Inggit Garnasih
Senin, 15 Agustus 2005M
10 Rajab 1426H
- Tracking System
- International phone card
Sudah lama jalan Ciateul berganti nama menjadi jalan Ibu Inggit Garnasih. Siapakah dia? Berikut satu artikel yang saya temukan.
Bung Karno dan H. Agus Salim, mereka berpolemik panjang lebar soal poligami. Bung Karno tidak setuju karena dianggapnya poligami adalah perendahan harkat dan martabat kaum perempuan sebaliknya Agus Salim setuju karena pengertian beliau yang mendalam. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu, Bung Karno istrinya banyak sementara Agus Salim tetap beristri satu.
Akhirnya segala sesuatu dikembalikan pada niatnya, yang luar biasa adalah istri Bung Karno, Ibu Inggit. Apabila Bung Karno api maka Inggit kayu bakarnya. Inggit menghapus keringat ketika Soekarno kelelahan, Inggit menghibur ketika Soekarno kesepian. Inggit menjahitkan ketika kancing baju Soekarno lepas, Inggit hadir ketika Soekarno muda membutuhkan kehangatan perempuan baik sebagai Ibu maupun teman. Inggit bagi Soekarno laksana Khadijah bagi Muhammad. Bedanya Muhammad setia hingga Khadijah meninggal sedangkan Soekarno kawin lagi, melangkah ke gerbang istana dan Inggit pulang ke Bandung, menenun sepi.
Dalam kamus hidupnya hanya ada kata memberi tak ada kata meminta. Inggit menjual bedak, meramu jamu dan menjahit kutang untuk nafkah keluarga, sementara Soekarno seperti singa yang mengaum dari satu podium ke podium berikutnya, pikirannya tercurah untuk pergerakan, Inggit yang setia mencari uang. Inggit mencinta karena cinta, tanpa pamrih tanpa motivasi. Suatu malam di jalan Jaksa, kedua pasang mata bertemu, Soekarno berkata “Aku cinta padamu”. Inggit tersipu menunduk dalam-dalam sambil mempermainkan ujung kebaya. Itulah cinta yang dibawakan Inggit dengan mesra, tanpa suara tanpa kata-kata, tanpa bahasa. Kejadian yang sangat lazim dan sederhana tetapi merupakan kejadian penting yang terlupakan oleh segenap bangsa.
Inggit menemani Soekarno yang terlunta-lunta di pembuangan. Jauh di Pulau Ende lalu di Bengkulu, Inggit tetap menemani, merupakan batere bagi kehidupan Soekarno yang menderita. Tetapi di ujung masa penjajahan Soekarno berkata pada Inggit, “Euis, aku akan menikah lagi supaya punya anak seperti orang-orang lain.”
“Kalau begitu antarkan saja aku ke Bandung!” jawab Inggit.
“Tidak begitu, maksudku engkau akan tetap jadi istri utama. Jadi first lady seandainya kita nanti merdeka.”
“Tidak, antarkan saja aku ke Bandung.” jawab Inggit lagi.
Akhirnya Soekarno mengantar Inggit ke Bandung. Kembali tinggal di jalan Tjiateul dan Soekarno balik ke Jakarta. Dalam kesepiannya Inggit selalu berdoa bagi kebaikan Soekarno. Inggit kembali menjual bedak, meramu jamu dan menjahit kutang sebagai nafkah.
Dagangannya dititipkan di toko Delima. Inggit tidak mengeluh. tidak menangis. Demikianlah cinta Inggit pada Soekarno. Cinta semata-mata karena cinta. Tidak luka ketika dilukai dan tidak sakit ketika disakiti, tanpa pamrih tanpa motivasi.
Siang itu aku lewat di Jl. Ciateul yang sibuk dan panas, yang sekarang dinamakan Jl Inggit Garnasih. Tampak sebuah rumah lama dicat baru, katanya disitu dulu Inggit tinggal dan akan dijadikan museum. Aku tengok isinya … kosong melompong. Tak ada yang ditinggalkan oleh Inggit selain satu pelajaran tentang CINTA.
