Rusaknya Moral, Awal Hancurnya Suatu Kaum

Kamis, 10 Maret 2005M
00 Safar 1426H

Independensi Indonesia sedang disinggung oleh negeri tetangga. Kasus Ambalat dengan Malaysia sedang marak diperbincangkan. Kita pernah kehilangan Timor Timur, memisahkan diri dari NKRI menjadi Timor Leste, kita kehilangan Sipadan dan Ligitan karena dicaplok negeri tetangga, kasus Aceh pun belum selesai.

Saya tak punya banyak opini soal fakta yang terjadi, mungkin hanya rasa kebangsaan yang berteriak “Pertahankan Ambalat!”. Saya bangga karena kita bangga menjadi warga negeri ini. Saya melihat komunitas blogger menyuarakan rasa nasionalismenya masing-masing, bahkan perang digital sudah dimulai, Fakta dan berita banyak beredar, tak ingin saya tulis ulang di sini.

Saya khawatir kondisi yang menimpa kita saat ini adalah awalnya kehancuran negeri ini. Fakta sejarah telah mengungkap penyebab kehancuran suatu kaum adalah karena hancurnya moral penguasa dan warganya. Romawi hancur karena kebejatan moral, dinasti Umayyah dan Abbasiyyah lenyap begitu saja di kawasan Laut Tengah, kota-kota muslim Andalusia jatuh karena pemimpinnya terlena oleh duniawi, Majapahit runtuh karena rakusnya generasi penerus, dan banyak lagi negeri lainnya yang intinya mengalami kehancuran karena kebejatan moralnya.

Mungkinkah negeri ini akan hancur? Mungkin, sebab sudah menjadi rahasia umum kebejatan moral yaitu korupsi di negeri ini mengakar pada pemimpin dan penguasanya, sehingga warganya pun tanpa sadar dan tanpa merasa bersalah ikut dalam budaya korupsi ini. Kita tidak tahu seperti apa kehancuran besarnya akan terjadi, tapi kita bisa melihat kondisi-kondisi kecil yang sedang terjadi.

Konflik etnis seperti tak pernah selesai, metoda otonomi daerah (atau konsep federasi) yang bertujuan mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika sepertinya dijadikan alat untuk memisah-misahkan diri sebagai arogansi suku atau daerah, saling ketergantungan bergeser menjadi sikap kesombongan terhadap kelebihan sumber daya masing-masing. Negeri yang dikenal dengan seribu lautan namun minim dalam sarana dan prasaran maritim, baik untuk pengolahan kekayaan alam maupun sistem transportasinya. Negeri dengan potensi kekayaan alam yang sangat tinggi tapi berutang banyak.

Apa kita tak pernah belajar pada fakta sejarah? Kita belajar tapi kita tak pernah mengimplementasikan dan mencegahnya. Kerakusan pribadi atau golongan mengeksploitasi kekayaan negeri untuk kepentingan sendiri. Kita tak akan pernah maju dan bertahan seperti Jepang dan Cina yang memiliki moral yang tinggi. Mereka punya militansi yang tinggi terhadap negerinya, tidak hanya pada saat keamanan dirongrong pihak lain, namun dalam kehidupan sehari-hari di masa damai.

Kita pernah punya konsep strategi Repelita Orde Baru –yang menurut saya yang bodoh– yang bagus, kita melihat hasilnya selama 25 tahun terakhir kemajuan terlihat nyata, namun sayang konsep yang bagus dikotori oleh moral korupsi yang tinggi. Kini penguasa pencetus Repelita tersebut hancur, namun sayang sejuta sayang konsep yang bagus tersebut tidak ditindaklanjuti, seolah-olah yang bagus menjadi jelek hanya karena keluar dari pikiran pemimpin atau penguasa yang telah dicap jelek.

Negeri ini diguncang dari dalam oleh pemimpin-pemimpinnya, dirongrong oleh negeri tetangga karena dianggap tidak becus memberdayakan wilayah potensial, tak lupa dipukul keras oleh alam akhir tahun lalu.

