Samuel Pepys

Selasa, 31 Mei 2005 M
23 Rabiul Akhir 1426H

Samuel Pepys

Jika pada abad ke-17 sudah ada internet maka blogger pertama adalah Samuel Pepys. Sebagai resolusi Tahun Baru, 1 Januari 1660, Pepys memulai catatan hariannya pada umur 27. Di tahun yang sama bergabung dengan armada Montagu ke Belanda untuk membawa kembali Charles II of England. Charles II mengembalikan Inggris kembali menjadi kerajaan setelah Oliver Cromwell memimpin Inggris menjadi republik sebagai Lord Protector setelah perang sipil di tahun 1649.

Pepys kemudian bekerja di Angkatan Laut dan tentunya terus menulis diary-nya. Kejadian-kejadian penting yang ia catat seperti perang 2nd Dutch War (perang antara Inggris dengan United Provinces — sekarang Belanda), musibah outbreak Great Plague dan tiga hari kebakaran kota The Great Fire of London.

Kondisi kesehatan Pepys, terutama penglihatannya menurun membuatnya mengakhiri tulisannya pada 31 Mei 1669 dan hanya menulis memo atau catatan kecil yang diserahkan kepada asisten pribadinya (clerk). Karir Pepys selanjutnya menjadi anggota Parlemen, sempat dituduh sebagai pengkhianat karena korespondensi dengan Prancis dan ditahan di Tower of London, namun dibebaskan kembali tahun 1680. Karirnya kemudian bertambah menjadi Sekretaris Raja Charles II hingga meninggal dan James II of England naik tahta.

Tahun 1689-1690 Pepys dipenjara karena dicurigai menganut Jacobitism, namun tak ada tuduhan yang terbukti. Pada umurnya yang ke-57 Pepys mengasingkan diri dan meninggal pada tanggal 26 Mei 1703.

Catatan harian Samuel Pepys kini dibuat dalam bentuk blog di situs http://www.pepysdiary.com/

Komentar

19 komentar untuk catatan 'Samuel Pepys'

  1. #1
    gravatar

    Hore nomor satuuu!

    Jay, jadi pencatatan-pencatatan sebelum masa itu gak masuk sebagai konteks blogger?
    Persepsi mu tentang blogger gimana ya? Apa beda dengan saya?:P

  2. #2
    gravatar

    baca dengan teliti dong ah… Jika pada abad ke-17 sudah ada internet maka blogger pertama…

    sebelum ada internet dikenal sebagai diary, secara formal disebut jurnal dan dengan internet namanya jadi blog


    captain’s blog, stardate [-29]4025.40

  3. #3
    gravatar

    weks.. si om…
    ceritanya asik asik…
    sejarahnya pasti bagus..:D

    pernah jadi guru sejarah ya om…?:P
    *kabur*

  4. #4
    gravatar

    waktu SMA saya suka nulis diary, dan paling suka kalo tulisan saya dibaca sama orang lain…he..hehehehehe….beu!

  5. #5
    gravatar

    2# waduh iya Jay… sorry gak teliti:P

  6. #6
    gravatar

    Menemukan artikel Samuel Pepys

    Ini info digali dimana, wah wah sungguh suatu bakat terpendam mas Jay ;)

  7. #7
    gravatar

    gara-gara Samuel Pepys jadi artefact di Blogshares, terus lihat-lihat Wikipedia

  8. #8
    gravatar

    http://dhani.blogspot.com/2004/01/dari-catatan-harian-hingga-weblog.html

    Tidak ada yang tahu pasti sejak kapan orang mulai menulis catatan harian. Kebiasaan ini diperkirakan mulai berkembang pada sekitar akhir masa Renaissance (1350-1650), saat banyak hal pribadi mulai dianggap penting. Selain berisi catatan pribadi penulis, tak jarang sebuah catatan harian juga memuat sebagian sejarah sosial maupun politik di lingkungannya. Ini membuat beberapa catatan harian jadi mempunyai nilai tambah tersendiri.

    Ambil contoh catatan harian yang ditulis oleh Samuel Pepys (1633-1703). Dalam rentang waktu antara 1 Januari 1660 hingga 31 Mei 1669, ia menulis serangkaian catatan harian yang kelak menjadi salah satu catatan harian yang paling terkenal dan menarik yang pernah diterbitkan. Sebagai pemasok kebutuhan Angkatan Laut Inggris pada masa itu, Pepys turut berlayar dalam kapal yang membawa Charles II kembali ke Inggris pada 1660, dan hadir pada upacara penobatan Duke of York (Kelak dikenal sebagai James II), maka ia mengetahui semua gosip di istana, termasuk kasak-kusuk di Angkatan Laut. Dia lolos dari wabah penyakit mematikan pada 1665 dan kebakaran besar yang melanda kota London di tahun berikutnya. (…)

  9. #9
    gravatar

    Gimana dengan Ibnu Battuta? Abad ke-14 tuh.

