Hari Pendidikan Nasional
Senin, 2 Mei 2005M
23 Rabiul Awal 1426H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Real Time GPS Vehicle Tracking Live Tracking 10 Second Updates
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia

ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan
Itulah tiga kalimat dari ajaran seorang ningrat Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Pelopor Perguruan Taman Siswa ini kemudian diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional dan hari lahirnya 2 Mei (1889) diabadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah pada tahun 1959.
Tidak hanya dalam bidang pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara pun sebelumnya aktif dalam masa pergerakan nasional di dalam organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 dan Indische Partij pada tahun 1912. Sebuah momen yang kita kenal menjadi Kebangkitan Nasional, dirayakan setiap 20 Mei. Bahkan pada tahun 1913 beliau secara politik aktif dalam menentang Perayaan Seratus Tahun Belanda dari Prancis melalui Komite Bumiputra. Ditentangnya perayaan tersebut adalah karena pihak Belanda memeras rakyat untuk kepentingan perayaan tersebut. Salah satu ucapannya yang ditulis dalam koran Douwes Dekker de Express adalah bertajuk Als Ik Eens Nederlander Was –Seandainya Aku Seorang Belanda–
Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.
Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun.
Akibat tulisan tersebut beliau dibuang tanpa proses pengadilan ke Pulau Bangka oleh Gubernur Jendral Idenburg, namun atas tulisan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo hukuman tersebut berganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.

Sepulang dari pengasingan di Belanda –yang beliau gunakan juga untuk memperdalam ilmu– ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa –Perguruan Nasional Tamansiswa– pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.
Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional, hingga Indonesia merdeka Ki Hadjar Dewantara pun menjadi Menteri Pendidikan dan meninggal pada 28 April 1959 di Yogyakarta.
Cukup menyedihkan ketika dunia pendidikan di almamater saya terguncang oleh masalah yang diungkap oleh muridnya yang sampai saat ini sepertinya belum ada kejelasan meskipun pihak sekolah juga memberitakan jawabannya secara resmi.
Popularity: 17% [?]
Senin, 2 Mei 2005 @ 11:34
Sekolah itu penting,
.
untuk berteman dengan orang-orang yang “potensial”.
Sehingga memudahkan dalam karir setelah lulus
Senin, 2 Mei 2005 @ 13:38
Entah gimana perasaan Ki Hadjar Dewantara melihat potret pendidikan di Indonesia saat ini..
Senin, 2 Mei 2005 @ 16:50
GW harap untuk kedepannya pendidikan di Indonesia bisa lebih maju
Senin, 2 Mei 2005 @ 16:51
#2. mungkin dia berpikir: “ah itu skr bukan urusanku lagi”.
Selasa, 3 Mei 2005 @ 8:59
sekolah itu penting, tapi bukan anasir yang dominan dalam semesta yg disebut ‘penting’


Didalamnya ada makna ‘pendidikan’, yang dapat diperoleh tidak saja di ’sekolah’
…
…
Pendidikan kita emang udah saatnya ‘berangkat’… bergerak maju lagi…
Selasa, 3 Mei 2005 @ 18:42
[...] kend kemaren ketemu orang demonstrasi nggak? Hari minggu mestinya hari buruh 1 Mei. Senin Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Momen pendidikan dan buruh memang kerap d [...]
Selasa, 3 Mei 2005 @ 18:45
[...] kend kemaren ketemu orang demonstrasi nggak? Hari minggu mestinya hari buruh 1 Mei. Senin Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Momen pendidikan dan buruh memang kerap [...]
Selasa, 3 Mei 2005 @ 21:37
ayooo sekolah
Kamis, 5 Mei 2005 @ 16:59
Sebenarnya saya kurang setuju dengan inti ajaran Ki Hajar Dewantara. Kalau dicermati, ajaran beliau tidak mendukung terciptanya pribadi2 yg mandiri. Para siswa dianggap sebagai orang yg terus-terusan harus diberi contoh (teladan) dan didorong, entah sampai kapan. Padahal, tuntutan di masa sekarang memerlukan pribadi2 yang lebih independen, tidak selalu bergantung pada contoh dan dorongan dari pihak luar. IMHO.
