Langit Kresna Hariadi: Gajah Mada
Senin, 11 April 2005M
03 Rabiul Awal 1426H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Pertengahan tahun 80-an saya sering bersegera pulang dari sekolah untuk tidak ketinggalan sebuah acara radio, tentunya juga karena lapar untuk segera makan dan memberi makan kucing (si Molly dan anak-anaknya) setelahnya. Acara radio tersebut adalah sandiwara radio yang suaranya diisi oleh –ah lupa!– yang menjadi Arya Kamandanu dan Ivonne Rose yang mengisi suara Mei Shin, yap sandiwara radio Tutur Tinular. Tokoh lainnya adalah Ramapati, Rawedeng, Arya “Pendekar Syair Berdarah” Dwipangga, Ra Kuti, Ra Pangsa, Ra Banyak, Ra Yuyu dan Ra Tanca, tak lupa kehebatan pedang Naga Puspa, eh bukan tokoh ini mah.
Setting sandiwara tersebut berada pada masa Raden Wijaya atau Kertarajasa Jayawardhana memimpin Majapahit atau juga bernama lain Wilwatikta. Ramapati merupakan salah satu temenggung Majapahit yang akhirnya memberontak dan gagal. Arya Kamandanu menjadi tokoh baik meskipun bawahannya Ramapati. Sikap dan makar yang diturunkan ke anak buahnya melekat kepada Ra Kuti dan yang lainnya. Saya sendiri lupa bagian akhir cerita Tutur Tinular ini seperti apa.
Membaca novel fiksi sejarah karya Langit Kresna Hariadi berjudul Gajah Mada seperti melanjutkan cerita di Tutur Tinular tersebut. Setting pada novel ini adalah pemerintahan Jayanegara yang dikudeta oleh Ra Kuti. Ra Kuti adalah sebutan/singkatan dari Rakrian Kuti, sebuah anugerah dari Prabu Jayanegara menjadikan namanya menjadi Rakrian Dharma Putra Winehsuka.
Dikisahkan pada jaman ini Gajah Mada masih seorang bekel, sebuah pangkat ketentaraan di bawah senopati. Dengan pangkat tersebut Gajahmada menduduki jabatan pimpinan bayangkara, sebuah pasukan khusus yang melindungi istana, raja dan keluarganya.
Seluk beluk kelicikan Ra Kuti di novel ini mengingatkan saya akan tokoh Ramapati dan kelicikan Rawedeng dalam memberontak, bermuka dua beserta segala kelicikannya. Dengan menghasut beberapa temenggung dan beberapa panglima kesatrian Ra Kuti menggulingkan Jayanegara, namun atas kecerdikan Gajah Mada dan bantuan Patih Arya Tadah sang raja dan keluarganya berhasil diselamatkan oleh Gajah Mada dan bayangkaranya, dan terpaksa diungsikan dari istana, istana Bale Manguntur di Mojokerto.
Isi novel kemudian mengisahkan kepiawaian Gajah Mada dalam memimpin bayangkaranya, meloloskan dan mengungsikan Prabu Jayanegara, mendeskripsikan hancurnya tatanan pemerintahan dan masyarakat, mengisahkan dendam kebencian Ra Kuti kepada Gajah Mada dan Jayanegera, serta intrik bayangkara disusupi pengkhianatan yang cukup merepotkan Gajah Mada.
Penulis dengan lancar menceritakan alur kejadian, penuh dengan kosakata kemiliteran pada waktu itu, seperti deskripsi istana, struktur kemiliteran, persenjataan dan taktik perang seperti brubuh, cakrabyuha, diradameta, supit urang dan banyak lagi. Buku ini disarankan untuk dibaca oleh Brigjen (purnawirawan) H. M. Lintang Waluyo atas faktor-faktor sistem kemiliteran yang diangkat oleh sang penulis.
Bagaimana akhir cerita novel ini? Berhasilkah Gajah Mada dan bayangkaranya mengembalikan kekuasaan Majapahit kepada Jayanegara? Sebuah novel fiksi sejarah yang tak kalah menarik dari Arok Dedes dan Arus Balik-nya Pramoedya Ananta Toer.
Update
Mencari buku ini di web ternyata nggak ada, berikut infonya KDT-nya:
Gajahmada/Langit Kresna Hariadi
Cetakan I — Solo
Tiga Serangkai, 2004
582 halaman; 21cm
9796685582
Popularity: 10% [?]
Senin, 11 April 2005 @ 8:35
Kalo yang ada tokoh Mantili, Brahma Kumbara, Raden Bentar? Itu saur sepuh ya? Setingnya sejarahnya lebih dulu mana antara Gajahmada dan Saur Sepuh? Lupa euy.
Btw, kucing gue dikasih nama Brahma Kumbara singkatannya Bram cuman dah gue kasih satpam komplek
Senin, 11 April 2005 @ 8:37
hahha… jadi inget…
waktu itu kalo ndak salah, saya masih SD.
yang sering saya dengar itu, ya saur sepuh dan tutur tinular.
sampai di bioskop, juga ikutan nonton…
Senin, 11 April 2005 @ 8:57
#1: yap, itu saur sepuh. Yang ngisi suaranya Lasmini yang berpedang –lupa namanya, bersinar perak menyilaukan– adalah Novia Kolopaking, sedang Mantili menggunakan pedang berasap racun, dan Brama Kumbara dengan ajian Gelang-gelang dan Serat Jiwa sampai tingkat 10.
Senin, 11 April 2005 @ 9:20
eit, kebolak!
Lasmini yang menggunakan jurus Pedang Ular (season Kembang Gunung Lawu).
Senin, 11 April 2005 @ 9:53
yang jadi Arya Kamandanu tuh Feri Fadli
kalo yg jadi Arya Dwi Pangga tuh Kris Urspon (nulisnya gimana yach)
#3. kalo berpedang perak dan pedang setan itu mantili, adiknya brama,
yang beracun baru lasmini (kebalik tuh jay)
biasanya kalo di pilem (ama sinetron), yang jadi Lasmini pasti Murti Sari Dewi
Senin, 11 April 2005 @ 10:18
#5: parah nih memori… iya, Mantili punya pedang kembar
dengan sandiwara radio, dialog-dialog menyentil fantasi pendengar dalam membayangkan suasana dan adegan
kapan yah dijadiin buku?
Senin, 11 April 2005 @ 11:01
wah, itu sandiwara radio paling ngetop jaman itu..
cuma denger temen pada cerita
sayang gak bisa dengerin sendiri, gak punya radio
Senin, 11 April 2005 @ 11:32
#6: Betul, gue juga nungguin bukunya. Kalo gak salah, di Jakarta yang nyiarin Radio Kayu Manis. Betul gak? Mereka masih nyimpen gak ya, master sandiwara Saur Sepuh? Haduuh, kalo ada siarin ulang bakal asik ya? Diputer sore-sore pas pulang kantor kalo gak malem hari. Sinetron sucks bakal ditinggalin gak ya?
Senin, 11 April 2005 @ 13:17
Bukannya yg ngisi suara Mantili itu Eli Ermawati?
Dia juga yg jadi pemeran Mantili di Sinetron dan Film Satria Madangkara
Senin, 11 April 2005 @ 13:27
#9: lupa, tapi seinget saya tidak ada pengisi suara yang maen di film/sinetronnya, saat itu pengisi suara beken adalah Ivonne Rose, Novia Kolopaking dan Feri Fadli.
maklum, referensi hanya ingatan yang sudah kacau, hilang entah kemana.
Senin, 11 April 2005 @ 15:46
Kalau yang jadi “teknik dan montase” itu siapa?
Selasa, 12 April 2005 @ 7:55
10: Seinget gw bener kata Yudha yang ngisi suara Mantili itu Eli Ermawati. baik itu di radio ataupun tv.
Ehh, … tapi sama ding.. referensi juga cuman ingatan aja
Selasa, 12 April 2005 @ 9:55
#12 yup bener
yang ngisi Arya Kamandanu dan Brama Kumbara itu sama2 Feri Fadli, kalo yang ngisi suara Mantili dan Mei Shin juga sama2 Eli Ermawati
Eli Ermawati sempat membintangi versi layar lebar untuk peran Mantili maupun Mei Shin, kalo Feri Fadli katanya terlalu kurus untuk jadi Brama atau Kamandanu jadi seringnya orang lain yang nggantiin
kalo yang jadi Brama seingatku Fendi Pradana
kalo Ivone Rose, seingatku di Tutur Tinular ngisi suaranya Sakawuni istri Arya Kamandanu (kalo gak salah)
btw, sekarang jarang sekali denger sandiwara radio. masih ada sih di beberapa radio lokal. cuma ceritanya sudah gak berbau sejarah. seringnya mirip sinetron
dulu paling suka dengerin
- Saur Sepuh
- Tutur Tinular
- Babad Tanah Leluhur
- Misteri Nini Pelet
- Jaka Badak
- … waduh banyak yg lupa …
Selasa, 12 April 2005 @ 10:37
Wah, paling suka emang sama acara radio ini. Sampe hapal jingle iklannya yg obat mag itu.
Selasa, 12 April 2005 @ 15:56
salah satu yang populer juga adalah –kalo enggak salah– “Wa Kepoh”. ini yang ngisi cuma 1 (atau 2?) orang. bodor “garing”, tapi banyak banget penggemarnya.
masih ada enggak ya?
Selasa, 12 April 2005 @ 15:57
eh, nggak nyambung ya…
[ sorry, ke-klik enggak sengaja
jadi comment dua kali deh...]
Selasa, 12 April 2005 @ 16:22
hehe, siapa yang tak kenal tokoh Si Lamsijan
Kamis, 14 April 2005 @ 8:30
wah .. inget sandiwara-sandiwara radio tsb .. jadi inget waktu ..
… jadi aja .. kadang sok tahu.. ke temen2x sesama penggemar…
…
masih kuliah.. tingkat I & II … di .. samping KB Bandung…
Udah BT praktikum…
Pengennya buru2x pulang… buat dengerin tuh sandiwara-sandiwara tsb..
Belum pake acara hunting … stasiun radio.. satu ke stasiun radio laen..
karena belum tentu menyiarkan.. sinkron .. ada yg duluan ada yg belakangan…
Lebih.. asyik di radio kayaknya… lebih imajinatif.. kumaha urang.. weh..
Ferry Fadli sbg Arya Kamandanu.. he..he..
Pokoknya tuh sandiwara .. termasuk dramtisasi sejarah yg ok punya…
Kamis, 14 April 2005 @ 12:06
#12 Butir-Butir Pasir di Laut yg ada di RRI termasuk enggak .. heheeh
ini sandiwara radio paling awet deh, dari jaman gue SD 1980 sampe jaman kuliah tk akhir thn 1996 masih ada, sekarang masih ada enggak yah?
Khas ajah denger awalnya, ” Butir2 Pasir di Laut, episode ke Duaribu dua ratus tiga puluh ..”
Kamis, 14 April 2005 @ 15:25
Sayamah Si Rawing Aje
Jumat, 15 April 2005 @ 11:42
Wah sandiwara radio Tutur Tinular waktu itu memang asyiek banget2 didenger…sampe aku ketagihan, kaya’ makan kacang goreng…gak sabar nunggu tiap episode….Ada yang tau gak yah, siapa sih itu penulis naskah sandiwara radionya?
Senin, 30 Mei 2005 @ 21:15
terimakasih untuk semua komentarnya, melalui kesempatan ini saya minta maaf karena melakukan kekeliruan fatal dalam buku saya Gajahmada mengingat mestinya Gajahmada membawa Jayanegara menyelamatkan diri ke Bedander, bukan ke Kudadu
Selanjutnya saya menyiapkan buku berikutnya, Hamukti Palapa.
