Pengamen Jalanan

Minggu, 13 Februari 2005M
03 Muharram 1426H

Tadi makan ayam goreng nasi uduk di depan Planet Dago (gak persis di depannya), enak lho! Jelang selesai makan datang gerombolan pengamen anak-anak kecil sebanyak enam orang dengan masing-masing satu instrumen musik, tiga gitar, dua biola dan satu perkusi dari kaleng Pocari Sweat diisi pasir.

Stop beri uang, beri kami kesempatanMenggebrak hadirin yang sedang makan secara medley dengan lagu Bond (satu yang badannya paling tinggi jadi komando dengan biolanya, pengen jadi Haylie Ecker kayaknya), berpindah lagu dengan bridge The Final Countdown Europe ke lagu Sakura Fariz RM sekaligus mereka bernyanyi juga, lalu disambung dengan lagu-lagu lain (nggak inget lagu apa aja) dan diakhiri dengan Cindai Siti Nurhaliza.

Receh skala ribuan saya berikan, padahal sangat jarang saya memberi uang kepada pengamen, mungkin karena mereka mengamen secara serius, bukan sekadar menumpuk tutup Teh Botol atau Coca Cola yang dipaku pada batang kayu sehingga berbunyi kecrek-kecrek, masih asing buat saya anak jalanan bermain biola sebab rasanya sulit mencari instrumen biola secara murah (kalo gitar sih banyak). Saya bisa sedikit bermain gitar dan pernah sekali mencoba menggesek biola, ternyata susah walau hanya untuk membunyikan satu nada secara konstan.

Kalau saya pikirkan kadang saya ini tak punya rasa kasihan, jarang memberi uang kepada pengamen jalanan, apalagi pengamen di lampu merah persimpangan (mengamen di jalan tak ada bedanya dengan mengemis). Saya tak ingin memberi mereka rasa kasihan, sebab rasa kasihan akhir-akhir ini sering menjadi arti lain sebuah ejekan, misalnya ungkapan “kaciaan deh lu” sambil meliuk-liukkan telunjuk dari atas ke bawah di depan muka.

Saya ingin peduli (rasa kasih, bukan rasa kasihan) tapi tak bisa berbuat apa-apa secara langsung kepada mereka, sebab masalah pengamen jalanan adalah porsinya pemerintah kota, bukan porsinya person to person. Tak akan saya pungkiri bahwa kepedulian person to person hanya saya lakukan kepada keluarga, teman dan sahabat, atau rekan kerja.

Akhir November tahun lalu ada kampanye Stop Beri Uang, Beri Kami Kesempatan, saya tidak tahu harus bersikap seperti apa terhadap kampanye tersebut, memberi uang salah tapi tak bisa memberi kesempatan.

Komentar

36 komentar untuk catatan 'Pengamen Jalanan'

  1. #1
    gravatar

    Memang klo melihat yang seperti ini susah juga om, memberi salah, tidak memberi kadang-kadang kasihan. Mudah-mudahan pihak yang mempunyai porsi buat masalah ini bisa nemuin pemecahannya.
    salam kenal:)

  2. #2
    gravatar

    loh ada penampakan A.D.M.I.N. nusagames?

  3. #3
    gravatar

    dalam kasus ini, gue termasuk penganut aliran yang memberi uang. tapi itu juga pilih-pilih, nggak akan gue kasih duit yang gaya mintanya sambil ngancam.

    bukan berarti gue anti gerakan stop memberi duit. intinya, tiap orang punya pendapat berbeda, dan gue cuma berpendapat, duit yang ada di tangan gue ini cuma numpang lewat doang, siapa yang bisa jamin kalau ternyata memang mereka butuh duit buat beli makan saat itu juga atau tidak. yeah i know the concept of easy money, but everyone is entitled to his own opinions.

  4. #4
    gravatar

    Kalau untuk kalangan tuna rungu, gerakan “kasian deh lu” artinya janda. Jadi jangan sembarangan gunakan itu.

    pipit

  5. #5
    gravatar

    Ajakan Tuang Wae kang.

  6. #6
    gravatar

    sama, gue juga bingung. tapi kalo ngasih juga liat orangnya. tapi akhir2 ini gue udah gak kasih soalnya hal itu bisa bikin mereka jadi malas dan gak mikir tuk usaha cari duit dengan jalan lain.

