Cheng Ho: Laksamana Agung dari Cina

Jumat, 24 Juni 2005M
17 Jumadil Awal 1426H

Beberapa hari yang lalu mendapat info dari Benny tentang peringatan 600 tahun Cheng Ho. Selesai Jumat tadi saya terima kiriman paket pos dari Gramedia, yaitu National Geographic Indonesia edisi Juli 2005 dengan cover Cheng Ho: Laksamana Agung dari Cina.

Patung Cheng Ho di Singapura

Cheng Ho atau Zheng He adalah seorang keturunan muslim dari Asia Tengah yang hidup di daratan Cina yang jauh dari pantai. Ia ditawan tentara Cina yang menyerang Mongol, lalu dikebiri dan menjadi kasim kerajaan. Dari situlah Cheng Ho berkarir di istana hingga menjadi pimpinan armada laut, seorang laksamana. Cheng Ho atas nama kaisar dinasti Ming melakukan perjalanan dengan misi perdamaian dari tahun 1405 hingga 1433 ke negeri-negeri lain termasuk Majapahit hingga ke pantai timur benua Afrika, satu abad sebelum pelaut Eropa berani berlayar jauh, dan jika dibandingkan kapalnya Vasco da Gama (panjang 23m, lebar 5m) cukup kecil daripada kapal utamanya Cheng Ho (panjang 122m, lebar 52m).

Dalam dunia fiksi kisah Cheng Ho bisa anda temukan dalam bukunya Remy Sylado: Sam Po Kong atau Tasaro: Samita.


Foto patung Cheng Ho hasil bidikan Mira Marsellia.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

170 komentar untuk catatan 'Cheng Ho: Laksamana Agung dari Cina'

  1. #1
    gravatar

    Keren kali ya, kalo Indonesia Punya kapal Induk bernama KRI – Cheng Ho

  2. #2
    gravatar

    Gak nyangka kalo majalah NG bahas juga soal seperti tokoh Cheng Ho. Kirain hanya yang berbau penelitian-penelitian alam:D

    Entar Agustus cabut ke Semarang gak? Photo hunting! ;)

  3. #3
    gravatar

    lah sejak tahun lalu kan ada pelayaran bule… wah lupa namanya yang pakai perahu jukung kecil, dan disponsorin dan disiarkan di NatGeo TV.

    Asyik juga kok lihatnya. Macem pelayaran Phinisi Nusantara itu.

    Salah satu yang “pinter” dari Cheng Ho, ketika ninggalin prasasti di Sri Lanka, doi kasih prasasti multi bahasa. Satu sisi ya bahasa China, di sisi lain Singhalese, di sisi lain Tamil. Jadinya prasasti itu tidak dihancurkan oleh dua pihak di Sri Lanka yang sampe sekarang masih perang perangan:D

  4. #4
    gravatar

    Jadi inget waktu sering baca buku ttg pengetahuan umum jaman SD (lupa judulnya RPUL?), trs baru deh keluar Buku Pintar:)

  5. #5
    gravatar

    Wah, Cheng Ho itu hebat ya.. Ironisnya, acara 600 tahun itu di mulai dari klenteng, padahal dia Muslim (?).

  6. #6
    gravatar

    #5: bukan sesuatu yang ironis
    Cheng Ho singgah di Simongan karena salah seorang tangan kanannya harus dirawat di darat, seorang tabib, di tempat itulah didirikan klenteng Sam Po Kong. selain menyebarkan Islam, Cheng Ho juga menyebarkan ilmu-ilmu dari daratan China yang terkenal ampuh dan mujarab.

    Cheng Ho adalah panutan bangsa China, kaum muslim, sekaligus kalangan militer dan pelayaran. singkatnya panutan semua bangsa.

    PR buat Arie: baca deh novelnya Remy Sylado: Sam Po Kong.

  7. #7
    gravatar

    jadi ingat kalo di sini, di banda aceh, masih ada lonceng gede pemberian laksamana cheng ho…

    bagian sejarah aceh juga dia…:)

  8. #8
    gravatar

    #6. Yang disayangkan, kenapa gak ada aktifitas dari Perkumpulan Muslim Tionghoa yang ikut merayakan 600 thn Cheng Ho.

    PR?! Baca buku 1111 halaman bukan PR. ..:D

  9. #9
    gravatar

    pernah ada yang bikin pelem nya ga yah?

  10. #10
    gravatar

    #8 Minoritas dari minoritas, alias minoritas kuadrat kali, jadinya “compelling reason” untuk tampil jadi gak ada.

    Curios mode nih, di kelentend Sam Po Kong di Semarang itu “deity” yang dipuja apa/siapa yah?

  11. #11
    gravatar

    om jay……
    masih kurang…. ceritain yg banyak dong…….. ;)
    *jangan suruh beli buku yak*:D

  12. #12
    gravatar

    #8 Cara ngeceknya gimana yah siapa yg ikut siapa yg nggak?

  13. #13
    gravatar

    menarik nih, banyak yang kita2 belum tau (khususnya saya) ttg sejarah indonesia khususnya yang berkaitan dengan saudara2 kita dari etnis Tionghoa.

  14. #14
    gravatar

    Masjid cheng ho di sby gak ada hubungannya ternyata:D
    dibuatnya jauh setelah masanya Ceng Ho

  15. #15
    gravatar

    Berkaitan dengan Raden Patah nggak ya kira-kira? Setelah kedatangannya, kebesarasan Majapahit keliatannya mulai melempem? Kira-kira ada cerita mengenai conspiracy menjatuhkan Majapahit di kawasan Asia Tenggara nggak ya?

  16. #16
    gravatar

    #15: setahu saya Majapahit runtuh karena korup di tubuh istana, keengganan terhadap datangnya budaya Islam dan Eropa. kalo soal konspirasi mungkin bisa mengkaji pemikiran Pramoedya dalam bukunya Arus Balik.

  17. #17
    gravatar

    duhhh can sempet maca euy … gara gara salah beli pas hari senen biasanya sayah mah beli pada hari jumaah

  18. #18
    gravatar

    Bahwa memang ada rencana dari Kerajaan China waktu itu untuk menghancurkan
    Kerajaan2 di Indonesia. Ini terjadi 170 tahun sebelum Cheng Ho ke Indonesia, di mana Kubilai Khan berhasil di’usir’secara kekerasan oleh Raden Wijaya (cikal kerajaan Majapahit). Kekalahan ini dianggap ‘aib’ di China dan sejak itu, selalu berusaha menaklukan Majapahit dengan segala cara. Cheng Ho dan 2 mata-mata itu nantinya adalah Tjin Bun (kita kenal kemudian sebagai Raden Patah-Raja Islam pertama di Indonesia dengan Kesultanan Demak) dan satu lagi adalah Kai San (kalo ngak salah Raden Trenggana). Ke-2 mata2 ini dilatih oleh Arya Dilah (di Babad Tanah Jawi dikenal sebagai anak dari Raja Majapahit) atau di China dikenal sebagai Swan Liong (Ada dokumen di China yg mengkonfirmasi bahwa mereka mengirim mata2 bernama Swan Liong ke Palembang).

  19. #19
    gravatar

    Sam Po Kong itu memang mesjid awal mulanya, tapi setelah Cheng Ho tidak ada, banyak peranakan China di Semarang merubahnya menjadi Klenteng.
    Waktu itu bisa terjadi karena Sam Po Kong masih dikuasai oleh Kerajaan Majapahit yang bukan kerajaan Islam. Perubahan Sam Po Kong dari mesjid ke klenteng juga mendorong Raden Patah untuk menyerbu Majapahit dan menguasai Semarang.

  20. #20
    gravatar

    Berkomentar tentang (komentar) mas Arie:

    Emang ada yang salah dengan perayaan 600 tahun Cheng Ho di kelenteng?
    See, Cheng Ho itu kebanggaan masyarakat China. Berkaitan dengan agamanya, Cheng Ho itu sudah muslim dari sananya. Dalam ekspedisinya, yang melibatkan ribuan awak yang sangat pluralistis (ga semuanya Islam), Cheng Ho tidak pernah mengkotak2kan, mendiskriminasikan, maupun meng-Islam-kan mereka yang bukan Islam. Ekspedisi Cheng Ho bertujuan dagang, penyebaran agama hanya dilakukan bagi mereka yang belum mengenal agama (seperti seharusnya).
    Dengan begitu, tidakkah Anda merasa malu karena telah mengkotak2kan kaum Muslim dan Tionghoa? Masjid dan klenteng? Islam dan non-Islam?
    Etnis Tionghoa beribadah dengan membuat ‘altar’ arwah leluhur yang dianggap berjasa. Bahkan Sindu Dharmali, ketua panitia Perayaan 600 tahun kedatangan Cheng Ho, menyatakan keinginannya membuat altar Bung Karno.
    Apakah nanti Anda juga akan protes, karena Bung Karno seorang Muslim?

    Lihatlah pesannya. Kita semua mengagumi dan menghormati Cheng Ho. Muslim atau bukan!

  21. #21
    gravatar

    National Geographic kurang membahas aktivitas Cheng Ho di Indonesia. Selain itu juga tidak ada ulasan khusus tentang masjid Cheng Ho yang diklaim sebagai satu-satunya masjid yang menggunakan nama Cheng Ho…

  22. #22
    gravatar

    tes tes
    judul
    post
    blok

    send
    kode
    poyo
    italik
    hmm
    oke

  23. #23
    gravatar

    Kalau ingat MASA LALU, saya sangat bangga dengan INDONESIA, kalau ingat masa kini saya LEBIH BANGGA dalam tanda kutip, kapan kita akan jadi NEGARA yang di SEGANI (sekali lagi dalam tanda kutip)

    Mari berubah kawan, menjadi lebih BAIK.
    Dan setelah saya baca dari ‘writeran’ mas Jay ini, jadi tambah yakin dengan Islam
    TUNTUTLAH ILMU WALAU SAMPAI NEGERI CHINA

    Ternyata Indonesia sudah sedari dulu bertemanan dalam tanda kuitip juga:D dengan negara China.

  24. #24
    gravatar

    Cheng Ho ya? wah kebetulan banget aku sekarang sedang menyiapkan rpgram Cheng Ho, acaranya bulan Februari 2006 kegiatan ini bernama “East Asia Religous Leader Forum” (remembering 600 years Cheng Ho). acara ini akan diikuti oleh sekitar 16 negara se asia timur dan beberapa negara undangan diluar asia timur. acaranya di Holton tgl 11-13 Februari. pembukaannya di JHCC tgl 11 Feb jan 10-12. dibuka oleh wapres. dan dihadiri oleh tokoh2 agama di asia tenggara serta 5000 audiens dr lintas agama di Indonesia, kalo ada wkt, hadir ya di pembukaan.

  25. #25
    gravatar

    harus di ingat cheng ho pernah ke melaka dalam abad ke 15? maka keturunannya banyak terdapat di melaka malaysia.bangsa itu terkenal dengan panggilan cina baba atau nyonya melaka….

  26. #26
    gravatar

    #25: Perlu diingat, Cheng Ho tidak punya keturunan sebab ia adalah seorang yang dikebiri.

  27. #27
    gravatar

    sy inget buku taun 60an yg dilarang terbit. ttg runtuhnya krajaan hindu-majapht dan munculnya krjaan2 islam Nusantara. mungkin dlm mindset kita perlu dipisahkan.. bicara etnis dng bicara islam. Yg trjd antara Kubilai khan dan raden wijaya, mungkin kita akan lbh memihak radenWijaya kl dilihat dr sisi etnis/nusantara-isme. Expansi dlm islam bersifat “fath”/membebaskan kejumudan peradaban non-tauhid(tirani jahiliyah). Krn Nilai2nya nila islam, expansi bersifat memperbaiki. Kaisar sptnya cukup mempercayai chengHo yg mnerapkan strategi dakwah RasulSAW + tao. Bagusnya Kaisar mnyadari pentingnya ‘keadilan’ dlm kekuasaan. Keuntungan buat chengHo meyebarkan keyakinannya, dan dia yg mampu meruntuhkan ketidakadilan perompak Nusantara y konon dr etnisnya sendiri. chengHo membawa anak2buah dr lintas agama, dan muslim yg msh lemah iman. Boleh jd sy tdk menyukai perlakuan budaya tionghoa thd cengHo&peninggalannya. Sbg sorangMuslim kekaguman sy punya bentuk lain. Cengho, seoang manusia biasa, budak(baca:abdi)seorang kaisar, yg sdh berbuat banyak.

