Tragedi Karamnya KMP Tampomas II
Senin, 24 Januari 2005M
12 Dzulhijjah 1425H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Kecelakaan pelayaran nasional yang cukup tragis di Indonesia adalah tenggelamnya kapal motor penumpang KMP Tampomas II di sekitar kepulauan Masalembo (114°25′60″BT — 5°30′0″LS) Laut Jawa (termasuk ke dalam wilayah administratif provinsi Jawa Timur). KM Tampomas II terbakar di laut dan karam pada tanggal 27 Januari 1981, merenggut ratusan nyawa penumpangnya.

Tampomas II berlayar dari Jakarta menuju Sulawesi dengan membawa puluhan kendaraan roda empat, sepeda motor dan 1054 penumpang terdaftar serta 82 kru kapal. Perkiraan mengatakan total manusia di kapal tersebut adalah 1442 orang (perkiraan tambahan penumpang gelap). Dalam kondisi badai laut di malam hari tanggal 25 Januari beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, diduga percikan api timbul dari puntung rokok yang melalui kipas ventilasi yang menjadi penyebab kebakaran. Para kru melihat dan gagal memadamkannya dengan tabung pemadam kebakaran portable. Api menjalar ke dek lain yang berisi muatan yang mudah terbakar, asap menjalar melalui jalur ventilasi dan tidak berhasil ditutup. Api semakin menjalar ke kompartemen mesin karena pintu dek terbuka. Selama dua jam tenaga utama mati, generator darurat pun gagal dan usaha memadamkan api seterusnya sudah tidak mungkin.
Tigapuluh menit setelah api muncul para penumpang diperintahkan untuk segera menaiki sekoci, hal ini pun sangat lambat sebab hanya satu jalan bagi penumpang untuk diturunkan ke sekoci. Sebagian penumpang terjun bebas ke laut menghindari kobaran api, sebagian lagi menunggu di dek dan panik menunggu pertolongan selanjutnya.
Di tanggal 26 Januari Laut Jawa mengalami hujan deras, api menjalar ke ruang mesin di mana terdapat ruang bahan bakar yang tidak terisolasi. Pagi hari 27 Januari terjadi ledakan dan membuat air laut masuk ke ruang mesin (ruang propeler dan ruang generator terisi air laut), yang membuat kapal menjadi miring 45° dan tenggelam 30 jam sejak percikan api pertama menjalar.
Sampai tanggal 29 Januari tim SaR gagal melakukan pencarian karena besarnya badai laut, dan 5 hari kemudian 80 orang yang selamat dalam sekoci ditemukan 150Km dari lokasi kejadian karamnya Tampomas. Estimasi tim menyebutkan 431 tewas (143 ditemukan mayatnya dan 288 hilang/karam bersama kapal) dan 753 berhasil diselamatkan. Sumber lain (pemerintah?) menyebutkan 666 tewas.
Kapal yang dinakhodai oleh Kapten Rifai ini merupakan kapal pembelian dari Jepang. Isu yang beredar adalah kapal motor yang sudah berumur lebih dari 25 tahun yang dibeli dari Jepang (Screw Steamer 6073 tahun 1956 berukuran 6140 GRT [wikipedia]) yang dimodifikasi tahun 1971. Hasil investigasi kapal tersebut adalah kapal bekas yang dipoles dan dijual dengan harga dua kali lipatnya.
Tak ada pejabat yang bertanggung jawab, semuanya berujung dengan kesalahan awak kapal. Hasil penyidikan Kejaksaan Agung yang menugaskan Bob Rusli Efendi Nasution sebagai Kepala Tim Perkara pun tidak ada tuntutan kepada pejabat yang saat itu memerintah, salah satunya J.E. Habibie sebagai Sekretaris Ditjen Perla. Skandal ini kemudian ditutup-tutupi oleh pemerintahan Suharto-Habibie, kendati banyak tuntutan pengusutan dari sebagian anggota parlemen. Dalam suatu acara dengar pendapat yang diadakan oleh DPR-RI tentang kasus ini, Menteri Perhubungan menolak permintaan para wakil rakyat untuk menunjukkan laporan Bank Dunia yang merinci pembelian kapal bekas seharga US$8.5juta itu. Makelar kapal Tampomas II — Gregorius Hendra yang mengatur kontrak pembelian antara Jepang dan pemerintah Indonesia itu juga lepas dari tuntutan Kejaksaan Agung.
Setelah Tampomas pelayaran nasional mulai diwadahi dengan kapal yang lebih besar dan cukup mewah yaitu Kerinci, Kambuna, Umsini dan Rinjani. Dua kali saya pernah nongkrong 25 jam di dek belakang ruang kemudi KMP Rinjani selama perjalanan Tanjung Perak – Makassar, juga perjalanan pulangnya. Sekarang KMP Rinjani dihibahkan kepada TNI Angkatan Laut oleh PT Pelni.
