBB, klo di Indonesia saya rasa banyak yang di karang. Semoga aja ada peneliti baik dan berani mau meneliti keberadaan SEJARAH SUNDA NUSANTARA
DI LARANG MELAKUKAN PEMUFAKATAN JAHAT KEPADA NKRI jika sudah tau sejarah yang benar. Kepada kalian yang setia akan ibu pertiwinya Sunda Nusantara-Sunda Melayu yang asli, ungkapkanlah dgn melakukan kegiatan yang sesuai dgn nilai dan cita2 luhur Seri Baginda Kaisar Maharaja Kanjeng Susuhunan Syarief Hidayatullah Siliwangi Al-Misri.
Ketikan singkat ini merupakan sumbangsih pemerhati terhadap eksistensi Kerajaan Sunda Nusantara-Sunda Melayu yang hingga kini belum dapat terselesaikan bahkan tambah kacau. Saya rasa Kerajaan Sunda Nusantara sangat membutuhkan Pemimpin yang dapat memberikan Suri Tauladan yang dapat menuntun dunia akherat. Semenjak meninggalnya His Majesty Seri Paduka Yang Maha Mulya Baginda Maharaja Kaisar Kanjeng Sinuhun Maha Emperor Sultan Agung Maha Prabu Syarief Abul Mafachir Moehammad Arief Martakusumah Heroeningrat Siliwangi Al-Misri II (Putra terakhir Pasangan Seri Baginda Maharaja Sultan Syarief Abul Mafachir Moehammad Heroeningrat Siliwangi Al-Misri dan RA Hayamah) keberadaan Sunda-Nusantara ini tambah buruk. Semenjak beliau ada, perjuangan Luhur Bapaknya tetap di perjuangkan dari delapan bersaudara beliau dinobatkan oleh Bapaknya (Al-Misri) dan dia percaya untuk meluruskan Sejarah dan memberikan manfaat yang baik bagi yang membutuhkannya. Dengan kerendahan hatinya, Kepintarannya, dan perjuangannya karna Allah dan leluhurnya keberadaan Sunda-Nusantara semakin di kenal baik yang merupakan Akar Sejarah Bangsa yang benar. Sempat beberapa Media Massa Nasional dan Internasional menampilkan Rubrik Keberadaan Sejarah Sunda Nusantara dengan gambar/foto Al-Misri II berdiri di samping makam Bapaknya Al-Misri pada masa pemerintahan Soeharto. Dengan Corps Diplomatiknya,tanda tangannya, capnya, dan foto beliau (Al-Misri II) dapat berdiplomasi ke Negara yang beliau pernah datangi seperti Inggris,Perancis,Brunei, Singapore dll. (Demi Allah Ini benar2 terjadi dan tidak di karang)selain itu pernah bersilaturahim dengan pejabat pemerintah RI dan beberapa tokoh. Tetapi setelah Beliau Meninggal Keberadaannya malah di cemooh karena perbuatan sekelompok orang yang di beritakan media massa. Setelah meninggalnya beliau Pihak keluarga besar Al-Misri II mengganggap perjuangan luhur ini di hentikan karena tidak ada yang mampu mengemban tugas luhur itu. Sungguh prihatin sekali akan keeksistensian Sunda Nusantara sebagai Induknya Bangsa yang akan menjadi Cemooh atau Kenangan bagi yang mengerti dan memahaminya atau Sunda Nusantara Berjaya…? Hanya Allah yang Maha Tau…
DI LARANG MELAKUKAN PEMUFAKATAN JAHAT KEPADA NKRI jika sudah tau sejarah yang benar. Kepada kalian yang setia akan ibu pertiwinya Sunda Nusantara-Sunda Melayu yang asli, ungkapkanlah dgn melakukan kegiatan yang sesuai dgn nilai dan cita2 luhur Seri Baginda Kaisar Maharaja Kanjeng Susuhunan Syarief Hidayatullah Siliwangi Al-Misri. Semoga Allah SWT melindugi kita semua dari perbuatan Jahat..amin.
Dengan Ridho Allah SWT Semoga ketikan ini bermanfaat bagi yang ingin tahu keberadaannya.
Selasa, 26 Desember 2006 @ 5:40
Using
Wiloedjeng soemadaja,
Djoeragan Wangsa Joeda Manggala:
Tjoetatan sampean ditampi koe djisim abdi. Hatoer noehoen. Moeng, dina pamadegan djisim abdi, langkoeng sae oepami djenengan-djenengan anoe kasebat teh di sarengan koe, boh patalian-patalianana, boh warsa na, atanapi roetjatan. Kitoe mah bakalan langkoeng gampil katampi koe balarea. Kiwari teh sesah keneh mendakan katerangan di pakalangan balarea, henteu sapertos di nagri.
Moeng sakieu ti djisim abdi.
Hapoenten bilih aja lakoe-lampah anoe henteu marenah.
Sampoerasoen,
Amit moendoer…
Selasa, 26 Desember 2006 @ 12:05
Using
Sejak ambisi patih gajah mada untuk menaklukan dan menguasai kerajaan seluruh nusantara, maka dibentuklah propaganda dimana dikondisikan semua kegiatan untuk menaklukan semua kerajaan yang ada diwialayah nusantara, tak terkecuali pajajaran, pajajaran merupakan nnegara besar dibarat negara majapahit, namun sayang, kekuatan majapahit tidak dapat menambus benteng-benteng pajajaran baik secara halus maupun kasar, sehingga pada propaganda sejarah, diputar balikan sehingga sekarang, tidak ada catatan para pembesar dari jawa/majapahit yang mampu menduduki kekuasaan di pajajaran, jadi hal aneh kalo ada raja/bupati/atau demang, atau setaingkat apapun yang berasal dari jawa/dalam hal ini majapahit, membaca sejarah tidak lepas dari dua kerajaan besar ini, majapahit yang selanjutnya disebut jawa, dan pajajaran yang selanjutnya disebut sunda, apa mungkin keturunan pajajaran dan rakyat sunda merelakan kedudukan raja/adipati/demang/atau lainnya dari orang2 jawa/majapahit, sangat tidak mungkin, ini adalah dokumen yang dipalsukan, seolah2 memang terajadi, jadi jangan percaya begitu saja, masa bupati karawang keturunan sultan agung atau yang mengangkat sultan agung, sangat tidak masuk akal, inget gak super semar, mana yang asli kita tidak tau, tapi dokumen pajajaran dan sunda bisa ditemuai di keraton kasepuhan dan kraton2 lain di cirebon dan banten.
terimakasih
Kamis, 28 Desember 2006 @ 9:42
Using
Sejarah Sunda yang seperti ini yang dibutuhkan oleh orang2 sunda …. Barangkali ada yang bisa memberikan info di mana saya bisa mendapatkan buku2 ttg Sunda. ( Cag Ah )
Sabtu, 30 Desember 2006 @ 13:55
Using
Wiloedjeng pala wargi soemadaja,
Djisim abdi bade ngiring toemaros:
Oepami leres sapertos ditelakeun koe djoeragan Wangsa Joeda Manggala, jen ketjap ‘KOEDJANG’ teh awitna wantjahan tina ketjap-ketjap ‘KOE DJAWA HIANG’, hartosna ketjap Koedjang teh nembe di angge saparantos kadjadian Boebat (warsa 1357M). Moeng, geuning bet aya radja Soenda anoe djenenganna ‘PERABOE HOELOEKOEDJANG’ di warsa 766-783M. Naha kadoea ketjap ieu teh benten kitoe hartosna?
Baktos,
Amit moendoer …
Senin, 1 Januari 2007 @ 15:25
Using
PERCAYA ATAU TIDAK PERCAYA KERAJAAN SUNDA NUSANTARA ADA YANG TAK LUPUT DARI KUASA TUHAN YANG MAHA ESA (Allah SWT)
Ketikan ini merupakan sumbangsih pemerhati sejarah dan sebagai sebagian pembuktian serta pengetahuan yang harus perlu di teliti lebih dalam, akan keberadaan dari Kerajaan Maharaja Sunda, Benua Sunda, Sunda Nusantara (atau Sunda Archipelago;Sunda Besar dan Sunda Kecil) Sunda Pacific, Sunda Malay, Asia Minor dengan mencakup seluruh kesatuan wilayah Sunda (Teritorrial Integrity), Sunda Territory, Sunda Geography adalah merupakan bukti atau fakta yang tidak dapat dibantah/dipungkiri/diubah/disembunyikan/dihilangkan sejak berabad-abad yang lalu, pada masa sekarang, masa yang akan datang bahkan hingga akhir zaman sekalipun; kita tak dapat lari dari kenyataan sejarah : WE CANNOT ESCAPE FROM HISTORY (ABRAHAM LINCOLN)
Informasi ini menunjukkan sepak terjang seorang Kaisar Kerajaan Sunda Nusantara yang berjuang untuk meluruskan sejarah dan kemakmuran rakyatnya sebagai amanat Ayahnya dan para leluhur Kaisar Sunda Nusantara. Keberadaan Kerajaan Sunda Nusantara sebagai Induk bangsa dan akar sejarah ibu pertiwi kita semenjak wafatnya Al Misri II keberadaannya tercoreng buruk oleh sekelompok orang. Keluarga Kerajaan Sunda Nusantara bukan lah orang tidak berpendidikan yang di beritakan di media masa. Walaupun keberadaanya tidak di perhatikan oleh Pemerintah RI bahkan kabarnya di tindas oleh sekelompok orang militan di Curug sekitar tahun 1976. Syukur Alhamdulilah berkat perjuangan untuk hidup, keturunan Al Misri dan Al Misri II dapat sekolah di luar negri dan di beberapa Universitas ternama di Indonesia dan berkerja di berbagai instansi pemerintah. Semenjak wafatnya Al Misri II pihak keluarga kerajaan bersepakat untuk tidak melanjutkan perjuangannya karena tidak bisa mengemban amanah yang berat itu jadi pihak Keluarga bersepakat untuk mengembalikan masalah ini ke pemerintah Republik Indonesia. Kemunculan berita adanya sebuah organisasi sunda nusantara merupakan sekelompok orang yang sangat berani mau mencoba bermain api politik padahal dari pihak keluarga kerajaan sepakat tidak mempermasalahkan ini kembali semenjak wafatnya Al Misri II. Ketika pemberitaan munculnya FKMSN saya melihat di Metro TV bahwa wartawan Metro TV mencoba mencari fakta di balik itu dengan mengunjungi salah satu keluarga Kerajaan Sunda Nusantara di Jakarta dan di Bogor dan tanggapan dari salah satu Keluarga Kerajaan yang namanya hampir serupa dengan nama panjang Al Misri II. Beliau mengatakan Tanya saja kepada pemerintah RI dan mengenai kemunculan FKMS beliau berkata saya baru tau itu di TV dan saya tidak pernah bergabung dengan forum itu bahkan tidak pernah kenal dengan mereka.
Ketikan di bawah ini adalah informasi keberadaan Kaisar yang telah dipublikasikan di berbabagai surat kabar nasional maupun internasional seperti yang saya dapat dari Koran Merdeka dan Inti jaya pada tanggal 4 oktober 1998 dan Inti Jaya 20-26 November 1998 dengan judul Penguasa Mengkhianati Bangsa Sendiri, Datang Seorang Kaisar, Persatukan Indonesia(Koran Inti Jaya) dan Indonesia Menduduki Wilayah Kekuasaan Wilayah Saya (Koran Merdeka)
Kekaisaran Sunda Nusantara yang dulu megah dan termasyur, kini tinggal kenangan dan puing-puing bangunan. Bangunan indah dan tumpukan puing-puing itu meninggalkan panorama wisata yang menarik. Karena itu bangunan kekaisaran tersebut dijadikan objek wisata terpesona . Di tengah krisis bangsa yang berkepanjangan saat ini, muncul pengakuan seorang laki-laki berusia 36 tahun sebagai Kaisar Sunda Nusantara asal Bogor, Jawa Barat, keturunan Prabu Siliwangi yang bergelar Kaisar Maharaja Syarief Abul Mafachir Muhammad Heroeningrat Al Misri II. Kaisar Al Misri II, pria setengah baya yang tampak parlente, berwibawa dan mengaku berdarah biru, kekaisaran Sunda Nusantara terus mengalir dalam denyut nadinya. Pengakuan laki-laki setengah baya sebagai keturunan kaisar tersebut terlihat ketika Inti Jaya mencoba mendapatkan silsilah kaisar sampai pada garis Al Misri II yang berjuang untuk menyelesaikan sengketa wilayah kekaisaran dengan Indonesia. Kepada Inti Jaya, Al Misri II mengisahkan panjang lebar bahwa beliau sebagai kaisar Sunda Nusantara keturunan dari Raja Maharaja Sultan Ahmad (tahun 1810) keturunan dari Prabu siliwangi dan Brawijaya V Mojopahit. Putra dari almarhum yang wafat pada usia 85 tahun dan dimakamkan di Curug , Tanggerang tanggal 12 November 1989 di Bogor. Disebutkan gelar yang diembannya hingga kini adalah Majesty Sri Paduka Yang Mulia Baginda Maharaja Kaisar Kanjeng Pangusten Emperor Sultan Agung Prabu Syarief abul Mafachir Heroeningrat Siliwangi Al Misri II.
Saya siap bertanggung jawab bila terjadi sesuatu di kemudian hari. “katanya dengan suara tegas. Terasa aneh memang, karena fenomena ini seperti menegaskan kehadiran seorang yang mengada-ada selama ini, di wilayah Sunda, kekuasaan kerajaan jelas sudah terkubur sejarah. Tinggal puing-puing, tempat dan bangunan yang tak lebih dari sekedar obyek wisata. Al Misri II mengaku kemunculannya kembali, setelah sekian lama menahan diri karena kehidupan politik dan upaya demoktratisasi di Indonesia tidak banyak menyelesaikan masalah. Untuk menuju penyelesaian, katanya Indonesia harus menganut sistem Negara Monarki democrat Parlementer. Dengan sistem ini katanya yang memerintah adalah seorang Perdana Menteri dan Kaisar sebagai symbol kesatuan bangsa di Nusantara. Pikiran dan Inspirasi itu muncul dari sanubari sang kaisar ketika melihat drama sengketa wilayah kekuasaan Kekaisaran Nusantara dengan Indonesia hingga saat ini.
Bangsa dan Negara Indonesia saat ini tengah di landa berbagai krisis. Cobaan demi cobaan bangkit lewat berbagai peristiwa berdarah merengut banyak korban jiwa. Korban kekerasan selama reformasi menjadi beban bagi bangsa dan Negara. Mereka gugur ditangan saudaranya sendiri yang berbasiskan kekerasan oknum-okmun aparat di balik penguasa yang tidak bertanggung jawab. “Sebaliknya penguasa janganlah mengkhianati bangsa sendiri, karena nantinya berdampak pada memecah belah suku bangsa. “tegas Al Misri II, putra mahkota keturunan Prabu Siliwangi terakhir kepada Inti Jaya, di Jakarta.
Lebih lanjut dikatakannya, bila krisis semakin memanas, lalu dihadapi dengan kekerasan bahkan terkesan mengandu domba masyarakat, maka sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin. “Rakyat kita di masa sebelum reformasi maupun di tengah reformasi tidak pernah menikmati hidup secara normal. Mereka selalu bertemankan kesulitan, kesusahan sembako. Karena pemerintah atau siapa saja yang merasa memiliki kekuatan untuk mengandu domba rakyat dengan uang. “ujarnya.
Menanggapi adegan politik serta permainan pasar yang menyulitkan ekonomi rakyat kecil, Al Misri II Kaisar Sunda Nusantara mengatakan, semuanya bermula dari ulah pemerintah. Karena itu, sebaiknya jangan menyesengkarakan rakyat yang sudah jatuh tertimpa tangga lagi.
Sebagai bangsa Sunda Nusantara yang sejarahnya direkayasa Belanda, menurut Al Misri II, membuat Indonesia saling bermusuhan dan mengotak-kotakan bangsa ini. “Ini sangat disayangkan karena perlu dijaga kesinambungan. Dengan modal persatuan dan kesatuan bangsa sangat diharapkan agar bangsa ini tidak hancur hanya akibat ulah satu orang. “tutur Kaisar Sunda Nusantara itu tadi. Karena itu lanjutnya, agar bangsa ini tidak hancur, sebaiknya pemerintah sebagai pemimpin jangan lupa mereformasi diri.
Untuk membantu mengatasi kesulitan ekonomi bangsa, putra mahkota Keturunan Syah Prabu siliwangi terakhir, Kaisar Sunda Nusantara Maha Prabu Syarief Abul Mafachir Moehammad Heroeningrat ( Al Misri II) terus melakukan negoisasi internasional dengan dunia luar guna mendapatkan dana memperbaiki kehidupan rakyat. Rakyat bangsa Indonesia sebagai titipan dari Kerajaan Sunda Nusantara yang kini menjadi Indonesia., Al Misri II, katanya, punya kewajiban moral yang tinggi guna memperbaiki nasib bangsanya. Hal itu di tempuhnya sebagai panggilan pengabdian untuk melanjutkan perjuangannya ayahnya yang telah mempersatukan nusantara pada abad 16 hingga 18 SM (Sebelum Masehi).
Rakyat di era reformasi ini katanya, tertindas oleh penguasa baik rezim lama terutama titipan kekuasaan kepada rezim penerusnya kini “Janganlah melonggarkan krisis ini sampai berlarut, Karena akan menjadi incaran bangsa lain untuk bisa menjajah dan menguasai bangsa kita. “Ujarnya.
Hendaknya krisis bangsa tidak sampai membelah bangsa menjadi bagian-bagian. Karena Kepulauan Nusantara , katanya, dipersatukan dengan perjuangan mati-matian oleh para Kaisar dahulu. Al Misri II, yang menentang konsep Negara federal.
Dikatakan, bila Indonesia yang sudah bersatu, lalu kemudian dipecah belah hanya kepentingan politik individu, maka akan sulit untuk dipersatukan. “Sejarah bangsa yang telah dimanipulasi penguasa zaman pra-reformasi hingga kini harus kembali diluruskan ,”harapnya.
Berdasarkan dokumen-dokumen tentang Kerajaan Sunda Nusantara, Al Misri II sebenarnya seseorang laki-laki biasa, bapak dua anak. Sambil memeperlihatkan dokumen berupa sejumlah catatan yang dibawa sekretarisnya Al Misri II menegaskan beliau memiliki wilayah kekuasaan dari tahta Kaisar Maharaja Sunda Nusantara . Dokumen yang dilengkapi stempel Kerajaan Maharaja Sunda Nusantara, memperlihatkan kekuasaan Kekaisaran mencakup kepulauan Sunda Besar : Jawa., Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua Guniea (Irian), juga termasuk Sunda Kecil Madura, Bali, Flores, lombok, Maluku, dan Tmor (Timor Timur). Wilayah itu merupakan keutuhan dan kedaulatan kekaisaran Maharaja Sunda dari tahun 1810. Kaisarnya waktu itu Seri Baginda Kaisar Maharaja sultan Achmad yang ditipu oleh Thomas Stanford Raffles. Ia ditinggalkan sendirian ketika diajak berburu di pulau Sunda Banda, “jelasnya yakin. Seluruh wilayah Nusantara, tambahnya , dikuasai Raffles dengan cara menipu , lalu kekuasaan diberikan pada Williem Herman Daendels tahun 1816. Dalam perjalanan sejarah, akhirnya seluruh wilayah dikuasai Republik Indonesia yang merupakan Negara baru karangan Prof Adolf Bastian seorang Jerman berkewaganegaraan Belanda. Data tersebut oleh Al Misri II di jadikan sebagai dasar untuk mempermasalahkan kependudukan RI di atas wilayah kekuasaannya. Tak tanggung-tanggung beliau sudah membawa sengketa wilayah kekaisaran dengan Indonesia ke Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dan kasusnya sedang diproses. Lebih lanjut dikatakan baginya, seluruh wilayah kedaulatan kekaisaran akan diambil alih. Karena semua itu diambil secara tidak sah menurut hukum internasional dan hukum alam sejak tahun 1945. Tak hanya itu, Al Misri II meminta pembayaran dari penghasilan dan pendapatan atas wilayah kesatuan Negara kerajaan Sunda. Termasuk pengembalian hak milik pribadi keluarga Kerajaan. Serta menuntut dikembalikannya Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Surosoan Banten milik Kerajaannya
Keberadaan Al Misri II di jaman Order Baru sangat di takuti keberadaannya. Kerena itu tidak heran jika beberapa anggota keluarga Al Misri II pernah mendekap di sel karena di curigai akan berbuat makar. Namun keberadaan mereka diakui dunia Internasional, maka penahanannya tidak lebih dari 2 hari. Di tempat yang sama Al Misri II melalui sekretaris pribadinya , Menunjukkan CD (Corps Diplomatics). Dengan kartu CD yang isinya Simbol, bendera, keterangan, cap kerajaan, dan tanda tangan kaisar dapat dengan mudah dalam urusannya ke luar negeri. Karenanya, kata beliau, CD telah diuji kebenarannya saat dirinya membuat paspor Ke Brunei Darussalam. Diakuinya, hanya dalam waktu 3 jam semuanya telah selesai. Hal itu tak lain dari pengakuan hukum-hukum internasional yang mengakui keberadaan kekaisaran Sunda Nusantara. Al Misri II pernah melayangkan surat kepada pemerintah RI tahun 1976-1995. Mereka mengirimkan sebuah resolusi pada Menteri Dalam Negeri, Ketua DPR/MPR. Tanggal 14 April 1993 juga melayangkan resolusi pada masa Soeharto berkuasa sebagai ketua gerakan Non Blok, di Istana Merdeka. Belum lama ini, menurutnya sebuah resolusi juga dikirim kepada Presiden BJ Habibie. Kepada Merdeka surat tersebut diperlihatkan dan tertera nomor 99. Ed/ Rmaha/ Internat: Resol/Internat Settl/ South SE Asia, 14 September 1998 Very Imeddiate To Day Top Secret, dengan tanda terima oleh Mubaro lewat SekNeg. Menyertai surat tersebut juga diberikan surat untuk DPR/MPR, Menteri Dalam Negeri yang dilengkapi dengan nomor surat sesuai dengan missi kaisar. Menurutnya Raja Al Misri II mempunyai hubungan diplomatic dengan kerajaan-kerajaan di dunia seperti Inggris, Jepang, dan Belanda.
Selain itu Al Misri II selalu mengutamakan hubungan baik dengan pemerintah RI dengan berkunjung ke kediaman beberapa Tokoh Nasional dan diplomasi ke beberapa Negara melalui surat dan kunjungannya. Wallahualam biis sawab.
Selasa, 9 Januari 2007 @ 17:22
Using
Kang Jay,
Bade ngaganggu deui.
Aya nu ngaku Kigede Naga Dewa Cupu Manik Astagina tiasa sasauran sajarah.
Bade nyuhunkeun emailna. dikirim JAPRI.
Rabu, 10 Januari 2007 @ 4:11
Using
Wiloedjeng Ki Soenda soemadaja,
Djisim abdi bade ngiring majoenkeun hiji pasoehoenkeunan:
Manawi aja anoe oeninga roetjatan Bopati2 Limbangan/Galih Pakoean toer patalian2 antawis aranjeunna, mmangga seserat didieu, soepados tiasa kaoeninga balarea.
Hatoer noehoen,
Amit moendoer.