  28. #28
    gravatar

    Cheng Ho emang the best, jangan lagi ada pengkotakkan antara cina dengan muslim. karena dalam komunitas islam indonesia sebenarnya orang2 cina dan arab lah yg pertamakali menyampaikan syiar islam di indonesia. Allahu Akbar

  29. #29
    gravatar

    mengingat kebesaran dan jasa2nya, perlu tuh diabadikan..
    aku seorang pematung, coba saja kalo ada yang mau danai pembuatannya…
    bisa buat monumen tuh!

  30. #30
    gravatar

    hmm cheng ho bagaimana ya?
    emang bener ya Indonesia dulu jaya ya..
    apaan seh bukti kalo kita jaya..
    kenapa tingkah laku sebagai bangsa yang besar gak dimiliki..
    kalo menurut g kita emang dari dulu dodol, trus karena sekarang gak bisa ngapa-ngapain jadinya kita cuma bisa mbanggain masa lalu dengan segala kejayaannya.
    kan enak tuh.. dulu kita pernah kaya, dulu kita pernah makmur, dulu kita berkuasa… itu dulu… lah sekarang..

  31. #31
    gravatar

    Mungkin ada yg tau dimana saya bisa menemukan/berinteraksi di internet dngn komunitas chinese muslim.
    Terikasih atas bantuanya.
    email: ryan_serui@yahoo.com

  32. #32
    gravatar

    SEPAKAT untuk Mas Dhani Murtopo, Mari kita anggap masa lalu kita adalah suram.
    Mari kita anggap bahwa di masa lalu kita adalah bangsa kecil yang tak beradab….

    Oleh karena itu kita harus melihat ke masa depan, mari kita majukan Indonesia Raya
    dengan segala keaneka ragaman agama – tidak beragama dan budaya – tidak berbudaya …..

    Mari kita bulatkan tekad sebagai anak bangsa …… memajukan bangsa kita di masing-masing
    profesi

    LET’S BE NUMBER ONE!

  33. #33
    gravatar

    China. Satu predikat yang sering rewel dengan urusan yang sejatinya tak perlu bahkan tak layak direwelkan.
    Dan mungkin lantaran “cacat lazim” seperti itulah, warga negeri ini yang etnis China kurang senang disebutnya sebagai China.

    Dan sebagian diantara mereka yang tak suka rewel, bisanya ya.. m, enjalani proses kehidupan dengan kacamata kuda. Gak lihat kanan – kiri. Yang ada adalah berbuat, bergerak, beekerja dan untung. Apapun cara yang dipiulihnya.

    Kelompok yang disebut belakangan itulah yang paling dominan terlihat dalam aktifitas keseharian saudara kita etnis China. eski masih ada sebagian kecil lainnya malah berkecenderungan memperTuhan Uang dan keuntungan.

    Jadi mereka memang gak sempat lagi mikirin sejarah. peran dan jasa para pendahulu maupun sosok orang baik yang bpernah berjasa untuk dirinya. Bahkan PITI sebagai organisasi muslim Tionghoa juga masih banyak yang dihinggapi Mind Set kurang pas dengan gerak amalnya.

    Jadi, itulah kesejatian saudara kita. Tinggal kita mau ngapain. Diperbaikikah?. Dimusnahkankah? atau dimuseumkan saja? Ya… mari, silakan pilih.

  34. #34
    gravatar

    iya bagus

  35. #35
    gravatar

    gooood

  36. #36
    gravatar

    terserah sajalah entah data darimana ynag penting kan semua juga akan menjadi masukan untuk kemajuan kita bersama ………………

  37. #37
    gravatar

    menarik sekali..
    sejarah ‘indonesia’ panjang.. mulai dari hindu, budha, dst jaman sailendra, sriwijaya, mataram-hindu dst.. indonesia di masa depan belum tentu spt indonesia sekarang.. anything can happen in the future.. dulu di selat malaka, sriwijaya yg hebat sekarang singapore, nanti negara mana lagi.. indonesia sendiri offically terbentuk baru 60 tahun, bandingkan dg sriwijaya, mataran, pajajaran/pakuan yg ratusan tahun.. terus bubar.. skg timor sudah lepas dari indonesia.. whats next so anything can happen in the future.. lets just learn from the past, from our ancients experiences, dan tidak membuat kesalahan yg sama.. selain itu just enjoy you life.. your really short life..

  38. #38
    gravatar

    yah bagaimana kita akan berjaya kalau kita tidak bisa bertoleransi. Tidak bisa bersatu sebagai bangsa dong. Banyak potensi yang akhirnya tidak terekspolrasi, kalau semua orang di indo cuma mikirin kelompoknya sendiri. Semoga kesampaian Indonesia maju.

  39. #39
    gravatar

    Kalau benar Cheng Ho turur serta menyebarkan agama Islam diIndonesia, kenapa orang Muslim benci sama orang Indonesia yang keturunan Cina? Apa karena bukan Muslim? Bukankah agama lain juga baik. Hai Muslim Indonesia, ingatlah jasa2 dari Cheng Ho, tanpa dia apakah Muslim di Indonesia sebesar sekarang?

  40. #40
    gravatar

    kebetulan mau menceritakan sejarah ringkas Indonesia ke orang sini, jadi penuturan diatas sangat membantu, terima kasih

  41. #41
    gravatar

    kalo mau tau sejarah indonesia dari zaman prasejarah s/d sekarang, mesti cari di website mana, trims

  42. #42
    gravatar

    BUAT YANG PENGEN TAHU PERJALANAN CHENG HO DI GRAMEDIA SUDAH KELUAR TUCH BUKU YANG BAHAS ITU JUDULNYA 1421 – Saat Cina Menemukan Dunia PENGARANGNYA Gavin Menzies.
    AKU SENDIRI BARU BACA SEPARO DARI BUKU ITU ALIAS BELUM SELESAI….
    BENER2X DI SITU DILIATKAN BETAPA MAJUNYA ILMU KELAUTAN MEREKA …. DAN DI BAHAS BAHWA BENER2X CHENG HO ITU ORANG YANG SANGAT TERBUKA AKAN SEMUA KEYAKINAN BIARPUN DIA MENGANUT AGAMA ISLAM … DIMANA DIA SELALU MELIHAT SEMUA DARI SISI POSITIFNYA….
    MENURUT AKU PENGOTAKAN ITU SENDIRI TERJADI KARENA DARI MASING2X INDIVIDUNYA BUKAN DARI FAKTOR AGAMA OR ETNISNYA …..
    SO MOGA2X KITA BISA MAKIN DAMAI DENGAN MENYADARI PERBEDAAN KITA MASING2X BUKAN MALAH MAKIN RUSUH PEACE SELALU

  43. #43
    gravatar

    wah…saya gak tahu mo ngomentarin apa…yg jelas heran githu kok bisa ya…. memperingati 600 tahun..

  44. #44
    gravatar

    Indonesia keren kalau armada lautnya diperkuat karena sebagian besar wilayahnya laut. dari pulau ke pulau dihubungkan dengan laut. Indonesia perlu memiliki laksamana ceng ho moderen agar pulau pulau yang banyak ini tidak diambil oleh negara tetangga kita. Karena banyak pemerintah daerah2 yang berbatasan dengan negara tetangga tidak tau kalau punya pulau yang terluar dan banyak pulau kecil yang tidak bernama.

    Thank’s

  45. #45
    gravatar

    AssWrWb
    Alhamdulillah, jika bisa bentuk komunitas muslim china.
    sya bs ikutan nanti.
    juanan012001@yahoo.co.id

  46. #46
    gravatar

    om jay, infonya bermanfaat sih ,, tapi kurang complete and too short. coba sampeyan kompliti jadi sueneng aku.
    buat saudaraku mus;im dari suku china : kalian adalah sodaraku. kalo ga salah dalam sebuah mafhum hadits, “rosullullah SAW bersabda : tidak sempurna iman seseorang sebelum dia memuliakan saudaranya yg muslim sebagaimana dia memuiakan dirinya sendiri “..

  47. #47
    gravatar

    om jay kalau ada tentang siapa anak buah kesayangan ceng ho kirimin yah

  48. #48
    gravatar

    Maju terus pantang mundur para pengagum Muslim Cheng Ho!

  49. #49
    gravatar

    cheng ho bagian dr sejarah nusantara yang penting dan tercatat. Orang Cina berjasa sekali memberikan informasi tertulis buat kita tentang masa lalu ‘menjadi Indonesia”. Saya mau cari gambaran Sriwijaya saja susahnya minta ampun, cuma dr catatan I tsing, orang nusantara ngapain aja sih?

  50. #50
    gravatar

    walaupun cheng ho telah tiada, dan niatnya untuk meneruskan perjuangan Rasullulah SAW belum sepenuhnya tercapai, nemun setelah mengetahui sejarah cheng ho..kinni bermunculan cheng ho kecil yang ingin meneruskan perjuangannya…amin..

  51. #51
    gravatar

    Perlu anda ingat bahwa Cheng Ho adalah seorang yang berani melawan kekuasaan tirani dari Kubilai Khan. Adakah orang Indonesia yang berani seperti itu??? Buktinya, dia tidak berperang seperti perintah kaisar, melainkan menyebarkan ajaran agama yang luhur. Jadi, menyebarkan agama itu tidak pakai perang!
    Tirulah Cheng Ho, wahai pendakwah…!
    Jangan cuma bisa ngomong dan poligami melulu, tapi buktikan bahwa Islam itu adil dan damai…Hidup Cheng Ho!
    Allahu Akbar!!!

  52. #52
    gravatar

    Mau buka sejarah Cheng Ho? Buka sejarah keruntuhan Majapahit dan Sriwijaya, yang selama ini ditutup2in!!! Anda akan tahu dasyatnya dampak perang agama.Emang gampang cari kunci surga? Apakah pembunuhan atas nama agama untuk kepentingan politik itu tidak berdosa?
    Akankah hal itu terulang? Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita yang fanatik sempit.
    Sekedar curhat…Hidup Majapahit! Hidup Sriwijaya! Hidup gadis2 Cina! Hidup Mbah Marijan!

  53. #53
    gravatar

    gw sih ga tau makanya gw perlu data yang jelas

  54. #54
    gravatar

    oh iya gw lupa setau gw sih laksamana cheng ho itu ada di buku sejarah kelas 1 smp. klo ada yg tau lbh jlaz ttg cheng ho bls ya. please gw gi butuh bgt nih.
    thank’s ya buat yg mo ksh tau. kmu baek deh.

  55. #55
    gravatar

    please hahahahahahahahahahahahahahha

    SPEAKE!!!!!!!!
    GAJEBO YA,

  56. #56
    gravatar

    Apa bener cheng ho emang dikebiri dan tak ada satupun keturunannya di Indonesia? soalnya aku lg butuh info tentang keturunan Cheng Ho ato pengikutnya, terutama yang di Semarang. Trus kalo mau nyari sumber yang capable ttg semua info komunitas China di Semarang di mana ya? Ato setidaknya yang ngerti tentang sejarah China Semarang.
    Ada yang bisa bantu ga?? Plis..??

    Thanks.

  57. #57
    gravatar

    maksudnya tokoh china ato sejarawan yang masih eksis di semarang…

  58. #58
    gravatar

    # 56 …maksudnya tokoh china ato sejarawan yang masih eksis di semarang…

  59. #59
    gravatar

    @Nico
    Cheng Ho itu kasim. dikebiri dan dulu dijual sebagai budak

  60. #60
    gravatar

    baru2 ini aku baca dari buku,katanya Chengho itu keturunan dari nabi Muhammad, allahualam…., dan sebagian orang jawa , nenek moyangnya keturunan china, maybe…..

