Dago Festival 2004

Minggu, 19 Desember 2004M
06 Dzulqaidah 1425H

Banner Dago Festival di jembatan penyebrangan SMAN 1

Saya, Kang Oleng Ifan dan istri, serta La Preste Santosa berjalan-jalan melihat Dago Festival 2004. Karena sudah sore saya tak sempat melihat banyak atraksi seni seperti yang diliput oleh AnduZ yang saya temukan melalui search engine Google.

Memang semakin malam orang semakin banyak, semakin sesak seperti sesaknya malam tahun baru. Kerumunan terkonsentrasi di beberapa titik yaitu di depan Holiday Inn, Superindo dan Plaza Dago, M&M, SMAN 1, dan restoran Wong Solo. Sewaktu di Plaza Dago sempat hujan, kerumunan di plaza Plaza Dago sempat bubar, naik ke lantai dua bertemu dengan Riza Wazdi dan Gunawan Wibisono dari Optima, sempat ngobrol sebentar menunggu hujan. Di sana sempat bertemu juga dengan Pak Apep (dosen Arsitektur ITB) serta The Schizoid Man Reza, bobotoh milis Indonesian Art & Progressive Rock.

Stand paranormal di depan Superindo

Yang sangat disayangkan adalah ruas jalan Dago dari jalan Merdeka hingga Simpang Dago tidak diblokir oleh kepolisian supaya kendaran bermotor tidak masuk. Pukul sembilan malam sempat macet total, arus pejalan kaki, motor dan mobil sama sekali tak bisa bergerak di persimpangan Dago-Diponegoro, ditambah bau kentut pula! (sepertinya ada yang jahil melempar bom kentut, sebab rasanya tak mungkin kentut orang menjalar demikian luas di persimpangan tersebut).

Di tengah kemacetan saya bertemu dengan tukang encoding FD, bergabung berjalan ke arah selatan. Santosa, Ifan dan istri kembali ke basecamp, saya dan FD meneruskan jalan-jalan ke Gasibu. Gara-gara kentut tersebut FD sempat berbicara tentang ulasan Dago Festival 2003 di Sinar Harapan, yang disebut festival kentut di tumpukan sampah.

Di Gasibu meskipun sesaknya sama namun tetap lebih lapang, dan acara mulai berhenti pada pukul 10. Jalan-jalan diteruskan melintasi Gasibu dan berputar kembali ke Dago melalui Surapati. Di sini malah bertemu dengan MacDaemond dan istri. Sampai di simpang lima dekat SPBU Dago akhirnya membubarkan diri, kembali ke basecamp masing-masing.

Foto-foto lain bisa anda lihat di galeri saya.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

6 komentar untuk catatan 'Dago Festival 2004'

  1. #1
    gravatar

    gara2 gak tau ada dago festival ini, ibunya anak2 kejebak macet 2 jam:)

  2. #2
    gravatar

    wehehehe
    tapi tahun depan pindah ke Tegallega tuh kata Pikiran Rakyat dan Pikiran Rakyat juga.

  3. #3
    gravatar

    sayang gw gak ada di DAGO FESTIVAL kalo ada kan gw bisa LARI LARI PAGI:D

  4. #4
    gravatar

    dago festifal bikin bandung jadi banyak sampah dan macet

  5. #5
    gravatar

    wesss..urang teu nonton dafes euy…

  6. #6
    gravatar

    What is Dago festival, actually? im nt frm Bandung,btw. im frm France.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.