Sang Pengembara: Ibnu Battuta
Senin, 6 Juni 2005M
28 Rabiul Akhir 1426H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Saya ingin melancong ke mana-mana, baik dalam bentuk liburan ataupun pekerjaan, terutama keliling Indonesia. Sampai saat ini tempat-tempat yang sudah saya kunjungi adalah Medan, Lampung, pantai Ujung Kulon dan Pulau Peucang, pantai Sancang Garut, sebagian besar kota-kota di Jawa Barat (yey! Sukabumi belum dikunjungi), Cilacap, Kebumen, Yogya, Solo, Semarang, Kediri, Malang dan Gunung Bromo, Surabaya, hampir seluruh kawasan Bali (Kuliah Lapangan 1995, 2 minggu lebih), Makassar dan Tana Toraja. Sangatlah kecil dan sedikit bila dibandingkan dengan perjalanan Ibnu Battuta, the legendary muslim traveller.

Ibnu Battuta, lengkapnya Abu Abdullah Muhammad ibn Battuta, seorang muslim di bidang hukum Islam, lahir pada tahun 1304 di Tangier, sebuah kota di dekat Selat Gibraltar, Maroko. Battuta memulai perjalanannya pada umur 21 dengan tujuan menunaikan ibadah haji. Melalui jalan darat Battuta menyusuri pantai utara Afrika melewati Aljazair, Tunis, Tripoli, Alexandria, Kairo, Jerusalem, singgah di Damaskus, Madinah dan Makkah. Selama perjalanan pertama ini Battuta menyempatkan diri melihat keajaiban dunia di Alexandria, yaitu pencakar langit Pharos lighthouse setinggi 104m yang kemudian hancur karena gempa di abad tersebut, juga sempat singgah di Pyramids of Giza.

Setelah menunaikan ibadah haji Battuta menyempatkan tinggal dulu di Makkah untuk memperdalam studinya, selain mengunjungi tempat-tempat suci muslim. Tahun 1326 Battuta melanjutkan perjalanan ke wilayah Iran dan Irak sekarang. Setahun berikutnya Battuta kembali ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji yang kedua, dan tinggal selama setahun di kota suci tersebut.
Tahun 1328 Battuta melanjutkan perjalanan ketiganya ke pantai timur Afrika hingga ke kota Kilwa, sekarang Tanzania dan kembali lagi ke Makkah melalui jalur laut ke Teluk Persia dan kembali ke kota suci melalui jalan darat. Battuta kemudian menunaikan ibadah haji yang ketiga kalinya.
Battuta kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah Asia Tengah melalui Anatolia ke Turki Asia. Singgah di Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turki) sebelum berlayar menyebrangi Laut Hitam ke wilayah Asia Tengah. Perjalanan dilanjutkan ke dekat wilayah Afghanistan sekarang.
Dari wilayah Sungai Volga, pada tahun 1334 Battuta menerobos wilayah Afghanistan melalui Kabul hingga ke Delhi, India. Di Delhi Battuta bekerja di pengadilan Delhi yang saat itu adalah termasuk negeri muslim. Dengan gajinya yang tinggi Battuta hidup sejahtera selama di India.
Pada tahun 1342 sultan di Delhi mengutus Battuta melakukan perjalanan ke Cina sebagai Duta Besar. Jalan yang ditempuh adalah pelayaran melalui Kepulauan Maldiva, Sri Lanka, Bangladesh, Myanmar, Kepulauan Andaman, Aceh, Selat Malaka, Singapura, menerobos Laut Cina Selatan, berlabuh dan meneruskan perjalanan darat ke Beijing.
Pada tahun 1346 Battuta memulai perjalanan pulang dari Beijing, selama empat tahun perjalanan darat dan pelayaran laut, ia kembali ke kota kelahirannya Tangier di Maroko. Pergi berkelana pada umur 21 dan kembali pada umur 44, sebuah perjalanan selama hampir 24 tahun yang mengesankan.