  61. #61
    gravatar

    Setahu saya ‘Kejarlah Ilmu Sampai ke Negeri China’ itu dari Nabi Muhammad SAW, kalau itu benar waah berarti dari dulu orang china itu pinter2, tapi kenapa ya baru sekarang kelihatan makmur, apa gara2 terlalu banyak perguruan silatnya jadi kebanyakan berantem mlulu, he he

    Orang-orang china itu survive banget, mrka bisa sukses krn kepepet kali ya, jumlah penduduk banyak, suku banyak, tantangan alam keras, jadi nyebar kemana-mana nyari rejeki dan ilmu, kaya orang jawa parantauan mis. wonogiri,gunung kidul,madura, dll. kayaknya mewakili banget dengan karakter orang china, buktinya warga perantauan wonogiri punya persatuan orang ‘BORO’yang sukses untuk memakmurkan daerah asalnya, bukan tipe preman manja yang dinina bobokkan dengan pikiran tuan tanah ‘Ini Daerah Gua’ Lu mesti setor,jadi intinya bangsa kita juga punya Ceng Ho- Ceng Ho kecil yang bisa dibanggakan, dan bukan jadi anjing penjaga kebathilan,

    Kita juga jangan lupa punya ‘GAJAH MADA’ yang memiliki integritas kebangsaan tinggi berani prihatin u mencapai tujuan besar, bukan integritas perut dan otak usus 12 jari, kaya pejabat sebagian negeri ini,
    banyakan muter-muter tp keluarnya tai,

    Ehm.., kayaknya kita butuh pemimpin dan komunitas masyarakat yang berjiwa spartan, Cheng-Hoisme, Gajah Madaisme, Sukarnoisme, Suhartoisme (ambil nilai + nya aja) dan punya visi misi yang jelas bangsa ini mau dibawa ke mana,

    Saya rindu dengan Gajah Mada dengan ” Sumpah Palapa ” nya
    Saya rindu Presiden Kennedy dengan ” Kita Akan Ke Bulan ” nya yang jadi kenyataan,
    Saya rindu Presiden Sukarno dengan ” Ideologi ” nya
    Saya Rindu Presiden Suharto dengan ” Tri Logi Pembangunan dan Repelita ” nya
    Tapi saya juga rindu menjadi warga yang “pandai” memilih pempimpin dan wakil rakyat yang bisa dipercaya

  62. #62
    gravatar

    Kacian.. laksmana Chengho
    di kebiri sehingga keturunan hilang tengah jalan, kejam amat..
    salut dan tabah menghadapi cobaan

  63. #63
    gravatar

    hari ini saya baru tau sejarah cheng ho. ada di t***S TeVe. tinggal nunggu film nya Pak Yusril deh..

  64. #64
    gravatar

    Sebagai “aktor” yang dipercaya memerankan Cheng Ho dalam film kolosal “Admiral Zheng He” yang diproduksi Kantana Ltd (Thailand), Hengdian Movie Corp (China) dan Jupiter Film (Indonesia), saya senang membaca minat yang begitu antusias tentang Laksamana Cheng Ho. Dari sudut pandang politik, riwayat Cheng Ho memang menarik. Ia seorang Muslim dari Propinsi Yunan, yang telah memeluk agama itu sejak beberapa generasi. Ayahnya Ma Hazi (Haji Ma)ikut memberontak dan terbunuh. Ibu dan adik-adik Ma He (nama asli Cheng Ho) tertawan dan akan dibunuh. Cheng Ho kecil (10 tahun), memohon agar ibu dan adik-adiknya dibebaskan, dengan imbalalan dia bersedia dikebiri untuk dijadikan “abdi dalem” istana. Cheng dikenal cerdas, berani dan berbudi baik. Dia membaca banyak buku di perustakaan Pengeran Chen Chui Ti. Dia paham bahasa Arab dan Persia.Perkembangan selanjutnya, dia menjadi ahli strategi militer dan membantu Pengeran Chui Ti mengambil alih kekuasaan Kaisar Chen Chu Wen yang terkenal kejam melalui perang besar. Mereka menyerang ibu kota Nanjing dari Beijing selama tiga tahun. Kaisar Chen (Ming) Chui dengan bentuan Cheng Ho berhasil menyatukan seluruh daratan China dan membangun negara menjadi maju. Dalam dialog antara Cheng Ho dan Kaisar, timbullah idea bahwa Tiongkok tidak perlu meneruskan kebijakan Dinasti sebelumnya (Yuan, dinasti Manchu)yang ekspansionis dan menjajah. Tiongkok sudah terlalu besar. Kaisar baru dan Cheng Ho kemudian berambisi membangun perdamaian dunia, persahabatan dan kerjasama dengan semua bangsa. Dari sinilah timbul idea Cheng Ho untuk membangun armada besar yang akan menjalankan misi muhibah damai ke seluruh penjuru dunia. Walaupun ada pro-kontra, namun Kaisar setuju dengan ide itu, dan Cheng Ho pula yang diangkat sebagai laksamana. Cheng Ho memang Muslim secara turun temurun. Sebagian orang China percaya Cheng Ho adalah keturunan kesekian dari Rasulullah. Wallahu ‘alam. Bahwa belakangan ada masjid Cheng Ho dan Kelenteng Sam Po Kong, itu adalah bagian dari impak kisah sejarah. Umat Islam menghargai misi damai Cheng Ho dan mendirikan masjid menggunakan namanya, untuk mengenang kehadirannya dalam panggung sejarah. Orang-orang China perantauan, meyakini bahwa setelah Cheng Ho mati, ruhnya menjadi “dewa”, yang dinamai Sam Po Kong, artinya Dewa Laut yang melindungi setiap pelayar dan orang-orang China di perantauan. Barangkali, sebagai Muslim Cheng Ho sendiri tak setuju anggapan ruhnya menjadi dewa. Namun itulah kenyataan sosiologis dan sejarah yang tak dapat ditolaknya. Masjid Cheng Ho ada di Surabaya, juga sedang dibangun di Palembang. Cheng Ho sendiri pernah medirikan kelenteng atas perintah Kaisar. Kelenteng itu dibangun dengan uang sisa berlayar yang dikembalikan Cheng Ho. Kelenteng itu berdiri di Nanjing sampai sekarang dan dinamakan Kelenteng Tan Po En. Dalam film Cheng Ho, ada dialog antara Cheng Ho dan Wang Ching Hong tentang pembangunan kelenteng itu. Kata Cheng Ho, saya agak heran, mengapa kaisar menyuruh saya membangun kelenteng, padahal dia lebih daripada tahu, kalau saya seorang Muslim. Wang menjawab, pertama, uang yang digunakan ialah, uang sisa berlayar yang kau kembalikan. Kedua, kaisar tahu, anda orang yang sangat jujur. Pasti uang pembangunan kelenteng ini tidak akan dimakan untuk keperluan sendiri. Ketiga, Kaisar tahu, anda begitu menghormati penganut agama-agama lain. Demikian, dialog dengan Wang Ching Hong. Dalam sejarah, Wang wafat di Semarang. Dia dimakamkan di desa Simongan dan dikenal oleh masyarakat Jawa sebagai “Makam Kiyai Juru Mudi”. Wang memang nakhoda kapal Ba Coan, kapal induk yang mengomando 300 buah kapal armada Cheng Ho. Dekat makam Wang mula-mula dibangun sebuah mushola, untuk mengenangnya sebagai seorang Muslim yang taat. Konon, Wang membantu Sunan Bonang menyebarkan agama Islam,atas perintah Cheng Ho, sehingga dia dikenal pula dengan nama Dompu Awang (berasal dari nama depannya Wang). Benar atau tidaknya hal ini, wallahu’alam. Tiga ratus kemudian, masyarakat Cina Semarang mendirikan Kelenteng Sam Po Kong di area makam Wang. Akhirnya mushola itu, kini berada di dalam kompleks Kelenteng Sam Po Kong di Gedung Batu, Semarang. Banyak orang bertanya kepada saya, mengapa syuting film Cheng Ho tidak dilakukan di kelenteng Gedung Batu, Semarang. Jawab saya, kelenteng itu baru ada 300 tahun kemudian setelah pendaratan Cheng Ho di tempat itu. Tidak mungkin syuting di tempat itu. Syuting tentang Simongan dilakukan di gua-gua dekat Pantai Pangandaran, Ciamis, yang dibuat seakan-akan Simongan pada awal abad ke 15. Terima kasih dan salam hormat saya. Yusril Ihza Mahendra.

  65. #65
    gravatar

    Tanggapa saya untruk “Asyik Aja”. Anda memang benar, sebagian Muslim Indonesia ada yang agak “benci” dengan etnis Cina di tanah air. Kebencian itu mungkin dipicu oleh politik kolonial Belanda yang membagi penduduk Hindia Belanda ke dalam tiga golongan, yakni Eropa, Timur Asing dan Inlander. Kelompok Timur Asing terbesar ialah etnis Cina. Mereka sengaja dijadikan sebagai kelompok “kelas menengah” yang mendapat dukungan untuk mengusai perdagangan. Oleh Belanda, etnis Cina dilarang tinggal di pemukiman Inlander. Untuk mereka disediakan lokasi khusus, yang kelak terkenal dengan sebutan Pecinan atau China Town. Sebagian kebencian juga disebabkan adanya “pemihakan” oleh etnis Cina kepada Belanda, walaup pernah juga etnis Cina memberontak di daerah Glodok, sehingga ribuan etnis Cina dibantai Belanda di abad 18. Hal lain, juga disebabkan oleh keengganan peranakan Cina — akibat politik kolonial — berbaur dengan pribumi. Orang-orang Cina Muslim segenerasi dengan Cheng Ho, baik di Malaka maupun di Jawa dan Palembang, segera membaur dengan pribumi.Lama-kelamaan keberadaan mereka seolah lenyap ditelan sejarah karena telah menyatu dengan pribumi tadi. Orang Cina Muslim, termasuk Cheng Ho, adalah penganut mazhab Hanafi. Namun lama-kelamaan karena berbaur, keturunan mereka juga mengikuti mazhab Syafii, yang dominan di Asia Tenggara. Tidak ada perbedaan prinsipil antara kedua mazhab hukum Islam itu. Namun, “kebencian” pribumi Muslim dengan etnis Cina tidaklah merata. Di Bangka Belitung, mereka bersatu dan tidak pernah terjadi konflik. Orang Cina dalam jumlah besar, sudah ada di Bangka-Belitung sejak Dinasti Sung, kira-kira 200 tahun sebelum Cheng Ho (dari Dinasti Ming).Bahkan, berbagai keramik dari zaman Dinasti Tang (abad 6-9 M) sudah ditemukan di tanah maupun laut sekitar Belitung.

  66. #66
    gravatar

    Tanggapan saya untuk Lukman. Memang benar asal-muasalnya, Cheng Ho adalah seorang “abdi dalem” atau pelayan istana yang syarat mutlaknya harus dikebiri. Demikianlah tradisi Istana Cina yang sudah berlangsung sejak 2000 tahun sebelum Dinasti Ming. Berkat kecerdasasan, kejujuran dan kemampuannya Cheng Ho meniti karir hingga menjadi panglima militer (mula-mula Angkatan Darat), dan kemudian Laksamana Angkatan Laut, yang sangat besar. Nampaknya tanpa Cheng Ho, mustahil Pangeran Ming Chui Ti akan dapat mengalahkan pasukan Kaisar Chen Chu Wen di Chen Cuba, dan akhirnya menggempur Istana Najing hingga jatuh. Dengan kemenangan itulah Pangeran Ming Chui Ti dapat menjadi Kaisar Ming yang baru. Riwayat Cheng Ho di negeri Cina tak banyak diketahui masyarakat di negeri kita. Masyarakat hanya mengetahui dia mengunjungi Majapahit, Banyuwangi, Semarang, Jakarta, Palembang dan Aceh. Padahal armada Cheng Ho melanglang buana di lautan selama 28 tahun (8 kali misi pelayaran), sampai ke Somalia, Mogadishu, Madagaskar dan Johanesburg sekarang di Afrika. Armada mereka juga mengunjungi Hormuz (Iran), Basra (Irak) dan Jeddah (Saudi Arabia). Ada 300 kapal dalam armada Cheng Ho, dengan 28 ribu prajurit angkatan laut. Meriam kapal mereka, mereka beli dari tentara Turki, dengan jarak tembak 2000 meter. Anda bisa bayangkan, ketika armada Cheng Ho mendarat di Tuban, pelabutan utama Majapahit itu hanya berpenduduk 3000 orang di abwal abad 15. Mungkin mereka dapat menaklukkan Tuban dalam sehari, sekiranya mereka bukan membawa misi damai. Angkatan Laut Majapahit masa itu belum memiliki meriam. Namun Cheng Ho malah membantu melatih tentara Majaphit, dan mejalin kerjasama pertanian, perdagangan dan industri sutera dan keramik. Dalam pengamatan saya menelaah sejarah Dinasti Ming di bawah Kaisar Ming Chui Ti atau Kaisar Yung Lo, nampaknya Cheng Ho menjadi “orang kedua” di kekekaisaran sesudah Kaisar sendiri.Di luar negeri, Cheng Ho bertindak atas nama Kaisar. Ketika ibukota Ming dipindahkan dari Nanjing ke Beijing (Forbidden City sekarang), maka Kaisar Ming Chui Ti menunjuk Cheng Ho untuk mewakili dirinya memerintah Nanjing dari istana lama. Agak mengherankan juga, Cheng Ho, seorang Muslim yang minoritas di Kekaisaran Ming, mendapat posisi seperti itu dalam dunia politik di zaman Dinasti Ming.