  7. #7
    gravatar

    di kasih syukur ga di kasih juga ga knapa………! lha wong ga da pemaksaan samasekali kok…… itu bwat yang bener ngamennya(pembekalan yang cukup dari lagu dan pengusaan instrumen) gw 4 tahun ngamen dijalan, motif gw dan teman2 ngamen dijalan memang macem2, dari yang sekedar iseng doang, sampe ada yang benar2 menekuni sampai lebih dari 15 tahun ngamen dijalan, yang ngasih pun macem2 dari yang kasihan, takut, sampai benar2 terhibur, respon2 negatif bahkan reaksi yang mengganggu swama halnya juga yang gw rasain juga masalah bwat tmen2 pengamen sendiri(yang bener2 ngamen)kita nggak ngerampok kok, nodong juga tidak maksa juga tidak, karna ulah oknum pengamen(kita mengatakannya seperti itu) maka saat mendengar pengamen konotasinya yaa… kekerasan, ya…narkoba, kriminal, all thing bad, padahal tidak sperti itu keadaannya, tapi kenapa mereka masih tetap di jalan dan bahkan banyak lagi pengamen2 baru berdatangan alasan yang saya temukan adalah”ini cara yang bisa di perbuat untuk ngatasi kesulitan hidup, seandainya ada kesempatan bisa sekolah, dapat pekerjaan dan penghasilan cukup, selesai sudah,

  8. #8
    gravatar

    Kampanye Stop Beri uang, Beri kami kesempatan bagi saya sebenarnya salah. saya tidak setuju kampanye tersebut kenapa? perlu semua ketahui bahwa solusi yang harusnya kita teriakan bersama-sama adalah bagaimana agar bangsa ini bisa menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya untuk angkatan muda. agar tak ada lagi angkatan muda yang bekerja pada sektor informal seperti pengamen. kemudian negara juga harus menjamin fasilitas sosial seperti sekolah gratis bagi seluruh rakyat dinegeri ini. jangan seperti sekarang kesempatan mencara nafkah hanya dimiliki oleh segelintir orang seperti kerajaannya suharto.

  9. #9
    gravatar

    SUBSIDI UNTUK SELURUH RAKYAT!