Sumber dan referensi lain (tidak semua terkait langsung):
The Egocentric blog
Media Indonesia Online
Arsip Debritto
Sinar Harapan
Review tentang Bung Karno dari Malaysia
Artikel majalah Times 10 Maret 1958
Senin, 15 Agustus 2005 @ 11:18
Using
pertama!
Jadi Soekarno sebenarnya istrinya berapa sih? baik yang sah secara hukum atau hanya secara agama.
Senin, 15 Agustus 2005 @ 11:22
Using
yang penting reply sih… baca link arsip debritto di atas
Senin, 15 Agustus 2005 @ 11:52
Using
duh… spechless..
Senin, 15 Agustus 2005 @ 12:07
Using
Maaf, maaf, ternyata ada 9 istrinya, saya copy paste dari arsip debritto
1. Oetari
2. Inggit Garnasih (2 anak angkat)
3. Fatmawati (5 anak kandung)
4. Hartini (2 anak kandung)
5. Ratna Sari Dewi (1 anak kandung)
6. Haryati
7. Yurike Sanger
8. Kartini Manoppo (1 anak kandung)
9. Heldy Djafar (ibu dari Maya istrinya Ari Sigit Suharto!!)
Senin, 15 Agustus 2005 @ 13:51
Using
banyak bener… mmhhh..
Senin, 15 Agustus 2005 @ 13:52
Using
berarti sudah 2 orang istrinya yg diabadikan menjadi nama jalan.
atau ada lagi?
Senin, 15 Agustus 2005 @ 13:55
Using
mo taro image gimana yah? sorry yg sebelumnya error..
Senin, 15 Agustus 2005 @ 16:12
Using
#7: cukup daftarkan alamat email yang dipakai buat berkomentar di blog ke gravatar.com
Senin, 15 Agustus 2005 @ 19:08
Using
Kalo Bang Haji Dah Berapa ya istrinya nya?
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 9:30
Using
Ada yang pernah baca diary-nya Sukarno? Aku lupa tapi warna bukunya merah dan kecil. Sarinah apa yah, duh lupa. Itu jaman ketika buku buku Sukarno dilarang dicetak.
Tanpa menghormati rasa hormat, ibu Inggit kan sudah jadi suami orang ketika Sukarno nge-kost di rumahnya di Ciateul tersebut, dan terjadilah affair di sana.
Itu juga kenapa saya dan beberapa teman yang baca buku itu sempat kecewa ketika jalan Ciateul jadi jalan Inggit Ganarsih, kok nama jalan cuman dari wanita selingkuh? Tapi di lain pihak, kepasrahan Inggit Ganarsih menjadi “significant other” Sukarno di masa masa susah memang membuktikan hal lain tentang kekuatan (dan juga kebodohan) cinta:D
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 11:48
Using
#10
kalo jadi sinetron pasti seru tuh, untung gw gak suka sinetron.
Cinta itu buta.
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 12:20
Using
masa sih cinta sebuta itu? mungkin lain dulu lain sekarang yah? kalo sekarang…masih ada nggak ya orang yang punya rasa cinta dan maaf segitu besarnya…
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 13:29
Using
Salam kenal.. loncat2 trus nyasar ke sini:).
Aku tiap hari lewat Ciateul klo mo ke kantor, tapi masih nggak ngeh yang mana rumahnya Bu Inggit dulu. Yang mana sih?
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 15:30
Using
poligami bagian dari sejarah Indonesia:)
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 20:45
Using
Gak konsisten tuh, omongan ama kelakuan….
Rabu, 17 Agustus 2005 @ 0:39
Using
biarlah sejerah mengajarkan kita dan anak cucu, untuk memilah yang baik dan buruk… Salam.. ;)
Rabu, 17 Agustus 2005 @ 10:15
Using
gak penting mana yang polgami atau monogami yang penting semua orang bisa mencintai dan dicintai. lebih banyak orang yang munafik bilang tidak boleh poligami tetapi suka main dengan pelacur atau punya gundik buat kumpul kebo.
