Musical Instrument Digital Interface

Kamis, 4 Agustus 2005M
28 Jumadil Akhir 1426H

Logo General MIDI

Haree geenee masih maenan MIDI? SWGTL!

Dahulu kala tidak ada namanya rekaman musik, orang menikmati musik dengan menonton langsung di theater. Satu penemuan besar adalah notasi musik dan not balok. Saat itu orang mendokumentasikan melodi dalam not balok supaya orang lain bisa memainkannya dengan benar selain dengan cara mendengarkan lalu memainkan sendiri, tapi tentunya sulit karena tidak seperti sekarang ada kaset, cd audio atau mp3 yang bisa didengarkan maju mundur berulang-ulang untuk menirukan permainan musisi.

Jaman SMP dulu di sekolah ada pelajaran wajib Kesenian (Seni Musik dan Seni Rupa), salah satu mata pelajarannya adalah menulis dan membaca not balok yang sampai sekarang saya tetap tak bisa membacanya:D Di SMA kelas satu diajarkan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu membaca partitur –membaca not lalu menyanyikannya– yang juga sama sekali tak bisa saya kuasai. Yang teringat hanya sang guru dengan gaya dandy memetik gitar di depan kelas dan satu kelas menyanyikan lagu pemanasan “Ro my bella, ro my grande”.

Tahun 1981 Dave Smith melalui papernya di Audio Engineering Society memaparkan proposal Musical Instrument Digital Interface, sebuah protokol digital untuk pertukaran data musik. Melalui MIDI instrumen elektrik/digital bisa saling bertukar data, contoh sederhananya kita menulis not balok dalam software di PC dan menyambungkan port MIDI ke keyboard elektrik (bukan keyboard komputer) sehingga not-not musik langsung dimainkan oleh keyboard tersebut.

Selain not nada diatonis yang ditulis MIDI juga mendefinisikan instrumen yang harus dimainkan. Jumlah channel pada General MIDI ada 128 channel, jadi kita bisa menulis lagu dengan 128 instrumen sekaligus. Channel ini sebenarnya tidak dibuat standar misalnya channel 1 harus suara piano atau channel 73 harus suara suling, tapi terbuka bagi para musisi untuk mendefinisikannya sendiri, membuat suara sendiri atau bahkan memasukkan instrumen tersendiri.

Ketika produk kartu suara yang mendukung MIDI semakin banyak maka dibuatlah sebuah standar yang disebut General MIDI, yaitu menetapkan 128 suara instrumen untuk tiap-tiap channel dengan pertimbangan agar produsen dan konsumen MIDI bisa memainkan suara yang sama tanpa perlu mendefinisikan terlebih dahulu.

Sekitar tahun 1995/96 kartu suara di komputer umumnya hanya memiliki port MIDI eksternal, artinya software MIDI atau permainan/games yang memiliki suara MIDI hanya bisa dimainkan jika memiliki instrumen keyboard, kalaupun kartu suaranya memiliki kemampuan mengeluarkan suara MIDI ke speaker kualitasnya sangatlah jelek. Pernah juga saya mendapat software WinGroove dari Avianto yang bisa mengeluarkan MIDI ke suara aslinya, namun kerja prosesor (saat itu masih di prosesor kelas 100-150MHz) meningkat dengan delay yang meningkat tinggi. Saya sempat mengumpulkan berkas-berkas MIDI hingga puluhan megabytes (ya ya, dulu cukup besar karena kapasitas harddisk yang dipakai hanya 500MB hingga 1GB).

Kini kartu suara sudah banyak dilengkapi chip hardware MIDI synthesizer sehingga suara MIDI tanpa perlu instrumen eksternal bisa dimainkan langsung dengan kualitas suara yang semakin baik dan real-time karena menggunakan hardware terpisah (suara MIDI diproses di chip kartu suara, bukan di prosesor).

Synthesizer MIDI tanpa hardware khusus hingga kini masih dikembangkan, salah satunya adalah timidity, meskipun dengan kecepatan prosesor yang semakin tinggi namun kinerja prosesor masih tetap cukup besar untuk sekadar memainkan suara MIDI, memang delaynya prosesnya semakin mengecil.

