Agustus 2005

Memori Kameraku Rusak

Minggu, 7 Agustus 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 32 komentar »

November 2003 saya membeli kamera digital Nikon CP2100, karena memorinya hanya 8MB saya membeli memori Compact Flash yang lebih besar. Niatnya hanya membeli yang 128MB namun karena stok habis di tokonya dan juga waktu mempet karena harus dipakai segera akhirnya terpaksa membeli CF Visipro 256MB.

Setelah 20 bulan memori tersebut mengalami kerusakan, selain tak yakin bisa ditukar juga saya lupa menyimpan kuitansi pembeliannya. Dicari-cari di dus kameranya juga tidak ada, entah tercecer di mana. Foto yang telah dijepret sudah mencapai 8691 frame, selama 20 bulan jika dianggap 600 hari maka rata-rata sehari saya memotret 14 frame. Baca selengkapnya »

Musical Instrument Digital Interface

Kamis, 4 Agustus 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 42 komentar »

Logo General MIDI

Haree geenee masih maenan MIDI? SWGTL!

Dahulu kala tidak ada namanya rekaman musik, orang menikmati musik dengan menonton langsung di theater. Satu penemuan besar adalah notasi musik dan not balok. Saat itu orang mendokumentasikan melodi dalam not balok supaya orang lain bisa memainkannya dengan benar selain dengan cara mendengarkan lalu memainkan sendiri, tapi tentunya sulit karena tidak seperti sekarang ada kaset, cd audio atau mp3 yang bisa didengarkan maju mundur berulang-ulang untuk menirukan permainan musisi. Baca selengkapnya »

Pameran Buku Bandung 2005

Kamis, 4 Agustus 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 17 komentar »

Seperti biasa, setiap tahun ada pameran buku. Bulan lalu di Jakarta, bulan ini di Bandung. Pameran Buku Bandung 2005 di gedung Landmark jalan Braga, tanggal 2 hingga 8 Agustus 2005. Yuk berburu buku! Baca selengkapnya »

Tempat Nongkrong: Jembatan Paspati

Senin, 1 Agustus 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 33 komentar »

Nongkrong di cable-stayed Jembatan Paspati

Nongkrong sepertinya memang budaya orang Indonesia, karena budaya ini pula tempat-tempat nongkrong yang mahal bisa laku dan dianggap bergengsi seperti kafe-kafe yang mengimpor merek Hard Rock, Starbucks, Oh La La dan lain sebagainya. Tidak hanya yang mahal, tempat nongkrong murah juga banyak, seperti di Bandung di sepanjang jalan Dago tiap hari ramai dikunjungi dan sangat ramai di saat akhir pekan. Semuanya menawarkan tempat nongkrong hingga larut malam dan menjual suasana alam, gaya hidup atau suasana dan suasini. Kita pun harus bijaksana dan bijaksini memilih tempat nongkrong sesuai dengan rupiah di kantong. Baca selengkapnya »