Gentoo Linux 2005

Sabtu, 2 April 2005M
22 Safar 1426H

Hampir enam tahun telah tercatat tanpa tertulis saya menggunakan Mandrake Linux, dimulai sejak rekan Emil Juni merekomendasikan distribusi Linux tersebut saat versi 5.1 yang dirilis setelah Red Hat Linux 5.0 beredar, atas pertimbangan faktor optimasi kompilasinya terhadap komputer kelas Pentium atau i586 dan dimasukkannya desktop manager KDE.

Selain Mandrake Linux sehari-hari saya mengoprek Slackware Linux, dengan porsi Mandrake untuk desktop kerja dan Slackware khusus untuk server atau router. Pertimbangan memakai Mandrake selanjutnya adalah faktor feature dan GUI yang cenderung lebih duluan melangkah dibandingkan dengan distribusi Linux lainnya, meskipun dengan risiko aplikasi atau library masih kurang layak disebut stabil. Sedangkan pertimbangan pemakaian Slackware adalah kesederhanaannya, Volkerding hanya memasukkan kernel Vanilla (kernel resmi yang dirilis oleh Linux), hanya memasukkan aplikasi yang stabil, hanya memasukkan aplikasi utama yang penting, dan tentunya sedikit kebanggaan memakai nama distribusi Linux yang dibuat pertama kali setelah Linus merilis kernelnya.

Tanpa berpikir panjang, bahkan sama sekali belum pernah login atau melihatnya; kini saya pindah haluan ke distribusi Gentoo Linux, atas pertimbangan nalar dan pikiran black box saja. Seperti apa prosesnya?

Gentoo Linux adalah distribusi Linux yang diinstall dari source code langsung. Gentoo memberikan alat untuk mengkompilasi dan menginstall dari source code. Kumpulan source code beserta konfigurasi kompilasinya dinamakan portage dan ebuild, dan aplikasi yang pre-compiled dinamakan package, semuanya diatur oleh aplikasi yang bernama emerge. Proses instalasinya disediakan tiga tahap dasar, stage1, stage2 dan stage3.

Atas pertimbangan waktu dan sumber daya yang terbatas, saya menginstall Gentoo dengan proses langsung ke stage3, termasuk langkah mudah dibanding stage1 atau stage2.

Mendownload Universal CD melalui Bittorrent. CD ini berisi LiveCD Gentoo yang diboot dan running di komputer agar bisa menginstall Gentoo (mengenali hardware dan menyambungkannya ke internet). Jika memilih stage1 maka LiveCD akan menginstall paket dasar untuk mendownload dan mengkompilasi compiler gcc, stage2 menginstall gcc yang sudah terkompilasi lalu mendownload dan mengkompilasi glibc, sedangkan stage3 compiler d gcc dan glibc sudah terkompilasi (CMIIW, proses stage1, stage2 dan stage3 hanya nalar saya saja). Saya memilih stage3.

Menyiapkan partisi yang akan diinstal (partisi /, /var, /usr dan /home). Tak lupa partisi swap.

Memformat partisi di atas. Saya memilih tipe reiserfs.

Partisi-partisi harddisk tersebut dimount ke /mnt/gentoo, /mnt/gentoo/var, /mnt/gentoo/usr dan /mnt/gentoo/home.

File stage3 diekstrak ke /mnt/gentoo, yang saya pilih adalah stage3-pentium3-2005.0.tar.bz2, sesuai dengan spesifikasi komputer.

Melakukan chroot ke /mnt/gentoo, maksudnya adalah supaya seolah-olah kita sudah berada dalam lingkungan Gentoo yang terinstall (lingkungan masih running dalam LiveCD).

Langkah selanjutnya adalah mengkompilasi kernel (awas sariawan!), jika pusing dengan konfigurasi make menuconfig gunakan saja genkernel (konfigurasi kernel generik).

Mengkompilasi kernel. Kompilasi genkernel di Pentium3 menghabiskan 2, 5-3 jam. Ditinggal tidur.

Setelah selesai dikopi ke direktori /boot (jika menggunakan genkernel otomatis terkopi).

Mengkonfigurasikan GRUB atau LILO. Saya memilih LILO, biar gampang karena sudah bertahun-tahun saya pakai.

Memberi password root dan membuat user. Mengatur satu dua aplikasi dasar (syslog-ng, vixie-cron dan ssh). Tujuan SSH diinstall duluan adalah jika ada kemungkinan sistem akan dilanjutkan proses instalasinya secara remote.

Restart, dan boot ke Gentoo yang baru jadi (belum-belum jadi sebenarnya!).

