Kenyamanan dan Kinerja Desktop Linux
Rabu, 15 Desember 2004M
03 Dzulqaidah 1425H
- Tracking System
- International phone card
Entah kenapa saya malas pindah distro sejak menggunakan Mandrake tahun 1999, mungkin karena tidak terlalu concern dengan kemasan distro lain atau karena malas beradaptasi dengan distro lain. Saya memang lebih concern terhadap komponennya, tuning kernel, mencoba-coba aplikasi non-distro. Sejauh ini saya tidak terlalu kesulitan jika menghadapi masalah dengan distro lain sebab saya lakukan troubleshoot melalui backend-nya (langsung melihat file teks konfigurasi di /etc) yang kadang membuat bingung yang bertanya kepada saya karena yang bertanya hanya tahu frontend GUI-nya saja.
Di bidang lain untuk urusan PC server atau router saya tetap memakai Slackware dengan alasan pemaketan yang sederhana, clean kernel release, aplikasi yang stabil (tidak new version horny!), aplikasi XWindow (terutama Gnome dan KDE) adalah optional dan mudah dioprek (customization). Jadi dengan satu CD Slackware release cukup sebagai sistem operasi termasuk header/library-nya.
Kenyataannya GUI di Linux sebenarnya diserahkan kepada penggunanya, meskipun hal ini tetap menjadi bahan bagi para vendor pembuat distro mengemas kernel, library dan software Free Software dan Open Source menjadi distro yang lengkap yang siap dipakai pengguna.
Distro yang dibuat vendor hampir pasti dibuat generik untuk memenuhi dukungan yang berskala (misalnya bisa diinstall di 386, 486, 586 sampai 686, atau dukungan ke semua chipset perangkat yang banyak di pasar). Dengan kondisi PC saya tidak pernah berganti selama 3 tahun lebih saya lebih suka melakukan tuning, terutama pada kernelnya sekaligus mempelajari apa yang baru dari kernel rilis terakhir dan patch yang disediakan oleh komunitas developer.
Apa yang di-tuning dan bagaimana melakukannya?
Pertama… install Linux:D
Overclock
Jangan ditiru yah, risikonya besar karena prosesor bisa overheat. PC saya menggunakan PIII/733MHz, saya overclock menjadi 880MHz (dulu sempat 902MHz). Saya set melalui BIOS dan menambahkan kipas pada body casing sebagai pencegahan overheat.
model name : Pentium III (Coppermine) stepping : 3 cpu MHz : 880.228 cache size : 256 KB
Kernel
Kernel distro dibuat generic sehingga dalam kernel tersebut pasti ada driver yang diload sewaktu boot padahal tidak dipakai, bagian ini yang saya hilangkan dari kernel seperti dukungan chipset motherboard selain Intel base (motherboard saya Asus Cusl2c), dukungan extended routing, multicast routing, CBQ, ramdisk, initrd. Dukungan lain yang mungkin dibutuhkan saya jadikan modul saja seperti reiserfs, nfs, ext2 (semua partisi saya set ke ext3). Selain itu juga saya patch dengan patch Con Kolivas untuk dukungan supermount, preemptive kernel dan clock HZ dijadikan 500, semua patch ini saya pasang untuk kinerja desktop.
Info dari $ make menuconfig (bakal ada setelah kernel dipatch)
Processor family (Pentium-III/Celeron(Coppermine)/Pentium-III Xeon [*] Preemptible Kernel [*] Preempt The Big Kernel Lock Kernel internal timer frequency (500)
$ uname -a Linux lavender.mania.or.id 2.6.9-cko3 #2 Sun Dec 12 04:40:57 WIT 2004 i686 Pentium III (Coppermine) unknown GNU/Linux
Silakan download patch CKO dan konfig kernel yang saya pakai jika anda hendak mencoba dan memperbaiki tuning saya.
Salah satu cara mengenal chipset sistem adalah dengan lspci.
