Januari 2005

Aceh Butuh Arsitek Terjun

Selasa, 11 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 11 komentar »

Malam tadi sempat ngobrol jarak jauh dengan bang Erwin, cukup lama 30 menit dari catatan log ponsel. Apa yang diceritakan Erwin sangat memilukan, pilu mendengar cerita kondisi Aceh dan sedih mendengar ternyata profesional arsitek yang terjun ke sana baru 4 orang (3 Bandung, 1 Jakarta) hari Jumat lalu.

Saya belum mendengar arsitek yang bekerja membumi yang terkait langsung dengan bencana di Aceh saat ini. Saya tak malu (juga tidak bangga) beralih profesi ke bidang Teknologi Informasi, tapi saya malu di antara 1000-an dokter, enginer, ribuan relawan lain turun ke Aceh ternyata hanya 4 orang arsitek yang terjun secara voluntir tanpa membawa organisasi atau kelembagaan apapun, sedangkan apa yang saya pelajari di institusi cap gajah tersebut adalah sebuah bidang yang paling manusiawi karena kurikulumnya yang paling multidisiplin dan langsung berkaitan dengan kebutuhan manusia, kebutuhan ruang hidup di dalam ruang yang manusiawi.

Saya kirim tulisan berikut juga ke situs Arsitek, Bantu Aceh Bangkit!:

Baca selengkapnya »

Roy Suryo Memancing di Air Duka

Senin, 10 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 49 komentar »

Waduh, satu lagi yang-katanya-pakar KRMTRSN berceloteh lagi di suratkabar Suara Merdeka. Kali ini dengan nada emosional menuduh tim IT-KPU sebagai pahlawan kesiangan.

“Pahlawan Kesiangan? Julukan yang paling pantas diberikan kepada para ‘pahlawan-pahlawan kesiangan’ bernama Tim TI-KPU itu di daerah bencana. Mengapa begitu, karena baru hari-hari ini saja mereka terjun langsung ke lapangan, ” kata Drs KRMT Roy Suryo Notodiprojo, pakar komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menanggapi Tim TI KPU yang ingin ikut membantu infrastruktur telekomunikasi di daerah bencana, Kamis (7/1).

hi roy!

Saat orang lain bahkan dunia berduka dan bergerak terjun membantu korban Aceh, KRMTRSN hanya bisa OMDO! Nada emosional kepada mereka yang membantu Aceh tidak lebih dari sebuah upaya mencari popularitas di dalam suasana duka. Roy Suryo memang cocok menjadi pakar Komunikasi Popularitas!

Dalam siaran persnya Roy Suryo menyebutkan, kesiangan karena perangkat yang mereka gunakan hanyalah telepon satelit alias sebuah perangkat yang memang sudah jauh-jauh hari dia usulkan. Bahkan semenjak 3-4 jam setelah kejadian gempa dan badai tsunami (Minggu 26/12), melalui radio swasta yang mengontak dia langsung saat itu juga.

KRMTRSN sebagai individu sangat suka dengan siaran pers, saya melihat ini sebagai upaya mencari popularitas juga. Kenapa harus siaran pers? Sebab ia tak suka menulis, hanya ingin bersaing dengan mereka yang sering diliput oleh acara-acara infotainment di televisi.

KRMTRSN juga sepertinya buta informasi, 9 Desember 2004 seluruh perangkat komunikasi satelit KPU diserahkan kepada Depdagri.

WordPress 1.5 Themes

Senin, 10 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 7 komentar »

WordPress 1.3 dan 1.5 (dua-duanya versi beta) mengalami perubahan dalam struktur themes-nya. Sebuah themes tersusun dalam direktori wp-content/themes/namathemes, yang terdiri dari file index.php saja, atau banyak file supaya lebih modular.

Layout blog ini saya ganti themes-nya dengan file-file berikut:
wp-content/themes/white/header.php
wp-content/themes/white/index.php
wp-content/themes/white/comments.php
wp-content/themes/white/sidebar.php
wp-content/themes/white/footer.php
wp-content/themes/white/style.css

Download saja kalau mau mencoba dan mengembangkan themes ini!

Baca selengkapnya »

Arsitek Bantu Aceh Bangkit

Sabtu, 8 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 7 komentar »

Rekan, kolega dan guru saya — Erwinthon P. Napitupulu memulai berangkat menjadi voluntir terjun ke Aceh bersama dengan Ichsan Hardja, Ahmad Gunawan dan Umbu setelah berdiskusi terlebih dahulu di mailing list Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) 30 Desember 2004 yang lalu.

Mereka berempat pergi Jumat siang dengan pesawat StarAir, yang sempat pesawat harus kembali lagi karena bandara Polonia penuh. Tiba di Medan malam hari dan terpaksa harus menempuh jalan darat sabtu sore melalui Langsa ke Banda Aceh.

Situs informasi kalangan profesional arsitektur saya buat (atas ijin para pengurus IAI) di http://bantu-aceh.iai.or.id, untuk memenuhi arus informasi bantuan korban di Aceh dengan konteks khusus bidang arsitektur.