Kamis, 11 Januari 2007 @ 15:36
Using
GENEAOLOGY OF THE EMPEROR OF SUNDA NUSANTARA- THE SUNDA ARCHIPELAGO -SUNDA MAINLAND- SUNDA PASIFIC-SUNDA MALAY-ASIA MINOR. 130 Yr. AC ------------ SERI BADUGA MAHARAJA -------Ibu Kota PRABU MAHADEWA DEWA WARMAN Kerajaan di ------------------------- Salaka Nagara I (Ujung Kulon II Bantan/Banten) III IV ! ! ! _______________________!____________________________ | | ! | | | (1) (2) (3)VII (4) (5) (6) NYAI RATU MENDANG ! PRABU PRABU PRABU RARA KAMOLAN ! MULA- ADITYA- BRAM- PURBASARI PRABU ! WARMAN WARMAN BANGAN ATAU SYALENDRA/ ! NYAI RATU (PRABU ! RARA KIDUL BRAWIJAYA) ! ! VIII ! ! SERI BADUGA MAHARAJA PRABU NISKALA WASTU KENCANA ! ! SERI BADUGA MAHARAJA PRABU -----1467-1474 WANGI ANGGALARANG (SILIWANGI) ! ! _____________________!_____________________ | ! | PANGERAN ! PANGERAN PRABU ! PRABU SINGAPORE ! MALAKA ! ! SERI BADUGA MAHARAJA DEWA TAPRANA PRABU GURU RATU HAJI (PRABU SILIWANGI) (1474-1513) MENIKAH DENGAN PUTERI SUMBANG KRANCANG SULTAN MALAKA ! ! ! NYAI RATU RARA SANTANG (Al Syarifah Siti Muda'im) wafat di Madinah 1528 MENIKAH DENGAN SYARIEF ABDULLAH AL MISRI (RAJA MESIR) GE KE XXII GUSTI RASUL MUHAMMAD SAW ! ! ! (1513-1552) KAISAR SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA SUSUHUNAN SYARIEF HIDAYATULLAH AL MISRI (SUNAN GUNUNG JATI/JATI PURBA) Ibu kota di Charuban/Cirebon dan dikenal oleh negara-negara di dunia MENIKAH CROWN PRINCE KANJENG GUSTI RATU PREMBAYUN (PUTERI TERTUA MAHARAJA/KESULTANAN DEMAK, EMPEROR SULTAN FATAH PUTERA TERTUA dari KERAJAAN MAJAPAHIT: EMPEROR PRABU BRAWIJAYA V) ! ! ______________________! | ! PANGERAN ! JAPARA ! WAFAT DI BANTAN ! ! (1552-1570) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA SUSUHUNAN SYARIEF MAULANA HASANUDIN AL MISRI/ MAULANA SABA KIN-KING Ibu kota dipindahkan dari Charuban(Cirebon) ke Taruma Nagara (Sunda Kelapa) ! ! (1570-1580) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA SUSUHUNAN SYARIEF MAULANA YUSUF AL MISRI ! ! (1580-1596) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA SUSUHUNAN SYARIEF MAULANA MUHAMMAD AL MISRI ! ! (1596-1640) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA SUSUHUNAN ABUL MAFACHIR RACHMATULLAH AL MISRI ! ! (1640-1651) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA SUSUHUNAN ABUL MA'ALI ACHMAD RACHMATULLAH AL MISRI/ KYAI AGENG TIRTAYASA ! ! (1651-1675) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KANJENG SULTAN AGUNG ABUL TATGHI ABDUL FATAH AL MISRI/ KAISAR SULTAN WANGI AGENG TIRTAYASA ! ! (1675-1687) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN ABUN NAZAR ABDUL KAHAR AL MISRI ! ! (1690-1733) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN ZAINUL ABIDIN AL MISRI ! ! (1733-1747) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN ABUL FATAH MUHAMMAD SYAFEI ZAINUL ARIFIN AL MISRI ! ! (1753-1777) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN ZAINUL ASIKIN AL MISRI ! ! (1777-1802) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN MAHA ALI'OEDDIN AL MISRI ! ! (1802-1810-1811) SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN ACHMAD AL MISRI berkedudukan di Istana Merdeka,Istana Cipanas,Istana Bogor, Istana Serosowan Bantan (Inti sejarah kedatangan SIR THOMAS STANFORD RAFLLES (France)/1811 1808-1815: Belanda merupakan bagian dari pendudukan Perancis) di tipu oleh STANFORD RAFLLES ditinggal sendirian di pulau Banda Maluku (Sunda Kecil Sunda Nusantara) dengan tangan diikat Wafat : 1840 di Desa Burakan Rembang Jawa Tengah ! ! ! SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN ABDULAH AL MISRI berkedudukan di Istana Cipanas, Bogor wafat 1860 ! ! SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA PANGERAN GUNAWAN MARTAKUSUMAH AL MISRI ! ! SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA PANGERAN ABDULLAH HALIM PRAWITA PURNAMA AL MISRI ! ! SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KAISAR SULTAN ABUL MAFACHIR MOEHAMMAD HEROENINGRAT SILIWANGI AL MISRI WAFAT DI BOGOR 12 NOVEMBER 1989 ! ! SERI BADUGA BAGINDA MAHARAJA KANJENG GUSTI PANGERAN HADIPATI HARYA RACHMATULLAH HEROENINGRAT SILIWANGI AL MISRI II/ HIS IMPERIAL MAJESTY SERI PADUKA YANG MAHA MULYA BAGINDA MAHARAJA MAJESTY KAISER KANGJENG MAHA PAGUSTEN EMPEROR SULTAN AGUNG MAHA PRABU SYARIEF ABUL MAFACHIR MOEHAMMAD HEROENINGRAT SILIWANGI AL MISRI II (lahir di Jakarta 30 september 1963) Legal Crown of THE Monarchies of the Sovereign Emperor of the Sovereign Empire of Sunda-Sunda Maindland- The Sunda-Archipelago or the Sunda-Nusantara-Pasific- a Greater part of the Pasific-the Mountain-Pasific in the part of-the Pasific Sunda-Malay-Asia-Minor. The Empire Parlementer was Manual Democratie, Basically the Religons and Humanity **************************************Ketikan ini sumbangsih pemerhati sejarah yang perlu di pelajari dan di teliti lebih dalam akan Sejarah Sunda Nusantara Induk Bangsa (akar sejarah Ibu pertiwi kita) yang hingga kini belum dapat terselesaikan. Informasi Sejarah/Silsilah Kerajaan Sunda Nusantara ini di dapat dari dokumen resmi Al Misri II di Jakarta. Semoga Informasi ini dapat bermanfaat untuk mengenal lebih jauh akar sejarah ibu pertiwi kita.
Kamis, 11 Januari 2007 @ 15:41
Using
Kok silsilah yang saya kirim, garisnya jadi berantakan…maaf..smoga pihak operator bisa membenarkan posisinya. Terima Kasih Wassalam
Kamis, 11 Januari 2007 @ 15:43
Using
Alhamdulilah sudah di benarkan. Terima kasih….
Minggu, 14 Januari 2007 @ 5:36
Using
Wiloedjeng Ki Soenda soemadaja,
Djisim abdi moeng bade ngiring toemaros, manawi aja anoe oeninga:
- Oepami Bopati Limbangan, Dalem Adipati Wangsadita I, saha wae poetrana? Naha aja anoe koekoetan?
- Waktos Pangeran Kornel ngalolos ka Limbangan, kenging sabaraha lami didinjana satatjan ngalolos deui ka Tjiandjoer?
Hatoer noehoen.
Sampoerasoen,
Amit moendoer…
Selasa, 16 Januari 2007 @ 15:52
Using
Wiloedjeng Rakejan,
Seserat gamparan ditampi. Hatoer noehoen.
Saladjengna:
- Doepi Rd.Poeteri Riamantri ( Nji Mas Ria )
Dewi Radja Inten – Boejoet Inten teh terah mana?
- Doepi Bopati Limbangan Dalem Rangga Wangsadita II (Dalem Panengah) teh saha? Toer naon pataliannana ka Dalem Wangsadita I?
Selasa, 16 Januari 2007 @ 15:55
Using
Sampoerasoen,
Amit moendoer…
Kamis, 18 Januari 2007 @ 10:27
Using
Punntennn!….
Hatur nuhun pisan tos ngajeujeuhkeun kana sajarah urang sunda geuning tos ka buka sakedik-sakedik oge sugan jaga kabuka sadayana. ieu aya wartos ti gunung: di gunung Pulosari Pandeglang aya nami Mandalawangi teras di gununggede oge aya Mandalawangi eta tempat aya di luhur gunung rupina aya patalina eta dua tempat teh, upami tos gaduh cariosna punten kedah di munculkeu dina layar sakali deui hatur nuhun
Kamis, 18 Januari 2007 @ 11:48
Using
Maaf ada yang salah pengetikan dalam silsilah Kerajaan Sunda Nusantara yang seharusnya
130 Yr. AC ------------ SERI BADUGA MAHARAJA -------Ibu Kota PRABU MAHADEWA DEWA WARMAN Kerajaan di ------------------------- Salaka Nagara I (Ujung Kulon II Bantan/Banten) III IV V VI ! _______________________!____________________________ | | ! | | | (1) (2) (3)VII (4) (5) (6) NYAI RATU MENDANG ! PRABU PRABU PRABU RARA KAMOLAN ! MULA- ADITYA- BRAM- PURBASARI PRABU ! WARMAN WARMAN BANGAN ATAU SYALENDRA/ ! NYAI RATU (PRABU ! RARA KIDUL BRAWIJAYA) ! ! VIII ! ! dstTerima kasih
Kamis, 18 Januari 2007 @ 20:14
Using
UNTUK PARA PEMIMPIN,TOKOH, dan
RAKYAT SEBANGSA SETANAH AIR (INDONESIA,sejak 1945-sekarang)
Sumber :
Dokumen dan Nasehat/Pesan langsung sebelum wafatnya
Alm Al-Misri II di Jakarta Sunda (TARUMANEGARA)
(SUNDA KELAPA)
Dari :
Pariban di Jakarta Sunda (TARUMANEGARA) (SUNDA KELAPA)
Bismillahirrohmannirrohiim
REFORMASI/NASEHAT yang perlu disampaikan, oleh dan dari pimpinan yang tertinggi Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan KERAJAAN MAHARAJA SUNDA-SUNDA NUSANTARA-
SUNDA ARCHIPELAGO or SUNDA PASIFIC or SUNDA MINDLAND or SUNDA MALAY or ASIA MINOR (Induk Bangsa dan Akar sejarah bangsa atau Bangsa yang sengaja di hilangkan Pra Perang Dunia Ke II) :
Alm.SERI BADUGA MAHARAJA KANJENG GUSTI PANGERAN HADIPATI HARYA RACHMATULLAH HEROENINGRAT SILIWANGI AL MISRI II atau HIS IMPERIAL MAJESTY SERI PADUKA YANG MAHA MULYA BAGINDA MAHARAJA MAJESTY KAISER KANGJENG MAHA PAGUSTEN EMPEROR SULTAN AGUNG MAHA PRABU SYARIEF ABUL MAFACHIR MOEHAMMAD HEROENINGRAT SILIWANGI AL MISRI (Al Misri II)
Legal Crown of The Monarchies of the Sovereign Emperor of the Sovereign Empire of Sunda-Sunda Maindland-The Sunda-Archipelago or the Sunda-Nusantara-Pasific-a Greater part of the Pasific-the Mountain-Pasific
in the part of-the Pasific Sunda-Malay-Asia-Minor.
The Empire Parlementer was Manual Democratie, Basically the Religons and Humanity
*)Reformasi di Negeri ini adalah merupakan gaung dari hakikatnya suatu KE-BENAR-AN yang mutlak. Kebenaran yang tidak akan pernah bisa DI-SALAH-KAN, disepanjang waktu selama dunia ini masih berputar, dan matahari tetap terbit, adalah hakikatnya Swara Mahardika yang selama ini TER-KALAH-KAN oleh sebuah kepentingan Politik dan Kemerdekaan yang hanya sebuah retorika belaka.
*)Rintangan pasti datang menghadang, cobaan pasti datang menghujam namun yakinlah bahwa KE-BENAR-AN AKAN TETAP MENANG. Sebuah Falsafah, yang saya percaya bahwa kita semua sama-sama yakini yaitu: CEPAT atau LAMBAT KE-BENAR-AN AKAN TETAP MENANG.
*)Situasi dan kondisi tatanan pemerintahan yang telah kehilangan kepercayaan dari hampir sebagian Rakyat, serta terpuruknya keadaan Ekonomi Nasional yang mewujudkan kondisi Dis-integrasi sosial yang kita sama-sama tak dapat pungkiri bahwa tidak terlepas kemungkinan rentan terhadap Dis-integrasi Bangsa bisa saja terjadi.
*)Hilangnya JATI DIRI BANGSA (Kebebasan berbicara dan berpendapat telah menyimpang dari makna sesungguhnya, sehingga menimbulkan situasi dan kondisi bangsa ini, sepertinya sudah tidak lagi mengganggap bahwa KONSTITUSI di negeri ini masih ada)
*)Reformasi bukan untuk merusak kepentingan Rakyat – Reformasi bukan untuk memecah belah Persatuan dan Kesatuan Bangsa – Reformasi bukan untuk kepentingan golongan – Reformasi bukan untuk merubah Etika dan Budaya Bangsa – Reformasi bukan untuk merubah Idiologi Panca Sila dan Undang – undang Dasar ’45 – Reformasi bukan untuk memberikan kebebasan negara lain mencampuri urusan dalam negeri. Akan tetapi Reformasi adalah untuk MEM-BENAR-KAN KE-BENAR-AN secara total. Melaksanakan keta’atan pada UUD’45 dengan benar – Melaksanakan falsafah bangsa dengan benar – Ber ETIKA dan Ber BUDAYA yang benar – Ber BANGSA dan Ber NEGARA yang benar didalam suatu keta’atan bersama pada tatanan yang tentu saja benar, sesuai sebagaimana yang dikehendaki reformasi itu sendiri.
*)Hilangnya stabilitas Politik dan Keamanan – Hilangnya Kepercayaan Rakyat Banyak – Hilangnya kekuatan ekonomi bangsa – Hilangnya Harga diri bangsa (Yang kelangsungan hidupnya hanya ada tergantung pada bentuk pinjaman dari negara lain )
*)Telah terjadi Dis Integrasi Sosial
*)KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) yang TIDAK JELAS kriterianya sehingga meng-kaburkan makna yang sesungguhnya, dan akan dapat menimbulkan ke simpang siuran dalam berpendapat…,
*)TANDA TANYA BESAR terhadap diantara kebimbangan dan kegelisahan yang berkepanjangan terhadap sebuah bayangan Harapan Hidup yang lebih baik di masa yang akan datang, sebagai rakyat dari suatu Bangsa yang Merdeka
Kesimpulan :
SEGERA MENGAMBIL/MENENTUKAN SIKAP APA YANG MESTI DAN HARUS DIPERBUAT UNTUK KEPENTINGAN BANGSA DAN NEGERI INI SESUAI SEPERTI APA YANG DIKEHENDAKI OLEH REFORMASI – SIAPA YANG MESTI DAN HARUS BERBUAT ITU – DAN BAGAIMANA CARANYA TANPA MEMPERTIMBANGKAN KEPENTINGAN INDIVIDU MAUPUN GOLONGAN DENGAN CATATAN KITA ADALAH SATU NUSA DAN SATU BANGSA DENGAN MEMPELAJARI MASA LALU APA DAN BAGAIMANA BANGSA DAN NEGARA INI HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEJAYAAN DIMATA DUNIA.
Idea/Pendapat :
·)Benarkan Ke-Benar-an Sejarah Bangsa (Karena didalamnya terkandung suatu hikmah yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan sikap…berfikir).
”WE CAN NOT ESCAPE FROM HISTORY” (Abraham Lincoln).
·)Kembalikan segala sesuatu yang hilang dari bangsa dan negeri ini. (Etika dan Budaya Bangsa – Moral Bangsa – Perjuangan Bangsa – Tanggung Jawab sebagai Bangsa – Identitas Bangsa dengan segala Budi Pekertinya- Dan sebagainya.)
·)Kembalikan AGAMA pada tempatnya yang Hak.
·)Wujudkan secara jernih Persatuan dan Kesatuan Nasional dengan menghargai (Saling menghargai) Hak Hak Azasi Manusianya secara se-utuhnya (Manusia dari sebuah bangsa yang memiliki Etika dan Budaya diseluruh Kepulauan Nusantara dari Sabang hingga Marauke ini)
·)Tentukan sebuah system untuk Tatanan berbangsa dan bernegara tanpa campur tangan Negara lain (Hak suatu Bangsa dari sebuah negara yang Merdeka sesuai KAA 1955 di Bandung, atau pasti ada terdapat dalam International Role of Law, atau silahkan dicari oleh dan dari Disiplin Ilmu)
TTD
(SERI BADUGA MAHARAJA KANJENG GUSTI PANGERAN HADIPATI HARYA RACHMATULLAH HEROENINGRAT SILIWANGI AL MISRI II atau HIS IMPERIAL MAJESTY SERI PADUKA YANG MAHA MULYA BAGINDA MAHARAJA MAJESTY KAISER KANGJENG MAHA PAGUSTEN EMPEROR SULTAN AGUNG MAHA PRABU SYARIEF ABUL MAFACHIR MOEHAMMAD HEROENINGRAT SILIWANGI AL MISRI (Al Misri II)
************************************
Jumat, 19 Januari 2007 @ 11:33
Using
Apa ini????,sdh.banyak cuap2 yang bertemakan kebaikan,bosan!! dari paparan sejarah yang kamu punya,saya menganalisa kamu orang cuma jadi boneka penjajah!
sekarang datang seakan – akan kamu pemimpin besar,siapa kamu ?
Mengklaim diri sebagai manusia baik,saya sdh.lihat kamu punya situs! ga jelas
siapa kamu?? aku kaisar juga ya !!
Jumat, 19 Januari 2007 @ 13:01
Using
Anda mau mencoba untuk membuat paradigma sejarah!!! paradigma sejarah yg.anda kemukakan ” CACAT HUKUM “,anda memasukan silsilah babad Cirebon KIAN SAN TANG, Banten dan dicampuradukan dengan PAJAJARAN NAGARA!!! Hati – hati,ini akan sangat fatal !!! SYARIFAH AL MUDA’IM itu MITOS !!!SILIWANGI adalah PAJAJARAN !
Ingat sejarah NEGARA PASOENDAN versi KARTALEGAWA ( 1944 ) yang notabene dukungan PENJAJAJAH!!!,PAPUA BARAT ( 1960- an ), RMS dll yang semuanya dijanjikan Belanda akan diberi KEMERDEKAAN!!! saya lihat AL MISRI II bergaya didepan Roll Royce maksudnya apa ???lebih baik hidup damai di negara ini,membangun secara proporsional , anda dan kelompok tidak akan mendapat lEGITIMASI SEDIKITPUN !!!
Dari paparan sejarah pemerintahan Al Misri diterangkan bahwa pemerintahan dijalankan di Istana Bogor, Puncak dll itu bukti bahwa pemerintahan yg dilakukan didasarkan kpd. koordinasi PENJAJAH ( BAWAHAN PENJAJAH ) kalian dan kelompok datang lagi membuat manuver MURAHAN !!!Sistem yg.kalian anut tipikal gaya aristokrat EROPA ,para KUSUMAH BANGSA TIDAK SEPERTI ITU !!!!! LOGO sebagai simbol SUNDA NUSANTARA tidak mencerminkan nilai2 lokal ( local content ),gelar2 yang disandang oleh RAJA2 kalian tidak JELAS akar dan latar belakangnya !!!Dari mana gelar tersebut datangnya???,anda sudah tendensius !!! Anda dan kelompok merekayasa segala sesuatu menyangkut KESEJARAHAN itu kejahatan Ingat itu !!!!!
PADJATIAN
Jumat, 19 Januari 2007 @ 13:44
Using
heii rekayasa foto Rajamu ( Re Touch-nya ) keliatan banget palsunya, sini tak adjari Photshop yang bagus !!! Nipunya keliatan banget dech he he he mauasa raja pake tipu -tipu segala macem wuahh kebangetan ha ha ha ha ha ha ha
Jumat, 19 Januari 2007 @ 14:15
Using
Cik atuh euy silaing teh mani kabina-bina teuing nya !Eling Jang wayah kieu baceprot keneh,mana make ngaran KAISAR,pepedutanlah !Euweuh ti dituna oge rek nyokot sajarah naon atuh silaing teh ? Aing yeuh anak bangsa,geus teu kudu nyieun rerekaan teu pararuguh lah,geus lieur.Rek kitu-kieu pek keur samaraneheun teu kudu dibewarakeun!Wani kikituan siah di Priangan!,silaing teh ngan ukur alat politik,aya nu ngendalikeun,keur nempo reaksi ra’yat!!!
Kaciri pisan visi-misi na oge.Pion siah silaing teh JURIG !Tong make ngaran SUNDA siah deuleu !!! Silaing mah lain !!!!!
Jumat, 26 Januari 2007 @ 15:48
Using
..PUNTEN ………..!
Resep urang mun maca sejarah baheula mah sabab sejarah teh mangrupakeun pangalama kabuyutn urang sarerea eta mah keur picontoen urang mun ngalengkah moal lepat-lepat teuing, sok atuh anu garaduh carios mah marunculkeun lain ieu mah silih bintih bae
Sanes kitu saderek………….. sanes…
Senin, 29 Januari 2007 @ 19:20
Using
Untuk Bang Panjaitan….
Ai Matongon…………..HORAS..
Parlobei au mangucapkon terima kasih ma bani nasiam haganupan…terutama kepada bang panjaitan…
Sunda Archipelago = Indonesia
Sunda Archipelago bukan lah suatu PARADIGMA BARU, bukan lah negara baru ataupun separatis. Sunda Archipelago adalah Induk Bangsa, negara yang merdeka, belum pernah di kudeta, belum pernah dikalahkan dalam perang oleh negara atau bangsa lain manapun di dunia. Sunda Archipelago adalah Bangsa yang mempunyai akar sejarah yang jelas, mempunyai dasar kebangsaan dan kewilayahan yang jelas,akar hukum yang jelas, dan arti negara yang jelas, yang mempunyai hubungan dari hulu ke hilir yang jelas. Karena persengkokolan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab demi politik kotornya keberadaannya sengaja di tenggelamkan, digelapkan, didustakan, dimanipulasi pasca perang dunia ke 2…ini merupakan pengkhianatan bangsanya sendiri, menghianati ibu pertiwi serta nilai2 luhur juga mengkhianati hukum internasional dan hukum alam…..Saya merasa ada yang tidak beres dengan ibu pertiwi kita, kita sebagai rakyat harus kritis terhadap kebohongan, kekeliruan yang terjadi sampai sekarang ini. Saya tahu benar Raja Sunda Archipelago (Al Misri II). Klo beliau bohong dan memanipulasi sejarah sudah jelas beliau sudah di Hukum. Kerena itu tidak heran jika beberapa anggota keluarga Al Misri II pernah mendekap di sel karena di curigai akan berbuat makar. Namun keberadaan mereka diakui dunia Internasional, maka penahanannya tidak lebih dari 2 hari. Saya yakin para Eksekutif Pemerintah RI tahu sebenarnya akar sejarah yang sebenarnya.
Beda pendapat adalah sesuatu yang wajar…klo kita beda bukan berarti merusak rasa persaudaraan kita sebangsa setanah air justru harus mempertebal rasa persatuan dan kesatuan kita. Saya bukan lah kaisar, saya orang biasa yang masih banyak belajar. Dalam situs ini saya hanya ingin menyampaikan pendapat saya bukan untuk mendeklarasikan negara Sunda Archipelago, dan mengutarakan pendapat yang benar di katakan benar yang salah di katakan salah. Tetapi apa yang saya utarakan sangat perlu sekali di koreksi akan kebenarannya. Makanya agar abang atau yang lain pengen tahu akan kebenaran perlu malakukan penelitian yang mendalam atau silahkan di cek n ricek di media/pustaka internasional bukan di Indonesia.
Kesimpulan :
Semoga informasi ini dapat dipelajari, diteliti kembali agar kita dapat mengatakan “yang benar dikatakan benar, yang salah dikatakan salah” sekaligus menambah wawasan kita tentang kenusantaraan, akar sejarah, akar kebangsaan, akar hukum dan arti negara. Serta menambah rasa persatuan dan kesatuan kita sebangsa dan setanah air.
KITA ADALAH SATU NUSA DAN SATU BANGSA DENGAN MEMPELAJARI MASA LALU APA DAN BAGAIMANA BANGSA DAN NEGARA INI HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEJAYAAN DIMATA DUNIA.
Reformasi di Negeri ini adalah merupakan gaung dari hakikatnya suatu KE-BENAR-AN yang mutlak. Kebenaran yang tidak akan pernah bisa DI-SALAH-KAN, disepanjang waktu selama dunia ini masih berputar, dan matahari tetap terbit, adalah hakikatnya Swara Mahardika yang selama ini TER-KALAH-KAN oleh sebuah kepentingan Politik dan Kemerdekaan yang hanya sebuah retorika belaka.