    Kenaikan harga BBM diatas 100% telah memukul kehidupan kaum miskin kota dan seluruh rakyat. Kenaikan harga BBM menyebabkan harga-harga barang dan jasa membumbung tinggi. Biaya transportasi umum, harga-harga sembako, biaya pendidikan dan biaya berobat melejit sehingga makin tidak terjangkau oleh rakyat miskin. Kenaikan harga BBM juga menunjukan bahwa Pemerintah SBY-Kalla menipu dan mengkhianati rakyat miskin. Anggaran subsidi untuk rakyat miskin dianggap sebagai pemborosan, sementara anggaran negara untuk mensubsidi para bankir korup (yaitu dana BLBI dan obligasi rekapitalisasi perbankan), juga cicilan hutang untuk para kreditur luar negeri yang nilainya ratusan triliun setiap tahunnya justru terus menjadi prioritas dari APBN. Politik anggaran dari SBY-Kalla terbukti mengabdi pada para bankir korup dan kaum imperialis/pemodal asing. Politik dari SBY-Kalla adalah musuh bagi kepentingan rakyat miskin di kota-kota dan juga di desa-desa.
    Landasan yang penuh kebohongan ketika menaikan harga BBM bahwa subsidi BBM tidak menguntungkan rakyat miskin dan memboroskan anggaran terus berlanjut. Saat itu rakyat diberi janji-janji bahwa kenaikan harga BBM tidak akan memberatkan rakyat miskin karena rakyat miskin akan diberi subsidi/bantuan langsung tunai yang kemudian disebut BLT. Realisasi dari BLT ini juga penuh kebohongan.
    Pertama, dari segi golongan rakyat miskin yang akan menerima BLT, dimana hanya rakyat yang berpendapatan dibawah Rp 175 ribu per bulan yang berhak menerimanya. Penentuan tingkat pendapatan dari rakyat miskin yang berhak menerima BLT yaitu pendapatan dibawah Rp 175 ribu per bulan ini menunjukan kebohongan yang berikutnya dari SBY-Kalla. Standar rakyat miskin mereka tentukan secara sepihak. Lalu bagaimana dengan nasib rakyat yang berpendapatan Rp 200 ribu, 225 ribu, 250 ribu yang jumlahnya tidak kalah besarnya, yang kehidupannya tidak kalah sulitnya? Padahal jika kita mengacu pada standar kemiskinan versi UNDP, yaitu orang yang berpendapatan dibawah 2 dollar sehari, maka setengah dari penduduk Indonesia adalah miskin. Bandingkan dengan penerima BLT saat ini yang jumlahnya hanya 15 juta orang! Lalu nasib 80-90 juta rakyat Indonesia yang miskin menurut standar UNDP ini dikemanakan?
    Kedua, dilihat dari besarnya nilai kompensasi dari BLT. Nilai BLT yang hanya Rp 100 ribu jauh dari cukup untuk menanggung beban kenaikan biaya hidup yang harus dipikul oleh rakyat miskin akibat kenaikan harga BBM.
    Ketiga, Politik kependudukan dari SBY-Kalla dan cara pendataan rakyat miskin yang akan menerima BLT. Seperti halnya penguasa-penguasa sebelumnya, politik kependudukan dari SBY-Kalla adalah menindas rakyat miskin kota. Betapa tidak, rumah-rumah dan tempat bekerja rakyat miskin dikota-kota mereka gusuri. Sehingga secara administrasi kependudukan menjadi penduduk yang tidak dilindungi oleh hukum, apalagi pengurusan dokumen kependudukan di kota-kota besar tidaklah mudah, murah dan sering menjadi persoalan yang tidak ringan bagi rakyat miskin kota. Yang juga tidak kalah buruknya penentuan rakyat miskin penerima BLT tidak sesuai dengan kenyataan riil di lapangan, lebih sering berupa penjatahan yang juga sudah ditentukan oleh petugas mereka sendiri, untuk kelurahan ini sekian, untuk kelurahan itu sekian. Jadi tidak berdasarkan laporan resmi dari birokrasi ditingkat paling bawah RT/RW atau kelurahan atau desa.
    Tidak aneh jika penyaluran BLT menimbulkan persoalan sosial yang serius, menimbulkan konflik sosial ditingkat rakyat bawah bahkan hingga menyebabkan korban meninggal dan luka-luka akibat antre, rakyat miskin yang marah karena tidak terdata, BLT yang dikorup oleh birokrasi dikelurahan/desa dan sebagainya.
    Kehidupan kita, rakyat miskin dikota-kota dicekik habis, ditipu, dibiarkan mati perlahan-lahan, dan dipecah belah oleh SBY-Kalla dengan politik kenaikan harga BBM-nya, politik kependudukan dan pengusurannya, dan dengan politik penyaluran BLT-nya.
    Kita, rakyat miskin di kota-kota tidak akan tinggal diam melihat nasib kita yang ditindas oleh Pemerintahan SBY-Kalla dan aparat-aparatnya. Menjadi sepantasnya jika bangkit berjuang merebut hak-hak kita, bahwa kita punya hak di dalam APBN –bahkan harus mendapat prioritas karena golongan kita adalah yang terbesar dari seluruh lapisan penduduk di negeri ini, bahwa kita punya hak untuk bertempat tinggal, bekerja dan bertahan hidup. Menjadi sepantasnya jika kita bangkit berjuang melawan Pemerintahan SVBY-Kalla, melawan bangkir-bangkir korup yang dilindungi-nya, melawan kaum imperialis yang menjadi tuan modalnya SBY-Kalla. Perjuangan kita pasti meluas karena nasib saudara-saudara kita yaitu kaum tani, rakyat miskin di pedesaan, juga kaum buruh tidak kalah buruknya dengan nasib kita. Mereka pasti bersuka cita untuk bersatu bersama kita melawan rejim penindas rakyat miskin. Pengalaman dan tindakan dari SBY-Kalla, juga penguasa-penguasa sebelumnya memberikan pengetahuan dan juga keyakinan pada kita bahwa rakyat miskin sendiri, rakyat miskin yang bersatu pada saatnya dan sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk berpolitik, berorganisasi, berjuang, dan berkuasa sendiri. Atau nasib kita akan terus diinjak-injak dan ditipu!