Kamis, 5 Mei 2005 @ 23:36
Bener Om Dhani, tapi semangat dan niatbaiknya untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu kebodohan itu yang musti terus diwariskan. Konsep dan pemikirankan sudah seharusnya dirubah dan dievaluasi.
Jumat, 6 Mei 2005 @ 0:45
Soal masalah di SMA3 itu, apa engga ada upaya dari alumni untuk
untuk ngebantu IM dan keluarganya?. Kalo ada kasih tau euy, saya pengen ikutan.
Rabu, 18 Mei 2005 @ 7:32
Pendidikan jangan membebankan pada uang semata. Coba tengok orang-orang yang nggak berduit, mereka juga butuh pendidikan. Mari kita pikirkan jalan keluarnya ya…….
Rabu, 18 Mei 2005 @ 16:32
Saya Pikir pendiddikan sangatlah penting…. maka dari itu seharusnya pendidikan itu gratis krn banyak masyarakat indonesia tidak bisa sekolah karena SPP yang mahal……. So Hilangin dong SPP………. kan demi masa depan bangsa kita juga………
Kamis, 8 Desember 2005 @ 9:41
pendiidkan sangat penting untuk keberlangsungngan hidup manusia so bagaimana kawan2 klo kiat bareng2 mewujudkannya. so bukti nyata yg kita butuhkan okee. selamat berjuang
Minggu, 18 Desember 2005 @ 21:22
pada dasarnya pendidikan di Negara kita masih terpakau pada peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah daalam haal ini kurikulum pemerintaah harusnya emberikan kebabasan sekolah untuk maaembuaat kebijakan masaing masing dalam proses belajar.
Sabtu, 29 April 2006 @ 16:57
pendidikan di indonesia sangat perlu di nomor satukan. hal ini memang penddikan memegang peranaan vital bagi kemajuan sebuah bangsa. mau tidak mau bangsa ini harus bisa menunjukkan pada bahwa indonesia juga patut untuk menjadi negara yang maju. dari sinilah kita harus berpikir bahwa pendidikan yang telah dilakukan di indonesia apakah sudah benar-benar memenuhi untuk memejukan bangsa ini. ironis memang ketika didengung2kan bahwa kesejahteraan rakyat merupakan hal utama namun masalah pendidikan di negeri kaya ini di anak tirikan. hal ini jelad terlihat dari anggaran pendidikan yang kurang dari 10% pada saat ini. sebagai generasi penerus bangsa kita juga berkewajiban untuk memajukan bangsa yang kini sering terpuruk oleh nasib yang tak mungkin di hindari. satu-satunya jalan yaitu memperbaiki sistem pendidikan yang ada sekarang dan memperbaiki orang-orang yang terlibat dalam pendidikan sehingga pendidikan tidak menjadi ajang untuk hal-hal negatif. perbaiki moral orang yang terlibat dan bersungguh-sungguh untuk senantiasa memperbaiki pendidikan di indonesia. langkah awal yang bisa kita lakukan yaitu denagn memperbaiki mopral diri kita, akhlak kita, keluarga kita dan orang-orang yang ada di sekeliling kita. sehingga kita tidak menjadi bagian orang indonesia yang mau mengorbankan bangsanya sendiri ke tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. ataukah kita orang yang tidak bertanggung jawab itu atau orang yang tidak mau memikirkan nasib bangsa yang kian terpuruk karena pendiidkan yang semrawut. atau orang yang mau mengorbankan sedikit kenikmatan yang seharusnya itu juga dapat di nikmati oleh orang di sekitar kita. maka mrilah kawan kita hujamkan dalam-dalam dalam hati kita bahwa kita juga orang yang mau memajukan bangsa ini dengan pendidikan. sehingga terwujudlah semboyan Ki Hajar Dewantara: ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karso, tut wuri handayani (di depan memberi teladan, di tengah membangun karya, di belakang memberi dorongan. selamat menikmati indahnya nuansa akademis dan religius dalam bangsa ini.