Semoga aja keutuhan kewilayahan dan persatuan dan kesatuan kita dapat kekal selama akhir zaman, walaupun Timor Timur sudah lepas dari kita dan Jangan sampai peristiwa tersebut terulang kembali. Wallahualam biis sawab.
Sonai ma lobai tene ….diatei tupa ma…Horas. Wassalam
Senin, 29 Januari 2007 @ 19:59
Using
NATION --------- SUATU KE-BANGSA-AN DARI SEBUAH BANGSA DISUATU WILAYAH INTERNASIONAL (INTERNATIONAL INTEGRITY) YANG MERDEKA KEPULAUAN SUNDA NUSANTARA/SUNDA ARCHIPELAGO ----------------------------------- ! ! ! ! 130 Yr.AC ----------- 1. SUNDA ARCHIPELAGO or 2. SUNDA MAINDLAND or 3. SUNDA MALAY or 4. SUNDA PACIFIC or 5. ASIA MINOR ------------------------------------- ! ! ! KEP. SUNDA BESAR (Malacca-Andalas-Borneo-Celebes-Java-New Guinea (Papua New Guinea)) KEP. SUNDA KECIL (Molucca-Bali-Lombok-Sumbawa-Sumba-Flores-Timor-(NTB-NTT)) -------------------------------------------------------- ! ! ! BENUA SUNDA ---------------- ! ! ! ! THE GREATER SUNDA ISLAND -------------------------------- ! ! ! INTERNATIONAL TERRITORIAL INTEGRITY ----------------------------------------------- ! ! ! ! MAINS NATION/ INDUK BANGSA ---------------- NATION* Semoga informasi ini dapat dipelajari, diteliti kembali agar kita dapat mengatakan “yang benar dikatakan benar, yang salah dikatakan salah” sekaligus menambah wawasan kita tentang kenusantaraan, akar sejarah, akar kebangsaan, akar hukum dan arti negara. Serta menambah rasa persatuan dan kesatuan kita sebangsa dan setanah air.
KITA ADALAH SATU NUSA DAN SATU BANGSA DENGAN MEMPELAJARI MASA LALU APA DAN BAGAIMANA BANGSA DAN NEGARA INI HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA DALAM KEJAYAAN DIMATA DUNIA.
Reformasi di Negeri ini adalah merupakan gaung dari hakikatnya suatu KE-BENAR-AN yang mutlak. Kebenaran yang tidak akan pernah bisa DI-SALAH-KAN, disepanjang waktu selama dunia ini masih berputar, dan matahari tetap terbit, adalah hakikatnya Swara Mahardika yang selama ini TER-KALAH-KAN oleh sebuah kepentingan Politik dan Kemerdekaan yang hanya sebuah retorika belaka.
Semoga aja keutuhan kewilayahan dan persatuan dan kesatuan kita dapat kekal selama akhir zaman, walaupun Timor Timur sudah lepas dari kita dan Jangan sampai peristiwa tersebut terulang kembali. Wallahualam biis sawab.
Selasa, 30 Januari 2007 @ 11:50
Using
Punten
sewaktu kecil saya sering maen cari-carian di dalam Buku Atlas seperti nama kota, sungai, gungng, dan nama tempat di dunia, memang benar disitu tertulis ada kepulauan sunda Besar, Sunda Kecil dan ter masuk lautan Hindia yang sekarang sudah ganti nama menjadi lautan Indonesia.kenapa teganga orang-orang yang kurang bertanggungjawab itu merubah nama-nama yang nota bene nama-nama itu akan menjadi saksi perkembangan sejarah kita, sedangkan mungkin dalam sejarah Nusantara yang ada di belanda mungkin masih pake nama-nama sunda Besar dan Sunda kecilkarena mungkin orang belanda tau betul sejarah Nusantara dilihat merek lamanya menduduki nusantara. cobi kang ditalungtik anu sanesna…. hebat kang Jay euy……..!
Kamis, 8 Februari 2007 @ 15:15
Using
Punten
kunaon bang panjaitan ribut-ribut… da ieu mah ukur ngalurus sajarah supaya dikanyakeun ku balarea bahwa eta teh pernah aya tah kitu bang….
Rabu, 28 Februari 2007 @ 15:52
Using
Ayo kita lestarikan dan bangun kembali budaya “pasundan’..!!
Senin, 5 Maret 2007 @ 0:33
Using
Kang Jay,
Semua yg anda tulis di atas ada di internet, jadi hanya hasil browsing… sangat dimaklumi mengingat anda bukanlah ahli sejarah…. apa yg di tulis di atas sebagian besar adalah HASIL INTERPRETASI DAN PERKIRAAN dari bukti2 sejarah yg ada… asal usul Sanjaya atau Wijaya misalkan sampai saat ini bukti2 dari prasasti yg ada sangat terbatas… adapun sumber2 seperti Babad Tanah Jawi disadari sangat tidak akurat mengingat banyaknya legenda yg dimasukkan serta penulisan yg dilakukan ratusan tahun setelah kejadian… Jadi saya hanya mengingatkan anda dan para pembaca utk berhati2 dalam menulis sejarah… sebagai sebuah alternatif interpretasi sih sah2 saja…. tapi sekali lagi: interpretasi, bukan kemutlakan…
Senin, 5 Maret 2007 @ 0:55
Using
Numpang tanya Kaisar Al Misri II: Dari rumah sakit jiwa bisa online ke internet? hebat atuh seperti Imam Samudera aja hehe…
Selasa, 13 Maret 2007 @ 11:16
Using
Ane salut untuk Bung Jay! Akhirnya banyak orang-orang yang tidak paham budaya sunda jadi ikut-ikutan ngomongin sejarah, mudah-mudahan masyarakat dari kawasan pulau jawa dan sumatera juga peduli sejarah tentang budaya “pasundan” yang mengharukan tersebut.
Selasa, 20 Maret 2007 @ 2:03
Using
Ada satu catatan kecil:
1. Ternyata kerajaan tertua di Nusantara adalah Salakanagara yang didirikan oleh Dewawarman, di daerah yang kita kenal sekarang Labuan, Banten, pada abad 1 Masehi, kelanjutan dari Aki Tirem.
2. Menurut saya, Nama Kerajaan Pajajaran diambil dari ‘kesejajaran’ antara Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh, yang mana Niskala Wastukancaa berasal dari keturunan dua kerajaan tersebut.
3. Atau, pada masa itu banyak kerajaan-kerajaan kecil di tanah pasundan yang dapat dianggap sejajar kedudukannya, namun bersepakat membentuk satu kerajaan federal yaitu pajajaran. Hal yang unik sifat kerajaan ini tetap suatu kerajaan kesatuan. Kondisi ini ditiru oleh Majapahit pada masa Hayam Wuruk dan Patihnya Gajah Mada.
4. Jadi kalau, Indonesia (Nusantara) mau berbentuk negara federal, sudah pernah ada pada masa lalu, dan tetap bersifat negara kesatuan. Adalah sangat aneh apabila meniru negara barat (Amerika) yang dari budaya maupun kondisi alamnya sangat berbeda dengan Indonesia (Nusantara).
5. Polemik siapa penerus Kerajaan Pajajaran sebenarnya tak perlu diributkan, yang pasti mahkota kerajaan sudah diserahkan 4 Hulubalang Utama terakhir Pajajaran, Kidang Pananjung, Gelap Nyawang, Terong Peot, dan Kondang Hapa, kepada Prabu Geusan Ulun (atau dalam bahasa Indonesia artinya Raja Terakhir), raja Sumedang Larang. Artinya dapat dianggap bahwa Sumedang Larang adalah penerus Pajajaran.
6. Yang seharusnya diperhatikan adalah budaya, tradisi, karakter dan jati diri URANG SUNDA yang sudah semakin hilang, bahkan punah. Hilang budayanya berarti hilang juga jatidirinya, artinya Urang Sunda bukan urang sunda lagi.
7. Mari kita sama-sama mencari sejarah, budaya, bahkan jati diri Urang Sunda yang sebenarnya dengan catatan bahwa jati diri ini adalah bagian dari jati diri bangsa Indonesia (Nusantara).
Selasa, 20 Maret 2007 @ 2:11
Using
Ada baiknya kita adakan suatu pertemuan untuk mencoba menelusuri segala hal tentang KASUNDAAN, kemudian kira buat suatu buku dari hasil kumpulan kajian dari pertemuan tersebut, seperti halnya Pangeran Wangsakerta dari Cirebon.
Banyak sudah para peneliti dan pemerhati tentang Kasundaan, dari segala bidang ilmu, namun sepertinya merak sibuk sendiri-sendiri (sewang-sewangan), tragis. Dari bidang sejarah sibuk dengan penelitian kropak dan prasastinya, dari bidang geologi/geografi sibuk dengan Danau Bandung Purbanya, yang dari antropologi/arkeologi sibuk dengan situsnya. Sudahlah, yu bareng-bareng.
Sabtu, 24 Maret 2007 @ 0:13
Using
Saya tertarik utk mempelajari sejarah Sunda, sayangnya sejarah Sunda lebih banyak bersumber pada legenda yg diturunkan melalui tradisi oral jadi tingkat kebenarannya sangat diragukan… kita saja lihat ciung wanara, dayang sumbi, dll… saya pikir saat ini suku Sunda sedang mengalami krisis identitas karena disamping jumlahnya yg terbesar kedua setelah suku Jawa, namun kontribusinya di pentas nasional kalah dg suku lain yg jumlahnya inferior seperti Batak dan Minang… ayo suku Sunda, bangkit!! biarlah sejarah tinggal masa lalu, yg penting masa kini akan di bawa ke mana masyarakat Sunda? tidak ada gunanya memanipulasi sejarah utk meninggikan harkat kesukuan.. lihat sebagian kemiskinan di Jawa ada di tanah Sunda, dan dialami oleh suku Sunda…
Selasa, 27 Maret 2007 @ 12:19
Using
Kalau kalian pengen tau hikmah yang terjadi di masyarakat tentang bangsa Sunda Archipelago dulunya yang merupakan Induk Bangsa yang melahirkan berbagai suku2 di Nusantara..cobalah kalian pahami fenomena kemunculan FKMSN (Forum Komunikasi Masyarakat Sunda Nusantara)…..Klo kalian cerdas dan mengikuti beritanya…saya yakin kalian pasti paham itu…..kelompok itu mencoba kembali menghidupkan kembali sebuah bangsa yang sengaja di hilangkan pasca perang dunia ke II dengan dalih meluruskan sejarah dan bagian dari keturunannya dan penerusnya???????sebenarnya bisa di bilang niatan dia sangat di ancungi jempol yang berusaha meluruskan sejarah namun yang sangat di sayangkan ada yang mengaku keturunannya Al Misri dan Al Misri II lalu menobatkan diri sebagai raja……tapi akhirnya di vonis 6 tahun…..hati2 lah jangan mencoba-coba bermain api politik….itu sangat ganas….inilah akibatnya…..klo kalian mengikuti beritanya dari awal sampai akhir yang di liput Metro TV mulai dari pengerebekan Kelompoknya FKMSN lalu Metro TV mencoba menelusuri makam Al Misri dan Al Misri II dan mencoba menelusuri beberapa anggota keluarga dari Al Misri dan Al Misri II yang salah satunya di wawancarai oleh Metro TV adalah Kakak laki-laki dari Al Misri II yang namanya hampir serupa dengan Al Misri II….Beliau berkata bahwa beliau tidak menggenali mereka dan bahkan mereka pun belum pernah bersilaturahim dengan kami…tapi anehnya mereka sangat berani sekali apalagi mereka mencoba memberanikan diri menobatkan dirinya sebagai raja…..Beliau tidak mau banyak berkoar-koar mengenai masalah itu dan tidak mau menjawab pertanyaan dari wartawan Metro TV secara detail maka beliau cuma menjawab TANYA SAJA KEPADA PEMERINTAH RI. Cobalah kalian amati adakah keluarga dari Al Misri dan Al Misri II di ikut sertakan dalam kasus tersebut. Kenyataannya tidak di ikut sertakan karena memang mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarga Al Misri apalagi yang sangat fatalnya menobatkan diri sebagai Raja. Padahal keluarga Al Misri dan Al Misri II berusaha menutupi rapat-rapat masalah sejarah Sunda Archipelago dan menyerahkan sepenuhnya kepada PEMERINTAH RI kok malah ada yang berani mencoba menghidupkan itu…….
Banyak hikmah dan intisari dari keberadaan Bangsa Sunda Archipelago dengan mempelajari dan memahami kejanggalan-kejanggalan dari kasus/fenomena yang terjadi.
Saya rasa klo kalian pengen meluruskan sejarah itu sah-sah saja tapi klo uda mencoba pemufakatan jahat kepada NKRI wah itu salah besar……Sunda Archipelago = Indonesia, Sunda bukanlah suku tetapi sebuah bangsa yang melahirkan berbagai suku2 yang ada di nusantara. Jawa Barat = Pasundan.
Semoga saja Sejarah Sunda Archipelago dapat di teliti kembali oleh para ahli melalui pustaka Internasional yang dengan tujuan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan….jangan ada niatan untuk melepaskan diri dari keutuhan NKRI karena dulu kita bersatu kenapa kita ber cerai berai. NKRI sama dengan Sunda Archipelago yang melahirkan suku suku dari sabang hingga marauke dan mempersatukan kembali dari jajahan belanda. Ingat kita sebangsa setanah air Indonesia……Jayalah Indonesia. Sudah lah masa lalu sebagai pelajaran buat kita dan merupakan zaman keemasan yang pernah di alami bangsa ini dan yang dirasakan oleh para nenek moyang dan leluhur kita.Ya Allah Jaya Lah INDONESIA….amien
Senin, 2 April 2007 @ 12:36
Using
nuhun kang perkawis sajarahna. lengkepan deui lah ngarah langkung jentre. sok atuh sing rancage nya!kudu reueus jadi urang sunda teh atuh!
abdi hoyong langkung terang perkawis sajarah sunda anu leuwih jentrena, hoyong ngamumule sunda anu ayeuna sigana teh teu pati dipalire.
i love u sunda…..
saha deui nu bekal ngariksa budaya sunda teh atuh lamun lain urang mah salaku urang sunda.
pokona mah sunda lah…….
Senin, 2 April 2007 @ 12:42
Using
nuhun
Sabtu, 14 April 2007 @ 17:30
Using
kenapa dlm pelajaran sejarah nasional indonesia lebih dominan menampilkan kerajaan2 yang ada di jawa tengah dan jawa timur, padahal Indonesia bukan hanya jawa tengah dan jawa timur. Apakah ini orde baru sentris?
Minggu, 15 April 2007 @ 10:13
Using
Kalo menurut akyu, mayan bagosss! Tapi kurang lengkap
Selasa, 17 April 2007 @ 21:45
Using
Bogor Kota Tua
Diatas puncak gunung kapur di Ciampea Bogor terdapat sebuah makom (petilasan), belum diketahui pasti tempat tersebut petilasan siapa, tetapi makom tersebut berada di puncak gunung kapur dimana puncaknya sendiri adalah batu-batu karang laut seperti umumnya batu karang yang ada di laut. Mungkin dahulu daerah tersebut memang sebuah bagian dari laut yang terendam sesudah jaman es mencair. Mungkin juga di tempat tersebut sudah ada peradaban pada saat air laut mulai surut.
Sayang sekali cerita itu tidak didukung dengan fakta-fakta serta cerita-cerita sejarah, atau mungkin fakta sejarah itu saat ini belum tergali/belum ditemukan.
Kampung Muara dekat tempat prasasti Ciaruteun dan Telapak Gajah ditemukan, dahulu merupakan sebuah “Kota pelabuhan sungai” yang bandarnya terletak di tepi pertemuan Cisadane dengan Cianten. Menurut cerita, dahulu di dekat gunung kapur tersebut memang merupakan suatu pelabuhan yang biasa dikenal dengan nama dermaga, barangkali itulah sebabnya di sekitar Kampus IPB sekarang disebut daerah Darmaga. Hingga awal abad ke 19 tempat tersebut memang masih digunakan sebagai pelabuhan terutama oleh para pedagang bambu.
Kerajaan-kerajaan yang berhubungan dengan sejarah kota Bogor diantaranya adalah:
Kerajaan Salaka Nagara, rajanya bernama Dewawarman (I – VIII), tidak diketahui pasti kapan kerajaan ini berdiri, letak kerajaan Salaka Nagara ini diperkirakan berada di sekitar Pandeglang Banten, namun ada juga yang beranggapan bahwa letak Salaka Nagara ada di kaki gunung Salak di sebelah Barat kota Bogor. Menurut cerita kerajaan ini didirikan oleh seseorang yang bernama Aki Tirem, yang kemudian keturunannya mendirikan kerajaan Salaka Nagara, konon nama gunung Salak diambil dari asal kata Salaka.
Pada catatan sejarah India, para cendekiawan India telah menulis tentang nama Dwipantara atau kerajaan Jawa Dwipa di pulau Jawa sekitar 200 SM. Dan dari catatan itupun diketahui bahwa Kerajaan Taruma menguasai Jawa sekitar tahun 400 M. Salakanagara (kota Perak) pernah pula disebutkan dalam catatan yang disebut sebagai ARGYRE oleh Ptolemeus pada tahun 150 M.
Dari peninggalan sejarah yang berhasil ditemukan hingga saat ini, asal mula kota Bogor dapat ditelusuri mulai dari Ciaruteun, Ciampea. Di Ciaruteun terdapat sebuah prasasti peninggalan kerajaan Taruma Nagara (358 – 669 M), prasasti tersebut diperkirakan dibuat pada tahun 450 M, jauh sebelum Kerajaan Pajajaran dan Majapahit serta kerajaan-kerajaan lainnya berdiri di Indonesia. Letak prasasti itu sendiri saat ini sudah dipindahkan, semula prasasti itu berada di tengah-tengah sungai Ciaruteun yang kemudian dipindahkan ke tepi karena prasasti tersebut beberapa kali terbawa arus pada saat banjir bandang di sungai Ciaruteun.
Selain itu di area yang sama terdapat pula prasasti lainnya yang biasa disebut dengan prasasti Tapak Gajah. Prasasti ini diperkirakan dibuat bersamaan dengan prasasti yang ada di sungai Ciaruteun. Arti dari isi prasasti ini kira-kira: “Kedua jejak telapak kaki adalah jejak kaki gajah yang cemerlang seperti Airawata kepunyaan penguasa Tarumanagara yang jaya dan berkuasa”
Di salahsatu bagian kaki gunung Salak ada pula ditemukan sebuah prasasti di desa Jambu kampung Pasirgintung kecamatan Nanggung, oleh karena itu biasa disebut dengan Prasasti Jambu. Pada prasasti ini terukir 2 telapak kaki dan 2 baris huruf palawa dalam bahasa sansekerta, kemungkinan prasasti ini dibuat pada masa yang hampir bersamaan pula dengan dengan Prasasti Ciaruteun. Prasasti ini bertuliskan: “Yang termashur serta setia kepada tugasnya ialah raja yang tiada taranya bernama Sri Purnawarman yang memerintah Taruma serta baju perisainya tidak dapat ditembus oleh panah musuh-musuhnya; kepunyaannyalah kedua jejak telapak kaki ini, yang selalu berhasil menghancurkan benteng musuh, yang selalu menghadiahkan jamuan kehormatan (kepada mereka yang setia kepadanya), tetapi merupakan duri bagi musuh-musuhnya”.
Pada prasasti Ciaruteun dipahat juga sepasang telapak kaki serta tulisan dengan huruf palawa dalam bahasa sansekerta, bunyi tulisan tersebut kira-kira “Inilah telapak kaki yang mulia Sang Purnawarman Raja Negeri Taruma yang gagah berani, yang menguasai dunia sebagai telapak kaki Dewa Wisnu”
Tidak diketahui dengan pasti mengapa prasasti-prasasti tersebut ada di daerah itu, apakah karena pusat pemerintahannya ada disana atau tempat tersebut merupakan salah satu tempat penting pada masa itu yang berada dikawasan kerajaan.
Pada masa Kerajaan Taruma Nagara kerajaan ini diperintah oleh 12 orang raja, berkuasa dari tahun 358 – 669 M.
Kerajaan Sunda, nama baru dari kerajaan Taruma Nagara, diperintah 28 orang raja, tahun 669 – 1333 M. Pada masa ini, kerajaan tersebut dipecah menjadi 2 bagian, di sebelah Barat bernama kerajaan Sunda dan di sebelah Timur bernama kerajaan Galuh dengan sungai Citarum sebagai batasnya.
Kerajaan Kawali, diperintah oleh 6 orang raja, tahun 1333 – 1482 M.
Kerajaan-kerajaan diatas adalah kerajaan-kerajaan yang dipimpin oleh “garis keturunan” yang sama.
Kerajaan Taruma didirikan oleh Jayasingawarman, keturunan-keturunan raja Kerajaan Taruma pergi ke luar wilayah kerajaan serta membentuk kerajaan-kerajaan baru di wilayah lain. Ini terlihat dari berdirinya kerajaan-kerajaan baru yang lebih “muda” usianya dibandingkan dengan kerajaan Taruma Nagara. Pada masa abad ke 7 hingga abad ke 14 kerajaan Sriwijaya berkembang di Sumatera. Penjelajah Tiongkok yang bernama I Ching pernah mengunjungi ibukotanya yaitu Palembang sekitar tahun 670. Pada abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan di Jawa Timur yaitu Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, yang bernama Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Mungkin karena senioritas atau karena kekerabatan atau juga karena sebab lainnya, kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh tidak pernah dikuasai oleh kerajaan Majapahit.
Ada 2 orang keturunan Taruma Nagara yang menjadi raja besar diluar tanah Sunda:
1. Sanjaya / Rakeyan Jamri / Prabu Harisdama, raja ke 2 Kerajaan Sunda (723 – 732M), menjadi raja di Kerajaan Mataram (732 – 760M). Ia adalah pendiri Kerajaan Mataram Kuno, dan sekaligus pendiri Wangsa Sanjaya.
2. Raden Wijaya, penerus sah Kerajaan Sunda ke – 27, yang lahir di Pakuan, menjadi Raja Majapahit pertama (1293 – 1309 M).
Selain itu dikisahkan pula bahwa Putri Sobakancana anak dari Linggawarman, raja Taruma Nagara terakhir menjadi isteri Dapuntahyang Srijayanasa yang kemudian mendirikan kerajaan Sriwijaya di Sumatera.
Di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja-raja daerah yang kekuasaannya membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada Pandeglang) sampai ke Purwalingga (sekarang Purbalingga) di Jawa Tengah. Secara tradisional Ci Pamali (Kali Brebes) memang dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa bagian Barat pada masa silam.
Kerajaan Galuh Pakuan (516 – 852 M), berada di sekitar wilayah kota Ciamis sekarang. Pendiri kerajaan Galuh adalah keturunan raja Taruma Nagara yang pergi menuju sekitar Selatan Jawa. Kerajaan Galuh didirikan oleh cicit dari Manikmaya, menantu Suryawarman (raja Taruma Nagara ke 7). Ada sebagian dari keturunan raja Galuh (yang juga keturunan Taruma Nagara) yang kemudian kembali menuju Utara dan mendirikan kerajaan dengan nama baru Pakuan Pajajaran. Sedangkan sebagian lainnya pergi menuju Timur untuk kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan baru di wilayah Jawa Tengah (Sanjaya, mendirikan Mataram) dan Jawa Timur (Raden Wijaya, mendirikan Majapahit).
Kerajaan Pakuan Pajajaran biasa disebut kerajaan Pajajaran saja (1482 – 1579 M). Pada masa kejayaannya kerajaan ini diperintah oleh seorang raja yang sangat terkenal yaitu Sri Baduga Maharaja dengan gelar Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja pada usia 18 tahun. Raja tersebut terkenal dengan “ajaran dari leluhur yang dijunjung tinggi yang mengejar kesejahteraan”.
Pusat kota Pajajaran ini terdapat di sekitar wilayah Batutulis sekarang, ini diketahui dari ditemukannya sisa-sisa bekas bangunan istana yang ditemukan di sekitar wilayah itu. Ini terungkap dalam ekspedisi yang dilakukan pihak VOC sebelum menguasai suatu wilayah baru.