Rekan-rekan arsitek, bergabunglah di situs blog Arsitek, Bantu Aceh Bangkit!
Demi kemanusiaan dan kebangsaan.

Blog Menurut Roy Suryo

Kamis, 6 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 70 komentar »

Ah, yang-katanya-pakar Roy Suryo berceloteh lagi, kali ini di Media Indonesia berbicara tentang blog. Berbicara, bukan menulis! Berikut kutipannya:

Tetapi, pengamat multimedia Roy Suryo menyarankan pengakses internet untuk lebih percaya kepada situs-situs resmi daripada weblog. Alasannya, nilai pertanggungjawaban dari pembuat blog masih terbatas dan sumber penulisannya tidak bisa ditentukan. “Blog itu satu tren saja. Jadi, seperti agenda yang bisa ditulisi macam-macam. Saya melihat blog sendiri kebanyakan masih berupa katarsis atau tempat curahan emosi, ” ungkap dosen UGM ini kepada Media kemarin.(War/B-1)

Hi Roy!
Kesimpulan saya, Roy Suryo tidak membuat blog sebab ia lebih suka bicara daripada menulis, lebih suka didengarkan di forum darat atau televisi saja sebab setelah berbicara dokumentasinya nyaris tidak ada untuk dilacak kembali, salah atau benar yang dikatakan akan lebih mudah dilupakan orang.

Mari tertawa!

Bencana Aceh, Cermin Bagi Kehidupan Berbangsa Indonesia

Kamis, 6 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 15 komentar »

Judul di atas adalah sebuah email yang saya terima pagi ini, entah dari siapa karena saya tak mengenalnya, juga dengan to: yang banyak yang juga tidak saya kenali, satu orang pun. Berikut isi emailnya yang cukup panjang:

BENCANA ACEH, CERMIN BAGI KEHIDUPAN BERBANGSA INDONESIA
Agus Muldya – Indonesia Crime Prevention Council

I. PEMAHAMAN SOAL BENCANA

Aceh jika dilihat dari Istilah yang sudah di pahami banyak pihak adalah Serambi Mekah dan jika dilihat lebih jauh juga bukan hanya benar-benar dideklarasikan sebagai daerah yang kehidupan Islami di deklarasikan tetapi usaha kearah itu sedang diusahakan berjalan. Selain itu jika dilihat dari segi kehidupan Aceh jauh “lebih tertib” dibanding daerah-daerah lain termasuk sektor pariwisata dibandingkan dengan daerah Indonesia lainnya.

Apa maksud yang dikandung dari kejadian bencana ini?

Baca selengkapnya »

Celoteh Pasca Tsunami

Senin, 3 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 19 komentar »

Sebuah forward-forwardan email yang menarik dan sederhana. Entah dari mana sumber pertamanya.

ISTANA PRESIDEN

“Hey, Ajudan!”

“Ya, Pa!”

“Ada gempa dan tsunami menimpa wilayah ujung barat Indonesia. Sangat parah. Cepat sekarang juga kamu ke pasar Glodok, Medan, Batam, Singapur!”

“Lho koq? Bencananya di Sumatra kok malah kesana?”

“Di sana, ada ribuan chainblock (hoist) atau takel di pasar glodok, ada ribuan generator set (genset mini) di pasar Glodok, ada ribuan meter sling (tali kawat baja) di pasar glodok, ada ribuan mesin pemotong pipa, ada ribuan mesin las, ada ribuan filter air, dll, ini daftarnya! Beli dan kirimkan ke tempat bencana. Cepaaat!”

“Mengangkutnya bagaimana Pa?”

“Aduh lambat sekali jalan fikiranmu! Ada ratusan helicopter milik pemerintah dan swasta, kalo perlu pinjem & sewa ke negri tetangga, kirim peralatan tersebut melalui udara, 1-2 hari harus sudah sampai. Makanya punya pabrik kapal terbang jangan didemo melulu dan jangan ditutup! Ini mah malah dijadiin pabrik panci penggorengan… Kamu bisa naik panci ke tempat bencana! Udah tau negara kita kan negri kepulauan, malah ga sadar juga!”

Baca selengkapnya »

Tahun Baru 2005

Sabtu, 1 Januari 2005 / ditulis dalam Tak Berkategori / 2 komentar »

Tak sampai seminggu yang lalu saya berduka untuk Aceh.

Sore tadi saya bergembira menerima secuil rejeki materi. Secuil dari secuil kusisihkan untuk mereka yang menderita. Maafkan, itu tak akan cukup mengganti penderitaan.

Malam tadi saya mendengar berita buruk dari seorang teman, secuil kedua saya sisihkan untuknya. Maafkan, itu tak akan cukup untuk sebuah persahabatan.

Dua jam sebelum tengah malam saya lewati kerumunan hura-hura jalan Dago, sedih di antara pekaknya terompet dan pengapnya knalpot. Kamera pun urung dikeluarkan.

Tahun baru telah tiba. Mari kembali prihatin untuk mereka yang menderita, untuk saudara kita di Aceh.

Demi kemanusiaan dan kebangsaan.