Senin, 1 Mei 2006 @ 16:48
Membaca Ulang Fatwa Ki. Hadjar Dewantara
(Refleksi Hari Pendidikan Nasional dan Upaya Menjaga Hidup Merdeka)
Menelusuri sisi kehidupan Ki. Hadjar Dewantara atau kalau public mengenal dengan Bapak Pendidikan Nasional yang hari kelahirannya 2 Mei di jadikan hari pendidikan nasional NKRI, dibalik semua penapsiran tentang isi dan ujar-ujar Ki. Hadjar Dewantara, sesungguhnya masih banyak inti ajaran yang membutuhkan penafsiran ulang terhadap intisari ajaran dan fatwa-fatwa beliau. Salah satu yang menjadi sorotan adalah sepuluh fatwa Ki. Hadjar Dewantara untuk hidup merdeka atau dalam bahasa KHD “fatwa akan sendi hidup merdeka”. Saya mengajak kita merenung dalam simpuh refleksi di hari pendidikan ini, tidak hanya melakukan seremonial upacara atau hanya mengagung-agungkan nama Ki. Hadjar Dewantara karena beliau tidak inginkan itu. Membaca ulang fatwa-fatwanya diharapkan kita akan pahami alur fikir dan kedalaman jiwa merdekanya. Mari kita telusuri:
Pertama, “Lawan Sastra Ngesti Mulya” yang berarti dengan ilmu kita menuju kemuliaan. Inilah yang dicita-citakan KHD dengan Tamansiswanya, untuk kemuliaan nusa, bangsa dan rakyatnya. Sastra Herdjendrajuningrat Pangruwating Dyu (ilmu yang luhur akan mulia menyelamatkan dunia serta melenyapkan kebiadaban), fatwa inilah yang menjadi Tjandrasengkala lahirnya Tamansiswa (1852-1922) sebagai masyarakat tanpa kelas.
Kedua, “Suci Tata Ngesti Tunggal” dalam arti dengan suci batinnya, tertib lahirnya menuju kesempurnaan, sebagai janji yang harus diamalkan oleh tiap-tiap peserta perjuangan Tamansiswa dan bangsa Indonesia. Fatwa ini sebagai Tjandrasengkala mencatat lahirnya persatuan Tamansiswa (Tahun 1853-1923).
Ketiga, “Hak diri untuk menuntut salam dan bahagia” berdasarkan asas Tamansiswa yang menjadi syarat hidup merdeka berdasarkan pada ajaran agama bahwa untuk Tuhan semua manusia itu pada dasarnya sama; sama haknya maupun kewajibannya. Sama haknya mengatur hidupnya serta sama haknya menjalankan kewajiban kemanusiaan, untuk mengejar keselamatan hidup lahir dan batinnya. Janganlah kita mengejar keselamatan lahir dan jangan pula hanya mengejar kebahagiaan batin hidup.
Keempat, “Salam bahagia diri tidak boleh menyalahi damainya masyarakat” sebagai sebuah peringatan, bahwa kemerdekaan diri kita dibatasi oleh kepentingan keselamatan masyarakat. Batas kemerdekaan diri kita ialah hak-hak orang lain yang juga seperti kita masing-masing yang sama mengejar kebahagiaan hidup. Segala kepentingan bersama harus diletakan diatas kepentingan diri masing-masing sebagai jalan keselamatan bersama.
Kelima, “Kodrat alam penunjuk untuk hidup sempurna” sebagai pengakuan bahwa kodrat alam yaitu segala kekuatan dan kekuasaan yang mengelilingi dan melingkungi hidup kita itu adalah sifat lahirnya kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, yang berjalan tertib dan sempurna diatas kekuasaan manusia. Janganlah hidup kita bertentangan dengan kodrat alam. Petunjuk dalam kodrat alam kita jadikan pedoman hidup, baik sebagai individu maupun sebagai bangsa dan anggota dari alam kemanusiaan.
Keenam, “Alam hidup manusia adalah alam berbulatan” artinya bahwa hidup kita masing-masing itu ada dalam lingkungan berbagai alam-alam khusus, yang saling berhubungan dan berpengaruh. Alam khusus yang terdiri dari alam diri, alam kebangsaan, alam kemanusiaan. Rasa diri, rasa bangsa dan rasa kemanusiaan ketiga-tiganya hidup dalam tiap-tiap sanubari kita masing-masing manusia. Adanya perasan ini tidak dapat dipungkiri.