Terimakasih, arigato gozaimashita, haik
Sabtu, 4 Juni 2005 @ 11:59
mas kresna perkenalkan saya seorang pecinta cerita sejarah dan saya sangat gembira atas diterbitkannya buku mas. btw sumber2 apa yg mas pake untuk mendiskripsikan keadaan majapahit jaman dulu?.trims
Kamis, 16 Juni 2005 @ 9:22
dik langit buku ini sebagai tombo ngantuk dan jenuh saat menyusun disertasi. sampai rxyzcha dan exchozetha tertarik untuk membacanya. juga teman dosen dan mbak sri. tapai ada kecenderungan teman yang tertarik hanya pinjam dan tidak beli. sampai saat ini buku tsb belum pulang ke kandang. komentar saya bukan main.
Selasa, 12 Juli 2005 @ 20:07
Bukan main, di arena ini saya justru memperoleh komentar kakak kandung saya, weleh weleh, terimakasih banyak.
Untuk pembaca buku saya, saya benar-benar minta maaf karena kekurangakuratan riset buku gajahmada 1 banyak sekali kedodorannya, antara lain, jarak antara pemberontakan Ra Kuri dan kematian Jayanegara dibunuh Ra Tanca adalah 7 tahun, terus pelarian bukan ke Kudadu akan tetapi ke Bedander. Kesalahan berikutnya sosok Lembu Anabrang dalam era Jayanegara sudah mati, Anabrang dibunuh oleh Lembu Sora.
Semua kesalahan tersebut insya Allah akan dikoreksi pada cetakan ke dua, sementara dalam waktu secepatnya saya siapkan cerita berikutnya. Terimakasih untuk teman-teman yang memberi komentar, terimakasih Mas Mega, terimakasih Mas Jay.
Saya terharu dan tidak menyangka begitu meriah opininya.
Salam semua.
Untuk Faro Fai, sumber-sumber yang saya pakai antara lain, Negara Kertagama, Kidung Sanjayawarsa, Kidung Sorandaka, Panji Wijataharsa, Kidung Sundayana, Gajahmada karangan Muh Yamin, buku buku almarhum Nugroho Notosusanto, Prof Zetmulder, Prof Slamet Mulyono dsb, yang paling penting tentu mendatangi lokasi secara langsung.
Selasa, 12 Juli 2005 @ 20:19
Tidak ada nama Langit Kresna Hariadi kecuali teman berantem saya waktu SD dulu, sekarang jadi orang to?
Ngit, masih ingat aku nggak? Kita dulu pernah diadu gelut sama kakakmu Mas Mbulan Giono itu.
Sukses, kirimi bukunya ya, aku di belakang TVRI Yogya
Kamis, 14 Juli 2005 @ 13:58
Mas Langit,
Kapan cetakan keduanya keluar?
Belinya dimana ya?
Ngebet banget nih buku soal majapahit. Soalnya Suka dengerin Saur Sepuh, Babad Tanah Leluhur, dan Tutur Tinular, huehuehuheu…
Hatur Nuhun…
Selasa, 9 Agustus 2005 @ 12:35
saya masih ingat pas sd dulu ya, buru2 pulang ke rumah gara2 pengen dengerin saur sepuh……..ada brahma, mantili, paksi jaladara anaknya mantili dan raden samba yang punya ilmu nembus bumi, saya ingat betul si raden samba ikut ke mojopahit dengan rombongan raja pajajaran dan putri pajajaran, namun dia lolos dari perang dan si putri pajajaran akhirnya bunuh diri.
kalo si gajahmada emang betul dia menyelamatkan raja jayanegara sampai ke bedander-bojonegoro, namun menurut kisah gajah mada juga yang membunuh si jayanegara, lah menurut sejarah si jayanegara emang bikin bt karena dia gak bisa diandalkan sebagai raja, dia mati terbunuh dengan jalan diracun, tapi yang kena hukum si tabib, so gajahmada bebas.kalo soal bekel saya gak tahu itu.cuman setelah dia sukses
menyelamatkan si jayanegara dan sepeninggal jayanegara dia diberi jabatan di kediri
kalo gak salah semacam bupati…..
kalo asal muasal si gajahmada gak ada yang tahu cuman menurut sejarahnya dia datang
dari arah tengger-gunung bromo dan hilang di sana juga gara2 dia malu membunuh dya pitaloka sang putri dari pajajaran dalam perang bubad.
mengenai sumpa palapah ntar saya add deh……….
salam anak mojokerto-bumi mojopahit-frenchleghorn@gmail.com
Minggu, 4 September 2005 @ 18:52
hello gue belum pernah baca sich apalagi beli..tapi setelah buanyak sekale yang kasih komentar jadi pengen juga baca ada yang mau pinjemin gue neh hehehehe just kidding you uncel i have been read it…semangat yech terus nulis sampai capek hehehehe kidding you uncel..
Jumat, 16 September 2005 @ 10:31
SETELAH MEMBACA NOVEL INI SEPERTI MELIHAT STRATEGI PERANG MODERN DENGAN TATANAN YANG HARUS DITAATI OLEH DUA BELAH PIHAK. KAPAN LANJUTAN CERITA INI? BISAKAN UNSUR MENDIDIK DAN MENGAJAR ADA PADA NOVEL INI?
Minggu, 18 September 2005 @ 1:36
Siapa tau dimana saya boleh memiliki vcd saur sepuh kembang gunung lawu
Selasa, 27 September 2005 @ 22:30
wh…wah…ternyata masih ada juga penggemar cerita Gajahmada. OK lah, kita bisa blajar byk dr sana. Kalo ga salah Jayanegara itu Homo ya…dan kalo ga salah nama kecilnya Bagus Kala gemet. Coba kalo ga ada gajah mada, mana mungkin majapahit berdiri, Hidup Gajah Mada! Mungkin Cerita yg mengulas dg latar belakang Majapahit bisa di baca juga tuh di SENOPATI PAMUNGKAS, Lengkap en seru, kaya dengerin Brahma Kumbara…Tapi cerita Misteri di Gunung berapi (sembara) versi radio-nya ok juga tuh…
salam
Jumat, 30 September 2005 @ 5:56
jayanegara bukannya homo malahan dia mata keranjang sampai-sampai adiknya sendiri tribuana mau digimbrut
Rabu, 11 Januari 2006 @ 17:35
tutur tinular memang tidak bisa lepas dari tokoh arya kamandanu, smoga kita bisa[minimal] mencontoh sikap kesatria seorang pendekar pilih tanding yg penuh dengan fitnah, adu domba, pemerasan HAM dan lupa lagi, dan yg tidak bisa lupakan adalah cara sang kesatria arya kamandanu mensikapi sewaktu pacar/kekasihnya direbut sang kakak dan ironisnya diperkosa dahulu.
Senin, 30 Januari 2006 @ 1:41
[...] Apa yang menarik dari buku fiksi sejarah ini adalah Hermawan Aksan mengangkat pengembangan karakter tokoh sentral Dyah Pitaloka seperti bagaimana ia sebagai putri kerajaan berpikir dan bersikap, dialog-dialog dalam paradigma jaman tersebut serta penggambaran setting yang cukup detil seperti pada buku Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi, tak lupa yang cukup membuat rumit adalah banyaknya nama-nama Sanskrit keluarga kerajaan yang panjang-panjang. [...]
Rabu, 1 Februari 2006 @ 10:11
Mas Langit kalo Harimukti Palapa udah keluar di kasih tau ya.
Selasa, 7 Maret 2006 @ 10:09
Saya sudah baca buku Gajah Mada itu, dan memang menghibur di waktu luang…yang terkesan dilebih-lebihkan adalah kemampuan \’Bhayangkara\’nya…
Kalau yang masa lalu: Saur Sepuh dan Tutur Tinular juga sangat imajinatif, dan sangat bagus untuk diterbitkan dalam bentuk buku. Oh ya, ada cerita tentang Kian Santang nggak ya? Kalau nggak salah tokoh ini sempat muncul sebentar waktu jaman Brama Kumbara setelah bertanding dengan Ki Jara dan Lugina hehehe, waktu itu ajian Serat Jiwa vs Lampah Lumpuh hehehe
Masa lalu
Minggu, 26 Maret 2006 @ 1:18
[...] Langit Kresna Hariadi (LKH) melalui penerbit Tiga Serangkai kembali meneruskan kisah Gajah Mada dengan judul Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara, setebal 508 halaman. Plus bonus sebuah gambar berukuran A2 berisi lanskap istana Majapahit. [...]
Senin, 27 Maret 2006 @ 8:39
Saya sudah selesai baca kedua bukunya, saya tunggu serial2 selanjutnya
Senin, 27 Maret 2006 @ 19:45
kalo aku mungkin udah agak telat dengerin sandiwara2 tsb, aku hanya dengerin tutur tinular, itupun udah mau selesai, ama nini pelet deh… yg saya pengen tau kenapa peran arya kamandanu disandiwara yg begitu terkenal, yg kalo tdk salah pernah menjadi panglima perang majapahit kok dalam sejarah2 tidak pernah disebut2 ya? barangkali ada yg bisa jelasin….
Selasa, 4 April 2006 @ 13:30
Untuk Alan 36, bukan harimukti Palapa he, kalau Harimukti mah anak SBY, eh, salah kali ya?
Senin, 17 April 2006 @ 2:38
sandiwara2 seperti itu saya denger jaman baheula
dan masih ingat tapi banyak yg lupanya
yg saya pengen baca adalah Diah pitaloka: senja di langit majapahit dimana ya saya bisa dapatkan
buku itu..ada yg tau..? pls kacih tau aku
Rabu, 26 April 2006 @ 11:25
klo denger crita kaya gitu..kayaknya orang paling sakti sedunia tuh orang indonesia ..saking saktinya klo mikir jadi gak perlu pake otak. muhammad bin abdulah bin abdl mutholib (semoga damai selalu disisinya) aja enggak sakti sakti amat….buktinya..klo maju perang selalu pake armor(jirah) pake tameng..terutama pake pedang..ooh iyah yang mau [pinjem buku gajah mada seri satu dan dua, trus senopati pamungkas seri satu seri dua..trus dyah pitaloka..pinjem ke aku aja tapi mbayar yah…hehehe…harga buku sekarang ngak nguatin..untung di jogja ada toko buku diskon..
Sabtu, 6 Mei 2006 @ 20:23
Menarik untuk dibaca ke-2 karya Kresna Langit Hariadi, ditunggu karya berikutnya ( Bale Prajurit komentarnya di pugar oleh TNI kira-2 dimana ya tempatnya sekarang)
Selasa, 16 Mei 2006 @ 11:44
Baca ceritanya asyik buanget, sampe bojoku yang ga suka baca and ga suka sejarah bisa tamat baca buku itu. Emang ada beberapa yang ga cocok diantaranya antara tahun pemberontakan Ra Kuti sampai meninggalnya Jayanegara kok kayaknya deket banget. Dalam kisah lain yang pernah saya baca, Gajah Mada membunuh Jayanegara dengan tangan Ra Tanca, karena Jayanegara ingin menikahi Rajasa Dewi dan Tribuana Tungga Dewi, bener nggak ya?
Terus di dalam cerita itu kayaknya kedodoran dengan kata Perampokan, Kerusuhan dan Pemerkosaan. Entah berapa kali kalimat itu disebut-sebut terus.
Any way, saya tunggu cerita berikutnya mas!
Selasa, 16 Mei 2006 @ 14:39
Kalo pada gila baca roman sejarah, saya menyarankan baca Senopati Pamungkas & Tembang Tanah Air-nya Arswendo Atmowiloto. Setting sejarahnya juga Majapahit. Cuma Gajah Mada baru diceritakan di buku ke-2 (Tembang Tanah Air). Kalo menurut saya, kedua buku Mas Arswendo ini asyik sekali dibacanya. Cuman memang sedikit perlu diresapi dibagian kidungan-nya. Sangat menarik dan penuh pelajaran hidup dan falsafah hidup. Bukan hanya bagi urang Jawa, tapi kayaknya universal dech.
Sampai saat ini, kedua buku ini masih menjadi buku favorit saya.
Sabtu, 20 Mei 2006 @ 15:36
kalau muridnya lasmini itu namanya Suli, terus aku suka dengan jurus terbangnya brama Kumbara sampai kebawa mimpi aku bisa terbang kayak mas brama kumbara. Terus aku suka berhayal sedang mengeluarkan ajian serat jiwa.