    Mari kita rebut hak-hak kita!:
    1. Batalkan kenaikan harga BBM!
    2. Subsidi untuk seluruh rakyat miskin!
    3. Pendidikan gratis hingga perguruan tinggi!
    4. Kesehatan gratis untuk seluruh rakyat!
    5. Stop bayar hutang luar negeri hingga rakyat sejahtera!
    6. Industrialisasi dalam negeri untuk lapangan Kerja bagi seluruh Rakyat!
    7. Jaminan hukum, dan subsidi untuk sektor informal!

    Slogan Perjuangan:
    Harga-harga naik, BBM naik, SBY-Kalla turun!
    Turunkan SBY-Kalla, Rejim Penindas Rakyat, Kakitangan kaum imperialis!
    Bangun Pemerintahan Persatuan Rakyat!

  10. #10
    gravatar

    memeng betul klo bahas pengamen ga ada ujungnya, tidak kita pungkiri banyak pengamen yang hasil kerjanya itu dipake buat poya2, langkah ruginya mereka itu. sudah kepanasan kedinginan malh pendaptanya itu di sia2in. saya pernah wawancara dengan seorang pengamen kecil dia menjelaskan bahwa penghasilanya di berikan kepada ibuny buat makn adik2nya sungguh kagum dan iba sya mendengarnya. saran saya jangan klah memandang semua pengamen jalanan itu berengsek.

  11. #11
    gravatar

    o..yaa aq pernah nemuin jua klu hasil ngamen dipake untuk poya2 utamanya minum2an keras, uh sayang banget yaa…. tapi ada pepatah komentar itu enak tapi action nya itu lho……..
    gimana tindakan kita sebagai orang yang saat ini sadar akan hal itu….
    bengongkah kita karena moralitas bangsa kita
    atau mungkin gembira dengan hal itu…
    oh Tuhan…….
    Ampunilah kami….

  12. #12
    gravatar

    Yazid dan Penghancuran Islam melalui mass brainwashing…

    Dari sekedar chatting dengan seorang pimpinan Bikers Tangerang,
    Judul asli: Pergeseran budaya yang diciptakan
    sub Judul: konspirasi besar dengan pengkondisian (judul topik blog ini diabaikan saja)
    Pembuktian: Kalo di amerika anak kecil umur 9 tahun…

  13. #13
    gravatar

    tolong perhatian dari pemerintah untuk pengamen jalanan………

  14. #14
    gravatar

    gw saat ini emang lagi gemar2 nya memperhatikan yg namanya anak-anak jalanan .
    gw pribadi seh terkadang mau juga memberikan karna menurut gw..ngamen itu juga sebuah usaha yg perlu di hargai..mreka ga cuma asal menadahlkan tangan aj..mreka punya modal suara dan alat..gw seh fine2 aj..terlepas uang yg didapat itu digunakan utk apa…ya yang penting mreka udah berusaha untuk menghidupi perut yg cuma sejengkal itu.
    tp gw juga setuju seh kalo emang ada lahan yg lebih baik buat mereka..kenapa ga di kasih dukungan..”pengamen jalanan juga manusia” yang pengen hidup layak seperti orang2 yg lainnya

  15. #15
    gravatar

    anak jalanan!!!
    keep your dream!!!
    gw juga anak jalanan…gw juga pengamen
    bwt orang2 kaya jangan lupa kasi kita2 jangan dimakan sendiri
    perlu kalian semua tw qt emang pengen punya banyak uang tapi g pengen hidup kayak orang kaya,jangan pernah berpikir kalo hidup kita ter gantung sama kalian…!!!

  16. #16
    gravatar

    hidup engkau pengamen jalanan!!!!!!!
    lewat lantunan lagumu, suarakanlah ketimpangan yang ada di sekitar MEREKA.

  17. #17
    gravatar

    haiii semuanya aku ini jga anak jalanan malahan aku tidak pernah sekoalah
    aku tiap hari jg ngamen sampai sekarang tpi mengapa diri kami selalu tersingkir
    kami selalu mendoakan untuk orang yang kaya semoga anda sukses selalu dan tak usah ingat kami karena kami anak yang hina kami sebagai anak jalanan jg punya harga diri.kami selalu resah oleh pemerintah kenapa kami selalu di kejar2 oleh petugas.padahal kami tidak pernah melakukan kejahatan.
    kami ini pengamen bukan perampok.trs kalo kmi ga di kasih uang terus makanya pake apa????