Login ke Gentoo untuk memilih langkah selanjutnya. Apa langkah selanjutnya? Hanya satu jawaban, menginstall aplikasi dan library yang diperlukan. Dengan tools emerge anda akan mudah mendownload, mengkompilasi dan menginstall aplikasi yang anda inginkan, tentunya harus punya sumberdaya link internet yang cukup.

Atas pertimbangan sumber daya tersebut saya memilih menginstall aplikasi yang sudah terkompilasi untuk Pentium3. Saya download packages-pentium3-2005.0.iso melalui Bittorrent. CD ini berisi aplikasi GNOME, KDE dan yang lainnya, yang cocok untuk diinstall menjadi sebuah sistem operasi yang cukup lengkap.

Aplikasi emerge defaultnya akan mencari mirror ke internet untuk mendownload source. Khusus untuk aplikasi prebuilt/precompiled (package) emerge harus dilakukan dalam lingkungan shell yang berbeda, yaitu:
# export PKGDIR="/mnt/cdrom"
Di mana /mnt/cdrom adalah CD packages-pentium3-2005.0.iso yang telah diburn dan dimount.
# emerge --usepkgonly gnome
Adalah contoh untuk menginstall GNOME, emerge akan mencari dependensi dan menginstallnya.

Paket-paket Gentoo terinstall, kemudian saya mengatur boot-script dengan rc-update. Bentuk boot-script dan pengaturannya sangat berbeda BSDstyle maupun SystemV yang saya kenal di Mandrake dan Slackware. Merestart sekali lagi, login ke GDM, login ke Xorg, menjalankan GNOME, membuka Firefox dan kembali membaca dan menulis blog, membuka Yahoo!360°, ngejunk di id-gmail, dan tertawa-tawa melihat perkembangan Afril Pool:) atau April Mop.

Aplikasi lainnya yang tidak terdapat di CD saya emerge langsung dari internet.

Kini saya mulai memindahkan data dari partisi /home yang lama. Ada satu kebiasaan buruk, sewaktu Gentoo masih fresh saya mengakses situs-situs yang berpassword, beberapa lupa passwordnya karena terbiasa save password di Firefox. Akhirnya Firefox saya tutup dulu, hapus direktori .mozilla dan timpa dengan .mozilla dari partisi /home lama. Lalu kembali membuka situs-situs tersebut dan mengganti passwordnya yang lupa-lupa:D

Selamat datang Gentoo! Now, you are my friend.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

42 komentar untuk catatan 'Gentoo Linux 2005'

  1. #1
    gravatar

    linucks sux

  2. #2
    gravatar

    woot! gue kesebut! hehehe…
    sementara sejak saat itu gue sendiri malah nggak pernah mainan linux lagi. huhu.. payah nih..

  3. #3
    gravatar

    Aduh. Kok trendnya ke Gentoo ya? Saya juga sudah lama pikir-pikir mau coba Gentoo. Alasannya sederhana, saya suka compile sendiri. Tapi sekarang belum dilakukan karena lagi tidak punya komputer nganggur.

  4. #4
    gravatar

    Gentoo emang top abis. Pak Budi, memang compile dari source, tapi kita gak compile sendiri, emerge yg mengcompilekan untuk kita, hehe. Tweakingnya dg maen di USE flags.

    BTW Jay, di firefox kan bisa “View saved password”?

  5. #5
    gravatar

    Jay kenapa ga pake Distro Linux sesungguhnya ak Debian GNU/Linux:D

  6. #6
    gravatar

    uh download sourcenya lama ih (bw terbatas tas tas)… cuman tahan sebulan doang di pc saya. met compile:):)

  7. #7
    gravatar

    Hari gene masih ngompile? mending tinggal “apt-get install blabla” aja ah..:D

  8. #8
    gravatar

    Gw suka sih ngompile,
    tapi download-nya itu.
    Kapan ya ada mirror gentoo di iix?

    Kemarin ganti make freebsd, kebetulan ada ftp://id.freebsd.org/
    tapi kok gak semua aplikasi ada disana?
    pas download pesannya
    “file nya nggak ada atau nggak diijinkan” (kira kira begitu)
    sama aja dong.
    sementara gw pake …..
    yak betul ESPE!

  9. #9
    gravatar

    doh.. ngompile kernel lama amat ya?

    #8: Minta pak Ibam tuk naro di komo.vlsm.org:D

  10. #10
    gravatar

    #8 –> maksudnya nggak semua aplikasi ada apa?