Selasa, 30 Mei 2006 @ 16:18
salut untuk pak kresna,
kalo bisa buku Gajah Mada dibikin film dong pak biar kita bisa liat film kolosal yang hebat kayak saur sepuh, dengan pemeran-pemeran yang oke setting yang yahud, kita tunggu ya pak. Kita haus film sejarah neeh pak, bosen liat film modern terus. kita juga harus liat dong sejarah kita gak kalah ama sejarah bangsa laen kok
Selasa, 20 Juni 2006 @ 20:06
Kalau untuk film agaknya saya belum bermimpi, nantilah ketika buku saya berjudul Beliung dari Timur, barulah layak diangkat ke layar kaca.
Kira-kira bisa nggak ya? Maklum mimpi
Senin, 17 Juli 2006 @ 20:52
pak kresna kebetulan hari ini aku tamat baca buku Gajah Mada yang ke-2
wah aku bener2 semangad baca nya, setelah lamaaaaa..buanget gak baca buku seperti itu (kebanyakan baca bukunya Tom Clancy heheh…) seger banget….
tadi sore pulang kantor langsung cari buku Gajah Mada yg pertama di Gramedia Padang…tp rupanya blom ada lagi…hik.hik…skrg mo beli online kok ya gak ketemu
dimana sih bisa beli online selain di gramedia?
Selasa, 15 Agustus 2006 @ 7:07
sayah mah waktu kecil sukanya dengar dongeng Ki Mad Ohle (si bongkok) & Wa kepoh (Si Rawing jago tutugan). yang cerita cuma satu orang, tapi kayak banyakan…..eh teu nyambung.
Rabu, 23 Agustus 2006 @ 12:36
maap… ada yg bisa jelasin kenapa yg namanya arya kamandanu kok ngga pernah disebut2 dalam sejarah majapahit? apa dia cuma tokoh fiksi aja. padahal kan dia pernah jadi panglima perang majapahit (di sandiwara radio lho..) dan juga suami dari mei shin. Dan mei shin adalah gurunya Ra-Tanca dalam ilmu pengobatan (tabib)
Senin, 4 September 2006 @ 11:33
[...] Penerbit Tiga Serangkai setelah menerbitkan Gajah Mada dan Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara kembali akan meluncurkan Gajah Mada: Hamukti Palapa dalam bulan September ini. [...]
Rabu, 13 September 2006 @ 15:47
Maksudnya sdah ke pembaca bulan september ini atau gmana bung jay.
Untuk Buku Gajahmada buku satu dan kedua sudah saya baca. Masih menunggu nih edisi berikutnya.
Senin, 25 September 2006 @ 14:11
Saya sudah baca kemarin “Hamukti Palapa”. Andai saja ada yang membuat komik dari tokoh Gajahmada ini, tentu tokoh komik asing dapat diganti oleh tokoh komik lokal Indonesia.
Minggu, 1 Oktober 2006 @ 14:54
dua buku karangan kang langit parantoes kelas ti baca, gajahmada anake sopo yo?lahir ne ngendi,keturunan sopo?
Senin, 2 Oktober 2006 @ 4:07
saya juga suka sandiwara radio.
Kamis, 5 Oktober 2006 @ 15:06
Buku ke 3 nya mana ya pak Kresna ?? Kayaknya seru dech kalau segera diterbitkan. Palagi yang perang dg Pajajaran !
Jumat, 6 Oktober 2006 @ 13:31
Wah…wah, saya sudah baca ketiga trilogi tersebut dengan perasaan tegang, banyak sekali misteri yang ditampilkan dengan plot yang lancar. Halaman demi halaman dibalik dengan penuh rasa ingin tahu. Di samping itu juga perasaan bangga dengan petualangan gajah mada yang tidak kalah dengan petualangan Karl May yang imajinatif itu.
Mudah-mudahan suatu saat dapat dibuat film yang kolosal seperti Gladiator, Alexander dll,dan tidak bernuansa sinetron dengan trick-trick kolosal.
Bravo Ki Langit, bravo Bhayangkara. Maju terus!!
Jumat, 6 Oktober 2006 @ 13:56
Wah bener tuh…ternyata kalo gue pikir2 emang mirip2 sama Karl May !!
Jadi buku ke 3 udah keluar ya ?? Hamukti Palapa ? Kapan keluarnya ? Kok kemarin saya ke Gramedia belum ada ?
Buat pak Kresna, ternyata buku 3 nya belum ada lho di Gramedia !!
Sabtu, 7 Oktober 2006 @ 22:48
wah udah keluar ya yang ke-3
jangan-jangan di Gramedia Padang telat lagi…payah banget….
Selasa, 10 Oktober 2006 @ 9:39
[...] Kita pun tak kalah punya pujangga besar yang menelurkan sebuah epik yang sekaligus sebagai bukti sejarah, kitab Negarakretagama, karya Empu Prapanca. Sebuah kitab berisi kejayaan Nusantara dahulu hingga kebesaran Majapahit dalam bentuk pupuh. Terima kasih kepada Langit Kresna Hariadi yang membuat buku cerita Gajah Mada (jilid I, II, III dan IV) yang lebih mudah dibaca dan menyenangkan daripada membaca kitab Negarakretagama langsung. [...]
Rabu, 11 Oktober 2006 @ 12:20
buat pak langit..
saya suka banget pak ma bukunya!!!!!]
tadinya saya pikir bakal ngeboringin dan kaku ceritanya..
ternyata saya salah..
jalan ceritanya dari awal uda seru dan bikin deg2an. trus critanya ngalir, ringan dibaca, POKOKE TOP!!!
Jumat, 13 Oktober 2006 @ 11:47
Oke…
Aku sudah beli Hamukti Palapa di Gramedia Solo, waktu di Gramedia Jember belum ada.
Secara umum masih seru, tapi pak Langit coba masukkin beberapa unsur “modern”, tidak tahu apakah itu justru menambah seru, atau malah aneh (contohnya omongan tentang ‘kolesterol’ dari Sea Food).
Mudah2an utk Perang Bubat, bisa lebih dalam Researchnya, karena menyangkut 2 budaya yg berbeda, dari 2 kerajaan yg sama Besar. Dan memang antara orang Sunda dan Jawa sering ledek2an masalah Perang Bubat ini ! Bung Krisna supaya FAIR ya cerita nya ! he…he…krn saya ibu Sunda, bapak Jawa nih….
Minggu, 15 Oktober 2006 @ 23:35
Buku hamukting Palapa di Semarang kok belum ada ya mas …atau udah ada yang belin nih
Senin, 16 Oktober 2006 @ 13:50
Unknown browser
semua gramedia ada, kalau nggak ada berarti habis. Untuk semua teman, saat ini saya sedang menyiapkan Gajah Mada V Madakaripura Hamukti Muksa, setelah itu akan disusul Candi Murca atau Candi Yang Hilang dengan penerbit lain. Gajah Mada IV Perang Bubat akan segera muncul Desember 2006.
Terimakasih untuk semua simpati dan perhatiannya.
Kamis, 2 November 2006 @ 15:03
Saya jadi ingat masa SD ketika mendengar sandiwara radio.Setiap hari berebut mendengarkan dengan Ayah (ayah suka berita BBC londen) saya suka sandiwara. Sampai akhirnya radio rusak di lempar ayah karena baterai habis (soalnya kampung saya jaman itu belum ada listrik loooooooo jadi radio pakai baterai) dasar wong desososo sam.
Senin, 6 November 2006 @ 16:55
baru ajah kelar baca hamukti palapa neyh…..seru banget….gimana yah kelanjutan cerita pradabhasu dan dyah menur….romantis banget …..hehhehe
pak langit ada kasih tau saya tentang acara bedah buku yg rencanaya bakal digelar tanggal 11 november ‘06 di JCC, mas jay….kira2 jam berapa yah acaranya?
piss uuu aaahhh
Rabu, 8 November 2006 @ 16:33
Sudah baca buku 1 & 2, buku ke-3 baru 50%. Sangat menarik dan menggairahkan membaca buku ini. Saya ada beberapa pertanyaan dari buku ini. Ada bebrapa hal yang menurut saya perlu penjelasan lebih detail.
Misalnya di buku pertama tidak dijelaskan secara jelas apa motivasi Rakrian Tanca/Bagaskara Manjer Kawuryan (kalo memang benar 2 nama ini adalah 1 orang) memberitahu Bhayangkara Gajah Mada akan adanya serbuan Rakrian Kuti dengan pasukan segelar sepapan. Trus di buku 2 tidak dijelaskan pula mengapa dan bagaimana Bhayangkara Lembang Laut (kalo salah mohon dikoreksi) ikut terlibat pembunuhan orang-orang Raden Kudamerta yang didalangi oleh Pakering Suramurda. Dan masih ada beberapa pertanyaan lainnya.
Saya tidak tahu apakah hal ini memang disengaja oleh penulis (Pak Langit) dan jawabannya akan ditemukan di buku-buku seri selanjutya. Ataukah memang dibiarkan seperti itu untuk memberi ruang imajinatif bagi kita untuk mendapatkan jawabannya sesuai dengan pemikiran kita masing-masing. Ataukah sebenarnya jawaban itu telah ada di buku tetapi saya yang tidak bisa menangkapnya?
Barangkali temen2 yang sudah membacanya sudi untuk memberi pendapat? Atau mungkin Pak Langit bersedia untuk memberi keterangan?
Terimakasih
Rabu, 8 November 2006 @ 20:32
Unknown browser
Begitulah kita kekurangan banyak waktu, La, pas tanggal 11 itu ceritanya pas aku tugas Master of Ceremony famili punya hajat mantu di Lumajang, mas langit sudah atur waktunya agar bedah buku diselenggarakan pagi dan harus ada jaminan tanggal 12 ada di Lumajang, akhirnya ampun deh, kayaknya batal lagi batal lagi. Tetapi denger-denger tanggal 11 Desember aku harus hadir di JCC acara pameran Nasional di Jakarta,
Kalau tanggal itu sih aku sanggupi, tetapi tak tahulah La, kan Tuhan juga yang punya jadwal sefala kegiatan manusia.
Untuk Mas Teteore, ha ha, hubungi aku di email aja.
De_manyul@yahoo.co.id
Kamis, 9 November 2006 @ 14:41
saya udah baca tiga-tiganya, sedang nungguin yang ke 4 nih lama bener… kapan mau di translate ke bahasa inggris? cukup berkualitas soalnya, dan ada marketnya diluar sana.
Sabtu, 11 November 2006 @ 10:16
Unknown browser
Bung Teteore, kayaknya Ra Tanca memang punya alasan deh, ia kan naksir Dyah Wiyat, jadi bagaimana ia akan membiarkan rencana Ra Kuti (kalau sekadar jadi raja sih tak masalah), tetapi mau ngawinin Dyah Wiyat kekasihnya. Begitu kira-kira. Gajah Mada 2 Gw juga udah baca, kayaknya sudah cukup jelas Lembang Laut terlibat di sana karena menyusup, penangkapan saya kok begitu ya.
Berkarya terus mas langit, pantang mundur jangan lelah mas.
Rabu, 15 November 2006 @ 12:10
banyak yg salah tuch ….
yg kamandanu tuch ferry fadlu, ivone roose tu sakawuni, pend. sair berdarah tu m. abud, elly ermawati bwt me chin, klo criss uspon baru tokoh yg di bukunya mas LKH, Ra Kuti
Rabu, 6 Desember 2006 @ 19:48
gajah mada 1-3 hebat banget, kaya imajinasi mpe kadang2 aku pingin tau jaman majapahit dulu kaya apa…tapi bisa ndak y????? istriku tadinya bingung aku beli buku sejarah (katanya…hehehe) tapi sekarang dia juga mulai hapal ma gajah mada cs….
wah ternyata udah ada buku k 4 nya mas kresna tapi kok aku belon liat atau december tengah/akhir neh keluarnya….buku 1-3 dah 4 x aku khatam bacanya makanya aku dah ga sabar buat nunggu yang berikutnya….mas referensi nama sansekerta tuh dapat darimana kaya asik juga kalo kasi nama anak pake sansekerta geto deh…
Kamis, 7 Desember 2006 @ 13:32
Terimakasih Pak. Kris, sudah beri nama bagus untuk saya……sama-sama Langit
Jumat, 8 Desember 2006 @ 10:09
Sasadara siapa ta iki?