Kartu suara yang memiliki MIDI synthesizer kini semakin murah, jelas lebih nyaman daripada membebani prosesor untuk memproduksi suara yang diperintahkan oleh not MIDI. Kumpulan suara untuk diproses oleh kartu suara MIDI disebut sebagai soundfont. SoundFont ini bisa cukup dipasang diharddisk dan akan dibaca oleh kartu suara ketika memainkan musik, tapi juga ada kartu suara yang memiliki memori khusus untuk menyimpan soundfont ini.

Para musisi digital banyak mengembangkan soundfont ini dengan target membuat berbagai macam suara alat musik dan meningkatkan kualitas suara dan efek mendekati suara asli instrumen itu sendiri.

Kartu suara di PC saya adalah SoundBlaster Live!, termasuk hardware legacy buatan Creative yang banyak dipakai setelah jenis SoundBlaster AWE. Kartu suara SoundBlaster Live! memang tidak memiliki memori khusus untuk menyimpan soundfont namun dengan menyimpan soundfont di harddisk sudah cukup buat saya.

Dengan menggunakan driver ALSA kartu suara SBLive fungsi synthesizer bisa dijalankan dengan menggunakan driver snd-emu10k1-synth (umumnya sistem operasi Linux hanya menjalankan driver snd-emu10k1 saja). Untuk melihat apakah kartu suara anda memiliki hardware MIDI synthesizer bisa dilakukan dengan cara melihat informasi lspci.
$ lspci
0000:02:0d.0 Multimedia audio controller: Creative Labs SB Live! EMU10k1 (rev 0a)
0000:02:0d.1 Input device controller: Creative Labs SB Live! MIDI/Game Port (rev 0a)

Hardware MIDI di atas bisa diaktifkan oleh driver snd-emu10k1-synth.

Untuk menggunakan soundfont ada satu utility lain yang harus diinstall yaitu awesfx. Kartu suara SBLive! menyertakan soundfont standar dengan nama file CT2MGM.SF2 (tahun 1999), CT4MGM.SF2 (2000) dan terakhir 8mbgmsfx.sf2 (2003) sebesar 7, 3MB. File ini bisa dikopi ke direktori soundfont Linux yaitu /usr/share/sounds/sf2 dan di-load dengan cara:
$ asfxload /usr/share/sounds/sf2/8mbgmsfx.sf2

Kini anda bisa memainkan berkas MIDI dengan cara:
$ aplaymidi --port=65 namafile.mid
Port 65 di atas didapat dari:

$ aplaymidi -l
 Port    Client name                      Port name
 62:0    Midi Through                     Midi Through Port-0
 64:0    EMU10K1 MPU-401 (UART)           EMU10K1 MPU-401 (UART)
 65:0    Emu10k1 WaveTable                Emu10k1 Port 0
 65:1    Emu10k1 WaveTable                Emu10k1 Port 1
 65:2    Emu10k1 WaveTable                Emu10k1 Port 2
 65:3    Emu10k1 WaveTable                Emu10k1 Port 3

Player lain yang lebih simple adalah playmidi. Saya belum mencari player yang sifatnya GUI, ada plugin XMMS namun itu plugin untuk timidity.

Soundfont lain yang cukup bagus saya temukan di internet, bebas dipergunakan untuk kepentingan personal nonkomersil dari Personal Copy, ada dua buah soundfont yaitu PC51f.sf2.gz (50MB) dan Unison.sf2.gz (20MB)

Satu berkas MIDI lagunya Level 42 yaitu Forever Now saya dengarkan lebih bagus menggunakan soundfont Personal Copy daripada menggunakan soundfont standar dari Creative.

MIDI pada telepon selular

Oh iya, anda ngoprek MIDI berarti anda juga bisa mengoprek polyphonic ringtone telepon selular anda, tinggal cari software untuk mengedit berkas MIDI dan masukkan ke dalam telepon selular anda, karena berkas MIDI gratis banyak bertebaran di internet, tinggal search saja!