  67. #67
    gravatar

    ini yang nulis pak yusril sendiri?

  68. #68
    gravatar

    Sdr. Bimoseptyop Yth.
    Assalamu’alaikum,
    Ya. Benar yang menulis ini saya sendiri, Yusril Ihza Mahendra. Terima kasih atas perhatian Saudara.
    Salam hormat saya.

  69. #69
    gravatar

    Halo Pak Yusril,

    Menarik juga membaca paparan lengkap dari Bapak.
    Omong-omong, kapan nih Pak traktir makan-makan?

  70. #70
    gravatar

    pak Yusril sudah punya blog?

  71. #71
    gravatar

    pak yusril dah siap² untuk jadi ri-1 di tahun y.a.d belum?

    hiks..oot maaf™

  72. #72
    gravatar

    Pak Yusril,

    ngomong2, komentar #68 itu bapak sendiri yang tulis? bila benar, wah pak yusril sekarang sudah jadi blogwalker (dengan IE sebagai browser). saya 68% percaya Pak YIM sendiri yg menulisnya.

  73. #73
    gravatar

    Sdr. Bimosetyop, saya tidak punya blog. Mohon maaf, saya agak awam soal komputer dan internet. Kebetulan saja saya membaca forum ini, dan hati saya tergerak untuk sedikit memberikan sumbangan informasi. Barangkali ada gunanya bagi pembaca yang lain.

    Untuk Sdr. Oon, entahlah apakah saya bersedia untuk menjadi calon Presiden di tahun yang akan datang. Dunia perpolitikan kita sungguh tidak sehat dan kadang-kadang bikin gerah. Di era keterbukaan dan kebebasan sekarang ini, orang bisa berbicara apa saja dan berbuat apa saja. Segala fitnah, hujatan, sumpah serapah dengan mudah dilontarkan melalui berbagai media. Apa yang penting nampaknya, bukanlah kebenaran, tetapi membangun citra atau imej yang buruk tentang seseorang.Tidak jarang hukum dipermainkan demi kepentingan politik. Masyarakat kita belum sepenuhnya kritis, dan tidak jarang dengan begitu mudah opini mereka dipengaruhi oleh pemberitaan, editorial, dan sejenisnya. Semua informasi dikira benar dan obyektif. Padahal, semua media tidak sunyi dari berbagai kepentingan, langsung maupun tidak langsung. Pemberitaan seringkali sepihak, berat sebelah, menggunakan kata-kata yang sarat nilai dan mengandung konotasi negatif. Saya hanyalah seorang yang berasal dari partai kecil, dengan dana yang sangat minim. Saya juga berasal dari Pulau Belitung yang kecil, dan dari suku bangsa yang juga kecil jumlahnya. Saya tidak sanggup menggalang opini publik dengan menjalin kolaborasi dengan mereka yang bekerja di balik media. Semua itu memerlukan dana besar. Ambisi saya dalam dunia politik, tidaklah terlalu besar. Hanya nasib dan perjalanan hidup yang mendorong saya terlibat dalam panggung politik.

    Anda tentu masih ingat, dalam sidang MPR tahun 1999, hanya ada tiga calon Presiden yang disahkan oleh paripurna, yakni Megawati, Gus Dur dan saya. Dalam kalkulasi kami, dalam pilihan putaran pertama, Gus Dur akan kalah, sehingga tinggal Megawati dan saya yang akan maju ke putaran kedua. Kalkulasi kami ketika itu, Mega didukung oleh 305, saya 232 dan Gus Dur 185. Dalam putaran kedua, tergantung kepada eks pendukung Gus Dur, pilih Mega atau pilih saya. Mungkin saja akan terjadi kompromi, Mega menjadi Presiden, saya menjadi wakilnya, atau kami maju terus untuk memastikan siapa yang akan menang, Mega atau saya. Namun, walau tinggal beberapa langkah saja untuk menjadi Presiden atau Wapres, saya toh mundur dari pencalonan, beberapa menit menjelang pemilihan. Ambisi saya tidak terlalu besar. Tiga kali saya menjadi menteri dengan segala suka-dukanya. Seribu kebaikan yang dikerjakan, seakan begitu mudah dilupakan orang. Namun satu perbuatan, yang belum tentu salah — seperti kasus AFIS dan Bank Paribas London — namun dianggap salah oleh media, akan setiap hari di blow up dengan headline, talk show, runing text dan sebagainya. Saya seolah tidak mendapatkan porsi yang wajar untuk mengklarifikasi, menjelaskan, apalagi membela diri. Sebagai manusia, kadang-kadang saya berpikir, nama baik, harkat dan martabat serta kehormatan adalah jauh lebih berharga dari segala macam pangkat dan jabatan.

    Dua kali saya diberhentikan sebagai menteri, tanpa membuat saya marah dan dendam. Gus Dur terpilih menjadi Presiden, karena saya mundur dari pencalonan, dan suara pendukung saya seluruhnya dialihkan ke Gus Dur. Saya menjadi menteri di bawahnya. Namun suatu hari Gus Dur memanggil saya dan memberhentikan saya. Saya hanya tertawa. Begitu pula dengan SBY. Yang mencalonkan SBY-JK ke KPU adalah koalisi dua partai, Demokrat dan PBB. JK ketika itu sedang diberi sanksi diberhentikan sementara keanggotaannya di Golkar. Budisusilo dan saya, masing-masing Ketua Demokrat dan PBB yang menandatangani pencalonan kedua beliau itu. Belakangan ditambah dengan Edy Sudrajat, Ketua PKPI. Setelah terpilih, saya lagi-lagi diangkat menjadi menteri. Namun kemudian SBY memberhentikan saya karena “adanya desakan publik” (mungkin melalui media), seraya memohon maaf atas keputusannya itu dengan mengingat peranan dan sumbangan yang telah saya berikan kepada beliau, baik sebelum maupun setelah menjadi Presiden. Demikian kata beliau dalam surat pribadinya yang ditujukan kepada saya. Saya tidak marah, apalagi dendam. Biarkanlah semua itu berlalu.

    Politik, bukanlah satu-satunya lahan untuk saya berbuat dan mengabdi. Banyak hal yang saya minati, termasuk dunia akademis, dunia keagamaan, dunia seni, arsitektur, arkeologi, bahkan juga dunia masak-memasak.Saya belum memutuskan apa-apa untuk tahun 2009. Saya ingin mengikuti perkembangan lebih dulu, sebelum memutuskan apa yang saya anggap terbaik. Sekarang saya hanya sibuk dalam pembuatan film Cheng Ho. Saya senang, karena banyak aktor besar dan ternama ikut bermain dalam film ini. Mereka dari China, Hong Kong, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Dari negara kita sendiri, saya suprise karena aktor besar seperti Slamet Rahardjo, Christine Hakim dan Nurul Arifin, ikut bermain dalam enam episode film ini. Kadang-kadang, saya sungguh malu dengan mereka. Saya yang awam dan pendatang baru, diberi peran utama, sementara para aktor besar, tidak dalam posisi seperti itu. Namun saya ingin belajar dari pengalaman dan wawasan mereka. Sdr. Oon, sudah terlalu panjang penjelasan saya ini. Saya mohon maaf dan terima kasih atas perhatian Sdr.

  74. #74
    gravatar

    WOW … Pak Yusril, Sebaiknya bikin Blog pak. mungkin bisa minta tolong saudara Jay adalah Julian atau Bapak Blog Indonesia, Enda Surya Nasution.

  75. #75
    gravatar

    Itu beneran Yusril Ihza Mahendra apa bukan? Kalo emang iyah, ya bener tuh, mendingan bikin blog aja.

  76. #76
    gravatar

    iya mungkin sekarang saat yang tepat buat memulai ngeblog pak Yusril :)

  77. #77
    gravatar

    Terima kasih atas tanggapan anda semua. Sekali lagi, yang menulis ini saya sendiri. Nama saya Yusril Ihza Mahendra. Tidak mungkin orang lain dapat mengungkapkan apa yang saya rasakan seperti tertuang dalam #73. Ada seorang doktor yang menulis lebih 300 halaman biografi saya, tapi saya hanya baca beberapa halaman saja dan enggan meneruskannnya. Saya merasa doktor itu kurang mampu mengungkapkan apa yang terjadi, bagaimana situasinya, pikiran saya, perasaan serta suasana hati saya ketika menghadapi suatu peritiwa. Saya berterima kasih atas saran agar saya membuat “blog”. Sejujurnya saya katakan, saya sangat awam soal internet. Saya tidak tahu apa artinya “blog”, apa kegunaannya, bagaimana membuatnya dan seterusnya. Mudah-mudahan ada yang sudi membantu menjelaskannya. Terima kasih dan salam hormat saya.

  78. #78
    gravatar

    Pak Yusril, terima kasih atas pencerahan tentang sejarah Cheng Ho di nomor 64. Tapi saya bingung dengan salah satu kalimat yang Bapak tulis (7 kalimat, dihitung dari akhir cerita, tidak termasuk nama Anda). “Tiga ratus” apa ya? Satuannya apa?

    Eh iya, Jay, coba bantu Pak Yusril bikin blog, kayaknya bakat nulis tuh.

  79. #79
    gravatar

    Untuk Joan, mohon maaf, memang ada kekurangan dalam tulisan saya itu. Tiga ratus yang saya maksud ialah tiga ratus tahun. Kelenteng Sam Po Kong di kawasan Gedung Batu Semarang baru berdiri di penghujung abad 17, ketika sudah lebih banyak lagi pedagang Cina menetap di Semarang. Mereka perlu rumah ibadat, dan sebagai Cina perantauan — seperti telah saya jelaskan — arwah Cheng Ho mereka yakini menjelma menjadi dewa Sam Po Kong, dewa pelindung bagi pelaut dan orang Cina di perantauan. Logis saja jika mereka mendirikan kelenteng itu di kawasan di mana Cheng Ho pernah mendarat. Apalagi di sana ada makam Wang Ching Hong, nakhoda kapal induk armada Cheng Ho. Nama “Gedung Batu” adalah sebutan masyarakat pribumi, karena pedagang-pedagang Cina itu mendirikan ruko-ruko dengan bahan bata dan semen, memanjang seperti pemandangan kota Cina lama.

  80. #80
    gravatar

    Saya Mohammed, teman Yusril waktu dia kuliah program doktor di Malaysia. Yusril mungkin malu memperkenalkan dirinya. Saya tahu dia agak pemalu, dan sedikit pendiam. Ada yang bertanya tentang kemampuan bakat Yusril menulis. Saya ingin cerita sedikit. Dia menulis disertasi doktor ilmu politik tentang Modernisme dan Fundamentalisme Islam, setebebal 380 halaman, dalam waktu 20 bulan. Ketika diuji dia lulus dengan cum laude. Cepat sekali dia menulis, sehingga promotornya agak keheranan. Ketika Yusril menjadi menseneg saya mengunjunginya, dan melihat dia mengetik pidato SBY langsung di komputer tanpa konsep. Sambil ketawa dia bilang, besok SBY pidato lima kali. Saya harus siapkan seluruh pidatonya dalam tiga jam. Apa yang dia bilang ternyata benar. Besoknya SBY pidato di tiga kesempatan yang berbeda. Saya tanya, siapa yang mengajari dia menulis. Dia bilang dia diajari oleh Alm. Mohammad Natsir, mantan Menteri Penerangan dan Perdana Menteri RI tahun 1950-an. Dia juga pernah menjadi asisten Prof. Osman Raliby, gurubesar komunikasi massa UI. Sambil ketawa, Yusril bilang, Osman itu berguru dengan Jozeph Goebbels, Menteri Propaganda Adolf Hitler, ketika dia kuliah di Universitas Humbolt, Jerman menjelang Perang Dunia II. Osman memberi Yusril buka Mein Kamf yang ada tanda tangan Hitler. Saya tercengang mendengarnya. Yusril ternyata pernah menjadi penulis pidato tiga Presiden. Dua setengah tahun dia membantu Moerdiono menulis pidato Presiden Suharto, sampai Suharto jatuh. Dia menulis hampir seluruh pidato Presiden Habibie, sampai diamboil alih oleh Watik Pratgnya. Yusril menulis hampir seluruh pidato SBY, ssmpai dia diberhentikan dari kabinet. Dia menulis dengan kecepatan yang agak luar biasa. Maaf, saya teman Yusril, mungkin pandangan saya subyektif. Saya tanya, apa anda juga buat pidato Presiden Gus Dur? Yusril ketawa, dia bilang, Jangan ngolok-ngolok Gus Dur ah! Gus Dur enggak perlu naskah pidato! Yang benar aja!