Selasa, 12 Desember 2006 @ 11:14
Kuberi nama pedang ini Naga Puspa!
Mei Shin, Mei Shin!
Aduh biyung sakit kepalaku!
Pecahkan saja dengan Oskadon
Ferry Fadly sebaga Arya Kamandanu
Elly Ermawati sebagai Mei Shin
Jumat, 15 Desember 2006 @ 15:02
Mas Langit,
saya suka cerita sejarah Majapahit. Ttg Gajah Mada, siapa saja sih yang jadi Mahapatih Majapahit mulai dr Kertarajasa hingga Raja terakhirnya (Brawijaya?). Mohon info, ma kasih!
Senin, 8 Januari 2007 @ 20:24
Waaah, masih ramai juga di sini. Hallo, Jay, lagi ngapain?
Untuk yang tanya boleh lewat email lah, supaya saya punya daftar email anda, he he
Senin, 8 Januari 2007 @ 20:53
Pengumuman pengumuman. Tanggal 2 Pebruari Langit Kresna Hariadi main Ketoprak di TIM episode berdirinya Majapahit. LKH didapuk jadi Kebo Arema. Untuk rekan-rekan di Jakarta nonton ya. Saya main bersama Basofi Sudirman, Dirjen Migas. mantan Dirjen Pendidikan siapa tuh namanya, lupa, pokoknya seru
Jumat, 19 Januari 2007 @ 15:02
Susah banget cari buku LKH ttg Gajahmada….. di gramedia gak ada, aku buka situs yang jualan buku, gak ada. tiga serangkai juga nggak ada. Gimana dong mas Langit?
Jumat, 19 Januari 2007 @ 15:07
mas langit, aku dari kediri nih. Gak lucu kalo aku gak tau sejarah kota sendiri. lewat buku mas langit yang pertama, aku dapat gambaran plus cerita yang menarik buat diikuti. Tapi cari bukunya mas langit susah banget. bisa bantu gak dimana dijual? Juga kalo bisa mas langit bikin dong silsilah raja-raja kayak pohon akar gitu….tentang asal-usul kerajaan Kediri/Dhaha. Tolong dong balas di emailku. Trims
Senin, 22 Januari 2007 @ 9:44
Yang susah dapatkan bukunya coba Hubungi PT Tiga Serangkai, telp 713344
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 12:22
novel ini bagus, banyak pengetahuan sejarah yang dikemas dalam bacaan ringan.
novel pertama menurut saya ok, walaupun ada beberapa kesalahan seperti yang mas Langit bilang. Tapi di novel ke dua saya ada beberapa pertanyaan,
1. saya kurang mengerti bagaimana bayangkara Lembang Laut dalam konspirasi perebutan tahta itu terlibat
2. dari cerita di halaman depan buku 2, dan akhir buku 1. Ra Tanca tidak memiliki keinginan untuk memberontak, hal ini dibuktikan dengan penyamaran ia sebagai bagaskhara manyer kawuryan membantu gajahmada.
penyebab ia mati adalah karena ia diketahui mencintai diah wiyat. suatu kejadian yang sangat cepat.
pertanyaan saya, bagaimana mungkin di buku 2, istri ra tanca mempersiapkan pemberontakan di karang …(lupa saya) dengan prajurit berjumlah 200 orang dan sangat terlatih, pada tenggang waktu yang cukup singkat semenjak kejadian pembunuhan itu. logiknya mereka mempersiapkan konspirasi itu sebelum ra tanca terbunuh, dan harusnya ra tanca tahu. padahal kita tahu ia bukan pemberontak.
3. di awal buku 2 ada tokoh mpu prapanca yang diceritakan. kenapa menuju ke akhir tidak terceritakan lagi.Tapi gak apa2 karena jalan ceritanya tetap asyik2 saja. hanya saja lebih cantik kalo Mas Langit tidak terlalu mementingkan muatan sejarah saja sehingga mengorbankan jalan cerita.
maaf atas kritik saya, semoga sukses dengan novel2 ke depannya. saya sedang baca novel amukti palapanya…belum selesai karena kesibukan.
best regards
satria nugraha
email: Satria.Nugraha@reckittbenckiser.com
Senin, 26 Februari 2007 @ 10:06
Saya tunggu-tunggu seri “Madakaripura, Hamukti muksa”nya kapan tewrbitnya? trim
Minggu, 11 Maret 2007 @ 11:43
pertama yang gw baca mlh seri yang ke – 3, pas selesai gw jd penasaran, akhirnya “terpaksa” gw beli yang seri 1,2, dan 4…dan setelah gw baca…ampe kebw mimpi gw kyk hdp di jamam majapahit..HEHEHE…tapi seru..T O P B G T deh…yang msh nempel di kepala gw sampe saat ini adalah Kalimat ” BAGASKARA MANJER KAWURYAN”, meskipun cerita Fiksi based on true story tapi mnrt gw yang awam ttg Novel, ceritanya mdh dicerna n make sense…Salut BOS!! Sukses selalu…
Minggu, 11 Maret 2007 @ 19:33
di mana boleh ku dapat biodata pak langit kresna hariadi?harap dapat dibantu ya.terima kasih
Senin, 12 Maret 2007 @ 4:03
Langit Kresno Hadi….Anda termasuk penulis yang sangat produktif dan pasti akan fenomenal. Dipertimbangkan untuk mengangkat juga kisah Kerajaan Singhasari (Cikal Bakal Majapahit) atau mungkin kisah dan intrik seputar Berdirinya Borubudur yg juga sangat layak diwedar.
Salam.
Alap-alap Menoreh
Rabu, 14 Maret 2007 @ 17:37
dalam buku ini terdapat beberapa hal yg membuat saya sedikit bingung..??? dalam bukunya (Gajahmada) Langit Kresna Hariadi menyebutkan wilayah madiun di barat. yg menjadi pertanyaan saya adalah, apakah pada masa pemerintahan Jayanegara dii Kerajaan Majapahit telah ada wilayah madiun. setahu saya, bahwa wilayah madiun sendiri baru muncul pada zaman kerajaan Mataram Islam (setelah Demak) dan usia madiun sendiri hingga saat ini masih sekitar 400an tahun.
jadi apakah benar wilayah madiun dan sekitarnya telah ada sejak jaman kerajaan Majapahit..???
Rabu, 21 Maret 2007 @ 21:12
Sahabat semua, saya menyampaikan sebuah pengumuman penting, bahwa pada bulan Juli 2007 nanti saya akan melepas sebuah karya baru dengan judul sementara “candi yang hilang” yang insya allah saya terbitkan sendiri. Sebelum buku itu terbit, naskah aslinya akan saya kirim kepada anda semua (tak terkecuali) yang menginginkan tentu dengan harapan saya mendapatkan input apa pun bentuknya, apakah kritik yang pedas atau manis. Kritik itu nantinya akan saya lampirkan di sekitar 5 halaman bagian belakang dan atau yang terbaik akan saya letakkan di endorsment, tentu saja dengan seijin anda semua. Lebih spesifik saya sangat menghargai kepada anda yang mau membuat blog, atau multiplay atau frendseter atau apalah namanya yang mengupas secara khusus buku yang akan terbit itu, sebagai tanda terimakasih saya akan mencantumkan alamat itu secara lengkap dan mengutip isinya yang sebagaimana saya sampaikan akan saya letakkan di halaman akhir.
Bagi anda yang berminat mendapatkan naskah asli (dengan demikian anda telah membaca naskah tersebut sebelum jadi buku) tolong kabari saya ke email khusus yang saya sediakan untuk itu, yaitu candimurca@yahoo.co.id
Naskah langsung saya kirim dalam attach, awas jangan lupa, silahkan dibuatkan blog dan atau semacamnya, kalau anda tidak memiliki kemampuan itu, kirim komentarnya ke email itu pula, komentar yang dikirim melalui email itulah nanti yang saya kutip.
Sekali lagi, ngirimnya ke email itu ya, jangan email yang tercantum dalam buku.
Salam hangat, Langit kresna hariadi
Untuk Jay, terimakasih banyak atas bantuannya selama ini, setelah naskah Candi Yang Hilang jadi, saya akan kirim langsung ke Bandung, saya sendiri akan menghadap sembari membawa GM 4 milik anda.
Sabtu, 24 Maret 2007 @ 7:28
Mas Langit, mau tanya nich, kok di toko-toko buku di Jogja beberapa waktu yang lalu seri kelima dari novel Gajah Mada kok belum ada. Apakah memang belum terbit?
Terimakasih atas informasinya
Sabtu, 24 Maret 2007 @ 9:39
Jawaban untuk Drajad juga untuk yang lain, Gajah Mada V akan masuk cetak dalam dua hari pada 7 April, dan beredar seminggu setelah itu.
Kamis, 29 Maret 2007 @ 14:01
om langit….mana naskah candi murcanya??? eh maaf loh mas jay nanyanya disini, soale kmaren aku kirim email blum dijawab ama om langit……..
btw aku keduluan pamanku, dia udah dapet buku Gajah Mada “Perang Bubat”, gak sabar dech pengen baca bukunya he hehehehehe….
piss u ahh!!
Jumat, 30 Maret 2007 @ 14:48
pit tinggalkan jejak di candimurca@yahoo.co.id juga bagi yang lain, tanpa masuk ke email itu tidak saya layani, semata-mata agar jangan tumpang tindih.
Kabar terakhir, Gajah Mada V sudah selesai cetak, kavernya paling bagus dari empat yang lain, warna mirip buah anggur
Senin, 2 April 2007 @ 15:34
Cara bertuturnya menakjubkan…
awalnya liat buku setebal itu, males banget bacanya.
Tapi setelah mulai membaca rasanya gak mau berhenti…
Salut tuk Mas Langit Kresna…
Hm…ide gue seh.,Pasti keren kalo di bikin Film Kolosal…
menakjubkan…keren abis…
gue aja sering ngebayangin gimana tuh Film…
Gimana, setuju gak???
Selasa, 3 April 2007 @ 12:21
kalo mw nyari poster filem tutur tinular (dlm bentuk file JPEG..) dimana yak…??!
ada yg bisa bantu??!
bwt tugas kuliah niey….hehehe TQ b4
btw keren banget Gajah Madanya…tapi baru punya 2 buku…hihihihi
Kamis, 5 April 2007 @ 15:39
Mas Langit,
aku sdh email 2x lho, minta naskah Candi’nya.
Nda’ sabar nih.
Maya
Jumat, 6 April 2007 @ 19:50
Saya minta maaf ya teman-teman, untuk yang menginginkan candi murca tolong tinggalkan jejak di candimurca@yahoo.com supaya tidak tumpang tindih, jawaban ini untuk Maya dan yang lain. Naskah sedang saya kebut, setengah bulan kelar kok.
Rabu, 11 April 2007 @ 21:13
[...] Kresna Hariadi berjudul Candi Murca (terbit pertengahan tahun 2007). Setelah membaca blog milik Jay yang memuat tawaran Mas Langit Kresna Hariadi tentang pembuatan blog untuk mengulas novel Candi [...]
Rabu, 11 April 2007 @ 21:24
Mas Langit,
saya sudah kirim email ke candimurca@yahoo.co.id dan sudah buat blog untuk ulasannya http://candimurca.wordpress.com Ditunggu kiriman naskah aslinya..he..he..
Sabtu, 14 April 2007 @ 16:14
Teddy terimakasih banyak, mohon sabar dan untuk juga yang lain yang telah meninggalkan jejak di candimurca@yahoo.com karena naskahnya sedang saya kejar penulisannya. Sudah 550 halaman lebih.