Iwan Fals pun kemudian menulis lagu Celoteh Camar Tolol dan Cemar.
Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan keras melebihi
Gemuruh gelombang yang datangSejuta lumba-lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar Tampomas terbakar
Risau camar memberi saran Tampomas Dua tenggelamAsap kematian dan bau daging terbakar
Terus menggelepar dalam ingatan
Hati kurasa bukan takdir Tuhan
Karena ku yakin itu tak mungkinKorbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa demi peringatan manusiaBukan bukan itu
Aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi karena salah kita sendiriDatangnya pertolongan yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Lamban engkau pahlawan celoteh sang pawangBermacam alasan tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat derita
Dan jerit penumpang kapalTampomas… sebuah kapal bekas
Tampomas… terbakar dilaut bebas
Tampomas… penumpang terjun bebas
Tampomas… beli lewat jalur culas
Tampomas… hati siapa yang tak panas
Tampomas… kasus ini harus tuntas
Tampomas… orang-orang jadi amblas
–Dari berbagai sumber.
Popularity: 7% [?]
Senin, 24 Januari 2005 @ 19:01
Gambarnya makin oke kalo ditambahin Kapal lagi Ngangkut Gunung Tampomas…mas
Jumat, 11 Februari 2005 @ 22:28
Demi memajukan dunia perfilman Indonesia, dan untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang kasus ini, peristiwa terbakar dan tenggelamnya kapal TAMPOMAS II sebaiknya difilmkan seperti TITANIC, dijamin pasti seru!
Sabtu, 19 Maret 2005 @ 10:22
udah lama keterangan tampomas ria cari.
makasih karena udah nulis.ria berniat bikin skenario film’a. tapi berhasil ga yah ria nyelesaiinnya?ria harap bisa, dan ada yang mau bantu….
Sabtu, 19 Maret 2005 @ 11:34
u/ ria gue dukung sepenuhnya sukses untuk mu, doa gue selalu menyertaimu “hidup film Indonesia”
Senin, 21 Maret 2005 @ 14:12
entah inspirasi darimana, saya juga tertarik dan sedang dalam proses membuat skenario film mengenai tampomas, mungkin kita bisa bekerja sama ria?
Jumat, 15 April 2005 @ 3:00
Katanya tampomas bukan terbakar tapi sengaja dibakar/ditenggelamkan:
Sebab:
1. Tampomas dibajo/dibajak, Tampomas banyak bermuatan emas, guci dll
2. Ada Penumpang yang membahayakan negara. Pihak aparat, pelabuan sudah tahu, Sar sudah tahu tapi tidak bertindak ( Cerita kawanku seorang aparat) Untuk menolong.
Jumat, 15 April 2005 @ 3:04
Saya punya rekaman asli suara (Radio), tenggelam kapal tampomas. Tragis, sedih, Ngeri.
Minggu, 19 Juni 2005 @ 15:07
makasih buat semua yang ngedukung ria.
makasih banyak, ria senang ada yang ngedukung.
buat rifki, ria senang banget kalo bisa kerja sama.
hubungi ria yah, ini email ria.
riandut2004@yahoo.com
Minggu, 19 Juni 2005 @ 15:47
makasih buat semua dukungannya, ria senang banget ada yg ngedukung.
buat rifki, hubungi ria yah. ini email ria.
riandut2004@yahoo.com
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 15:41
INI LAGU LAMA PEMERINTAHAN SOEHARTO.SENGAJA MEMANG DITUTUPI KARENA BANYAK ORANG BESAR YANG HARUSNYA BERTANGGUNG JAWAB.
Kamis, 18 Agustus 2005 @ 9:31
bagus! tapi analisis kurang dalam, untuk yg punya rekaman rekaman asli radio, tolong di publikasikan dong, untuk yang punya isu-isu lain tentang Tampomas II di publish juga biar lebih beragam infonya
Jumat, 2 September 2005 @ 8:30
Salah satu dari korban yang selamat dari musibah tenggelamnya kapal Tampomas II adalah Ibu Irma Kaniawati. Beberapa waktu yang lalu, saya dan kru Delta berkesempatan untuk bertemu dengan Irma di kediamannya di Sukabumi Jawa Barat. Ingin tahu cerita selanjutnya?
Perjalanan ke Sukabumi kami lakukan dalam waktu 3 jam, dan di bawah guyuran hujan yang lumayan deras. Setelah mencari alamatnya, kami pun sampai di rumah Ibu Irma yang tampak asri dan tenang di kota Sukabumi. Ibu Irma pun saat naik ke kapal Tampomas II mungkin tidak membayangkan kalau kebersamaannya bersama orang-orang yang dicintainya berakhir di kapal naas itu.
Dari obrolan bersama Ibu Irma, ia menceritakan bagaimana bisa survive dari musibah tenggelamnya kapal Tampomas II. Saat itu Ibu Irma berada dalam Kapal naas tersebut dalam perjalannya dari Jakarta menuju Makassar. Bersama suami dan dua anaknya yang berusia 2, 5 tahun dan 7 bulan ia memulai perjalanan dari Jakarta. Putra pertama tidak diikutsertakan karena sedang sakit di Sukabumi.