  81. #81
    gravatar

    Setuju dengan teman2 lain : Pak Yusril ngeblog aja, Pak!

    Ilmu jangan dipendam sendiri, ilmu akan bertambah dengan sendirinya bila ilmu itu dibagi-bagi.
    :)

  82. #82
    gravatar

    Cool! Semoga film Bapak Yusril akan dapat memadamkan kebencian Pribumi terhadap Etnis Tiong Hua.

  83. #83
    gravatar

    Untuk Trinie, saya ucapkan terima kasih. Saya ingin belajar dulu untuk “ngeblog”. Jika saya sempat, saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman, sehingga saya dapat saling belajar. Gara-gara main film Cheng Ho, saya kembali belajar sejarah. Dulu ketika mempersiapkan desertasi doktor ilmu politik, saya harus belajar banyak tentang historiografi (metodologi penulisan sejarah), karena desertasi saya mengandung aspek sejarah, yakni tentang Partai Masyumi (Indonesia) dan Partai Jamaat Islami (Pakistan). Promotor saya waktu itu sempat bergurau dan mengatakan bahwa desertasi saya itu bisa diajukan ke Jurusan Sejarah, karena pendekatannya sangat historis dan sosiologis. Untuk menelaah tentang Cheng Ho, saya tidak hanya membaca sumber-sumber sekunder, tetapi juga membaca sumber primer, yakni catatan perjalanan Cheng Ho yang ditulis Ma Huan, orang yang ikut Cheng Ho berlayar. Catatan itu kini disimpan di musium Nanjing. Sekali lagi, terima kasih atas saran anda.

    Untuk Jac, harapan saya sama. Saya lahir dan menetap di Belitung sampai tamat SMA. Ada kira-kira 30 persen penduduk Belitung adalah Cina perantauan dan keturunannya. Kami bergaul sangat akrab. Saya pernah berguru di Kelenteng Kwan Im di bukit Kon Jim San di Belitung Timur. Saya belajar bahasa Cina dialek Hakka dengan mereka, sebelum belajar bahasa Mandarin. Saya ingin semua etnik hidup rukun dan damai. Di Belitung, Cina dan Melayu tak pernah konflik, meski mereka telah tinggal bersama selama hampir 700 tahun. Di Belitung pernah Cina sama Cina “perang” sehingga ribuan korban jatuh. Itu terjadi pada tahun 1916 yang dikenal dengan nama “Perang Ho Po”. Sesungguhnya itu adalah dampak konflik internal di negeri Cina sendiri, antara pendukung The Last Emperor dinasti Ching dengan pejuang nasionalis.Dampak konflik itu sampai ke negeri kita. Rupa-rupanya, orang Cina perantauan juga terbelah akibat konflik di negeri asal.Semoga film Cheng Ho memberikan sumbangan berarti bagi tumbuhnya saling pengertian dan kerjasama antara berbagai etnis di negeri kita, terutama kaum “pribumi” (maaf saya menggunakan istilah ini) dengan etnis Cina, yang sesungguhnya telah lama menjadi warganegara RI.

  84. #84
    gravatar

    Pak, saya suka tulisan Bapak disini, dan panjangnya malah sudah cukup untuk jadi blog itu sendiri. Semoga cepat punya blog. Saya akan rajin berkunjung. Rasanya beda membaca apa yang Bapak tulis, dibanding dengan hanya melihat Bapak di TV misalnya. Filmnya kapan beredar Pak?

  85. #85
    gravatar

    Eh Kang Jay, email saya di komen tolong diedit jadi yang gmail dong, pake alamat email baru malah keluar ayam nih.

  86. #86
    gravatar

    Untuk Mira, saya ucapkan terima kasih. Film Laksamana Chen Ho semula dipersiapkan untuk 26 episode. Namun kini berkembang menjadi 32 episode. Film ini akan ditayangkan oleh 7 televisi di China, Malaysia, Indonesia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Turki. Proses pembuatannya, Insya Allah, akan selesai awal Januari 2008. RCTI merencanakan untuk menayangkan perdana dalam rangka menyambut tahun baru Imlek, awal Perbuari 2008 nanti.

  87. #87
    gravatar

    Pak Yusril, blog itu ya seperti yulian.firdaus.or.id ini. tempat dimana pak Yusril menulis panjang-panjang ini namanya komentar. setiap kali menulis dalam blog, kita bisa menyediakan ruang bagi orang lain untuk berkomentar.

    nanti kalo Pak Yusril punya blog sendiri, orang juga bisa melihat dan membaca tulisannya, lalu memberi komentar juga. ini bukan forum. ini semacam website. kalau masih ingin tahu lebih banyak tentang blog, bisa cek dengan bantuan Google.

    wah, tapi berbalas komentar disini rasanya jadi seperti jumpa fans nggak, Pak?

  88. #88
    gravatar

    Terima kasih atas penjelasan Anda, Dian Ina. Saya coba mempelajari berbagai hal tentang blog di Google seperti Anda sarankan. Mungkin saya akan coba blogger gratis di Google dulu. Saya akan ke Bandung tanggal 9 November nanti, karena saya jadi co-promotor untuk kandidat doktor di UNPAD. Siapa tahu saya dapat bertemu dengan Yulian Firdaus, dan bertanya dengannya berbagai hal mengenai blog. Saran Anda dan beberapa sahabat yang lain saya rasa sangat berguna. Banyak sekali mis-komunikasi tentang pikiran-pikiran saya, tentang apa yang saya ucapkan, dan tentang apa yang saya lakukan, ketika dimuat di media massa dan elektronik. Seringkali saya membuat pelurusan atau bantahan terhadap berita itu, tetapi ketika disajikan, hanya dimuat di surat pembaca.Itupun kadang-kadang sudah mereka edit sesuai seleranya. Pers kita belum sepenuhnya dapat menyajikan berita, editorial dsb secara adil, jujur dan berimbang. Terlalu banyak kepentingan yang bermain di belakangnya. Saya merasa seringkali menjadi “korban”, tanpa dapat berbuat banyak untuk memberikan penjelasan. Saya menyadari bahwa masyarakat kita belumlah sepenuhnya kritis terhadap media. Seringkali suatu pemberitaan ditelan mentah-mentah tanpa kritisisme. Sekali lagi, terima kasih atas saran Anda. Saya mohon maaf, tanpa sengaja telah menggunakan blog Yulian Firdaus ini untuk merespon berbagai hal yang perlu saya tanggapi.

  89. #89
    gravatar

    #88: Wah Om Yusril, saya sudah jadi penduduk Jakarta.
    Eh, tapi bisa nebeng nih, hihihi.

    Jangan kebanyakan membaca tips ngeblog deh, entar malah merasa rumit. Mending langsung saja, daftar blog gratisan (atau daftar hosting, minta sekalian install software blog di servernya), setelah itu langsung nulis apa yang ada di kepala.

    Nanti menyebar dengan sendirinya, bahkan secara cepat.

  90. #90
    gravatar

    Eh, tos sama Kang Jae. Ngeblog itu cuman alat, tool kalo orang bule bilang, yang paling penting mah tulisannya. Seperti kalimat yang bilang : The most important is the man behind the gun ( ngapunten, jangan dianggap saya mengawali flame war masalah gender ya :p ). Selama dasarnya kuat, diyakini kebenarannya dan dipresentasikan dengan baik mah ga perlu ambil pusing orang lain bilang apa. Tapi kalau misal ada orang yang lebih tahu dan memberi koreksi itu mah malah harus disyukuri.

    Buat om Yusril, tulisannya tinggal perlu dirapiin dikit aja ( misal jarak antar paragraf ), selebihnya sih ga perlu dikomentarin. Mungkin setelah beberapa kali nulis pasti bakal terbiasa dengan detil teknisnya ( harusnya sih ga susah, macam ngetik di work processor ). Kalau udah jadi blognya ntar diusahain mampir-mampir kesana deh.

    ps : Kang Jae, coba aja ngekot sekalian ke Bandung, lumayan kan dapet tebengan :p

  91. #91
    gravatar

    Untuk Jay, terima kasih banyak atas perhatiannya. Kalau sudah menetap di Jakarta, tentu kita dapat bertemu. Saya sering ada di Ihza and Ihza Law Firm, Gedung Citra Graha Kav 34, di sebelah Balai Kartini, Kuningan. Sore hari saya sering nongkrong di Billiton Bistro, Plaza Senayan Lantai II, di sebelah Spaghetti House. Kita boleh bertemu di sana sambil minum kopi.

    Untuk Achmadi, saya juga menyampaikan ucapan terima kasih. Saran-sarannya tentu saya perhatikan. Jika blog telah siap, Insya Allah, saya akan coba menuliskan pikiran-pikiran saya, dalam konteks ilmu-ilmu sosial, politik, hukum dan kemanusiaan. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

  92. #92
    gravatar

    sip pak yusril. saya senang dengan cara penulisan bapak. untuk mencoba memulai ngeblog, mungkin bapak bisa mencoba di situs2 yang menyediakan layanan blog seperti http://www.wordpress.com atau http://www.blogger.com.

    kalau sudah dibuat dan sudah mulai diisi, kasih tau ya pak :)

  93. #93
    gravatar

    Wah Pak Yusril, kalau Kang Jay saja yang diundang untuk ngopi-ngopi nanti semuanya ngiri…hehehehe, bikin kopdar aja pak!

    kalau sudah jadi blog nya nanti saya mampir² deh ke blog Bapak…

  94. #94
    gravatar

    Pak yusril,
    benar itu kata temen-temen saya.
    Kebetulan komentar yang bapak balas ini berasal dari komunitas Kampung Gajah. Jangan ditanya ya pak, dimana kampung gajah. gag ada di peta. hehehe…

    Nah, mungkin antara bapak dan para penduduk kampung gajah bisa bertemu. Tapi jangan dalam waktu dekat ya pak. Bulan-bulan desember aja, soalnya saya masih kerja keras di negeri orang. Jadi tki pak. mewakili nama indonesia. :D

  95. #95
    gravatar

    Jay dan Sahabat semua,
    Blognya sudah saya bikin, blog gratisan di Google. Saya menggunakan nama saya Yusril Ihza Mahendra, biar mudah diketahui. Saya baru memberikan kata pengantar dalam blog itu. Secara bertahap saya akan mengisinya. Maaf kalau ada kekurangan. Saya baru belajar.
    Terima kasih atas semua dorongan dan sarannya.

  96. #96
    gravatar

    Saya senang membaca tulisan2 Pak Yusril di komentar blog Kang Jay; lebih terlihat sisi personal Pak Yusril yang tidak / jarang di cover-up oleh media massa konvensional.

    Seperti teman2 yang lain, saya juga menyarankan Pak Yusril untuk memiliki blog, sebagai media yang paling demokratis (setidaknya saat ini). Suatu saat nanti saya yakin masyarakat kita terbiasa dengan dan dapat memilih mana media yang layak dipercaya, jika memang banyak alternatif pilihan media; dan blog-lah media yang dapat membantu memberikan alternatif sumber informasi sekaligus mencerdaskan bangsa.

    Ayo teman2 kita support Pak Yusril untuk nge-blog!

  97. #97
    gravatar

    #95
    Wah akhirnya Pak Yusril udah bikin blog. Alamatnya mana pak?

  98. #98
    gravatar

    Eh iya benar, alamat blognya apa Pak?

  99. #99
    gravatar

    abis nanya mbah gugel

    http://yusril-ihza-mahendra.blogspot.com/

    betul pak yusril?

  100. #100
    gravatar

    #95
    Eh, ada yang ngasi link ke saya : http://yusril-ihza-mahendra.blogspot.com/
    Itu beneran blog yang barusan dibikin Kang Yusril? Kok tanggal tulisannya 16 April 2006 ya?

