Icha Rahmanti: Beauty Case
Minggu, 8 Mei 2005M
29 Rabiul Awal 1426H
- Tracking System
- International phone card

Dua minggu lalu mendengar kabar dari Nana tentang situs icharahmanti.com, waktu itu diakses belum bisa, bahkan domainnya belum dibeli. Tanggal 1 Mei Icha mengirim kabar buku keduanya Beauty Case sudah dirilis, dan situsnya juga sudah bisa diakses. Hari ini Enda turut menyebarkan situs tersebut di mailing list id-gmail.
Beauty Case berkisah tentang kecantikan sebagai alat politik, kecantikan yang sering dijadikan alat dalam menggapai sesuatu, bahkan secara tak sadar oleh yang memiliki anugerah tersebut, yaitu perempuan.
Tapi ketika kamu harus berhadapan dengan sosok yang nggak cuma memenuhi semua standar kecantikan yang diciptakan oleh industri kecantikan dunia dan bahkan melebihi, menciptakan definisi baru tentang kecantikan itu sendiri, dalam persaingan memperebutkan cinta seorang eligible bachelor—seorang pengusaha muda yang sedang membangun karier politiknya, yang keponakan orang SANGAT PENTING, HASLAN NASUTION—pilihannya tinggal 2. Tetap berharap akan datangnya keajaiban dengan kemungkinan 99:1 dan semua orang berpikir kamu gila dan nggak realistis, atau mundur total sebelum hancur karena harusnya kamu tahu diri bahwa at the very first place, ini adalah the real KONTES KECANTIKAN where the most beautiful girl gets the best and the most qualified man. Or should I say…the most ELIGIBLE man?
Icha menyodorkan pemikiran perempuan yang umum dalam melihat laki-laki, yaitu laki-laki top harus mendapat pasangan perempuan yang top juga dalam bidang yang berbeda tentunya, selain cantik secara fisik juga melekat tingkat ketenaran, karir, fashion dan atribut lain yang kita kenal sekarang sebagai kecantikan yang telah dipengaruhi produk industri.
Tentunya tidak menarik jika hanya itu yang disodorkan, Icha pun menyodorkan pandangan lain yang tumbuh dalam diri sang tokoh utama, Nadja Sinka Suwita. Pandangan yang tumbuh tersebut terlahir dalam setting metropolitan, dunia penyiaran, dunia khas perempuan yang penuh dengan merek, dunia belanja atau sekadar cuci mata di etalase toko dan tak lupa dunia pribadi keluarga serta dunia persahabatan yang juga selalu timbul konflik kepentingan dan emosi.
Icha yang kesehariannya aktif dalam multiprofesi sebagai penyiar, pengajar dan arsitek di Bandung mencoba menyelami kehidupan perempuan metropolitan Jakarta. Subjek yang sederhana dieksplorasi menjadi sesuatu yang kompleks yang mungkin membuat pikiran pembaca jauh lebih kompleks dalam memahami keinginan dan konflik yang timbul dari seorang perempuan di dalam dunia kasat mata yang penuh intrik.
Dunia buku mengkategorikan karya Icha ke dalam chicklit, namun bukan berarti chicklit hanya cocok dibaca oleh perempuan saja.
Minggu, 8 Mei 2005 @ 20:22
Using
Chicklit hanya cocok untuk perempuan? Mungkin iya. IMHO, chicklit menurut saya, mengangkat persoalan yang sepele, terasa ringan, jauh dari konflik yang rumit, dan umumnya (maaf) bisa ditebak bagaimana jalan ceritanya. Mungkin benar bahwa pencinta chicklit mayoritas perempuan. Saya pribadi, belum pernah menjumpai laki-laki yang menggemari chicklit (atau teenlit). Mereka lebih suka membaca novel Pramoedya, Grisham, dan semacamnya, atau malah buku-buku non fiksi.
Senin, 9 Mei 2005 @ 11:48
Using
saya kok tdk suka semuanya….hehehe
Senin, 9 Mei 2005 @ 12:41
Using
temane ana ini kagum tapi kok tidak suka semua?
Rabu, 11 Mei 2005 @ 9:21
Using
saya ngga suka chicklit. Terlalu nge-pop. Mungkin trend kali’ seperti fashion atau BLOG hi..hi..hi
Rabu, 11 Mei 2005 @ 16:04
Using
gila novel lo yang satu ini bener2 the best deh.tadinya aku tuh orang yang paling gak suka kalo suruh baca, terutama baca novel.
tapi setelah aku denger promo di radio tentang novel lo yang satu ini, sumpah aku langsung tertarik!!