  18. #18
    gravatar

    Pengamen Jalanan Juga Manusia

    saya memiliki begitu banyak teman yg berprofesi sebagai pengamen jalanan. siapa bilang hidup di jalanan enak. mereka juga kadang bosan tapi tak ada pekerjaan lain yg ditawarkan, banyak kekerasan dijalanan, ketidak adilan, menghirup asap knalpot atau panasnya matahari, hausnya tenggorokan padahal segelas air putih harganya begitu mahal. dinegara maju, mereka memiliki jaminan sosial untuk orang miskin, memiliki banyak tempat tidur di gereja, di panti sosial yg bisa digunakan utk tidur dan sedikit makanan pengisi perut yg lapar.

    bila kita atau negara telah dapat memberi kelayakan utk orang2 miskin, bolehlah kita tak memberi meskipun ada manfaat dari memberi, yaitu dihindarkannya musibah pada hari itu. di indonesia, bahkan masjid, gereja menolak mereka, takut kotor, padahal ruhani mereka akan tergerak dengan sedikit kebaikan.

    jangan dekati mereka dengan ilmu dan kesombongan kalian, ilmu akan menakutkan mereka. dekatilah si miskin dengan budi baik, maka cinta akan terasa, dan mudah menunjukkan pada mereka bahwa Allah adalah maha Pecinta. Bila kita belum bisa memberikan mereka pekerjaan yg layak, maka memberi taklah mengapa. akan tiba hari dimana ketika kita ingin memberi, tak ada yg mau menerima. bagimana kita bisa merasakan nikmatnya harta dan penghasilan, bila kita menutup mata terhadap kemiskinan.

    bagi teman2 dijalanan, ketika kalian lapar dan tak ada makanan untuk hari itu, ada hak kalian untuk mendapatkan makanan dari siapapun. tetapi ketika penghasilan kalian pd hari itu telah mencukupi utk makan pada hari itu, pulanglah. jangan mencari kekayaan dari hasil mengamen atau meminta2. tal layak menabung dan menumpuk kekayaan dari meinta. tapi apakah merteka dapat menabung sedangkan harga melambung tinggi, sakit panas hujan silih berganti.

    Mari Kemari, Datang..Datanglah
    Mari kemari datanglah siapapun dirimu.
    Pengelana, Peragu, dan Pecinta mari..kemari datanglah
    Tak penting kau percaya atau tidak..
    Mari, kemari … datanglah

    Kami bukanlah caravan yang patah hati …
    atau pintu-pintu dari keputus asa-an,
    Mari kemari datanglah…
    Meski kau telah jatuh ribuan kali,
    Meski kau telah patahkan ribuan janji,
    Mari kemari…datang… datanglah sekali lagi…

    ( Mawlana Jalaludin Rumi )

    kami mengundang teman2 jalanan, berdzikir mencari cinta yang tak pernah mati. cinta sejati para kekasihNya. mari kemari datang..datanglah. kami adalah shelter bagi cinta kalian, kami adalah oase danau penyejuk bagi kekeringan hati kalian, mari datanglah wahai teman yang mulia.

    arief hamdani
    Rabbani Sufi Institut Indonesia
    http://www.mevlanasufi.blogspot.com
    Tariqah Naqshbandi Haqqani Sufi
    Shelter Cinta bagi Teman Jalanan
    - Jl Vila Terusan No 16a, Cinere Mas, Jakarta ( Dzikir Setiap Rabu Malam, gratis makan malam )
    - Jl Hanglekir, Sanggar PKK, GSJ Bulungan, dibelakang kolam renang Bulungan CSW ( Dzikir setiap Senin Malam, Gratis makan malam )

  19. #19
    gravatar

    ya kalo ada yg ngamen kasih lah,mereka kam bth mkn,apa susahnya sih ngasih uang receh doang…

  20. #20
    gravatar

    pengamen2 kayak gitu harus dikembangin tuh!!!
    harusnya para pencari bakat ngelirik dari jalanan!!!!
    kali ja bisa jadi terkenal!!!hehehehe

