Batman
Selasa, 28 Juni 2005M
20 Jumadil Awal 1426H
- Tracking System
- International phone card
Batman adalah cerita komik fiksi superhero, waktu kecil sering saya baca komiknya, pinjam sana-sini atau dari tempat penyewaan buku (taman bacaan). Sewaktu nonton film Superman di layar tancap atau misbar tahun 1980-an sempat terpikir kapan Batman diangkat ke sinema layar lebar, tentunya dengan tokoh manusia, bukan kartun yang juga pernah diputar di TVRI dulu.

Sutradara Tim Burton membuat film ini, dengan judul Batman (1989), dibintangi oleh Michael Keaton, Jack Nicholson dan Kim Basinger, tapi saya tak menontonnya di bioskop. Efek film ini cukup heboh ketika sering saya lihat stiker logo Batman tertempel di mana-mana, dari mulai tas sekolah, hingga di kaca mobil.
Saya baru menonton film ini sekitar tahun 1994 dan berkesimpulan Batman lebih sulit difilmkan dibandingkan dengan Superman 10 tahun sebelumnya. Dibutuhkan efek-efek sinema khusus yang sepertinya sulit atau terlalu mahal pada awal tahun 1980-an. Film pertama ini mengangkat tokoh antagonis Jack Niper yang kemudian menjadi Joker setelah diperalat oleh boss-nya dan terlempar ke limbah kimia meskipun Batman berusaha menolongnya. Jack ternyata masih selamat, akibat operasi plastik pada mukanya penampilan Jack menjadi wajah seringai (senyum nyengir) dan mengganti namanya menjadi Joker. Kelak Batman mengetahui siapa Jack atau Joker sebenarnya yang terkait dengan kematian orang tuanya di depan matanya sewaktu kecil.

Hebohnya film Batman ini dilanjutkan dengan pembuatan kedua kalinya, Batman Returns (1992). Masih dibintangi Michael Keaton dengan menyuguhkan tokoh antagonis The Penguin (Danny De Vito) serta Michelle Pfeiffer sebagai Catwoman. Banyak yang meyakini –termasuk saya– film kedua ini yang terbaik, bahkan settingnya lebih gelap dibandingkan tiga tahun sebelumnya.
The Penguin berawal dari lahirnya seorang bayi cacat dan ditinggalkan begitu saja oleh orang tuanya yang aristokrat. Max Shreck, seorang jutawan korup diculik oleh The Penguin sebagai gerbang untuk kembali diterima hidup di masyarakat biasa, untuk hidup biasa di atas tanah setelah survive di bawah tanah dan air, ala binatang penguin. Selina Kyle, sekretaris Shreck yang diperankan Michelle Pfeiffer nyaris terbunuh akibat hendak membocorkan konspirasi Shreck, Kyle kemudian mengganti rupa menjadi kriminal serupa kucing, Catwoman.

Film ketiga akhirnya saya tonton di bioskop, Batman Forever (1995). Dengan penggantian sutradara, film ini menjadi lebih berwarna dan lebih banyak unsur komedinya. Tokoh utama diperankan oleh Val Kilmer yang cocok dengan kostum Batman, namun kurang pas menjadi Bruce Wayne. Tokoh antagonis di film ini adalah Harvey Dent yang kemudian menjadi Two Faces (Tommy Lee Jones) dan Edward Nygma yang menjadi The Riddler (Jim Carrey), munculnya Robin (Chris O’Donnell) serta aktris cantik Nicole Kidman yang berperan menjadi Dr. Chase Meridien. Film ini cukup membuktikan bagi Kidman menjadi aktris yang semakin te-o-pe-be-ge-te. Nominator tokoh Robin sempat juga tercatat Christian Bale, tapi tidak terpilih, ironisnya 10 tahun kemudian Bale memerankan Batman.
Warna-warni film ini mencolok dibandingkan dua film sebelumnya juga karena karakter Two Face dan The Riddler, efek-efek komputer grafis lebih banyak ditambahkan sebagai kelucuan (sebagian pihak menyebut sebagai ketidakseriusan), ditambah mimik muka karet Jim Carrey yang cenderung slapstick. Two Face dan The Riddler bersekutu untuk menghancurkan Batman, selain Nygma punya dendam pribadi terhadap Bruce Wayne yang tidak mengacuhkan hasil penelitiannya. Robin sang akrobatik sirkus menjadi yatim piatu akibat ulah Two Face akhirnya bersekutu dengan Batman.
Selain warna film yang berbeda film ini menyuguhkan dua soundtrack yang cukup terkenal, lagu “Hold Me, Thrill Me, Kiss me, Kill Me” oleh U2 dan “Kiss From a Rose” oleh Seal.