  10. #10
    gravatar

    […] ukunya berbentuk diary tentunya orang akan lebih mengenal Ibnu Battuta dibandingkan dengan Samuel Pepys atau Anne Frank. […]

  11. #11
    gravatar

    kawan jay

    kalau gak salah, buku log (log book) sebagai sesuatu yang sangat berharga, bahkan jauh lebih berharga dari emas bahkan nyawa sekalipun, adalah log yang ditulis para nakhoda kapal pada masa-masa awal abad penjelajahan (abad 15 an). biasanya disebut buku hitam (karena selalu bersampul hitam?), atau disebut juga captain note/log. Seluruh nakhoda besar seperti vasco da gama (th 1500 an), christophorus colombus, abel tasman dll memilikinya dan menyimpannya dengan sangat hati-hati. Anekdotnya: bahkan tangan kirinya sekali pun, tak tahu dimana tangan kanan menyimpannya. Mengapa, karena ia memuat seluruh informasi jalur laut dari satu tempat ke tempat tertentu yang pada masa itu berarti kekayaan, bahkan kemahsyuran. Rawan dicuri, dirampok ataupun disalin oleh nakhoda-nakhoda/awak kapal lainnya

    log book yang kemudian disingkat log saja, awalnya hanya memuat segala yang berkenaan dengan peta medan pelayaran, namun ternyata para captain juga memasukkan informasi-informasi seperti kejadian-kejadian di kapal, deskripsi penduduk asli yang ditemui, orang-orang/suku-suku, sistem pemerintahan, kekayaan tambang (utamanya emas), cara berbusana dan lainnya, mirip-mirip deskripsi etnografis ataupun diary. sayangnya tidak banyak buku log yang selamat sampai ke abad blog ini. mr pepys beruntung sekali, log booknya selamat

    log book para kapitan besar terlestarikan dalam bentuk buku serupa untuk kapal laut dan pesawat terbang dimasa ini. Kotak hitam dipesawat terbang, yang duluan dicari jika terjadi kecelakaan adalah varian lebih modernnya. serial startrek selalu mengawali dan mengakhiri setiap episodenya dengan log note Captain Picard, nakhoda enterprise.

    kata log sendiri dugaanku, mungkin sekali menjelaskan bahwa tadinya bisa jadi bukan buku, tetapi potongan kayu untuk mencatat –sebelum marcopolo ke china kali ya, teknologi pembuatan kertas eropa diimport ke eropa melalui marcopolo– setelah ada kertas barulah ia tergantikan oleh buku?

    selain di ranah layar-melayar dan penerbangan, para peneliti (utamanya antropologi dan sosiologi) juga memakai istilah yang sama bagi catan-catan kejadian harian sepanjang penelitian/kegiatan lapangannya.

    web log yang lebih popular disebut blog pun demikian, awalnya catatan pelayaran, surfing. yakni catatan-catatan surfer thd situ-situs yang dkunjunginya, sampai akhirnya berkembang harum mewangi sebagaimana saat ini.

    btw jay, aku bukan blogger, nggak faham, baru senang keliling-keliling doang. semoga impian jay menjelajah ke seluruh pelosok dunia dapat menjadi kenyataan…ameen

    salaam

    yulius

  12. #12
    gravatar

    ternyata menulis catatan harian bisa dikenang sepanjang masa

  13. #13
    gravatar

    […] Pada tahun 1354 Battuta kembali ke tanah kelahirannya dan menetap di kota Fez dan berteman baik dengan sultan. Sang sultan kagum dengan perjalanan Battuta dan meminta Battuta menuliskannya ke dalam sebuah buku, yang dikenal berjudul Rihla atau My Travel. Sebuah perjalanan fantastis sepanjang 120.000km telah ditempuh Battuta. Jika bukunya berbentuk diary tentunya orang akan lebih mengenal Ibnu Battuta dibandingkan dengan Samuel Pepys atau Anne Frank. […]

  14. #14
    gravatar

    […] Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bisa seperti Ibnu Battuta atau Samuel Pepys! […]

  15. #15
    gravatar

    Hi…lam kenal mas2 mbak2
    Asyik baca2 sekilas jadi nambah wawasan walau iseng sebenarnya…
    Iseng search google “catatan harian” and here we are…
    Aku pengen bikin catatan harian alias diary alias jurnal alias blog (baru tau dari tulisan mas jay #2) tentang aku yang baru 2 tahun bekerja jadi staf pengajar dan aku putuskan menulis konvensional saja, karena aku belum bisa bikin kayak mas jay gini.
    Aku berharap aku bisa istiqomah memulainya… dan merekam semua yang aku alami saat aku di kantor. Dan berharap aku khususnya mendapatkan sesuatu yang berguna di suatu ketika. Minta doa restunya ya mas jay and the bloggers.

  16. #16
    gravatar

    Aduh…sumpe deh, iseng tapi ga ngerti. BODO banget…Eit tapi lam kenal deh…

  17. #17
    gravatar

    jay_kalo bisa nulisnya yang made in endonesa aja,karna banyak loh pahlawan dr endonesa,sorry yach jay

  18. #18
    gravatar

    #17: Banyak ya? Sok atuh tulis.
    Sebab saya bukan ENSIKLOPEDIA.

  19. #19
    gravatar

    […] bukunya berbentuk diari,  tentunya orang akan lebih mengenal Ibnu Battuta dibandingkan dengan Samuel Pepys atau Anne […]

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.