  21. #21
    gravatar

    hmmffff.. bicara soal pengamen jalanan, saya merasa punya tugas, yang awalnya hanya sekedar buat tugas di kampus aja sebagai profil sebuah lembaga sosial yang bergelut di bidang penampungan para pengamen jalanan untuk menjadi musisi kawakan (dan ini hanya wacana aja untuk memenuhi tugas kuliah, dan ceritanya di sini saya sebagai Public Relations). Tapi setelah mengetahui all about “pengamen jalanan” dari berbagai referensi yang saya peroleh, mungkin “wacana” tadi bisa menjadi terealisasikan apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, para musisi terkenal, dan tentunya yang merasa care dengan nasib para pengamen jalanan. Kenapa ga` ..kita memulai membangun mental anak bangsa melalui karya seni yang agung. Toh ga sedikit dari mereka (red-pengamen jalanan) yang memiliki bakat seni yang luar biasa dan mau serius mengembangkannya apabila diberi kesempatan. dan menurut saya kampanye STOP BERI UANG, BERI KAMI KESEMPATAN bisa menjadi motivasi untuk mereka menjadi lebih maju lagi.

  22. #22
    gravatar

    pada dasarnya, manusia itu dipengaruhi oleh lingkungan (Behaviorism) John Lock.
    inilah yang terjadi pada generasi bangsa di Negeri kita ini.
    prilaku memberikan uang kepada pengamen jalanan itu adalah suatu perbuatan yang sia-sia (tak bernilai). karena tidak akan memberikan perubahan apapun terhadapnya. karena ini adalah tanggung jawab kita bersama, maka secara kolektif kita harus berbuat dari mulali pemerintah (fakir miskin dan anak2 terlantar ditanggung oleh negara), sipil (menciptakan lapangan kerja dan mempekerjakan mereka), dunia pendidikan untuk membenahi kognisi mereka hingga mereka dapat berfikir sehat, misalnya pendidikan alternatif (Eko Prasetyo, Kak seto) sampai ke Faulo Frere (tujuan akhir dari pendidikan adalah memanusiakan manusia)

  23. #23
    gravatar

    kebetulan saya lagi mo bikin Tugas Akhir berupa komik tentang pengamen di kota padang.
    Nah saya harus tiap hari memperhatikan gerak-gerik mereka (pengamen). Bahkan saya sempat beberapa kali ikut mengamen bersama mereka.
    Lumayan banyak saya tahu tentang pengamen…antaranya pengamen lampu merah,pengamen tepi laut, pengamen bus kota,pengamen bus antar kota dan pengamen cafe.
    Bermacam tingkah laku mereka…
    Ada yang sekadar ngamen,ada yang seraya memaksa, bahkan ada yang nggak mau pergi sebelum di kasih uang.
    Namun,bagaimana pun mereka… mereka tetap saudara kita.. korban dari kejamnya hidup ini.

  24. #24
    gravatar

    mengapa kita membiarkan bibit-bibit indonesia terlantar? mana? dimana? wakil rakyat yang menjanjikan kemerdekaan bibit-bibit indonesia? semua hanya omong kosong yang tak ada habisnya.
    sebenarnya saya mau melakukan sesuatu tapi apa? kita memberi kasih kepada mereka tapi mereka salah mempergunakan kasih dari kita. mau jadi apa indonesia nanti? hanya ada orang-orang yang picik,licik ‘mempergunakan’ anak-anak untuk mencari makan.
    munkin saya hanya anak 12 tahun yang tak tahu apa-apa tapi anak-anak itu… seumuran dengan saya jadi saya bisa merasaakan bagaimana susahnya mencari makan di saat seharusnya mereka sekolah….
    terima kasih.

  25. #25
    gravatar

    bnyk sekarang mah yang menjadikan ‘tangan dibawah’ itu sebagai profesi mereka.
    kita tidak usah bingung mw memberi atau tidak karena semuanya berdasarkan ketulusan hati, iklas apa enggak. sebaiknya sebelum memberi kita kita amati dulu apakah seseorang yang sengaja meletakkan tangannya di bawah itu benar2 seorang pengemis atau tidak, misalnya lihat dulu dr pakaiannya atau apalah yang menurut kalian benar.

  26. #26
    gravatar

    sugguh tragis anak-anak jalanan. tak digubris,tak diacuhkan manusia sekalipun mereka tau, mereka dengar. namun aku salut banget padamu meski di bawah terik panas matahari dan dinginnya malam, lantunan suaramu nan merdu dan terkadang menyayat hati demi mencari recehan-recehan uang orang-oorang kikir untuk makan dan keperluan hidup mu. aku tau, kalian tak mau dikasihani oleh orang-orang sombong. tapi harus bagaimana lagi cara kalian untuk mencari makan???
    karena itu, tolong dengan sangat. gunakan kepercayaan dan keilkhasan kami berbagi rezeki kepdmu untuk tidak digunakan yang tidak-tidak.
    aku tau perjuangan kalian, namun kamu juga harus tau kalo kami ikhlas memberinya dan ingin uang itu kalian pergunakan sebaik-baiknya. tidak untuk hal-hal maksiat.
    aku sayang kalian.