Rabu, 17 Agustus 2005 @ 15:35
Using
susah juga klo poligami itu ditentukan laki2. Ngga setuju dengan pendapat 17. Yang hipokrit itu lebih mengabaikan hak wanita. Ups sorry jadi kenceng niii
Kamis, 18 Agustus 2005 @ 18:51
Using
hehehe, kemaren baru dari
ciateulinggit garnasih. dikasih tau alamatnya ada di ciateul, tapi berhubung pelang nama jalan udah direname jadi bingung, “ini kan jalan inggit garnasih”, “bukan, ini ciateul” dst dst. baru ngeh waktu liat di sisi jalan banyak nama usaha yang namanya ‘ciateul’:)Sabtu, 20 Agustus 2005 @ 21:58
Using
#13 sama, dulu selama tinggal di bandung [1990-1999] enggak tau mana rumahnya bu inggit. sampe sekarang pun masih belum tau juga. memang begitulah sejarah presiden kita, pertama wanita, kedua harta, ketiga… ada yang tau lanjutannya?
Senin, 29 Agustus 2005 @ 16:48
Using
Cuma orang yang bernyali tinggi, yang berani punya istri banyak. Jumlah istri dan jumlah anak kandung sama dong ya (9-9). Kira-kira apa pertimbangannya sampai beliau bisa beristri 9? Apakah perkawinan itu adalah merupakan suatu aksi politik ketimbang aksi cinta? Btw, saya suka Sukarno.
Rabu, 14 September 2005 @ 23:28
Using
Sebaiknya Anda semua juga membaca bagian “Inggit Garnasih’s Kuantar ke Gerbang”
dari http://wwwsshe.murdoch.edu.au/intersections/issue10/marching.html
supaya lebih lengkap informasinya.
Salam
Jumat, 30 September 2005 @ 21:03
Using
beginio loh…saya kan mau buat makalah ttg penindasan kaum wanita, boleh minta bantuin nya ga?
Minggu, 1 Januari 2006 @ 16:59
Using
kebetulan saya lagi belajar di international school di jepang. masalahnya orang2 asing yg tau kalo saya orang indonesia pasti suka nanya macem2 tentang poligami. mereka pikir poligami adalah bagian dari budaya indonesia. dan susahnya, saya tambah bingung lagi karena harus menjawab semuanya pake bahasa jepang. hehehe… duuuh… binguuuung….
Kamis, 9 Maret 2006 @ 8:11
Using
poligami itu nga bokeh kalo mau bantu teman cewek masa harus dinikahi ya di tolong dengan cara lain dong kalo dinikahi berarti ada udang dibalik batu ajaran arab jgn dibawa ke indonesia payaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh
Kamis, 9 Maret 2006 @ 9:10
Using
#25: Leluhur orang Indonesia jaman kerajaan dahulu kala ada raja yang mempunyai seribu selir. Soal poligami tak perlu dikatakan budaya Arab.
Rabu, 29 Maret 2006 @ 12:28
Using
gue aja punya 11 istri he he..
Minggu, 2 April 2006 @ 8:50
Using
Begini …………
Presiden pertama kita itu, percaya dengan ajaran dan budaya leluhur kerajaan di Nusantara.
Memang soekarno jago orasi, tentu dari mulutnya banyak keluar bunga.
Apalagi kalau perempuan itu kena bunganya, waduhhh jangan tanya ampun deh….
apalagi Soekarno melihat Sejarah Raja – Raja Jaman doeloe.
yang selalu sukses setelah menambah istri/selir.
Dan sekarang saya juga menatap Soekarno.
Beliau saat punya istri 1, masih bersusah payah menuju sukses, Berikutnya Soekarno menggaet Inggit yang menjadi istri ke-2 dan jalan menuju Presiden semakin terbuka, Soekarno kemudian menyabet gadis muda Fatmawati dan menjadi Presiden pertama sebuah Negara.
Kemudian secara berturut – turut Hartini, Murtini, Yurike. Dengan bertambahnya istri – istri itu bertambah pula kejayaannya di kancah internasional.
Nah saya juga punya kepercayaan seperti itu., kalau ingin sukses tambahlah istri seperti Soekarno. Istri semakin bayak berarti jalan kesuksesan semakin lebar.
Nah silahkan anda akan ikut saya dengan Soekarno atau punya cara sendiri?
