Kompas Tidak Suka Blog

Senin, 9 Mei 2005M
01 Rabiul Akhir 1426H

Kompas merilis pemberitaan tentang blog di kolom Teknologi Informasi-nya berjudul “Kolom 8@9″. Pertama saya tak mengerti judul artikel tersebut, apa maksudnya Kolom 8@9? Apakah ejaan slang terhadap ‘bag’? Tapi apa maksudnya ‘bag’?

Turunan teknologi internet seperti mailing list, e-mail, maupun blog yang di berbagai negara digunakan sebagai sarana efektif untuk berkomunikasi dan tukar-menukar pendapat, di Indonesia menjadi ajang yang sering tidak jelas tujuan dan manfaatnya.

Kalimat di atas adalah sebuah tuduhan, entah atas dasar apa Kompas menuduh blog itu tak jelas tujuannya dan tak jelas manfaatnya. Saya pemilik blog ini, memiliki tujuan yang jelas dan saya yakin memberikan manfaat yang jelas.

Tanggapan atas kasus milis ITB dan ITB75 ini pun menjadi debat kusir. Ada yang menyamakan kalau Satria Kepencet, nama samaran dalam e-mail yang tersebar di milis tersebut, setara dengan Deep Throat dalam kasus Watergate. Konyol!

Kompas sebagai media panutan tidak selayaknya menulis paragraf secara emosional. Semakin bertambah penurunan kualitas Kompas kali ini. Jika Satria Kepencet (SK) tidak bisa diungkap oleh Kompas hendaknya isi email SK tersebut diusut kebenaran/kesalahannya, dan publikasikan kepada publik agar publik bisa memahami tingkat kebenaran isu tersebut. Publik akan gembira menerima objektivitas sebuah media dalam menghadapi kasus tersebut.

Contohnya adalah sebuah web-blog lain yang mengulas sebuah fitur yang dimuat harian ini, para pesertanya pun memberikan tanggapan seenaknya dengan menyebutkan, “… atau entah lah, mungkin memang sudah disangu-in untuk menulis seperti itu”.

Para peserta? Blog yang memiliki peserta hanyalah blog yang multiuser, jika hanya single user maka yang lain hanyalah komentator, dan komentator adalah publik, bisa sebagai pengunjung yang numpang lewat dan menuliskan komentarnya ataupun blog lain yang melakukan trackback atau pingback. Kata ‘disangu-in’ di atas mungkin Kompas mendapatkannya dari komentar di blog Priyadi, di artikel Mendambakan Media Massa Seperti Sediakala™.

Terlalu naif dan emosional Kompas merilis berita Teknologi Informasi tentang blog.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

83 komentar untuk catatan 'Kompas Tidak Suka Blog'

  1. #1
    gravatar

    pertama!

    aduh…
    baca ini jadi bingung antara mau ketawa sama mau sedih.
    gimana dong jay?

    ~mudah2an saya gak jadi monyet:P

  2. #2
    gravatar

    Hi Jay! ™

  3. #3
    gravatar

    hai dik™
    hai dod-bless-u™

  4. #4
    gravatar

    kompas makin nafsu aja. ditunggu komen dari si gendut.

  5. #5
    gravatar

    hilanglah sudah kredibilitas kompas
    semakin malas baca kompas
    pindah harian lain aja deh

  6. #6
    gravatar

    sepertinya saya kudu siap-siap disomasi…

  7. #7
    gravatar

    8@9 = late at nite
    *sok tau*

  8. #8
    gravatar

    tapi di kompas banyak lowongan
    gimana dong
    *karyawan sux*

  9. #9
    gravatar

    #5 Ya, gak usah baca kompas bagian TI aja, kan kompas halamannya masih banyak. Lagian berita belum jelas kayak gini juga gak terlalu menarik.

  10. #10
    gravatar

    8@9

  11. #11
    gravatar

    hepi bede tu mi aja deh!

  12. #12
    gravatar

    #9: rugi dong bayar penuh tapi ada halaman yang tidak bermutu dan tidak kredibel!
    *sentimentil*

  13. #13
    gravatar

    Kompas bukan media panutan. Hati-hati elo disomasi karena menyiarkan fitnah.

