Memori Kameraku Rusak
Minggu, 7 Agustus 2005M
01 Rajab 1426H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
November 2003 saya membeli kamera digital Nikon CP2100, karena memorinya hanya 8MB saya membeli memori Compact Flash yang lebih besar. Niatnya hanya membeli yang 128MB namun karena stok habis di tokonya dan juga waktu mempet karena harus dipakai segera akhirnya terpaksa membeli CF Visipro 256MB.
Setelah 20 bulan memori tersebut mengalami kerusakan, selain tak yakin bisa ditukar juga saya lupa menyimpan kuitansi pembeliannya. Dicari-cari di dus kameranya juga tidak ada, entah tercecer di mana. Foto yang telah dijepret sudah mencapai 8691 frame, selama 20 bulan jika dianggap 600 hari maka rata-rata sehari saya memotret 14 frame.

Kerusakan total terjadi hari Sabtu kemarin saat kopdar bersama Nugi, Priyadi, Endhoot, Fajri dan Febz. Niatnya hasil skrinsot saos di atas ibook Fajri hendak ditransfer ke notebook Priyadi dengan menggunakan kamera digital Endhoot Nikon CP2000 menggunakan kabel USB. Pertama, Thinkpad Priyadi tak bisa mendeteksi USB storage kamera, kemudian di ibook-nya Fajri juga tidak terdeteksi dan akhirnya LCD kamera Endhoot menampakkan tulisan “WARNING! This card cannot be read”, juga ketika CF dikembalikan ke kamera saya menampakkan pesan yang sama.
Saya coba recover dengan melakukan partisi dan format ulang tapi tetap error FAT-nya.
Sampai akhirnya komputer pun menyerah.
# fsck.vfat -av /dev/sda1
dosfsck 2.11, 12 Mar 2005, FAT32, LFN
Checking we can access the last sector of the filesystem
Boot sector contents:
System ID " "
Media byte 0xf8 (hard disk)
512 bytes per logical sector
8192 bytes per cluster
1 reserved sector
First FAT starts at byte 512 (sector 1)
2 FATs, 16 bit entries
63488 bytes per FAT (= 124 sectors)
Root directory starts at byte 127488 (sector 249)
512 root directory entries
Data area starts at byte 143872 (sector 281)
31436 data clusters (257523712 bytes)
32 sectors/track, 16 heads
32 hidden sectors
503264 sectors total
Both FATs appear to be corrupt. Giving up.
Dan saya pun menyerah.
SCSI device sda: 503808 512-byte hdwr sectors (258 MB) sda: Write Protect is off sda: Mode Sense: 43 00 00 08 sda: assuming drive cache: write through sda: unable to read partition table
Dan ini adalah frame terakhir, frame ke-8691, memotret tumpukan buku di Pameran Buku Bandung 2005

Popularity: 7% [?]
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 2:13
Biasakan untuk TIDAK menghapus atau melakukan format sebelum penuh flash memory-nya. Kalau sudah penuh, lakukan Erase All. Baru kalo ada corruption, lakukan format.
Kalo saya sih, lebih suka pakai MicroDrive
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 3:05
Hohohohoho …
ternyata mas Jay nglembur malam ya?
kena inso mas?
Camdig? mmm .. cukup pake kamera hape me aja.
neway kalo nyerah gimana bang?
dicariin “adek” tuh camdig?
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 6:47
ketumpahan sambal juga jay?
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 8:49
Kompact Flash emang paling cepet R/Wnya, tapi pengalamanku CF paling gampang rusak juga
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 9:00
#4: paling gampang rusak sih smartmedia
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 12:01
#4 paling gampang rusak ya Smart Media, tekuk dikit, jebol langsung. Kena ESD, kebakar langsung.
Mungkin anda claim CF adalah paling mudah rusak dari pengalaman anda, bisa jadi karena di lingkungan kita, CF adalah yang paling ada di mana mana
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 12:55
cf itu yang besar kan…?
kalo ga salah dia rusak biasanya karena habis masa pakai…
berapa ribu kali read write gitu… lupa lagi…
pernah baca di majalah tentang umur pakai cf….
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 17:01
#7 Gak cuman CF kok, semua flash memory pasti akan tewas setelah cycle umurnya terpenuhi. Mau SM, SD, mini SD, MC, RS-MC, XD, dsb. Itu memang naturenya flash memory. Makanya untuk menghemat umur, saya posting #1.
Kalau saya sendiri untuk MP3 player yang sering hapus dan ganti isi, saya lebih suka teknologi MicroDrive. MicroDrive ini biarpun form factornya CF, tapi isinya hard disk, bukan flash memory.
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 19:46
#8, kalau memang mau irit life cycle-nya, justru jangan erase all, tapi format. biasanya kamera melakukan quick format, gak sampai 2 detik juga kelar. karena yang dilakukan itu quick format, dia cuma melakukan zeroing FAT-nya aja, lebih irit proses baca tulis.
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 20:05
Saya juga biasanya tak format tiap penuh CF dan bukan delete all. Pake Lexar or Scandisk aja
Minggu, 7 Agustus 2005 @ 20:26
delete all bisa memperpendek umur kartu, mending pake quick format
Senin, 8 Agustus 2005 @ 0:30
#9 #10 #11. I got your idea, Quick Format lebih baik daripada Delete All karena zeroing FAT hanya akan me-recycle beginning area.