Rabu, 31 Mei 2006 @ 12:23
Using
jangan pernah menghina atau mencemooh ibu inggit, karena dialah ibu negara yang sesungguhnya, …..bukan Fatmawati..
karena dialah yang betul – betul seorang ibu pertiwi, ….
dia yang dibuang oleh soeharto dan antek-anteknya ke Pantai selatan, ..karena mengetahui kebusukan soeharto dan istrinya, ….dan ingin mengetahui dimana letak harta soekarno..karna soeharto alias (Slamet Tukimin)
soeharto itu bukan nama aslinya, …tapi sebuah penipuan
yang dilakukannya untuk menduduki indonesia ini, ..ini bukan tipuan atau rekayasa maupun fitnah saya, ..kalau anda ingin tau silahkan datang kepekanbaru, ..disini ada sebuah lembaga Mahkamah Potensi Rakyat…silahkan anda cari tau kebenaran yang sesunguhnya dan kebusukan soeharto alias Slamet Tukimin disini, ….
Rabu, 31 Mei 2006 @ 12:51
Using
#25 Raja2 Inggris kayak Charles II isteri resminya emang 1 tapi Mistress-nya banyak. Salah satu mistress Raja Edward VII itu juga, leluhurnya Camilla, Duchess of Cornwall.
Jadi mendingan mana? Dinikahi sah atau dijadiin selingkuhan ‘doang’.
Jumat, 29 September 2006 @ 17:21
Using
Hormat yang mendalam untuk Ibu Inggit Garnasih. Apa jadinya Soekarno tanpa Inggit?
Kalau ambil analogi dari Dan Brown, mungkin ada istilah Inggit’s Code. Bagaimana dia membuat kode-kode tertentu dari barang-barang yang diantar ke penjara untuk suaminya, yang isinya memberitakan situasi di luar tembok penjara. Seperti, meretakkan kulit telor yang artinya terjadi “penggarukkan terhadap kaum nasionalis oleh pemerintah kolonial”. Atau membuat sandi-sandi dalam Al Quran yang diberikan ke Soekarno dalam sel. Misalnya, dia menaruh tanda di huruf2 tertentu di Quran, yang bila dirangkaikan menjadi sebuah berita. Jenius!
Tahun 1994, ada sintron karya Slamet Rahardjo yang berjudul “Surjo Bulldog”, hasil adaptasi dari buku berjudul sama. Disitu ada adegan kehidupan Soekarno dengan Inggit. Wah, kalau punya duit ingin banget membuat film love story antara Inggit dan Kusno, seperti dalam buku Ramadhan KH, “Kuantar Ke Pintu Gerbang”.
Inggit bukan wanita peselingkuh! Dia ditelantarkan oleh suaminya Anwar Sanusi, yang lebih memilih meja bilyar sebagai istri sahnya. Wajar dong, kalau dia tertarik dengan pria lain. Dan pilihan Inggit tidak salah.
Kamis, 24 Mei 2007 @ 14:27
Using
Siapa yang tahu sebenarnya tentang cerita itu!?., yang tahu adalah para pelaku sejarah dan perilaku jujur, arif dan bijaksana,. Kalau mau tahu beliu sekarang ini masih setia dan memandangi foto-foto Sorkarno, dalam kesediriaanya. Inggit Garnasih masih setia sampai serkarang ……… !!!!!
dengan tidak berdaya …… !!!! tanpa apa2 ……. !!!!!!!!!
Wasss ………
Minggu, 8 Juli 2007 @ 18:07
Using
#29 kalau bisa dimuat saja disini data2 biar yang lain bisa baca tanpa harus ke pekan baru.
Kamis, 29 November 2007 @ 18:51
Using
klw saja cewe-cewe sekarang kaya bu inggit pasti keluarga bisa rukun
bu klw saya hidup d zaman ibu mungkin saya akan kagum dan menaruh rasa hormat
ihhhhh naek bangeut sehhh ibu
Sabtu, 1 Desember 2007 @ 3:58
Using
denger ceritaya seru tar lah gua buat filmnya hehe…
Rabu, 19 Desember 2007 @ 14:39
Using
Antara Inggit Ganarsih (Garnasih?) dan Utari anak HOS Tjokroaminoto itu duluan mana? Aq pernah baca (tapi lupa sumbernya) Bung Karno itu pernah kawin siri dengan Utari ketika masih sekolah dan indekost di rumah HOS Tjokroaminoto …., bener nggak sih ?