Untuk kesejahteraan rakyatnya yang sebagian besar bertani dan juga untuk menghalangi serangan pihak musuh maka pada masa itu dibuat sebuat sodetan sungai yang sekarang dikenal dengan nama kali Cidepit dan Cipakancilan. Sungai Cidepit dan Cipakancilan adalah sungai buatan yang sumber airnya berasal dari sungai Cisadane.
Sama seperti kerajaan sebelumnya, kerajaan Pajajaran sendiri pada masa kejayaannya sudah menjalin hubungan dagang dengan negara-negara di Asia, Timur Tengah serta Eropa. Pelabuhan lautnya ada di Sunda Kalapa yang kemudian berubah nama menjadi Batavia dan kemudian berubah lagi menjadi Jakarta yang sekarang.
Prabu Siliwangi memiliki beberapa orang anak dari beberapa orang isteri. Dari istrinya yang bernama Kentring Manik Mayang Sunda (beragama Islam) (puteri Prabu Susuktunggal, raja kerajaan Sunda) keturunan-keturunannya pergi mengembara serta membangun wilayah pesisir Utara di wilayah Karawang. Dari istrinya yang bernama Subang Larang (beragama Islam) (puteri Ki Gedeng Tapa yang menjadi raja Singapura), Prabu Siliwangi memiliki 3 orang anak yaitu Kian Santang, Lara Santang dan Cakrabuana. Kian Santang adalah anaknya yang paling sakti serta memiliki ilmu yang sangat tinggi, konon dalam menuntut ilmu Islam Kian Santang mengembara hingga ke Timur Tengah. Ada juga kisah yang menceritakan bahwa Kian Santang dapat pergi menuju Pelabuanratu melalui sebuah goa besar yang terdapat di sungai Ciliwung (dulu bernama cihaliwung). Letak goa itu sendiri sampai sekarang belum ada yang berhasil menemukannya, tetapi dari mitos yang berkembang letak goa itu berada di leuwi sipatahunan, sebuah bagian sungai yang paling dalam yang sekarang berada di tengah-tengah lokasi kebun raya Bogor. Bagi kalangan spiritual, leuwi sipatahunan ini konon memiliki aura misteri yang sangat kuat. Lara Santang mengembara hingga ke Sumatera dan daratan Asia, menyebarkan agama Islam yang di Sumatera dikenal dengan nama Ibu Syarifah Mudaif. Lara Santang adalah ibu dari Syarif Hidayatullah, raja Cirebon yang pada tahun 1579 ikut menyerang ke Pajajaran. Cakrabuana mengembara di sekitar wilayah Cirebon, menurut cerita versi Pajajaran beliau yang mendirikan asal muasal kota Cirebon.
Perbedaan yang mencolok antara Ibu Subang Larang dengan Ibu Kentring Manik Mayang Sunda adalah keunggulannya yang berbeda; Ibu Subang Larang mencerminkan sosok ibu yang idealnya seperti seorang ibu sedangkan Ibu Kentring Manik Mayang Sunda mencerminkan sosok seorang wanita yang perkasa dan mandiri. Bagi sebagian orang Bogor, Ibu Subang Larang-lah yang biasa disebut dengan nama Ibu Ratu bukan Nyai Roro Kidul seperti yang diyakini sebagian masyarakat.
Menurut cerita, Prabu Siliwangi tidak meninggal dunia tetapi beliau menghilang (sunda:ngahiyang), karena itulah makam Prabu Siliwangi tidak pernah ditemukan hingga saat ini. Legenda masyarakat yang berkembang mengatakan bahwa Prabu Siliwangi menghilang dan kadang-kadang menampakan diri dengan wujud seekor harimau besar. Mungkin ini dihubungkan dengan seorang anggota ekspedisi pimpinan Scipio pada tahun 1687 yang diterkam harimau besar di tepi sungai Cisadane di sekitar prasasti Batutulis.
Pada masa masa kejayaan Kerajaan Pajajaran ada 4 orang patih Pajajaran yang terkenal:
Ranggagading, paling sakti dan bertindak sebagai pimpinan para patih, petilasan Ranggagading dapat ditemukan di desa Cipinang Gading di Batutulis Bogor. Entah bagaimana cerita ini bermula tapi ada sebagian orang yang mempercayai bahwa Ranggagading-lah yang selama ini disebut-sebut sebagai patih Gajahmada di kerajaan Majapahit.
Ranggawulung, petilasannya ada di dekat kota Subang
Ranggadipa, petilasannya ada di dekat kaki gunung kapur Ciampea
Ranggasukma, hingga saat ini petilasannya belum ditemukan
Di sekitar kota Bogor banyak “nama-nama lama” peninggalan bekas kerajaan Pajajaran pada saat masih berdiri, misalnya Lawang Gintung, Lawang Saketeng, Pamoyanan, Pasirkuda, Cibalagung, Pagentongan, Balekambang, Panaragan, Pagelaran dan lain-lain.
Peninggalan kerajaan Pajajaran yang terkenal adalah prasasti Batutulis, isi prasasti ini kira-kira berarti: “Semoga selamat, ini adalah tanda peringatan untuk Prabu Ratu almarhum. Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana dinobatkan dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran. Sri sang Ratu Dewata. Dialah yang membuat parit pertahanan Pakuan, dia putra Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusalarang. Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, undakan untuk hutan Samida dan Sahiyang Talaga Rena Mahawijaya. Dibuat dalam saka 1455.” Selain prasasti banyak pula peninggalan-peninggalan kerajaan Pajajaran yang ditemukan di sekitar komplek ini, salah satunya adalah bangunan sisa kerajaan Pajajaran (ditemukan oleh Scipio, seorang ekspedisi Belanda pada tahun 1687) pada saat sesudah dibumihanguskan pada tahun 1579 oleh Kerajaan Banten (Maulana Yusuf) yang berkoalisi dengan Kesultanan Cirebon (Syarief Hidayatullah).
Kerajaan Pajajaran dibumihanguskan oleh Kerajaan Banten dan Cirebon karena Raja Pajajaran pada saat itu menolak untuk di-Islamkan, agama “resmi” kerajaan yang dianut saat itu adalah agama Sunda (Sunda Wiwitan?). Konon agama Sunda memang tidak mensyaratkan untuk membangun tempat peribadatan khusus, oleh karena itu maka sisa-sisa peninggalan yang berupa bangunan mirip candi hampir tidak ditemukan di Jawa Barat.
Pada saat pembumihangusan, raja terakhir kerajaan Pajajaran yang bernama Raga Mulya (1567 – 1579) ikut tewas terbunuh dan sebagian dari para pangeran yang tidak terbunuh lari menuju pakidulan, Selatan Bogor (desa Sirnaresmi di sekitar Pelabuanratu) untuk kemudian menuju ke arah pakulonan, menuju ke Barat (sekarang propinsi Banten), menurut cerita ada anggapan bahwa kemungkinan mereka inilah yang menjadi cikal bakal dari masyarakat Badui yang kita kenal sekarang.
Prasasti Batutulis dibuat oleh Prabu Surawisesa pada tahun 1533 M dengan maksud memperingati jasa-jasa ayahandanya Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan nama Prabu Siliwangi yang sakti. Selain itu di Batutulis tersebut adalah tempat upacara dilantiknya raja-raja Pajajaran yang disebut dengan upacara Kuwerabhakti.
Sri Baduga Maharaja adalah raja Pajajaran terbesar yang memerintah dari tahun 1482 sampai 1521 M. Pelantikan Sri Baduga Maharaja sebagai raja Pajajaran itu sendiri dilakukan pada saat Sri Baduga Maharaja memindahkan ibukota kerajaan dari Galuh ke Pajajaran (Bogor) pada tanggal 3 Juni 1482. Maka tanggal itulah yang kemudian secara resmi oleh pemerintah ditetapkan sebagai hari jadi kota Bogor, walapun ada juga yang mengganggap bahwa tanggal tersebut terlalu “muda” untuk dijadikan penetapan hari jadi sebuah kota sesusia kota Bogor.
Konon kehancuran kerajaan Pajajaran disebabkan pula oleh adanya penghianatan dari “orang dalam” yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan Raga Mulya (Suryakancana). Setelah kehancuran kerajaan Pajajaran pada tahun 1579 dan larinya para pangeran kerajaan maka terputuslah sejarah kerajaan ini. Sesuai tradisi, kursi singgasana milik kerajaan Pajajaran oleh Maulana Yusuf ikut diboyong menuju Banten yang secara simbolis menyatakan bahwa kerajaan Pajajaran tidak akan berdiri lagi. Inipun menandakan bahwa kekuasaan kerajaan Pajajaran sebenarnya telah beralih ke Maulana Yusuf dari Banten. Terlebih dengan berdirinya VOC beberapa tahun kemudian yaitu tahun 1602 yang memanfaatkan perbedaan pendapat dan perpecahan diantara kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, maka berakhirlah sudah masa kerajaan Pajajaran.
Pada tahun 1681 Belanda menandatangani kesepakatan dengan kesultanan Cirebon dan tahun 1684 Belanda menandatangani kesepakatan dengan kesultanan Banten. Maka ditetapkanlah batas wilayahnya yaitu sungai Cisadane, untuk itu dilakukan sebuah ekspedisi untuk mencari sisa-sisa kerajaan Pajajaran pada tahun 1687 seperti diceritakan diatas.
Cerita ini sebagian bersumber dari catatan dan fakta sejarah dan sebagian lagi dari sebuah cerita yang diceritakan dan diceritakan lagi serta diceritakan lagi secara turun temurun oleh para pangeran kerajaan yang berhasil melarikan diri hingga kemudian cerita ini berubah menjadi sebuah cerita rakyat dan kemudian ada yang berkembang menjadi sebuah mitos.
Tidak seperti kisah sejarah “versi pemerintah” yang terdapat dalam buku-buku sejarah SD, SMP dan SMA bahwa yang selama ini selalu disebut-sebut sebagai awal mula peradaban di Indonesia (pulau Jawa) adalah Kerajaan Mataram kuno. Dalam buku sejarah “versi pemerintah” tersebut sedikit sekali tulisan tentang kerajaan Tarumanagara bahkan kerajaan Pajajaran tidak disebutkan samasekali. Maka dalam uraian singkat ini kami mencoba menggali lebih dalam lagi ke masa sebelum adanya Kerajaan Mataram agar tidak ada fakta sejarah yang diputarbalikan hanya demi sebuah kepentingan segelintir orang.
Demikian sejarah singkat kota tua Bogor. Tulisan ini memang hanya menceritakan dari awal sejarah dapat terungkap sampai dengan hari jadi kota Bogor. Kesalahan serta kurang lengkapnya nama, tahun dan lokasi kejadian sejarah bukanlah sebuah kesengajaan tapi semata-mata karena kurang lengkapnya referensi kami.
Silsilah kerajaan di Jawa Barat
KERAJAAN SALAKANAGARA
Masa pemerintahan kerajaan ini dari tahun 200 SM (menurut catatan sejarah dari India yang menyebutnya sebagai Java Dwipa) sampai tahun 362 M. Tokoh awal dari kerajaan ini bernama Aki Tirem. Kerajaan ini berkedudukan di Teluk Lada Pandeglang namun ada juga yang menyatakan kerajaan ini berkedudukan di sebelah Barat Kota Bogor di kaki gunung Salak, konon nama gunung Salak diambil dari kata Salaka.
1. Dewawarman I
2. Dewawarman II
3. Dewawarman III
4. Dewawarman IV
5. Dewawarman V
6. Dewawarman VI
7. Dewawarman VII
8. Dewawarman VIII
KERAJAAN TARUMANAGARA
1. Jayasingawarman (358 – 382) dia adalah menantu dari Dewawarman VIII
2. Dharmayawarman (382 – 395)
3. Purnawarman (395 – 434)
4. Wisnuwarman (434 – 455)
5. Indrawarman (455 – 515)
6. Candrawarman (515 – 535)
7. Suryawarman (535 – 561)
Tahun 526 menantu Suryawarman yang bernama Manikmaya mendirikan kerajaan baru di wilayah Timur (dekat Nagreg Garut) yang kemudian cicit dari Manikmaya yang bernama Wretikandayun mendirikan kerajaan baru tahun 612 yang kemudian dikenal dengan nama kerajaan Galuh.
8. Kertawarman (561 – 628)
9. Sudhawarman (628 – 639)
10. Hariwangsawarman (639 – 640)
11. Nagajayawarman (640 – 666)
12. Linggawarman (666 – 669)
Anak Linggawarman yang bernama Sobakancana menikah dengan Daputahyang Srijayanasa yang kemudian mendirikan kerajaan Sriwijaya. Anaknya yang bernama Manasih menikah dengan Tarusbawa yang kemudian melanjutkan kerajaan Tarumanagara dengan nama kerajaan Sunda. Karena Tarusbawa merubah nama kerajaan Tarumanagara menjadi kerajaan Sunda maka Wretikandayun pada tahun 612 menyatakan kerajaan Galuh adalah sebagai kerajaan yang berdiri sendiri bukan dibawah kekuasaan kerajaan Sunda walaupun sebenarnya kerajaan-kerajaan itu diperintah oleh garis keturunan yang sama hanya ibukotanya saja yang berpindah-pindah (Sunda, Pakuan, Galuh, Kawali, Saunggalah).
KERAJAAN SUNDA/GALUH/SAUNGGALAH/PAKUAN
1. Tarusbawa (670 – 723)
2. Sanjaya/Harisdarma/Rakeyan Jamri (723 –732) ibu dari Sanjaya adalah putri Sanaha dari Kalingga sedangkan ayahnya adalah Bratasenawa (raja ke 3 kerajaan Galuh) Sanjaya adalah cicit dari Wretikandayun (kerajaan Galuh) Sanjaya kemudian menikah dengan anak perempuan Tarusbawa yang bernama Tejakancana.
3. Rakeyan Panabaran/Tamperan Barmawijaya (732 – 739) adalah anak Sanjaya dari istrinya Tejakancana. Sanjaya sendiri sebagai penerus ke 2 kerajaan Sunda kemudian memilih berkedudukan di Kalingga yang kemudian mendirikan kerajaan Mataram Kuno dan wangsa Sanjaya (mulai 732)
4. Rakeyan Banga (739 – 766)
5. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 – 783)
6. Prabu Gilingwesi (783 – 795)
7. Pucukbumi Darmeswara (795 – 819)
8. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819 – 891)
9. Prabu Darmaraksa (891 – 895)
10. Windusakti Prabu Dewageng (895 – 913)
11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913 – 916)
12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa (916 – 942)
13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942 – 954)
14. Limbur Kancana (954 – 964)
15. Prabu Munding Ganawirya (964 – 973)
16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973 – 989)
17. Prabu Brajawisesa (989 – 1012)
18. Prabu Dewa Sanghyang (1012 – 1019)
19. Prabu Sanghyang Ageng (1019 – 1030)
20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030 – 1042) Ayah Sri Jayabupati (Sanghyang Ageng) menikah dengan putri dari Sriwijaya (ibu dari Sri Jayabupati) sedangkan Sri Jayabupati sendiri menikah dengan putri Dharmawangsa (adik Dewi Laksmi istri dari Airlangga)
21. Raja Sunda XXI
22. Raja Sunda XXII
23. Raja Sunda XXIII
24. Raja Sunda XXIV
25. Prabu Guru Dharmasiksa
26. Rakeyan Jayadarma, istri Rakeyan Jayadarma adalah Dyah Singamurti/Dyah Lembu Tal anak dari Mahesa Campaka, Mahesa Campaka adalah anak dari Mahesa Wongateleng, Mahesa Wongateleng adalah anak dari Ken Arok dan Ken Dedes dari kerajaan Singasari.
Anak Rakeyan Jayadarma dengan Dyah Singamurti bernama Sang Nararya Sanggrama Wijaya atau lebih dikenal dengan nama Raden Wijaya. Karena Jayadarma meninggal di usia muda dan Dyah Singamurti tidak mau tinggal lebih lama di Pakuan maka pindahlah Dyah Singamurti dan anaknya Raden Wijaya ke Jawa Timur yang kemudian Raden Wijaya menjadi Raja Majapahit pertama.
27. Prabu Ragasuci (1297 – 1303) dia adalah adik dari Rakeyan Jayadarma. Istri Ragasuci bernama Dara Puspa seorang putri dari Kerajaan Melayu. Dara Puspa adalah adik Dara Kencana (yang menikah dengan Kertanegara dari Singasari).
28. Prabu Citraganda (1303 – 1311)
29. Prabu Lingga Dewata (1311 – 1333)
30. Prabu Ajigunawisesa (1333 – 1340) menantu Prabu Lingga Dewata
31. Prabu Maharaja Lingga Buana (1340 – 1357)
32. Prabu Mangkubumi Suradipati/Prabu Bunisora (1357 – 1371) adik Lingga Buana
33. Prabu Raja Wastu/Niskala Wastu Kancana (1371 – 1475) anak dari Prabu Lingga Buana. Istri pertamanya bernama Larasarkati dari Lampung memiliki anak bernama Sang Haliwungan setelah menjadi Raja Sunda bergelar Prabu Susuktunggal. Permaisuri keduanya adalah Mayangsari putri sulung Prabu Mangkubumi Suradipati/Bunisora memiliki anak yang bernama Ningrat Kancana setelah menjadi Raja Galuh bergelar Prabu Dewaniskala.
Setelah Prabu Raja Wastu meninggal dunia kerajaan dipecah menjadi 2 dengan hak serta wewenang yang sama, Prabu Susuktunggal menjadi raja di kerajaan Sunda sedangkan Prabu Dewaniskala menjadi raja di kerajaan Galuh.
Putra Prabu Dewaniskala bernama Jayadewata, mula-mula menikah dengan Ambetkasih putri dari Ki Gedeng Sindangkasih kemudian menikah lagi dengan Subanglarang (putri Ki Gedeng Tapa yang menjadi raja Singapura) setelah itu ia menikah lagi dengan Kentringmanik Mayang Sunda, putri Prabu Susuktunggal.
Pada tahun 1482 Prabu Dewaniskala menyerahkan kekuasaan kerajaan Galuh kepada puteranya (Jayadewata), demikian pula dengan Prabu Susuktunggal, ia menyerahkan tahta kerajaan kepada menantunya (Jayadewata), maka jadilah Jayadewata sebagai penguasa kerajaan Galuh dan Sunda dengan gelar Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan nama Prabu Siliwangi.
KERAJAAN PAJAJARAN
1. Sri Baduga Maharaja/Prabu Siliwangi (1482 – 1521)
Pada masa inilah kerajaan Pajajaran mengalami kemajuan serta kemakmuran.
2. Surawisesa (1521 – 1535)
3. Ratu Dewata (1535 – 1543)
4. Ratu Sakti (1543 – 1551)
5. Raga Mulya (1551 – 1579)
Sekelumit tentang kisah kerajaan Pajajaran sampai dengan tanggal penetapan hari jadi kota Bogor telah ditulis dibagian awal dari tulisan ini.
Penutup
Kami berharap kisah/cerita/fakta sejarah dapat diungkap dengan proporsional karena selama ini saya dan juga bangsa Indonesia lainnya merasa telah “tertipu” oleh politik Soeharto yang mengagung-agungkan orang Jawa/Mataram dengan menyembunyikan fakta sejarah yang sebenarnya hanya untuk kepentingan politiknya saja. Mengapa tidak pernah disebutkan bahwa wangsa Sanjaya pendiri Mataram Kuno adalah seorang putra Sunda? Demikian pula dengan sejarah Majapahit, kenapa tidak pernah pula disebutkan bahwa Raden Wijaya raja pertama Majapahit adalah seorang putera Sunda? dan sumpah Palapa-nya Gajahmada, apakah Majapahit pernah berhasil menguasai Sunda dan Galuh? Jawabannya: tidak pernah. Siapa sebenarnya Gajahmada? Dimana dia lahir? Siapa nama orangtuanya? Kapan dia meninggal? Dimana dia dimakamkan? Tidak ada seorangpun yang tahu pasti, oleh karena itulah maka ada orang yang beranggapan bahwa Ranggagading dari Pakuan-lah yang selama ini disebut-sebut sebagai Gajahmada patih kerajaan Majapahit. Mungkin sama seperti tokoh Si Kabayan, tidak ada yang tahu asal usulnya, jadi siapapun boleh saja mengatakan bahwa di kampung merekalah adanya makam Kabayan.
Bila kita bandingkan dengan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia, maka kerajaan Salakanagara di Jawa Barat-lah yang pantas dikatakan sebagai kerajaan tua, dan dari situlah seharusnya asal muasal sejarah Indonesia ini diungkapkan dengan benar.
Mudah-mudahan kejadian “penipuan sejarah” tidak terulang lagi dimasa yang akan datang, terlepas dari keuntungan politik yang akan diperoleh, walau bagaimananpun juga masyarakat tentu akan lebih menghargai informasi yang jujur.
Dari uraian diatas tentu dapat dibayangkan bahwa saya akan menjadi orang yang sangat bangga sekali menjadi orang Bogor/Sunda karena ternyata di Bogor inilah sebenarnya saksi dari perjalanan sejarah bangsa ini berasal.
Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih.
Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber, disusun oleh orang yang saat ini menjadi sangat bangga menjadi orang Bogor/Sunda
Rabu, 18 April 2007 @ 13:17
Using
kumaha mang daday? geus dibaca encan tah? jadi maneh kuduna bangga jadi urang kulon he he he. urang betawi oge sarua wae, lamun tina sejarahna mah dimimitian ku aki tirem jadi sigana mah asal usulna memang sarua jeung sunda. engke urang arek neangan deui literatur2 anu aya hubungannana jeung sunda
Jumat, 27 April 2007 @ 15:10
Using
Alhamdulillah! Saya sangat berterima kasih adanya tulisan Sdr Budi Bogor ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk orang-orang “Jakarta”, khususnya untuk kami sebagai warga pengagum sejarah keturunan/nasab silsilah “Pasundan”.
Selasa, 1 Mei 2007 @ 17:16
Using
ass.
punten , mau minta tolong bisa minta data-data tentang kerajaan sunda seputar sosial-budaya masyarakannya ga seputar agama, adat istiadat dll yang berlaku pada masa itu, sangat butuh
nuhun pisan
Jumat, 4 Mei 2007 @ 14:33
Using
Untuk ika:
Sepanjang yang saya tahu pada saat jayanya kerajaan Salakanagara, Tarumanagara, Sunda, Galuh, Pakuan, Pajajaran, di wilayah sunda (jawa barat) banyak sekali kerajaan-kerajaan kecil, bahkan yang sekarang kota kecamatanpun dahulu adalah sebuah kerajaan yang dipimpin seorang raja yang otonom. Raja-raja sunda diganti secara turun temurun dan memiliki kekuasaan penuh atas wilayah, baik untuk mengelola proyek maupun penghasilannya, sebagai kerajaan kecil raja-raja ini dipimpin oleh seorang Maha Raja dari Salakanagara/Tarumanagara/Sunda/Galuh/Pakuan/Pajajaran dan diharuskan untuk memberikan upeti kepada Maha Raja pada setiap tahunnya. Sebagai imbalanya maka Maha Raja akan menjamin keamanan wilayah kerajaan raja-raja kecil tersebut.
Tidak seperti di Mataram atau Majapait yang hanya punya 1 orang raja yang berkuasa dimana kemudian wilayah-wilayah kecil diserahkan pengelolaannya kepada orang yang ditunjuk, biasanya disebut bupati atau tumenggung.
Jadi pada kebudayaan Sunda pada saat itu tidak mengenal istilah “droping dari pusat”, semua serba mandiri.
Untuk kehidupan keagamaan sendiri masyarakat sunda pada waktu itu kebanyakan menganut “agama sunda” bukan Hindu atau Budha. Konon ajaran agama Sunda memiliki kesamaan dengan agama Islam, Tuhan/Allah dalam Islam dinamakan Sanghyang Tunggal dalam agama Sunda, sedangkan para malaikat dalam Islam dinamakan sebagai Batara. Sanghyang Tunggal-lah yang menentukan segala-galanya sedangkan Batara-Batara adalah sebagai “eksekutor”.
jadi agama Islam sangat mudah diterima oleh orang Sunda.
Mungkin sdri. Ika bisa menghitung dengan jari berapa banyak orang Sunda yang non-muslim? hampir tidak ada!
Mohon maaf kalau info-nya kurang lengkap.
Jumat, 4 Mei 2007 @ 16:34
Using
Dina hiji mangsa ti “Rumah Sakit Jiwa” aya pasien anu kabur.