Tak lama di Maroko, Battuta melanjutkan perjalanan menyebrangi Laut Tengah ke Andalusia (wilayah Spanyol selatan), kembali lagi dan menerobos gurun Sahara hingga ke Mali, wilayah Afrika barat.
Pada tahun 1354 Battuta kembali ke tanah kelahirannya dan menetap di kota Fez dan berteman baik dengan sultan. Sang sultan kagum dengan perjalanan Battuta dan meminta Battuta menuliskannya ke dalam sebuah buku, yang dikenal berjudul Rihla atau My Travel. Sebuah perjalanan fantastis sepanjang 120.000km telah ditempuh Battuta. Jika bukunya berbentuk diary tentunya orang akan lebih mengenal Ibnu Battuta dibandingkan dengan Samuel Pepys atau Anne Frank.


Popularity: 9% [?]
Senin, 6 Juni 2005 @ 14:15
Jay, pernah nyoba jadi backpacker keliling indonesia?
Senin, 6 Juni 2005 @ 14:44
Barusan dari Bandung…indah euy. Lagi mencicil “hijrah”: Yogya, Bandung, Jakarta dan… Pontianak!
*salut postingannya, variatif*
Senin, 6 Juni 2005 @ 15:03
hihihi…
seperti biasa… banyak ilmu yg bisa didapatkan dari baca blog ini.
makasih infonyah…
saya malah blom keluar pulau jawa…
Senin, 6 Juni 2005 @ 17:06
ya saya malah baru seputar yogya dan sedikit indonesia tengah (bali, karena ada Indonesian People Forum) dan sedikit Indonesia Timur (maluku, tual).
kadang ngiri juga, pingin kerja di perusahaan semacam National Geographic. Kerjaannya travelling, dibayar. hehehehe..
Senin, 6 Juni 2005 @ 19:47
thx atas info-nya
Senin, 6 Juni 2005 @ 20:25
OOT:
Jay, ini Firmannya Wawang..
Bisa minta alamat email?
Senin, 6 Juni 2005 @ 20:56
mas.. blog nya knowledgeable banget.. keren banget. banyak banget info2x penting. met kenal deh mas. nama saya adit homepage: http://zero17.net pengen dong.. homepage saya dipajang di links-nya.
Senin, 6 Juni 2005 @ 22:33
#6: lihat di halaman http://yulian.firdaus.or.id/tentang-penulis/
Senin, 6 Juni 2005 @ 22:51
sekarang mengembaranya pake http
Selasa, 7 Juni 2005 @ 0:05
sebenernya enak kalo bisa melancong kemana-mana palagi keluar negeri, tapi yang jadi masalah nya. seperti biasa……. UAng lagi lagi uang wo uowo o lagi-lagi uang. btw Jay, salut buat info nya. thanks yaaa
Selasa, 7 Juni 2005 @ 14:23
Bang Jay, thanks posting-nya. Jadi pengen ngelayap ke Asia Tengah dan Middle East. Blog aku khusus buwat traveller (backpacker ato adventure) dan photopgraphy. Maklum dengan blog design-nya, saya ini gaptek (hi..hi.. mohon petunjuk).
Selasa, 7 Juni 2005 @ 17:34
Jalan jalan yuk
Gwe ke Jakarta aja belum pernah
Rabu, 8 Juni 2005 @ 20:51
Ibnu Batuta bener2 legendaris ya…kira2 kalo sama Marcopolo dia ketemu gak ya?
Kamis, 9 Juni 2005 @ 11:10
#13
iya baca tulisan ini gw langsung inget ma Marcopolo,
kenapa Batuta gak dikenal yach?
ato gw aja yg gak kenal?