  11. #11
    gravatar

    Sebetulnya saya lebih suka pake debian sih. Dulu waktu mau ganti distro pas redhat fiasco sempat bimbang tapi akhirnya diracunin Priyadi ya jadinya “stuck” with Gentoo, hehe. Skrg pake buat desktop pribadi karena udah terlanjur aja. Debian saya pake di server2. Pada akhirnya sih hampir sama aja jatohnya pake Gentoo atau Debian. Kalo recommend distro ke org saya selalu recommend Ubuntu sekarang. Atau Debian. Atau Gentoo kalo orgnya hardcore:D

  12. #12
    gravatar

    Sorry kelupaan bilang…

    Compile lama gak terlalu masalah biasanya. Kecuali kalo udah kepepet mau pake, hehe.

    Most of the times, compile kan cuma makan CPU time, bukan waktu kita. Bisa ditinggal aja.

  13. #13
    gravatar

    hehehe, selamat buat jay yang sudah ‘insyaf’:) akhirnya racun yang aku tuangkan kepada minumanmu bisa bekerja dengan baik, walaupun efeknya agak lama:)

  14. #14
    gravatar

    #11: biasanya kan emang kepepet mo dipake:P kalo gak ada komputer lain gmana dong?

    #13: *toel2 mas pri* ayo ke Debian:D

    ~yayaSkrLagiPakeWindoz:P

  15. #15
    gravatar

    Ya tuh, banyak yg mau pake gentoo di indonesia sebetulnya, cuma kepentok di mirror karena ini relatively dependant juga ke keberadaan local mirror, seperti debian. Butuh mirror IIX.

    Yg susah cari donatur bandwidth, kalo storage sih urunan beli hd dan pc bekas (atau frankenstein) juga bisa.

    Kayaknya UI/vlsm.org tuh banyak mirror, mungkin ada yg bisa omong2 ke pengurusnya (Pak RMS46 ya?) rasanya banyak yg kenal deh di sini.

  16. #16
    gravatar

    #14: Mirrornya bisa di rsync ngga? Biasanya pak Ibam nanyain itu..

  17. #17
    gravatar

    Bisa. Info lebih jelasnya ada di sini:
    http://www.gentoo.org/doc/en/rsync.xml
    http://www.gentoo.org/doc/en/source_mirrors.xml
    http://www.gentoo.org/main/en/mirrors.xml

  18. #18
    gravatar

    Jay, comment lu kenapa sih kok kalo tiap ada URL pasti keluar hostnamenya gitu? See #16.

  19. #19
    gravatar

    gentoo.org#15: kayaknya bisa deh, kalo diliat dari di http://www.gentoo.org/doc/en/rsync.xml

    bilang gih ke Pak Ibam ^^

  20. #20
    gravatar

    #3: memang bukan coba-coba. Pak Budi, mungkin saya norak?:D

    #4: gak kepikir ada feature itu Ron.

    #5: Jef, distro sesungguhnya itu Slackware!

    #9: Iang, kalo ngompile jangan ditungguin atuh, apalagi di spek mesin rendah.

    #13: racun kedua dari lu Pri! dulu jaman redhat 4.2 ‘sourcenya’ (mak comblang sekaligus penyedia CD-nya) dari lu juga.:D

    #18: gak tahu Ron, mungkin ada plugins yang ngaco, kayaknya Block List Anti Spam Measure, sekarang diremove dulu pluginsnya.

  21. #21
    gravatar

    mungkin lebih tepat kalo ditulis gentoo 2005.0 yah..
    soalnya release gentoo setaun 4 kali dengan kode tahun didepannya.
    jadi 2005.0, 2005.1 dst..

    happy emerge!

    *#emerge office-xp*

  22. #22
    gravatar

    gw gagal emerge nvidia-kernel niy, udah nyoba beberapa versi nvidia tapi gak bisa matching sama GeForce2MX gw. bentar lagi nyerah deh, balik slack lagih:)

  23. #23
    gravatar

    #22: ardian, masa sih? card yang lebih kuno malah nggak masalah
    NVRM: loading NVIDIA Linux x86 NVIDIA Kernel Module 1.0-7167 Fri Feb 25 09:08:22 PST 2005
    Linux lavender 2.6.11-gentoo-r3 #2 Fri Apr 1 07:51:31 WIT 2005 i686 Pentium III (Coppermine) GenuineIntel GNU/Linux
    0000:01:00.0 VGA compatible controller: nVidia Corporation NV5M64 [RIVA TNT2 Model 64/Model 64 Pro] (rev 15)

    Apa Geforce2 MX memang ada problem tertentu?