Minggu, 15 April 2007 @ 14:26
Hanya satu kalimat yang pantas diberikan kepada LANGIT KRESNA HARIADI atas karya tulisannya : LUUUUUUUUAR BIIIIIASSSA…….. Saya menilai beliau adalah seorang JENIUS yang langka di Republik ini…ke”liar”an imajinasinya sungguh membuat saya sangat terkesima…sudah sepantasnya jika masyarakat memberi apresiasi yang tinggi atas karya tulisannya….saya ingin sekali dapat berjumpa & berdiskusi panjang lebar untuk membahas banyak hal….Saya tunggu novel ” CANDI MURCA “nya pak Langit….saya yakin novel tersebut telah ditunggu ribuan penggemar novel fiksi di Republik ini……..
Kamis, 3 Mei 2007 @ 16:09
Teman-teman saya punya website yang masih dikerjakan, namun untuk mengetahui kayak apa cover candi murca nantinya, tengok http://www.langitkresnahariadi.com
Mohon doa restunya moga moga akan banyak yang mampir
Selasa, 8 Mei 2007 @ 12:40
Tadi malam saya baru saja selesai membaca buku ke-5 Gajah Mada’Madakaripura Hamukti Moksa’
Kemudian pagi ini saya sempatkan membaca tentang sekilas lintas Raja-Raja Nusantara di wikipedia.
Ada benang merah yang tidak bisa dipisahkan bahwa hampir setiap peristiwa peralihan kekuasaan selalu saja diwarnai dengan pertumpahan darah dan “gegeran”. Baik di Singosari maupun di Majapahit, sampai pada Nusantara Baru setelah tahun 1945. Jangan-jangan memang begitulah watak asli bangsa kita? mudah-mudahan tidak!
Minggu, 13 Mei 2007 @ 7:13
Teman-teman, pengumuman ini aku tujukan kepada anda yang berkeinginan membaca naskah asli candi murca. Saya telah berupaya mengirim satu persatu ke semua yang meninggalkan jejak di candimurca@yahoo.com, akan tetapi karena attachnya berkapasitas besar maka ada banyak yang gagal. Untuk menjamin naskah tersebut sampai ke alamat anda, saya meletakkannya di naskah_asli_candimurca@yahoo.com yang silahkan dilihat dan dibaca. Syaratnya, anda hanya memberi komentar yang jujur, jelek katakan jelek, jangan katakan baik. Terus jangan dihapus, juga jangan mengubah passwordnya. Komentar anda tersebut akan saya cantumkan di halaman khusus dalam buku saya candimurca 1
Untuk masuk ke email itu tentu butuh password bukan? silahkan sms ke 08883368972 password akan saya kirim seketika. Hanya yang meninggalkan jejak di candimurca@yahoo.com yang saya layani
Kamis, 7 Juni 2007 @ 20:16
Magnificant . . .
Andai tokoh di novel itu aku kayaknya cocok jadi apa yha?
Buat teman-teman penggemar sejarah bangsa, kita ngumpul dong dan coba ciptain mesin waktu kali aja berhasil! kita khan bisa ke jaman majapahit lalu kenalan sama om gajah mada!
Sabtu, 9 Juni 2007 @ 0:19
Mas Langit Kresna itu anak tentara ya? Novel Gajah Mada sungguh suluh yang sanggup membakar hati kawula muda yang telah lama beku kehilangan cinta terhadap tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga makin banyak orang muda indonesia yang membaca novel ini, agar semangat kewiraan generasi pemimpin bangsa berikutnya menjadi semakin makantar-kantar!!
Salut berat, Mr.Sky!!!!
Rabu, 20 Juni 2007 @ 17:54
salut buat pak langit…terusin ya pak karya2nya..terutama novel2 yang ber”base”kan sejarah…terutama tentang pajang pak…gimana sepak terjangnya joko tingkir dari awal ampe dia bisa naik tahta…
tapi boleh juga tuh cerita tentang saur sepuh kalo bisa di novelin..
salam kenal pak…terus berkarya ya…kami dukung terus…!!!
Kamis, 21 Juni 2007 @ 13:45
Hallo, penjualan CANDI MURCA I KEN AROK HANTU PADANG KARAUTAN sudah dimulai dari sekarang, jumlah halaman 832 akan terbit Akhir Juli atau awal Agustus dengan harga Rp 75000 sudah didiskon 25% sudah termasuk ongkos kirim ke alamat (melalui jasa pos, TIKI dlll) ke rekening antara lain :
. BCA 2000282670
. BRI 0021-01-044348-50-5
. BNI46 0125721771
. MANDIRI 143-00-0497600-5
atas nama Suwandono SE, lebih jelasnya masuk ke http://www.langitkresnahariadi.com klik Panduan
Minggu, 24 Juni 2007 @ 17:42
Saya hampir selesai serial ke-3 Gajah Mada. Mulai serial ke-1 sampai serial ke-3 ini ada kesulitan bagi saya untuk mengimajinasikan daerah-2 yang tertulis di buku, meskipun ada beberapa tempat yang namanya sama dengan nama saat ini.
Mungkin ada baiknya diberikan sedikit gambaran/peta majapahit pada saat itu, sehingga memudahkan pembaca untuk berimajinasi. Seperti denah istana majapahit (yang disertakan dalam bonus) yang sangat membantu saya untuk memahami cerita dengan baik.
Sabtu, 7 Juli 2007 @ 13:56
PAK LANGIT, SAYA SANGAT TERBANGKITKAN KEMBALI SEMANGAT SAYA UNTUK MEMBACA BUKU SEJARAH KARENA MENEMUKAN BUKU YANG BAPAK KARANG. BUKAN MAIN PAK, IT’S AWESOME. SAYA GEMAR MEMBACA, MALAH SUDAJ JADI KEBUTUHAN ESENSIAL SAYA (KARENA TIDAK BISA TIDUR TANPA BACA BUKU, ATAU MALAH BENGONG DI KENDARAAN KALO GA AD BUKU, MALAH BUKU SAYA ANGGAP DAN JADIKAN TEMEN SEJATI SAYA BUKANNYA MANUSIA, HEHEHE)DI ZAMAN INI PAK, SAYA SULIT MENEMUKAN NOVEL BERLATAR SEJARAH, APALAGI TENTANG INDONESIA, DUH SUSAH SEKALI. KALO PUN ADA CARA PENULISANNYA MEMBOSANKAN DAN BERKESAN SEPERTI BACA BUKU SEJARAH (IYA KALO SEJARAH YANG DITULIS BENER, KAN DI INDONESIA SEJARAH DIBUAT OLEH SI PENULIS KAN PAK, JADI BANYAK SEJARAH VERSI NUGROHONOTOSUSANTO, SEJARAH VERSI MUH YAMIN, SEJARAH VERSI KLIK SUHARTO, DLL) PAK, JARANG-JARANG SAYA MENUNGGU TERBITNYA BUKU DENGAN BEGITUUUU BERHARAP BANGET (HARRY POTTER AJA, TIDAK SAYA BERI KEISTIMEWAAN SEPERTI INI) PUJI TUHAN, SEJAK KALI PERTAMA MATA SAYA MELIHAT NOVEL GAJAH MADA DI BULAN DESEMBER 2006 (TELAT YA PAK) YAITU BUKU 1 DAN 2 YANG AKHIRNYA SAYA BAWA SELAMA TOUR DI DIY DAN SEKITARNYA DI BULAN JANUARI, BUKU ITU SANGAT MEMUKAU SAYA PAK. PERJALANAN 10 JAM TIDAK BERASA, APALAGI PENAT SAMA SEKALI TAK BERASA. DAN DENGAN HARAP-HARAP CEMAS SAYA MENUNGGU BUKU BERIKUTNYA, SAMPAI HAMPIR TIAP MINGGU SAYA KE GRAMEDIA MATRAMAN YANG ADUH SEDANG DIRENOV, AKHIRNYA SAYA DAPAT BUKU KETIGA DI BULAN FEB (?) IBARAT ORANG MAKAN BELUM KENYANG MASIH DI KERONGKONGAN BELUM TURUN KE LAMBUNG, SAYA MENUNGGU BUKU-BUKU BERIKUT SAMBIL MEMBACA ULANG BUKU KE 1 DAN KETIGA, DUH… KALAU SAMPAI PADA BAGIAN YANG MEMBUAT KENING SAYA BERKERUT KARENA PENASARAN MENEBAK-NEBAK SIAPA ANGGOTA BHAYANGKARA YANG BERKHIANAT DI BUKU KE 1 APALAGI DI BUKU KETIGA BUKAN MAIN, THAT’S MY FAVE. AKHIRNYA DI AWAL BULAN JULI ‘07 SAYA MEMPEROLEH DUA BUKU TERKAHIR (ITU JUGA CEMAS, KARENA TIDAK NAMPAK DI DISPLAY, WADUUHH) AKHIRNYA ADA JUGA DI DATA BASE KOMPUTER GRAMEDIA GAJAH MADA (UDAH JODOH KALI YA PAK) . SEKARANG SAYA SEDANG MAMASUKI BUKU TERAKHIR. TIDAK ADA YANG BISA SAYA SAMPAIKAN LAGI, BAPAK LANGIT KRESNA HADI, SAYA MENGAGUMI KESETIAAN BAPAK PADA SEJARAH INDONESIA, SEGALA PERJUANGAN BAPAK SELAMA MELAKUKAN RISET, SEGALA BERKAT TUHAN YANG DIBERIKAN PADA BAPAK YANG MUNCUL DALAM IMAJINASI YANG RUARRRRR BIASA. BAPAK, SEMOGA BAPAK DIBERI KESEHATAN YANG BAIK, TETAP MENULIS, TIDAK KERING SAMUDERA IMAJINASINYA, SAYA SEBAGAI BAGIAN TERKECIL DARI BANGSA INI, MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KARENA BAPAK ADA UNTUK DUNIA TULIS INDONESIA. KAMI MENUNGGU BUKU- BUKU BAPAK YANG LAIN. TERIMA KASIH PAK.
Senin, 23 Juli 2007 @ 13:40
cuma mo tanya untuk edisi perang bubat kayaknya jalan ceritanya agak mirip sama tulisannya hermawan aksan, sedikit beda sama Pitaloka yang ditulis Tasaro, klo ada yg punya-boleh minta referensi untuk edisi ini? penasaran euy….
Selasa, 24 Juli 2007 @ 19:12
Nena, siapa pun orang mengarang Perang Bubad, ceritanya akan mirip karena bahan bakunya memang sama. Interpretasinya yang berbeda.
Semua teman, tolong tengok tampilan http://www.langitkresnahariadi.com dan beri penilaian, he he, terimakasih. Jay numpang lewat.
Kamis, 26 Juli 2007 @ 10:46
Mas Kresna, websitenya bagus juga, cuman ada beberapa halaman yang belum ada isinya, masalah pewarnaan sudah bagus kok, salut buat Mas Kresna yang masih mau melestarikan sejarah jawa melalui buku Gajah Mada.
Selasa, 28 Agustus 2007 @ 15:20
Eli ermawati betul sbg Mantili (juga berperan sbg Mantili versi bioskop)
Teknik dan Montage : S. Tidjab
Pedang kembanrnya ada dua : Pedang Merah dibawa Mantili, Pedang Biru dibawa Brama Kumbara, setelah dipertemukan keluar silsilah leluhurnya Brama (kerajan Madangkara).
Iklan/sponsor : Stopcret (hihihihihi)
Selasa, 28 Agustus 2007 @ 17:22
Mas Langit, saya mau komplain. Mestinya sih ke Penerbitnya, bukan ke Panjenengan, tapi gpp, tolong di sampaikan ke TS :
Pertama saya beli buku Gajah Mada langsung 4 judul, baru kemudian belakangan dapat yang Sumpah Palapa, dan langsung baca Buku no 1
(sayang ngga dikasih sub judul seperti buku2 yang lain). Lagi asyik-asyiknya baca eh setelah halaman 135, ketemu lagi halaman 120, 121 dgn urutan lengkap sbb :
135, 120,121,138,139,124,125,142,143, 128,129,146,132,133,150,151 baru kembali normal…….
Terus terang saya kecewa berat, lagi hanyut dengan gambaran cerita perang antara tiga brigade di istana, ternyata halamannya pada berjumpalitan, bahkan ada halaman yang tdk ada (136,137,140,141,144,145,148,149). Langsung Buku saya tutup. Gondok luar biasa.