Jumat, 13 Mei 2005 @ 17:46
Using
4 icha…..di tau banget apa yg dia telah, sedang dan akan dia tulis.tulisannya ga muluk2.konkret abis.jelas!n langsung kena bgt!menulis bwat icha adalah org mengerti, sadar, kemudian bertindak!ga perlu rumit yg penting sukses jadi media penyadaran manusia realitas.thanks cha dah hadir di dunia lifestyle ecstasy ini, kamu datang dengan cara mu sendiri untuk memberi oksigen pembebasan bwat manusia yang terlalu sempit n dangkal memandang sesuatu.keep on fire prenz!semoga misimu berhasil!n let me do my part with my own way too!viva 4 our dreams!(soq tau ya gw apa mimpi2 icha)
“MEMBUAT DUNIA LEBIH BERSAHABAT BWAT SEMUA ORANG YANG TELAH, SEDANG DAN MUNGKIN AKAN TERLUPAKAN”
Senin, 6 Juni 2005 @ 11:36
Using
mBa iCHa, oCHa suka bgT sMua KaRYa nya Mba…. apaLAgi BeauTy Case nYa, waLAupun bLom d baCa sMua Na Tp oCHa sUUUKKKaaa bgT hEhEh…
Jumat, 10 Juni 2005 @ 14:23
Using
Secara garis besar, chicklit ini ok. Beneran deh.. gw banget tuh si Nadja. dan Budi itu gebetan gw. sok sibuk banget!Tapi ada satu yang ganggu banget dari chicklit ini: sisipan GALS nya itu loh.. Aduh plizz deh, carry bradshaw banget. Gw ngerasa seperti baca sex and the city. Tapi susah kali yee gak terpengaruh, CARRY BRADSHAW gitu loh… hihihihi
Jumat, 5 Agustus 2005 @ 21:59
Using
Even gua agak2 telat bacanya….tapi gua acung jempol kok. (nyambung ga sih?)
pokonya se-abis baca bukunya, gua kirim fax, waktu icha siaran.
Cha…bukunya seru abis….trus gua langsung rikues lagu ama…dia..
Lagu Close to you…..eh di puterin….padahal bukan acara rikues…tuh,
pokonya….icha….bukunya….amazing…deh….!
Selasa, 9 Agustus 2005 @ 12:36
Using
actually, gue blon baca beauty case…cuma kalo cintapuccino gue udah khatam berkali-kali…gila isinya gue bangettt…even gue gak terlalu suka sama yang namanya chicklit…tapi pas baca cintapuccino..asli gue bener2 tersentuh banget..isinya naturally aja…gak macem2, gak banyak ngayal…sekarang gue niat bgt koq, gue harus baca beauty case juga….semoga aja lebih menyentuh gue…gitu loch…soalnya kadang2 gue suka gak terima sama persepsi cowo2 yang cenderung mengartikan cantik, dengan cantik sesuai dgn standar majalah/indusri…yg jelas…knp gak ngeliat sisi lain…yup..skr gue baca dulu…ntar pasti gue komen lagih……
Kamis, 22 September 2005 @ 12:41
Using
===>>>> pembeLa kaUm yg ngeRasa kurang Beautiful. sebenarnya sih gw tau kalo everyone’s created to be beautiful..! tp gw mikir terlalu cliche. diz book is so inspiring. pemikiran bahwa hanya outer beauty yg bisa bikin everything’s ok when u’re being with person u like. finally, gw sadar kalo itu emang bener kalo gw pasrah jd Trophy. siapa sih yg mau jd sekedar Trophy buat ngedongkrak ego the lover doank?
Icha Rahmanti’s my favourite smart inspiring writer…! loph u so so so much deh..!
gw tunggu chicklit-lo yg berikutnya….. ^-^! peace….
Minggu, 25 September 2005 @ 14:13
Using
Hmm…Belom baca aja gue d p’simiz ama neh buku, Covernya itu loh BO..”nggak banget”.Isinya paling hanya umbaran “mimpi siang bolong” atau ketakutan menjadi “jomblo seumur hidup” yang udah baseee banget. Tetapi..JRENNNGGGG .. . nggak lama setelah itu gue berikrar kalau buku2 Icah adalah jenis buku yang dosa kalau nggak dibaca…
Udah yaaa nggak usah kelamaan baca komentarnya! Bagi yang belum baca buru ke toko buku…!
Senin, 5 Desember 2005 @ 14:02
Using
gw pingin liat isi dr novel Beaauty case-nya mbak icha bisa gak dilihat di internet?