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

42 komentar untuk catatan 'Musical Instrument Digital Interface'

  1. #1
    gravatar

    hehehe MIDI, inget jaman2 486DX II 66 di sambung pake kabel midi ke Roland JV 30.. pake soundfont sbg sampler.. jd maen keyboard tp bisa ngeluarin suara macem2, termasuk suara kita sendiri hehehe..

  2. #2
    gravatar

    Hmm boleh koreksi sikit pak:
    1.MIDI Channel itu 16, bukan 128. Jadi maksudnya satu port MIDI bisa control 16 devices yang berbeda, masing masing listening di channel yang berbeda. By convention, channel 10 biasanya dibuat untuk Rythm Device.
    2. Yang 128 itu Patch Channel, jadi no patch mana yang akan dimainkan. Sebelumnya tidak ada definisi patch no 1 itu kudu isi instrument apa dsb, jadi repot, maunya keluar piano, bisa aja di merek lain patch no 1 itu suara terompet
    3. Beberapa manufacturer itu kemudian mengembangkan patch map yang dikenal dengan General Midi patchmap, untuk mengatasi masalah no 2 tsb. Yamaha sendiri mengembangkan superset-nya, General Sound (GS)dengan product Sound Canvass-nya. Setelah itu berkembang lagi jadi XGS.
    4. Sebelum jaman Sound Blaster AWE32, sebetulnya card music di PC sudah MIDI-aware, hanya saja teknologu synthesisnya bukan wavetable, tapi masih FM synthesis. Standard yang terkenal adalah Adlib dan Sound Blaster. Baru setelah Creative membeli knowledge dari E-mu, Sound Blaster AWE lahir dengan kemampuan wavetable. Tapi ya sebetulnya ada juga beberapa synthesizer yang hidup di PC dengan kemampuan sampler ataupun wavetable only, tapi ya tidak banyak dipakai karena sangatlah mahal (ada juga lho yang pakai PDP-11 misalkan..)
    5. SoundFont ini bentuk wavetable file trademark dari E-mu

  3. #3
    gravatar

    MIDI kenangan masa lalu:)

  4. #4
    gravatar

    Ah MIDI.. jaman kapan ya tu? WinGroove juga tu.. Kerasa banget bedanya kalo pake WinGroove sama pake SB 16 punya gw dulu:))

  5. #5
    gravatar

    ah jadi inget milis midi@itb.ac.id perasaan dulu kang dedhi sering komentar deh…
    sekarang kan masih trend loh digital music, di bandung dulu sering ada trainingnya oleh sound engineer agus hardiman, yg juga pengajar digital music di kursus musik farabi jakarta. untuk tutorial, dan komunitas coba ke http://www.musiktek.com asuhan agus hardiman

  6. #6
    gravatar

    Yang teringat hanya sang guru dengan gaya dandy memetik gitar di depan kelas dan satu kelas menyanyikan lagu pemanasan “Ro my bella, ro my grande”.

    ya, saya?

  7. #7
    gravatar

    Jadi ingat dulu, jamannya masih suka maen2 MIDI di SB AWE 32:). Sekarang jadi dapat idea untuk ngoprek mesin Linux yang ini, hehehe:D

  8. #8
    gravatar

    waduh album suaranya ELP, Keren Euy!

  9. #9
    gravatar

    jadi inget kalo sore2 di kostan… iseng2 ngoprek synthesizer…:D

  10. #10
    gravatar

    keyboard yang bentuknya kaya tuts piano itu belinya dimana sih (surabaya) kalo gak salah namanya revolution

  11. #11
    gravatar

    Ini aku mo tanya nih aku punya creative sound blaster live 5.1 yang lama tu kan ada game portnya, apakah game port tersebut bisa digunakan sebagai MIDI conectro, kalao bisa gimana to caranya, coz aq dah beli kabel but nga bisa konek ke software nya pake Finale 2006, plesae help meeeeeeeeeeeeee

  12. #12
    gravatar

    jadi inget kalo sore2 di kostan… iseng2 ngoprek synthesizer…

  13. #13
    gravatar

    Teman2, Roland JV-30 saya rusak. Sekarang masih terkapar tidak berdaya di rumah teman saya yang biasa nyervis keyboard. Katanya sih udah stadium 4. Karena faktor umur/ uzur, motherboardnya udah termakan korosi gitu.