Beberapa hari ngga mau makan. Tergoda lagi pingin baca, tp masih marah.
Akhirnya terpaksa saya baca buku no 3, 4 dan 5 duluan.
Saya mau minta diijoli oleh TS (emailku blm dibales, jd aku kirim ke sini, ben oleh wigati mas langit) buku no 1 saya…ditukar gitu lho mas…..kalau bisa ada tandatangan panjenengan, nanti buku yang ngga lengkap itu saya kirimkan sebagai bukti.
Selasa, 28 Agustus 2007 @ 17:47
Mas Langit, Saya wong Karanganyar, Solo, sekarang lagi dinas di PLN Cabang Parepare Sulawesi Selatan, mau komplain. Mestinya sih ke Penerbitnya, bukan ke Panjenengan, tapi gpp, tolong di sampaikan ke TS :
Pertama saya beli buku Gajah Mada langsung 4 judul, baru kemudian belakangan dapat yang Sumpah Palapa, dan langsung baca Buku no 1
(sayang ngga dikasih sub judul seperti buku2 yang lain). Lagi asyik-asyiknya baca eh setelah halaman 135, ketemu lagi halaman 120, 121 dgn urutan lengkap sbb :
135, 120,121,138,139,124,125,142,143, 128,129,146,132,133,150,151 baru kembali normal…….
Terus terang saya kecewa berat, lagi hanyut dengan gambaran cerita perang antara tiga brigade di istana, ternyata halamannya pada berjumpalitan, bahkan ada halaman yang tdk ada (136,137,140,141,144,145,148,149). Langsung Buku saya tutup. Gondok luar biasa.
Beberapa hari ngga mau makan. Tergoda lagi pingin baca, tp masih marah.
Akhirnya terpaksa saya baca buku no 3, 4 dan 5 duluan.
Saya mau minta diijoli buku no 1 saya…ditukar gitu lho mas…..kalau bisa ada tandatangan panjenengan, nanti buku yang ngga lengkap itu saya kirimkan sebagai bukti.
Jumat, 28 September 2007 @ 8:22
Kondisinya sama dengan saya tuh Pak Gajah Modo, saya juga kemarin ada halaman bolak balik serta ada halaman yang hilang di buku kedua. Trus saya email ke tspm(at)tigaserangkai(dot)co(dot)id ternyata emailnya dikembalikan dg artian email tidak sampai. Akhirnya saya kirim lagi email ke postmaster(at)tigaserangkai(dot)co(dot)id, ternyata email saya berbalas oleh Pak Erfan Zainuddin ezaenuddin(at)tigaserangkai(dot)co(dot)id dari Tiga Serangkai. Langsung deh buku saya diganti. Begitu dulu yah Pak… semoga membantu.
Kamis, 25 Oktober 2007 @ 12:00
thanks Kang IWE, langsung saya email ke addres yg direkomendasi. Mudah2an dapat tanggapan positip.
Dapat SMS dari krunya pak LKH tentang sdh beredarnya Candi Murca di Gramed, saya langsung berburu ke Gramed makassar (Jarak Parepare Nakasar 155 km dlm 3 jam),,,eh sampai di sana ternyata belum ada. Dicari di data basenya juga blm terdaftar. Wah…pripun mas….
Bagi teman yang punya buku ‘Arok Dedes’ karya Pramudya terbitan Hasta Mitra mhn bisa berbagi dong….saya sdh cari kemana2 termasuk lebaran kemarin ke Shopping Jogja ngga ketemu juga.
Plis in the pliss…help me…
Kamis, 1 November 2007 @ 11:23
[...] Ternyata buku Gajah Mada terdiri dari 5 seri. Mencengangkan!!! Sehubungan dengan baru selesainya membaca seri kedua dan baru akan beranjak ke seri ketiga saya belum sempat menulis resensi sesuai bahasa saya. Oleh karena itu, silahkan simak terlebih dulu resensi yang saya kopipes dari situs teman. [...]
Minggu, 4 November 2007 @ 16:09
Saya mengoleksi Buku Gajah Mada Seri 1 s/d 5. Saya mohon agar LKH dapat membuat cerita lagi tentang Gajahmada minimal 3 buku, dengan judul:
1. Gajah Mada masa kecil s/d menjadi Prajurit Majapahit.
2. Gajah Mada dari seorang Prajurit s/d Mnjadi Mahapatih.
3. Gajah Mada dari Mahapatih sampai bisa menyatukan NUsantara.
Jangan dulu menulis cerita lain, selain Gajah Mada ini.
Tolong ya.
Trims
Selasa, 13 November 2007 @ 11:45
pak langit, gajahmada nya keren,……..sayang ada 20tahun yang hilang,…masa dimana beliau mempersatukan nusantara,….kalu diangkat saya rasa bagus dech,….bakal banyak bahas tentang pulau pulau di nusantara kita,……..salut buat pak langit.
Kamis, 13 Desember 2007 @ 15:18
to pak langit
luar biasa plus acungan 2 jempol buat anda .
banyak sekali hikmah yang dipetik dari buku gajah mada 1 sampai ke 5
Kamis, 13 Desember 2007 @ 15:21
nyambung lagi dari agung :
buku gajah mada layak untuk diwariskan buat anak-cucu kita
biar tidak lupa akan sejarah , dan sikap gajah mada yang patriot biar dapat ditiru
Sabtu, 5 Januari 2008 @ 14:24
wah, seru banget komentarnya…..emg ga salah pak LKH menulis gajah mada, sebagai sebuah awalan mempopulerkan cerita asli karya anak bangsa.smga ini sbgai awalan u trus berkarya dan mengenalkan tokoh2 pahlawan jaman dulu.btw,saya punya cerita ringan seputar nama Gajah Mada. saya inget ktika slah seorang dosen UGM ( Bpk. Purwadi,MHum. mohon koreksinya bila salah) mencalonkan diri sbgai salah satu calon rektor UGM pengganti Bp. Ichlasul Amal. Ktika tdk terpilih, beliau berkomentar,” Lha wong cuma patih kok kemaki…”. Maksudnya,UGM sbgai pemegang nama Gajah Mada, dianggap terlalu sok( mungkin??)dan terlalu njelimet u penentuan rektor.dlam orasinya di depan balairung UGM stlah tdak tepilih, Bp. Purwadi bertkad u mendirikan Universitas Terbuka Hayam Wuruk( dlm arti, Gajah Mada hanya patih, tetep sampai kapanpun rajanya adalah Hayam Wuruk!!). hal ini skedar ungkapan kekecewaan beliau akan mekanisme pemilihan rektor UGM…..
Sabtu, 5 Januari 2008 @ 14:33
kapn2 tokoh2 lainnya seperti Pangeran Diponegoro,jendral Sudirman,Tuanku Imam Bonjol,Sunan Kalijogo,kisah kerajaan Pajang, Demak, Mataram, Sriwijaya,dll ikut diangkat sebagai referensi sejarah Indonesia. biar kelak anak cucu qta g bosen dapt sejarah kok cuman ” kulitnya “………
Trus Berkarya, Pak….
Sekedar info, lihat situs anelinda-store.com bg para pemburu komik lama..
Numpang info, mas Jay..
Sabtu, 5 Januari 2008 @ 14:34
Mash inget kalo tutur tinular tokohnya Kamandanu & Dwipangga, yang sekarang dijadiin Nama Kereta Api. Kirain Kamandanu tuh tokoh nyata eh.. gataunya fiksi. Ceritanya kompleks dan kuat, sampai petualangan mei shin, pendekar lao si san dari negeri cina sampai ke indonesia. semoga dibuat novel tebalnya, pasti seru.
Sabtu, 5 Januari 2008 @ 15:33
kayanya ada yg nanya penulis TUTUR TINULAR…PENULISNYA pAK. S. TIDJAB. Karyanya yg lain juga baru saja mengudara di ratusan radio dengan judul PELANGI DI ATAS GLAGAHWANGI. Itu serial berdirinya kerajaan Demak Bintoro runtuhnya Majapahit. Asyik juga mendengarkannya.. Kalo dibikin novel bagus ga ya??? Kayanya bisa buat referensi sejarah juga.
Selasa, 15 Januari 2008 @ 8:58
Aduh… kalo gua paling inget dengerin BABAD TANAH LELUHUR…
Karena pembantu gua yang dulu seneng banget dengerin sambil ngegosok, dan gua sambil belajar….
Kita berdua dulu sering ngebahas tentang Jerangkong Hidup, Dedemit Banyumudal, dll…
Hahaha… those old days
Rabu, 23 Januari 2008 @ 7:26
ivonne rose tu suaranya mak lampir di serial misteri gunung merapi, bareng ma sembara dan kakek jabat. tul ga sih???
Jumat, 8 Februari 2008 @ 14:37
Buat Mas Upasara Wulung… (#126)
kalo gak salah Tiga Serangkai (penerbita gajahmada) juga nerbitin novel Pangeran Diponegoro … baru seri 1 : Menggagas Ratu Adil
FYI, buat seluruh penggemar novel gm, sesuai situs http://www.langitkresnahariadi.com/ Pak LAngit lagi ngerjain Gajahmada VI (Perang pAregereg I). MOga Pak Langit tetep ‘tahes’ biar GM6 cepet kelar & segera edar !!!
Selain “APi di Bukti menoreh” juga mulai di’blog’kan.. silakan tengok http://cersiljawa.blogspot.com/2007/11/api-di-bukit-menoreh-1.html
Atur Nuhun Kang Jay
Senin, 18 Februari 2008 @ 1:17
Om Langit, Salam kenal & salut untuk buku2 gajah mada nya yang benar2 merupakan sebuah pelampiasan bagi saya (sebagai generasi muda) atas hausnya figur panutan Indonesia. Membaca karya Om Langit, timbul kembali rasa optimis akan munculnya Gajah Mada lainnya di kursi pemerintahan, yang bisa mendahulukan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi.Amin…..
Hanya saja, saya sudah membaca vol 2-5, tapi berhubung baru akhir2 ini saya membeli buku2 tersebut, untuk vol 1, saya belum berhasil mendapatkannya.Saya berdomisili di Bandung, sudah hampir semua toko buku saya datangi dan tidak ada satupun yang masih memiliki persediaan buku Gajah Mada vol.1. Kalau ada seseorang yang tau dimana bisa membeli Gajah Mada vol.1, tolong kabari saya.
Trims..
Kamis, 28 Februari 2008 @ 7:29
subhanalllah…
awal ga percaya, kl buku itu bener bener bagus….
tapi…………..WOW..AMAZING BANGET..waktu pertama baca buku 1, wa…langsung gencar promosi ke temen teme.. ya..malah pada heran. ya, sejarah sering menjadi momok bagi sebagian besar dari kita. temen temen farmasi n sma pada ngeri semua. tentang apa? gajah mada? ya ampunn… kira kira begitu kata mereka.ah…padahal adik yang baru kelas satu sma aja sama tergila gilanya spt aq. menurutku, buku ini tu bener bener buat semua isinya. yang aku suka, walaupun tentang gajah mada, di sini gajah mada tidak digambarkan sebagai sosok sempurna (terutama di buku 3). gajah mada teteplah manusia yang seringkali juga bertindak alpa. nah, ini yang aku suka. aku sering jengkel kalau ada novel yang tokoh utamanya perfect… novel macam itu jadi nggak banget deh…
Ngak nyangka jadi banyak tahu tentang sejarah. bisa tahu hingga paham tentang perguliran kekuasaan di tanah jawa. hanya dengan mbaca novel..wahh…mendidik banget ngga sih….
yang lucu, pas ngobrol sm orang baru kenal ttg sejarah, dy ngira nilai sejarahku dulu pasti 10. padahal dulu kan aku ipa. pas waktu itu sejarah yang q dpt cm tentang manusia purba (benci banget aku ama bab ini). ya, q dr dl mang sk sejarah kecuali satu, manusia purba.
setelah kampanye gajah mada dengan semangat..sayangnya cm dapt satu korban (he he he). reaksi dia, dalam satu bulan langsung baca 3 buku (kalau saya, mana ada duitnya…haarus nabung dulu…). setelah itu, dia mendukung habis habisan kampanyeku..aaaaahhh……….senang sekali…
alasan lain kenapa suka gajah mada, karena LUMAJANG sering muncul.he he he… ya, aku dari lumajang. mana pernah mimpi aku lumajang bisa masuk buku… ya….sudah terbiasa sih dengan ketidakterkenalan kota tercintaku ini.
