Juli 2005

Pelawak Digital Menunggangi Politik

Selasa, 12 Juli 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 30 komentar »

Saya jarang menonton TV meskipun ada TV dan TV Tuner. TV saya jadikan hanya sebagai media hiburan, seperti acara film, serial atau musik. Dari segi informasi TV lokal bagi saya terlalu banyak informasi yang tak bisa saya filter sebab fungsi filter di TV hanyalah pemilihan channel, bukan berdasarkan isi. Tidak seperti internet, informasi bisa saya pilah-pilah melalui headline atau abstraksi berita dengan menggunakan teknologi RSS feed. Jadi, headline koran atau TV bukanlah santapan saya sehari-hari, saya hanya lebih detail membaca berita jika ramai dibicarakan oleh rekan-rekan kantor, keluarga atau rekan-rekan virtual di mailing list atau blog. Baca selengkapnya »

Dengan Demikian Kelucuan Harus Ditertawakan

Senin, 11 Juli 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 30 komentar »

Kategori Canda sudah lama tidak diisi, kali ini saya punya beberapa cerita nyata dan lucu. Semoga tertawa!

Faza, keponakan saya sewaktu mulai lancar berbicara sering mengajak ngobrol dengan menanyakan apapun secara sambung menyambung, misalnya, “ini apa?” sambil memegang sebuah lampu, dijawab “lampu”, “lampu apa?”, “lampu neon”, “neon apa?” dan seterusnya sampai saya kehilangan kata untuk menjawabnya. Suatu waktu dalam mobil ketika pulang lewat pertigaan Gegerkalong yang banyak tukang makanan dan warteg, Faza kehabisan pertanyaan, tepatnya saya kehabisan jawaban juga, tiba-tiba tercium aroma martabak. Baca selengkapnya »

TV Tuner di Linux

Senin, 4 Juli 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 78 komentar »

Hari Kamis lalu saya membeli TV Tuner di pameran komputer Landmark Braga. Awalnya saya membeli Prolink PlayTV MPEG internal dengan chipset bt878a, featurenya cukup menjanjikan dengan harganya sedikit lebih mahal di atas rata-rata TV Tuner internal dan eksternal. Baca selengkapnya »

Jembatan Paspati

Jumat, 1 Juli 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 12 komentar »

Kamis pagi sempat ke roof-top NOC gedung CCSL di dekat perlimaan jalan AA-Karapitan-Gatsu-Kosambi-Sunda (hayo, perlimaan di Bandung ada di mana lagi?). Dari atap gedung tersebut Jembatan Paspati: Pasteur-Surapati atau Pasupati: Pasutur Surapati atau Pasopati: Pasotor Surapati, –yeah whatever, SWGTL!– terlihat tidak mencolok, bisa dilihat karena tiang utamanya berwarna oranye. Setelah urusan di atap selesai kembali ke kantor dan ternyata PLN memadamkan listrik di wilayah tersebut, hingga pukul empat sore. Huh, aktivitas junk kerja kantor mati, padahal mau sekalian ngoprek TV tuner. Baca selengkapnya »