Februari 2005

Font-font Favorit

Senin, 28 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 26 komentar »

Saya cukup banyak mengumpulkan font dalam format TrueType, beberapa saya masukkan selalu ke dalam sistem XWindow melalui fontconfig. Font yang saya kumpulkan banyak berasal dari pencarian di web atau dari sistem operasi dan aplikasi yang menambahkan font baru ke dalam sistem. Bisa dikatakan saya membajak hak cipta pembuat font karena dengan mudah saya mendapatkan font tersebut melalui pencarian di Google. Baca selengkapnya »

Sumber Daya Blog Ini

Senin, 28 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 11 komentar »

Blog ini berada pada server dengan kapasitas rendah, mungkin jauh lebih rendah dari spesifikasi komputer yang anda gunakan untuk mengakses blog ini, silakan tebak, yang berkomentar tepat bakal dapat hadiah account email Google Gmail (masih punya puluhan jatah nih!), mungkin juga untuk anda yang mengakses dari luar negeri kapasitas bandwidth-nya tidak jauh dari besaran DSL ke rumah anda, sedangkan bagi pengakses dalam negeri melalui IIX masih cukup. Baca selengkapnya »

Tag nofollow di WordPress 1.5

Kamis, 24 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 15 komentar »

Google mempublikasikan tag nofollow pada blognya pada 18 Januari yang lalu sebagai upaya mengurangi efek yang menjadi tujuan spammer pada komentar blog. Setiap link pada halaman web yang terindeks oleh mesin pencari Google akan dijadikan parameter, yang disebut sebagai PageRank. Semakin banyak link menuju situs/blog kita maka kesempatan untuk terdapat pada halaman awal dengan kata kunci tertentu akan semakin besar. Baca selengkapnya »

Tasaro: Samita – Bintang Berpijar di Langit Majapahit

Rabu, 23 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 22 komentar »

Tasaro adalah nama pena Taufik Saptoto Rohadi. Ia menulis cerita setebal hampir 500 halaman dalam setting jelang runtuhnya Mahapahit di bawah pimpinan Wikramawardhana. “Samita — Bintang Berpijar di Langit Majapahit” ia beri judul yang dirilis November tahun lalu oleh penerbit DAR! Mizan, Bandung. Buku ini menggabungkan sisi sejarah awal runtuhnya Majapahit, cerita silat seperti Kho Ping Hoo, deskripsi ajaran Islam yang dibawa Laksamana Cheng Ho serta cerita cinta melalui dialog dan pemikiran. Baca selengkapnya »

Kementrian Kominfo Menjilat Bill Gates

Selasa, 22 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 31 komentar »

“Bill Gates Orang Pertama yang Masuk Surga”, demikian kalimat yang dilontarkan oleh Menkominfo Sofjan Djalil, Selasa 22 Februari 2005 di Hotel Shangri La Jakarta dalam acara peluncuran WindowsXP Starter Edition berbahasa Indonesia, yang diliput oleh Detik.

“Orang yang pertama kali masuk surga adalah Bill Gates, karena berhasil memberi nilai tambah bagi teknologi di dunia, ” kata Mudjiono mengutip alasan yang dikemukakan Sofjan Djalil atas kekagumannya kepada pendiri Microsoft itu.

Memalukan sekali pejabat negara atas nama rakyat secara formal menyatakan hal tersebut. Di luar konteks kerjasama dengan Microsoft pun hal tersebut tak layak untuk diungkapkan. Tidak ada jaminan dari manusia bahwa seseorang itu masuk surga atau tidak, dan jika berdalih sebagai doa pun kita tahu kebusukan bisnisnya perusahaan yang didirikan dan dikendalikan Bill Gates. Praktik bisnisnya Microsoft pun banyak yang tidak etis, salah satunya adalah kecenderungan monopoli yang ditentang bangsa ini.WindowsXP Starter

Semenjak proklamasi kita pernah dijajah secara ekonomi, baik oleh negara luar maupun oleh oknum dan gerombolan pejabat dalam negeri. Kini dalam kebebasan ekonomi yang jauh lebih terbuka bukannya kita memberdayakan sumber daya sendiri atau bahkan hingga mengekspor sumber daya dan produk ke luar negeri, sekarang yang terjadi malah menjadi konsumen yang dalam arti terselubung adalah menyerahkan diri untuk dijajah.

“Sejak dua tahun lalu, pemerintah telah meminta kepada Microsoft untuk dibuatkan sistem operasi berbahasa Indonesia, ” kata Tony Chen, President Director PT. Microsoft Indonesia.

Pemerintah rupanya tak pernah melihat sisi strategi jangka panjang untuk kemajuan sumber daya dalam negeri. Sangat tidak perlu mengemis meminta pekerjaan penerjemahan sistem operasi atau aplikasi, bahkan ini bukan ‘mengemis untuk dibayar’ tapi ‘mengemis untuk membayar’, uang siapa jika itu bukan uang rakyat?