Kamis, 17 Januari 2008 @ 18:01
Using
Tulisan dan pemaparan yang sungguh menarik tentang sisi kehidupan sang proklamator dan untuk sisi islamis bung karno saya juga coba merelease di blog BULAN BINTANG MEDIA, silahkan siapa saja bisa berpartisipasi untuk menambahkan fakta mengenai sisi – sisi islamis dan positif Bung Karno..
Salam kenal dan Merdeka !!!
Sabtu, 19 Januari 2008 @ 17:28
Using
ini sebuah kisah manusia…untk seseorang yang mengaguminya
Jumat, 1 Februari 2008 @ 12:25
Using
Aku baca buku “Ku Antar Kau Ke Gerbang”, by : Ramadhan KH
Setelah baca buku itu, bisa dipastikan seorang Soekarno mendapatkan gelar Insinyur dan Bapak Kemerdekaan berkat seluruh perhatian dan perjuangan Ibu Inggit!
Wanita yang setia tapi pantang di madu..itu sebabnya, Bu Inggit nggak mau jadi 1st lady. Suatu prinsip yang hebat..dan patut di tiru!
Bung Karno menceraikan Bu Inggit untuk menikahi Fatmawati, yang notabene adalah juga Anak angkat dari Ibu Inggit dan Soekarno. Kemudian, pada saat menikah, mereka (Bung Karno dan Ibu Fatmawati) juga telah meminta doa restu Ibu Inggit.
Ibu Inggit merestui mereka dan berpesan kepada Fatmawati untuk menjaga Bung Karno dan bisa melahirkan anak-anak keturunan Soekarno.
Ternyata, seorang laki-laki hebat seperti Bung Karno, takluk dengan wanita dan percaya akan kesahajaan seorang wanita. Meskipun beliau pecinta wanita, tetapi dari 9 istri yang dinikahinya, tidak ada satu pun yang menyesal dan sakit hati telah menikah dengan Bung Karno. Laki-laki Hebat…
Sabtu, 23 Februari 2008 @ 3:04
Using
HIDUP BUNG KARNO!!!!!!
Senin, 25 Februari 2008 @ 15:27
Using
rekan2… profil ibu inggit sangat penting buat negeri ini, karena ada sisi kelam, putih dan abu2… kenapa sangat penting? jelas, karena menyangkut dengan kehidupan seorang tokoh utama di negeri ini.
kalau rekan2 mau saja bersabar untuk tidak banyak berkomentar dulu, sebaiknya baca referensi ,cerita2 dari berbagai versi buku2 ttg inggit maupun ttg soekarno.
disana ada berbagai warna cerita hidup. yg pasti, seru.
buku2 nya banyak koq di gamedia atw di toko buku lainnya.
kebetulan, tadi malam,saya menghadiri talkshow di jl.inggit garnasih (ciateul), “mengenang 120 th inggit garnasih”… disana dibahas ttg profilnya. ada juga pihak keluarga ahli warisnya.
TOLONG, BACA,.. BACA DAN,…. BACA…..
anda akan mengalami gerakan di perasaan anda ketika membacanya,… rasa getir, lucu, romansa,tegang, bahagia, bangga, dsb,dsb….
sejarah kita, ternyata ga kalah seru dengan cerita lainnya.
=roche=
Senin, 25 Februari 2008 @ 15:30
Using
buat kang iwan satyanegara,
greget ya,pengen bikin film nya bu inggit????
kita usahakan yu?
saya sih optimis bisa terwujud.
=roche=
081322266111
Jumat, 2 Mei 2008 @ 15:11
Using
Ada yang tau gak, klo bung karno punya anak yang namanya MAS LUKMANA? dan beliau dari kecil dikejar antek2 slamet tukimin karena beliau ini pemegang MASTER KEY untuk penyelesaian aset2 RI tercinta ini…..
