Celoteh Roy Suryo di Majalah Tempo

Selasa, 1 Februari 2005 M
19 Dzulhijjah 1425H

Hari ini ada berita mutakhir soal bapak yang katanya pakar K.R.M.T. Roy Suryo Notodiprojo menulis di surat pembaca Majalah Tempo dengan judul Friendster dan Blog Palsu. Isinya sebagai berikut (saya komentari perparagraf):

Roy Suryo dengan gadgetnya

Sekarang di Internet lagi populer Friendster dan Blog, sampai-sampai ada anggapan bahwa setiap orang harus memilikinya. Tanpa bermaksud menghalangi rekan-rekan yang masih saja mau percaya kepada tren sesaat tersebut, saya hanya ingin tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan. Karena itu, saya tidak pernah bergabung dalam Friendster. Banyak sekali identitas di sana yang ternyata palsu (terutama para public-figure) dan hanya dipakai untuk menarik orang lain bergabung dalam Friendster-nya.

KRMTRSN tidak tahu menahu dan tidak mau tahu sebuah konsep social networking. Sebuah aplikasi social networking adalah aplikasi jejaring sosial yang sangat jauh lebih berguna dari yang pernah ada seperti channel di IRC atau sebuah mailing list. Ia hanya melihat sisi buruk yang sebenarnya bukan sesuatu yang buruk. Ia tak pernah mau mengakui nilai transparansi sebuah aplikasi social networking telah mengubah pandangan pengguna dalam berinteraksi di internet secara sosial. Mungkin ia tak pernah tahu banyak pengguna aplikasi tersebut seperti Friendster telah mempertemukan teman sekolah yang telah berpisah lama tanpa kabar, bahkan teman bermain di TK (seorang teman saya yang buta dan minder terhadap komputer berhasil menemukan teman-teman sewaktu masa kecilnya, dalam waktu singkat bertemu darat dan mengatakan Friendster itu sinting!, sebuah pujian menurut saya).

Ia pun tak tahu menahu tentang blog, baginya blog hanyalah sebuah media curhat di internet, dan ia merasa seolah-olah komunitas internet mengharuskan dirinya membuat sebuah blog. Amal melalui blog #direktif-nya menuliskan pendapatnya sebagai sebuah saran yang bijak dalam membangun sebuah kemajuan budaya dalam internet, selain menurut saya adalah sebagai tantangan terbuka kepada KRMTRSN untuk unjuk gigi yang sebenarnya tentang narsisme kepakarannya dalam internet dan multimedia.

Apa yang ditulis oleh KRMTRSN hanyalah sebuah katarsis karena ia orang di luar Friendster dan dunia blog, tak tahu soal Friendster dan berkomentar sinis terhadap Friendster, tak tahu soal blog dan berkomentar sinis terhadap blog. Sebuah komentar yang busuk untuk seorang figur publik yang kadang sering disebut sebagai public relation yang dekat dengan masyarakat, namun bukannya hubungan baik yang diciptakan tapi sebuah kontra terhadap hubungan antar masyarakat yang sedang menyisihkan sebuah kesenjangan digital — sebuah digital divide.

Sekali lagi saya hanya bisa berharap agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertipu oleh ulah para oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah melakukan character-assassination terhadap pribadi-pribadi tertentu. Jadi, kalau sampai sekarang memang masih saja ada yang percaya kepada hal-hal yang lagi ngetren tersebut, terserah saja, itu adalah hak pribadi seseorang.

Subjek mana yang menjadi korban character-assassination? Yang saya lihat hanya satu, yaitu KRMTRSN sendiri yang berada di luar Friendster. Jadi kalimat di atas juga adalah sebuah katarsis seorang pribadi yang merasa sedang dicemooh oleh masyarakat digital Indonesia di sebuah komunitas yang bernama social networking application dan blog. Sekarang saya bertanya, “Siapa yang melakukan character-assassination kepada Sukma Ayu?“, “Siapa yang memancing di dalam kedukaan seorang figur publik cantik untuk menjadikan dirinya eksis sebagai pakar multimedia?”, “Siapa yang memancing di air duka gempa bumi dan tsunami di Aceh?”.