Ketujuh, “Dengan bebas dari segala ikatan dan suci hati berhambalah kepada sang anak” mengandung arti penghambaan kepada sang anak tidak lain dari pada penghambaan kita sendiri. Sungguhpun pengorbanan itu kita tujukan kepada sang anak, tetapi yang memerintah kita dan memberi titah untuk berhamba dan berkorban itu bukan si anak, tetapi kita sendiri. Disamping itu kita menghambakan diri kepada bangsa, negara dan pada rakyat dan agama atau lainnya. Semua itu tidak lain penghambaan pada diri sendiri, untuk mencari rasa bahagia dan damai dalam jiwa kita sendiri.
Kedelapan, “Tetep-Mantep-Antep” artinya dalam melaksanakan tugas perjuangan kita, kita harus berketetapan hati. Tekun bekerja tidak menoleh kekanan dan kekiri. Kita harus tetap tertib dan berjalan maju. Kita harus selalu “mantep” setia dan taat pada asas kita, teguh iman hingga tak ada kekuatan yang akan dapat menahan gerak kita dan membelokan aliran kita. Sesudah kita tetap dalam gerak lahir dan mantep dan tabah batin kita, segala perbutan kita akan “antep”, berat berisi (bernas) dan berharga. Tidak mudah dihambat, ditahan-tahan dan dilawan oleh orang lian.
Kesembilan, “Ngandel-Kendel-Bandel-Kandel” dalam arti kita harus ‘ngandel’ percaya dan yakin kepada kekuasaan Tuhan dan percaya kepada diri sendiri. ‘kendel’ berani, tiada ketakutan dan was-was oleh karena kita percaya keada Tuhan dan kepada diri sendiri. ‘bandel’ yang berarti tahan dan tawakal. Dengan demikian maka kita jadi ‘kandel’ tebal, kuat lahir bati kit, berjuang untuk cita-cita kita.
Kesepuluh, “Neng-Ning-Nung-Nang” artinya dengan ‘meneng’ tentram lahir batin, tidak ragu dan malu-malu, tahap selanjutnya kita ‘ning’ wening, bening jernih, pikiran kita, mudah membedakan yang hak dan yang batil (benar-salah) maka kita jadi ‘nung’ hanung, kuat sentosa, kokoh lahir dan batin untuk mencapai cita-cita. Akhirnya ‘nang’ menang, dan dapat wewenang, berhak dan kuasa atas usaha kita.
Kesepuluh fatwa hidup KHD itulah yang seharusnya diketahui dan diamalkan khusunya bagi wong Tamansiswa dan masyarakat Indonesia yang berharap NKRI tetap berkibar. Ki. Hadjar Dewantara dan Tamansiswanya hingga kini tetap menyerukan dan mengawal agar bangsa dan negara ini tidak terjerumus pada syariat-syariatan dari agama apapun, toh ketika syariat demokrasi diterapkan di negeri inipun sebagai warga bangsa kita harus tetap belajar dan membaca ulang apa sesungguhnya yang dipetik dari sebuah demokrasi ini. Realitasnya kini anak-anak bangsa hasil didikan pendidikan yang kian liberal dan bebas bablas melahirkan Rasisme seperti ditunjukan oleh kelompok-kelompok/front-front atau golongan-golongan cengeng di beberapa daerah dan berdampak pada sikap a moral, anarkisme, radikalisme yang dilakukan sebahagian anak-anak bangsa ini. Pendidikan yang ditanam KHD sesungguhnya menekankan pada sisi humanis, sisi sosial kemanusiaan dalam bahasa KHD bahwa pendidikan berarti daya-upaya untuk memajukan, bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran dan tubuh anak, sehingga terbentuknya kesempurnaan hidup yang selaras dan serasi dengan dunianya. Terakhir saya teringat pada salah satu kata Ir. Soekarno yang mengatakan “Bersatulah hai rakyat Indonesia, sebagaimana selalu dianjurkan oleh Ki. Hadjar Dewantara” dan tulisan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Monumen Jogja Kota Pendidikan yang berbunyi “Seperti Kuntum Padma di Tamansari ‘engkau kembang dan menyala di kalbu pertiwi’, cipta, rasa, karsa ……juga keluhuran budi menggema diseluruh persada nusantara”. Ki. Hadjar selalu berpesan bersatulah anak-anak bangsa untuk hidup merdeka dan belajarlah pada masa lalu dalam menjaga keutuhan NKRI.