  27. #27
    gravatar

    klo ngomongin tentang anak jalanan memang paling prospektif untuk di bicarakan….anak jalanan ngk bsa kita anggap remeh dengan sebelah mata di karenakan anak jalanan juga manusi loch…………

  28. #28
    gravatar

    klo kta saya pengamen itu bisa di bilang pekerja kers loh….. dan mereka slalu berusaha untuk mencari uang dgn halal dri pada mencuri, memang kita sering kali terganggu akan kehadirannya tapi mereka semua juga butuh makan untuk hidup jadi tak ada salahnya klo kita memberinya sedikit uang receh……..//////////

  29. #29
    gravatar

    gwe jg prnah ngerasain jadi pngamen,
    duh rasanya perih bgt, trnyata cari uang itu tx semudah membalikan tangan.
    tpi karna semangat kebersamaan dari teman2 rasa cape dan malupun jd gx ada…

    cheers!

  30. #30
    gravatar

    [...] So, fikirkan lagi kalau mengamen itu adalah melakukan sesuatu yang halal. Baca artikel terkait di http://yulian.firdaus.or.id/2005/02/13/pengamen-jalanan/ [...]

  31. #31
    gravatar

    minta ijin untuk ambil gambarnya yaa..

  32. #32
    gravatar

    Upu ae rek iki? jok umek ta yo?……. sabar yo kabeh sing salah iku yo rezim deweh duduk pengamene. gagagagagagagaga ngunu ae bingung.Onoke pengamen yo sopo sing mulai? lak yo negoro kere dewe kan sing mulai gawe arek2 nang dalanan? lha sak iki sopo sing merintah negoro? lak yo president karo sak gedibale kan? lha ngunu loh rek cah gagagagagagaga Wes au g kakean kumentar… ngene ae sing penting ayo jalani uripe dewe2 tapi ijek peduli karo sing dikalah2 karo sing gede OK? Salam ART MERDEKA . Mari ngene tak gawe website sing nunjuke pengamen iku g mek sampah embongan tok. Hidup kaum miskin kuto!!!!!!!!!!!! pak admin jangan di tulak loh yo tulisan iki? suwun pak admin gagagagagagagaga

  33. #33
    gravatar

    Kalo ngomongin anak jalanan emang sedih banget yah……soalnya tiap hari pasti banyak banget peminatnya !!

    Apa kamyu berminat ?? kalo iya daftar ke akyu yah..

    Cuma kena pajak 10% doang ko..Akyu baik kan,,,hehehe

  34. #34
    gravatar

    Hm pemerintah cuma bisa ng0ceh ja, buat perda cuma buang2 duit klo d sahkn yg buat proposal perda psti buang nafas lega, dn cari ide lg buat praturan perda lainnya. Panti2 sosial hanya buat tampungn tp tdk dpekerjakn buat sipengamen yg kna razia, sbab klo gda yg di tangkap lalu gaji buta pns panti hmm.. 1orang 50rbu tiap tangkap,. Dn sya brharap para donatur jngn mmberi uang pd yayasan2 yg mngatas namakan anak jalann mreka smua hanya mmanfa,atkn,, klo mw ngasi duit mndingan langsung j m sipengamen buat m0dal usaha.. Dn pemerintah jngn asal buat peraturan2 yg tk layak, krna lebih banyak PNS daripada pengamen.. Hmm

  35. #35
    gravatar

    menurutku pemerintah indonesia ga tau diri bgt,pura2 tak melihat pura2 tak mendengar,banyak anak yatim piatuyg tdk dpt pendidikan sama sx,padahal merekan hrs tanggungan negara,anak jalan di kejar2 kaya maling coba lht korupsi yg sehrsnya di gantung mala enak2,basmi koruptor,koruptor anjaing,yamar,yamaniuk,kawl,bedebah,smg koruptor kena strouk semua,amin

  36. #36
    gravatar

    saran gue^bersihkan anak2 orasi dari selatan and khususu nya blok m

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.