Langit Kresna Hariadi: Gajah Mada

Senin, 11 April 2005M
03 Rabiul Awal 1426H

Pertengahan tahun 80-an saya sering bersegera pulang dari sekolah untuk tidak ketinggalan sebuah acara radio, tentunya juga karena lapar untuk segera makan dan memberi makan kucing (si Molly dan anak-anaknya) setelahnya. Acara radio tersebut adalah sandiwara radio yang suaranya diisi oleh –ah lupa!– yang menjadi Arya Kamandanu dan Ivonne Rose yang mengisi suara Mei Shin, yap sandiwara radio Tutur Tinular. Tokoh lainnya adalah Ramapati, Rawedeng, Arya “Pendekar Syair Berdarah” Dwipangga, Ra Kuti, Ra Pangsa, Ra Banyak, Ra Yuyu dan Ra Tanca, tak lupa kehebatan pedang Naga Puspa, eh bukan tokoh ini mah.

Setting sandiwara tersebut berada pada masa Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardhana memimpin Majapahit atau juga bernama lain Wilwatikta. Ramapati merupakan salah satu temenggung Majapahit yang akhirnya memberontak dan gagal. Arya Kamandanu menjadi tokoh baik meskipun bawahannya Ramapati. Sikap dan makar yang diturunkan ke anak buahnya melekat kepada Ra Kuti dan yang lainnya. Saya sendiri lupa bagian akhir cerita Tutur Tinular ini seperti apa.

Membaca novel fiksi sejarah karya Langit Kresna Hariadi berjudul Gajah Mada seperti melanjutkan cerita di Tutur Tinular tersebut. Setting pada novel ini adalah pemerintahan Jayanegara yang dikudeta oleh Ra Kuti. Ra Kuti adalah sebutan/singkatan dari Rakrian Kuti, sebuah anugerah dari Prabu Jayanegara menjadikan namanya menjadi Rakrian Dharma Putra Winehsuka.

Dikisahkan pada jaman ini Gajah Mada masih seorang bekel, sebuah pangkat ketentaraan di bawah senopati. Dengan pangkat tersebut Gajahmada menduduki jabatan pimpinan bayangkara, sebuah pasukan khusus yang melindungi istana, raja dan keluarganya.

Seluk beluk kelicikan Ra Kuti di novel ini mengingatkan saya akan tokoh Ramapati dan kelicikan Rawedeng dalam memberontak, bermuka dua beserta segala kelicikannya. Dengan menghasut beberapa temenggung dan beberapa panglima kesatrian Ra Kuti menggulingkan Jayanegara, namun atas kecerdikan Gajah Mada dan bantuan Patih Arya Tadah sang raja dan keluarganya berhasil diselamatkan oleh Gajah Mada dan bayangkaranya, dan terpaksa diungsikan dari istana, istana Bale Manguntur di Mojokerto.

Isi novel kemudian mengisahkan kepiawaian Gajah Mada dalam memimpin bayangkaranya, meloloskan dan mengungsikan Prabu Jayanegara, mendeskripsikan hancurnya tatanan pemerintahan dan masyarakat, mengisahkan dendam kebencian Ra Kuti kepada Gajah Mada dan Jayanegera, serta intrik bayangkara disusupi pengkhianatan yang cukup merepotkan Gajah Mada.

Penulis dengan lancar menceritakan alur kejadian, penuh dengan kosakata kemiliteran pada waktu itu, seperti deskripsi istana, struktur kemiliteran, persenjataan dan taktik perang seperti brubuh, cakrabyuha, diradameta, supit urang dan banyak lagi. Buku ini disarankan untuk dibaca oleh Brigjen (purnawirawan) H. M. Lintang Waluyo atas faktor-faktor sistem kemiliteran yang diangkat oleh sang penulis.

Bagaimana akhir cerita novel ini? Berhasilkah Gajah Mada dan bayangkaranya mengembalikan kekuasaan Majapahit kepada Jayanegara? Sebuah novel fiksi sejarah yang tak kalah menarik dari Arok Dedes dan Arus Balik-nya Pramoedya Ananta Toer.

Update

Mencari buku ini di web ternyata nggak ada, berikut infonya KDT-nya:
Gajahmada/Langit Kresna Hariadi
Cetakan I — Solo
Tiga Serangkai, 2004
582 halaman; 21cm
9796685582

Komentar

178 komentar untuk catatan 'Langit Kresna Hariadi: Gajah Mada'

  1. #1
    gravatar

    salam kenal mas Langit KH..

  2. #2
    gravatar

    Kepada Pak Langit,
    sejujurnya melihat nama bapak dan tebalnya buku gm, saya berprasangka dangkal,
    namun jangan menilai buku dari sampulnya, dan lembar demi lembar halaman terbaca tiada bosan, pak.gaya bercerita Pak Langit sungguh luar biasa.
    horor,epik, heroik ,saspen, romansa dan intrik menjadi satu jalinan cerita, sungguh luar biasa.
    pola seperti ini mustinya berangkat dari pengalaman bathin yang juga luar biasa.
    salut Pak.

    haru birunya mirip Tetralogi P Buru-nya Pak Pram.

    salut…….tetap berkarya

  3. #3
    gravatar

    Karya yang luar biasa memberikan penyemangat… dengan alur cerita dan bahasa yang sangat baik dan mudah saya mengerti…
    sukses selalu buat Pak Lintang Kresna..

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.