  14. #14
    gravatar

    #12 Emang beli?:D:D

  15. #15
    gravatar

    #13: wah iya:D
    Kompas media besar, oplahnya yang besar jadi panutan media lain:p

  16. #16
    gravatar

    #14: yang paling buruk adalah, gue langganan kompas.:-(

  17. #17
    gravatar

    #16: mendingan langganan blog priyadi sama jay.. dijamin gratis:P

  18. #18
    gravatar

    Contohnya adalah sebuah web-blog lain yang mengulas sebuah fitur yang dimuat harian ini, para pesertanya pun memberikan tanggapan seenaknya dengan menyebutkan, “… atau entah lah, mungkin memang sudah disangu-in untuk menulis seperti itu”.

    Mohon Bung Jay, perhatikan penggunaan kata sebuah di atas. Dan bandingkan dengan judul sensasional yang anda pasang di blog anda: Kompas Tidak Suka Blog
    Bagi saya orang awam, dalam artikel tersebut Kompas menunjukkan ketidaksukaannya pada perilaku sebuah atau segelintir blog dan bukan pada blog secara keseluruhan.

    Mohon anda tidak terlalu cepat meng-generalisir dalam mengambil kesimpulan. Atau apakah anda menganggap pendapat anda adalah sikap para blogger secara keseluruhan?

  19. #19
    gravatar

    yang menggeneralisir adalah Kompas pada paragraf

    Turunan teknologi internet seperti mailing list, e-mail, maupun blog yang di berbagai negara digunakan sebagai sarana efektif untuk berkomunikasi dan tukar-menukar pendapat, di Indonesia menjadi ajang yang sering tidak jelas tujuan dan manfaatnya.

    yang saya tulis adalah opini pribadi

  20. #20
    gravatar

    Di Indonesia jadi gak efektif:-P
    Yang bikin gak efektif itu faktor Indonesianya, atau faktor sentimen karena citra kompas yang rusak di mata sebagian blogger/milis?

    “Kali ini gw anonim ah, takut ih kalau disomasi sama kompas”
    Oh iya, kalau kata kakak gw, kompas itu singkatan dari KOMando PAStur hie hie hie.

  21. #21
    gravatar

    huahuahuahua:)) bukannya Kompas udah mengakuisisi Goblogmedia? *ngelirik enda*..:D dooooohhh blogger banyak musuhnya yaaakkkk:p

  22. #22
    gravatar

    #17: yang gue suka dari kompas cuma om pasikom dan panji koming dkk:))
    sayang blog priyadi dan jay gak ada panji koming:D

  23. #23
    gravatar

    komentar komentar yang ada disini bisa disomasi juga nih kayaknya…

    :D

  24. #24
    gravatar

    [...] epertinya penyakit kejiwaan sang pakar sudah merambah ke media cetak terkenal yang bernama kompas. Ketakutan akan blog seperti ketakutan para koruptor kelas kakap pada media [...]

  25. #25
    gravatar

    #18. Judul sensasional? So what? It’s a blog for God’s sake! Bangun dong, smell the environment! Jadi kalau koran pakai judul sensasional boleh, blog tidak? Heh. Objektivitas itu bukan intinya blog, blog itu subjektif dan isinya opini. Objektivitas itu mimpi kalau bicara soal jurnalisme: disini.

    Seandainya anda belum paham apa itu blog dan kenapa blog beda dengan dinosaurblog macam Kompas, silakan baca blognya Dan Gillmor (linknya diatas) dan kalau perlu baca bukunya beliau yang judulnya “We the media”

  26. #26
    gravatar

    #19:D *sigh*

  27. #27
    gravatar

    Kompas dan Eksistensi Blog

    Seperti biasa, senin adalah waktu bagi kompas untuk mengulas berbagai perkembangan seputar teknologi informasi. Dan hari ini pula, melalui kolom tersebut kompas mengulas tentang…

  28. #28
    gravatar

    ihiy ihiy … makin seru euy … ^_^
    Untung udah lama berhenti baca kompas:P
    r*p*bl*k* dong:D (spam!)