Pada awalnya perjalanan dengan Kapal Tampomas terasa sangat menyenangkan, namun tanggal 25 Januari 1981 malam hari, terjadi kebakaran di dek kapal, namun oleh awak kapal penumpang disuruh tenang seperti tidak terjadi apa-apa. Ternyata makin lama api makin membesar, keadaan pun menjadi gawat. Saat itu Ibu Irma sambil menggendong anaknya yang berusaia tujuh bulan, dan suami menggendong anak yang berusia 2, 5 tahun berkumpul bersama penumpang lainnya di anjungan kapal. Tanggal 27 anuari kondisi kapal bertambah gawat dan muklai tenggelam siang harinya.
Saat itulah ia dan suami sambil menggendong kedua anaknya memutuskan untuk loncat ke laut tanpa alat keselamatan karena tidak mendapatkannya. Menurutnya, saat lompat itulah terakhir kalinya ia melihat wajah suami dan anaknya yang berusia 2, 5 tahun. Hingga saat ini jenazahnya pun tidak ditemukan. Ibu Irma berusaha bertahan sambil menggendong bayinya di laut. Namun Tuhan akhirnya mengambil bayi yang baru berusia tujuh bulan itu. Sang bayi pun akhirnya ia lepas di tengah lautan lepas. Ia berpikir bahwa ia harus selamat untuk anaknya yang tinggal satu-satunya.
Setelah berenang selama tujuh jam, akhirnya ia ditolong oleh kapal berbendera Panama. Ia pun dibawa ke Makassar untuk menjalani perawatan. Selama perawatan agar tidak terguncang, ia diberitahu bahwa suami dan anaknya masih hidup. Namun setelah dipindahkan ke Bandung, ia baru diberitahu bahwa kedua anaknya dan suami telah tiada. Mengetahui hal tersebut Ibu Irma seakan tidak percaya dengan kedaan itu. Sekian lama ia mencari ke mana-mana tentang keberadaan suami dan anaknya namun nihil. Kesedihan mendalam ia rasakan selma bertahun-tahun karena musibah tersebut.
Bahkan ia pun sempat merasa bahwa Tuhan tidak sayang kepada dirinya, namun perasaan itu lama-lama ia hilangkan. Ibu Irma juga terpaksa berbohong kepada anaknya yang tinggal satu-satunya mengenai keberadaan Papanya dan kedua adiknya. Namun lama-kelamaan kenyataan tersebut harus dihadapi dan diterima. Berkat bantuan dan dorongan kerabat serta orang tua yang selalu memberikan semangat untuk terus maju, perlahan-lahan Ia pun mulai bangkit. Interaksi dengan lingkungan mulai ia lakukan, meskipun sebelumnya sempat menutup diri. Ibu Irma sadar bahwa ia tidak bisa terus-terusan larut dalam duka.
Perjuangannya bertahun-tahun melawan trauma tidaklah mudah. Hingga kini pun ia masih merasa takut jika melihat kolam renang, apalagi laut! Waktu pun terus berjalan. Sedikit demi sedikit dari keluarga kecil yang tersisa itu berusaha bangkit dan maju menyongsong masa depan. Dengan perjuangan yang berat tanpa, Sang anak pun akhirnya bisa menjadi sarjana, dan kini bekerja sebagai seorang Akuntan di perusahaan swasta. Menurut Ibu Irma, kini ia ingin menghabiskan masa tuanya dengan tenang, walaupun ia tetap saja merindukan sebuah keluarga yang utuh.
Mudah-mudahan sedikit cerita yang kami dapat dari Ibu Irma Kaniwati, seorang survivor musibah tenggelamnya kapal Tampomas II bisa memberikan insipirasi kepada kita semua. Dengan ketegaran, kesabaran dan optimisme, segala kesulitan Insya Allah dapat dilalui.
****** Message from InterScan E-Mail VirusWall NT ******
** No virus found in attached file noname.htm
Virus free!
***************** End of message ***************
————– Ikatan Alumni PKKT, PT. Siemens Indonesia —————
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau
Official Website: http://www.iapkkt.org
Official Mailing List: milis [at] iapkkt.org
Mailing List Archive: http://www.mail-archive.com/milis%40iapkkt.org/
Rabu, 7 September 2005 @ 11:52
Kurang detail to infonya tlg klw ada yg lebih detail ditampilin dong. Ria pemikiran loe sama ama aku ntar aku bantu loe demi suksesnya pilem Indonesia (BIGALLO1156@yahoo.com)
Kamis, 8 September 2005 @ 17:24
makasih haris….ternyata ria ga sendiri.semua pada ngedukung ria.
dukungan kalian sangat ngebantu ria, doain ria juga yah.