Film keempat diluncurkan dua tahun berikutnya, Batman and Robin (1997), kali ini dibintangi oleh George Clooney dengan warna yang sama dengan Batman Forever, bahkan cenderung jelek meskipun hadir dengan bintang laga Arnold Schwarzenegger sebagai Mr. Freeze yang mampu membekukan Gotham City dan Uma Thurman sebagai Poison Ivy. Kualitas film ini cukup menurunkan kredibilitas aktor utamanya di dunia perfilman, meskipun sosoknya cocok sebagai Bruce Wayne. Selain itu film ini menghadirkan tokoh Batgirl yang diperankan Alicia Silverstone, yang terlihat tidak cocok bermain akting laga, apalagi berhadapan dengan Uma Thurman yang biasa berakting kelas tinggi.

Minggu lalu saya menonton film kelima, Batman Begins (2005), dengan cerita mundur ke awal mulanya Bruce Wayne dan alter ego-nya Batman. Dari kritik dua film terakhir film ini ditampilkan kembali dalam nuansa gelap, menghadirkan Christian Bale sebagai Bruce Wayne (salah satu akting Bale bisa anda lihat di film Equilibrium). Satu yang cukup membuat heran adalah Gary Oldman memerankan Sersan Jim Gordon (di empat film sebelumnya sudah menjadi Komisaris) sedangkan Oldman itu lebih sering memerankan tokoh antagonis yang gila, ekspresif atau bahkan psikopat (lihat film Leon: The Professional, The Fifth Element atau Bram Stoker’s Dracula).
Film ini independen terhadap empat film sebelumnya, sehingga banyak plot atau cerita yang cukup berbeda dengan komik atau film kartunnya, namun disuguhkan lebih serius, mungkin khawatir akibat dua film sebelumnya yang dinilai kurang oleh banyak kritikus film.
Review yang lebih lengkap silakan baca review-nya Priyadi, dan jangan lupa seperti halnya Star Wars lebih baik tonton dahulu keempat film sebelumnya (melalui VCD atau DVD) sebelum ke bioskop menonton Batman Begins, sebab di Indonesia tidak ada bioskop yang memutar film lama:D
Selasa, 28 Juni 2005 @ 7:17
Using
Batman berikutnya adalah … BATMAN MANING! BATMAN WUNGKUL! BATMAN MULU!:P
Selasa, 28 Juni 2005 @ 8:48
Using
:D jadi inget dulu waktu kecil pernah baca komik ‘Kalong’
“versi Indonesia” (?) dari Batman
kostumnya mirip-mirip banget ama Batman, dengan logo kelelawar
Selasa, 28 Juni 2005 @ 8:49
Using
batman .. engkau jagoanku …
*karaoke*
Selasa, 28 Juni 2005 @ 9:12
Using
dulu susah nyari kostum Batman. dan yang jadi standar (dianggap kostum beneran) adalah: sarung:)) yang di-ikat sedemikian rupa
Selasa, 28 Juni 2005 @ 9:33
Using
dibintangi oleh… dengan warna yang sama? kayaknya ada yang lupa yah, hehe.
Selasa, 28 Juni 2005 @ 10:04
Using
wehehehe…. pas nulis lupa, jalan terus… tahunya kelupaan diisi
Selasa, 28 Juni 2005 @ 10:30
Using
#4: hehe, sarung sarung…
* diikat di leher, jadi jubah batman atau superman
* diikat di kepala, disisain bagian mata doang, jadi kerudung ala rampok
* diikat di pinggang ala si pitung
* digulung, lalu ujungnya diikat, jadilah alat pukul-pukulan, lumayan puyeng kalo kena muka