Mungkin perlu juga disampaikan, dewasa ini banyak upaya untuk merusak citra Internet dengan membuat hal negatif di Internet dalam berbagai cara. Oleh karenanya, masyarakat perlu berhati-hati. Paling parah adalah banyaknya kasus carding (pencurian kartu kredit dengan memalsukan identitas) via Internet.

Budaya dan teknologi baru selalu menimbulkan konflik, kegunaan bisa saja bergeser kepada kriminal dan ia hanya bicara tanpa karya, ia hanya menghujat IT-KPU dengan argumentasi bodohnya tentang mesin fax terhadap sistem digital internet KPU, ia berkata 68% data Friendster palsu tanpa fakta yang akurat dan resmi dari pihak perusahaan Friendster, ia berceloteh tentang Linux tanpa ia tahu Linux itu apa. Siapa yang lebih merusak citra internet, seorang script-kiddies yang men-deface sebuah situs ataukah seorang figur publik yang menyebarluaskan argumentasi bodoh?

Selama ini saya selalu menggunakan email roy@indo.net.id (meski dahulu sempat memakai roy@ugm.ac.id dan kini masih dalam proses reaktivasi). Saya sengaja tidak membuat Blog atau homepage pribadi karena memang tidak merasa perlu ikut beberapa model layanan yang mungkin masih dianggap tren bagi seseorang, tetapi sudah dianggap norak oleh masyarakat lainnya.

Basi. Kalimat ini terlalu sering diulang-ulang di berbagai milis. Ia punya seribu alamat email pun tidak akan ada yang peduli, dan kasihan sekali ia hidup di internet hanya menggunakan satu email dari ISP dan satu email almamaternya yang ternyata harus direaktivasi demi menjaga sebuah gengsi tanpa arti bahwa email gratisan tidak memiliki kompetensi.

Semoga dunia Internet kembali seperti sediakala dan tidak ada yang menjadi korban oknum-oknum yang (mungkin) tidak menginginkan masyarakat Indonesia menjadi lebih maju dengan kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi Internet tersebut.

KRMT Roy Suryo Notodiprojo
Jalan Magelang Km. 5 No. 8
Yogya

Sediakala seperti apa? Apakah seperti dulu hanya orang-orang yang beruntung mendapat akses internet secara mudah di kampus atau pekerjaannya saja? Budaya dan teknologi internet berkembang lebih pesat dari apa yang sedang kita pikirkan hari ini, kemajuan teknologi melesat secepat elektron dalam chip-chip CPU, dan ia bertahan dengan 1-2 alamat emailnya, Eudora versi kunonya dan menganggap blog hanya sebuah tren yang katarsis, sedang ia sendiri menulis secara katarsis di surat pembaca tersebut. Pak K.R.M.T. Roy Suryo, anda sangat egois, narsis dan apatis!

Hi Roy!

Komentar

100 komentar untuk catatan 'Celoteh Roy Suryo di Majalah Tempo'

  1. #1
    gravatar

    bodo ah gua dapat alamat rumah pak roy…..
    mau belajar carding ama dia ..besok kerumahnya ….
    hidup carding

  2. #2
    gravatar

    at last aku paling belakang neeeeh:)):)):)):))

  3. #3
    gravatar

    ???????????????????????????????????????????

  4. #4
    gravatar

    ROY SURYO NGGATELI COK!!!!

  5. #5
    gravatar

    roy dudut banget…kk bisa bisanya media sekelas tempo muatin tulis tae gitu..apa di tempo editornya pada gaptek? roy lu jadi mahasiswa gua aza, gua yang ngajarin lu komp. ah..roy, gua yakin lu paling dapat D…tapi berhubung lu terkenal dan berdarah ningrat, gua kasih C

  6. #6
    gravatar

    Itulah masalahnya kalo ada kasta ato peng-kasta-an. Orang yang mendapatkan ‘segala sesuatu’ tanpa jerih payah ato hasil kerja sendiri biasanya akan membuat orang tsb jadi jadi ‘tidak tenang’.
    Dia selalu merasa ‘tidak ada’, tapi tidak rela ‘keberadaannya’ ditiadakan orang.
    Memang dunia ini tempat yang sulit untuk di huni.