  29. #29
    gravatar

    langganan kompas bisa diset no-mail gak?:) ato kaya id-gmail? kalo gak mau terima harus unsubscribe:P

  30. #30
    gravatar

    ehm ternyata gue punya bakat meramal ya, sejak GM di akuisisi sama Kompas, jadi rame deh hubungan kompas dengan dunia blog hueheuhe

  31. #31
    gravatar

    kompasikom oh kompasikom

  32. #32
    gravatar

    hai dik ™
    nggak cuma hi roy ™

  33. #33
    gravatar

    ditunggu k*mpaswatch.org nya deh

  34. #34
    gravatar

    Pemilik saham kebagian somasi nggak yach?
    Yang ini khusus buat Kompas: [censored ah, ente lagi kurang kontrol diri sih], gitu!

  35. #35
    gravatar

    Kok tulisan itu seperti bukan tulisannya wartawan senior. Pakai kata “konyol” lagi. emosional banget;-) Kalau emosi sudah masuk, yah gimana lagi, anggap saja tulisan-2 berikutnya sudah tidak obyektif lagi. Kalau bandingin Evaluasi Bisnis Anne Ahira, dengan Kolom 8@9, beda banget. Sudah gitu, inisial penulispun tidak disertakan (kecuali kalo **** dianggap sebagai inisial. disensor yah?). Anonim nih jadinya? Tidak kredibel dong (kecuali karena diletakkan di kompas, yah anggap saja buatan kompas. Kompas == kredibel)

  36. #36
    gravatar

    #35: hehehehe, ‘konyol’ itu kayanya manifestasi bales dendam kompas ke gua. soalnya gua juga pake kata ‘konyol’:P

    jadi penasaran minggu depan kolom ini isinya apa ya:)

  37. #37
    gravatar

    #4 halo pak ryosaeba. wah, terima kasih nih sampe repot2 nunggu komentar saya, he2.
    tapi kalo gak salah di bawah tulisan kolom 8@9 itu ada tulisan:
    komentar dan tanggapan e-mail: hal-ti@kompas.com, kenapa gak coba tulis tanggapan atau kritik ke alamat itu dari pada ngedumel di sini. akan jauh lebih asik kan? he2.
    malah kemungkinan jika memang ada banyak masukan pro-kontra, biasanya kompas membuka peluang untuk mengadakan semacam diskusi.
    kalo gak salah ada kok yang namanya forum pembaca kompas (FPK). mereka juga biasa mengkritik habis2an seperti anda2 di sini. tapi sedikit perbedaannya, mereka punya argumen jelas dan menyampaikannya secara terbuka (bukan anonim lho) sehingga tercipta interaksi dua arah dengan pemahaman jelas soal latar belakang masing2. (dijamin gak akan disomasi deh. kan mengkritik dan bukan memfitnah, ha3)
    kalo cuma komentar hit and run sih semua orang bisa. apalagi pake anonim segala. saran saya, dicoba saja fasilitas e-mail komentar dan tanggapan yang sudah disediakan itu. gampang kan?
    trims

  38. #38
    gravatar

    #37: gendut, coba baca http://data.startrek.or.id/?p=80 yang ditulis oleh ryosaeba. saya kutip sebagian deh

    priyadi got kicked out from FPK because of his critic about the Persona Anne Ahira article. one of his friend also got kicked out from FPK because his criticism towards roy suryo articles/news. i myself had twice tried to subscribe, the last time goes as far as getting the mailing list rules, but then i got rejected without any explanation. so much for the Kompas Reader’s Forum.

    nggak disomasi, tapi diban dari milis
    *nah ini lebih cocok diterjemahkan menjadi tendang*

  39. #39
    gravatar

    waduuh, saya belum berani komentar ya kalo informasinya cuma sepotong seperti itu.
    di-banned dari FPK karena mengkritik beberapa artikel? mestinya ada alasan (kuat) kenapa sampai ada keputusan seperti itu ya. Masak sih langsung di-banned begitu saja.
    Mudah2an pak priyadi dan mas jay sudah coba menanyakan kenapa bisa seperti itu kejadiannya.