Oleh: Ki. Engkos Kosnadi, ST.
Alumni Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta/UST, Mantan Pemimpin Umum Majalah PENDAPA Tamansiswa kini sedang menyelesaikan Biografi Ki. Hadjar Dewantara “Jejak Langkah Sang Maha Guru”.
Alamat:
Gegerkalong Girang, RT. 03/01, Blok 46 Bandung
Phone: 081328236899
e-mail: engkos_cosinus81@yahoo.com
Selasa, 2 Mei 2006 @ 11:01
mas #17, kami menyediakan media blog gratis++ dengan namadomain pilihan anda.
++nama domain, anda yang bayar.
*kalem*
Selasa, 2 Mei 2006 @ 12:00
Wah, Kang #17… itu komentar apa numpang nge-blog? Hihihi.
Selasa, 2 Mei 2006 @ 15:22
jangan nyepam disini zil..
tapi kalo ngeblog di komen boleh kok
Jumat, 5 Mei 2006 @ 19:25
tulisan loe bagus coy, loe punya gambar lengkap kihajar pa gak, klo loe punya gue minta donk, tolong kirim ke rois_graf@yahoo.co.id, gue anak grafis dari unesa surabaya gue butuh gambar itu buat karikatur projek gue. trims. salam kenal dari aku ROIS.
Rabu, 10 Mei 2006 @ 16:42
wow…
kau adalah pahlawan bagi swiss, moga anak iPa2 menang lomba mading…amii….n
MERDEKA!
Minggu, 3 Desember 2006 @ 12:00
manteeeeep euy !!!!!!!poko’e 9w jg dkng pendidikan di indonesia!!!!!!
Kamis, 1 Maret 2007 @ 11:34
Pendidikan merupakan sarana awal dari seseorang untuk berubah kearah yang lebih baik
Guru yang profisional adalah guru yang mendapat kemuliaan dunia akhirat
selamat untuk guru-guruku semoga amalmu mendapat ganjaran oleh Allah SWT. Amin
Sabtu, 28 April 2007 @ 4:51
lawan pembodohan oleh negara…!!!
hancurkan sistem lama
bangun dengan sistem yang baru
Revolusi belum selesai….!!!
saatnya yg muda jd yang terdepan
tendang golongan tua yang kontra REvolusioner..
merdeka…!!!
Senin, 30 April 2007 @ 18:28
semoga pendidikan di indonesia semakin baik seperti pertama kali kihajar dewantoro berjuang membangun pendidikan di indonesia
Senin, 30 April 2007 @ 19:50
bagaimana sich bikin karikatur pendidikan ? ada tugas nih di school
Selasa, 1 Mei 2007 @ 14:26
bantuin indonesia biar bangkit!!!!
Rabu, 2 Mei 2007 @ 19:56
[...] : pikiran-rakyat, Jay, [...]
Kamis, 7 Juni 2007 @ 19:04
gak salah pendidikan tuch ada, bayangin klo ga ada pddkn mau kemana bangsa kite ini hach?????????????????
Senin, 20 Agustus 2007 @ 18:19
guuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuud lah……….
Rabu, 24 Oktober 2007 @ 16:20
Maju terus pendidikan Indonesia, choey….
Buat anak yang ngerasa gaul or terlalu gaul…
jangan lupa belajar yang bener, ya….
jangan sibuk ma urusan loe sendiri, ntar tau sendiri lo akibatnya…
Peace….!
Sabtu, 10 November 2007 @ 19:05
[...] mengerti kenapa harus hari ini, 10 November, yang dijadikan Hari Pahlawan. Kenapa enggak tanggal 2 Mei dimana terjadi pertempuran 5 hari di Semarang atau tanggal 17 Agustus dimana bangsa Indonesia [...]