    Adakah teman2 yang bisa nolong saya ngedapetin spare part untuk JV-30 saya? atau mungkin ada tipe lain yang bisa dikanibalin? Meskipun saya juga punya Korg X5D, tapi nggak akan mengubah cinta saya sama JV-30, karena saya perlu banget untuk sound2 yang ‘biasa’. Mungkin ada kenalan teman2 yang hobi servis keyboard dan punya koleksi onderdilnya.

    Makasih banyak atas perhatiannya.

  14. #14
    gravatar

    Mau koreksi dikit sama kang Dedhi, setahu saya Sound Canvas itu adalah trademarknya Roland, bukannya Yamaha.

    Untuk kang Windu yang mo betulin JV-30, anda lokasinya dimana..kalau di jakarta bisa coba bawa JV-30 nya ke Galeri Musik Jakarta / PT. Citra Intirama sebagai salah satu distributor resmi & service center untuk semua produk Roland.

    Salam,
    arief

  15. #15
    gravatar

    Makasih banyak Kang Arief. Akan saya coba.

  16. #16
    gravatar

    saya sangat senang membuka situs ini

  17. #17
    gravatar

    Saya orang baru dalam perangkat olah musik ini. Tapi saya sangat tertarik dengan produk EMU.
    Yang saya tanyakan apakah perbedaan antara sound card EMU dengan sound card creative xtigy misalnya?

  18. #18
    gravatar

    sangat bagus

  19. #19
    gravatar

    ulfa-vituoso@yahoo.co.id

  20. #20
    gravatar

    Bisa ajarin saya menggunakan keyboard controler yang pake software steinberg halion ?
    mainin lagu-lagu linkin park atawa hip hop pake alat itu bisa ga ?

  21. #21
    gravatar

    ofi@wika.co.id

  22. #22
    gravatar

    mo nanya nih..kalo dari sb live spy bisa konek ke keyboardnya pake apa?di sb live nya ada buat joystick sama midi divicenya,belinya dimana midi device nya..

  23. #23
    gravatar

    Hmhm buat temen2nya yg udah pada fasih dunia midi dan kawan2 terbaru lainnya, ada ndak yang mau kasih kursus ke aku? Lg nyari and pengen belajar. Please helppp!!

    Helen

  24. #24
    gravatar

    saya minat nih belajar midi yang baik dan benar di mana ya…!!!tapi juga yang ga komersil!!!ilmu kan harus bagi2.saya punya alat micro composer mkII dengan groovebox303 ko ga nyambung2 midinya ya?klo ga juga tolong dong kasih solusi sequancer apa ya yang kiranya efisien buat mainin musik elektronik..apa kaya korg d1600mkII gitu cocok ga ya?di mana saya bisa dapetinnya mungkin teman2 ada yang tau?

  25. #25
    gravatar

    guys, gw pengen belajar dan tahu lebih dlm lg tntang audio engineering,sound engineering,audio installation,etc.pengen kuliah di universitas yg qualified alias dilugri,tp via beasiswa.butuh infonya nich….tlg dibantu.siapa aja tlg reply k fresa_1504@yahoo.com

  26. #26
    gravatar

    Hai,saya coba2 bikin kabel MIDI buat di sambung ke Joystick/Gameport.tapi gak
    ada reaksi sama sekali.apa ada driver yang harus di instal ke CPU?
    bagi yang bisa kasih tahu dong,saya tunggu di E-mail :
    gurudimozzeta@yahoo.co.id
    Tank’s berat!!!

