Tuberculosis (disingkat TB, di Indonesia disingkat TBC) merupakan penyakit yang fatal dan letal. Penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis ini telah menginfeksi sepertiga penduduk bumi, dan penyakit ini sudah mengancam dunia sejak 40 tahun terakhir serta belum ditemukan penangkal efektifnya. Menurut WHO tahun lalu tercatat penderita di Indonesia berjumlah 581.847, di bawah India (1.820.369 penderita) dan Cina (1.447.947 penderita).
Penderita TBC bisa menularkan penyakitnya melalui udara dan pernapasan, seperti bicara frontal, bersin dan batuk. Saya kutip dari Tempo:
Menurut Dr. Tjandra Yoga Aditama dari Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), jumlah penderita TBC paru di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan, saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. “Sehingga setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia” ujarnya.
9 Desember yang lalu, ilmuwan dari Johnson & Johnson menemukan jenis antibiotik yang disebut R207910 (termasuk jenis anti TB yang disebut diarylquinolines atau DARQ ) yang mampu menyembuhkan TBC ini (dipublikasikan pertama kali di jurnal Science Express) dan akan dipublikasikan secara cetak 14 Januari 2005. Studi tentang prototipe R207910 ini dilakukan oleh ilmuwan J&J dengan koleganya dari Swedia (Swedish Institute for Infectious Disease Control in Solna, Sweden) dan sebuah sekolah kedokteran di Paris (Pitie-Salpetriere School of Medicine in Paris, France).
Pada percobaan awal antibiotik R207910 dilakukan pada tikus, yang kemudian dicobakan pada voluntir manusia.
“Our findings suggest that at least in mice, R207910 seems to have the desired properties of simplifying and shortening the treatment duration, and perhaps, more, ” says Andries. In bacterial cell cultures, R207910 was effective against many different strains of mycobacteria, including strains that are resistant to other drugs. The drug is bactericidal, meaning that it kills the TB bacilli.
Semoga apa yang telah ditemukan benar-benar bisa menyembuhkan TBC secara efektif! Saat ini butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan TBC.