Sarsilah Patempatan di Bandung

Kamis, 11 Agustus 2005M
06 Rajab 1426H

Tadi sempat menonton TV Bandung, kebetulan ada acara dialog yang dibawakan oleh pimpinan stasiun TV tersebut, H. Us Tiarsa. Dialog mengetengahkan Silsilah Penamaan Tempat di Bandung. Ditemani tiga orang tokoh, yaitu seorang sejarawan Dede Kosasih, seorang ahli Geografi (lupa namanya) dan seorang akademisi dari UPI –Universitas Padahal IKIP– yang juga lupa namanya.

Acara cukup menarik karena berkaitan dengan kesemrawutan nama-nama tempat di Bandung yang disampaikan dalam Bahasa Sunda. Bapak Direktur TV Bandung ngabuka dialog, maparkeun kaayaan patempatan di Bandung nu dijéntrékeun ku para pakar asal muasalna atawa sarsilahna, sarsilah tina kaayaan biologis, geografis dugi kana sosialna. Anu lancar babasan Sundana ngan Bapa Tiarsa jeung sejarawan Bapa Dede Kosasih, nu dua deui rada tipaparétot, mani siga nu hésé nyarios Sunda téh. Eh, katerusan maké Basa Sunda…:D

Dimulai dari asal-usul nama Bandung akademisi UPI merupakan nama dari mitos Sangkuriang, diperjelas secara geografis dan diperkuat oleh sejarawan tentang kaitannya dahulu istri the founding father kota Bandung suka berlayar-layar di sungai Citarum hingga harus dibendung.

Dialog berlanjut dengan paparan nama-nama tempat yang memiliki kesamaan pola, seperti Rancabadak, Rancasari, Rancahérang, Rancabolang dan ranca-ranca lainnya yang secara geografis dahulu kala wilayah itu adalah ranca (rawa), Sékéjati, Sékéloa dan séké-séké lain yang bermula dari dikenalnya sebagai tempat keluarnya mata air (séké), juga Bojongsoang, Bojongkonéng dan bojong-bojong lain yang merupakan sebutan kepada kondisi geografis. Contoh lainnya adalah Pasirpogor, Pasirimpun dari pasir (bukit), Babakan Ciamis, Babakan Sari dll dari kata babakan (tempat yang baru diolah/dibuka menjadi permukiman), Leuwipanjang, Leuwisari dari kata leuwi (bagian sungai yang mengalir tenang dan cukup dalam) jeung sajabana.

Faktor sosial juga sering dijadikan dasar membuat nama tempat, seperti tanjakan Émén (konon si Émén meninggal dunia di tanjakan tersebut, entah karena apa), Curug Aléh di dekat studio/workshop Nyoman Nuarta Sarijadi (konon Si Aléh kepleset di dekat air terjun tersebut) dan lain-lain.

Pengaruh luar pun seperti dari budaya Melayu masuk, seperti nama Ujung Berung tapi tidak Tungtung Berung, euh lupa lagi contoh lainnya.

Dialog mengalir ke penamaan jalan yang mulai nggak beres, dari yang asalnya berkelompok dan berpola mulai berantakan dengan nama-nama jalan baru seperti yang cukup saya benci adalah jalan-jalan di Margahayu yang menggunakan nama planet, planet hanya ada sembilan, itu pun tidak termasuk Bumi. Juga sempat dibahas tentang penamaan jalan dari nama pahlawan atau tokoh. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun –mungkin belasan tahun– untuk orang terbiasa mendengar nama jalan R.A.A Wiranatakusumah daripada jalan Cipaganti, atau jalan Kyai Ahmad Dahlan daripada jalan Banteng. Hayo, jalan Wahid Hasyim ada di mana?

Bandung beuki heurin ku tangtung, tapi tetep kolot mah pasti nitah anakna geura gede, geura jangkung, geura sakola di Bandung. Asal ulah mulung puntung nya!