  101. #101
    gravatar

    Ooo, saya baru mengerti sekarang, mengapa ketika saya menulis alamat blog dengan nama saya hari ini, ada tampilan yang menginformasikan nama itu sudah digunakan. Blog yang saya buat namanya Yusril Ihza Mahendra, tetapi alamatnya http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com/ Rupanya staf saya di Sekneg dulu pernah membuat blog atas nama saya. Mungkin saya sudah lupa, atau mungkin juga saya tidak mengetahuinya. Ternyata saya tidak pernah posting di blog itu. Jadi, selanjutnya dapat menggunakan alamat http//mahendra-ihza-yusril.blogspot.com/ Selanjutnya, saya akan coba hubungi mantan staf saya di Sekneg dulu untuk menghapus blog itu.

    Terima kasih Bung Achmadi, Bung Awan dan yang lain.

  102. #102
    gravatar

    [...] tahun yang lalu Jay membuat tulisan tentang Cheng Ho: Laksamana Agung dari Cina. Beberapa hari yang lalu sekonyong-konyong muncul komentar dari seseorang yang mengaku sebagai [...]

  103. #103
    gravatar

    [...] http://yulian.firdaus.or.id/2005/06/24/cheng-ho-laksamana-agung-dari-china/ [...]

  104. #104
    gravatar

    Pak Yuzril, pake Gravatar dong.. Biar tampang bapak yang cool itu ketahuan. Kalo belum tahu Gravatar, tanya sama Jay atau Priyadi saat ketemuan nanti. Terus, tahun depan ikutan Pesta Blogger 2008 ya Pak… cihuy…

  105. #105
    gravatar

    wahhh satu lagi blogger indonesia nambah
    hi pak yuzril, anda baik2 aja kan disana, selamat bergabung ke dunia yg narsis dan tren sesaat ini kata temen bapak loh, hi ROY kemane lo

  106. #106
    gravatar

    Hai Pak Yusril, salam kenal..
    Pribadi bapak menarik, ayah saya pernah bercerita tentang biografi bapak..
    By the way, bapak masih suka mancing ? atau ngurusin kebun pak ? hehe..

  107. #107
    gravatar

    Pak Yusril lagi ada waktu nih untuk nulis panjang-panjang :D

  108. #108
    gravatar

    Pak Yusril,susah ya seorang pejabat Indonesia untuk berbuat baik,bersih,jujur dan benar?
    Bukannya berpahala karena diberi amanah,malah berakhir di prodeo…dan akan berlanjut terus ke “prodeo abadi”
    hiiii ngerriii

  109. #109
    gravatar

    Untuk Sanni, kadang-kadang seperti apa yang Anda ungkapkan itu benar adanya. Saya percaya, di negeri ini masih banyak orang baik dan selalu ingin berbuat yang terbaik untuk mengatasi keadaan. Setiap orang yang masih berada di luar lingkar tanggungjawab, adakalanya berpikir simplistis (cenderung menederhanakan masalah). Namun masalah yang dihadapi bangsa dan negara kita, sesungguhnya sangat rumit dan kompleks. Ketika sudah masuh ke dalam, mereka akan menyadari betapa rumitnya masalah. Perlu kesungguhan dalam memahami masalah, kerja keras, kecerdasan, serta keberanian untuk mengambil keputusan, dan kemudian bertindak. Kadang-kadang, mereka ragu bertindak karena akan berhadapan dengan kritik yang bertubi-tubi melaui media massa. Namun, bagi seorang pemimpin, mengambil keputusan dan bertindak adalah suatu keharusan. Lebih baik mengambil keputusan, betapapun ada kemungkin salah, daripada tidak mengambil keputusan sama sekali. Kalau keputusan itu salah, masih ada ruang untuk memperbaikinya. Kalau ternyata tidak ada, maka semua itu adalah risiko bagi seorang pemimpin.

    Satu masalah yang terasa kurang pada bangsa kita — yang boleh saya katakan masih belajar berdemokrasi ini — ialah lemahnya etika. Hukum di negara kita telah begitu diperlonggar, sejalan dengan tuntutan ke arah kebebasan. Kemerdekaan menyampaikan pikiran, pendapat dsb telah begitu dijamin. Begitu pula kemerdekaan pers. Apa yang seharusnya ada ialah, jika hukum diperlonggar, maka etika harus diperkuat. Jika etika lemah, orang merasa bebas menggunakan “kebebasan” tanpa tanggungjawab. Tanggungjawab yang paling utama sesungguhnya adalah tanggungjawab kepada hati nurani. Bagi orang beragama, tanggungjawab itu tentu kepada Tuhan, dan sekaligus juga kepada hati nurani. Jika setiap orang bersikap demikian, maka kebebasan itu akan sungguh berguna. Ekspressi pikiran dan pendapat, didasarkan atas kejujuran, asas manfaat untuk kepentingan bersama. Sebaliknya, kalau kebebasan digunakan hanya untuk mengungkapkan rasa iri hati, kebencian dan bahkan dendam, maka kebebasan itu takkan membawa banyak manfaat. Kita akan terus “berkelahi” tanpa akhir, sementara banyak persoalan-persoalan besar yang terlambat atau malah tidak tersentuh samasekali untuk diselesaikan. Kalau ini terus terjadi, maka bangsa-bangsa lain akan terus meninggalkan kita. Saya sungguh khawatir dengan keadaan ini.

    Terima kasih.

  110. #110
    gravatar

    Pak Yusril dan Laksamana Cheng Ho memiliki kemiripan. Kalau Cheng Ho dikebiri secara fisik dalam usia fisik yang masih belia, Pak Yusril “dikebiri” secara politik dalam usia politik yang juga masih muda: sudah tidak menjabat sebagai ketua umum partai, digergaji pula kursi kementriannya.

    Tapi saya yakin, tentu bukan karena kemiripan itu yang menyebabkan produser film memilih Pak Yusril untuk berperan sebagai Cheng Ho. Ya kan Pak?

    Hehehehehe…

  111. #111
    gravatar

    Kalau dikebiri secara fisik seperti Cheng Ho memang mengerikan juga. Waktu Ma He (Cheng Ho kecil)bersedia dikebiri demi membebaskan ibu dan adik-adiknya yang masih kecil, dia baru berusia sepuluh tahun. Mungkin dia belum menyadari konsekuensi dikebiri. Namun, saya menaruh hormat padanya, dalam situasi yang sangat sulit dan mencekam, Ma He berani mengambil keputusan.

    Saya memelaah sejarah Cheng Ho dan Dinsati Ming di bawah Ming Chui Ti, sehingga tertarik untuk main film ini. Ada idea-idea besar pada mereka berdua, yang semangatnya masih relevan dengan dunia zaman sekarang untuk kita renungkan. Idea membangun persatuan, kemakmuran dan kesejahteraan, serta idea untuk membangun perdamaian dunia dengan melerai setiap konflik dan mencari solusi damai, adalah idea yang baik. Amerika Serikat sekarang mungkin dapat belajar dengan Kaisar Ming Chui Ti dan Cheng Ho. Di bawah kedua tokoh ini, Kekaisaran Nanjing pada zamannya telah menjadi negara adikuasa yang dahsyat. Namun mereka tidak mau menggunakan kekuatan yang besar itu untuk menaklukkan atau mengganggu negara lain. Mereka malah mengajak bersahabat dan bekerjasama membangun kesejahteraan, sambil mengajak untuk bersikap damai dan saling menghormati.

  112. #112
    gravatar

    Pak Yusril [jika beneran],
    IMHO: Alamatnya yang ini [ http://mahendra-ihza-yusril.blogspot.com/ ] terasa aneh Pak, karena namanya kebalik.
    O, iya kalau Bapak mau, pasti banyak rekan2 disini yang mau bantuin buatkan blog untuk Bapak, atau bahkan ada yang bersedia memberikan domain gratis + mengelola blog tersebut untuk Bapak.
    Btw, saya dulu ketika masih SMU ngefans banget lho sama Bapak, tapi entah kenapa sekarang saya jadi muak juga dengan dunia politik di Indonesia, dan tidak ada sama sekali tokoh yang “nyangkut” di hati saya lagi.
    Eh, seru kali ya, kalau Bapak mau jadi warga Kampung Gajah. Sepertinya bisa langsung lulus NUNGING nanti. Hehehe….

  113. #113
    gravatar

    [...] terdapat komentar dari Pak “Yusril Ihza Mahendra” menanggapi Tulisan Mas Jay tentang Cheng Ho: Laksamana Agung dari Cina dan tulisan itu dibuat Mas Jay 2 tahun lalu tepatnya 24 Juni [...]

  114. #114
    gravatar

    Wow, pak Yusril nimbrung comment. Aku Juga dah tulis di blog ku. Sori ada yg bisa kasih tahu cara melakukan trackback seperti yg diatas aku? Ga terlalu ngerti wordpress soalnya… Pake fungsi apa ya biar bisa kaya diatas…

  115. #115
    gravatar

    Salam to Pak Yusril… Ditunggu share ilmunya :)

  116. #116
    gravatar

    pak yusril, salut buat analisisnya!
    cuman klo boleh nanya nih, ada muatan politis apa yah kok mau ikutan main film soal Cheng Ho?

  117. #117
    gravatar

    Astayoga,
    Assalamu’alaikum,

    Muatan politis secara langsung, khususnya untuk diri saya pribadi, hingga sekarang belum ada. Entahlah kalau nanti film ini sudah ditayangkan. Saya ingin juga mengamati dan menganalisis respons publik atasnya.
    Saya tertarik untuk mula-mula ikut mempersiapkan film ini, tapi kemudian malah ikut main, karena ada pembelajaran politik dari sejarah Cheng Ho, yang dapat dipetik oleh siapa saja, termasuk bangsa kita. Berbagai dialog dalam film ini, sarat dengan hal-hal yang berkaitan dengan hikmah-kebijaksanaan, sentuhan kemanusiaan, solusi dalam menyelesaikan masalah, dan seterusnya. Idea menarik dari Kaisar Ming Chui Ti setelah Kekaisaran Nanjing menjadi kuat dan bersatu, ialah membangun perdamaian dunia. Mereka berpikir, negara-negara lain harus dibantu dan didukung agar mereka kuat dan makmur. Kalau negara-negara lain kuat, makmur dan damai, mereka dapat membeli produk-produk dari Tiongkok. Sebaliknya Tiongkok juga dapat mengimpor apa yang mereka butuhkan. Kalau ada perdamaian, maka perdagangan dunia akan lancar. Biaya militer dapat digunakan untuk membangun kemakmuran rakyat. Itulah sebabnya Cheng Ho diutus berlayar melanglangbuana mengunjungi banyak negara. Mereka memerangi bajak laut mulai dari Palembang, terus ke selat Malaka sampai ke Sri Langka. Pembersihan bajak laut ini dianggap penting untuk mengamankan alura pelayaran dan perdagangan dari kawasan Barat Asia dan Afrika ke kawasan Timur. Pasukan Cheng Ho juga melerai pasukan Malaka di bawah Raja Parameswara yang hampir berperang dengan Sultan Trenggono dari Pajang, karena keduanya memeperebutkan Palembang sesudah kejatuhan Sriwijaya. Cheng Ho menaikkan kedua raja itu ke kapal induknya dan menyuruh mereka berunding mengenai status Palembang.

    Kaisar Ming telah memandang Selat Malaka sangat penting. Dalam pesan Kaisar kepada Parameswara yang dibawa Cheng Ho, Ming menawarkan kepada Melaka untuk membantu membangun armada angkatan laut dan sekaligus melatih tentara Malaka. Raja Malaka menerima tawaran itu. Pangkalan dibangun dan militer dilatih. Selanjutnya Cheng Ho menempatkan penasehat militer untuk membantu Malaka mengamankan selat yang strategis itu. Cheng Ho berpendapat, jika Malaka kuat secara militer, maka negara itu dapat mengurungkan niat Kerajaan Ayutthaya (Thailand) untuk menyerang mereka. Jadi, mereka rupanya telah memikirkan prinsip perimbangan kekuatan di kawasan. Permintaan Raja Parameswara agar Ming membantu mengembangkan Malaka menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara mereka kabulkan. Pelabuhan dagang dan kompeks pergudangan dibangun bersamaan dengan pangkalan angkatan laut. Melayu dan Cina bekerjasama dengan damai.

    Kalau kita bandingkan, sikap Ming dan Cheng Ho terhadap Malaka, 180 derajat beda dengan sikap Laksamana d’Albuquerque (maaf kalau saya salah nulis nama ini), panglima Portugis yang datang untuk menghancurkan Malaka, lalu menjadikan negeri itu koloni mereka.