  27. #27
    gravatar

    Hai,saya coba2 bikin kabel MIDI buat di sambung ke Joystick/Gameport.tapi gak
    ada reaksi sama sekali.apa ada driver yang harus di instal ke CPU? prgram yang saya pake Cakewalk 9.3,trus keyboardnya Yamaha PSR 195.
    bagi yang bisa kasih tahu dong,saya tunggu di E-mail :
    gurudimozzeta@yahoo.co.id
    Tank’s berat!!!

  28. #28
    gravatar

    #27: Kan ada driver dari soundcard-nya.

  29. #29
    gravatar

    Halo bang Jay, numpang promosi ya…
    Kalau ada yang mau belajar tentang Digital Music / Digital Recording, please kunjungi situs saya di http://www.MusikTek.com
    Di sini ada Forum Diskusi yang lumayan ramai, ada artikel dan tutorial digital music, ada Member Area dll
    Newbies are welcomed here…

    Salam,
    Agus Hardiman

  30. #30
    gravatar

    ada kawan tukar pengalaman ttg
    sound engineering

  31. #31
    gravatar

    barangkali ada yang tau kalo benerin LCD nya roland E-96, blank setengah apa dari bagian power apa di bagian LCD nya sendiri, sebagian lampu indikator fungsi-fungsi juga mati, kalo suara normal gitu lo mas, di kota ku susah cari servis n repairnya.

    thnk’s 4 all

  32. #32
    gravatar

    asik tu

  33. #33
    gravatar

    kang, saya mau tanya. saya punya kontroller, tapi saya coba langsung ke gameport dari kaki rx/tx nya mikrokontroller, tapi g bisa. beri sedikit penjelasan tentang kegunaan2 gameport. antara interfacenya dengan hardware.

  34. #34
    gravatar

    Mau downloads atau dengar musik langsung mampir aja di site blogku banyak lagu2 asyiiiik gitu loh.

  35. #35
    gravatar

    saya punya keyboard em25i,kalo mau cari kabel midi yang seri apa ya?

  36. #36
    gravatar

    aplikasi/progam bwt d keyboard d komputer tu apa aja ya ?? plizzz bantuin aqdnk cz aq msih pemula banget ma yang namanya keyboard n aq mau nambah aplikasi keyboard/synthesizer di dalam kompouter aq. dan sekarang aq punya progam yang namanya soundfont viena 2.3 tapi begitu aq download sampai sekarang aq masih belum bisa masuk k dalam aplikasinya karena aplikasainya g mau dibuka.. jadi progam/aplikasi yang cocok buewat pemula yang kayak aq nih apa ya?? n kalau bisa q juga mnta bntu gmn cra pemakaianya… key n gpl

  37. #37
    gravatar

    Saya jg lagi butuh Joystickport => midi. dari soundcard Creative Sb keboard. ada yang tau ga daerah jkt yg jual + telp tokonya ?…. Pls.
    teddy_kdp@yahoo.co.id

  38. #38
    gravatar

    aq butuh IC roland E-16 beli dimana bos

  39. #39
    gravatar

    “Sekitar tahun 1995/96 kartu suara di komputer umumnya hanya memiliki port MIDI eksternal, artinya software MIDI atau permainan/games yang memiliki suara MIDI hanya bisa dimainkan jika memiliki instrumen keyboard…”

    Yah, nggak harus keyboard sih… yang lebih lazim buat games2 klasik justru modul synthesizer bangsanya Roland MT-32, CM-32L, SC-55 dkk (masih banyak di pasaran bekas ‘n masih banyak dicari lho… saya jg msh hunting :D tp kayaknya jarang ya di Indo…)

    kalo “bikin musik” baru d pake keyboard…

  40. #40
    gravatar

    saya mau tukar pikiran sekalian mau tanya saya pake korg pa 500 dan technic kn 6000 ada software yang bisa membaca format midi menjadi squencer apa softwarenya ya kalo bisa tolong dong…………..makasih

  41. #41
    gravatar

    saya punya g800.tobolnya pada patah dimana saya bisa beli tombolnya

  42. #42
    gravatar

    Mas saya barusan beli kabel midi, gimana cara mengoperasikannya ? Help pleace.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.