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

40 komentar untuk catatan 'Sarsilah Patempatan di Bandung'

  1. #1
    gravatar

    Duh, baca postingan ini jadi pengen balik ke Bandung. Suka jalan2 juka ke sekeloa, sekejati.. baru tau kalo itu ternyata nama tempat keluarnya air mata, eh mata air..

    Nice post.. salam kenal ya. Aku ga sengaja lagi review kamera, baca berita kameranya rusak tapi bonnya ilang, bener engga sih? Apa ada Jay yang lain.. he..he..

    Prosst…….

  2. #2
    gravatar

    ngomong2x tentang bojong, nenek saya dulu di bojong kacor a.k.a awiligar a.k.a cikutra. Dan nenek satu lagi ada di sari jadi, tapi kenapa orang banyak nyebut pastur/pasteur. kan pasteur mah dimana, sari jadi dimana.. jadi suka bingung kadang2x. mungkin dinamain pastur, dulu banyak pastur yang tinggal di situ.

    terus dulu punya temen yang suka nyebut “cigondewah” sama “legok hangseur”. emang bener ada gitu tempat yang namanya seperti itu dua tadi. mungkin dinamain “legok hangseur”, karena masyarakat disitu pada suka kencing sembarangan, jadi ajah pada bau hangseur.. =)

    word…

  3. #3
    gravatar

    jadi makin mengenal bandung nih
    lebih ngeh lagi setelah tau dr blognya jay..
    jadi ranca = rawa
    seke = mata air
    babakan = tempat pemukiman
    dan pasir = bukit
    hehehehe thx

  4. #4
    gravatar

    Yulian/jay bego!
    blog jelek kayak kini dibilang bagus!

  5. #5
    gravatar

    Kalau jalan dengan nama pahlawan dibalikin ke nama tradisional, ntar dibilang nggak menghargai jasa para pahlawan, hwa ha ha ha ha. Aku dulu punya usul (dan sempat dibahas di Pikiran Rakyat): jalan yang bolong2 dinamain aja pakai nama walikota sama gubernur. Jadi (waktu itu) Jl Aa Tarmana dll:). Wahid Hasyim teh di Kopo yach — cmiiw. Tau nggak Jl Arif Rahman Hakim? Haha:). Keep Bandung unique euy!

  6. #6
    gravatar

    #2: Cigondewah ada di Cimahi, kalo Legok Hangseur entah di mana. Pasteur jadi nama jalan karena di situ ada Lembaga Pasteur (Biofarma) dan di sekelilingnya nama jalan para dokter seperti Eyckman, Otten, Rajiman dll.

    Jalan Djundjunan termasuk baru (tahun 1980-an jalan favorit untuk lari pagi di minggu pagi sebelum ada pintu tol), orang menyebutnya Terusan Pasteur, tapi terusannya jauh lebih panjang dari jalan Pasteur-nya sendiri. Sarijadi, Sarimanah, Sariasih dll mah daerah rumah saya.

    #5: euuu, jalan Arif Rahman Hakim di mana?

  7. #7
    gravatar

    Ini nama-nama jalan baru:
    Jalan Cipaganti menjadi jalan R.A.A. Wiranatakusumah
    Jalan Pasirkaliki menjadi jalan H.O.S. Cokroaminoto
    Jalan Kiaracondong hingga Terusan Kiaracondong menjadi jalan Ibrahim Adjie
    Jalan Ujung Berung (dari terminal Cicaheum, Sindanglaya, Sukamiskin, Ujung Berung, Cipadung hingga bundaran batas kota Cibiru) menjadi jalan A.H. Nasution
    Jalan Raya Kopo menjadi jalan Wahid Hasyim
    Jalan Ciateul menjadi jalan Inggit Garnasih
    Jalan Banteng menjadi jalan Ahmad Dahlan

    Lengkapi ya!

  8. #8
    gravatar

    Rumah Sakit Ranca Badak sekarang jadi RS. Hasan Sadikin
    termasuk ngaco enggak:)

  9. #9
    gravatar

    #8: buat saya tidak masalah nama bangunan diganti dengan nama tokoh/pahlawan, sangat wajar. RS Rancabadak menjadi RS Hasan Sadikin nggak ngaco, dan kenyataannya masih banyak kok yang menyebut RS Rancabadak.