120.000 km pake onta, kapal ama jalan kaki
wuih ………………………….
btw, jay, lu dapet ginian dari mana sih?
bener2 ensiklo berjalan ya
Kamis, 9 Juni 2005 @ 11:20
#14: lupa dari mana… kalo nggak salah namanya internet, mungkin salah…
Jumat, 10 Juni 2005 @ 13:05
Besok Ke Kebumen Ikut Gak?
Sabtu, 11 Juni 2005 @ 16:54
rajin jay euy
Senin, 27 Juni 2005 @ 19:42
(Salam kenal u mas Jay)
Saya, juga menyimpan hasrat yang teramat besar untuk dapat “mengembara” suatu ketika. Melihat negeri – negeri yang jauh, bertemu lebih banyak orang dan bangsa serta berharap mendapat banyak pelajaran dari itu semua.
Dan sekarang saya tengah memulainya. Berada di jakarta, di belantara yang penuh gerlap ini saya anggap sebagai batu loncatan untuk melihat dataran yang lebih luas dan besar esok hari. Tulisan mas Jay bout ibnu battutah ini semakin memperbesar keinginan untuk pergi suatu ketika:
(berlayarlah,
berlayarlah seperti Ibnu Batutah
melintasi mata angin
mengarungi tak berujungnya cakrawala
nun jauh: orang – orang yang mencintamu tak henti mengirim sesajiā¦)
Selasa, 28 Juni 2005 @ 11:51
#10: menurut saya hasrat mengembara tidak otomatis identik dengan keperluan uang. Kebetulan saja sebagian dari kita “melancong” karena dibiayai urusan dinas atau memang meniatkan rekreasi. Pengembara sejati, katakanlah seperti Battutah, tentu bukan orang kaya yang pergi ke mana-mana dengan bekal uang banyak.
Selasa, 28 Juni 2005 @ 12:02
#19: jaman sekarang susah, yang masih mungkin melancong di dalam negeri, tak perlu paspor, visa dan fiskal, asal KTP ada masih aman, tapi ya sengsara juga kalo uang terlalu tipis
Minggu, 21 Agustus 2005 @ 9:04
hallo .. Saya seorang pelejar dari singapura .. saya sepatutnya membuat projek tentang Ibnu Battuta .. Dan terima kasih ya untuk informasi2 nya!
Senin, 22 Agustus 2005 @ 9:36
Kalau jaman itu Ibnu Battuta sudah memegang kamera digital dan notebook, kira2 berapa besar file foto yang dia ambil sepanjang perjalanannya ya.. )
Selasa, 6 September 2005 @ 22:57
salam….buat yulian n temen2 yang uda lama nongkrongin disini.
saya baru n coba2 cari komunitas….buat tuker2 pengalaman n tambah2 pengetahuan dari temen2. thanks
Jumat, 10 Februari 2006 @ 10:53
wah, dulu belum ada blog sih ya .. coba klo dulu dah ada blog mungkin kisahnya bisa kita nikmati dr sini ya . hehehe
Kamis, 2 Maret 2006 @ 9:00
[...] Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bisa seperti Ibnu Battuta atau Samuel Pepys! [...]
Kamis, 20 April 2006 @ 3:54
mas jay, 120.000 km itu kan 3x keliling equator. Apakah angka ini betul? (Meskipun beliau banyak berjalan di arah utara selatan (katakan pulang pergi 20.000 km dari maroko ke semenanjung arab dan dari india ke cina), tapi untuk arah barat timurnya kan ngga sampai melayari samudera pasifik dan atlantik – padahal ini 1/2 equator sendiri barang kali). Thanks& mohon pencerahannya.
Kamis, 20 April 2006 @ 10:36
#26: Bukan jarak kota ke kota atau negeri ke negeri yang diukur, tapi perjalanannya. Ibaratnya saya dari Bandung ke Jakarta yang hanya 120km tapi saya tempuh dengan berjalan kaki singgah di sana sini, muter-muter dulu di sana sini hingga jarak tempuh total bisa 300-400km. Lagi pula dari India ke China bukan jalan darat, tapi jalan laut yang jelas lebih panjang.