MAS LUKMANA:V.C.CODE FAMILY 045.T.001.C.45
Selasa, 15 Juli 2008 @ 2:49
Using
tolong dong kasih info kebenaran ttg slamet tukimin, apakah itu nama aseli presiden kedua kita. ngomong2, aku juga mau polygami loo.. wah, tambah mesra donk… bisa berganti2. soal hueneknya, tak kan terlupakan. saol lain2 menyusul deh..
Jumat, 28 November 2008 @ 19:30
Using
inggit… nama yang indah seindah kisahnya… terlepas bnyk orang yg mencemooh tp aq suka,pejuang yg tanpa pamrih,tp Tuhan tau… siapa pejuang sebenarnya, dan aq sedikit faham kenapa ayahq kasih nama yg sama,Mungkin Beliau ngeharepin aq bs jd sosok seperti Ibu INGGIT kali ye…he he he @miiin….
Selasa, 16 Desember 2008 @ 5:45
Using
menurut teman-teman apakah Ibu Inggit Garnasih pantas dijadikan sebagai pahlawan nasional? hal ini saya tanyakan karena ada isu bahwa Ibu Inggit akan diajukan sebagai pahlawan nasional. kalau teman-teman berkenan, hadirilah Seminarnya di Museum Sri Baduga Bandung (saya lupa alamatnya) tapi yg pasti di daerah Tegallega Bandung. Hari Senin, 22 Desember 2008 jam 08.00 WIB.temanya ” Pengajuan Ibu Inggit Garnasih Sebagai Pahlawan Nasional”. tentunya dalam seminar tersebut akan diterangkan bagaimana kriteria seseorang dijadikan pahlawan nasional dan tentang ibu Inggit Garnasih sendiri.
Rabu, 24 Desember 2008 @ 11:33
Using
setuju sekali,,, dan bikin film perjalanan sukarno dr jaman di bdg,, saat sering ngeceng noni2 blondi+mojang bdg yg memesona,,hingga bu inggit sbg istri,,lalu dipenjara,dibuang, dan merdeka,, kalo film ada sih kemaren “cinta fat” itu subyektif bgt,,keliatan yg bikin tuh kurang ngerti sejarah,,,,
Selasa, 7 Juli 2009 @ 15:18
Using
Saya mengakui dan setuju bahwa Ibu Inggit memiliki peran yang sangat besar bagi seorang Soekarno. Walau perkawinan mereka tidak menghasilkan anak, tetapi bagi semua pemerhati Bung Karno Ibu Inggit adalah istri yang paling berarti bagi Bung Karno ( saya yakin anak-anak Fatmawati pasti tidak setuju ). Ibu Inggit menghabiskan sisa umurnya di rumah sederhana di jalan Ciateul Bandung dengan menyimpan cintanya kepada Bung Karna tanpa harus memilikinya. Sedang bagi Bung Karno, Ibu Inggit hanyalah salah seorang wanita dalam hidupnya sebagaimana dengan Fatmawati ( yang memberinya 4 orang anak ) tetapi kemudian diceraikannya, begitu juga Haryati cs.
Tetapi membandingkannya dengan seorang Khadijah adalah sangat-sangat berlebihan. Kahdijah sebagai seorang pengusaha kaya yang ditaati oleh pegawai-pegawainya harus menanggung penderitaan dan menjadi sakit-sakitan sehingga meninggal di pengasingan dalam keadaan susah dalam pengabdiannya bagi suaminya saw. Kultur sosial pada waktu itu mendukung seseorang yang terpandang untuk memiliki beberapa istri ( tidak dibatasi jumlahnya ) tetapi Rasulullah saw tidak pernah melirik wanita lain dengan alasan apapun. Bahkan sesudah wafatnya Ibunda Khadijah ra, Rasulullah tidak mendekati wanita lain kecuali setelah dipaksa oleh para Shahabatnya agar ada yang merawat beliau baru beliau menikah lagi.