    saya percaya, ibaratnya seorang kriminal sekalipun tetap harus diberi kesempatan untuk menyampaikan alibinya.
    walau sudah jelas2 bukti dan saksi mata memberatkan dia.
    apa iya karena mengkritik saja langsung di-banned.

    mungkin ada banyak rincian, fakta, dan kronologis yang melatarbelakangi kejadian itu, yang sama-sama belum kita ketahui di forum ini.
    sama halnya dengan fakta pak priyadi dan mas jay itu ternyata pernah ikut FPK. saya baru tahu setelah mas jay cerita.
    trims

  40. #40
    gravatar

    [...] dan Eksistensi Blog oleh Jaimy Azle Untitled oleh Idban Secandri Whiners oleh Eko Juniarto Kompas Tidak Suka Blog oleh Yulian Hendriyana Tentang Kompas vs Milis roundup oleh [...]

  41. #41
    gravatar

    Buat gendut, komentar anda dikomentarin lho disini:
    ngomentari komentarnya gendut

    Buat Mas Jay:-D, mohon maap saya anonim lagi.

  42. #42
    gravatar

    wah, sayang ya. setelah membaca pesan terakhir itu saya agak sedikit terkejut (ha2). saya pikir teman2 di sini seperti kata bpk ryosaeba dlm bahasan “kompas semakin rusak”, serba ber-”lebih” (lebih bermoral, de el el), berarti juga lebih punya pikiran terbuka dan lebih mampu untuk bisa berpolemik.
    tapi kyknya dugaan saya salah ternyata.
    ada pepatah berbahasa inggris, yang kira2 terjemahan bebasnya bgini:
    “pikiran itu sama seperti parasut. baru bekerja ketika ia terbuka”
    bahkan, untuk bisa menangkap perumpamaan saya saja soal “kriminal juga punya hak membela diri”, banyak yang tidak mampu dan hanya menerjemahkannya secara harfiah. sayang ya.
    ternyata mas jay, pak priyadi, dan kebanyakan teman2 di forum ini sekali pun tidak se-terbuka dan se-fair seperti yang saya kira sebelumnya. ternyata saya salah duga ya. maafkan salah masuk forum, he2.
    kalau begitu, saya pamit mundur.
    tetap lah belajar untuk bisa berjiwa besar dan berpikiran terbuka. ha2
    wassalam.

  43. #43
    gravatar

    #42: pak gendut yang anonim,

    1. Ini bukan forum, ini adalah blog.
    2. Ya, anda salah duga, karena pikiran kami lebih terbuka, bukan hanya sekadar terbuka.
    3. Anda tidak menjelaskan apa-apa dengan perumpamaan tersebut, lagipula saya tak pernah mencoba subscribe ke FPK.
    4. Cobalah anda berjiwa besar, seperti halnya saya Yulian Firdaus Hendriyana berdiskusi dengan seorang anonim.

  44. #44
    gravatar

    #37, anda lutu sekali. ternyata anda yang gembar-gembor soal pikiran mirip parasut yang baru bekerja setelah terbuka, tidak anda aplikasikan ke diri anda sendiri.

    saya sudah sangat jelas menuliskan alamat blog saya. dari sana anda bisa baca sendiri tulisan saya (saya harap anda mengerti bahasa inggris (kenapa harus dalam bahasa inggris? because I CAN (dan yang asyiknya lagi karena pakai bahasa inggris impact-nya lebih internasional))) bahwa saya sudah mencoba daftar di FPK itu, DUA KALI. pertama sama sekali nggak diwaro. kedua sudah sampai dapat mail interview dari owner milis, bahkan sudah dapat kiriman mailing list rules, tapi ternyata setelah menunggu seminggu, tidak ada follow-up dari owner milis.