    Hubungan Ming Chui Ti dan Cheng Ho dengan Parameswara berjalan amat baik. Parameswara adalah raja Melaka pertama yang memeluk agama Islam. Konon dia tertarik kepada agama Islam setelah mengamati sikap amanah, damai, jujur dan baik hati yang ditunjukkan Cheng Ho. Menurut catatan sejarah,
    di zaman Cheng Ho, telah ada komunitas Muslim Cina yang menetap di Malaka.

  118. #118
    gravatar

    [...] Terlintas — appolia @ 5:59 pm Setelah Pak Yusril secara tiba-tiba bikin comment di Blognya Jay tentang Laksama Cheng Ho, dimana disana dia jadi bintang filmnya (wow… bintang film, tokoh [...]

  119. #119
    gravatar

    yes he is now a movie star..take note not an ordinary one! A man that is blessed with a lot of talents and skills..I guess there’s going to be a lot of fans out there for this smart and handsome artist and ideal leader.

  120. #120
    gravatar

    Akir … sobrang mambobola ka talaga. Hindi pa ako movie star. Try out lang… Sorry teman-teman. Saya menggunakan Bahasa Tagalog merespons komentar Akir.

  121. #121
    gravatar

    Om Yusril, selamat datang di dunia blogging. Sy secara langsung bertemu Om saat mengantar Tariq Ramadhan bertemu di rumah Om beberapa tahun lalu.

    Sekarang sy mengelola blog tentang motor sebagai hobby. Sederhana saja, fanatisme merek motor di Indonesia sering berlebihan sementara pengusaha motor sering hanya mencari untung dari fanatisme itu tanpa timbal balik yg jelas bagi peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan bagi bikers… Blog bagi saya adalah forum di mana bikers bisa didewasakan bersama melalui diskusi-diskusi yg semoga mencerahkan…

    Semoga Om Yusril memperoleh suara baru yg lebih lantang di dunia melalui blog, dan sebaliknya, dunia blogger semakin bermutu berkat kehadiran Om Yusril…

    Just write, Om… for many things
    Wassalam!!!

  122. #122
    gravatar

    Terima kasih Ilham. Saya masih ingat anda datang dengan Tariq Ramadhan, di rumah saya di Widya Chandra ketika itu. Dia cucu Dr Said Ramadhan, tokoh Ikhwan al-Muslimun, bukan?

  123. #123
    gravatar

    Senjata Baru Yusril: Blog…

    Yusril Ihza Mahendra mantan menteri diberbagai kabinet pemerintahan Indonesia ini sekarang memiliki Blog. Pakar ilmu Hukum Tata Negara yang masih gagah ini memutuskan untuk ngeblog setelah menjadi pengangguran alias dipecat jadi menteri pada kabinet SB…

  124. #124
    gravatar

    Pak Yusril, yang diatas itu (Senjata Baru Yusril: Blog) namanya trackback.
    Trackback itu bukan komentar biasa, tapi sebuah artikel lengkap yang ditulis di Blog yang lain. Kemudian sebagian kecil kutipannya ditampilkan di sini.

    Untuk baca selengkapnya Pak Yusril bisa klik link pengirimnya (Budayawan Muda).
    Pada trackback diatas linknya ke arah Blog
    http://dendemang.wordpress.com/2007/11/06/senjata-baru-yusril-blog/

  125. #125
    gravatar

    wah wah wah…
    gara-gara ketinggalan berita ttg Pak Yusril ngeblog, sampe udah sepanjang ini comment nya :p. nuhun kang jae.. saya menulis komentar buat bapak yusril.

    buat pak yusril, selamat datang di blogsphere. media tempat bapak bisa menulis semuanya .. hehehe. jangan berikan password ke siapapun, karena blog bapak sudah memakai nama bapak, takut disalah gunakan.

    kalo bisa pakai saja wordpress.com daripada blogger.com (blogspot.com)… (ini hanya saran semata) karena proses menulis komen di wordpress.com lebih enak daripada blogger.com (blogspot.com).

    ada baiknya link url bapak pendek saja agar mudah diingat, misalnya yusril.wordpress.com daripada nama-panjang-anda.wordpress.com. gunanya ketika bapak ingin memberikan link ke orang lain, gampang saja mengingatnya.

    ketika ngeblog, hati-hati dalam menyampaikan data diri pribadi (yang menurut anda pribadi) karena siapapun bisa mengakses tulisan bapak tidak terkecuali misalnya wartawan infotainment yang kadang-kadang suka kehabisan berita dengan mencari-cari di internet, hehehe.

    saya kira, teman-teman dari kampung gajah yang tidak sabar untuk bertemu dengan bapak yusril langsung juga tidak akan pelit memberi ilmu dan tips-tips kepada bapak dalam bagaimana bapak mengarungi kancah perblog-an yang cukup baru bagi bapak sendiri.

    selamat ya pak!

  126. #126
    gravatar

    Semoga yang cerah menjadi cerah dan yang samar semakin samar yang benar semakin nyata tanpa ada abu abu… karena wilayah abu abu itu wilayah yang sebaiknya di hindari ;)

  127. #127
    gravatar

    [...] Satu lagi tokoh Indonesia membuat blog. Yang terakhir ini adalah Yusril Ihza Mahendra. Berawal dari balasan komentar seseorang yang ‘mengaku’ bernama Yusril Ihza Mahendra di blog Kang Jae (tulisan tentang [...]

  128. #128
    gravatar

    [...] bahwa dia itu tidak paham apa itu blog dan bagaimana cara membuat blog. Bahkan Yusril sendiri mengajak Kang Jae untuk bertemu di Bandung pada 9 November 2007 nanti untuk berdiskusi mengenai blog. Namun karena Kang Jae sendiri sudah [...]

  129. #129
    gravatar

    yiiiiii….ini yusril betulan….?
    waduh…
    mudah2an sih betulan…karena saya juga bisa2 aja ngaku2 jadi Megawati…
    Yang tak bisa ditiru itu, ya pola pikir, karena itulah “DIRI KITA”. Cuma kalo ngeliat isi tulisannya sih….hmmmm jadi mikir lima belas setengah kali kali untuk memutuskan bahwa ini pak yusril palsu.

    saya aja lagi belajar bikin blog, tapi gara2 kemarin ngaco, ga bisa ngedit halaman, malah jadi males…maksudnya sih bikin blog masakan gitu…

    BTW, aku ingin bgt nonton cheng ho…kalo bisa sih, ngoleksi DVDnya sekalian. Pak…bapak marah ga kalo DVD nya ntar dibajak? Tapi saya ga doyan loh, beli bajakan….saya selalu beli asli untuk koleksi. Saya sampe nyimpen majalah national geographic yang mengulas cheng ho.

    Om Jay, mudah2an beneran ketemu, nanti di bandung. dan mudah2an ini betulan, bukan yusril palsu. sehingga makin ramailah blog nanti. Ehm, dan roy? yah….biarkanlah dia tumbuh dan berkembang di tempat yang benar.

  130. #130
    gravatar

    Oh, ternyata beneran Pak Yusril

    Welcome to blogosfer Pak Yusril

    Calon jadi RI 1 Pak, saya coblos!!!

  131. #131
    gravatar

    Om Yusril, kalo film-nya di-tayang-in di beberapa negara berarti pake bahasa internasional dong…atau pake bahasa Indonesia yg di-dubbing…? jadi penasaran pengen cepet2 nonton…mudah2an film-nya se-seru tulisan-nya, nggak terjebak sama ke-kaku-an acting…

  132. #132
    gravatar

    om jay, ini bukan soal yusril…
    saya cuma ingin tahu, katanya cheng ho dikebiri…apa masih bisa tumbuh kumisnya ya? soalnya itu patung chengho kok pake kumis. katanya kalo dan dikebiri,hormonnya ga ada dan ga mungkin numbuh kumis. Atau jangan2 sebetulnya wajah chengho ga seperti yang di patung itu?

    sorry…pertanyaan ga mutu

  133. #133
    gravatar

    Pak Yusril, bersyukurlah sekarang punya media blog yang bisa menjadi sarana penyampaian pikiran pak Yusril tanpa tekanan pihak lain. Selamat ! Selamat juga buat Jay yang secara gak langsung menambah warga blogger

  134. #134
    gravatar

    #132: Dikebiri itu kan bukan zakarnya yang dihilangkan, hanya batang penisnya. CMIIW.

    #133: Terima kasih.

  135. #135
    gravatar

    apa iya kang jay bilang bhw dikebiri itu penisnya dipotong? ck ck ck.

    dikebiri itu bisa 2: hanya dipotong saluran penghubung biji zakar ke penis (pd manusia) atau dipotong & diambil biji zakar sekaligus (spt pd kucing, anjing).

    dgn tdk adanya/tdk bekerjanya buah zakar, maka hormon testosteron tdk dihasilkan. klo pd kucing, biasanya kucing menjadi malas, tdk menjadi jantan, tdk teritorial, tdk mengejar betina, tdk bisa mengeluarkan sperma. walopun hormon testosteron memicu tumbuhnya kumis pd manusia, tp aku ngga tau deh. soalnya si kucing aja msh punya kumis stelah dikebiri.

  136. #136
    gravatar

    #135: Saya engga yakin, Sus, tapi sepertinya benar pendapatmu.
    http://en.wikipedia.org/wiki/Castration

  137. #137
    gravatar

    Edwin,

    Skenario film Cheng Ho ditulis dalam Bahasa Indonesia, China, Thailand dan Vietnam. Dalam proses pembuatannya, aktor/aktris dari masing-masing negara menggunakan bahasa mereka sendiri-sendiri. Memang terasa agak sulit melakukan dialog dengan cara seperti ini. Namun apa boleh buat. Sebagian besar aktor/aktris hanya memahamai bahasa nasional mereka sendiri. Dalam proses pembuatannya, ada empat penerjemah orang Thailand yang pandai berbahasa Indonesia. Dua dari mereka direkrut dari mahasiswa Thailand yang belajar di UIN Ciputat. Demikian pula penerjemah dari bahasa Thailand ke bahasa China, Vietnam dan seterusnya. Sutradara film ini, Naratisai Kaljereuk, hanya mampu berbahasa Thailand dan hanya sedkit mengerti bahasa Inggeris. Professor sejarah ahli Sejarah Ming dari Universitas Beijing yang terus-menerus ada di lapangan selama syuting di China, hanya pandai berbahasa Mandarin. Tetapi professor sejarah dari Universitas Thammasat,Bangkok, pandai berbahasa Thai dan Inggeris.

    Setelah film pengambilan gambar dan editing selesai, bahasa film ini akan dirapikan. Jika ditayangkan di Indonesia, seluruhnya akan disulih-bahasakan ke Bahasa Indonesia, demikian pula yang ditayangkan di China, Thailand, Vietnam, dan Kamboja, akan disulih-bahasakan ke dalam bahasa negara tsb. Selain itu, ada versi yang seluruhnya disulih-bahasakan ke dalam bahasa Inggeris. Dari versi Inggeris inilah, nantinya akan di buat “subtitle” ke dalam bahasa di mana film itu ditayangkan. TV Istambul, Malaysia, Singapore dan Philippina, juga berminat menayangkan serial ini. Jika menggunakan tv kabel, mungkin dapat menonton tayangannya di CCTV China nantinya. Tentu menggunakan bahasa Mandarin.

  138. #138
    gravatar

    Wah hebat – hebat.Top buat Pak Yusril, kapan film ini selesai Pak?.Jadi gak sabar nich pengin cepet nonton.

  139. #139
    gravatar

    Pak Yusril, (Kok kayanya blog ini jadi kaya punya Pak Yusril yah..)
    Sewaktu pak Yusril dikandidatkan menjadi Presiden dulu.. pernah ada gosip diantara para etnis tionghoa bahwa pak Yusril dulu pernah diangkat anak oleh seorang TiongHoa dan juga pernah juga sekolah di sekolah orang tionghoa, benar pak? Waktu ada gosip itu saya ga gitu percaya sih.. :) namanya juga gosip… :)

  140. #140
    gravatar

    kenyang betul baca komen2 di atas …. :)

  141. #141
    gravatar

    Film Cheng Ho kini baru selesai sekitar 70 persen. Sisanya akan diambil gambarnya di Indonesia, kira-kira sebulan, dan seminggu di Vietnam. Syuting di Indonesia akan mulai tanggal 20 November ini. Direncanakan film ini akan selesai seluruhnya pada pertengahan Januari 2008. Disiarkan Insya Allah, awal Pebruari.