SEMANGAT TERUS YA PAK KRESNA, o iya, saya suka sekali nama nama yang di gajah mada. tapi menurut saya, nama laki-lakinya aneh aneh.. banyak yang memekai nama binatang. sekalinya ada yang bagus yakni arya wiraraja, eh malah orangnya culas…. but its ok… buku bapak tetep keren.KERRREEEEEEEEEEEEEN BANGET. doakan kampanye saya sukses ya pak…… ya..itung itung melestarikan budaya negeri. agar temen temen ga cuma kenal hermioni granger tapi juga dyah wiyat. ga cuma kenal lord voldemort tapi juga ra kuti ga cuma kenal harry potter tapi juga gajah mada..
pokoknya, SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTT
Kamis, 28 Februari 2008 @ 7:41
PAK LANGIT, saya kepingin sekali punya buku kiamat para dukun. dah nyari ke mana mana ko ga nemu nemu. pesen bisa nggak pak? kemana? bagaimana caranya? mohon konfirmasinya…matur nuwun
Kamis, 28 Februari 2008 @ 8:02
PAK LANGIT, saya kepingin sekali punya buku kiamat para dukun. dah nyari ke mana mana ko ga nemu nemu. pesen bisa nggak pak? kemana? bagaimana caranya? mohon konfirmasinya…matur nuwun..o iya segera di balas ya…
Minggu, 16 Maret 2008 @ 10:59
mas langit…mohon maaf, kalo bisa saya minta versi ebook-nya dong…
bukan apa..tempat tinggal saya jauh dari Gramedia atopun toko buku yang lengkap…hihihi ini saja nge-net dari kompi kantor…soalnya warnet selain kantor tu cuman 1, dimana selalu penuh dan mahalnya minta ampun…kekekeke….
makasih sebelum dan sesudahnya…
Senin, 24 Maret 2008 @ 13:51
untuk “BAGASKARA MANJER KAWURYAN”
Guna mengatasi kesulitan anda karena tempat tinggal jauh dari Gramedia, kami telah menyiapkan solusi yakni pembelian langsung dengan cara transfer dan selanjutnya buku akan kami kirimkan ke alamat anda. Tentu hal tersebut jauh lebih efektif dibandingkan jika anda harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk ke Gramedia atau too buku yang lain. Petunjuk pembelian lengkap ada di website kami : http://www.langitkresnahariadi.com atau telp kantor kami di 0341 – 441915 pada jam kerja dengan Ibu. ANNA..semoga keterangan ini dapat membantu.. terima kasih atas apresiasinya (Management LKH Production).
Senin, 24 Maret 2008 @ 13:58
Pro aFnA
Kami juga menerima banyak sekali permintaan serupa (buku-buku LKH yang lama, dengan ini dapat kami informasikan bahwa saat ini kami sedang dalam proses menerbitkan kembali novel-novel karya LKH yang dulu pernah diterbitkan oleh penerbit lain (misalnya : libby, serong, de caztaz, dan lain sebagainya). Dalam buku “baru” itu kami akan menggabungkan 2 judul novel kedalam 1 buku, sehingga dari pertimbangan harga jual ke pembaca bisa lebih murah jika dibandingkan 1 judul 1 buku. Proses negoisasi “pembelian hak terbit” dari penerbit lama saat ini sedang dalam pelaksanaan. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lamu buku “baru” tersebut dapat beredar. terima kasih. (Swandono- Management LKH Production)
Rabu, 26 Maret 2008 @ 11:32
Buat Bung LKH : Knowledge is a windows of imagination.
Selasa, 1 April 2008 @ 12:12
ass..
Membaca GM mau ngga mau ane jadi mengira2 sosok GM kaya apa yah? pasti sosoknya Tinggi…. besar… berotot tapi berwibawa. setelah ane pikir2 diantara selebritis indonesia yang ada, besok.. kalau GM dibikin film ane yakin cuman ada 1 orang yang pantes meranin GM yaitu THE ONE AND THE ONLY MISTER ADE RAI!!!… gimana cocokkan… tinggi.. besar… berotot nda ganteng2 amat tapi jg kaga jelek2 amat pokoke berwibawa.. dan yang pasti kaga ada duanya!! Gimana bang Langit pantes nda? kalau profil Bhayangkaranya ane jadi inget ama pasukan Leonidas di film 300.. kalau diadu menang mana ya????
wss.
Minggu, 4 Mei 2008 @ 23:31
Baca buku serial GM , aku jd inget masa kecil ..waktu nongkrong depan radio dengerin `saursepuh`..`api di bukit manoreh`..wah..keren bgt.. thanks buat pakde langit yg udah memuaskan dahaga kita akan novel asli indonesia berlatar sejarah..jd berharap semoga ada sutradara berbakat kita yg bikin filmnya.. jd bayangin mirip2 ` lord of the ring`..wahhh..
Senin, 12 Mei 2008 @ 16:29
Jadi nih keluar GM VI Perang Paregreg? Saya pengen sekali mbacanya. Katanya kalo pesen bisa via transfer ATM BCA ya? Lha kalo transfer via M-Banking BCA gimana ya, soalnya saya juga maunya praktis, transfer via HP, pake m-Banking BCA (males ni antri di ATM BCA). Lha kan kalo transfer m-Banking kita cuma dapat slip juga via SMS. Gimana dong mas LKH? Kan gak bisa difax ke LKH Production? Mohon solusinya.
(Emang ini penyakit orang malas jaman sekarang karena apa2 serba mudah, jadi ke ATM gak mau, ke toko buku gak mau, maunya dianterin). Tapi… mbok ben to yo….
Kamis, 12 Juni 2008 @ 12:51
Saya penggemar pak langit yang ngikutin Gajah mada 1-5 dan CM 1-2.dan untuk bukunya pak langit yang paling baru, Perang Paregrek saya baca baru sekitar 90%.kurang dikit tapi semalem keburu ngantuk;p meskipun begitu saya masih bisa melihat beberapa kesalahan dalam buku itu.Keknya mbak editornya harus bekerja lebih keras dan teliti lagi deh…
buku ke VI ini kok ‘agak aneh’ dari 5 buku sebelumnya ya.. dalam kelima buku sebelumnya secara umum digambarkan bahwa keluarga istana memiliki budi baik.tapi dalam buku ini saya kok jadi melihat bahwa tokoh2 tertentu yg dulu digambarkan baik jadi “jahat”.jadi saya pikir kok jadinya keselarasan penokohan yg ada dalam 5 buku sebelumnya dikacaukan untuk membentuk jalinan cerita.
dan saya kok jadi sebel sama hayam wuruk ya.bukannya apa2.tapi saya jadi berpikir bahwa kekacauan yg terjadi disebabkan karena ketidaktegasannya dalam mengambil keputusan.
tapi bagaimanapun pak Langit tetep huebattt.bisa bikin cerita bagus gitu.saya jadi ikut larut seolah-olah saya melihat langsung masa itu.
untuk selanjutnya pak Langit mbok ya bikin cerita tentang Mataram Hindu. Atau cerita Romantik tragis Roro Jonggrang-Bandung Bandawasa. Soalnya ada penulis lain yg mencoba nulis (bukunya ada di Gramedia) tapi bukunya jadinya aneh dan samasekali gak bisa diterima nalar. Sapa tau klo pak Langit yang nulis jadinya hebat seperti Gajah Mada..
Untuk pak Langit Semanagtt terus ya pak. Saya tunggu Candi Murca III dan buku2 selanjutnya.dan jangan lama-lama keluarnya soalnya suka nggak sabar nunggu kelanjutan ceritanya….
Selasa, 24 Juni 2008 @ 14:48
udah pada tahu belum kalau keruntuhan Majapahit ada hubungannya dengan gunung lumpur seperti yang terjadi di Sidoarjo?
lihat aja disini untuk ringkasan ceritanya http://www.herdyah.wordpress.com, Bencana Geologi dalam “Sandhyâkâla” Jenggala dan Majapahit
Jumat, 27 Juni 2008 @ 15:49
mas punya ling filmnya saur sepuh ga kalau punya saya minta mas
terima kasih
Minggu, 29 Juni 2008 @ 7:41
Pakde LKH,
Saya penggemar berat seri Gajah Mada dari seri 1 – 3, tapi setelah itu berhenti karena imajinasi saya nggak bisa membayangkan suasana jaman dulu…., jadi yang saya bayangkan itu suasana jaman sekarang. Deskripsi mengenai latar belakang suasana jaman dulu sangat kurang, contohnya perjalanan prajurit cina dari pantai utara ke pusat kerajaan sepertinya hanya beberapa ‘menit’ jadi nggak kebayang melewati hutan rimba dll. Mungkin ada yang ingat buku seri ‘Puragabaya’ mengenai cerita jaman kerajaan di Pasundan itu suasana sekitar tokoh yang diceritakan sangat terasa, jadi seolah-olah kita juga ikut merasakan suasana itu. (kalau sempat nanti saya scan dan kirimkan buku itu, sayang ada beberapa seri yang hilang, semuanya ada 12 seri).
mudah2an dalam buku berikutnya dalam menceritakan perjalanan sang tokoh lebih didetilkan lagi misalnya sedang isirahat di danau untuk makan, suasana sekitar danau atau desa yang dilewatinya…., jadi nggak seolah-olah langsung lompat dari satu tempat ke tempat lain.
salam hangat…
Senin, 30 Juni 2008 @ 16:35
kereeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
TOP abis….
brilian……
seru….
Kamis, 21 Agustus 2008 @ 2:12
Waahh… Gue baru selesai baca Gajah Mada Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara,, Gila seru banggettss!!! Gak sabar neh pengen baca yang Hamukti Palapa..
Btw, gue baru tau kalo runtuhnya Majapahit masih ada hubungan dengan gunung lumpur,, benerah tuh??
Kamis, 21 Agustus 2008 @ 11:31
Mas Langit…sekarang sudah bulan Agustus 2008…dan buku lanjutan Candi Murca 3 belum juga terbit.Juga kelanjuta perang Paragrek… Berarti sudah lama terlambat dari janji anda..jelas hal ini merupakan bentuk lunturnya ambisi anda untuk menciptakan sebuah seri novel yang ambisius…tidak gampang memang. Di sini dituntut pertanggung jawaban anda : kepada semua orang ! Dan sudah waktunya anda membuktikan, juga kepada semua orang, bahwa anda memiliki tanggung jawab intelektual tersebut
Sabtu, 30 Agustus 2008 @ 11:30
Bicara tentang novel sejarah memang asyik ya…kita-kita jadi lebih mengetahui sejarah masa lalu…Mempelajari sejarah melalui Novel sejarah rasanya lebih mudah dipahami dr pada baca buku sejarah. Kemaren sore saya jalan-jalan ke Tb Gramedia..lha kok nemuin Novel Sejarah tentang runtuhnya Majapahit, berdirinya Demak…Judul novelnya: Pelangi di Atas Gelagah Wangi diambil dari sandiwara radio…ini karangan S. Tidjab yg sukses dengan Tutur Tinular dan Mahkota Mayangkara….