Wahai penguasa
Beri kami optimisme!
Segarkan nasionalisme kami!
Jangan kau hancurkan negeri kami!
Untuk sebuah cita-cita
بلدة طيبة ورب غفور

“Negeri yang baik dalam lindungan Tuhan Yang Mahapengampun” (QS Saba 34:15)

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

25 komentar untuk catatan 'Rusaknya Moral, Awal Hancurnya Suatu Kaum'

  1. #1
    gravatar

    ya…
    sampai sampai kita sebagai warga, tak pernah memandang positif sikap pemerintah yang ujung2nya duit….
    itu karna mental korupsi di Indonesia sudah sedemikian mengakar.

    someday, someday….
    *argh……… kapan?*

    tulisan yang bagus….:D

  2. #2
    gravatar

    Roy Suryo for president!

  3. #3
    gravatar

    teori:

    kalau para kondisi (orang-orang) Indonesia tidak berubah, 10 tahun lagi tidak ada yang namanya Indonesia.

  4. #4
    gravatar

    lah kalo gak ada Indonesia, gw ikut mana?
    Kayaknya yang paling mungkin cuman Jawa, Madura, Bali.
    gak seru dech….

  5. #5
    gravatar

    Orde lama+Orde Baru+Orde sekarang menurut saya semuanya bagus, cuman pelaksanaanya yang tidak bagus, sebagus apapun konsep tidak akan berhasil jika cuma tinggal di UU ( undang-undang ) dalam buku.

  6. #6
    gravatar

    bagaimanapun juga korupsi harus diberantas. tapi ingat korupsi tidak hanya terjadi di instansi. saat ini fenomena korupsi sudah terjadi di mana-mana, termasuk korupsi waktu, korupsi tanggung jawab, sampai pada korupsi-korupsi kecil yang lainnya. Mari kita sebarkan komitmen anti korupsi mulai diri kita sendiri kemudian kita sebarkan pada semua orang. Mari coba kita bangun generasi tanpa korupsi! korupsi segalanya

  7. #7
    gravatar

    Kalau Aku sudah Kagak percaya sama orang-orang pemerintahan… Semuanya itu Tikus-tikus yang menggerogoti Uang Rakyat… Bejat Banget Para Pemimpin apalagi para wakil rakyat yang minta kenaikan gaji dan tunjangan padahal kerjaan mereka tak jelas, Sekali-kali lihat dong kesulitan rakyat itu bagaimana…jangan terus minta korupsi.

    Satu Lagi…. Gimana kalau gaji para anggota DPR ama MPR itu disesuaikan dengan UMR, biar para pemimpin and wakil2 rakyat itu tahu, gimana susahnya rakyat.

    Fiuhhhh…. ma’af jadi emosi… ;D

  8. #8
    gravatar

    zaman wis akhir zaman wis akhir bumine goyang

    sing korupsi edan si nerima sinting

    zaman wis akhir zaman wis akhir bumine goyang

    sing udo edan si ndelok sinting (ubahan dari lagu cak nun)

  9. #9
    gravatar

    mnrt saya indo terlalu luas ..pulaunya aja ada sekitar 17 ribuan…wes gitu disekat laut2/selat2..amerika, australia, china, sovyet, mesir, canada bener luas lbh luas dr indo tapi kan gak mencar2…jd susah ngurusnya..terus kebanyakan penduduk…sueneng manak..lek banyak mampu gpp seh..wes banyak ra mampu…walahhh…soal moral ya podo ae gak barat gak indo namanya manusia ya sama aja..yg ndableg ada yg alim ada..jepang chino sama aja…lebih enakan kayak USA FREEEEEE…mau jd org islam baik2 monggo..mau jd bejat yo monggo…

  10. #10
    gravatar

    sudah kodrat Ilahi, semua kehidupan dunia ada batasnya. Inilah salah satu tanda jaman bahwa bumi ini sudah tua untuk kemudian musnaaaah. Kerusakan moral para pemimpin yang tidak lagi amanah, dan cinta duniawi yang berlebihan merupakan gejala kerusakan NKRI yang kemungkinan tinggal menunggu saatnya. Apa yang mesti kita lakukan agar minimal dapat menunda adzab yang akan menimpa negara ini yang sekarang mulai nampak dimana-mana, bahkan dibelahan barat sana ada Katrina, Rita, dsb, A’udzubillahi min dzalik.