Jumat, 9 September 2005 @ 19:32
Good Luck, Irma… saya bantu do’a aja deh.. semoga cepet jadi deh filmnya.. soalnya aku juga penasaran dgn tragedi tampomas ini…
Jaja – Bandung
Jumat, 9 September 2005 @ 19:38
Good Luck, Irma…
saya bantu do’a aja yaa…
moga film nya cepet dipublikasikan
moga bisa jadi bahan renungan untuk kita semua…
saya juga penasaran soal tragedi tampomas..
soalnya saat itu terjadi, saya masih kecil
Jaja – Bandung
Selasa, 13 September 2005 @ 18:35
Barangkali, di antara 288 korban Tampomas yang tidak ditemukan, ada satu atau lebih orang yang selamat dan tidak terdata. Bahkan mungkin, ada yang selamat namun hingga sekarang tak kunjung kembali ke rumahnya (siapa tahu?). Situs ini bisa sepertinya bisa dijadikan tempat “mencari”, bagi keluarga korban atau mungkin bagi korban sendiri yang ingin pulang tapi mengalami sejumlah kendala. Atau, ada teman2 yang ingin menjembatani dengan membuat situs/blog baru?
Sabtu, 17 Desember 2005 @ 22:47
Untuk lebih lengkap baca Tragedi Tenggelamnya Tampomas II Jilid Satu dan Dua, dapetin di Toko Buku GABE JAYA, Senen (Kwitang)
Sabtu, 4 Februari 2006 @ 23:58
tulisannya agak dalam ya….
dimana ya saya bisa nemuin salah seorang korban yang selamat?
rencananya mau dibikin dokumenter.
kalau ada, boleh dong di email ke finnovation@plasa.com..
terima kasih….
Rabu, 29 Maret 2006 @ 17:13
“Safety First”…demikian negara-negara maju menerapkan dalam industri tranportasi khususnya angkutan laut, namun buat negara kita yg penuh dgn koruptor ini…Safety adalah nomor 425…jadi kalo anda sering berpergian dgn menggunakan angkutan laut cobalah untuk memeriksa tabung kebakaran portable..kosong atau ada isinya, lalu coba periksa sekoci…kira-kira bisa turun atau ngga…pokoke jangan percaya begitu aja ama semua fasilitas keselamatan yg ada di kapal itu….Bon Voyage!
Kamis, 13 April 2006 @ 9:28
Kemarin waktu aku lihat peristiwa Tampomas II tersebut ada di Metro files [acara Metro TV]. di situ sebagain korban selamat bercerita bahkan ada yang membuat karikatur. Kalau lebih lanjut mengenai masalah Tampomas Hubungi saja pihak Metro TV yang mana akan dibantu untuk mencari data
Selasa, 2 Januari 2007 @ 12:19
Akankah jumlah korban KM Senopati Nusantara yang baru tenggelam melebihi jumlah korban Tampomas II?
Kamis, 4 Januari 2007 @ 14:38
maaf…
buat AD yang punya rekaman asli suara tampomas, boleh gak kita dibagi…?
untuk lebih jelasnya, kontak gw di thunderdhan@gmail.com
thanks…
Sabtu, 13 Januari 2007 @ 0:55
Untuk AD, saya juga minta rekaman asli suara tampomas donk…
kirim ke email ini ya… jonatan1001@yahoo.com
gw juga ngedukung kalian yang pada mo buat film dokumenter nya….
gw seneng ternyata banyak yang masih memperhatikan bangsa ini..
Thx….
Senin, 15 Januari 2007 @ 14:53
Titip Rindu untuk Ayahku
25 tahun sudah kau pergi meninggalkan kami ……
25 tahun …sudah kenangan terakhir bersamamu ……yach 25 tahun …saat itu adalah terakhir kali aku merasakan pelukan,ciuman,dan kehangatan dekapan ayah terhadapku ……
Yang kuingat saat itu …Saya,Mama,dan kakaku yang cewek mengantarkan Ayah ke dermaga Tg priok ….untuk mengantarkan Ayah pulang bersama saudara2 ku sebnayak 10 org yang habis berlibur ke Jakarta ….dan harus kembali Ke Ujung Pandang.
Kenangan 25 tahun lalu itu harus terusik oleh kembali oleh kejadian KM Senopati Nusantara………
Ayah …hal terakhir yang kuingat denganmu yaitu saat aku menangis ingin ikut dengamu….dan engkau pun memeluk dan mengendong aku sambil berjalan menuju ke tangga embarkasi…..dan Ayah pun melepaskan aku ke Mama …tak berselang lama kM tampomas 2 bertolak dari dermaga .. .dan Ayah pun berdiri di dek atas sambil melambaika Jas Safari coklat nya …….
Yach 25 tahun sudah ….. Saya berserta 6 saudaraku dan Mama …..tidak mengetahui keberadaan mu…..yang kami tau beristirahat lah dengan Tenang dimana kami merindukan Ayah ….Lautlah tempat kami Berziarah…..