$ lspci
00:00.0 Host bridge: Intel Corp. 82815 815 Chipset Host Bridge
and Memory Controller Hub (rev 02)
00:01.0 PCI bridge: Intel Corp. 82815 815 Chipset AGP Bridge
(rev 02)
00:1e.0 PCI bridge: Intel Corp. 82801 PCI Bridge
(rev 02)
00:1f.0 ISA bridge: Intel Corp. 82801BA ISA Bridge (LPC)
(rev 02)
00:1f.1 IDE interface: Intel Corp. 82801BA IDE U100
(rev 02)
00:1f.2 USB Controller: Intel Corp. 82801BA/BAM USB (Hub #1)
(rev 02)
00:1f.3 SMBus: Intel Corp. 82801BA/BAM SMBus
(rev 02)
00:1f.4 USB Controller: Intel Corp. 82801BA/BAM USB (Hub #2)
(rev 02)
01:00.0 VGA compatible controller: nVidia Corporation NV4
[RIVA TNT] (rev 04)
02:0c.0 SCSI storage controller: Adaptec AHA-2940U2/U2W
02:0d.0 Ethernet controller: Realtek Semiconductor Co., Ltd.
RTL-8139/8139C/8139C+ (rev 10)
02:0e.0 Multimedia audio controller: Creative Labs SB Live! EMU10k1
(rev 0a)
02:0e.1 Input device controller: Creative Labs SB Live! MIDI/Game Port
(rev 0a)
Harddisk
Aplikasi pembantu untuk tuning harddisk adalah hdparm (khusus IDE harddisk). Parameter yang saya gunakan yang terbaik sesuai kemampuan harddisk adalah:
# hdparm -d1 -c3 -m16 -a1 -X69 /dev/hda
Yang menghasilkan kinerja harddisk:
# hdparm -tT /dev/hda /dev/hda: Timing buffer-cache reads: 460 MB in 2.01 seconds = 228.89 MB/sec Timing buffered disk reads: 70 MB in 3.01 seconds = 23.27 MB/sec
XWindow
PC saya menggunakan kartu grafis NVidia TNT1 (yang Quadro sedang bermasalah), saya gunakan driver resmi (bukan GPL/Open Source) dari nvidia.com di level kernelnya untuk dukungan OpenGL.
$ dmesg
NVRM: loading NVIDIA Linux x86 NVIDIA Kernel Module 1.0-6629
Wed Nov 3 13:12:51 PST 2004
Linux agpgart interface v0.100 (c) Dave Jones
agpgart: Detected an Intel i815 Chipset.
agpgart: Maximum main memory to use for agp memory: 203M
agpgart: AGP aperture is 64M @ 0xf8000000
Monitor menggunakan Samsung SyncMaster 753s, bisa mendukung sampai 1400×1050, namun tidak saya pakai karena bakal merusak mata, saya ambil yang menengah yaitu 1152×864 24bit dengan frekuensi 70Hz (60Hz mulai dirasa kurang nyaman)
$ xdpyinfo dimensions: 1152x864 pixels (322x241 millimeters) resolution: 91x91 dots per inch depths (7): 24, 1, 4, 8, 15, 16, 32
$ glxinfo OpenGL vendor string: NVIDIA Corporation OpenGL renderer string: RIVA TNT/AGP/SSE OpenGL version string: 1.5.2 NVIDIA 66.29
Graphical User Interface
Desktop Manager yang saya gunakan adalah GNOME 2.6 dan untuk memanjakan mata saya gunakan themes (metacity, gtk, gtk2 dan icon) yang mirip dengan MacOSX Panther (macsux!). Screenshot bisa anda lihat juga, jika penasaran.
Sampai saat ini dengan beban kerja aplikasi yang lumayan berat desktop saya masih produktif untuk dipakai kerja secara nyaman. Mungkin hanya tinggal penambahan RAM supaya lebih nyaman lagi.

Masalah lain yang belum saya cari solusinya adalah perubahan nama device USB untuk mass-storage (sebelumnya diemulasi menjadi SCSI, misal /dev/sdb), sekarang berubah nama menjadi /dev/ub
$ dmesg usb 2-2: new full speed USB device using address 5 uba: device 5 capacity nsec 503808 bsize 512 uba: was not changed uba: uba1
Perubahan ini membuat supermount tidak otomatis me-mount kamera digital saya ketika disambungkan ke port USB, harus di-mount manual.
Ada saran lain untuk tuning spesifikasi PC saya?
Rabu, 15 Desember 2004 @ 20:31
Using
Kenapa nggak pakai BSD? Kata orang, Linux made by computer hacker to be like UNIX, sementara BSD made by computer hacker to be UNIX. Saya sendiri masih bingung dimana exactly letak bedanya. So far, saya pakai Mepis dan FreeBSD. Satu di desktop, satu di laptop.
Rabu, 15 Desember 2004 @ 22:16
Using
Kenapa menyarankan BSD?