    apakah itu yang anda anggap sebagai cara berpikir yang ok, yaitu TERTUTUP? apakah berarti saya dituduh sebagai KRIMINAL, jadi subscribe milisnya aja sudah DITOLAK? apakah itu berarti KOMPAS mendukung DISKRIMINASI? hare gene masih DISKRIMINASI? wong narapidana di penjara aja boleh ikutan PEMILU kok!

    ramalan saya sih, anda akan mengajukan teori tentang anonimitas. ha, lucu sekali. pertama, karena anda sendiri itu ANONIM, kedua, saya daftar di FPK menggunakan mail address yang memakai NAMA ASLI SAYA. silakan anda tanyakan ke owner FPK, apakah ada yang mencoba subscribe dengan alamat mail eko[at]psn.co.id. dan sekalian tanyakan kenapa DITOLAK gabung dalam FPK.

  45. #45
    gravatar

    #44: Milis FPK gitu-gitu aja. Engga ada istimewanya.

  46. #46
    gravatar

    wah, sayang ya. setelah membaca pesan terakhir itu saya agak sedikit terkejut (ha2). saya pikir teman2 di sini seperti

    dear Gendut,

    kalau yang dimaksud adalah link ke arsip milis ga*ah, anda nggak boleh sakit hati. Orang-orangnya emang gitu, maklumin aja. Kalau dipikirin, nanti cepet tua:D

    salam damai

  47. #47
    gravatar

    kronologis saya ditendang dari FPK:

    * saya berniat join FPK, disodori form yang harus diisi identitas saya, saya kirim balik
    * saya diterima jadi member (buat ikutan FPK kok lebih susah daripada bikin KTP di kelurahan ya)
    * ada wartawan yang posting soal fax mengenai joe millionaire dari roy suryo
    * saya protes karena ada fakta yang salah pada fax tersebut
    * saya diprotes balik karena katanya “itu informasinya benar karena saya sudah email sendiri ke Roy Suryo” huh?!
    * saya protes lagi, yang saya masalahkan bukan apakah itu benar dari Roy Suryo tapi isi dari fax tersebut
    * besoknya posting ketiga dari saya (tak ada kaitannya dengan posting2 terdahulu) ditolak milis, karena “saya bukan anggota milis FPK”
    * saya kirim posting saya japri ke moderator & orang yang saya reply (daripada udah cape2 bikin posting panjang trus dibuang gitu aja)

  48. #48
    gravatar

    jadi pak gendut, apakah saudara Priyadi itu seorang kriminal?

  49. #49
    gravatar

    Apa sih beda forum dan blog? apa softwarenya? apa fungsinya? atau apa cuma istilahnya?

    Tentang milis di kompas, saya juga punya pengalaman untuk join ke salah satu, kalau tidak salah namanya Jalansutra. Kirim bolak balik juga tidak bisa join. Akhirnya kebetulan nemu di Yahoogroups. Join sendiri dari sana baru bisa.

  50. #50
    gravatar

    #48 Apa ada yang menyatakan begitu?

  51. #51
    gravatar

    iseng2 daptar FPK ada disclaimer ginian
    ——–

    Member Yang Budiman,
    Aturan yang harus dipatuhi agar terhindar dari pemblokiran ID atau E-mail:

    1. Dilarang postingan hal_hal yang berbau SARA provokasi.

    2. Member hendaknya berpikir dua kali untuk postingan yang tidak bersumber dari Kompas dan Kompas online ( KCM ) karena moderator akan menandai member yang bersangkutan.

    3. Dilarang menggunakan huruf kapital pada isi berita, boleh menggunakan huruf kapital hanya pada penegasan kalimat.

    4. Dilarang membuat komentar yang mengarah provokasi dan menghina orang lain.

    Terima kasih atas perhatian, pengertian baik dan kerjasama kita semua.

    Buka mata dengan KOMPAS

    Terima Kasih
    Moderator

  52. #52
    gravatar

    #49: ini blog, blog ini milik saya, saya adalah individu dan saya bukan sebuah forum.

    #50: jadi tak perlu pak gendut mengibaratkan Priyadi dan Eko sebagai kriminal di FPK.