Jumat, 6 Januari 2006 @ 12:03
Using
frankly….gw nggak suka baca chicklit. mungkin karena dunia gw nggak spt dunia yang ada dlm chicklit. gw ada di lingkungan yg prosentase cowoknya jauh lbh byk (di kelas SMU, di kuliah-an, sampe di tempat kerja).Dalam mencari pasangan, mereka sama aja spt kita2 (cewek).
Yg jadi obstacle buat gw adalah: gmn agar gw terus menerus belajar, meningkatkan ketegasan diri, mengurangi intonasi manja, gmn punya leadership, dst, dsb….
btw, ada nggak chicklit yg cerita ceweknya menghadapi dunia spt gw. oh ya, gw berkecimpung di dunia IT yg byk didominasi cowok (klo pun ada cewek, biasanya sih jadi anggota tim).
tolong donk informasinya klo ada .. thx…
Selasa, 30 Mei 2006 @ 10:58
Using
Tau bukunya udah lama dari pertama terbit, tapi bacanya baru sekarang he2xxx
bukunya asik…btw kapan nih terbitin buku yang ke-3.
Gw suka banget ama kehidupan di buku ntu…Gw juga kadang-kadang suka kaya gitu koq. Bertanya-tanya ama diri sendiri am i beautiful?
Tapi kan beautiful bukan sekedar dari fisik maksudnya dari dalam juga (alasan yang klise) but gw blm ngerti cantik dari dalem ntu kaya mana abis bentuknya abstrak ga nyata jadi sulit buat dipahami.
Cuma lewat buku ini gw jadi berpikir..cewek cakep, smart and kreatif kaya nadja aja masih sulit buat dapetin eligible man apalgi cewek yang ga punya apa-apa maksudnya dibawah standar..
Tapi Tuhan kan maha adil, dia ga bakal ciptain manusia ke dunia tanpa kekurangan dan kelebihan.Thanks banget bukunya…banyak manfaat yang bisa gw ambil dari situ..
Kamis, 8 Juni 2006 @ 10:54
Using
Love to say this very much….
kalo comment2 sebelumnya blg..Suuuukaaa bgt sm novel2nya Icha Rahmanti.. that’s right..kalo ternyata ada yg blg “Icha Rahmanti’s my favourite smart inspiring writer…! “.. that also totally wrigt to….
Icha emang sgt AMPUH menginspirasi org lwt tulisannya, sy sng dgn gaya penulisan-nya…selipan lagu2 fav.nya nadja singka suwita, Testimonials, ampe makian2 kecilnya yg malah bikin “hidup” alur cerita…
anyway, Congrats buat mb Icha yg nikah 3 juni kemaren, g nyangka masih inget jg, buat ngundang tmn2 volarefm pontianak…
hope you’ll live Happily ever After….*~*
Kamis, 7 September 2006 @ 9:30
Using
Icha rahmanti sesosok cewek yang luarbiasa kalau buat cerpen. akyu suka banget ma novelnya yang berjudul Beuty Case atau Cintapuchino. mau nggak Cha buat novel yang judul “Mungkin nggak ya aku pacaran ama Monyet?”
Kamis, 7 September 2006 @ 9:33
Using
kritik buat Icha rahmanti mungkin ga ada ya, abisnya aku blm baca novel yang judulnya beauty case, cuma tau aja dari halaman belakang novelnya. Cha, gimana kalau aku minta beliin novel kmu yg judulnya BEAUTY CASE gitu loh! kalau mau kamu baik, klo g mau kamu jahat!:-)
Kamis, 21 September 2006 @ 10:00
Using
ok deh keren bgt n salut wat ich@, nama kita sama lo!
Rabu, 8 November 2006 @ 0:14
Using
Thanks to ‘yenk’ sobat g yg ga pernah absen kasih pinjem buku baru (apapun…)
trmsk BEAUTY CASE… siiip dech…
to. icha ;SUCCESS BU… cayo…
Jumat, 17 November 2006 @ 9:53
Using
woi lagi pd ngomongin chicklit nie. Ok, icha rahmanti emang bisa dibilang pionir bwat penulisan chicklit dalem negri, tapi gw tetep lebih seneng ma chicklit luar tuh, lebih gokil. Bener2 bacaan bwat relax, coba aja baca seri shopaholicnya Sophi Kinsela ato Bright Jones diarynya Helen Fielding. Cintapuccino nurut gw rada brat, mungkin kepengaruh ma penulis2 cewek indonesia yg ngusung semangat feminis kayak Dee, Djenar, ato Ayu Utami.
Tapi outside that, maju terus penulis wanita indonesia!!!!
Rabu, 14 Maret 2007 @ 14:41
Using
bener-bener gak mutu!!