Candra Kirana

Kamis, 3 Februari 2005M
21 Dzulhijjah 1425H

… yaitu menyerahkan diri kepada Braja Nata.

Tentu saja keputusan Kelana Jayeng Sari ini membuat kaget Prabu Jayawarsya, namun keputusan tersebut tak bisa ia tolak juga mengingat Kadiri tak menginginkan adanya perang saudara. Ketika utusan senapati Arya Suralaga kembali ke perkemahan, Prabu Braja Nata pun terkejut dengan mudahnya Kelana Jayeng Sari menyerahkan dirinya. Selain itu Arya Suralaga melaporkan bahwa seluruh penduduk sedang mempersiapkan upacara pernikahan, tak ada tanda-tanda siap berperang dengan Janggala.

Kelana Jayeng Sari berdua dengan Kebo Pandogo akhirnya mendatangi perkemahan Braja Nata, ketika sampai Prabu Braja Nata terkejut, heran, gembira, terharu bercampur aduk, sebab yang ia lihat adalah Raden Panji Waneng Pati bersama Patih Prasanta. Seluruh tentara Janggala gembira dan langsung memasuki ibukota Kadiri, bukan untuk berperang tapi untuk melangsungkan cita-cita ayah mereka dulu, menyatukan Janggala dan Kadiri melalui pernikahan Panji Waneng Pati dan Dewi Sekar Taji.

Raden Panji akhirnya menyadari Candra Kirana telah menerangi dirinya, dan kini Dewi Sekar Taji-lah candra kirananya.

Dirangkum dari buku Ajip Rosidi: Candra Kirana, 1961 (Pustaka Jaya cetakan ketiga 1983)

Ajip Rosidi: Candra Kirana

Halaman: 1 2 3

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

14 komentar untuk catatan 'Candra Kirana'

  1. #1
    gravatar

    zzzzzzzzzzzzzz juga ah

  2. #2
    gravatar

    guwa bacanya skipskip

  3. #3
    gravatar

    Wah, bang Jay termasuk penggemar sejarah yah. Kebetulan saya minggu lalu ngobrol-ngobrol dengan rekan dari Padang kata dia Gajah Mada itu orang padang, karena di jawa tidak ditemukan kosa kata Mada, sebaliknya di Padang ditemukan kata tersebut.
    Ada komentar? atau malah barangkali punya literaturnya?

  4. #4
    gravatar

    wah, nggak tahu tuh kalo kata ‘mada’ berasal dari Padang. kalaupun Gajah Mada bukan orang Jawa asli ya wajar-wajar saja, toh sebelum era Majapahit pelayaran dan migrasi di sekitar kawasan Asia Tenggara sudah terjadi.

  5. #5
    gravatar

    Kang Jay Suka Ngadongeng,
    kayak Uwa Kepoh ( Radio Sinta Buana, BDG).
    Besokmah Ceritain Si Rawing atuh atawa Babad tanah Leluhur.

  6. #6
    gravatar

    Saya menunggu lanjutannya nih ;-)

  7. #7
    gravatar

    sudaaah, sudah selesai.

  8. #8
    gravatar

    bagus juga neh ceritanya…gimana klo bang jay muat juga cerita ttng “SINGGASANA BRAMA KUMBARA”n”TUTUR TINULAR BANG!!

  9. #9
    gravatar

    [...] Keteraturan peredaran bulan pun menjadi dasar perhitungan penanggalan, seperti kalender Cina, Jawa, hingga kalender Hijriyah. Para nelayan secara empiris menghindari air laut pasang karena faktor gravitasi bulan, selain angin darat dan angin laut yang secara teratur bergantian antara siang dan malam. Mereka tak tahu ilmunya, tapi mereka menjiwai gerak alam secara turun temurun. Sastrawan pun mengabadikan purnama dalam karyanya, seperti Candra Kirana, meskipun para perempuan kini sudah tak suka bila wajahnya disebut seperti bulan purnama. Tak terhitung musisi lainnya mengabadikan indahnya bulan dalam lagu-lagu mereka. Bahkan hingga dalam film, seperti metafora pada Bulan Tertusuk Ilalang. [...]

  10. #10
    gravatar

    MADA ADA LAGI ARTINYA DI JAWA (TANYA DONG KARO WONG JAWA)

  11. #11
    gravatar

    Pak.. mohon maaf sebelumnya..
    Apakah saya boleh minta sejarah nya Killi Suci
    Terimakasih

  12. #12
    gravatar

    Adalah selayaknya kita memberi komentar dengan bahasan yang juga memberi arti, sekiranya itu adalah benar maka baiklah, sekiranya itu ada beberapa bagian yang atidak sesuai dengan kenyataannya, maka ada baiknya kita memberi masukan atau sanggahan dengan data yang baru agar bisa diperbincangken.
    Aken tetapi sepatutnya apa yang di publikasikan adalah telah melalui proses kajian ilmiah.

    Semoga padi kuning padat berisi hingga masa dituai
    Semoga kesejahteraan yang seperti ini menjadi nyata

  13. #13
    gravatar

    Pengen mengupas siapa sebenarnya Dewi Anggraeni tersebut dan apakah punya nama lain?

  14. #14
    gravatar

    WAH..CERITANYA UASIK JUGA TAPI KALO ADA CERITA CALONARANG GW LEBIH
    TERTARIK APALAGI KALO TAHU POSISI DESA GERIH….KALAO GURAH ADA..

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.