Selasa, 11 Desember 2007 @ 12:29
Ayoo sekolah ;p
Kamis, 24 Januari 2008 @ 5:28
kehidupan pendidikan di indonesia emang sudah amburadul….
mukin karena birokrasi dan manajemen itu yang kurang baik sehingga menimbulkan banyak masalah….apalagi sekarang guru sudah banyak yang tidak senang dengan apayang dia kerjakan karena kebohongan kebohongan pemerintah dalam dunia pendidikan…
di tanjung jabung timur di gembor-gemborkan sekolah geratis tapi dana untuk oprasional sekolah itu tidak pernah di cukupi adapun gaji hak guru honor itu di sunat 25% bagai mana guru mau tenang untuk mengajar sedangkan gajinya sangat minim???????
Rabu, 6 Februari 2008 @ 9:40
yup…emang betul sekolah itu penting!!!
tapi menajadi baik jauh lebih penting ketimbang menjadi otrang penting setelah tamat sekolah. karena kebanyakan orang penting sekarang jadi tidak baik, mana – mana korupsi, liat uang rakyat saja sudah kepe kepengen ngambil (bahkan Udah DIAMBIL), jadi berusaha lah jadi baik karena hakikat dari sekolah ato pendidikan tersebut adalah menciptakan generasi yang baik. Ingat !!!! Hidup tidak sekali ini saja!!! nanti kitajuga akan mempertangguang jawabkannya di depan mahkamah yang Maha Adil nantinya yaitu Mahkamah-Nya ALLAH SWT. Camkanlah itu kawan……
Wassalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Senin, 18 Februari 2008 @ 21:56
PENDIDIKAN SEKARANG SUDAH MULAI SALAH KAPRAH, KI HADJAR TELAH DI KHIANATI, RA KARTINI TELAH DI DUSTAI MENTAH-MENTAH, KH AHMAD DAHLAN TELAH DITIPU DIDEPAN PUSARANYA DAN SEMUA FOUNDING FATHER PENDIDIDIKAN DI NEGERI MENETESKAN AIRMATA DAN SEBENTAR LAGI MENGUTUK NEGERI INI KARENA SEKARANG YANG DAPAT MENGECAP PENDIDIKAN HANYA ORANG-ORANG BERDUIT SAJA, ANAK TUKANG BECAK, PETANI DI DESA TIDAK LAGI KUAT MENGAKSES PENDIDIKAN KARENA BEGITU MAHALNYA PENDIDIKAN KITA SAAT INI. SIAP-SIAP SAJA NEGERI INI HANCUR BILA MENGABAIKAN PENDIDIKAN. SEMUA HANYA MENGHAMBA PADA KAPITALIS. PENDIDIKAN HARUS MURAH DAN BERKUALITAS. PEMERINTAH WAJIB BERTANGGUNG JAWAB AKAN SEMUA INI. SEMUA ANAK MISKIN DI NEGERI INI HARUS MENGENYAM PENDIDIDKAN
Senin, 7 April 2008 @ 14:28
Mari bangkitkan lagi pendidikan di Indonesia dan jangan cuma omong kosong belaka kita nggak mau terus tertinggal dengan bangsa lain dan bagi bapak Presiden serta khususnya bagi departemen pendidikan nasional untuk mmenekan biaya sekolah diberbagai daerah di Indonesia karena banyak saudara kita yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena mahalnya biaya pendidikan
Kamis, 10 April 2008 @ 16:24
saya hanya memberi saran kepada pemerintah pendidikan memang merupakan hal yang sentral bagi kemajuan bangsa Indonesia. Tapi bagaimana bisa maju kalau masih banyak anak2 bangsa yang tidak sekolah hany gara2 biaya pendidikan yang besar, bahkan untuk masuk TK saj harus mengeluakan uang jutaan rupiah. memang sekarang sudah banyak bantuan sekolah gratis bagi siswa tapi sama aja kalau buku na harus beli dan ujung-ujung na jadi bisnis oleh para pengajar. Untuk itu saya mohon kepada mentri pendidikan untuk benar2 memperhatikan nasib anak bangsa kita. Karena bagaimanapun nasib Bangsa Indonesia ada di tangan anak2 kita
Sabtu, 19 April 2008 @ 12:14
> Artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
Minggu, 20 April 2008 @ 14:42
di tempat aku sekarang berada, biaya sekolah SD sudah gratis, misalnya di 1 SD ada yang muridnya dapat assuransi, dapat uang jajan juga baju/sepatu dan anak yang berprestasi pada akhir tahun ajaran ini akan dikasih hadiah sepeda, gedung nya permanent dibagun oleh berbagai NGO (aku pikir…… kenapa ngak di belikan buku-buku paket dan buku bagus lain untuk mengisi perpustakaan) hasil kunjungan dan pendampingan yang dilakukan berbagai lembaga non pemerintah, fenomenanya bukan karena fasilitas yang minim tapi komitmen tiap pihak untuk berkreatifitas dan menunjukkan inovasi yang minim, misalnya pengawas sekolah jarang melakukan kunjungan dan pendampingan ke sekolah dan masih maraknya korupsi di instansi ini yang menjadikan kinerjanya masih lemah.
