Ratih Kumala: Tabula Rasa

Kamis, 9 Desember 2004M
26 Syawwal 1425H

Ratih Kumala: Tabula RasaTabula rasa bukanlah sebuah kosakata bahasa Indonesia, melainkan sebuah istilah Latin yang memiliki arti clean or blank slate atau batu tulis (sabak) yang kosong. Dalam bidang psikologi atau filosofi tabula rasa adalah kondisi pikiran manusia pada saat lahir yang kosong tanpa ada aturan/formula untuk memroses sesuatu data, dan ketika data masuk aturan dalam pikiran akan terbentuk dengan sendirinya karena pengalaman (empiris).

Tabula rasa menjadi judul novel yang ditulis oleh Ratih Kumala dan mendapat penghargaan sebagai juara ketiga lomba penulisan novel yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta tahun 2003. Apa keunikan buku ini? Berikut dua hal yang saya tangkap setelah membacanya.

Dengan pembukaan sebuah pemikiran Galih kemudian meloncat mundur ke setting Red Square Rusia di mana Galih mulai bertemu Khrasnaya menjadi pembuka novel ini. Seterusnya setting dan waktu berpindah bolak-balik, mungkin penulis mencoba-coba gaya baru penulisan. Apakah dimengerti pembaca? Buat saya itu tergantung yang membacanya meskipun kemungkinan bisa saja banyak pembaca menjadi pusing dan ikut-ikutan bolak-balik halaman. Mungkin penulis ingin menyampaikan pemikiran bahwa tidak hanya alur linier saja yang digunakan untuk mengungkapkan perubahan dan perkembangan emosi tokoh-tokohnya.

Di novel ini penulis hanya sedikit mendeskripsikan tokoh-tokohnya, lebih banyak menjelma menjadi tokoh yang menceritakan dirinya sendiri, pikirannya atau yang dia rasakan melalui indranya. Penulis berusaha menjelma ke semua tokoh yang ada, di satu adegan ia menjadi Raras, di adegan berikutnya menjadi Rimbang, menjadi Violet, menjadi Zdenka, menjadi Gale dan seterusnya terutama pada tokoh-tokoh penting. Dengan gaya penulisan seperti ini penulis mencoba memaparkan kondisi emosi subjektif setiap tokohnya sehingga pembaca pun turut seolah-olah menjelma menjadi tokoh-tokoh tersebut.

Sebagai seorang jebolan sekolah sastra Inggris — Ratih Kumala menulis dengan bahasa Indonesia baku dan termasuk detail dalam menuliskan ejaan slang atau asing dengan hurup miring (emphasize).

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

6 komentar untuk catatan 'Ratih Kumala: Tabula Rasa'

  1. #1
    gravatar

    juara satu duanya sapa jay?

  2. #2
    gravatar

    ah iya lupa, ada di Cyber Sastra.

  3. #3
    gravatar

    Dude! Thank you for explicating that familiar-sound word tabula rasa. It didn’t bring to my conscious attention how little I really cognize the full meaning and the derivation of it until i came across this site. To me Tabula rasa was merely a word that reminded me of some eating places constructed illegally right on suburban pedestrian or else some kind of Jamu’s brand, how pathetic!

  4. #4
    gravatar

    wuihhhh……..mbak ratih tuch orangnya juga cakep banget lohhhh!
    dan ternyata novelnya keren banget pula

  5. #5
    gravatar

    Tadinya aku pikir novel ini bakal ngebosenin,tp ternyata!!keren…

  6. #6
    gravatar

    kereeennnnnnnnnnnnn………!!!
    benar-benar cerita cinta kompleks yang menggugah…
    TOP…!!

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.