Ayah ….Sekarang anak mu ini sudah bekerja dan mencari nafkah didaerah yang pernah membuat ku kehilangan ayah …….Yach saat ini Saya Bekerja sebagai Pelaut agar Saya selalu dekat dengan ayah …….
Ayah …..mungkin kamu tahu saat pertama kali Saya berlayar sebagai Cadet sekitar tahun 1998 ….saya berlayar dari Pel Panjang ke Biringkasi Ujung Pandang ..garis haluan yang dilalui Kapal tempat aku melaksanakan PROLA / Cadet melintas hanya
sekitar 2 mil dr Karamnya KM Tampomas 2 …..saat itu Saya bertugas jaga 04.00 – 08.00 pagi hari ….waktu itu Saya menangis karana membayangkan keadaan mu saat itu…. Ayah ….saat ini Saya sudah menjadi seorang Nakhoda …….
Salam kangen
Rabu, 7 Februari 2007 @ 12:58
Saya adalah fans berat Ebiet G Ade terutama lagu yang berhubungan dgn Tampomas II yaitu “Sebuah Tragedi 1981″ yang menceritakan pristiwa itu dari perspektif seorang nakhoda bernama A. Rifai.
Yang menarik adalah cerita mengenai terciptanya lagu tsb. Konon seorang putri kapten Rifai meminta kepada EBiet G Ade untuk membuatkan sebuah lagu untuk mengenang ayahnya tsb. Lantas mungkin Ebiet G. Ade keberatan.
Lalu anak tersebut menyebutkan namanya : “Nama saya Camelia…” Maka EBiet G Ade pun tak kuasa menolak dan kemudian membuatkan sebuah lagu (benarkah cerita ini???) yang membuat bulu kudukku selalu berdiri jika mendengarnya :
SEBUAH TRAGEDI 1981:
Dia nampak tegah berdiri /Gagah perkasa/
Berteriak tegas dan lantang
Ia nakhoda /
Sebentar gelap hendak turun /Asap tebal rapat mengurung
Jeritan yang panjang/ Rintihan yang dalam / Derak yang terbakar
Dia tak diam / Dia nampak sigap bergerak / Di balik api
Seperti ada yang berbisik /Ia tersenyum /Bila bersandar kepadaNya
Terasa ada tangan yang terulur / Bibirnya yang kering /Serentak membasah
Tangannya yang jantan / Tak kenal diam
Bertanya kepadaNya / Mesti apalagi/ Semua telah dikerjakan
Tak ada yang tertinggal
Geladak makin terbenam / Harapan belum pudar/ Masih ada yang ditunggu
Mukjizat dariNya
Atau bila segalanya harus selesai / Pasrah terserah kepadaNya
Dia nampak duduk terpekur / Tengah berdoa
Dia hadirkan semua putranya / Ia pamitan
Tanggung jawab yang ia junjung / Dan rasa kemanusiaan
Dia telah bersumpah selamatkan semua / Dia Rela berkorban jiwa dan raga
Di tengah badai pusaran air / Tegak bendera
Dia telah gugur begitu jantan / Dia pahlawan
Pengorbanannya patut dikenang / Jasa-jasanya pantas dicatat
Teburkan kembang di atas kuburnya
Berbelasungkawa bagi pahlawan.
Sabtu, 24 Februari 2007 @ 20:25
cerita tampomas awal mulanya aku ketahui dari siaran tv. bener2 miris. apalagi untuk saat ini banyak sekali kejadian demi kejadian buruk telah memenuhi catatan buruk dunia transportasi di indonesia. mohon ditindak lanjuti dengan segera para pemimpin bangsa yang budiman.tolong perbaiki sarana dan prasarana transpormasi kita. semakin berkembangnya jaman menuntut mobilitas yang sangat tinggi, maka mohon tindak dengan tegas para oknum yang menyalahi aturan. nyawa ini lebih penting daripada sekedar bisnis yang menghalalkan berbagaicara
Senin, 26 Februari 2007 @ 10:05
Temans,
Saya seorang karyawan di sebuah Perusahaan Broker Asuransi. Melihat dari banyaknya kecelakaan kapal di Indonesia dan certita-cerita tragis dari penumpang, saya merasa sangat terharu dan sedih.
Kebetulan saya menangani asuransi Kapal laut dan cargo (Marine Insurance) dan kebetulan juga saya sedang akan menyusun sebuah skripsi dari Sekolah Tinggi Management Asuransi – Trisakti, saya berniat melihat lebih dalam korelasi antara Hukum Kelautan dan Kenavigasian dengan keadaan lapangan lalu bagaimana dunia kami (Asuransi) melihat keadaan tersebut. Untuk temans semua ketahui bahwa bila frekwensi kecelakaan tinggi, maka premi asuransi akan naik!, dan dinegara miskin uang dan miskin disiplin ini tidak akan mampu bayar premi asuransi, akibatnya tidak ada proteksi finansial terhadap kapal dan penumpang.