  11. #11
    gravatar

    menurut gue indonesia harus punya hukum yang kuat untuk kaum kriminalitas ikutin perancis, atau arab.yang nyuri tangannya di potong termasuk koruptor, dan bodyguardnya juga polisi gopean yang silau ama duit.otaknya pada rusak semua moralnya pada bejat apa ga malu tampang pas-pasan ga punya moral, hati nurani, kerjanya cuma pusing mikirin gimana cara korupsi, untuk badan pemerintahan yang selengean mending loh tuh ke laut aje, masih mending tukang sayur biar jelek tapi jujur, dari pada loh gaya, tapi boleh nyuri dari duit rakyat.balllliiiiiikkkiiinnn duit rakyat!

  12. #12
    gravatar

    amerika dan australia terlalu ikut campur mslh indonesia

  13. #13
    gravatar

    Jaman sekarang pemerintah sering menganggap umat Islam sebagai kambing hitam di setiap pengeboman. Tp menurut saya itu semua salah. Tidak semua orang Islam melakukan perbuatan itu. Kami orang Islam yang baik-baik jg ikut tercemar akibat perbuatan pemerintah yang menuding semua umat Islam sebagai kabing hitam di setiap pengeboman

  14. #14
    gravatar

    indonesia tanah air beta…
    pusaka abadi nan jaya—> ehm:-”

    indonesia sejak dulu kala…
    tetap di puja-puja bangsa—> huaaa..huaa…sekarang masih dipuja-puja gak:((

    disana tempat lahir beta…
    dibelai, dibesarkan bunda.
    tempat berlindung dihari tua…
    sampai akhir menutup mata—> bener ora iki?!:-?

    heheheh…begitu indah lirik lagu nasional itu…
    berharap akan nyata terjadi dalam episode hidup ini…
    tapi..yah…liat aja ndiri:-”

  15. #15
    gravatar

    Indonesia adalah negara dengan beragam “warna”, beragam kepentingan, dibutuhkan seorang pemimpin yang adil dan mengemban tugas nya dengan penuh rasa tanggung jawab, di situ diharapkan rakyat akan mencontoh sikap penguasa tersebut, tegakkan hukum dan patuhi undang-undang.

  16. #16
    gravatar

    Sebelum saya mulai, saya mohon maaf terlebih dahulu klo ada perkataan saya yg mungkin menyakiti hati bangsa ini.
    Indonesia adalah negara yg boleh dikatan sangat kaya dgn hasil buminya,oleh karena inilah menyebabkan bangsa ini sangat malas karna serba ada dan lebih senang mendatangkan penduduk asing untk memproduksikan hasil buminya sendiri, memang klo saya tinjau, pemimpin lebih menyukai klo bangsa ini bodoh dan tetap bodoh agar mereka dan generasi mereka tetap berkuasa dan menganggap bapak2 dan nenek2 mereka yg membangun negri ini, padahal tidak sedikit pertumpahan darah dari orang2 yg haus akan keadilan dan yg kepingin menikmati keadilan.Saya rasa mereka yg duduk di pemerintahan belum cukup dewasa untk memimpin negri yg indah ini.Jadi lain kali kita jangan memilih kambing2 sebagai pemimpin tapi pilihlah mereka2 yg membimbing kambing2.
    TERIMA KASIH.

  17. #17
    gravatar

    Sejak kecil kita selalu diajarkan untuk mempunyai jiwa “memiliki”.
    Perlakukanlah barang orang lain seperti milik kita sendiri, itulah yang saat ini diterapkan dan diamalkan oleh para pejabat kita.