Tapi di-sisi lain, tetap berlaku sebaiknya Quick Format pun dilakukan hanya ketika card sudah penuh. Terlalu sering Quick Format juga akan wearing out beginning area, yang kalo sudah rusak, berarti the whole card rusak juga kan?
Senin, 8 Agustus 2005 @ 10:09
#12, jawabannya cuma “welcome to digital” aja
Senin, 8 Agustus 2005 @ 10:51
Setelah CF di-fsck, lalu diformat di card reader, juga diformat di kameranya langsung, dicek lagi FAT masih error, kemudian saya banting (kalau diinjek jadi kotor kena sepatu) lalu saya simpan.
Tadi saya buka lagi pake card reader, eh bisa. Terus dipasang lagi ke kamera dan motret-motret. Dibaca lagi di card reader, transfer, eh bisa! (satu dua file memang ada yang korup)
*gubrak*
Senin, 8 Agustus 2005 @ 13:31
14# nah lho…
enigma donk jay?
Senin, 8 Agustus 2005 @ 14:45
jadi, lain kali kalo CF rusak, tinggal dibanting…
perlakuan ini sudah banyak dibuktikan untuk alat elektronik lainnya ™.
Senin, 8 Agustus 2005 @ 16:01
#14 udah pakai *gubrak*, berarti udah dibanting 2 kali dong? Coba lagi gih.
Resep resep penyembuhan extreme yang lain:
a. Therapy dingin: masukkan ke freezer 30 menit
b. Therapy panas: di microwave kecil 2 menit
Coba mana yang berhasil
Selasa, 9 Agustus 2005 @ 13:53
Hi Pake Kamera HP Dulu kali ya.
Rabu, 10 Agustus 2005 @ 11:41
Memori kart sing paling top yo Olympus XD card
Sabtu, 13 Agustus 2005 @ 22:58
Rasain lu.
Makanya lain kali jangan sok pamer.
Ni orang sombong banget sih!
Senin, 22 Agustus 2005 @ 9:15
Memori Compact Flash merk Sandisk saya, 64 MB, pernah rusak. Lalu saya tukar ke distributor resminya di Jl Gunung Sahari Jakarta. Dan akhirnya bisa mendapatkan memori yang baru, karena CF Sandisk punya warranty life time. Entah kalau Visipro, sebaiknya coba hubungi distributor Visipro saja.
Sabtu, 27 Agustus 2005 @ 17:07
innalillahi…
kacian..untung baru memory kamera yah.. bukan memory..kepala
tabah ya nak..!
Rabu, 14 September 2005 @ 1:17
Kebetulan dalam beberapa minggu terakhir ini ada sekitar 15 Flash Disk yang sudah selesai saya perbaiki. Jadi, bagi siapa saja yang meerasa Flash Disk-nya bermasalah (rusak berat/ringan), silahkan kontak saya (ery.sitorus@gmail.com).
—-
Eryanto Sitorus
Selasa, 20 September 2005 @ 9:12
eh..
kalian2.. aku mau nanya nih…
harga xd card emang lebih mahal ya, dibanding ama memory laen…
salam kenal
el_yasir@yahoo.com
Minggu, 20 November 2005 @ 23:22
[...] Selain kerusakan digital pada memori Compact Flash-nya, kamera digital saya sempat mengalami kerusakan pada cantolan pengunci batere (dua buah batere tipe AA) sehingga meskipun wadah batere bisa ditutup tapi masih terlihat menganga sehingga harus ditahan dengan selotip atau ditahan dengan bantuan alas pada mini-tripod. [...]
Senin, 13 Februari 2006 @ 8:56
Dear All…
Saya sedang butuh Smart Media Card, barangkali ada rekans yang tahu di mana saya bisa dapatin di Jakarta. Thanx sblmnya.
Rabu, 4 Oktober 2006 @ 13:10
h…m salam kenal !!
saya mao nanya nich, mp3 player saya tidak mao di format, bahkan selalu muncul peringatan bahwa mp3 player saya tidak dapat diformat sampai selesai..bagaimana cara memformatnya??tolong bantuannya ya ??tolong kirim ke email saya conan.vyper@yahoo.co.id
Terima Kasih
Senin, 18 Desember 2006 @ 9:59
Rekan2 saya ada masalah nih, saya punya flash disk merangkap mp3. Tapi sekita 4 bulan dari saya beli mulai tidak mau koneks ke komputer jadi untuk tambah lagu dan simpan data merasa kesulitan. tapi lagu yang masih ada bisa didengarkan. tolang kalau ada yang bisa. trim’s sebelumnya
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 22:26
halo semua ,saya bru mau bljar linux.tp kok mp3 g bisa d baca…? wah itu gmana caranya? tolong yah..makasi
Senin, 3 Desember 2007 @ 19:44
pakabaer lae sitorus
gw punya mmc ga bisa di format lgi alias rusak.
gw tinggal di pekanbaru ajarin cara flashnya dunk
Kamis, 29 Mei 2008 @ 20:09
mas,sebenarnya memori tsb masi bisa di perbaiki dengan syarat belum di format dengan menggunakan program recovery.
apabila terjadi lagi hal yg sama..atau data hilang di memori / di hdd mas dapat menghubungin saya. nanti saya kasi tau
Kamis, 14 Mei 2009 @ 9:21
Dilem biru adja mas…
delempar bli baru…he he he
susah amat tho…he he