Keadaan lapangan tentunya berdasarkan cerita dan tulisan – tulisan, untuk itu saya mohon bantuannya agar dapat memberikan data apa saja mengenai kecelakaan kapal di Indonesia selama 5 tahun terakhir.
Saya mengharapkan dunis Asuransi dapat memberikan dorongan moral kepada Pemerintah agar dapat menekan angka kecelakaan kapal melalui aturan atau bahkan undang-undang yang lebih tegas.
Silahkan beri komentar temans ke : john_simamora@aon-asia.com
Thanks,
John Simamora
Rabu, 28 Maret 2007 @ 14:33
saya pernah dengar cerita tentang km tampomas 2 yang tenggelam, tapi saya tidak pernah tau cerita dibalik itu semua..dulu pernah saya 1x saya dengar rekaman radio kapal milik km. tampomas 2 milik orang tua saya..setelah banyak tragedi di bid.transportasi belakangan ini, saya coba cari lagi rekaman itu..karena kalo tidak salah disitu ada rekaman suara kapten kapal..kalo aku bisa dapatkan mungkin ada manfaatnya untuk ria..
Sabtu, 14 April 2007 @ 20:54
Ria
Saya dukung 100% untuk semua aktivitasmu tentang Tampomas II mudahan ini bisa membuka mata semua orang tentang pentingnya keselamatan ga’ adil rasanya kalo kita hanya terus mencari siapa yang salah tanpa ada solusi yang mendukung untuk sebuah safety, karena nyawa tidak bisa ditukar dengan uang berapapun jumlahnya…………untuk kepentingan standar keselamatan di kapal mungkin aku bisa bantu kamu silahkan hub. di bw_dwi@yahoo.com
Kamis, 21 Juni 2007 @ 15:45
Apakah Informasi di atas benar????
untuk rekamannya aku minta ya….MAKASIH SEBELUMNYA.
SURYA.
abah_stainkollen@yahoo.co.sg
Kamis, 29 November 2007 @ 16:10
apakah di salah satu lirik yang ad di lagu milik iwan fals itu benar,liriknya begini”hatiku rasa bukan takdir tuhan karena aku yakin itu tak mungkin”…apakah ini permainan pemerintah jaman dulu?
aku bertanya pada siapa saja,bagi yang tau tolong kasih tau aku…
TERIMA KASIH…
Selasa, 22 Januari 2008 @ 13:57
saya sangat sedih sekali tentang musibah tenggelamnya kapal tampomas II membanyangkan bagaimana kalau saya sendiri berada diantara penumpang kapal itu sungguh mengerikan, agar tidak terjadi seperti tenggelamnya tampomas II di kemudian hari bagaimana kalau setiap kapal dilengkapi dengan regu penyelamat atau team rescue
yang khusus bekerja selama kapal berlabuh dan lengkap dengan sekoci-sekoci kapal yang dapat memuat seluruh penumpang yang ada di kapal, semoga tidak terjadi lagi tragedi-tragedi kecelakan transportasi lagi di negara kita.
“thanks”
Sabtu, 26 Januari 2008 @ 2:13
buat AD, kalo boleh saya minta dikirim rekamannya ke alamat email saya:nunulutfi@yahoo.com, terima kasih sebelumnya…
Jumat, 1 Februari 2008 @ 11:03
Tanggal 27 Januari 1981 KM. Tampomas II tenggelam dengan memakan korban ratusan jiwa, termasuk sang Nakhoda Capt.A.Rivai,yg saat ini terbaring di TMP Kalibata.
Tanggal 27 Januari 2008 Presiden RI ke II, Bapak Suharto wafat.
Sepengetahuan sy, keduanya pernah “bersama” dalam operasi Merebut Irian Barat (Trikora). Saat itu, Pak Harto sebagai Panglima Operasi dan A.Rivai sebagai perwira wamil di KM. Sangihe. Kapal Sangihe pulalah yg menjadi saksi sekaligus menghantar tenggelamnya KM. Tampomas II serta gugur Capt.A.Rivai.
#26, informasi yg sy dapat jg sama.
Selasa, 12 Februari 2008 @ 22:36
Papa saya dlu pernah hampir berangkat naik kapal Tampomas tsb dgn no tiket 0455, tpi untunglah ga jdi, soalnya papa saya ngejar maling yg nyuri jam tangan dy, ampe ke luar pelabuhan.,
Malingnya dapat, tapi kapal sdh brangkat dluan.. Dy terlambat…
Thank God.. Papa saya ga jd brangkat..
Senin, 5 Mei 2008 @ 4:59
NGERI SEKALI DEH…..
AKU TURUT BERDUKA ATAS KELUARGA YANG DI TINGGALIN
AMIN……
BUSRON_MADURA
Kamis, 15 Mei 2008 @ 12:04
sedih……….