* diselendangkan diagonal + peci miring ala ibing a.k.a. kabayan
* dua sarung disambung, ujung satu diikat, jadilah sarungbag pengganti sleepingbag
salah satu permainan yang paling disukai adalah melempar sarung hingga terbang dengan bentuk silinder di udara
meskipun coraknya hanya kotak-kotak tapi hampir tak pernah melihat orang memakai sarung yang sama (identik)
Selasa, 28 Juni 2005 @ 13:55
Using
#7, jadi inget tarawehan jaman masih piyik mainin sarung sama petasan.:)
Selasa, 28 Juni 2005 @ 15:55
Using
sarung itu ada singkatannya:
Arep nyaSAR dadi wuRUNG, mau nyasar jadi urung.
Kalau pake sarung mau mampir minum towak kan malu.
Selasa, 28 Juni 2005 @ 22:53
Using
Sarung juga sarana buat ganti celana pas lagi rame-rame:D
Rabu, 29 Juni 2005 @ 10:37
Using
Jay… Sebelum nonton batman begins, daripada nonton batman 1-4 lebih baik baca Frank Miller’s Batman year one. Sudah diterbitin versi indonesianya oleh misurind, sekitar taun 90an
Mungkin kalau cari di gramedia atau gunung agung masih ada kali ya, di deretan buku lawas atau obral. Atau cari di pasar loak?
Jumat, 1 Juli 2005 @ 13:05
Using
Versi Indonesianya “BATMAN KASARUNG”, …..Kalong, Kampret, Kelelawar Bisa Terbang, Batman adalah perpaduan antara Kalong dan Bajing Loncat..
Senin, 31 Juli 2006 @ 15:19
Using
sBnRnYa dLu gUe Mo nOnTon BAtMan Tpi Ga’ jAdi Coz ga SmPet gTu…….tpi kayaknya filmnya seru yaw..
Minggu, 25 Februari 2007 @ 11:41
Using
Lw bayangin klo BATMAN m’ ROBIN berantem pasti lucu next klo BATMAN berantemnya pake sarung uhhh.. tambah lucu salam kenal bwat semuanya
Minggu, 25 Februari 2007 @ 12:02
Using
Sry gw lupa mw nulis p’!?!
Minggu, 25 Februari 2007 @ 12:08
Using
super Hero yg cocok jadi VOKALIS BAND
- Green Lantern
- Wonder Woman
- Gambit
- Zack De La Rocha
Dah dulu ya sampai jumpa!?!
Minggu, 25 Februari 2007 @ 13:04
Using
Eh lw tw khan SUPERMAN yg p’ke klr diluar! Pasti donks’ dia khan Superhero yg kuat! masa’ SUPERMAN bisa ngangkat bumi! Ini pertanyaan gw kenapa sich’ SUPERMAN p’ke klr dilar pdhl khan dah ada yg didalem?
SALAM KENAL
Minggu, 25 Februari 2007 @ 13:13
Using
Waktu 29 November 2006 BATMAN dah nyerah jadi SUPERHERO nusuk topengnya kebatu tempat ayahnya meninggal! Tapi kenapa dia nyerah! Eh g munkinlah! makannya jangan baca terlalu serius! he…he…!
Senin, 4 Juni 2007 @ 10:03
Using
Hehehe…
Baca yaw…
~ Sarung, sarung
~ Diiket dikepala k’ya kerudung jadi penjahat
~ Diiket dileher jd Batman/ Robin
~ Diiket dipinggang jd si Pitung
~ Coba iket sarungg dileher yang kencennnnnnng!
Udah dlu yaw !!!!!!!!!!
Sabtu, 15 September 2007 @ 14:22
Using
save the world with darkness…
edan tenan….
kapan2 bgi dunk tu propertinya…
gw minta mobilnya,buat nangkap para fucking koruptor- disini….
batman dicariin nyak+babe ,kpn mudik….
inget tu baju loe, dah numpuk segunung…
Sabtu, 9 Agustus 2008 @ 19:00
Using
Yg gw sK yg ada poison ivy nFsu gw Lngsng 99%.yahuttzZ