Jumat, 25 April 2008 @ 13:36
SEPAKAAATTTT,TUK PEMBELA KEADILAN. PENDIDIKAN MEMANG HAK SETIAP WARGA DAN PEMERINTAH WAJIB MEMENUHINYA.NAMUN PERLU DIINGAT JUGA BAHWA PENDIDIKAN TIDAK HANYA LEWAT SEKOLAH SAJA, NAMUN JUGA LEWAT KELUARGA DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT. MARI BERSAMA MEMBANGUN NEGERI TERCINTA INI DENGAN MENEKUNI PROFESI KITA & DAN MEMBERI APA YANG KITA PUNYA / BISA. “JANGAN DULU MENUNTUT SEBELUM KITA MEMBERI”?????
Senin, 28 April 2008 @ 19:42
memang pendidikan di negri ini sdh gak karuan lagi.kadang seorang wajib harus bekerja keras untuk hanya sekedar bisa membaca.
bukankah kemajuan suatu bangsa juga tergantung pada penerusnya.bukankah gak hanya orang kaya yang punya kecerdasan.Lihat saja para pemimpin negri ini.hampir semua dulunya juga merasakan keterbatasan hidup tapi mereka cukup lihai untuk memim-pin sebuah bangsa.
Tidakkah anak-anak yang hidup dalam keterbatasan juga bisa seperti mereka para pemimpin atau bahkan bisa lebih baik dari mereka kalau saja mereka di beri kesempatan untuk mengenyang pendidikan yang lebih layak.
Entah apa para pembesar negeri ini akan memikirkan hal itu, atau hanya memikirkan kepeningan kantong mereka.Entahlah yang jelas nasib generasa muda penerus bangsa sekarang sedang tercekik………………………
Kamis, 1 Mei 2008 @ 13:01
kalau ki hajar dewantara masih hidup, beliau pasti sedih banget menyaksikan keadaan sebagian anak-anak Indonesia yang tidak bisa mengenyam bangku sekolah.
…pendidikan seharusnya bisa dirasakan oleh seluruh rakyat kita,,, tapi realita yang ada membuktikan bahwa,,, hanya kalangan berkantong tebal yang bisa mengecap pendidikan yang berkualitas.
beranjak dari komentar di atas…
sekolah emang penting…banget…
so…belajar yang rajin…jangan pacaran melulu kerjanya Zzobwat!!! key
Jumat, 2 Mei 2008 @ 7:39
Q-ta bangga pada pahlawan Indonesia yang telah berjuang demi hak q-ta terlebih KHD (Ki Hajar Dewantara).Perkara slogan beliau sebetulnya q-ta yang think smart.Mengakselerasikannya dengan kondisi sekarang bukan menyalahkan slogan tersebut.Contoh q-ta bisa membuat generasi cendikia Indonesia lebih maju berpikir yang positif, kreatif, terampil etc.Pokoknya KHD to.o.o………p bange……..t ok.Maju pendidikan Indonesia tidak usah gentar untuk maju jangan sampai ada korupsi dan itu yang terpenting. Jujurlah pada diri dan perbuatan.