    Yang membuat bingung adalah ada Margahayu di Kopo di Bandung Selatan dan Margahayu Raya di Bandung Selatan-Timur, sama-sama Margahayu, atau jalan nama-nama burung di Bandung Barat (Elang, Rajawali, Garuda dll, nama burung-burung buas) dengan jalan-jalan di dekat Gasibu (Japati, Tikukur, Tilil, Caladi dll, nama burung imut-imut), soalnya ada jalan dengan nama burung yang imut-imut ternyata lokasinya di seputaran Elang, lupa nama jalannya.

    Oh ya, di Sarijadi ada jalan Perintis, jangan tertukar dengan jalan Perintis Kemerdekaan di Viaduct.

  10. #10
    gravatar

    Sarsilah itu slaah keitk? Bukannya silsilah?

  11. #11
    gravatar

    #10: sarsilah pada Basa Sunda itu seperti silsilah pada Bahasa Indonesia

  12. #12
    gravatar

    Nama jalan di dekete batas berupa nama burung Raptor (yaitu burung pembunuh, kebanyakan keluarga elang). Tapi garuda ama rajawali teh harusnya mah sama, elang juga sama saja dengan rajawali..jadi bingung saya…

    Ada yang tau apa arti jalan “BRAGA”?

    Abdi sabadami jeung kang Jay, ngaran jalan di bandung kedahna mah nganggo bahasa anu kacangkeum ku masarakat. Sapertos jalan Dago, nyebut jalan IR, H. Juanda mah kapanjangan..hese mun nganggo angkot.

    Ngartos lain? Heheheh…

  13. #13
    gravatar

    #12 Iya bingung, oh inget, dulu ceritanya mau ke jalan Kiwi, sudah muter-muter dan punten-punten di sekitaran Telkom/Surapati, eh tahunya jalan Kiwi ada di seputaran Elang:(

  14. #14
    gravatar

    Dulu pas P2M di garut ada yang bilang kalo artinya CIJERAH itu JEJERNA SAJARAH di acara itu dibahas ga om?

  15. #15
    gravatar

    asal kata “dago” ga dibahas?:)

    trus jay bener ga katanya di jawa barat ga ada jalan gajah mada, di jawa lain ga ada jalan pajajaran?

  16. #16
    gravatar

    saritem dibahas teu?:P

  17. #17
    gravatar

    Dupi jalan martadimana teh dinata?:D

  18. #18
    gravatar

    #14, #15, #16: nggak banyak yang dibahas kok.

    Ember, di Bandung memang nggak ada jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk.

  19. #19
    gravatar

    #7
    kirang satuju upami Jl. Banteng janten Jl. K.H. Achmad Dahlan
    Jl. Banteng Kecil janten naon atuh? janten Jl. Dahlan Kecil? heheheh heureuy ah

    robah robih nami jalan atanapi tempat teh sok matak lieur upami ditaros ku wisman/wislok atanapi urang bandung coret. contona
    “Punten bade tumaros. Dupi Jl. Martadinata teh di manten nya?”
    “oh, teras we bu, upami pendak Hotel Horison, parapatan anu ka kanan eta Martandinata”

    tuluy we si Ibu teh, si horeng kakara nyadar yen Martadinata teh lain Martanegara
    halah, karunya si Ibu!

  20. #20
    gravatar

    #7
    sebelum dikenal sebagai jalan Pasirkaliki, seingat saya sampai tahun 1976 jalan tersebut bernama Jalan HOS Tjokroaminoto. jadi dikembalikan ke nama asalnya

    #12
    Braga itu artinya kira2: “di pinggir sungai”. dulunya disebut BragaWeg alias “jalan di pinggir sungai”

  21. #21
    gravatar

    #20: berarti saya baru tahu kalo jalan itu dulunya HOS Tjokroaminoto, bukan Pasirkaliki