Satpam buru-buru ngudag bari luak-lieuk da pasien anu kabur teh tuluy ngaleungit tina tetenjoan manehna.
Si Satpam nyampeurkeun ka warung anu aya di hareupeun eta rumah sakit:
Satpam: “Mang, ningali pasien rumah sakit jiwa anu kabur henteu?”
Anu boga warung: “kumaha jalmina?”
Satpam: “Lalaki mang, jalmina pendek begang terus beuratna kira-kira 100 kilo”
Anu boga warung: “ah, maenya deui pendek begang tapi beuratna 100 kilo?”
Satpam: “Ih ari si mamang, pan manehna teh jelema gelo”
Jumat, 11 Mei 2007 @ 17:16
Using
Kumaha daramang ….
SUNDA TEH SUKU TERBESAR SADUNIA HE HE HE
SEKITAR AMPAT PULUH JUTAAN KUMAHA SEMUANYA DARAMANG
Jumat, 25 Mei 2007 @ 13:59
Using
Ya ya ya…ternyata dugaan saya benar,setiap suku pasti merasa superior dari suku lain,udah baca “negara ke lima- Es Ito”?
dari buku tersebut tersirat bahwa yang menurunkan raja-raja nusantara,bahkan yang menularkan adat-istiadat di nusantara adalah suku MINANGKABAU.
kemudian kalau saudara2 search google.tentang silsilah atau sejarah BATAK, akan menemukan galur bahwa yang sebenarnya yang menurunkan raja2 di nusantara adalah suku Batak.
Dari JAWA?mereka juga yakin kalau merekalah yang memimpin Nusantara,berdasarkan literatur lokal ataupun asing (literatur Cina,Vietnam,Malaysia dll)
Jadi tidak heran kalau dari warga negara Indonesia keturunan CINA juga mempunya “Hadist” sendiri tentang kiprah nenek moyang-nya dalam menurunkan Raja2 di nusantara.
Bahkan beberapa kawan saya dari Daerah Timur Indonesia yakin kalau mereka adalah penduduk Asli di seluruh Nusantara,yang berarti raja2 di nusantara adalah bagian dari mereka.
Bukan hal yang baru kalau dari suku SUNDA mempunyai versi tersendiri.
Tetapi hal yang bodoh adalah menganggap bahwa Suku-nya superior,baik menyatakan secara terang2an ataupun di dalam lubuk hati.
Syukur agama saya selalu mengajarkan bahwa Allah meciptakan manusia dalam berbagai suku dan agama untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.dan ketika meninggal tidak ditanya “Suku Apakah?”
Wassalam.
R. Mahardika Adhi
sisilain06@yahoo.com
Selasa, 29 Mei 2007 @ 15:05
Using
assalamualaikum…….
sampurasut…..
punten sim abdi bade ngiringan ngobrol..he.he.
ari sajarah sunda anu di pedar ku kang jay teh sajarah anu tiasa dipertanggung jawabken?……….
ah tapi teu penting ketang etamah. nu kudu bisa dipertanggungjawabken mah sajarah kaisar si pariban eh al misro (punten pami lepat)bener henteu eta teh? tong sok ngalilieur urang-urang sunda nu bener-bener cinta ka sajarahna pamali eta teh.leuwih jauhna bisa ngeraken urang sunda nu sejenna sanes kitu saderek…..
emang bener urang sunda kudu cinta ka sajarahna tapi hal eta bakal lewih payus karasana lamun di barengan ku upaya nu nyata ti urang sunda balerea mangrupa ngamajuken jeung ngawangun tatar sunda kiwari boh dina widang tatanen,ekonomi,agama,pangpangna dina kabudayaan ulah nepikeun leungit kagerus ku jaman nu lieur kawas kiwari kumaha saderek sadaya satujuuuuuuuuuuu….heunteu…..
jadi inget ka laguna kang dul sumbang kieu cenah…
“urang sunda urang mana? urang sunda anjen saha?”
sok ngacung nu bisa ngajawabmah….
ah sakitu we ti sim abdi hapunten bilih aya kecap nu panjang nyogok nu pondok nyugak…
per………………..miooooooo………..os
Selasa, 29 Mei 2007 @ 17:00
Using
salam tepang ah…
hayu urang manjangkeun duduluran ku cara ngaguar sajarah kasundaan…
Rabu, 30 Mei 2007 @ 8:11
Using
sampurasut…………..
tah sim abdi mah rada sapagodos sareng pendapatna kang kutil…
sumuhun daripada urang silih muragkeun batur mending oge silih asih jeung manjangkeun tali duduluran nya salah sahijina ku cara ngaguar sajarah……
ah sakitu we si sim abdi mah bilih seueur nu kacolok (nyogok) ari panjang panjang teuing mah……………………………………..
cag ah peeeeeeeeeermioooooooooo……os…………………………
Jumat, 1 Juni 2007 @ 20:45
Using
salam kenal ti abdi
abdi bade tumaros ari bandung teh kalebeut kerajaan sunda atawa kerajaan Galuh?
leres teu ceunah ari gajah mada teh sanes urang indonesia tapi urang cina da tina rupana ge siga urang cina pisan?
nuhun.
abdi hoyong terang pisan dan abdi salaku urang sunda kudu terang kna sejarah urang.
Sabtu, 2 Juni 2007 @ 0:58
Using
waduh! asa, ieur geuningan?! punten, abi mah awam. tapi maenya nagara teh meuni ceuceub2 teuing ka urang sunda teh??? hayu atuh, urang sunda teh ngarumpul. meh bisa ngangkat nagara urang, lain suku urang wungkul….
Kamis, 7 Juni 2007 @ 17:05
Using
sampurasun…………….
kang jay leureus jago arsitek (tiasa gambar bangunan maksadna)?
pami leureus tiasa abdi nyuhunkeun sketsa 5 kraton kagungan pajajaran nukatelah Sri Bima Punta Suradipati Madura (punten pami lepat),tiasa kan?
soalna abdi salaku urang sunda sok bingun ari pajajaran (pakuan 5 ngajajar) saurna gaduh kraton anu endah salima-lima margi tiap raja pajajaran ngadamel kraton sewang2an tapi naha hiji oge te aya gambar/rupana sapertos kumaha,pan ironis etateh…….
ah sakitu we ti sim abdimah
per……….mi……………os
Kamis, 7 Juni 2007 @ 17:29
Using
kang tiasa ngagambar kraton pajajaran teu????
Kamis, 7 Juni 2007 @ 18:35
Using
#115: Kumaha ngagambarna ari teu terang karatonna siga kumaha mah…
(ieu mah sanes masalah tiasa ngagambar atanapi henteu)
Jumat, 8 Juni 2007 @ 10:23
Using
Assalamu alaikum
Punten ngiring nyerat, nepangkeun abdi A.L Hidayatulloh.
Teu janten soal lamun urang bangga jadi titisan urang sunda anu luhung ku elmu jeung jembar kupangarti tilantaran baroqah anu Kawasa Alloh Azza wajala… (allohuma’gfir lahum warhamhum wafihi wafuanhum)
Tos tong raribut wae isin ku parakaruhun urang….anu penting mah saterasna urang generasi anu neraskeun cing tiasa ngaagungkeun deui “GEMA PASUNDAN” … ku prestasi sareng syiar Islam-na. Mugi di sarengan ku widi para sesepuh urang sareng anu pastina Pareng anu Kawasa…
sok di doa’keun kudu aya anu muncul diantara urang titisan urang sunda anu bisa ngaharumkeun deui urang sunda boh di nasional komo mun di internasional mah… tong tina tepak bulu wae, tapi pamimpin anu di segani anu bijak anu nyaahan ka rakyatna jeung nyandak kana kamakmuran nagarana… tong ti jawa wae atuh pamimpin teh…
sok… salah sahiji ti urang muncul… geura bismillah… jeung niatan sholehah… tawaqaltu Alalloh…(faidza azamta fatawakal alalloh)… cing jadi PAMIMPIN anu Baraqah jeung Amanah DINA SAGALA BIDANG….Amiin ya robbal alamin.
Hatur nuhun kang Jay
Senin, 11 Juni 2007 @ 10:26
Using
sampurasun
kang jay hapunten bilih cacariosan abdi kamari kadanguna rada maksa,punten sanes abdi miwarang kamari teh, mung asa bingah panginten pami urang sakedikna tiasa ngira-ngira rupa atanapi corak karaton pasundan nu pernah aya kapungkur, ari soal bentuk mah tiasa direka-reka ku kang jay nyarira, leureus
hatur nuhun
per..mio…..s
Kamis, 14 Juni 2007 @ 16:43
Using
Assalamualaikum
Kang Asep, Abdi ge hoyong terang pisan kumaha sabenerna bentuk atanapi “Dedegan” Wangunan Karaton Pakuan Pajajaran teh. memang leres yen Karaton Pajajaran teh aya lima nyaeta Sri Bima, Punta, Narayana, Madura, Suradipati (sumber: ti wikipedia). Oge abdi hoyong terang pisan kumaha arsitektur Karaton Galuh di Kawali teh, tapi dugi ka ayeuna teu acan aya nu nimukeun Gambar atanapi katerangan ngeunaan “dedegan” Karajaan Galuh.
Kadang abdi sok keuheul ka nu ngancurkeun pajajaran,naha meni ditumpes tepi ka teu aya tapak2na acan. Abdi salaku nonoman Sunda jadi teu terang kumaha ari corak Wangunan Karaton khas Pasundan jaman Pajajaran. Untung masih aya keneh Wangunan Karaton Sumedang Larang, janten teu poekeun teuing lah istilahna mah..
Sakitu heula we ti simkuring…sanes waktos diteraskeun deui…
Jumat, 15 Juni 2007 @ 8:51
Using
assalamualaikum
sampurasun
alah asa bingah karaosna,geningan aya nu sapendapat sareng simkuring, nuhun ah kang ujang……..
keheulna oge aya kunaon karajaan banten,cirebon sareng demak meni ku telengesna ngarurug teh meni te di sesakeun sakeudik2 acan………..
karaton sumedang larang nya?tapi panginten benten corak, kumargi pajajaran mah te acan ngagem islam ari sumedang atos ngagem islam, ah tapi te sawios oge nu penting mah sami-sami gaduhna urang sunda,sanes kitu kang ujang…
tah ayeuna urang taroskeun deui ka kang jay kersa teu ngagambar/sketsa karaton sumedang kan supados urang sunda sakeudikna reueus ka kasundaanna pan tos aya contona.
kumaha kang jay kersa???? he8
Jumat, 15 Juni 2007 @ 9:56
Using
aeh-aeh kamarana iue teh, meni tiiseun kieu?………….
Sabtu, 23 Juni 2007 @ 19:31
Using
#123
Punten ah bade ngiring cumarios Pribados oge sami ngarasa reueus jadi urang sunda margi cenah urang sundamah katelah someah babari duduluran handap asor sanajan dimana wae ayana. Mung abdi ngaraos heran ku generasi penerusna anu ngarasa gengsi kana bahasana, pajarkeun teh cenah bahasa sundamah kampungan huuteun jeung sajabana. Nya antuknamah ngangge we bahasa melayu nya tungtungnateh bahasana jadi campur aduk bahasa Indonesia teu merenah basa sundana goreng patut. Nya sim kuring umajak kasadayana hayu urang ngamumule basa sorangan. Sanes nyarek ngangge basa Indonesia mung tong hilap we kana basa sorangan. Keun we ari di sakola atanapi dikantormah teu nanaon mung ari dibumi mah saena ajarkeun we basa sunda anu hade ngajagi bilih turunan urang teu apaleun kana sejarah jeung perjuangan luluhurna. Mudah-mudahan sadayana aya dina kasalametan sareng kabagjaan tug dugi ka akhir hayatna. Amiin ( Ahmad Yahya ) Cipedes.
Senin, 25 Juni 2007 @ 7:25
Using
abdi ngaraos reueus, genig sajarah sunda teh buhun pisan sareng kacida jembarna ku pangaweruh kolot urang teh, tah ayeuna abdi gaud pamundut punten nyuhunkeun perkawis sejarah kandang wesi bungbulang, kumargi simkuring asli bungbulang mung ayeuna nuju di kalimantan ngumbara, hatur nuhn
Selasa, 26 Juni 2007 @ 11:08
Using
Punten ah
Sanes tuturut munding memang lamun urang teu ngamumule tatar sunda, ka sundaan rek kusaha duei ari lain ku urang sunda, da eta teh hasil jerih payah karuhun urang lamun teu emut kana purwadaksina eta jalma bakal kasasar tepuguh asalna naha urang mana asalna timana, sedih bener karunya teuing jalma anu teu ngaku kana suku bangsana, leres lamun urang maot mo ditaros asal timana, tapi paling tidak diwaktu hirup aya kebaikan bagi suku bangsana.
hayu rojong kisunda…………..
cag ah…..
Kamis, 28 Juni 2007 @ 22:38
Using
Assalaamualaikum,
Cing atuh ulah parebut tatar sunda geura. Anu karasep, anu gareulis, anu palinter, anu balangor, Cing atuh geura regepkeun. Urang sunda, bangsa sunda, lemah sunda sadayana kanggo urang sunda. Teu aya anu langkung sae tibatan urang ngahajakeun milari titwanci sareng cikal bakal wangsa sareng karuhun ti zaman es, nyaeta zaman sateuacan Nabi Nuh AS. Mangga pilari dina sumber anu dianggo ku para ahli sejarah sareng elmuwan sadunya (tiasa ditingali dina website…. ngeunaan Atlantis (punten hilap deui ke upami tos kapendak deui ditetelakeun..)). Yen bangsa sunda teh sanes dimimitian ku karajaan salakanagara atawa raja-raja sanes anu ti India atanapi arab atanapi bangsa malayu. Bangsa sunda parantos aya ti mimiti turunan Nabi Adam AS anu salamet anu ngumbara ti zajirah Arab. Sejarah anu dikarang
Dina 300 taun sateuacan masehi (300 BC) bangsa sunda parantos kakoncara sareng parantos tiasa ngadamel pakakas tina bahan titanium. Kusabab ayana pemanasan global, gunung es di kutub leeh, ngakibatkeun “great civilization” karendem. Ayana great civilization eta, nurutkeun ahli sajarah ayana di laut Jawa dugi ka laut Cina Selatan. Nami nagarana nyaeta nagara sunda. Ku Plato disebatkeun yen Nagara Sunda teh disebatna Atlantis. Mangga dipaos seratan Prof. Arysio Nunes dos Santos (2005) http://www.atlan.org/. Bilih bade percanten manggaaa… teu percanten oge manggaaaa… da … saurna demokrasi teh kitu sanes
Wassalaam
Urang Lembur
Selasa, 3 Juli 2007 @ 15:51
Using
Assalaamuálaikum Wr Wb.
Duh meuni asa lieur ngabandungan sajarah Sunda teh. Nu mana nu bener teu kabayang ;). Tapi aya hikmahna sim kuring rumasa bangga jadi Ki Sunda.
Hanjakalna teh Urang Sunda mah tara make ngaran kulawarga jadi we pabaliut rek neangan jalur karuhun teh :(.
Enya kitu sim kuring teh kaasup turunan Embah Jaya Perkasa? Enya kitu sim kuring teh kaasup turunan Kasultanan Demak. Ah duka teuing atuh … nu pasti mah kiwari sim kuring kawalahan ku beuratna beban hirup :(. Padahal Indonesia teh ceunah ibarat syurga dunia.
Soklah ayeuna mah, sing saha bae nu jadi pamingpin asal taqwa ka Allah … bakal didukung ku balarea!.
Baktos,
Ziddha
Rabu, 4 Juli 2007 @ 13:01
Using
panjang jg sejarah sunda yah..beruntung masih ada yg mau peduli..
Senin, 23 Juli 2007 @ 16:43
Using
menurut saya yang berasal dari keturunan Kesultanan buton bahwasanya indonesia adalah pusat kerajaan yang terbesar di dunia, bayangkan lebih dari seratus kerajaan yang tumbuh dan berkembang pada masa kejayaan sri wijaya sampai pada kerajaan yang tumbuh diberbagai pelosok tanah air.cuma satu yang dipertanyakan yaitu kerajaan pajajaran yang sampai saat ini tidak ada bukti sejarah yang meng membuktikan secara nyata bahwa kerajaan itu tumbuh di jawa barat…cuma meninggalkan nama besarnya yaitu kerajaan padjadjaran……….
Senin, 23 Juli 2007 @ 16:52
Using
Subang larang pernah dipakai oleh beberapa Negara eropa sebagai salah satu icon nama jalan protokol di salah satu propinsinya,dan itu sudah sah karena sudah di ijinkan dari mahkamah internasional sari salah satu perwakilan indonesia yang bernama ED…..pada era 90an sampai pada wafatbya salah satu kepala pejabat Tinggi bidang intelijen yang pada saat itu mempromosikannya di dunia internasional,… sampai saat ini pun kabar tentang nama subang larang mau dijadikan sebuah yayasan yang bergerak di bidang kemanusiaan yang menghimpun berbagai bidang baik dalam bidang pemerintahan yang mendasar………..
Sabtu, 4 Agustus 2007 @ 17:07
Using
hahaha… gak deng canda doank,,,
aku dini natanegara… we…. hehehe.. ‘
Minggu, 5 Agustus 2007 @ 14:23
Using
Sampurasun,,,,punten ka akang2 ceuceu nu aya di Diknas ,eta sejarah karajaan nu aya ditatar sunda sangkan di ajarkeun leuwih lengkep atawa jentre ka barudak SD,SMP,SMU, nu aya disabudereun wewengkon Jabar jeung Banten,da sigana tong bujeng angkatan ayeuna simkuring oge nu jaman thn 72 SD dugi ka SMU thn 84, raraosan pelajaran tentang seluk beluk karajaan nu aya diwewengkon sunda teh kurang lengkep pisan diajarkeun di sakola, tah sakitu panginten mugia tiasa diemutan deui,hatur nuhun
Jumat, 10 Agustus 2007 @ 9:21
Using
Bogor Kota Tua
Diatas puncak gunung kapur di Ciampea Bogor terdapat sebuah makom (petilasan), belum diketahui pasti tempat tersebut petilasan siapa, tetapi makom tersebut berada di puncak gunung kapur dimana puncaknya sendiri adalah batu-batu karang laut seperti umumnya batu karang yang ada di laut. Mungkin dahulu daerah tersebut memang sebuah bagian dari laut yang terendam sesudah jaman es mencair. Mungkin juga di tempat tersebut sudah ada peradaban pada saat air laut mulai surut….}
semoga artikel d bawah ini bisa sedikit menjawab kebingungan budi bogor ttg karang2 laut d puncak gunung kapur [kalo da hubungannya..hehehe
Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia
Oleh: Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/02/0902.htm
Jumat, 10 Agustus 2007 @ 9:32
Using
thanks kang jay, informasi sejarahnya..saay da sedikit pertanyaan:
1] bekasi letaknya d mana yah ketika raja2 sunda bertahta? karena cuma sungai “Candrabagha” yang namanya sempat d rekam sejarah, yg dari nama itu lahirlah nama bekasi seperti yg kita kenal sekarang. apakah bekasi juga punya raja2,kang jay?
2] ttg kerajaan sunda nusantara, apa da hubungannya secara nasab dg raja2 sunda tempo doeloe? seandainya ada, apa g rebutan wilayah dg majapahit yg notabene luas wilayahnya sama dg luas wilayah kerajaan sunda nusantara?
segitu dulu deh…thanks
Senin, 20 Agustus 2007 @ 21:00
Using
sim kuring bingung milari carita rakyat jabar, eta carita teh bade dipentaskeun ku anak didik abdi,supados generasi penerus teh apal kana carita2 kapungkur anu tiasa dicandak nilai moralna, pami aya nu gaduh mangga kintun ka sim kuring, segera atuuhnyaaa….! diantos di (only_adek@yahoo.co.id.) hatur nuuhuun pisan
Rabu, 22 Agustus 2007 @ 14:07
Using
Kang Budi Bogor
Punten ah kaluakeun deu carios-carios anu liana sepertos Cipakancila, Panaragan, lawang saketeng, jeung rea-rea deui.
Hatur nuhun
Kamis, 23 Agustus 2007 @ 11:34
Using
kang jay punya foto prasati jambu n prasati kebon kopi ga? minta dong.
Kamis, 23 Agustus 2007 @ 11:57
Using
saya sangat terharu dengan teman teman semua yang mau mengkaji sejarah masa lalu bangsa ini, namun saya sampaikan agar dalam penyajian tidak perlu ada gaya penyajian yang bersifat mengedepankan SARA, kalau itu benar sampaikan dan tidak perlu takut karena itu sejarah, dan bagi yang membaca tidak perlu merasa tersinggung jika menyudutkan dirinya tapi sampaikan data yang dianggap lebih benar dengan dasar dan bukti catatan yang kuat.
Jumat, 31 Agustus 2007 @ 20:25
Using
Assalamualaikum, Wr Wb
sinareng hurmat,
kahatur ka sadaya anu ngiring dina iyeu situs, nepangkeun jisim abdi wasta R Wijaya Kusumah Khodamul ummah Al_ fakir R Wijaya Kusumah, asli sukabumi jawa_barat, sateacan kuring ngiring nambihan ieu babad, langkung ti payun kuring ngahaturkeun nuhun ka kang jay nu tos ngiring ngaguar babad sunda, nu denget ieu masih pabalieut.kanggo tambihan kuring masihan bongbolong ka sadayana urang sunda, saumpamina peryogi silsilah kerajaan Padjajaran ti awal dugi ka ayeuna nu masih jumeneng, babadna aya di cinunuk – wanaraja – Garut.
mung perkawis silsilah anu di guar ku Pariban,kahade ulah di percaya kumargi eta SESAT DAN MENYESATKAN. malih denget ieu jalmi anu ngaku – Raja padjajaran, Prabu, titisan Soekarno, nuju di adili di Pengadilan Negeri cibadak Sukabumi- jawa Barat.
anu katelah KASUS ROMO.
anu penting ayeunamah yen saha – saha jalma anu ngaku urang sunda, tareh Padjajaran kudu silih asih, silih asah, silih asuh, sauyunan. ulah bangga ku payung butut, namung kudu diteang elmu na para karuhun urang, kunaon pangna Prabu Jaya DewataPrana dipasihan gelar Prabu Siliwangi, kunaon pangna prabu Walangsungsang disebut prabu cakrabuana, Gentar bumi, jeng 47 julukan sanesna, kunaon Prabu Surawisesa disebut Prabu mundinglaya dikusumah,sadayana dipikaasih, dipika cinta di mumule ku urang Sunda…?nyaeta ku Elmuna, ku Sifatna, Ku Welas asihna ka sasama jalma, lain ukur ka Urang Sunda hungkul tapi ka sagala mahluk Hirup.hayu babarengan teangan Tarekat Wali,sangkan urang jadi jalma nu di pikaridho ku Allah SWT,mun bisa kakarak urang bisa neruskeun perjuangan para Karuhun Urang, kakarak didinya bakal nitis ilmuna ( lain Ruh )para karuhun, kakarak didinya urang bagal menang Layang Salaka Domas nu dijaga ku Guriang Tujuh ( lain barang tapi Elmu Laduni ). ieu kabeh boal bisa mun eweh Rohmat Allah SWT.
SIAPKEUN WADAHNA HEULA…KAKARA ISINA NYOCOR SORANGAN KALAYAN IZIN,RIDHO,WIDI GUSTI ALLAH SWT.
Rabu, 12 September 2007 @ 11:36
Using
Ass. Wr. Wb.
Punten Kang R. Wijaya Kusumah Sok atuh silsilah radja Padjadjaran teh kaluarkeun tong di simpen bae ambeh ka uninga ku balarea.
da geuning di sakola mah kirang lengkep sapertos kerajaan-kerajaan di jawa tengah, jawa timur. sok ah
Wassalam.
Rabu, 19 September 2007 @ 16:14
Using
Pasundan selamanya…. Majapahit keok…
sukarno dan suharto pembohong sejarah
Senin, 24 September 2007 @ 15:19
Using
Sahabat, Saderek oge baraya sadaya………hapunten……apakah ada yang punya koleksi tentang carita bubuhun….Raden Kiangsantang….?