    Tentang gossip bahwa saya pernah dijadikan anak angkat orang Cina, itu tidak betul. Sekolah dan belajar bahasa Cina, ya. Ayah saya wafat ketika saya sudah menjadi sarjana. Jadi tidak mungkin saya jadi anak angkat. Kadang-kadang memang saya berbicara menggunakan bahasa Cina dialek Hakka, bukan saja dengan orang Cina Hakka, tetapi dengan kakak dan adik saya sendiri. Sebagian orang asal Pulau Belitung memang sering demikian. Mereka berbahasa Cina Hakka, seperti bahasa daerah mereka sendiri.

    Ada juga gossip saya beragama Buddha. Itu juga tidak betul. Saya beragama Islam. Bahwa saya mempelajari agama Buddha dan juga agama-agama lain, itu lumrah saja. Saya bahkan pernah menjadi dosen Ilmu Perbandingan Agama.

  142. #142
    gravatar

    Cheng Ho adalah seorang kasim Muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Majalah Life menempatkan Cheng Ho sebagai nomor 14 orang terpenting dalam milenium terakhir. Perjalanan Cheng Ho ini menghasilkan Peta Navigasi Cheng Ho yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan.

    Cheng Ho adalah penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat. Juga memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini. Selain itu beliau adalah pemimpin yang arif dan bijaksana, mengingat dengan armada yang begitu banyaknya beliau dan para anak buahnya tidak pernah menjajah negara atau wilayah dimanapun tempat para armadanya merapat.

  143. #143
    gravatar

    wah, Om Yusril beneran jawab euy…asik…

    kalo proses pembuatan film-nya se-rumit itu dan akhir-nya bakalan di-dubbing terus terang aja takut-nya malah esensi dr cerita itu sendiri bakalan ilang karena ada barrier dubbing dan (mungkin jg) karena kendala perbedaan bahasa pada saat syuting…mungkin yg bakalan jd kunci sebener-nya adalah proses editing (cieee…kaya gue jg bikin film aja)…

    btw CCTV 9 atau CCTV 4…?

  144. #144
    gravatar

    Edwin,

    Mudah-mudahan tidak demikian. Proses dubbing menggunakan teks skenario yang standard, walau tentu penerjemahan tidak selalu pas. Istilah “kalimat tauhid” yang diucapkan Jendral Yuang Lang, yang dia minta untuk dituntun Cheng Ho ketika dia akan menghembuskan nafas terakhir, tetap diucapkan “kalimat tauhid” tanpa diterjemahkan ke Bahasa China, meskipun aktor yang memerankannya menggunakan bahasa Mandarin. Yang saya khawatirkan ialah suara dubbing yang kurang menjiwai karakter yang dimainkan, seperti dubbing telenovela di negeri kita pada waktu yang lalu.

    Soal editing tidak sulit, karena komputer langsung melakukan “auto edit” setiap scene gambar yang diambil sesuai program. Pembuatan film tidak dilakukan secara sistematis episode per episode, melainkan per-lokasi dan kesempatan waktu para aktor. Jadi ketika syuting di Thailand, semua adegan yang menyangkut Thailand dan melibatkan aktor Thailand akan didahulukan. Demikian seterusnya. Dengan demikian waktu dan biaya akan lebih hemat.

  145. #145
    gravatar

    As-Salaamuálaikum Abang.
    Maaf Om Jay, Aku amatiran, dan baru tahu malam ini kalau Ketua Majelis Syura-nya PBB –Gus Durnya di PKB-lah, punya dan sudah terbiasa nge-blog.
    Abangda, teman-teman pada senang. Oh ya, Dr. ARIS ANANTA (maaf kalau keliru) dan istri yang sekarang di Rajaratnam Singapore, melalui ISEAS minta “kalau-kalau Prof. Yusril punya tulisan tentang Cheng Ho bisa diseminar dan bedah di RSIS”.

    Sekali lagi senang bertemu Abang di dunia maya.

  146. #146
    gravatar

    Aba Rayhan,
    Wa ‘alaikum salam,

    Sampai sekarang saya belum pernah menulis tentang Laksamana Cheng Ho. Apa yang saya tulis hanya sepotong-sepotong menjawab berbagai pertanyaan sekitar pembuatan film itu di blog Boss Jay ini, dan juga blog rekan-rekan yang lain. Jadi kalau diajak seminar, saya lebih baik jadi “mustami’” saja daripada menyampaikan “maqalah”. Saya bukan pura-pura tawaddhu’, karena sejujurnya saya hanya membaca berbagai literatur tentang Cheng Ho, tetapi belum pernah menulis tentangnya. Skenario film Cheng Ho mula-mula ditulis oleh Imam Tanthowi, kemudian dilanjutkan oleh Darto Djuneid. Saya mengomentari dan sekaligus menyempurnakannya. Dua professor sejarah ahli Dinasti Ming, satu dari Thailand dan satu dari China, sekali lagi memberikan komentar dan sekaligus koreksi kalau-kalau ada kesalahan. Terjemahan skenario ke dalam Bahasa Thai, China dan Vietnam dilakukan dari teks Bahasa Indonesia. Hanya sebagian ada teks asli dalam bahasa Thai, dan kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia, China dan Vietnam. Terjemahan untuk dubbing dan subtitle ke dalam Bahasa Inggeris dilakukan dari teks Bahasa Indonesia.

    Seperti telah saya katakan, saya telah membuat blog saya sendiri, walau masih uji coba. Insya Allah dalam waktu dekat ini blog yang lebih baik — yang dipersiapkan atas bantuan Vavai dan Thomas — akan dapat diakses oleh siapa saja yang berminat. Silahkan nanti menyampaikan komentar melalui blog saya yang baru ini. Malu juga terus-menerus menggunakan blog Boss Jay, untuk mendiskusikan berbagai hal tentang film Cheng Ho ini. Saya mohon maaf dan sekaligus berterima kasih kepada Boss Jay yang telah berbaik hati mengizinkan saya bertukar-pikiran melalui blognya ini.

  147. #147
    gravatar

    Mantap banget Pak Yusril saya nggak sabar nie pingin nonton aksi pak Yusril di film tersebut.

  148. #148
    gravatar

    [...] http://yulian.firdaus.or.id/2005/06/24/cheng-ho-laksamana-agung-dari-china/ [...]

  149. #149
    gravatar

    [...] waktu yang lalu saya baca di blognya Priyadi dan Jay tentang Yusril Ihza Mahendra ngeblog. Alamatnya di blogspot. Catatan itu tidak begitu saya [...]

  150. #150
    gravatar

    [...] tentang komentar Pak Yusril Ihza Mahendra (buat yang belum tahu, beliau adalah mantan Menteri) di tulisan Jay adalah Yulian. Beberapa blogger yang ikut berkomentar di sana awalnya sempat tidak percaya ini Pak Yusril. Tapi [...]

  151. #151
    gravatar

    wah, salut buat pak Yusril yang mau sharing bersama kita disini. saya usul, agar film Cheng Ho itu bisa disumbangkan ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan pengetahuan sejarah bangsa kita.

  152. #152
    gravatar

    waw,
    salut buat Bang Yusril, tata bahasa nya sangat baku dan sistematis, kata2 nya sangat terpilih. Gimana kalau nanti ada acara nonton bareng Yusril waktu launching Laks. Cheng He ? ^_^ atau udah launching kah ?

  153. #153
    gravatar

    Pak Yusril. Perihal matinya Cheng Ho yang sebenarnya gimana ya??

  154. #154
    gravatar

    [...] mantan menteri, politikus dan aktor yang telah dikenal banyak orang memberikan komentar di blog ini, berikut komentar beliau: Sebagai “aktor” yang dipercaya memerankan Cheng Ho dalam film kolosal [...]

  155. #155
    gravatar

    kang ieu Arya Pradusuara…
    haturnuhun akang tos ngabantos sim abdi dina tugas akhir sim abdi….
    sakali deui haturnuhun

  156. #156
    gravatar

    eh…kang bade tumaros…
    dupi wira dipa teh saha…?
    kumargi eta teh sala sahiji buyut abdi….
    mudah-mudahan tiasa di jawab saenggalna…
    haturnuhun

  157. #157
    gravatar

    tulisan Yusril, lebih bagus disini… Daripada di rumahnya “blog” sendiri…

  158. #158
    gravatar

    Eh, ternyata Laksamana Cheng Ho itu penemu pertama benua Amerika loh, puluhan tahun sebelum Columbus menemukan Amerika. Gak Percaya…? Baca aja buku 1421: Saat China Menemukan Dunia (Pustaka Alvabet)karya Gavin Menzies. Wah, CHeng Ho hebat banget…

  159. #159
    gravatar

    @hai, di buku Gavin Menzies?…
    Saya kira, bukan seperti itu maksudnya…Betul, kalau Cheng Ho menjelajah Dunia duluan. Tapi dia, utusan Kaisar Dinasti Ming dari Nanjing, daratan Tuongkok (China sekarang) yang berlayar ke Asia Tenggara (South East Asian). Bukan penjelajah sukarela, tapi utusan. Tanpa mencoba mengurangi kebesarannya (Cheng Ho)…
    Sedang Christoper Colombus (80-90 tahun di belakangnya), penjelajah murni dan memang tidak mengarungi Laut China Selatan, tapi lebih ke arah Atlantik. Yang sebenarnya, tujuan awalnya ke India… Terus nyasar ke Amerika, makanya orang yang dia lihat pertama di Benua itu dia sebut “Indian”. Yang dia maksud India sekarang…
    Secara lengkap tentang sejarah penemuan Benua Amerika bisa di baca pada, “Europe and People Without History”, Barclay University…

    Salaaam…

  160. #160
    gravatar

    pembuatpatung cheng ho itu sapa

  161. #161
    gravatar

    gilaaaaaa….
    gimana..seeh laras kls 7b 236 jkt 2007/2008 nyare gamb

  162. #162
    gravatar

    hai tasaro gimana cerita selanjutnya dari samhita diterusin donk!
    aku mo bikin drama contest tentang itu.

  163. #163
    gravatar

    [...] http://yulian.firdaus.or.id/2005/06/24/cheng-ho-laksamana-agung-dari-china/ [...]

  164. #164
    gravatar

    baca-baca sejarah YIM bisa bikin blog..
    kembali ke masa lalu
    agak aneh tapi nyata kan..??
    siapa yang nyangka klo dari sebuah tulisan pendek bisa mengantar seorang yusril punya website pribadi
    dan akhirnya jadi Presiden RI..??

    :)

  165. #165
    gravatar

    saya penasaran kalo memang laks, Cheng ho keturunan muslim ada nga k masjid peningalan beliau dan makam nya ada di mana?.

  166. #166
    gravatar

    gw punya kenangan sama pak yusril ihza mahendra waktu gw masih kerja di airporteve tahun tahun 95pak yusril mau ke singapore gw tanya pak sudah isi porm imigrasi dan bayar piskal kemudian beliau bilang saya paspor di plomat jadi nga bayar fiskal saya ngobrol di Counyer ygkososng beliau pake jas warn biru, eh nga tau nya jadi mentri dan calon president aku mau lo jadi staff nya pak yusril khusus untuk protokoler untuk kberangakatan staff dan keluarganya.yg saya urus dari tiket chekin untuk urusan bagasi sampai tuntas. semoga di baca oleh beliau
    aku minta blogger pak yusril?.

  167. #167
    gravatar

    [...] kebetulan emang kalimat yang bersangkutan ber-link. Klik deh ke TKP. Masuknya kesini. Kirain apa gitu… udah mikir berat, kali blog tentang politik negeri, or hukum, HAM atau [...]

  168. #168
    gravatar

    kota belawan di medan juga yang kasi nama si cheng ho. beliau masuk
    masih ada peninggalan nya di kab. serdang bedagai ” keramat kuda putih ” ( patung kuda milik poh an tui )
    nama kecamatanya hingga sekarang ”MATAPAU”

  169. #169
    gravatar

    semenjak saya membaca situs sejarah ceng ho saya sagat kagum degan kehebatan beliau berpetualang mengarungi samudra bakan melebihi kolombus yang kataya terhebat di dunia tapi hasil ciplakan laksamana ceng ho tapi menurut saya yang hebat ya laksamana ceng ho dan sudah terbukti di sejarahya loh apa menurut kamu raja laut terhebat itu colombus apa ceng ho?……

  170. #170
    gravatar

    saya baru tahu sekarang setelah membaca situs sejarah CENG HO di atas ,,
    ternyata ceng ho adlah seseorang yang hebat dan dia juga tergolong umat muslim.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.