Minggu, 7 September 2008 @ 12:08
Mas Langit, novel2nya bagus sekali. Saya waktu pertama kali lihat tidak tertarik karena saya kira ya tidak bisa mengalahkan novel2 pada saat ini “Lord of the Ring”, “Harry Potter” atau “Triloginya Chin Yung”. Tapi setelah saya membeli satu novel bapak “Gajah Mada” saya jadi penasaran, ternyata novel ini bagus sekali tidak kalah dengan novel2 lainnya. Tapi sayang saya kehabisan buku ke 3, sudah saya cari kemana2 tidak ada. Saya menjadi tertarik ketika pembahasan tentang “Hamukti Palapa” yang dilontarkan oleh Gajah Mada. Di Wikipedia berbahasa Inggris, “As long as I not unify Nusantara, I will not taste any spice. Before I conquer Gurun, Seram, Tanjungpura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, I will never taste any spice.” mungkin terjemahan bebas atau pengertian saya bahwa Gajah Mada tidak akan menikmati kenikmatan dunia sebelum menyatukan Nusantara, yaitu dengan tirakat (mutih – makan nasi putih tanpa rasa/rempah2 dan minum air putih), juga tidak menikah/kawin yang mana sering dikononatasikan bahwa nikah adalah kenikmatan duniawi. Mungkin itu juga yang menyebabkan Gajah Mada tidak nikah sepanjang hidupnya. Sedangkan keturunan Gajah Mada mungkin juga bukan berarti turunan dia langsung, bisa jadi dia mengangkat anak atau keturunan dari para Bhayangkara yang dia didik atau asuh. Mas Langit mungkin bisa mengupasnya lebih jelas lagi. Dan terima kasih
BTW nama saya Praharantho yang dirangkai oleh ayah saya (orang Jawa Timur tulen Sidoarjo dan Porong) yang diambil dari bahasa Sansekerta (Sankrit-India) terdiri dari prahar + antha yang kira2 artinya dilahirkan pada pagi hari (dikasih tahu sama orang India).
Jumat, 3 Oktober 2008 @ 19:03
Ki Langit, tulisan Anda memang luar biasa. Saya sangat salut!
Membaca tulisan Ki Langit yang mengalir lancar, seolah saya terbawa kembali ke masa silam, membayangkan hidup di jaman Majapahit.
Tulisan Ki Langit bisa menggugag generasi muda untuk lebih mengenal sejarah bangsa ini, khususnya mengenai Majapahit. Tentu ini lebih menarik daripada membaca kitab2 tua macam Negarakertagama dsb.
Semoga karya Ki Langit suatu saat difilmkan dengan baik.
Salam sukses selalu!
Rabu, 15 Oktober 2008 @ 15:36
Bapak langit Hariadi saya salah satu penggemar anda dari denpasar, saya pernah baca ada permintaan dari penggemar anda yang lain untuk bisa anda membuat cerita expedisi gajah mada ke bali, please kapan dong? anda juga bermaksud membuat cerita itu tapi anda mengatakan tdk byk mempunyai referensi.Pokoknya kalau ada iktiar pasti ada jalan.kalau di bali dalam babad byk versinya berlainan.spt adityawarman yg diajak nyerang bali oleh gajah mada, apakah adityawarman itu keturunannya Arya Damar atau dia sendiri bernama lain?lalu apa hub.dgn 5 satria dari singashari yg diajak nyerang ke bali ? Oke saya tunggu bukunya anda sukses slalu!!tenkiu.
Jumat, 31 Oktober 2008 @ 23:26
buat LKH saya beri aplous untuk buku ygberjudul gajah mada akan tetapi dari yg saya baca tidak disebutkan barang sekali kelahiran gajah mada pun salha saya dari lamongan menginformasaikan bahwa di daerah ngimbang depan koramil ngimbangt lamongan masuk 3 km ada makam ibunda gajah mada yg dinamakan gunung ratu dan kira2 km dari makam tersebut terdapat prasasti yg berisikan pidato gajah mada yg pertama, jd kelahira gajah mada bukan daerahmojojerto atw malang tetapi asli lamongan semoga bisa menjadi referensi dan untuk ibunda gajah mada bisa di buatkan buku juga terimakash
Selasa, 4 November 2008 @ 19:01
Novelnya keren abis, dalam satu bulan ini saya sudah baca seri 1 – 3, bener2 ManTab!!! Mangan Tabungan maksudnya,hehe… Soalnya begitu selesai baca seri yg satu, langsung pengen baca seri selanjutnya, jadi ya nguras tabungan deh, untung istri gak protes karena dia juga suka sekali dengan jalan ceritanya. Salam Pak eLKaHa, saya menjadi semangat untuk segera membaca seluruh seri GM (walaupun agak telat) plus Candi Murca.
Sekedar info saja (bukan maksudnya beriklan) buat rekan2 yg kesulitan mencari serial lengkap Gajah Madanya Pak eLKaHa (bahkan ada yang versi Hard Cover untuk para Collector) ada alternatif via online di http://www.inibuku.com saya beberapa kali pesen buku kesana dan hasilnya memuaskan, kalo harga gak tau kenapa kok bisa lebih murah daripada beli langsung di “toko buku sebelah yang ada di mal” karena ada diskonnya. Semoga bermanfaat infonya.
Sabtu, 8 November 2008 @ 13:23
dear all
menyambung dikit.. setelah Pramudia Ananta Toer, hanya dua orang penulis yang membuat saya angkat topi: Langit Kresna Hadi dan Dewi Lestari, tanpa mengurangi sedikitpun rasa penghargaan kepada yang lain. tapi emang novel Gajahmada TOOOP TENAN, meskipun diakui penulisnya sendiri ada banyak yang perlu dikoreksi, kita kan juga penikmat novel sejarah.
soal sandiwara radio saur sepuh, Mantili itu julukannya Pedang Setan (elly ermwati), istri Brama adalah Paramita dan Harnum. kalo pedang Merah dan Biru, bukan milik Mantili tapi punya Brama tapi itu pusaka krajaan. anak tirinya Raden Bentar, LAWAN BERAT brama orang India namanya Ram Ram Singh pemilik ajian Rawa Rontek, dan pendeta Tibet pemilik ajian Salju Menyiram Bumi. lasmini naksir Brama, cintanya jadi dendam karena di tolak, Brama ga suka perempuan agresif kayak lasmini (Indonesia banget), kemudian permpuan itu dpt menawan hati raden bentar (orang yang mencari indentitas diri, bijak tapi labil).
SAYA TIDAK SETUJU, novel bagus di filemkan, entar MELESET. belajar dari filem Saur Sepuh, Madangkara, Ayat-ayat Cinta dll. jelek sekali. POKOKNYA MAS LKH, kalo belum ketemu STEVEN SPIELBERG jangan ijinin orang mem-filemkan neh novels.
salam hangat.
Ulung Bangsacara
Jumat, 21 November 2008 @ 15:21
pak langit kresno hadi, saya sudah lama menunggu kelanjutan perang paregrek, kalau lama terbitnya saya kuatir para pembaca sudah kehilangan mood karena sudah lupa dengan kisahnya, kalau bisa terbit dalam tahun 2008 yang tinggal 40 hari ini
Selasa, 13 Januari 2009 @ 6:10
saya suka banget sama tokoh rakuti.
ceritain dong sejarahnya.
terima kasih ya.
Rabu, 4 Februari 2009 @ 17:38
nimbrung aja ke http://asdisuara.multiply.com ini miliknya mas asdi suhastra narator Saur Sepuh.
Jumat, 3 April 2009 @ 11:51
saya lagi cari filemnya untuk tutur tinular dan saur sepuh ada yang punya ga?
Kamis, 30 April 2009 @ 12:27
tiap ke gramed nyari paregreg 2 dan candi murca 4, tetep aja ngga ada. ternyata setelah mbaca webnya mas langit beliau baru lepas sakit yang luar biasa dramatis. syukur sudah sembuh. dan kami terus menunggu karya2mu mas langit…….
Rabu, 27 Mei 2009 @ 10:46
pertama saya ucapkan salut kepada pak LKH,awalnya saya tidak suka dengan buku2 novel.tapi setelah saya baca buku ke 4 tentang perang bubat yg secara tidak sengaja lg di lihat teman,saya coba2 lihat dan membacanya eh ternyata jadi ketagihan terus dan terus membacanya dari buku ke 4,5,1,2 dan sekarang lagi nuntasin yg ke 3.soalnya saya jadi ketagihan tuk membacanya dan membuat penasaran,walaupun saya terlambat membacanya tapi ga pa2 dari pada sama sekali tidak tahu.saya sangat takjub buat pak LKH yang bisa membuat imajinasi pembacanya ke jaman masa lalu.semoga pak LKH bisa menjadi penulis besar seperti Prapanca bahkan diakui dunia terimakasih
Selasa, 21 Juli 2009 @ 22:05
apakah cerita” anglingdarma “itu legenda apa sejarah,karena dari segi cerita dan lakon nama2 tokoh jadi campur aduk bo
Jumat, 24 Juli 2009 @ 13:41
sejaman dengan drama radio itu di daerahku (DIY) juga sering diputar Ketoprak dengan lakon “Jendral Sudiro” dan “Nagasasra Sabuk Inten dgn tokohnya si Maheso Jenar”
Jumat, 24 Juli 2009 @ 14:16
Bagaimana urutan Serial Gadjah Mada ini? Sehingga klo mau beli satu per satu bisa runtut dan kira-kira2 harga per buku berapa ya, kalao ada yang tahu.
Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara
Gajah Mada: Hamukti Palapa
Mahabharata dalam Pupuh Sunda
Dyah Pitaloka: Senja di Langit Majapahit
Gajah Mada: Perang Bubat
Sundapura: Tarumanagara, Sunda, Galuh, Pajajaran
Gajah Mada: Madakaripura Hamukti Moksa
Rabu, 9 September 2009 @ 15:39
anda belum tahu bahwa gajah mada mati di tangan orang Aceh itu menurut cerita tapi banyak orang ngak tahu itu kalu ngak percaya coba telusuri sejarah majapahit pasti ngak di bilang di mana mati gajah mada yang pasti di bilang di tangan muslim tapi orang kebanyakan ngak tahu
Kamis, 8 Oktober 2009 @ 9:29
Baru baca buku ini. Woooo nagih bener, nggak bisa brenti bacanya. Buku 1 habis dalam 1 malam. Sekarang di kantor kepengen mulai baca yang ke-2..
Parah, parah…
Selasa, 5 Januari 2010 @ 8:47
Ass. Pak Langit,saya ucapkan Bravo utk anda. saya bersyukur telah menemukan informasi ttg anda yang ternyata telah jadi penulis terkenal, tetapi masih terselip rasa kecewa karna blm dpt kontak person langsung dengan anda. tlg beri informasi bgmn cara kontak langsung dengan anda. saya adik kelas waktu di sma genteng nama saya Risfiani Soraya (vivin) dulu sy pernah diajari klenengan. moga mash ingat, jika berkenan tolong kontak saya via email sy risfianisoraya@yahoo.com
Minggu, 7 Maret 2010 @ 22:01
Om Kresna, saya ingin meluapkan ganjalan pertanyaan yg ada di kepala saya nih om…
boleh ya om…?
Pertama Om…. Kenapa di Buku serial Gadjah Mada Tidak tercantum UMUR masing – masing tokoh? ini perlu om untuk saya… karena bayangan atau daya khayal yang saya ciptakan sendiri, merasa kurang abdol om kalo umur dr masing2 tokoh yang ada tidak diketahui… (apa benar kalo Gadjah Mada di seri awal buku om seumuran saya… 18 tahun bila dihitung siangnya saja?)
Kedua Om…. Duluan Mana sih antara Kerajaan Majapahit dengan Sriwidjaya…? ini penting om untuk menentukan asal Trah darah saya dari Sumatera atau Jawa… (he he he…)
Ketiga Om…. Kenapa gak menulis tentang Kerajaan Sriwidjaya…? perlu banget nih om… Untuk menujukkan kebesaran dari nusantara tercinta ini kepada DUNIA dan tentunya NEGARA LAIN…
Keempat Om… Adakah hubungan antara Kerajaan Sriwidjaya dengan Kerajaan Swarnabhumi om…?
Demikianlah Om beberapa Ganjalan,Benjolan,dan Urat-urat pertanyaan yang ada di kepala saya Om. Semoga Om Kresna mau dan bersedia menjawab pertanyaan saya ini, dan Tuhan tetap memberikan Ide2 cemerlang dan Fantastis pada diri Om Kresna… Amin… Chaayooo Om Kresna…