Hatur nuhun,
Galeong
Senin, 24 September 2007 @ 17:01
Using
BANTEN Also known as Bantam, by which name it is remembered as the source for a famous breed of fighting cocks, and by extension anything powerful yet small in size. This sultanate in western Java once controlled parts of Sumatra and Borneo as well.
* Nur ud-Din Ibrahim…………………………..1526-c. 1552 d. c. 1570
* Hasan ud-Din Susuhunan Sabakingking…………c. 1552-1570
* Yusuf Pasaran……………………………….1570-1580
* Muhammad (I) Sedo Ning Rana…………………..1580-1596
* Abu’l Mafakhir I Muhammad Abdul Qadir Magmudi Agung…1596-1651 with…
* Abu’l Ma’ali I Ahmad Rahmat Allah……………..1638-c. 1650
* Fath I Agung Tirtayasa……………………….1651-1682 d. 1692
* To the Netherlands…………………………..1684-1811
o Nasr I Abdul Qahhar Hajji………………1680/2-1687
o Fadl Muhammad Yahya……………………..1687-1690
o Mahasin Muhammad Zein el Abidin…………..1790-1733
o Fath II Muhammad Safei Zein el Arifin……..1733-1748/9 d. 1749
o Fatima (fem.)……………………………1748-1750
o Ma’ali II Muhammad Wasi el Halimin………..1750-1753 d. 1760
o Nasr II Muhammad Arif Zein el Ashekin……..1753-1777
o Abu’l Mafakhir II Muhammad Ali ud-Din I……1777-1802
o Fath III Muhammad Mohi ud-Din Zein es Tsalehin…1802-1805
o Nasr III Muhammad Ishak Zein ud-Mottakin…..1805-1808
o Abu’l Mafakhir III Muhammad Ali ud-Din II….1808-1810
o Muhammad (II) Saif ud-Din………………..1810-1811 d. 1832
* To Great Britain…………………………….1811-1816
o Ahmad………………………………….1811-1813
o Sultanate abolished by Thomas Raffles, Lt.-Gov. of the British East India Company for the occupied Dutch Indies.
* To the Netherlands…………………………..1816-1942
o Muhammad (II) Saif ud Din (restored)………1816-1832
* To Japan……………………………………1942-1945
* To the Netherlands…………………………..1945-1949
* To Indonesia………………………………..1949-
Sumber : starnarcosis.net/obsidian/append.htm (Regnal Chronologies Southeast Asia: the Islands)
Kamis, 27 September 2007 @ 10:56
Using
rencanana sim kuring bade nyandak skripsi perkawis sejarah sunda.
dupi akang tiasa ngabantosan ?
diantos. nuhun.
Sabtu, 6 Oktober 2007 @ 11:26
Using
leres pisan urang ulah poho kana sajarah sorangan, terus korehan sing jucung. Tapi ayeuna nu kudu dipikiran ku urang sunda nyaeta, loba keneh urang sunda, barudak sunda, jrrd, anu hirup nalangsa di nagri sorangan taneuh sorangan! Katalangsara menta2 di taneuh sorangan, taneuh ieu keur urang, olah ku urang, pikeun urang sunda hirup cukup sandang jeung lain2na.
Sabtu, 6 Oktober 2007 @ 11:40
Using
Loba politisi/birokrat/tokoh gadungan nu geus merenah jeung hayang tetep merenah boga vokal ngaburak-barik tanah sunda ku alesan pembangunan, pemekaran, megalopolitan, jrrd ngusir urang sunda ti lemah caina, anu geus karasa ku dulur urang, urang batawi. Pembangunan di Jawa Barat OK pisan, tapi pembangunan keur urang sunda, eta pisan nu jadi masalah di Indonesia, pembangunan lain keur urang asli tapi keur nu lain.
Minggu, 14 Oktober 2007 @ 21:55
Using
pak saya mau tanya ; apakah ” Prabu Pangeran Anom ” Ada hubungannya dengan kerajaan sunda ?
Selasa, 23 Oktober 2007 @ 11:46
Using
nyuhunkeun alamat situs anu nyimpen karya-karya sastra buhun…hatyur nuhun
Kamis, 25 Oktober 2007 @ 11:47
Using
maneh nu ngarasa jawa koek.., ulah nyieun tulisan nu nyaritakeun jeung ngomongkeun orang sunda lamun can nyaho pisan baleg na, kajeun eta urasan aing kabeh urang sunda..,
Kamis, 25 Oktober 2007 @ 18:54
Using
KALO BACA DI WIKIPEDIA, SEJUMLAH PRASASTI YANG ADA DI JAWA BARAT MAUPUN DI JAWA BAGIAN TIMUR MENGGUNAKAN BAHASA SANKSAKERTA, BAHKAN PRASASTI CICATIH DI CIBADAK BERCORAK BAHASA JAWA KUNA,JADI BAHASA SUNDA YANG SEKARANG DIPAKAI DIMULAI SEJAK KAPAN YACH? KALAU LIHAT DARI KESAMAAN BAHASA DAN TULISAN APA MUNGKIN DULU DI P.JAWA ATAU DI NUSANTARA CUMA ADA SATU SUKU YANG ENTAH APA NAMANYA, TOLONG JAWABANNYA OM JAY
Minggu, 28 Oktober 2007 @ 9:00
Using
maaf saya mau bertanya sebenarnya makam Kangjeng Dalem Sawidak itu ada dimana….? untuk pembaca kalau belum tau dimana, insyaallah saya bisa memberikan keterangan tentang dimana sebenarnya makam kangjeng Dalem Sawidak itu, karena ada seseorang yang sudah menemukannya lewat berbagai misteri yang sulit diterima oleh akal pikiran manusia modern. Dan kalau mau keterangan yang lebih lanjut bisa hubungi saya di 085846401112.dan kalau sudah tau anggap saja ini hanya wacana biasa
Jumat, 16 November 2007 @ 18:54
Using
punten ah.. ada yang tau sejarah lengkap kerajaan sunda galuh lengkap dengan silsilah raja dan keluarganya gak? berikut makam dan prasasti yang bisa diliat ato sisa bangunan kerajaan (kalo ada).. poko’nya segalanya tentang kerajaan sunda galuh ajah! kalo ada yang punya tolong imel ke msuntana@yahoo.com yah! perlu buat riset niyyy..
hatur nuhun sateu acanna..
Rabu, 21 November 2007 @ 20:10
Using
Abdi naros hoyong terang hubunganana bogor (padjajaran) sareng sumedang (larang), dina carita sajarah bogor (runtuh) tea, naha korsina dibawa ka banten tapi mahkotana dicandak ka sumedanh. hatur nuhun, ngantos penjelasanana.
Senin, 26 November 2007 @ 3:12
Using
bade ngiring jabung tumalapung ah di ieu kanagRIan ,kalintang sae pisan ka para ahli sadaya saupayana masing-masing dina nga mumule sajarah ,anu mudah2xan saderek ahli sadaya sanes tukang ngajarah, aduh punten pisan ti pribados bahasana kirang kana mernah, margi pribadosmah sakola oge mungdugi ka es ed .ieu oge tiasa nyerat kieu teh ngiring wuwuruk tinu janten rai.bade nambih pangajak :hayu urang diajar nangtung ti ayena kana bener supados ieu nagri hente ngorondang wae kasadaya dulur di tatar SUNDA [SUSUNAN DAERAH] nu aya di nusantara ieu hususna + nu di kolong langit .hatur nuhun Wassalam.
Senin, 26 November 2007 @ 13:01
Using
henjet berem urang mah…….,maneh urik carios ngawur euey.. sia ngomong naon????henjet…
Jumat, 30 November 2007 @ 16:35
Using
Pamimpin ayeuna mah lolobana geus garelo tukang politikna geus siga abu lahab, tukang daragangna geus jiga abu jahal, kabawakeun tukang daragang leutik oge pagaweanana teh ngan nipu bae. Jelema beunghar geus kaleuwihan ku beungharna sigana alam dunya hayang dileleg kusorangan, kawas moal paeh siah. pek rasakeun siah di akherat dikongkorongkeun kana beuheungna eta dunya teh.
Hey maneh urang sunda geura hudang ! Cing caringcing pageuh kancing sing saringset pageuh iket, ulah pareumeun obor, sing nyaho kana purwadaksi atuh. Ulah ngabakti ka ku urang wetan komo milu gelo mah, pek siah engke oge aya wawalesna.
Lamun enya silaing kisunda anu tulen kudu rancage hatena, ulah keok memeh dipacok, kudu gede wawanen atuh, kudu ngahiji atuh sunda galuh, sakadang kuya jeung sakadang monyet, ulah daek ngajual kabuyutan ka jelema deungeun, sing inget larangan galunggung. Pek ayeuna mah tarengetkeun jig geura narindak didu’a keun ku kula, sing jadi kawas menak pajajaran. Sakitu heula papatah ti abah.
Senin, 3 Desember 2007 @ 13:18
Using
Sampoerasoen
Manawi Kaange Dalem Sawidak teh dina Katatanagaraan aya dia sistem SOEKAPOERA terbentuk saatos perjanjian Gianti 25 Peb 1755, Nami / Gelar nu sanesna :
1. MAS DJOLANG ( nuju ngemban misi di wilayah Galuh )
2. SOELTAN AGOENG HA NJAKRA KOESOEMAH SAJJIDIN ABDURACHMAN( nuju ngemban misi di wilayah Galuh – MATARAM / wilayah JAWATENGAH -JAWA TIMUR AYEUNA )
3. BAHUREKSA
4. SEDA TEGAL WANGI ( perang di wilayah Tegal sareng AMANGKOERAT I/ RONGGONOTO/ SINGA PRA BANGSA / SEDA TEGAL AROEM )
5. MBAH WARU ( LANDIHAN RA’YAT )
6. SJECH DJAFFAR SIDDIK ( GELAR KAULAMAAN ISLAM )
7. RANGGA GEDE ( JANTEN POLITISI MATARAM JAMAN PERIODE TJATOER RANGGA 1.RANGGA GEDE 2.RANGGA GADING /DPT. OEKOER 3.RANGGA BOENGSOE/DALEM HADJI 4.RANGGA MEGATSARI/SOELTAN AGENG TIRTAJASA JOEDANAGARA
8.SJECH BAHAR JALLALUDIN AS SOEJOETI ( GELAR KAULAMAAN ISLAM )
Mantena dimakamkeun di wewengkon SOEDALARANG antawis wahangan TJIMANOEK sareng TJITAROEM. manawi mung sakitu pamendak sim kuring
sampoerasoen
Rabu, 5 Desember 2007 @ 23:05
Using
Pada kenyataannya tokoh-tokoh yang tertulis dalam sejarah diatas sampai saat ini tetap berperan dalam kelangsungan berdirinya negara republik indonesia yang kita cintai dan juga berperan memperbaiki keadaan yang kita sedang hadapi saat ini, demi kelangsungan dan keutuhan negri ini. Mereka yang tertulis dalam sejarah merupakan contoh atau suri tauladan bagi penerus bangsa ini agar dapat melihat sejarah dimasa lampau agar menjadikan pelajaran bagi generasi penerus bangsa ini, yang dirintis dan diteruskan perjuangannya oleh Paduka Soekarno agar bangsa ini merdeka dan bebas dari penjajahan, hanya saja beliau belum tuntas dalam memperjuangkan bangsa ini untuk menjadi bangsa yang besar dan diakui oleh seluruh dunia. Mudah-mudahan perjuangan beliau tidak sia-sia,dan juga perjuangan para waliallah yang tidak kalah pentingnya perannya dalam memelihara dan menjaga kelangsungan bangsa ini.
Rabu, 12 Desember 2007 @ 14:14
Using
wah,,,,,,,,,,,
sejarah indonesia gag kalah ma sejarah luar,,,,,,,,,
jujur saya gag prnh tertarik baca sejarah indonesia sebelum baca buku gajah mada,,,,
bung yulian selain di blog ini, pnya alamat email?
bt tanya2 tentang sejarah,,,,
krn meski saya dari kalangan umum, tp saya sangat berminat soal sejarah,,,,
terima kasih,,,,
Selasa, 25 Desember 2007 @ 17:42
Using
tah geuning kapendak sumber na ……….
cobian we aos ku sadayana
http://www.cikalbogor.20m.com/custom4.html
hatur nuhun…….
Kamis, 3 Januari 2008 @ 14:44
Using
Assalamu’alaikum wr. Wb
Sakedik kang Jay, abdi ngaraos reueus ka palawargi sadayana nu tos sakitu uplekna ngaderes sajarah ki sunda…namung tina deresan ieu urang tong hilap kana lengkah saterasna nyaeta kumaha supados ki sunda tiasa ngaronjatkeun kasejahteraan hirupna, ki sunda tiasa tandang makalangan di abad globalisasi sanes makalangan sapertos Hitler, tapi makalangan anu mawa kana karaharjaan tur kaadilan…
Kanggo wadya balad sunda heup tong nyeungceurikan nu geus leungit tong ngagul-ngagul kaluhungan karuhun urang, tapi kmaha carana urang ayeuna anu mancen sajarah tiasa ngukir nyutatkeun sajarah sunda anu langkung luhung…
Pami hoyong eces kana sajarah sunda ayeuna seueur pisan anu ngaguar carita ki sunda sim kuring tos nyobi maos buku Sundakala (Ayatroehadi (K’ayat)); Sejarah Jawa Barat (K’Yosep Iskandar); Nyucruk Sajarah Pakuan Pajajaran jeung Prabu Siliwangi (Saleh Danasasmita. Eusi tina 3 buku eta pikeun abdi nu awam sajarahmah leres-leres ngaruntagkeun pamendak sim kuring salami ieu anu tetela lepat kacida… Prabu Silihwangi teh nama istilah pikeun Sri Baduga Maharaja anu tos janten Maharaja di Pakuan Padjadjaran; ari anu walastra di bubatmah prabu linggabuana, prabu Niskala Wastu Kancana anu ngagentos ramana (Linggabuana) disebat prabu wangi (duaan ieu mangrupikeun raja di Sunda galuh) saatos pranu Niskala Wastu kancana mangkat, nembe galuh sareng sunda dihijikeun janten Pakuan Padjadjaran (Sri Baduga Maharaja=prabu Siliwangi, janten waktos Majapahit murca (musnah) Padjadjaranmah dugi kana masa jayana.Namung Siliwangi sanes gelar penobatan sapertos pakubowono atanapi Hamengkubuwono, namung mangrupakeun gelar kahormatan pikeun Sri Baduga anu tos tiasa ngagentos wangina prabu Wangi (Niskala Wastu Kancana)
Anu janten kahanjakalan sim kuring, saatosna maos buku2 eta, nembe abdi sadar, mani saalit geuning ilmuwan anu kerja ngaguar sajarah sunda teh, mani eta-eta keneh jalmina, teras kapendakna Naskah Wangsakerta anu mangrupikeun kompilasi hasil sawala sajarah sa nusantara di Cirebon kunaon bet ditolak ku para ahli sejarah diluar k”ayat sareng k’Saleh ku alatan eta naskah teh didambel di abad 17-18, teras di serat dina kertas daluang, janten otentikna diukur ku bahan nulis. Oge anu ngahemengkeun simkuringmah pajar eta naskah teh lengkep teuing siga meunang niron ti ahli walanda, naha mani tega nya? teras eta naskah tos ditulis ngagunakeun sistematika penulisan sajarah modern”. Naha aranjeuna teu ngemut dina abad 17-18 teh Cirebon mangrupikeun nagara anu seueur ngayakeun hubungan internasional?
tah pek kang jay pang ngaguarkeun naskah Wangsakerta teh, oge kasadayana, pang promosikeun..
ngarah sajarah urang teh tong ceuk poebatjaraka wae ah..
Hiji deui, cobi titenan kota-kota anu majeng diurang mangrupikeun kota-kota ciptaan walanda, malah nu dijaradikeun ibukota teh kota anu di wangunj ku walanda…tah cik atuh urang ikhtiarkeun deui ikhtiar Tohaan di Sunda teh (Maharaja Tarusbawa) supados ibukota teh ditempatkeun di ibukota baheula rek di bogor keur Indonesia, ngarah teu katarajang Banjir wae (supados urang balik deui ka silsilah nusantara anu dingawitan di Salakanagara=wil. Jasinga=Bogor)atuh keur jawa barat balik deui ka galuh = Ciamis = karaton surawisesa)…cing pek naha lenyepan meureun mun kitu urang balik deui kana jati diri kisunda, saeutikna ku nempatkeun we puseur dayeuh…he2x
Kamis, 17 Januari 2008 @ 8:18
Using
Ass.. Wr. Wb…
Wilu jeung enjing sadayana… Abdi bade naros, nahanya di tataran Sunda teu aya paninggalan sesa karajaan siga di Jawa? Rupina di tanah Sunda aya kajantenan anu luar biasa.. nu matak Karajaan Sunda punah…
salam,
Selasa, 5 Februari 2008 @ 17:30
Using
Astagfirulloh..!! Dari SD-SMP-SMA saya cuma diajari tentang sejarah majapahit dan mataram. Mudaha-mudahan akan ada nanti orang yang juga berani menulis sejarah bangsa ini dengan baik dan benar..Amin!
Rabu, 6 Februari 2008 @ 21:29
Using
baheula hanya beberapa saja dari leluhur Cianjur yang rajin menulis dan menyimpannya dengan rapi. Selebihnya, ada yang memang sempat menulis, tetapi tidak mendokumentasikannya secara baik. Hingga tulisannya berceceran dimana-mana, bahkan justru ada yang tersimpan rapi dibeberapa museum yang ada di Belanda serta bebarapa negara lainnya. Padahal dari dokumentasi itu sebenarnya, banyak hal yang dapat dijadikan cermin bagi generasi masa kini dan yang akan datang. Apabila rajin menelaah dan memaknai kehidupan para karuhun tersebut.
Sebagai misal apabila kita membedah tentang filosofi Ngaos, Mamaos, Maenpo, yang ternyata mengandung makna mendalam. Terlebih lagi apabila kita juga membedah satu persatu, tentang syair tembang Sunda Cianjuran yang sarat makna.
Tetapi bukankah menurut para ahli sejarah, No document no history. Meskipun sebagian lagi mengatakan, sepanjang memenuhi unsur 5 W + 1 H sesuatu itu dapat saja dikatakan sebagai sebuah sejarah. Rumus 5 W + 1 H adalah : What, Who, Where, When, Why + How. (Apa, Siapa, Dimana, Kapan, Mengapa dan Bagaimana).
Pendapat kedua itu pula yang kemudian mendorong penulis, untuk urun rembug menuangkan pikiran dan pendapat dalam buku ini. Sekaligus lebih memperkenalkan lagi cerita-cerita rakyat, yang dahulu sempat berkembang ditengah-tengah masyarakat. Meski sekali lagi, sangat minim dokumentasi.
Dalam hubungan itu, buku kecil dan sangat sederhana ini disusun. Dengan harapan, dapat memperkaya khasanah perpustakaan masyarakat. Lebih jauh lagi, dapat mejadi bahan penelitian lebih lanjut bagi para ahli sejarah.
Tulisan dalam buku ini-pun sebenarnya hanyalah merupakan kumpulan dongeng (folklore) atau hikayat, yang selama ini beredar ditengah-tengah masyarakat Cianjur secara turun temurun. Namun apabila kita jeli dan mampu menghubungkannya dengan berbagai fakta di lapangan serta karakteristik masyarakat Cianjur tempo dulu, akan dapat ditemui pemikiran-pemikiran baru yang dapat direnungkan lebih dalam lagi. Hingga kita dapat mengambil hikmah dan manfaatnya, untuk kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang.
Dengan demikian untuk sampai pada tulisan mengenai asal muasal Mamaos Cianjuran, sebelumnya pembaca akan kami ajak terlebih dahulu untuk mengetahui cerita tentang keberadaan leluhur Cianjur dahulu.
Sebab Seni Budaya Tembang Sunda Cianjuran (Mamaos) dahulu lahir, tidak tercipta begitu saja. Namun melalui sebuah proses yang begitu panjang serta sangat menakjubkan. Seni Tradisional Mamaos Cianjuran dahulu diciptakan, juga pada dasarnya bukan hanya untuk mencari kesenangan atau hiburan semata. Tetapi lebih kepada upaya mengagungkan kebesaran Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Dengan kata lain, Seni Tradisional Mamaos Cianjuran adalah Seni yang sarat dengan makna Religi.
Selasa, 12 Februari 2008 @ 0:08
Using
kang abdi bade tumarus, perkawis
sajarah rancah
1. rancah termasuk kakuasaan karajaan mana
2. saha ari wira dipa. wira braja, wira nanggapati
hatur nuhun kang
Kamis, 14 Februari 2008 @ 15:30
Using
Jangan dininabobokan oleh kejayaan masa lalu. mari kita lihat masyarakat sunda kiwari.
berapa persen orang sunda yang sekarang duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif di prop. jabar, tidak sampai 40 persen kan?. padahal jawa barat mayoritas penduduknya suku sunda 82 persen. Jangan dulu bicara di kancah nasional yang memang boleh dibilang nihil (ini fakta!!!)
Menurut data BPS (sakernas 2005), pekerja sektor industri dan jasa-jasa di di Kota Bandung didominasi kaum pendatang (63 persen)
sim kuring mah prihatin…
hayu atuh ulah sare wae.
bangkit euyyy…!!!
Jumat, 15 Februari 2008 @ 15:07
Using
Ngaguar sajarah sunda “hanya untuk menegaskan” identitas urang sunda, salajengna hayu urang ngabangun masyarakat sunda anu cinta kana budayana, nyaho kana sajarahna, maju jadi pribumi di tatar sunda (saunggalah)
Jumat, 15 Februari 2008 @ 15:10
Using
saha deui anu bade ngangkat sejarah sareng budaya sunda pami sanes ku urang2 kneh mah. Sukses kanggo nu tos babagi elmu sejarah kasundaan na, mugi2 elmu na ka anggo dugi ka incu2 urang sadayana….
Salam SundaMania
Sabtu, 16 Februari 2008 @ 15:01
Using
abdi sedih pisan eung….! dikit banget orang sunda yang tau ama sejarah sunda,apalagi tentang citraresmi atau niskala wastu kencana.yah gimana kalo orang sunda pareumeun obor,kalo aku nanya sama temen-temen ga ada yang tau,ya pasti dong gimana remaja kayak kita tau orang gurunya aja ga tau,kecuali guru sejarah kali….. tolong jangan sampai orang sunda pareumeun obor
Rabu, 20 Februari 2008 @ 15:54
Using
APAKAH DIKABUPATEN TASIK MALAYA DULUNYA ADA KERAJA JUGA?
APA NAMA NYA DAN DI PIMPIN OLEH SIAPA?
APAKAH SAMPAI SEKARANG MASIH ADA KETURUNAN NYA?
Kamis, 21 Februari 2008 @ 15:35
Using
upami nyeratna ngangge bahasa sunda tangtosna endah pisan. tapi nuhun pisan kang, salami ieu abdi bingung perkawis sunda, ku maca seratna kang jay nambih puyeng sareng haus abdi kana sajarah sunda. wassalam
Jumat, 22 Februari 2008 @ 14:41
Using
Maos komentarna Tohaan, asa satuju pisan, da gening tatar sunda teh sakedik-sakedik laleungitan, komo daerah-daerah anu janten ‘ibukotana’ Pasundan teh (Bogor sareng sabudeureunanan) tos kapimilik ku bangsa deungeun. Kumaha lamun urang sunda teh urang ngayakeun deui ririungan sakabeh ki sunda pikeun malikeun deui jati diri ki sunda kanu aslina. Diantawisna daerah urang teh sanes Jawa Barat, tapi Parahyangan atanapi Pasundan.