  53. #53
    gravatar

    #gendut
    Maklumlah, para oknum memang biasa self important. Dari namanya saja sudah kelihatan: mereka perlu menciptakan nama baru “blog” supaya kesannya “beda”, padahal sangat tidak jelas perbedaan antara yang disebut “blog” dengan sebuah situs pribadi biasa. Beda antara “podcast” dengan sebuah mp3 klip biasa?. Jadi kesimpulannya, ini adalah kumpulan orang-orang yang sedang mencari identitas diri. Saran saya kepada Kompas, cuekin saja. Coba dilihat orang-orang yang berkomentar di blog ini (& blognya Priyadi dan sejenisnya), orangnya itu-itu saja. Perlu dipertimbangkan kembali esensialitas debat kusir online antara kompas, yang dibaca oleh jutaan orang, dan sekelompok blogger (yang kalau dihitung, tidak lebih dari puluhan). Pikirkan juga 99.99% pembaca kompas lainnya yang mungkin have no clue apa yang sedang didebatkusirkan.

  54. #54
    gravatar

    #53: Om pengamat, rasanya saya satu ide dg Anda….

  55. #55
    gravatar

    #53 = classic troll:D (coba lihat kamus kalau belum artinya ya). thanks for trying though. i give you a B for your effort.

    note: peraturan nomor 1 = never feed the troll, kalau ada member milis gajah yang ketauan menanggapi #53 bakal langsung gue ban forever! i’m serious! (dan sentimentil™ juga tentunya)

  56. #56
    gravatar

    #53, you’d be surprised if you know how many unique IP hits on popular blogs. you could always try google and technorati, and these blogs that you claimed “itu-itu saja” have relatively high ranks. high ranks, means they are being referred _a_lot_. i myself am a little bit surprised on how many foreigners (meaning, not indonesian) read my blog, especially when i wrote about popular topics.

    we are not like a tree falling down in a middle of a jungle. we’re more like the twin towers crashing down to earth.

  57. #57
    gravatar

    #53:

    Jadi kesimpulannya, ini adalah kumpulan orang-orang yang sedang mencari identitas diri.

    saya tidak mencari identitas diri sendiri dengan menulis di blog. anda berpikir terbalik, karena identitas diri saya yang membuat saya menulis di blog.

  58. #58
    gravatar

    #53: great advice, I’m dying to see how long Kompas can keep ignoring bloggers.

  59. #59
    gravatar

    57#:

    saya tidak mencari identitas diri sendiri dengan menulis di blog. anda berpikir terbalik, karena identitas diri saya yang membuat saya menulis di blog.

    Betul sekali!

  60. #60
    gravatar

    #53: Silahkan jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai Blog, untuk mendapatkan bahan informasi:
    Wikipedia:Blog.

    #49: Mengenai Internet Forum:
    Wikipedia:Internet Forum

  61. #61
    gravatar

    haha.. jadi pengen komentar juga!

    curiga nya sih “gendut”, dan “pengamat” sebenernya orang kompas juga? alahh.. tapi males lah gw nanggepinya! takott gw di somasi!

    hihi.. gw apa lah? gw pemula! tapi yg pasti ungkapan “blog” di baca orang yg diistilahkan “itu-itu” oleh ryosaeba hihi.. buat geli juga! tau gak? kalau “itu-itu” napa (maaf, lagi?) gendut dan pengamat bisa singgah kesini dan sempat juga ikutan debat? napa kompas juga nulis berita yg tendensius-nya ke om priyadi? duduls lah.. gw yg pemula aja bisa ngeliat yg mana yg bener dan yg mana yg agak bener.. hauhuauha..

    Tambahan! gw GAK anonim yah! catet itu!

  62. #62
    gravatar

    barusan buka http://www.swa.co.id/sekunder/kolom/pemasaran/strategi/details.php?cid=2&id=138

    judul: Komunitas = Kredibilitas
    penulis: Hermawan Kertajaya

    Bagi saya, komunitas sama dengan kredibilitas. Itu sebabnya, dua tahun lalu di buku Marketing in Venus, saya katakan, komunitas adalah saluran terbaik. Saluran penjualan yang lebih kredibel dan dipercayai adalah komunitas.