Kamis, 11 Mei 2006 @ 12:35
Luar Biasa Perjalanan Ibnu Batutta, Coba diarynya dibuat yah. Jadi kita bisa tahu berbagai pengalaman yang melukiskan perjalanan beliau tentang kondisi di setiap daerah yang beliau singgahi. Kita juga bisa belajar tentang kehidupan masa lalu yang dapat kita ambil manfaatnya.
Minggu, 21 Mei 2006 @ 14:42
Saya pernah dengar nama Ibn Batuta dulu sekali, mungkin waktu pelajaran agama di SMA tentang cendekiawan muslim. Tapi gak membekas sebagaimana Avicenna atau Averoos. Kemarin mendengar lagi di Groningen, karena perhimpunan mahasiswa Fakultas Ilmu Spasial menggunakan nama Ibn Batuta. Kaget juga, karena namanya digunakan di negara sekuler. Belum sempat googling eh udah kesasar di sini. Terima kasih mas Jay atas pencerahannya…
Kamis, 31 Agustus 2006 @ 17:52
Ibnu Battuta ni handsome atau tak? Sesiapa yang tahu, boleh bilang saya?
Senin, 16 Oktober 2006 @ 7:19
wat language are u noobs talking???????
Senin, 16 Oktober 2006 @ 8:56
#31: You are noob, and we are talking Indonesian.
Jumat, 8 Desember 2006 @ 9:14
Jay kalau kamu punya temen di jogya yang jg hobi jadi backpacker tlng kasih alamatnya or infornya ke rulia yach, biar aku ada temen yang sehobi n biar bisa jalan2 bareng
thx
Selasa, 9 Januari 2007 @ 16:00
Mang saya maca ieu cerita wah jadi pengen pisan ngalamar jd presenter nu sok jalan2 bari nyobaan makanan khas tempat nu di tuju. WISATA KULINER lah disebutna. Ngan karek surabaya,semarang,yogya,klaten,pekanbaru,bogor,kendari,malang …. eta oge ngan sakedap …..
Rabu, 10 Januari 2007 @ 6:25
perjalanan nya amat panjang tapi umor sangat pendek.pengalaman nya sangat banyak penglihatan sangat luas.Semangat sangat tinggi keberanian nya tak terkira
Jumat, 19 Januari 2007 @ 14:04
wah hoyong pisan euy siga ibnu batutta.
sayamah kawetan nembe dugi kasurabaya. kakidul pantai selatan jabar kakaler ka kualalumpur, kakulon nembe dugi kaFrankfurt etage abidin hehe..
mang ajak2lah mun bade jalan2.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 16:55
Baru pulang dari mggabara jerman,belanda,perancis,belguim dan englang.boleh kongsi pengalaman dan lain2 idea.layari http//:www.gmpeladang.com.my
kongsi pengalaman negara pakistan,qotar,jordan,mesir,arab saudi,china,australia,thailand,burma,indonesia
Rabu, 28 Maret 2007 @ 21:21
mas2 dan mbak2 yg sudah atau punya informasi ttg backpacker keliling indonesia tulung kasih saya masukan, sebab saya mau jalan2 ke wilayah timur indonesia
padang-jawa-lombok-bali-kalimantan-sulawesi-irja-
tapi saya g tau jalur mana yg lebih efisien dari segi biaya, mohun bantuan na
kirim ke david_ricardo@telkom.net
rgdr
djrono
Kamis, 30 Agustus 2007 @ 21:19
thanks ilmunya
Selasa, 18 September 2007 @ 13:19
Banyak info tentang pengetahuan.
Sabtu, 24 November 2007 @ 19:06
duUh sAlam KenaL y… ulan sEnanG baCanya hE….
Senin, 21 Januari 2008 @ 8:48
makasih infonya kang jay…salam kenal