Jumat, 22 Februari 2008 @ 19:28
Using
Alhamdulilah masih banyak penerus bangsa yang cinta akan sejarahnya, dari 2005-2008 ngga pernah sepikomentar nya. maju terus pemuda Indoneisa
Rabu, 5 Maret 2008 @ 16:43
Using
upami kirang uninga perkawis sajarah kasundaan, sinareng wiwitanana teu kenging ditampilkeun, bilih di aos ku jalmi nu teu uninga, engkena bilih lepat jalur. sanes kanten teu acan uninga kana wiwitan sunda, bilih jati kasilih ku junti. hatur nuhun
hapunteun anu kasuhun
cils
Rabu, 5 Maret 2008 @ 16:56
Using
dikawitan ku sampurasun sim kuring seja ngiringan ngomentar sakedik. hapunten anu kasuhun, kanggo penulis sejarah ieu sateuacan nyerat oge nguningakeun ka bararea dina perkawis sejarah sunda kedah uningan heula kana jatining diri urang sunda heula tinangtos bakal kauninga saha luluhur urang sinareng kumaha sajarahna. da urang sunda mah anti perang, anti pacogregan, komo deui mateni, ngarebut tahta batur, jeung kagungan sipatning dendam ka sasama.
haturnuhun
chs_budhest
Senin, 10 Maret 2008 @ 14:53
Using
Ass, ka sadayana, punten simkuring bade ngiringan , tapi punten yeuh simkuringmah bade nganggo bahasa wae , ” baca paparan diatas jadi tertarik untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang sejarah sunda, dan cerita-cerita mulai mitos dan legenda yang ada, tapi sepertinya saya susah sekali untuk mendapatkan informasi tersebut kalau ada yang yang tau sumber2 yang tertulis bisa dibagi ya”
Selasa, 11 Maret 2008 @ 16:04
Using
kita tdk perlu berdebat siapa yang paling berpengaruh di sejarah masa lampau,tp JASMERAH adalah cermin untuk menuju masa depan nusantara 2 / indonesia mjd negara yang disegani. pertanyaannya mampukah kita ? atau kita spt mendengar cerita nina bobok bahwa dulu pernah mjd bangsa yang besar shg kita ingin tidur panjang dgn mimpi mimpi ? ataukah kita harus bekerja keras untuk mengejar ketinggalan dibanding bangsa2 lain yg telah bangun dari tidur panjangnya. mk terserah pilihan ada di kita masing2. tp sy percaya bangsa indonesia adalah bangsa yang besar kelak krn dahulu kita adalah nusantara yang besar yg skrg sedang berbenah diri berdiri untuk menjd negara dan bangsa yang disegani dan besar. (pohon besar pastilah akarnya jg besar)
Kamis, 13 Maret 2008 @ 21:46
Using
sampurasun kasadayana anu tikidul,tikulon,tiwetan,tikaler. hatur nuhun kana sagalana, lajengkeun wae…
Rabu, 19 Maret 2008 @ 19:19
Using
sampurasuuun! (sampuuurna ingsuuun!) sim kuring wasta roza rahmadjasa mintaredja, wiwit ti bogor .(wasta pondokna mah OCA we) teras ngumbara ka bandung ti taun 1969 tug dugi kiwari. Ngaraos reueus pisan ngaos gunemcatur diwilahan ieu. Kataji ku guntreng padungdengna ngeunaan sunda, geuning araya keneh anu mulasara budaya dijaman kieu anu sakitu ripuh miwah lieurna dina ngemutan beuteung seubeuh ,baju weuteuh jeung imah pageuh teh!!! Emmmh, geuning urang teh kanyataanna teu walakaya disagala widang.Kamaraaana yeuh! Aya sakedik implengan naha urang sunda “pituin”, sareng wewengkon sunda besar/kecil, sunda plaat, laut sunda(sanes selat sunda wkl), komo ka atlantisna aryo santos aya patali hubungan anu raket atanapi kaleresan wkl nganggo ngaran sunda? Asa arateul nu jadi pikir yeuh?. Manawi aya nu tiasa ngabantos dina raraga silih asah, silih simbeuhan.? sementawis sakitu heula . Htr nhn. Raaampes nuun! (rampa salira! )
Sabtu, 22 Maret 2008 @ 14:13
Using
lamun aya duei ceritana tentang galuh pakuan abi hoyong!
soalna abi geu imahna ti ciamis raja desa, lamun aya tolong cari nama wiradinata di silsilah kerajaan pasundan maupun galuh!
ta itu teh bapaknya aki abi!
Senin, 7 April 2008 @ 8:56
Using
Diri teu midoga diri, Diri teu mibanda diri, Diri sawates ujian keur diri, Diri sawates paneuleuman keur diri, Diri saukur ajian sareng paneuleuman balarea. Pikeun sawates nu beresih hatena, wening pikirna, wenang elmuna, surti atina,taliti lampahna, tur apik milampahna, ngarti kana wawangi sadjati tur hirupna weruh disemu saestu. Nangon nu beureum Ngawuluku nu bodas, Handeuleum geus dibuka Hanjuang Geus Ngagupayan. Diantos….
Selasa, 8 April 2008 @ 13:47
Using
Data silsilah sudah direkasaya Pihak Kompeni untuk kepentingan politik. Jadi tidak valid rasanya bila tidak dkroscek pihak keraton.
Selasa, 8 April 2008 @ 22:04
Using
Leureus urang ngulik kana sajarah teh , kanggo milarian jati diri , milari conto kanggo hirup. Aranjeuna teh tangtos kedah diwaris…kaula mah sepi pangarti, da sadaya anu aya di urang mah titipan Gusti..Tos waktosna tatapa di rimbunan jalmi da eta sajatina hirup. Manfaat kanggo balarea..
Rabu, 16 April 2008 @ 15:39
Using
Sampurasuuun!!!…kadhang sadaya,urang sunda,urang parahyangan…
Hayu urang BABARengan ngahirupkeun SUNDA=ingsun andhika
Ingsun=abdi/kawula. andhika=anjeuNa/Gusti
sangkan nyumponan kana kecap ISLAM=salamet.
salamet dirina,jeng salamet balarea.bisa nyalametkeun dirina oge bisa nyalametkeun balarea,ku dharma,karya anu nyata,sacarana sewang-sewangan.
ngajaga,ngariksa tekad,ucap,lampah urang anu mulya…
salah sawiosna ku ngahirupkeun SUNDA=ingsun sabda,
titinggal karuhun urang salarea,Eyang Prabu Heru Cakra.anu parantos ngamumule basa sunda waktu kapungkur.
Bilih aya tutur saur nu teu ka ukur,reka basa nu pasalia,tingkah polah nu teu merenah…
ampun paralun,hampura nu di seja…..WILUJEUNG.
Kamis, 17 April 2008 @ 10:16
Using
He,..he,…
Membaca blog ini,..kesel juga,..tapi kasihan lihat kalian wong-wong sunda kabeh,..
terlihat sebenarnya orang sunda merasa inferior,entah karena apa,..kemudian membuat dongeng-dongeng yang dicampur aduk,..entah darimana sumbernya,…merasa sebagai suku bangsa yang dulunya sangat berpengaruh di Nusantara ini,..ingat,..Dyah Lembu Tal adalah nama laki-laki,..dan bukan perempuan sehingga Raden Wijaya adalah keturunan Sunda Galuh itu sangat tidak masuk akal,..
Tadinya sebagai orang Indonesia,.saya tidak pernah membenci suku ini,suku itu,..tapi setelah tinggal di Bandung,..dan membaca segala sesuatu yang berbau kesundaan,jadi neg juga sebab hampi dapat dipastikan selalu membandingkan dengan Jawa,..seolah-olah musuh sunda nomor satu itu adalah jawa,..
Kalau ingin melihat orang Sunda jadi presiden,jadi pemimpin,..ya calonkan saja,..ikuti aja Pilpres,..kalo itu memang yang kalian mau
Kamis, 17 April 2008 @ 16:46
Using
SAUDARA BREWOK…baca donk babad tanah jawi situ khan orang jawa katanya???
yang namanya Dyah itu perempuan! masa laki-laki namanya dyah? ngaco ah!
didalam babad tanah jawi juga menyebutkan bahwa Raden Wijaya itu adalah jaka Susuruh dari tanah SUNDA.
saya disini bukan membela/menAgungkan suku sunda,cuman ingin mengetahui sejarah yang sebenarnya itu bagai mana???apakah benar yang selama ini kita baca??
Orang sunda tidak akan mencalonkan jadi persiden untuk saat ini,tapi lihat yang akan datang!!!siapa yang akan memimpin Nuswantara ini??? Budak Angon/Satria Piningit akan muncul,kelak kalau sudah waktunya.
mengapa dalam waktu-waktu ke belakang orang sunda tidak mencalonkan diri menjadi presiden??…karena orang sunda tidak mau menonjolkan diri.orang sunda ada di belakang layar,…INGAT…peminpin -peminpin negri ini hasil didikan siapa???dari mana mereka LAHIR???
kalau bukan dari SUNDA/PARAHYANGAN/BANDUNG.
makanya disebut Parahyangan/tempat lahirnya/tempat di di didiknya para peminpin negri ini.
SaLam…dariKu…untuk semuaNya.
Jumat, 18 April 2008 @ 13:28
Using
He,..he,..he,…
SBY lahir di Nganjuk,…
Gus Dur lahir di Jombang,..
Soekarno lahir di Blitar,..memang kuliah di ITB,..tapi waktu itupun pasti pengajarnya orang-orang Belanda dan bukan orang Sunda,..
Soeharto lahir di kemusuk,. Yogyakarta,…
Habibie lahir di Sulawesi,..
Megawati kalo nggak salah lahir di Jakarta,..berdarah campuran Jawa dan Sumatra
membaca biografi pemimpin-pemimpin tersebut, tak pernah kita lihat kalo mereka berguru pada yang namanya orang Sunda,…
Dyah Lembu Tal adalah nama seorang laki-laki,..jaman dulu sangat wajar seorang laki-laki bernama Dyah,..lain dengan sekarang,..
Jadi ingat waktu Mantan Menkeu yaitu Jusuf Anwar yang orang Sunda diganti,..yang namanya Paguyuban Pasundan marah-marah alias kebakaran jenggot hanya karena merasa orang Sunda kok dilengserkan, atau dengan kata lain dia tak pantas diganti hanya karena dia berdarah Sunda,…
Nyadar dong meeeeen,..dalam Babad Tanah Jawi juga disebut kalo Satria Piningit itu nantinya berasal dari Jawa sebelah Timur,…
Sadarlah,…nggak usah memusuhi atau sentimen dengan suku lain,…toh masing-masing suku di Indonesia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing
Sabtu, 19 April 2008 @ 11:59
Using
SADARARLAH,…ngak usah memusuhi atau sentimen dengan suku lain,…toh masing-masing suku di indonesia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
MAKANYA mari buktikan,majukan,hidupakan negri ini,mulai dari diri pribadi kita masing-masing,mulai dari suku kita masing-masing.siapa yang lebih pantas???…???
dalam babad tanah jawi juga disebut kalo satria piningit itu nantinya berasal dari jawa sebelah timur,…WOW itu khan nantinya!!! tapi sekarang Satria Piningit itu dah ada meeeeeeen,… beliau dah lahir,dah muncul tapi kemunculannya belum banyak orang yang tau meeeeeen,…!!!
Menurut Wangsit SILIWANGI… SP/Budak Angon itu ada/lahir di lebak cawene…???
anda belum tau yach???wah ketinggalan donk!!!makanya gaul,GAUL meeeeeen,!!!!
Satria Piningit kelak munculnya di jawa,batak,bali,bugis,minang,asmat,dayak,madura…atau dimana saja TIDAK jadi masalah,! yang penting Beliau… diciptakan,dikandung,lahir,hidup dan menghidupkan, disini dinegri ini NUSWANTARA tercinta ini,ibu pertiwi kita semua,WAHAI suku jawa,minang,batak,bali,madura,bugis,dayak,asmat….dan suku suku yang lainnya.Mari kita sambut kedatanganNya!!!apakah kita sudah siap menyambutNya???
mudah-mudahan SIAP!!! Amin….
Mahardhika………RaJamanDaLa-BanDuNg.
Selasa, 22 April 2008 @ 10:50
Using
Pak Brewok benar, bahwa gelar “Dyah” pada jaman dulu adalah merupakan “gelar kehormatan” seperti “Nararya/Rakyan/dsb” dan sejauh yang saya tahu/mengerti biasanya gelar tersebut disandang oleh seorang laki-laki.
Saya mengerti bahwa pada saat ini kata “Dyah” secara default diasosiasikan dengan nama seseorang yg bejenis kelamin perempuan, tetapi jika kita merujuk ke masa yang lampau maka hal tersebut tidaklah berlaku seperti yang kita jumpai saat ini.
Perdebatan hangat yang terjadi pada site ini menurut saya bertitik-tolak dari adanya pemahaman sbb :
- Ada yang berpendapat bahwa karya sastra berupa serat/babad/kidung adalah bukti sejarah autentik dan valid
- Ada yang berpendapat hanya prasasti dan manuskrip (termasuk yg ada tercatat di negara lain spt cina/india/belanda/inggris/portugis) yang bisa dianggap valid.
Saya pribadi sementara ini menganut “mazhab” yang ke dua namun tanpa menolak adanya informasi dari serat/babad/kidung, namun bagi saya ke tiga macam karya sastra ini lebih sebagai referensi sekunder/tersier. Alasan saya adalah bahwa serat/babad/kidung itu biasanya dituliskan jauh setelah kejadian faktualnya dan sudahlah begitu masih pula ditambahi dengan bumbu2 penyedap yang justru malah mengaburkan fakta yang sebenarnya, belum lagi ada faktur subyektif dari sang penyusun serat/babad/kidung itu.
Namun memang harus diakui bahwa “menangkap” peristiwa sejarah secara apa adanya bukanlah hal yang mudah. Jangankan kita, bahkan di “luar sana” saja sampai sekarang masih ada beberapa hal yang belum diketahui secara pasti keberadaannya; misalnya ” kisah Arthur Pendragon yang legendaris itu, dan masih banyak contoh lainnya.
So, marilah kita semua terus menggali dan berbagi berbagai sumber sejarah yang kita ketahui.
Terima-kasih
Jumat, 9 Mei 2008 @ 14:06
Using
Mas BREWOK, postingan anda agak provokatif dan menyinggung kesukuan (suku sunda). Apa salah urang sunda terhadap anda? atau anda iri sunda punya sejarah seperti ini?
Jumat, 30 Mei 2008 @ 12:58
Using
ramai juga cerita sejarah sunda…..
Tanya donk… mungkin ada yang tau….
Di daerah cibinong ada desa yang namanya Ds. Kampung kandang / cikempong…menurut cerita orang setempat dahulu kala jaman kerajaan pajajaran, daerah tersebut (cikempong) terdapat tempat singgah atau kaputren kerajaan…mungkin ada yang tau info…..terima kasih
Senin, 7 Juli 2008 @ 20:59
Using
muantep euy sejarah sundanya, kesuwun dah kasih pencerahan.
Selasa, 8 Juli 2008 @ 17:33
Using
jauh jauh membedah budaya Sunda , sedalam – dalam anda mengupas asal – muasal urang Sunda…
mengapa tidak mencari siapa – siapa yang merupakan keturunan asli alias original dari eyang – eyang kita tersebut…
karena siapa tau , mereka mewarisi sifat kesatria dari eyangnya jangan menjadi raja dzolim yang dibawa dari genetika mereka… walaupun berakhiran NATA… KUSUMAH…. DIRAJA… MAHARADJA… atau apapun.. bila tidak merasa bertanggung jawab atas nasib urang Sunda saat ini… yang telah nyaris kehilangan sifat umum masyarakat aslinya… maka sebaiknya gelar akhiran menak tersebut diganti saja dengan nama- nama berbau barbie atau brad… atau pitt sekalian… saat ini saya kira sebaiknya kita semua melupakan atau menghapus sejarah-sejarah palsu dengan tegas… agar kita bisa kembali menemukan jati diri urang Sunda yang lungguh, handap asor, tapi gagah dipakalangan…
Kamis, 17 Juli 2008 @ 11:24
Using
Yeuh saderek saparakanca…
sayah teh tertarik pisan hoyong talaah agama karuhun sayah, Hindu-Sunda, naha ari ayeuna hese pisan manggihan penganut Hindu-Sunda?
are all Sundanese converted to Islam?
Minggu, 20 Juli 2008 @ 11:09
Using
Wah…rame benar nich blog nya…
Satrio piningit…hmm…
Mungkin sudah ada..tapi..jangan harap kita bisa menemukannya sebelum waktunya tiba..
Karena, saat ini dia sendiri sebagai orang biasa…ya..seperti kita lah..
Kalau ada yang mengatakan asal satrio piningit itu berasal dari jawa timur…em..mungkin ada benarnya..
Kalau saat ini ada di jawa barat… mungkin juga ada benarnya…
Tapi ingat, saat ini dia dalam keadaan:
“Siningit dening kahanan, koyo rembulan kemulan mego (Tersembunyi dari keadaan, seperti bulan terselimuti awan)”.
Tak tembus oleh ilmu apapun yang dipunyai manusia dan jin…
Senin, 28 Juli 2008 @ 17:53
Using
“Hyang tunggal katua kana jali nganawi-nawi jalan kabeh alam sakabeh alam dia disanes kara hung kadia ahung “
Ada yang tau maksudnya ga ya… Tq
Minggu, 10 Agustus 2008 @ 15:30
Using
Saya hanya ingin memberikan informasi tentang karuhun orang sunda sebagai tambahan referensi dan silahkan berkunjung ke http://www.cechgentong.multiply.com semoga dapat bermanfaat Terima kasih
Rabu, 20 Agustus 2008 @ 19:08
Using
salam republik !
Sundapura, ya Sundapura. Kota macam apakah ia? Apakah seperti Athena, Sparta, atau Roma dalam peradaban Barat Kuno? Atau ia hanyalah sebuah desa yang kita kenal sekarang dengan segala perangkat organisasi masyarakatnya? Letaknya di pedalaman atau pesisir?
Saya termasuk pengagum sejarah Sunda (baca: Kesundaan) sekalipun masih sangat awam. Satu hal yang saya setuju dengan Anda dan saya yakini kebenaran historisnya adalah Sungai Citarum sebagai batas kuno politik dan budaya Tatar Sunda (baca: Jawa Bagian Barat?). Ayo kita dalami lagi soal ini jika masih meragukan secara ilmiah.
Penting untuk tahu runutan sejarah dari sebuah “kota”, “kuta”, atau “pura” pada masa nenek moyang kita dahulu. Bukan untuk romantisisme, tapi dapat dijadikan hikmah peradaban bagi generasi kita dan generasi selanjutnya. Saya selalu memuji orang-orang yang mendalami sejarah. Sejarah yang benar dan untuk kebenaran, bukan politisasi yang tak karuan.
Demikian dulu,
salam hangat,
Marbawi A. Katon
Depok – Jawa Barat
Sabtu, 23 Agustus 2008 @ 0:41
Using
Brewok, kunaon ari silaing? kahuruan brewok?
Sabtu, 23 Agustus 2008 @ 8:58
Using
‘..PANCEG DINA GALUR..”
Sabtu, 6 September 2008 @ 3:38
Using
Buat Brewok dan Cak Paidi, Gelar Dyah banyak dipake perempuan jaman itu, contoh putri2 Raden Wijaya namanya Dyah Wiyat dan Dyah Gitarja jadi ada kemungkinan Dyah Singamurti alias Dyah Lembu Tal juga perempuan..kalau menganalisa sejarah jangan sinis duluan nyaneh!!…punten ah sasih shaum.
Selasa, 9 September 2008 @ 15:51
Using
Alhamdulillah, saparantosna jisim kuring maca seratan ieu, janten aya elmu panemu anu parantos lami dipilarian.
Rupina ieu carios teh langkung anteb upami nganggo basa sunda? nanging upami hoyong langkung go national nganggo Bahasa Indonesia sae pisan tibatan nganggo bahasa Inggris rupina bakal sesah dipahamina sanes kitu?
Kanggo urang sunda hayu urang harudang ngawangun ngamumule tatar sunda anu parantos lami kasarean…….
Wassalamu’alaikum
Kamis, 11 September 2008 @ 14:41
Using
Punten…..!
para wargi saha anu terang kana sejarah kota Bayah, Malingping, Cikeusik anu aya di basisir jawa Barat anu ayeuna jadi wewengkon Banten Kidul cik punten tampilkeun. Hatur nuhun.
Sabtu, 13 September 2008 @ 16:37
Using
parantos menakan hiji makam karomah kangjeung daleum sawidak anu kawentar ti sukapura/tasikmalaya, kapenakna di daerah cianjur selatan, upami panasan kana carita cara menakanna diantos di 085846401112
Rabu, 17 September 2008 @ 22:18
Using
Sapurasun….!
Kang Jay, pang-ngaguarkeun oge cartitapantun..!!cnah dina caritapantun kasawang ngeunaan puseur dayeuh Pakuan Pajajaran, sugan bae aya abstraksi ajang ngagambarkeun karaton Karajaan…!!nuhun, hurip KiSunda…!!
Kamis, 18 September 2008 @ 9:41
Using
Sejarah milik yang berkuasa….
meuni sedih pisan ningali sajarah tatar sunda dipopohokeun ku sakumna urang Indonesia….coba tingali di buku sajarah SD/SMP/SMU/Perguruan Tinggi.. mana aya anu nerangkeun karajaan Salakanagara anu diakui ku sakelas Ptolomeus teh dingaranan “Argyle”….Karajaan eta teh nu pang mimitina aya di nusantara dipingpin Dewawarman I – VIII….
Buku sajarah lolobana ngupas Mataram kuno, Sriwijaya, Majapahit, Mataram.
Ku kituna ka sakumna urang sunda ieu waktuna keur balarea mimiti ayeuna neangan deui sajarah tatar sunda anu saleres-leresna… (cek beja ti internet.. aya salah sahiji bukti sajarahna di USA, ceunah mah dibeuli ku kolektor sajarah ti lelangan di walanda)…
geus ah…
salam ti Urang sunda
Selasa, 23 September 2008 @ 13:26
Using
Punten atuh kang Jay
cik lah talungtik deui kumaha jeung ti mana mimitina Gajah Mada asal muasalna. Panasaran mana anu rada deukeut kana kabeneran sajarahna, atawa memeng asal ti Sumatra, atawa satria pilihan Pajajaran. cobi ulas kang…..
Hatur nuhun.
Selasa, 23 September 2008 @ 19:59
Using
Wah puten abdi urang jawa bumi ti sisi kulon 2 km dari patilasan kerajaan majapahit ti desa mojo kecamatan trowulan kabupaten mojokerto. Bumi abdi mungkin di atas bekas renruntuhan kerajaan majapahit tapi yang jelas areal kerajaan majapahit (istana) mencapai panjang 10km dari desa tempuran hingga desa jago, lebar sekitar 20km dari desa pengging hingga kota mojoagung. Jadi arealnya sangat luas dan terbukti banyaknya peninggalan bisa dilihat sampai hari ini berupa candi, pemandian, pemujaan, makam, kolam untuk pesta sekarang di abadikan oleh dinas purbakala di areal tersebut. Jaman saya kecil masih banyak patung berserakan. Masalahnya, Abdi teh teu nyangka bilih abdi teh keturunan urang sunda, pantesan bahasa jawa sehari-hari mirip sama bahasa halus bahsa sunda. Kalau saya lihat wayang golek malah saya yang tahu, justru istri saya yang tidak tahu maksud ki dalang. Lah istri saya orang sunda malah tidak tahu bahasa sunda pewayangan dalang ki asep sunandar. Bahasanya sama dengan bahasa jawa. Kalau jawa honocoroko kalau sunda hanacaraka.
Peristiwa bubat janganlah dipakai acuan sebab dari sumber buku belum tentu akurat, bisa jadi cerita dibuat oleh mataram agar rakyat sunda membenci demak-cirebon, sebab demak musuh bebuyutan mataram saat islam mau masuk ke mataram. Bisa jadi dibuat oleh belanda yang bertujuan membagi kekuatan jawa dengan demikian belanda dapat menguasai sunda kelapa. Semua serba mungkin. Tetapi masalah kerajaan-kerajan di jawa adalah satu keturunan itu mungkin, sebab bisa dilihat bahasa kuno sunda sama dengan jawa sekarang,tradisi sama, nama raja hanya dirubah huruf o menjadi a, contoh kusumadiningrat dijawa kusumodiningrat.