Tahun 1994 saya mengadministrasi jaringan Netware, menyusul diperkenalkan internet melalui radio dua meteran digabungkan dengan SMTP Mercury di atas Netware 3.12
Tahun 1995 belajar WindowsNT, rumit! Netware diupgrade ke versi 4.0. Mulai ikutan milis Apakabar.
Tahun 1996 memperdalam TCP/IP, self study.
Tahun 1997 diperkenalkan Linux, tapi saya lagi Tugas Akhir
Tahun 1998 Wisuda, pindah gedung baru dan install FreeBSD sebagai router (jaringan Netware dan NT tetap ada), terus install Linux sebagai server dan dua bulan kemudian bikin Klub Linux Bandung
Tahun 1999 NT dan FreeBSD dihapus diganti Linux semuanya, Netware tetap ada dengan pertimbangan it’s a good product, dan mulai migrasi desktop ke Mandrake 5.2
Apa alasan yang proporsional setelah 6 tahun mengembangkan komunitas kecil pengguna Linux?
Now I’m happy Novell became a Linux vendor, meskipun saya tidak menggunakan Suse
Kamis, 16 Desember 2004 @ 16:26
Using
notebook ku X20, P3-600/320MB/20GB, 5 GB nya FreeBSD 5.3, lancar pisan, setelah selesai install standar, pasang cvsup ama portsupgrade, lalu jalanin Xorg -configure, terus install XFCE utk WM nya. Bablas, langsung jadi! Install firefox, thunderbird, udah deh, kenceng juga.
Just a comment, not advisory.
Kamis, 16 Desember 2004 @ 17:39
Using
Terima kasih masukannya Fan,
Memang hanya dua konteks yang saya tulis, tanpa komparasi dengan OS lain:
1. Hanya tentang Linux dan tuningnya
2. Keseimbangan antara visual look dengan kinerja (tidak mengejar ngebut wus wusnya saja)
Neo ada komentar? (Neo pernah punya notebook yang speknya sama dengan Affan, dengan OS WindowsXP)
Kamis, 16 Desember 2004 @ 21:51
Using
kalau ditanya “Kenapa ngga pakai BSD?”, jawaban yang paling baik adalah “Kenapa ngga pakai Linux?”:)
Sabtu, 18 Desember 2004 @ 9:43
Using
itu kompail kernel gak takut sariawan?
*pengalaman tiap kali kompail kernel selalu sariawan*
Selasa, 16 Agustus 2005 @ 20:43
Using
gw gethoh
Sabtu, 18 Februari 2006 @ 0:24
Using
#1: Kenapa nggak pakai BSD?
karena Linux:
- lebih banyak pilihan distronya
- kernelnya dikembangkan secara terpisah (lebih terfokus)
- muncul lebih awal, sehingga basis komunitasnya dan dukungannya lebih banyak, perkembangannya lebih cepat
BSD made by computer hacker to be UNIX
kalau yang dimaksud UNIX itu sama seperti turunan System V (AIX, IRIX, Solaris, HP-UX, Tru64), tentu BSD takkan bisa menjadi UNIX karena sudah tidak lagi mengandung codebase dari AT&T sama sekali, sedangkan jika yang dimaksud UNIX itu adalah OS yang POSIX-compliant, sejak dari dulu Linux sudah menjadi UNIX, bahkan Dennis Ritchie, salah seorang pendiri UNIX, telah menyatakan opininya bahwa “Unix-like systems such as Linux are de facto Unix systems”
#3: PC-ku malah menggunakan RAM 128MB, plus Slackware Linux dan KDE (sori ya xfce) tapi juga kenceng (lebih kenceng dibanding winxp). dan dari pengalaman mendengarkan mp3 di linux suaranya lebih stabil/tidak pecah spt di windows, dan program tvtime-nya bisa mengatur picture-setting masing-masing channel dan ada video-processing-nya.