    Mengapa? Karena lingkungan di dalam komunitas bersifat egaliter dan peer to peer. Orang-orang di dalam komunitas adalah produsen sekaligus konsumen. Mereka pembeli sekaligus penjual. Dan yang terpenting, mereka memiliki ikatan spiritual dengan merek.

    nyambung gak yach ;))

    soal swa.co.id itu kredibel ato gak?
    Hermawan Kertajaya itu kredibel ato gak?

    Gw gak tau, mungkin kita perlu tanya sama you-know-who™

  63. #63
    gravatar

    hmmm,
    nggak peduli
    siapa yang benar atupun yang salah
    sepertinya *kompas* lagi *apes*

    diakui apa tidak
    masalah ini sudah menurunkan kredibilitas kompas
    di depan publik

    ada yang pernah survey belum,
    gara-gara blog,
    oplah kompas berkurang

  64. #64
    gravatar

    Baru tahu kalo mas Eko & Priyadi sempet gabung di FPK… Saya pikir cuma Kang Enda aza… Untuk Jay, analisanya boljug dan kritik ini bisa jadi masukan buat kompas juga. Atau mungkin mau kirim tulisan ke Kompas soal blog & the blogger?

  65. #65
    gravatar

    Oplag KOMPAS nggak akan turun gara2 masalah ini

    Ini cuma masalah kecil. Tidak akan mempengaruhi rating KOMPAS begitu saja saat ini.

    Hanya saja fenomena blog is really great deal. Sekarang sudah mulai kelihatan, yang jelas popularitas blog yg terus meningkat bisa mempengaruhi (nantinya) cara orang memasang iklan. Atau sebagai alternatif para pemasang iklan, selain media tradisional seperti koran, tv, dst.

    Salam,

    Kim Shiung, Tjiong

    *******************************************
    Kisah mahasiswa Bandung dengan Mesin Pengeruk Dollar
    http://www.PensiunBerkatInternet.com
    *******************************************

  66. #66
    gravatar

    numpang lewat………, memang banyak blog model begini tidak ilmiah dan intelek

  67. #67
    gravatar

    #65: naik turunnya oplag Kompas tidak masuk dalam konteks diskusi ini, juga tak perlu membawa-bawa atribut Anne Ahira

    #66: ah, anda tidak menyodorkan sesuatu yang ilmiah dan intelek

  68. #68
    gravatar

    Weblog itu adalah partisipasi bebas dari individu-individu dalam mengekspresikan diri. Jadi memang tidak harus berkualitas atau tidak berkualitas. Apakah sebuah weblog akan bermanfaat atau tidak bagi pembacanya? Itu dikembalikan pada si pembaca itu sendiri.

  69. #69
    gravatar

    kasiaaaannnn deh loe pada blogger keblinger…nyantei aja nape…kompas kok dipusingin, dipikirin…dianya aja tenag2 kagak mikirin elo pada. dan dia, si kompas yg beroplah 600 ribuan, punya kekuatan galang opini publik (setidaknya di indonesia), lha para blogger..? sapa yang mau percaya, paling sesama blogger..termasuk gua! ngeblog sekarang ini emang cuma suka2 aja, kagak punya pengaruh (kecil) ama yg namanya opini publik, apalagi ngelawan industri media! melek deehh..

  70. #70
    gravatar

    mm, kalo gw seh stuju” ama kompas aja koq… lgian kompas kan bilangnya sering tidak jelas…. bukan keseluruhan…
    kalo emang yg gak jelas gw akuin bjibun.. contoh aja tmen” gw, banyak yg bikin blog biar dibilang keren doang, or up to date blom lagi kasus di yogya tuh, yg pelecehan terhadap presiden di blognya dy… (foto mayang sari ama bambang, trus mayangsari dganti ama muka SBY) yang si pelaku bilang dy punya kebebasan untuk mengungkapkan kreativitasnya. tapi gunanya apa coba? manfaatnya apa?
    see… trus blom lagi gw baca beberapa blog yg isinya cuman nyelas” doang… gw stuju, blog s indonesia emang banyak gak jelas tujuannya… oit, tapi gak smuanya juga…