  24. #24
    gravatar

    oh ya ada yang lupa, dulu Priyadi pernah menyarakan saya me-recompile ulang semua source RedHat 5.0 dengan compiler pgcc (Pentium GCC), tapi proyek itu gagal karena kekurangan mesin dan pengetahuan compile-compile-an, jadi pindahlah saya ke Mandrake:)

  25. #25
    gravatar

    Hiks, saya sudah donlod Universal CD na selama tiga hari, belon kelar-kelar jugah hikss…

  26. #26
    gravatar

    kalo /me awal2 belajar sih make redhat 6 (berapa bulan ya, 6 bulanan mungkin), trus abis itu coba-coba distro yg lain (suse, mandrake, slack), cuman pengen kenalan aja sama distro2 lain sampai akhirnya jadi pemakai debian sampai sekarang. kenapa ya begitu make debian bikin aku lupa berdiri he he he, mungkin karena lambat naik versinya sesuai dengan watak orang-orang melankoli:))))

  27. #27
    gravatar

    ah, biar bagaimanapun gue setuju apa kata Jay di #20, bahwa distro sesungguhnya itu Slackware. Hidup Slackware!

    Eh, gue jadi pengen nyobain Gentoo neh:-D

  28. #28
    gravatar

    pertama kali pake redhat 6.0, beli di m2, waktu instal data2 gw n kakak gw ilang semuanya:((

    setelah itu ganti2 deh suse, mandrake, openbsd, freebsd, slackware, fedora, n sekrang fedora core 3.

    Lagi nunggu cd ubuntu nih, blom sampe2 juga…

  29. #29
    gravatar

    [...] dan Conectiva kini membawa perubahan nama ke produknya yang selama ini saya pakai sebelum pindah ke Gentoo Linux 1 April lalu (bukan, bukan April Mop kok! Nggak tahu isu-isu Man [...]

  30. #30
    gravatar

    hehe.. jadi inget dulu pas pertama kali minjem cd debian dari perpus

    gw (i): minjem cd debian dong
    ibu2 perpus (p): *nyari2 cd* adanya yg source, yg binary lagi dipinjem
    i: gapapa deh

    trus gw bawa ke rumah.. trus bingung mo diapain.. trus dibalikin lagi ke perpus =))

  31. #31
    gravatar

    udah ada mirror gentoo tu di komo.. http://komo.vlsm.org/

  32. #32
    gravatar

    hehehh, hebat udh pada coba smuaaa…mau dongggg

  33. #33
    gravatar

    gue baru pake linux ajariiin doong
    klw pake ubuntu biar bisa pake cam gimana yah
    ajariin dooong

  34. #34
    gravatar

    Ada yang punya kesan di Fedora Core 4? aku lagi pake nih, katanya baru rilis 13 Juni kmaren, kali aja ada ‘pesan-pesan’ khusus dari para sesepuh ttg FC4… Kmaren-maren dah coba Kubuntu, tapi kayaknya ga bersahabat yach bagi yang gak punya koneksi internet? (eh, bener gak sih? ;p)

  35. #35
    gravatar

    bagaimana proses penginstallan pada linux berbasis text (mohon beserta gambarnya)

  36. #36
    gravatar

    Saya sekarang lg bingung menentukan os yg mana buat server, hemat saya sih pake windows server dan dipastkan bekerja dengan baik, lah yang saya sayangkan kalo di linux apakah bisa jalan sesuai dengan yang saya harapkan. sedangkan spesifikasi yang saya terapkan disana adalah sebagai berikut:
    1. server sebagai file terpusat (pdc atau dc)
    2. server ini juga ada fasilitas cctv (surveillance)
    3. untuk mengawasi dari rumah kita pake dialin ( memakai line telp)
    apakah akan maksimal dan referensinya dimana saya bisa belajar dan source dimana saya bisa download.

    kiranya ini saja pertimbangan saya mudah2an ada yang bisa membantu, JAPRI ya masssss…. thk atas bantuanya, brave linuxxxxxx…..

    Muhsin
    Muhsin@elcom.co.id

  37. #37
    gravatar

    FC 5 udah release, mirror di IIX juga udah ada…

  38. #38
    gravatar

    saya lagi bingung nich! saya dikasih tugas ama guru saya, disuruh mencari laporan tentang gentoo plus gambarnya. bantuin ya…………..!!!!! thx.

  39. #39
    gravatar

    aku minta tolong! gimana cara nyari laporan tentang gentoo plus gambarnya!

  40. #40
    gravatar

    tolong bantu saya, cara buat router dengan mandrake 10.0. saya dah search kemana-mana nggak ada ya…thank for all

  41. #41
    gravatar

    saat saya membuat jaringan pakai linux suse saya mengalami masalah kadang2 bisa kadang2 gak bisa terus saya ganti pakai readhat tidak ada masalah pertanyaan saya apakah jaringan di suse tidak max di banding redhat

  42. #42
    gravatar

    hehehe…..
    q juga lagi seneng nich ma kompilasi di gentooo….
    cz gentoo itu unix dan g’ ada distribusi linux ky’ gentoo
    jadi klo’ mau nginstall tinggal
    #emerge
    ja
    hehehhe
    :D

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.