Sabtu, 31 Mei 2008 @ 15:32
ngomong omong tentang tampomas II, saya dulu baca novel tentang tenggelamnya tampomas II yang berjudul ” Neraka Di LAUT JAWA “, novel yang diambil dari kisah nyata,pengalaman pribadi penumpang,dan fhoto-fhoto yang bagus.
katanya novel itu sempat dilarang sama “orba”,
sayang novel itu hilang, apakah kalian ada yang punya? kalo da boleh saya copy?
Jumat, 6 Juni 2008 @ 2:15
KEJADIAN NI EMANG PATUT TUNTAS…!!
Rabu, 18 Juni 2008 @ 13:36
Boleh juga tuh kalo difilemin kaya Titanic, jadinya gimana ya??????
Sabtu, 26 Juli 2008 @ 16:02
there was a light
the light is small
the small is beautiful
the beautiful is memory
Minggu, 5 Oktober 2008 @ 1:40
aku punya tetangga yg naik tampomas II beliau tewas dengan dikenal cincin yang dikenakannya adalah cincin dari istri tercintanya,beliau berangkat dari surabaya menuju manado,waktu itu aku berharap mendapat oleh2 dari jawa karena beliau kuanggap sebagi kakek saya waktu itu aku berumur sekitar 10 tahun tapi hingga kini aku tak pernah bersua dengannya. selamat tinggal mbah JODOH dari “cucumu”di manado semoga arwahmu tenang disisiNya amin….
Minggu, 12 Oktober 2008 @ 20:51
aku pengen lihat film tampomas II yang dicekal pemerintah itu……>??????????????/
Senin, 10 November 2008 @ 12:17
Tragedi Karamny KMP TAMPOMAS2 memang tragis….
banyak nyawa yg tx berdosa hilang hanya karena sebuah puntung rokok…
Selasa, 11 November 2008 @ 14:23
KOMENTAR SAYA HAMPIR SAMA SEPERTI MAHAWAN DIRGANTARA
SAYA JUGA TERMASUK PENGGEMAR BERAT PAK EBIET G. ADE
LAGU YANG BERJUDUL : ” SEBUAH TRAGEDI 1981 ” BENAR BENAR MEMBAWA KITA SEOLAH OLAH BERADA DALAM PERISTIWA TERSEBUT…
SALUT BUAT PAK EBIET..
BERBELA SUNGKAWA BAGI PAHLAWAN
PENGORBANAN NYA PANTAS DIKENANG
JASA JASANYA PANTAS DICATAT
MARI HENINGKAN CIPTA SEJENAK……..
MARI GABUNG DI http://www.ebietgade.com
Jika ingin tahu lebih dekat dengan Pak Ebiet..
salam
Anto G. Ade
Medan – Krakatau…
0852 7 500 500 7
Senin, 24 November 2008 @ 14:16
komentar saya tragedi tampomasII agar kita slalu berhati-hati.
Selasa, 25 November 2008 @ 13:27
Mana nih filmnya…ayo dong segera di realisasikan. Masa film2 hantu bisa diputar tp kisah nyata tragedi tampomas tidak bisa segera terfilmkan dah 26thn loh…
Senin, 1 Desember 2008 @ 11:13
buat AD,semoga masih baca postingan ini, kalo boleh saya juga minta dikirim rekamannya ke alamat email saya:wirougjuga@yahoo.com, thanks sebelumnya
Kamis, 1 Januari 2009 @ 13:58
Karena sembari nonton film Titanicnya Leonardo dan Kate saya jadi browsing tentang Tampomas II dan akhirnya nemu pembahasan ini, kok film nya belum ada juga ya.. tapi kalau saya ngebayangin secara teknisnya tampaknya emang bakalan susah nih pembuatan film nya, hehehe.. klo gak pakai tenaga dan teknologi 3D ya kudu beneran pake kapal.. yah semoga segera dapat solusinya, sayang kalau lagi-lagi semua cerita Indonesia dibuatnya sama perfilman luar negeri, kan aneh..
Selasa, 6 Januari 2009 @ 10:17
jangan beli kapal bekas dong……………………..
Rabu, 14 Januari 2009 @ 17:09
Siapa pun yg masih punya rekaman radionya, maupun file Tampomas II, mohon kirimkan ke alamat: amaulana@yahoo.com Kala itu saya masih berusia 5 th dan ayah saya sering mendongeng perihal tragedi ini kepada saya agar saya pandai berenang. Saya ingat sekali. Tapi apa daya, ternyata sampai saat ini pun saya belum bisa berenang juga. Semoga hal ini bukan menjadi halangan saya untuk mencintai dunia bahari (saya sudah beberapa kali pergi ke RIG karena tuntutan tugas)
Rabu, 14 Januari 2009 @ 19:43
Korban Kapal Tampomas II juga ada yang terdampar di Pulau Selayar. Ke 2 orang yang terdampar ini bernama Samsul Kallabe dan Iteng Ruttu. Mereka terombang ambing di lautan selama 2 bulan dan waktu terdampar di Selayar kondisi mereka sudah drop dan kehabisan cairan. Masyarakat Desa Barat Lambongan oleh Daeng Mattayang sekeluarga bersama masyarakat lainnya segera membawa korban ke RSU Selayar di kota Benteng yang jaraknya 25 km untuk segera diberi pertolongan.