    Mungkin bahasa ini rada sulit dicerna. Bagi yang bisa mencerna, renungkan sendirilah…

  7. #7
    gravatar

    mbok wisa cah…
    sing podo rukun
    rasah podo ngelek-ngelek wong liyo
    mbok ngoco.
    aku yo elek, koe yo elek, roy suryo po meneh.

  8. #8
    gravatar

    sory basi banget nih .. br ngasih komentar skr :) cuma mau ngasih pendapat aja, setelah saya bergabung sekian lama dgn FS, saya ketemu sanak kerabat saya di pulai lain. wah sunguh FS itu membantu saya. thx FS. btw banyak lho networking friends lain yang ikut-ikutan FS. itukan artinya FS memang maju :)

  9. #9
    gravatar

    ada yang tahu website milik roy suryo ndak,.,??? mukanya mo tak permak jadi monyet tuch,,.??
    Roy jngan banyak bacot gua nantangin loe nich,.,.

    Salam

    Dewa Erlang

  10. #10
    gravatar

    pada koment apa sehh, biar aja ngomong wong mulut punya dia diri kok gak minjem orang lain kalo finish kan gak ngomong lagi okay broeer clegguk..k ahhh

  11. #11
    gravatar

    tega banget sih kalian menghujat omku…jelek2 gtu dia juga omku maksudnya om2 senang atau yang suka bersenang-senang

  12. #12
    gravatar

    halah…. Yul lw masa rs masih karding jaman sekarang ntu maenan taun 90-an trus ciri ornag norak yg kata si rs itu ampir semuanya gw kena………… lagian RS juga sih cari perkara aja klo gw lom punya anak…. hahaha pikiran gw masih pendek dong sayang aja sekarang gw udah jadi penakut coba ini terjadi pada era 95-2004 gw bantai semua website yg nampilin rs sebagai “AHLI IT” aaah Sh*t……….

  13. #13
    gravatar

    Orang berilmu di benci, orang bodoh kyk yang nulis ini yang bisanya cuma komentar dibela-belain, capeeee deee….., buat yg nulis lo gak usah komentar banyak deh tentang orang, orang mau ngapain terserah dia, mending lo ngapain ke, bikin apa kek yang kiranya bermanfaat buat orang banyak, jgn bisanya kritik, komentarin orang terus, duh nih website gak ada seni nya bangt, cuma item doang hahahaha, katro…katrooo. Asli website elu jelek banget, daripada lo kritik orang mending lo coba deh bikin website elo ini lebih bagus, interaktif & enak diliat, jgn ngomongin orang aja, dosa tau gak…

  14. #14
    gravatar

    eh, mas roy!
    situ ok ?!
    ehehehehehehe~

    Hi Roy!
    *itut ah*

  15. #15
    gravatar

    Kenalkan saya sukro, kalian itu (go)blog + er, ngapain seh pake buat blog2 sama friendster yg isinya palsu semua (KARENA SAYA GA BISA BUAT BLOG SAMA FRIENDSTER –‘), dasar bloger sama friendster tuolol, rata2 friendster itu identitasnya palsu tahu (SEPERTI SAYA YANG “GAPTEK” TAPI NGAKU2 PINTER ). Sekali lagi saya hanya bisa berharap agar tidak semakin banyak masyarakat yang tertipu oleh ulah para oknum yang tidak bertanggung jawab dan telah melakukan character-assassination terhadap pribadi-pribadi tertentu (SEPERTI SAYA YANG SUKA MENIPU ORANG2 INDONESIA , BEGO NGAKU2 PAKAR TELEMATIKA ). Jadi, kalau sampai sekarang memang masih saja ada yang percaya kepada hal-hal yang lagi ngetren tersebut, terserah saja, itu adalah hak pribadi seseorang (SEPERTI PEJABAT2 IDIOT YG PERCAYA SAMA SAYA ^^). “Blog itu satu tren saja. Jadi, seperti agenda yang bisa ditulisi macam-macam. Saya melihat blog sendiri kebanyakan masih berupa katarsis atau tempat curahan emosi,”(EMOSI PARA BLOGER YG KEKI LIAT KEBEGOOAN SAYA >.< ), ungkap dosen UGM (EMANG SAYA PERNAH JADI DOSEN UGM YAH ,BARU TAU SAYA SENDIRI — ‘)

