Tambal Gigi
Rabu, 15 Desember 2004M
03 Dzulqaidah 1425H
- Download mp3
- International phone card
- Baufinanzierung
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Real Time GPS Vehicle Tracking Live Tracking 10 Second Updates
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Menjelang bubar kantor saya ngobrol dengan saudara Tub yang harus dihentikan karena Tub adalah karyawan teladan, tepat waktu (kalo bubar kantor) dan sama-sama underpaidworkers.
(16:37:33) saya: ya udahh, sana pulang!
(16:37:46) tub: ampun mbah
(16:37:50) saya: gua juga mau ke dokter gigi lagih
(16:38:14) tub: tambel?
(16:38:33) saya: dempul
(16:38:44) tub: kenapa gak pake gigi tubless aja
(16:38:58) tub: gusinya gusi racing
(16:39:24) saya: tubless lah
(16:39:32) saya: gile aja tub ada di mulut gua
(16:39:37) tub:![]()
(16:39:55) tub: cabs dulu
(16:40:00) tub: tengkyu bow
(16:40:18) saya: ateng bawa kayu dan kerbow
(16:50:32) tub has become idle.
Sehabis maghrib saya kembali ambil antrean tiket, lagi sepi dan keduluan sama seorang pejabat yang entah pejabat apa, hanya melihat insignia (apa ya bahasa Indonesianya?) di atas saku jasnya, mengeluarkan gadget SE P800 dan membaca SMS dalam dua kali jarak baca (maksa deh!). Karena nggak bawa buku jadinya dibacalah tumpukan majalah Femina, Gadis dan Fit (kok majalah wanita semua ya?). Ternyata si pejabat ini juga tambal gigi, terdengar dari luar ruang praktik desingan bor gigi, penyedot air dan penyemprot. Nyaris satu jam menunggu dan menemukan artikel tentang minyak Zaitun (olive). Kapan-kapan saya buat blognya deh!
Masuk ruang praktik langsung duduk dan dibor oleh dokter (bukan sama Inul), tambalan sementara dibongkar lagi, dikorek-korek lagi, diratakan, dibersihkan berkali-kali, sampai akhirnya ditambal, ditekan-tekan, ditekan dengan alat entah namanya apa selama beberapa detik (untuk mempercepat pengeringan kali ya?), ditambal lagi sampai dua mungkin tiga lapis (nggak kelihatan soalnya). Dan selesailah proses penambalan tersebut.
Kesimpulan: Jangan tunggu gigi anda sakit, segeralah periksa ke dokter gigi. Meskipun selama ini gigi saya perlakukan free maintenance (kecuali sikat gigi tentunya).
Efek samping: Tekor!
Popularity: 3% [?]
Kamis, 16 Desember 2004 @ 10:23
Ya benar. Harus cepat2 diperiksa. Saya ada satu gigi sejak SMA dibiarkan bolong, karena malas bolak balik ke dokter gigi (waktu itu pernah ke dokter gigi, dikorek-korek, dan harus datang lagi beberapa hari kemudian, tapi saya malas). Achirnya apa? 7 tahun kemudian giginya membusuk dan harus dicabut. Ompong deh.
Kamis, 16 Desember 2004 @ 11:54
Baru merhatiin pas lihat kuitansi, komponen biayanya ada dua pas kunjungan penambalan:
1. perawatan syaraf gigi
2. penambalan dengan komposit
Ternyata ada 4 sistem penambalan yaitu, amalgam, glass ionomer, komposit dan logam cor.
Kamis, 16 Desember 2004 @ 16:27
weleh, yang log nanyain dns slave gak sekalian di posting?
Kamis, 16 Desember 2004 @ 18:12
kalo log itu dipaste juga nanti judulnya mesti Makan yuk!
Rabu, 21 September 2005 @ 18:01
ember…
TEKOR!
Sabtu, 8 Oktober 2005 @ 4:30
[...] Akhir tahun lalu sewaktu menunggu giliran untuk menambal gigi, saya membaca-baca majalah yang berserakan di meja ruang tunggu. Entah mengapa puluhan majalah tersebut semuanya majalah perempuan. Beberapa saya buka-buka tanpa banyak dibaca hingga saya menemukan artikel tentang buah Zaitun atau Olive. [...]
Senin, 6 Februari 2006 @ 13:04
[...] Sikat gigi berfungsi membersihkan permukaan dan sela-sela gigi, namun celah di antara gigi tidak akan terjangkau sedangkan celah tersebut rentan menyisakan sisa makanan yang membusuk, menempel dan menghancurkan gigi (dental cavity) –jika hancur harus ditambal– serta menimbulkan halitosis atau bau mulut. Celah antara gigi dengan gigi memang saling menempel, namun bukan berarti tanpa rongga seperti halnya permukaan prosesor dengan heatsink yang juga harus dioleskan thermal paste supaya tidak ada rongga udara tersisa. [...]
Jumat, 12 Mei 2006 @ 17:23
[...] Akhir tahun lalu sewaktu menunggu giliran untuk menambal gigi, saya membaca-baca majalah yang berserakan di meja ruang tunggu. Entah mengapa puluhan majalah tersebut semuanya majalah perempuan. Beberapa saya buka-buka tanpa banyak dibaca hingga saya menemukan artikel tentang buah Zaitun atau Olive. [...]
Sabtu, 30 September 2006 @ 15:28
Cuma namabahin dikit:
Kalo ditekan2 menggunakan alat stenlis. Itu pakai alat namanya semen stopper. Buat memadatkan tambalan.
alat yang bersinar berwarna biru. Itu bukan laser. Tapi sinar tampak. Untuk mengeringkan dan mengeraskan tambalan.
Ditambal berlapis2 agar tidak lebih kuat. Tekhnik sandwich. Biasanya mencampur dua jenis bahan, sehingga bisa lebih kuat.
Benar sekali. Seringkali kita tidak mengetahui kalau gigi kita bermasalah.
Selasa, 21 November 2006 @ 7:20
jangan remehin masalah gigi. semua ciptaan tuhan pasti ada manfaatnya.
Kamis, 22 Februari 2007 @ 10:41
khu…khu…khu….
periksalah gigi anda minimal 6 bulan sekali…
bir tambah tekor….
Rabu, 7 November 2007 @ 10:45
jika gigi anda berlubang cptlah kedokter gigi, ntar biar ditambal drpd membesar kariesnya gmn,,,
Senin, 18 Februari 2008 @ 21:17
tp….jangan buru2 nambal gigi…lebih baik dibersihkan dulu.
kalo terlalu cepat, malah mempercepat rusaknya gigi kalo semennya (penambalnya) dah lepas….