  71. #71
    gravatar

    [...] Mei Kompas Menyinggung Blog – Kompas sebagai media cetak nasional yang cukup mewarnai arus pemberitaan menyinggung keberadaan komunitas blog Indonesia secara negatif dalam kolom Teknologi Informasi. Komentar negatif mengenai keberadaan blog terkait ramai dibicarakannya kasus Satria Kepencet (masih ingat?) melalui blog. Tidak terlalu jelas motif kompas menurunkan artikel yang saya lihat lebih berat sisi emosional dibanding solusi membangunnya. Dan artikel tersebut coba ditanggapi oleh kang Jay dan kang Priyadi. [...]

  72. #72
    gravatar

    Kompas sebagai media panutan harus hati-hati dong memberikan sebuah informasi ke masyarakat, berikan fakta sesungguhnya bila blog adalah sarana interaksi mubazir

  73. #73
    gravatar

    Wah saya pribadi turut sedih mas…Kenapa kompas bisa muat artikel kayak gitu…
    Padahal saya dengan temen-temen lagi getol-getolnya publikasikan mengenai blog…
    Tapi yang jelas…BRAVO buat para bloger…

  74. #74
    gravatar

    menurut aku kompas adalah salah satu media yang transparan dan aspiratif dan banyak berita yang aku perlukan untuk kujadikan bahan bacaaan dan laporan dalam bidang pekerjaan.

  75. #75
    gravatar

    ew

  76. #76
    gravatar

    Pusing……….
    Ngapain mikirin opini yang g ada faedahnya X……… gw seh baru masuk… mending mikirin ngapa pemerintah mau import beras? bbm antri “diserbu” pembeli? MITAN langka d pasaran? PLN byar-pet? pusing tadi ngimpi udah d LA eh nyatanta masih di indonesia tho… kulo nuwun…………………………….

  77. #77
    gravatar

    Baca berita yang bermutu dan tinggalin berita yang ga kita suka,beres….

  78. #78
    gravatar

    Kesadaran adalah Mataharinya Hati yg
    menyinari Jiwa…..
    Ta’ perlu gundah dan gelisah!!!!
    ta’ perlu mengeluh!!!!
    Mengalirlah seperti air mengikuti
    Irama Kehidupan..!!!!
    Tanpa menilai baik dan buruknya
    realita..
    Menelusuri selah-selah kehidupan..
    Membawa kesuburan Batin..
    Menyegarkan kegersangan jiwa..
    Becahayalah !!! menyinari dimensi
    pikiran yg disibukan oleh pertanyaan2
    dan keinginan2 Ego(AKU)…
    BErsinar dan Mengalir lah!!!

  79. #79
    gravatar

    Hanya yg merasa kosong yg mampu menerima tanpa meluap
    Hanya kelembutan yg mampu menerobos kekasaran
    yg merasa bodoh adalah yg sesungguhnya pintar
    yg merasa cukup adalah yg sesungguhnya kaya raya

    “begitu banyak orang pintar dan cerdas didunia ini tapi adakah yg bijak?????”

  80. #80
    gravatar

    Beberapa dari kalian ini kayak orang kehilangan akal sehat saja… Ngapain lu ribut-ribut soal opini Kompas.. Gak ada gunanya. Semakin lu ribut, semakin keliatan tuh go-blog_nya.. Coba ganti lu nulis artikel yang menarik soal dunia blog dan bloger. Kalau lu emang pinter nulis dan punya logic yang lumayan pasti tulisan lu dimuat dan bisa dibaca oleh banyak orang. Jadi deh lu tidak sekedar pinter nerocos di media bloger yang gak pernah nuntut integritas apa-apa. Tulisan ngawur bin ngaco pun pasti dimuat.

  81. #81
    gravatar

    Make money not war

  82. #82
    gravatar

    saya pengen tau dan pengen punya blog, eih sekoyong-koyong kompas malah “melarang” gimana nich solusinya

  83. #83
    gravatar

    punya blog menyenangkan koq..

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.