Alhamdulillah sampai saat ini mereka masih hidup dan berdomisili di Makassar. Pak Iteng Ruttu dulu pernah mengajar di SMU Unggulan Malino dan Samsul Kallabe dulu masih di Polmas Sulbar.
Salam dari Selayar
Kamis, 19 Maret 2009 @ 0:47
Aku pernah dengar Kapal Tampomas II adalah kapal bekas Jepang yang dibeli Indonesia yang sebelumnya di-rebuilt dulu baru di-launching di Indonesia. Benarkah itu? Apakah kita memang selalu berusaha mendapatkan segala sesuatu dengan biaya murah, karena latar belakang budget yang minim karena miskin, ataukah karena budgetnya sudah dipilah – pilah untuk kepentingan beberapa pihak egois? Mohon bantuannya apabila ada informasi. Fyi, aku juga kerja di Asuransi menangani Asuransi Pengangkutan. Sangat tertarik mengenai segala hal yang berhubungan dengan kapal. Ini juga bisa menjadi referensi mengenai kualitas Kapal Indonesia. Semoga semakin hari, Indonesia semakin memperhatikan kualitas. CeManGadTh..!
Salam,
Sabtu, 9 Mei 2009 @ 13:37
mengenai cerita ayah anda saya merasa terharu betapa ganasnya laut, karena adik perempuan saya jg meninggal di laut.
Sabtu, 16 Mei 2009 @ 9:30
u/ ophiet w setuju bngat sama pndapat u,kya yuah negara kita suka bangat membeli barng2 bekas dach..!!
kenpa nga beli yang baru j? apa karena harga yuah yg relatif murah??
padahal jasa angkutan umum sangat dibutuhkan masyarkat indonesia,tapi knapa pasilitas yuah nga memuas_kan?? yang diangkut manusia bukan hewan/bintang.
tolong diperhatikan lagi>>>><<<<
Jumat, 22 Mei 2009 @ 22:43
mas saya minta tolong berikan cerita selengkapnya tentang kecelakaan kapal tampomas karna untuk skripsi saya…
Senin, 25 Mei 2009 @ 23:26
Gw baru baca sekarang cerita Tampoma 2..
Terharu luar biasa… Terutama untuk Ibu Irma.
Pesan saya, jangan terlalu Suudzan, tapi yang jelas harapan saya untuk pihak yang tau cerita sesungguhnya semoga diberi kekuatan untuk menceritakan kejadian sesungguhnya.
Untuk yang mau bikin skripi, semoga sukse menguak ceritanya.
Jumat, 23 Oktober 2009 @ 6:48
Udah tau orang jepang pintar and licik knapa pemerintah mau beli kapal bobrok itu…
Sedih…
Sabtu, 7 November 2009 @ 3:22
allah telah selamatkan ayah saya,saya sangat berterima kasih sekali,waktu tragedi itu saya blum d lahirkan d dunia,
Sabtu, 21 November 2009 @ 23:52
sungguh tragedi dari ulah manusia sendiri…tapi skr blm jg ada filmnya saksi hidup masih ada….ayo para produser jgn bikin film cinta mulu
Senin, 28 Desember 2009 @ 11:50
Saya sangat sedih atas tenggelammya kapal tampomas
Jumat, 15 Januari 2010 @ 14:52
wah2.. nie bnar2 cerita yang tragiss…
sungguh aneh jika pemerintah melarang adnya film nie.. sperti komentr2 d’ats…
O y, sp yg ad cerita slengkapnya Lw prlu jg ad dr narasumber korban keclkaan it yng slmat…
N bwt yg ad rkaman ny…
Pliss,,, Tlg krimin saya di liviaroviqi@yahoo.com
Thx…
Jumat, 22 Januari 2010 @ 15:06
mungkin saat ini kita harus jeli dalam memilih alat transportasi yang akan digunakan, baik darat, udara maupun laut.
kejadian Tampomas II seharusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua khususnya pemerintah agar tidak mudah “ditipu”,,,,,,,
masak kapal bekas dibeli?
daripada buang-buang duit negara buat beli kapal bekas,mendingan dialokasikan buat para korban bencana, pendidikan, kesehatan atau pembelian alutista negara tapi yang “baru” jangan “bekas”
Sabtu, 23 Januari 2010 @ 20:28
Hari ini film dokumenter Tragedi Tampomas II diputar ulang di Metrofiles. Prihatin, tragedi transportasi semacam ini terus terulang hingga saat ini.
Minggu, 7 Maret 2010 @ 23:17
selamat jalan Kapten Rivai