  16. #16
    gravatar

    Dari pertama denger kata2 “PAKAR MULTIMEDIA”, gw dah negh sm ni orang!
    PAKAR?? Paling2 dia sendiri yg ciptain julukan itu..
    narsis abis!!

    Hi roy!

  17. #17
    gravatar

    ihhhh, roy sukro, kita semua udh tau kok bisanya apa…tapi berefek kan sama semua, ternyata tong kosong nyaring bunyinya mujarab juga ya

  18. #18
    gravatar

    Eeitttt….minggir bagi komentator yang ndak punya gelar ningrat. Ini kerabatnya dimas roy mau ngendiko. Wis to, cah bagus, besok lagi kursus bikin blog ya. Ojo nangis, dulu WS 5 dah lulus to????

  19. #19
    gravatar

    Roy Suryo Fakir telematika indonesia….ente bs berkunjung di beberapa site porn indonesia, lansung di teliti sj, ada ribuan foto anak bangsa, apakah itu benar? kami tunggu koment nya di koran mana aja, ntr gw beli d,

    gw kasian juga ma orang ato perangkat negara yg mo percaya dengan dagelan khas yogya mas roy suryo ini.
    indonesia punya banyak pakar yang gak buth pengkuan spt ente, bg gw lo ttp FAKIR TELEMATIKA INDONESIA.

    ketik Roy spasi primbon kirim ke HELL

  20. #20
    gravatar

    Hi Roy!…….Wah Dah 2009 yach. Numpang Keren kaya RS ah..

  21. #21
    gravatar

    yang mengkomentarin banyak banget yach :D

    yang sperti ini malah bikin Om roy tenar,….wkwkwkwk dia malah suka sepertinya yach :P

  22. #22
    gravatar

    ga dibaca ini mah sama Si Omm….kan Norakkkk
    ga kenal internet… soalnya laptop
    cm ada aplikasi word doang…hihhihihhi
    cukup buat nulis Artikel…xixxixixixi

  23. #23
    gravatar

    “Semoga dunia Internet kembali seperti sediakala…”

    Ternyata KRMTRSN anti perkembangan dunia Internet!
    Satu lagi bukti dia benar2 tidak layak disebut PAKAR! Bah!

    Hi Roy! ™

  24. #24
    gravatar

    Itulah masalahnya kalo ada kasta ato peng-kasta-an. Orang yang mendapatkan ‘segala sesuatu’ tanpa jerih payah ato hasil kerja sendiri biasanya akan membuat orang tsb jadi jadi ‘tidak tenang’.
    Dia selalu merasa ‘tidak ada’, tapi tidak rela ‘keberadaannya’ ditiadakan orang.
    Memang dunia ini tempat yang sulit untuk di huni.

    Mungkin bahasa ini rada sulit dicerna. Bagi yang bisa mencerna, renungkan sendirilah…
    HI ROY
    #ECHI ANESIA GINTING#
    #SII SONE ELF FANYTATIC#

  25. #25
    gravatar

    Terus pendapat Roy Suryo salah..?
    friendster memang akhirnya terbukti BASI bukan..?
    blog???
    aah sudah tidak semarak 5 tahun lalu bukan..?
    Blog iniun berhenti nulis tahun 2011.. taik lah..

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.