Saya sedih, di saat proyek penerjemahan sistem operasi Linux semakin berkembang, selain berkembangnya pengguna Linux dan penyebaran paradigma Open Source di kalangan akademis dan profesional. Satu pejabat penting dan terkait yang tidak hadir adalah Menristek, Kusmayanto Kadiman. Semoga ketidakhadiran Menristek memiliki maksud yang lebih baik dalam menjalankan misi IGOS yang sudah dicanangkan.

Jangan Ragu. Ubah Perilaku.

Kamis, 17 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 8 komentar »

Demikian propaganda Microsoft Indonesia melalui iklannya yang dibintangi oleh Budi Rahardjo dalam iklan cetak majalah koran Bisnis Indonesia. Porsi sumberdaya untuk propaganda –saya lebih suka menyebut propaganda dibandingkan dengan pemasaran– pada vendor-vendor terkemuka memang sangat besar, bahkan sering porsi tersebut memakan persentase besar atas harga yang dibayarkan konsumen kepada produsen produk.

Dengan biaya yang besar bentuk propaganda tersebut menghasilkan iklan yang elegan, namun banyak juga yang bersifatnya hanya angan-angan, ditambah dengan kenyataan seringnya jargon dan slogan propaganda tersebut jauh dari harapan pengguna. Misalnya slogan “Setia melayani anda” yang kini berganti menjadi “Commited 2 U” yang sangat jauh dengan kenyataannya.

Jika mencontoh produk negara lain dalam konteks dunia jaringan komputer umumnya pandai dalam membuat slogan yang lebih realistis dan persuasif, misalnya saya baca dalam majalah Telecommunications volume 39/1 Januari 2005 (gratis lho dikirim tiap bulan, walau telat sebulan nyampenya) ada iklan Huawei Technologies “Partner for networked world” dan NTT DoCoMo “Our Innovation is A Neverending Story”, sebuah slogan sederhana yang tidak bertendensi angkuh.
Baca selengkapnya »

Blog dan Budaya Baca

Rabu, 16 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 40 komentar »

Rekan Benny Chandra sempat diwawancarai melalui telepon oleh Suara Surabaya mengenai blog. Hasil wawancara tersebut menjadi artikel yang dipadukan dengan hasil wawancara dengan Onno W. Purbo dan Roy Suryo.

“Blogger di Indonesia, melihat dari jumlahnya saya kira belum terlalu banyak. Lain lagi ceritanya kalau budaya baca dan penetrasi internet di Indonesia tinggi, saya rasa animo netter untuk punya blog juga bisa semain besar, ” kata ONNO.

OWP berkomentar secara faktual; jumlah blogger relatif sedikit di Indonesia, juga mengungkapkan fakta tentang rendahnya budaya baca dan penetrasi internet di Indonesia. OWP tidak menilai masa depan blog seperti apa, tidak memuji juga tidak menjelek-jelekkan. Faktanya aktivitas OWP berada pada konteks penetrasi internet yang murah kepada masyarakat, seorang evangelist yang tak ingin kesenjangan digital atau digital divide semakin tinggi di Indonesia, meskipun saya menilai OWP sulit menjalankan misinya karena berbasis independen, sehingga pada praktiknya hanya bisa berhasil atas dukungan komunitas.
Baca selengkapnya »

Kevin Mitnick

Selasa, 15 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 31 komentar »

Tepat satu dekade yang lalu, 15 Februari 1995 Kevin Mitnick ditangkap FBI dan dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan menerobos sistem komputer pemerintah tercanggih saat itu. Mitnick adalah legenda hidup seorang hacker sekaligus cracker. Baca selengkapnya »

Hi Roy!™

Senin, 14 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 34 komentar »

Selamat kepada KRMT Roy Suryo Notodiprojo yang telah mendapat anugerah Pesan Cinta dari para blogger Indonesia.

Para blogger ternyata tidak hanya mengritik logika anda supaya anda bertutur lebih logis dan ilmiah, agar anda tidak mempropagandakan sesuatu yang salah. Blogger bersikap seperti itu agar bangsa ini lebih maju dan tidak dibodohi. Hari ini rupanya anda banyak mendapat pesan cinta dari mereka, sebuah emosi untuk anda, sebab blog tanpa emosi adalah tak berjiwa.

Sekali lagi, selamat anda telah mendapat anugerah dari mereka!

Pengamen Jalanan

Minggu, 13 Februari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 35 komentar »

Tadi makan ayam goreng nasi uduk di depan Planet Dago (gak persis di depannya), enak lho! Jelang selesai makan datang gerombolan pengamen anak-anak kecil sebanyak enam orang dengan masing-masing satu instrumen musik, tiga gitar, dua biola dan satu perkusi dari kaleng Pocari Sweat diisi pasir.

Stop beri uang, beri kami kesempatanMenggebrak hadirin yang sedang makan secara medley dengan lagu Bond (satu yang badannya paling tinggi jadi komando dengan biolanya, pengen jadi Haylie Ecker kayaknya), berpindah lagu dengan bridge The Final Countdown Europe ke lagu Sakura Fariz RM sekaligus mereka bernyanyi juga, lalu disambung dengan lagu-lagu lain (nggak inget lagu apa aja) dan diakhiri dengan Cindai Siti Nurhaliza. Baca selengkapnya »