Saya dimana-mana tidak pernah menyebut diri sebagai orang jawa walaupun saya lahir dan asli dari samping bekas kerajaan majapahit. Sukuisme itu tidak baik, menghambat karier dan prestasi. Sukuisme bisa menyebabkan kebencian, meremehkan suku yang lain,anarkis dan menganggap diri lebih unggul dari yang lain. Sesama manusia makhluk Tuhan tidak bisa melihat asal dari mana dan merendahkan yang lain. Maka di Jawa sana tidak ada perkumpulan atau nama yang mengarah kepada sukuisme. Hal ini berbeda dengan jawa barat yang mengekslusivekan diri dengan nama kesukuan seperti nama kereta api,tanah/bumi parahiangan,wilayah priangan,tlatah pasundan dsb. Ini justru akan menutup diri karena mengekslusivekan diri yang nantinya justru malah mebuat jawa barat mundur. Belum apa-apa sudah berbangga diri. Justru sekarang adalah membuka diri, belajar memberantas kemunduran, menerima secara terbuka segala adat dan perilaku suku-suku lain agar maju secara bersama memberantas kemiskinan dan kemunduran.
Di wilayah lain tidak ada yang menonjolkan kesukuan, tetapi mengangkat kembali akar budaya asli seperti reog ponorogo bukan reog jawa, tari srimpi bukan tari jawa, tetapi ada di jawa barat tari sunda bukan disebut tari cianjur.
Senin, 6 Oktober 2008 @ 19:45
Using
Anjing menggonggong kafilah berlalu…. teruskan jay…..!!!
Selasa, 28 Oktober 2008 @ 13:45
Using
Melihat dari sejarah ternyata urang sunda & urang Jawa (& urang betawi) duduluran, satu trah. jadi mari kita singkirkan mitos perbedaan jawa-sunda, betul kata Gajah Mada di atas (anjir !! hirup deui???) postingan no 213 bahwa mungkin ini rekayasa untuk mengadu domba / memecah belah kesukuan supaya tidak bersatu dan saling bermusuhan. Jaman dulu terjadi peperangan antara Manarah & Hariang Banga – Sanjaya & Purbasora tapi tidak membuat galuh – pakuan bermusuhan. Jadi mari kita bersatu, legowo untuk sama-sama mencari kebenaran sejarah.
Rabu, 29 Oktober 2008 @ 3:01
Using
punten sim kuring anak turunan ti sunda wiwitan,,, aya nu rek di taroskeun ngeunaan sajarah sunda anu cek sim kuring mah rada teu nyararambung jeung carita aslina,, sanes sim kuring apal kana sajarah sunda nanging naha sajarah anu di tarulis teh bet beda2,,, salah sahijina ngeunaan sajarah adipati ukur, anu cek sim kuring mah jauh jeung carita anu di terangkeun di web ieu.. sim kuring paremeun obor ulah nepika sajarah teh ngan sa ukur di aya2 ku pikiran sorangan,,,nu antukna anak incu urang sunda teu apal kana wiwitan nana, anub sa ukur nyaho ngaran sunda na bari jeung teu apal naon atuh sunda teh jeung kumaha sajarah na… nyuhunkeun atikan na sareng waleranna ti abdi anak incu sunda nu awal ti warga kanara
abah_dukun@yahoo.com
Rabu, 5 November 2008 @ 17:54
Using
hidup sunda lah dari sejarah terbukti wangiiiiiiiiiii gak matrialistis tuh raja2 sundaa ga perlu bangun candi segala juga dah harum.pajajaran T.O.P . pengen ketemu Prabu Silihwangi yeh sapa taudiaku cucu hehehe2:D
Kamis, 6 November 2008 @ 14:26
Using
Punten kang Jay Ari Gajah Mada Saha tea,ada ceritanya berasal dari tanah Minang, dari tanah sunda, dari jawa, atau mungkin dari Medan punten kang Jay rasanya pernah baca tapi lupa nyarinya. hatur nuhun
Minggu, 9 November 2008 @ 9:55
Using
kunaon tenyeritaken na make bahasa sunda wae?
Selasa, 11 November 2008 @ 20:33
Using
wilu jeng wengi…punten….
abdi bade tumaros ka sadayana…
numawi sim kuring hoyong terang kana sajarah jasinga
anu sajarahna teu acan katampi ku simkuring….
atanapi leres, aya kaitan kaluargi sareng jayasingawarman? leres Teu…???
hapunten sa kali dei kasadayana upami patarosan sim kuring balelol…
Kamis, 13 November 2008 @ 18:08
Using
kang jay,
Dyah Pitaloka “nan” cantik, hingga dapat menggoyah keteguhan siapapun yang melihatnya.
ada pemikiranku bahwa yang dikirim ke majapahit adalah duplikat dari Dyah Pitaloka.
wassalam
Sabtu, 22 November 2008 @ 9:27
Using
nyukcruk galur kapungkur mapay laratan baheula supaya apal kana purwadaksina, heteu jati kasilih kujunti cul dogdog kari igel
Minggu, 30 November 2008 @ 22:23
Using
Subhanalloh…
Pikaresepeun pisan pagunemanna.
Minggu, 30 November 2008 @ 23:19
Using
[...] budi bogor , Selasa, 17 April 2007 @ 21:45 Bogor Kota [...]
Rabu, 3 Desember 2008 @ 13:42
Using
puntenn…..
nepangkeun abdi mahasiswi….hoyong naroskeun tentang carita rakyat jawa barat untuk anak-anak seperti sakadang peucang yang tokoh2nya adalah binatang(fabel).
saat ini sy sdg tugas akhr dan membuat buku cerita rakyat jawa barat, “sakadang peucang.” wktu sidang pertama kemarin ada dosen penguji yang beranggapan bahwa cerita sakadang peucang itu saduran, bukan asli dari jawa barat. dosen saya menyuruh kenapa tidak mengangkat sangkuriang yang pada kenyataannya tempat legenda cerita sangkuriang ada di tangkuban perahu.
tapi saya sangat kurang setuju dengan itu, maksud saya ikut forum ini, ingin mencari jawaban yang tepat untuk tetap memilih “sakadang peucang.”
terima kasih saya sangat menunggu jawabannya… kalo boleh kirim jawabannya ke email saya, alina_zahraaa@yahoo.com
Jumat, 5 Desember 2008 @ 17:15
Using
sangkuriang teh anakna anjing, incuna babi,
sobatna lelembut.
numatak jadi kitu oge, teu sagawayah,
make hayang rarabi jeung indung sagala
na kitu stereotip urang sunda teh?
Selasa, 6 Januari 2009 @ 10:30
Using
saya setuju dengan neng Zahra, punten kalau ada yang punya cerita rakyat sunda supaya di posting, carita keur budak jaman kiwari meuni langka.
Rabu, 7 Januari 2009 @ 15:35
Using
Asslmkm,
Punteun sim kuring bade ngiring tumaros, barangkali ada yang merasa dirinya memiliki trah Pajajaran untuk dapat menjelaskan kepada sim kuring dimana ada pendapat bahwa setiap keturunan Pajajaran memiliki kuku kaki ibu jari sebelah kiri, bagian luarnya akan masuk kedalam sehingga akan terlihat seperti huruf “C”.
Hatur nuhun, wasslmkm.
Senin, 26 Januari 2009 @ 2:04
Using
hiji waktu….keur ngabedahkeun balong..harita teh, eta hayam nyungsep ka tengah.. jeung kalah ka..paeh weh teu pupuguh… jeung harita keur usum banjir oge,…. atuh eta mah teu puguh carita, balongna mudal jeung laukna… euweuh carita weh tepi ayeuna kabawa palid..ukur bangke hayam ditengah balong teh jeung reunyek ku bilatung …jeung bau teu kacida…najisssna. moon urang ayeuna teh lain di bumi uyuhan bisa hirup…kacaritakeun nubogana teh keur ka bulan neangan ninina nyaeta nini anteh, rek menta duit keur modal dagang …alih profesi !!!
Minggu, 1 Februari 2009 @ 12:08
Using
Bner-bener hebat. Situs ini aku masukin ke daftar list ‘situs wajib’ku deh.
Senin, 23 Februari 2009 @ 22:53
Using
tah da kieu kalakuan urang sunda ayeuna mah …… sok kalah merhatikeun kana cangkangna sajarah lain kana eusina
lamun nitenan lewih jero deui, naon mangpaatna urang reueus ku ngaran sunda ? da ari nu ngarana kasundaan anu samestina mah nyaeta taya lian hiji gerakan moral anu ngalap kana papagon-papagon anu pernah diajarkeun ku kolot2 urang baheula ………. pikeun dipake dina kahirupan sapopoe, lain jang sakadar hiasan atawa komoditas jang kapentingan politik misalnya ……
kasundaan anu bener mah mapak jalan satapak nyukcruk galur sadulur ngarah galura jadi gapura, nya galura didieu nyaeta nilai-nilai ageman anu kudu diamalkeun sahingga ngabentuk hiji sistem sosial anu menuju ka pangeran, kasundaan bisa dijadikeun hiji konsep alternatif dina raraga nyanghareupan ieu mangsa anu kahirupan jelemana geus bararejad
ku konsep kasundaan anu bener, turunan darah biru moal agul deui kku payung bututna, turunan cacah moal deui jadi jelema anu minder, tapi sakabeh jelema ku eta konsep kasundaan masrahkeun dirina kanu nyiptakeunana
cag heulaanan …….
neogaluh@yahoo.com
Selasa, 17 Maret 2009 @ 12:27
Using
Punten, Saya orang Indonesia (Karena Bapak Abdi Orang Jawa Tengah dan Ibu Abdi Orang Kutai Kalimantan Timur). Saya sangat berterima kasih kepada semua Saudara Saya di pULAU jAWA. Alhamdullilah, semakin besar pengetahuan saya tentang Kerajaan Salakanagara, Pajang, Cirebon, Sumedang Larang, Pajajaran, Kahuripan, Tarumanagara, Sunda Galuh,Kalingga, Kanjuruhan dan banyak lagi yang lainnya. Sekali kali lagi terima kasih yang tak terhingga atas informasi yang sangat berharga ini. Biarlah semua kita serahkan kepada ALLAH SWT, menjadi rahasia ALLAH, tentang siapa duluan yang menjadi pembuka kerajaan Nusantara ini. Pada hakekatnya kita bersaudara dan kita akan menjadi besar apabila kita bersatu padu membangun bangsa ini seperti Kata “BUNG KARNO”, Bahwa Indonesia adalah negara besar, sebagai bangsa yang besar, maka kita jangan sekali-kali meninggalkan sejarah bangsanya”. Saatnya kita berpegangan tangan membangun bangsa, karena cepat atau lambat negara Kita akan memasuki suatu era GLOBAL yang tidak ada lagi batas dan etika bernegara. Pegang teguh Perjanjian dahulu yang dikemas dalam SUMPAH PALAPA, Kemudian SUMPAH PEMUDA, kemudian PANCASILA dan UUD 1945, BHINEKA TUNGGAL IKA adalah pemersatu Kita sebagai anak bangsa hidup bernegara. Sekali lagi Hatur Nuhun karena saya pernah berkesempatan tinggal di Cihanjuang dan Buah Batu Bandung, Jadi eTIKA dan budaya Sunda, saya pernah menerima dengan baik. By.Nurdjaedi Soemarno (Sekjen Partai Nata Negara – 2014).
Selasa, 17 Maret 2009 @ 12:31
Using
Hatur Nuhun atas informasinya. semoga bermanfaat buat kita semua, amin. By.Nurdjaedi
Rabu, 18 Maret 2009 @ 11:10
Using
Assalamualaikum warohmatullah,,,,
saya pernah dengar,,pernah liat,,,
di cihunjuran desa cikoneng kecamatan mandalawangi kabupaten pandeglang provinsi banten,,ada makamnya prabu Angling Dharma,,,
anehnya di gunung santri bojonegara cilegon serang banten,,dsana ada juga makamnya Prabu Angling Dharma,,,
Mungkin akang tau dengan kisah Prabu Angling Dharma ini,,,
Mohon kang penjelasannya,,
Siapakah nama asli dari Prabu Angling Dharma,,??
istri2 dan keturunan2nya,,serta petualanganya??
Dan siapa pula itu Aki Tirem,,,??
Apakah Aki Tirem adalah Prabu Angling Dharma,,??
Mohon ya kang penjelasannya,,
Jumat, 10 April 2009 @ 4:02
Using
Panuhun sejana ngaguar sejarah sunda. Pamendak simkuring nyarita sunda kudu jeung elmuna, naluntik sejarah mudu nangtu na tilu guaran, hiji rumpaka, dua pusaka nu katilu Tapa. jadi nyebut diri “urang sunda” keur saha, dimana jeung kumaha? sunda katelah aya karajaan jeung wilayahnya, aya ajaran, oge aya suku atawa ras. Jentre ari wilayah karajaan sunda mah kabatas ku citarum jeung wilayah karajaan galuh. Kiwari nyebut “urang sunda” teh kawengku ku ajaran sunda nu nyebar di wilayah karajaan sunda oge galuh kadieunakeun karajaan padjadjaran. Ajaran sunda nilai tut normana, tata titi, tali parantina leuwih raket jeung ajaran agama hindu sinareng agama budha. Bisa jadi ajaran sunda teh gabungan ti ajaran agama hindu jeung agama budha. Da gening ti abad hijian nepi ka abad genep belasan, nu ngawasa jeung kawasana di parantara nusantara teh geuning karajaan-karajaan nu raja-rajana nangtukeun pakem ajaran kana agama hindu mun teu agama budha. Hinggana nusantara teu karambah komo kajajah ku bangsa deungeun. Pohara geuning sarumpagna karajaan Padjadjaran, Majapahit, Sriwijaya jeung nu liannya alabatan maksakeun kucara kasultanan (kekhalifahan islam), nusantara tangkesna mah dikawasa ku karajaan diluar nusantara, antarana, karajaan portugis, karajaan inggris, nu lila kacatut 350 tahun ngawasa, ngabanda jeung ngarusah nusantara teh karajaan balanda. Ari kasultanan boh demak, mataram anyar, cirebon oge banten naon gadabahna atuh, nu maksa hayang ngawasa tug kuwani campelak ka karuhunam ari ngan ukur jiga boa enya mikeun ieu nagara kiwari indonesia kamari nusantara ka deungen, atawa bodo bolongo teu gadag kabisa, nu ngajadikeun ngalaman bangsa, rakyat nusantara sangsara balangksat nu ngawasa pagirang-girang? keun eta mah kamari, kiwari ka biharimah, baeu, seug, eling papada urang barpulihkan ku cara taliparanti nu bahela dipake ku karuhun para ruhmuhun raja raja karajaan hindu budha nu geus ngabumi jadi ajaran sunda.
Jumat, 10 April 2009 @ 4:12
Using
kidung luhung ti karuhun
sasaka pusaka buhun
hayu urang pada suhun
ngalap danghyang nu ruhun
nu ti kulon nu ti wetan
kaler kidul seug pamitan
hayu urang maruka wiwitan
kidung sunda nur buatan
ini sabda kalandara rakaian juru pangambat
i kawi haji panca pasagi marsan ndesa
barpulihkan haji sunda
purbatisti purbajati mana mo kadantangan ku musuh ganal musuh alit
suka kreta rasa lor kidul kulon wetan kreta tangtu
pahi manggih keun si tuhu lawan peryaksa
pakeun heubeul jaya di buana nanjer na juritan
rahayu … rahayu … rahayu
panembahan soenda padjadjaran
Sabtu, 11 April 2009 @ 15:00
Using
Assalamualaikum, …
Nepangkeun sim kuring Maman anu dipanjangan ku Herman janten Maman Herman, asli ti Sukabumi, Jawa Barat alias sunda asli. Katarik diskusi panjang lebar dina ieu situs kagungan saderek Yulian..Nyuhunkeun widi kasadayana khususna ka saderek Yulian, ngiringan ngaramekeun ie situs susuganan tiasa nyumbang sanaos teu aya nilainna. Anu Kahiji: Sim kuring nembe pisan namatkeun novel nu judulna Gajah Mada, Perang Bubat karangan Saderek Langit Kresna Hariadi. Dina Kata Pengantar-na dicarioskeun yen salahsahiji referenci-na ti situs ieu. Sim kuring kaemut nuju masih keneh di sakola SD kelas tilu-an, kirang langkung taun 70-an. gaduh tatanggi anu papacangan ti dua suku, Jawa (Jawa Tengah) sareng suku Sunda (Urang Jampang Kulon). Anu pameget ti suku sunda, anu istrina ti Jawa. Harita meni teu jantenna ngarambah rumahtangga aranjeuna kumargi pawuruk ibu-ramanya calon mertua pameget nu aslina ti Jawa yen Pameget urang Sunda teu tiasa minang atanapi kagungan istri urang Jawa. Sawangsulna malih anu tiasa mah pameget urang Jawa tiasa gaduh istri urang Sunda. Pakait sareng carita Gajah mada, Perang Bubat. Susuganan ti saderek sadayana anu ngumpul ngariung dina ieu situs sugan gaduh informasi aya teu pakaitna eta kapercayaan sareng kajadian dina eta Perang Bubat ???. Anu kadua, para saderek sadayana, pernah nguping atanapi merhatoskeun konflik di Kalimantan Barat urang Madura sareng Dayak. Kaleresan sim kuring gaduh rerencangan (urang Garut) nu harita ditugaskeun ka Kalimantan Barat (tugas nu teu pakait sareng konflik) gadus carios nu matak sim kuring janten panasaran. Yen urang Dayak mah tiasa ngabentenkeun ieu urang madura, ieu urang sunda, ieu urang jawa jst. tina bau-na. Rerencangan nu ti Garut teh nyarioskeun yen urang dayak mah nganggap ka urang sunda teh cenah baris lanceuk, sahingga nu ngaranna urang sunda sanajan konflik sakitu parnana teu daek ngaganggu ka urang sunda. Susuganan ieu oge ti saderek sadayana, nurutkeun sasakala sunda kumaha teh jujutanna ???. Hapunten sanes bade ngabedar ego kasukuan mung sim kuring katarik ku sasakala sunda nu dipedar dina ieu situs, dina raraga ngalenyepan jeung nimba elmu ngabuka wawasan. Wassalam …
Hatur nuhun.
Minggu, 21 Juni 2009 @ 16:45
Using
saya mau menghibah kan BENDE MATARAM dari mataram kuno, minat hub: cekopo@yahoo.com
Jumat, 24 Juli 2009 @ 13:43
Using
Malih mah aya nu nyarios yen Sunda teh baheula awlna hiji agama, janten ari kitu mah sunda teh sanes agama hindu atanapi agama budha tapi agama Sunda anu ahirna janten budaya….. ku hadirna agama Islam anu cocok pisan sareng ageman agama Sunda mung langkung paripurna . . . . .
Jumat, 11 September 2009 @ 12:59
Using
Sampurasun
Para dulur ti kabuyutan Pajajaran sing saha anu masih nyimpen jangji (sahadat kisunda) punten tampilkeun kumaha uningana, kantos di aoskeun ku pun aki tapi luput hilap deui teu diseratkeun, upami aya di dulur sadaya punten tampilkeun, hatur nuhun.
Minggu, 1 November 2009 @ 16:33
Using
wah senang dec bisa membaca sejarah dari Kota Bandung Indonesia, tapi sejarah ini sebaiknya menjadi yang kita sikapi lebih baik dari pada sekarang ini.
Selasa, 22 Desember 2009 @ 18:28
Using
Cerita Pararaton dan Kidung Sunda yang dikarang oleh pujangga Bali mengenai Pasundan Bubat adalah karya politis. Karya itu untuk membendung pengaruh perkembangan Mataram. Para pujangga Mataram mengetahui taktik perang pena tersebut. Ia lalu menyusun sejarahnya dengan membuang leluhur Singhasari dan menggantinya dengan leluhur Pasundan (Pajajaran). Lihat, Babad Tanah Jawi. Upaya ini berhasil. Pada masa Mataram efek pena para raja Bali menjadi berkurang.
Para raja Bali membuat perang pena tersebut karena mereka berasal dari dinasti Kediri dan bukan dinasti Singhasari.
Gajah Mada pemersatu Nusantara bukan hidup di masa raja Hayam Wuruk. Melainkan Gajah Mada yang hidup di masa raja Ranawijaya awal. Sumber: Meluruskan Penyimpangan Sistematis Sejarah Majapahit.
Sabtu, 23 Januari 2010 @ 22:41
Using
padjdjaran akan datang lagi…. tapi bukan pdjadjaran yang lama… padjadjaran akan datang dengan padjadajran yang baru yang mengikuti dengan waktu… pesan Eyang Prabu Siliwangi (Sri Rtu Baduga Maha Raja Diraja). kini apakah padjadjaran baru itu sudah muncul…????
Senin, 8 Maret 2010 @ 17:46
Using
urang teundeun di handeulem sieum,urang tunda di hanjuang siang paragi nyokot ninggalkeun,cadu mungkuk haram dempak aing kudu eleh ku sia,sabanda sariksa,sabobot sapihanean,asah-asih-asuh,nulung kanu butuh nalang kanu susah,nyaangan kanu poekeun,ngahudangkeun kanu labuh…tah eta teh bahasa anu bakal jadi bekel keur ngadeugkeun deui nagara sundantara anu nyuksruk ayeuna…bray dulur pek geura pake eta bahasa,lain bahasa ujub tapi warisan digjaya…
Kamis, 20 Mei 2010 @ 15:58
Using
sampurasun
sepi kagembang ku maen facebook sobat-sobat hayu ramekeun deui atuh sok ah….
carita-pilemburan kaluarkeun urang kota sina terangeun seperti… kolanding, talombombong, Dingkul, talebug teh naon?
Boboko, Bakul, said, tebok, tur Aseupan, Hihid, Dulang, jeung Tetenong teh tangtos moal arapaleun
Sok….. ah guar.
Jumat, 28 Mei 2010 @ 20:05
Using
Sampurasun,
Nepangkeun sim kuring kawit mah ti Ranjiwetan kec. kasokandel kab. majalengka. Hoyong ngiring ulubiung din perkawis sajarah sunda. Rumaos salami ieu rada joledar
Senin, 19 Juli 2010 @ 23:15
Using
parunteun ka sadayana,kanu osok akuakuan dina lalakon budak angon tea, gera balalik dei ka asa aranjen, ulah soh ngaku anjen ngartos dina lalakon amanat sunda, mun bade ngirik jeung nging gera aleling kana diri na, komo kasadya na anu ngaku ngalakon nerus keun perjuangan sunda, nucek batur bahwa sunda teh kaya, mun aranjeun saday kanu osok ngalokon dinararagan sunda, sing gera kaparangih jeng dulur bararea, gera teangan ku bararea budak angon teh, atanapi penerus AL MISRI 2, karna ALMISRI2 oge gaduhen budag anu arek nerus ken lalakon bapana,gera teang kabogor mun hayang kapanggih jeng budak sunda, hapunten kasadayana
Kamis, 30 September 2010 @ 16:05
Using
Hatur nuhun pisan kang jay, jujur wae abdi ayena ngarasa era ku diri sorangan, abdi deh urang sunda tapi teu apal kana sejarah sunda…
sangges maca sajarah ki sunda ayeuna abdi ngarasa bangga jadi urang sunda, gening urang sunda teh bahela`na bangsa anu luhur….
tapi ari ayeuna kamarana urang sunda teh atuh? gening ewh caritana? kade ah.. uarang sunda teh ulah jadi si KABAYAN bisi kababayan. ulah ngeraken luluhur urang..
Jumat, 9 Desember 2011 @ 17:19
Using
Sebenarnya,untuk saya,yg menjadi bahan penghayatan adalah Siapa dan kapan munculnya tokoh RAJA PANYELANG itu,tokoh ini ada tertulis pada pantun Silihwangi, atau lazim disebut juga Pantun Padjadjaran, apabila Tokoh Panyelang itu adalah, Para Tentara Belanda, Inggris, Jepang dan bahkan Bung Karno, Rezim Soeharto, dan juga tokoh SBY sekarang inipun sepertinya meraka sudah pula temasuk masa lampau, dalam arti kata mereka adalah yg termasuk Syah dan legal termasuk dalam kategori PENGUASA. Akan tetapi, tampaknya yg dimaksud RAJA PANYELANG dalam Pantu termaksud bukanlah tokoh yg secra syah dapat dipersmakan sebagai Raja Pengganti atau Lord Chancelor atau sesosok atau Badan ataupun Lembaga yg diserahi pel;aksanaan dan Bertanggung Jawab kepada sesuatu Lembaga lain yg memiliki Wawasan dan Kewenanangan yg lebih Luhur daripada Lembaga atau sosok yg memang wajar untuk ‘obok-obok’. Hmmmm… ada apa neeh…. ?