Setelah wafatnya Khadijah, Rasulullah tidak pernah berhenti mencintainya walaupun beliau telah memiliki beberapa orang istri. Rasulullaw saw pernah menegur salah seorang istrinya yang bernaman Aishah karena mengelurkan kata-kata yang menyinggung Khadijah, Aishah mengatakan:”Mengapa engkau masih memikirkan perempuan tua itu, padahal Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik?”. Rasulullah menjawab:”Allah tidak akan menggantikannya dengan yang lebih baik, dia beriman pada waktu semua orang mengingkariku……..”. Bagi Rasulullah saw, Khadijah adalah belahan hatinya yang tidak dapat tergantikan.
Mohon ma’af kalau ada yang kurang berkenan.
Hozz
Kamis, 8 April 2010 @ 16:26
Using
YAAHH APAPUN KOMONTAR ORANG, YANG JELAS IBU INGGIT SOSOK WANITA YANG PERNAH MENDAMPINGI TOKOH BANGSA DENGAN TULUS TAMPA PAMRIH… ,..
Selasa, 27 April 2010 @ 4:09
Using
Wow.. baru tahu yang namanya Inggit.
Kamis, 3 Juni 2010 @ 1:05
Using
klo aq dah ngrasakn spt bu inggit….tp untungnya blm nikah ama tuh pria….alhamdulillah…pria itu sukses setlh brpisah dgnqu….doa2q sll kupanjatkn utk dia…
Kamis, 15 Juli 2010 @ 10:24
Using
Didalam sana selain peninggalan cinta, mungkin masih ada yang lain, paing gak sidik jarinya…. hehe kok jadi kaya TKP aja.
Sabtu, 11 September 2010 @ 14:28
Using
Kalau Pak Soekarno melakukan Poligami ternyata membawa Bangsa kita merdeka…apa salah?????. Bu Inggit menjadi salah satu wanita yang mendapat tempat yang baik disisi Allah… itu sudah jelas…..
Kamis, 9 Desember 2010 @ 15:31
Using
semua orang yang suka pasti menyanjung demikian juga orang yang tidak suka pasti menghina, yang penting kita harus tahu setiap insan yang baik pasti ada kekuranganya dan insan yang bejatpun pasti ada secercah kebaikaN. SEMOGA BELIAU MENJADI ORANG YANG IKHLAS KARENA 4JJI TANPA PAMRIH DAN DIAMPUNI SEGALA KHILAFNYA.
Rabu, 6 Juli 2011 @ 13:06
Using
Dalam tradisi Hindu ada pemahaman bahwa wanita adalah shakti dari seorang pria. Karena itulah mengapa ada ungkapan dibalik suksess seorang pria selalu ada seorang wanita dibelakangnya. Demikian halnya tentang Sukarno. Kita tidak boleh membuat pernyataan bahwa seorang Sukarno besar hanya karena seorang Inggit Ganarsih, karena seorang besar karena pendidikan yang diterimanya sejak dia dilahirkan. Kita juga harus mengakui kebesaran seorang Sukarno juga adalah hasil dari didikan oleh Ibu kandungnya. Tapi ketika bangsa ini melupakan Ibu Inggit Ganarsih dan mengagungkan sosok Fatmawati itu juga tidak benar.
Inggit Ganarsih diangkat jadi pahlawan nasional bagi saya itu sangat masuk akal. Dalam hal ini kita tidak bisa menilainya dari sudut pandang mantan istri Sukarno tetapi sebagai seorang laskar wanita yang berjuang membebaskan Indonesia dari penjajah dengan cara yang sangat unik (kurir pejuang indonesia merdeka) tapi jika saat itu dia tertangkap pastinya hukuman mati akan diberikan padanya. Tapi saya yakin Ibu Inggit juga tidak terlalu peduli dengan gelar Pahlawan Nasional seperti halnya ketidak pedulian beliau dengan gelar First Lady
Tapi teman-teman coba lihat foto Sukarno ketika bertemu dengan Ibu Inggit Tua di http://galikano.multiply.com/journal/item/35. Saya tidak tahu menjelaskankan tapi pandangan Sukarno bagi saya sangat luar biasa, seperti sedang memandang seorang malaikat. he..he.. itu pendapat saya.
Salam Indonesia