Sabtu, 11 Maret 2006 @ 15:07
Using
btw saya juga sering ditanya kenapa ndak pake linux:p
Rabu, 22 Maret 2006 @ 3:45
Using
tolong dong saya butuh data tentang segala kelebihan-kelebihan dari processor intel pentium III, dan analisa kinerjanya
Sabtu, 25 Maret 2006 @ 16:23
Using
Adalah rekan-rekan yang mau membantu cara install freeBDS atau Solaris 10, kebetulan saya ada Toshiba Tecra TE2000 P3 1Gb, Mem 512, CDrw/DVD combo
Ato kang julian sendir yg mau bantu nih, aku tunggu
Drs. Vulkan Abriyanto
http://www.geocities.com/vulkan_abr/vulkan.html
Senin, 17 April 2006 @ 13:14
Using
adakah rekan2 semua bisa membantu bagaimana caranya menganti Desktop linux, misal dari gnome ke kde? “newbie” ^^
Rabu, 12 Juli 2006 @ 13:26
Using
Setiap kompile kernel, sariawan. SETUJU:#
btw mas nanang, beneran pake ram 128 kdenya lebih kenceng dari XP? kalo emang jadi kenceng gara2 kompile kernel, mau ga mau saya harus belajar. hehehehehe. GUI bgt sih
Rabu, 18 Oktober 2006 @ 19:56
Using
Waduh saya pake Linux Red Hat
Sekarang udah ada Firefox mau coba install
udah diekstrak
gimana cara installnya?
mail ke mail@farhan.info
Please
Thanks
Kamis, 30 November 2006 @ 11:50
Using
tau ah pada ngomong apa ……………
iya ngomong2 ngapa ga pake BSD, cuma nanya ga nganjurin, semua pasti tujuan nya sama ke akhirat :D. emang entar ditanya loe pake os apa ?? linux apa bsd :D
Rabu, 17 Januari 2007 @ 14:09
Using
tolongin gimana setup xfce4 di slackware step by step
Rabu, 14 Februari 2007 @ 12:16
Using
tolong donk ajarin instal free BSD,debian etch,dah 3x gagal,trus gmn cara routingnya,klo yang jadi servernya windows server 2003 SE,
Rabu, 14 Februari 2007 @ 12:19
Using
tolong yaaaa tugas buat akhir minggu nie tanggal 16,mohon bantuannyaaa install free BSD,Debian etch,trus yang dimaksud mirror debian itu gmn???
makasih ya!
Selasa, 12 Februari 2008 @ 11:07
Using
BSD maupun Linux masing2 punya kelebihan. Udah lah, sesama open source jangan bertempur sendirian. Mendingan kita sama2 hajar monopolinya M$ >:)
Kamis, 13 Maret 2008 @ 19:46
Using
MAS MBOKNYA DIKASIH BAHAN APA AJA YANG DI PERLUKAN BUAT PC ROUTER?
Sabtu, 17 Mei 2008 @ 12:52
Using
wah boleh juga tuh belajar comfile drpada upgrade tiap ad versi baru…..lebih baek capek dulu drpada capek mikiran hardware yg trus berkembang……mantep bang !! ad email g bang !??
Jumat, 6 Juni 2008 @ 20:33
Using
Ini posting empat tahun yang lalu kok masih ada juga yang komentar :-)
Jadi ingin ikut komentar.
Kalau dilihat dari segi codebase, BSD memang tidak mengandung codebase dari System III & System V punyanya AT&T, tapi bukan berarti BSD bukan UNIX. BSD tetap UNIX karena AT&T System III dan BSD keduanya sama – sama mengandung codebase Unix Time Sharing system dari Ken Thompson, Dennis Ritchie and Douglas McIlroy. Sementara Linux tidak mengandung codebase ini sedikitpun.
Lihat: upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/77/Unix_history-simple.svg
Kalau dilihat dari segi Single UNIX Specification (www.unix-systems.org), dari dunia open source sepertinya cuma OpenSolaris yang UNIX certified. Linux sepertinya tidak UNIX certified.
BSD made by computer hacker to be UNIX
Kalau dilihat dari segi POSIX compliant, jangan salah, Windows juga POSIX compliant :-)
Tentang opini: “Unix-like systems such as Linux are de facto Unix systems”, sebetulnya ini lebih berbicara tentang tatanan secara keseluruhan, bukan kernel. Dengan kata lain, dalam hal ini berarti soal GNU project beserta KDE & GNOME. Sementara GNU project, KDE / GNOME pada saat ini juga sudah diadopsi oleh hampir semua UNIX, bukan hanya Linux.
Selasa, 9 Desember 2008 @ 20:26
Using
mas minta driver te2000 nya dong punya aku hilang ato kasih tau mo download drivernya dimana ya???
Jumat, 20 November 2009 @ 21:45
Using
kalau saya sih masih senang pakai NetBSD boss.