  18. #18
    gravatar

    moral…para pejabat2 pemerintah kita sudah banyak yang rusak…
    contoh..lihat noh rakyat acehhh…uang mereka dimakan ama anjing2 gila yang duduk diatas sana..sehingga sampai skarang…bantuan perumahan tak kunjung sampai ditangan mereka..apadahal anggaran untuk itu ada..dan janji2 bwt mereka ada…contohnya lagi..para pengungsi sidoarjo…jatah makan…atau bantuan biaya hidup di barak penampungan…gak smapi lagi ketangan mereka..itupun kalau ada..makanan yang diberikan sudah basi,dan ada belatungnya….menurut hasil survey makanan yang di berikan adalah sisa2 makanan yang sudah kadar luarsa…mengapa itu bisa terjadi ya karna anjing2 itulah yang memakan duluan…hak2 masyarakat si doarjo tersebut….mungkin bukan itu saja di luar sana banyak sekali anjing2 yang duduk di bangku pemetintahan yang seenaknya memakan uang rakyat…jadi apa bila tulisan saya ini di baca oleh anjing2 yang suka mengambil uang rakyat,..tobatlah….sadar akan dosa….

  19. #19
    gravatar

    HAllllooooooooooooooooooo SSSSSSSMMMMMMUUUUUUU4444444444

  20. #20
    gravatar

    menurut anda ap Itu ahlak nich? dan ap pula klu jth cinta itu ahlak ya ?

  21. #21
    gravatar

    sadarlah wahai manusia yang bejat……
    cukup sudah penderitaan yang terjadi dimana-mana…..
    saatnya maju Indonesia…..
    saatnya bangkit Indonesia…..
    Jaya…Jaya…terus Indonesia….
    M E R D E K A……!!!!!!!

  22. #22
    gravatar

    koruptor kecil2an tapi bikin jengkel rakyat itu adalah POLISI gooopeeee.

  23. #23
    gravatar

    sudah saatnya kita berbeanh bila perlu rakyat angkat senjata untuk mempertahankan Ambalat. Maju terus pantang mundur

  24. #24
    gravatar

    Kehancuran Indonesia sudah tinggal menunggu waktu saja, Moral pemimpin Bangsa ini sudah rusak, karena sudah terkontaminasi dengan nafsu materi keduniawian yang sangat berlebihan, dan tidak memperdulikan nasib kehidupan Rakyatnya. Mereka para pemimpin atau pejabat pemerintah dan publik bersumpah disaat dilantik sebagai pejabat atas nama Agama dan Tuhan, tetapi apa yang mereka perbuat setelah menjadi pejabat atau pemimpin Bangsa ini, tidak lain hanya melanggar sumpah dan janji, mata, telinga dan hati mereka sudah buta ……….. Tunggu azab Allah akan datang pada mereka di Dunia dan Akhrat.
    Saat ini Hukum sudah tidak dapat lagi digunakan untuk memperbaiki keadaan, siapa mau mengadili siapa.
    Rekayasa kasus hukum sudah sedemikian rupa dilakukan, demi membela pejabat, kelompok yang berwenang di negara ini.
    Suatu saat Indonesia ini hanya akan menjadi tulisan sejarah sebagai bangsa besar yang hancur karena rusaknya moral para pemimpinnya…….!!!

  25. #25
    gravatar

    Otonomi daerah memang sudah salah kaprah dan penggagasnyapun tak bertanggung jawab, seharusnya punya tanggung jawab moral.Jalan satu-satunya memang harus hancur dulu, Indonesia harus terpisah-pisah dan membuat konsep untuk merencanakan peperangan antar pulau supaya ramai dan yang menang nanti menjadi penguasa tunggal dan nanti terbentuk lagi Negara yang satu lagi dibawah satu Kerajaan (Majapahit, Mataram, Pajajaran). Pokoknya siapa yang menang dan kuat.Ini hanya pikiran goblog dari saya sendiri, karena muaknya dengan raja-raja kecil sekarang yang tidak peduli terhadap rakyatnya. Mencalonkan menjadi pemimpin pakai modal ,kalah menjadi gila dan menang modal harus kembali lagi dengan memeras rakyat, bermain dengan pengusaha gila,menjual kekayaan alam Indonesia ke negara Asing dengan dalih yang tak masuk akal juga.Ini berlaku dari pemilihan Presiden sampai yang paling bawah RT (Rukun Tetangga). Tetapi kalau kita memegang teguh Agama (Islam) jabatan/pimpinan itu merupakan amanah dari Allah SWT. dan jangan diberikan kepada orang yang meminta.Malah sekarang pakai restu segala dari Raja Namruz (AS).Hancur lebur bangun kembali, hancur lebur bangun kembali, hancur lebur bangun kembali.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.