  22. #22
    gravatar

    Jalan Ciumbuleuit jadi Jl. Kiss Mother Leuit…nya

  23. #23
    gravatar

    Hey! Margahayu yang jalan2nya pake nama planet itu rumah gue tauk! hahaha..
    Halo Jay, pa kabar? udah sering gue ke blog ini tp br sekali ini kasih komen:D

  24. #24
    gravatar

    Satuju Jay, nama jalan di Margahayu bikin lieur … masalahnya selain nama planet juga ditambahin dengan angka romawi …
    Wen, jangan marah ya:)

  25. #25
    gravatar

    http://www.bandung.go.id/dinbinamarga/daftarruasjalan.htm

  26. #26
    gravatar

    #24: sebelum angka romawi (sampe belasan ya?) ada “utara, selatan, barat dan timur” dulu

  27. #27
    gravatar

    Kalau Jl. Singosari ada juga di Pharmindo.

  28. #28
    gravatar

    udah liat plang penunjuk jalan di jalan surapati dan suci?, di plangnya di tulis (kalo dari surapati): kiri taman pahlawan, lurus phh.mustofa, kanan HR PHOTO!, teu kira2 petujuk jalan dikasih nama kayak gitu. harusnyakan kanan jalan pahlawan. lol

  29. #29
    gravatar

    Bagi rekan-rekan yang ingin tahu lebih jelas perkawis Sarsilah ngaran patempatan di Tatar Sunda, bisa diakses di Sundanet.com. Trims

  30. #30
    gravatar

    Nu kedah diperhatoskeun Ujung berung, sanes Tuntung Berung, sanes dibahasa Malayu tapi perkawis GEOGRAFIS sapertos UJUNG jaya, TANJUNG sari, TANJUNG kerta, TANJUNG anom sapertos BOJONG loa, BOJONG soang jeung sajabina. Portland OR.

  31. #31
    gravatar

    jalan kinanti dimana sih?

  32. #32
    gravatar

    Punten, abdi teh urang jogja. Mau nanya, Lanud Sulaeman di Margahayu teh di jalan apa ya? (kalau bisa kasih alamat lengkapnya). Terima kasih….

  33. #33
    gravatar

    #32: Lanud Sulaeman di jalan Kopo, sekarang bernama jalan K.H. Wahid Hasyim. Jika keluar dari pintu Kopo tol Padaleunyi belok kanan ke selatan.

  34. #34
    gravatar

    mau nanya ada yang tau sejarahnya jalan asep berlian di cicadas ga?? n apakah rekan2 mengkategorikan asep berlian sebagai sebuah legenda…terima kasih

  35. #35
    gravatar

    saya pertama kali berkunjung ke sini…
    saya suka sama Artikel2nya…
    Makasih udah memberikan tambahan Ilmu buat saya..
    Makasih banyak….

  36. #36
    gravatar

    Yang pasti Sungai terpanjang di dunia ada di Bandung.. sungai cikapundung melintasi Asia-Afrika tuh :D

  37. #37
    gravatar

    duh belum sempet baca semuah.. *bukmark blognya* heiheihei..

  38. #38
    gravatar

    kaleresan pisan kang jay, nembe kamari aya nu naroskeun hartosna babakan ka abdi…hatur nuhun janten uninga ayeuna abdi….legok hangseur upami teu lepat mah daerah nyengseret..

  39. #39
    gravatar

    punten atuh pangjejerkeun oge sajarah cicaheum. misalna poto cicaheum tempo dulu..gaduh teu..??

  40. #40
    gravatar

    ikut nimbrung nih, kalau nggak salah :
    1. Legokhangseur dulu adanya di sebelah Bioskop Karapitan Jl Karapitan (dulu), disitu ada sungai kecil, posisi tanahnya memang menurun (Legok=bhs sunda)
    2. Jl Braga ada yang menafsirkan dari bhs Sunda Baraga yang artinya gundukan tanah/tanggul dipinggir sungai (Cikapundung). Kalau diperhatikan memang jL Braga itu di tepi sungai Cikapundung aslinya. Wallahuallam.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.