Jumat, 2 Mei 2008 @ 8:09
terus semangat untuk terus belajar,sekolah paling utama, belajar dan berdoa okey bagi para pemuda, pemudi mari kita ciptakan indonesia menjadi negara berpendidikan tinggi,,,hari ini aku ultah,,,,pada kasih semangant dong
Selasa, 13 Mei 2008 @ 12:10
dasar negara sudah salah kaprah pendidikan di acak-acak
dari
edi susilo http://www.cerdaspos.blogspot.com
baca juga artikel mencari ruh pendidikan indonesia di blog http://www.mathjournalism.blogspot.com
Rabu, 11 Juni 2008 @ 12:06
pasti hancur d hatina ki hajar dewantara klo tau pendidikan di indonesia bs dperjaul belikan!!!sungguh tragis,,,
pdhl byk org2 g mampu yg pgn skola huhu…
Jumat, 27 Juni 2008 @ 2:13
Pendidikan adalah kunci untuk melepaskan diri dari keterbelakangan. Entah pemerintah yang tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu.
Sabtu, 12 Juli 2008 @ 22:26
Apakah sudah benar dan tepat kita menjadikan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional? Karena pada tanggal 2 Mei adalah hari lahirnya Ki Hadjar Dewantara, bukan hari dimana beliau membuat momentum dan karya besarnya. Oleh karena itu, Hari Pendidikan Nasional yang tepat dan benar adalah jatuh pada tanggal 3 Juli dimana Bapak Ki Hadjar Dewantara membuat peristiwa sejarah yang besar yakni mendirikan lembaga pendidikan yang diberikannya nama TAMAN SISWA.
Kamis, 31 Juli 2008 @ 15:15
Sistem Pendidikan di Indonesia memunculkan kapitalisme baru. Sekolah – bagian dari sistem pendidikan – hanya berfungsi sebagai tempat untuk mereproduksi perbedaan dalam masyarakat. Pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan martabat keluarga miskin, hanyalah mitos belaka.
Jumat, 6 Februari 2009 @ 21:29
semoga arti-arti tersebut dapat terwujud
Kamis, 12 Maret 2009 @ 16:27
pendidikan itu penting ko menurut aq,agar kita dapat tau bagimana kita dapat berpikir secara rasional dan bagaiman kita menjadi seseorang yang berguna buat bangsa dan negara kita.Dimana pendidikan juga dapat membuat kita punya banyak temen2 yang mungki sejalan dengan kita.Bagaimana kita berusaha dengan bersekolah agar apa yag kita inginkan dapat terkabul/apa yang kita cita-citakan dapat terwujud.Pendidikan juga dapat mengajarkan kita bagaimana kita dapat menghargai orang lain dan orang lain tersebut juga dapat menghargai kita,agar kit tdk mudah dipengruhidengan orang lain apabila kita mempunyai pendidikan.
Jumat, 17 April 2009 @ 11:41
Namanya juga Ki Hajar Dewantoro, artinya Ki adalah Maha atau Super, Hajar ya pengajar, Dewan berarti Super body, lha Toro itu aku gak tahu artinya
Rabu, 22 April 2009 @ 12:56
hari pendidikan yang sebentar lagi dirayakan, semonga menjadi hari pendididkaN YANG TIDAK TERLUPAKAN BAGI ANAK BANGSA YANG MENGGALI ILMU DI BUMI PERTIWI INI, and
Sabtu, 2 Mei 2009 @ 8:41
hari ini hari pendidikan yo! Refleksi,berubah, berbuat yang terbaik bagi bangsa ini. Sedih lihat orang pinter mbodohi orang. Pendidikan hati perlu dibangun yo!
Minggu, 17 Januari 2010 @ 11:15
pendidikan sangat penting,maka untuk zaman seperti sekarang ini peran orang tua sangat dan harus mendorong semangat anak-anak supaya lebih kreatif dan bisa berguna bagi masa depan bangsa, namun saya sangat sedih denngan apa yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri dari akibat kebiasaan bergaul bebas karena kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak,pemakaian narkoba seperti yang terjadi diberbagai tempat lingkungan pendidikan kampus sepertinya sudah tidak bisa dianggap enteng begitu saja. saya sarankan kepada orang tua untuk bisa lebih memperhatikan dan mengawasinya terutama dilingkungan kampus. kkita harus bisa mengimplementasikan “tut wuri handayani” jangan hanya sekedar mendorong dari belakang