19 Januari lalu sempat melihat spanduk grand opening QB Worldbook di toko Setiabudhi (saya masih menyebutnya toko walau sekarang dikenal dengan supermarket). Acara tersebut tak sempat saya hadiri karena ada di jam kerja dan bubar kantor pun hujan deras, padahal di grand opening tersebut ada acara peluncuran Supernova: Petir yang juga dihadiri penulis Cintapuccino serta Djenar Maesa Ayu.
Tadi sore selepas meeting dengan Si Cheetos Irwan saya menyempatkan melihat-lihat toko buku tersebut yang berada di lantai dua, naik eskalator dekat kafe Excelso, ternyata lebih dekat dari gerbang belakang jalan Hegarmanah. Ruangannya tidak terlalu besar, koleksi bukunya cukup banyak untuk ukuran toko buku impor, dompet pun malu dikeluarkan karena harga bukunya rata-rata Rp150-300ribu.
Cukup menyenangkan berada di bagian koleksi sains fiksi dan fiksi, koleksi Tom Clancy, Isaac Asimov, Stephen Hawking, novel Star Trek dan ada juga trilogi novel tebal tentang Arthurian, The Winter King dan Enemy of God, tapi Excalibur-nya nggak ada, lagi dikubur di pasar baru atau sedang diasah oleh Amen!.
Akhirnya pulang tanpa membeli apa-apa. Dulu tahun 1999 sempat ada toko buku kecil di lantai dasar, saya membeli Elizabeth Marshall Thomas: The Tribe of Tiger: Cats and Their Culture seharga Rp25ribu. Entah ke mana toko itu sekarang.
Sepertinya saya akan jarang ke QB Worldbook ini, sebab saat ini saya tidak membeli buku-buku berbahasa Inggris, selain terlalu mahal untuk dikoleksi oleh saya. Jadi kiblat belanja buku kembali ke Pasar Palasari, toko buku Ultimus atau Gramedia dan Gunung Agung.
Keluar dari toko Setiabudhi jalanan sudah macet berat, sempat lihat spanduk di jalan ternyata di Landmark sedang ada pameran komputer, sampai duduk di depan komputer malah dapat spam dari salah satu member milis Teknologia (oleh Mr. GBT dicatat sebagai orang tercela), jualan produk/jasa IT ke milis. Huh, menyebalkan!