Antibiotik Amoksisilin
Kemarin selepas jam kerja saya ke dokter gigi untuk memeriksa kondisi gigi geraham kanan atas yang mulai berlubang. Sudah satu setengah tahun sejak terakhir gigi geraham bungsu kiri atas terpaksa dicabut karena tumbuh menyamping ke arah pipi. Oh ya, pertama kali ke dokter gigi bulan Oktober 2001 untuk mencabut geraham kiri bawah yang hancur karena didesak geraham bungsunya.
Dokter yang saya kunjungi atas saran kakak saya adalah Prof. Dr. H. R. Moh. Richata Fadil, drg. dengan ijin praktik KP. 01.01.03.822. Sambil menunggu giliran nomer undian 9 saya membaca novel Eka Kurniawan: Lelaki Harimau dan layar kaca di ruang tunggu sedang menyiarkan stasiun TV Indosiar dengan film India Kuch Kuch Hota Hai yang membuat marak film India di kampus tahun 1998 lalu.
Dugaan saya gigi yang bermasalah sekarang harus ditambal dan ternyata benar. Gigi saya dikorek-korek untuk dibersihkan yang sempat membuat sekali badan saya tersentak karena sakit dan ngilu ketika syaraf gigi tersentuh oleh alat pengorek entah namanya apa. Kemudian ditutup sementara untuk tiga hari yang fungsinya untuk mensterilkan lubang dengan entah namanya apa, dirasai oleh lidah teksturnya seperti kertas.
Kemudian dokter memberi resep, terlihat menulis resep untuk dua jenis obat, satu antibiotik dan satu lagi anti-sakit (painkiller), sambil mengobrol tentang tambalan giginya yang sudah puluhan tahun. Lupa menanyakan siapa yang menambal giginya!
Di apotek saya membeli antibiotiknya saja atas persetujuan dokter karena saya hampir tidak pernah memakan obat jenis painkiller selain parasetamol alias asetaminofin. Rupanya gigi menjadi sakit dan ngilu, tapi hanya berlangsung sekitar satu jam dan mulai memakan antibiotik bermerek Amoxan produksi Sanbe Farma yang ternyata jumlahnya 15 butir. Banyak amat!

Amoxan adalah merek antibiotik dari jenis amoksisilin, tepatnya amoxicillin atau amoxycillin. Antibiotik adalah jenis obat yang fungsinya membunuh bakteri atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Antibiotik merupakan salah satu kelas dari jenis obat dari grup yang lebih besar yang disebut antimikroba, jenis obat lain yang termasuk grup ini adalah seperti anti-viral, anti-fungal, dan anti-parasitic.
Antibiotik pertama kali yang ditemukan adalah penisilin oleh Ernest Duchesne, namun beberapa tahun kemudian Duchesne meninggal dunia dan penemuannya hampir dilupakan orang dan kemudian Alexander Flemming menemukan obat yang sama melalui metoda percobaan yang berbeda. Nama penisilin diambil dari nama genus jamur yang membunuh bakteri tersebut.
Amoksisilin yang memiliki struktur kimiawi C16H19N3O5S atau (2S, 5R, 6R)-6-[(R)-2-amino-2-(4-hydroxyphenyl) acetamido]-3, 3-dimethyl-7-oxo-4-thia-1-azabicyclo[3.2.0] heptane-2-carboxylic acid (jangan dibaca deh!) ditemukan tahun 1972 merupakan antibiotik yang umum dipakai karena cukup manjur dalam menyerap bakteri dan mudah diminum karena berbentuk kapsul. Hak paten amoksilin sudah habis dan kini banyak merek dagang amoksilin seperti Actimoxi®, Amoxibiotic®, Amoxicilina®, Pamoxicillin®, Lamoxy®, Polymox®, Trimox® dan Zimox®. Entah merek Amoxan yang saya beli mengambil merek dagang yang mana, atau mungkin sudah termasuk merek dagang selain yang saya temukan di atas.
Kini saya harus bersiap-siap dengan efek samping yang mungkin timbul dan tanpa perlu atensi medis yang berlebihan karena antibiotik seperti diare (yaiks!), sakit kepala, hilang selera makan, mules-mules nausea dan kentut-kentut. Semoga tidak mendapat efek samping yang harus mendapatkan atensi medis seperti:
* sulit bernapas
* sakit ketika menelan
* sulit kencing
* kejang-kejang
* pusing-pusing (dizziness)
* merasa kedinginan
* rasa haus bertambah besar
* mata atau kulit menjadi kuning
Popularity: 28% [?]
Categories: Tak Berkategori
kalau ke-junk ke-junk?
by amen on Des 8, 2004 at 11:38
wah, sakit gigi? gak bisa makan bika ambon donk…
by Priyadi on Des 8, 2004 at 12:34
jay, kalo gak salah penambal sementara itu buat matiin syaraf giginya deh, biar saat ditambal tidak terjadi peradangan atau infeksi.
by ryosaeba on Des 8, 2004 at 16:09
wah, dokternya gak bilang itu!
by Jay on Des 8, 2004 at 16:33
15 butir itu ternyata masih sedikit lho.. kalau disini gue biasa dikasih 30 butir sama dokter. Jadi supaya resiko ada kuman yang tersisa (dan kemudian bermutasi jadi kebal) sangat minimal.
Itupun kalau dikasih
Di Indonesia, saban kena infeksi tenggorokan, biasanya gue langsung dikasih amoxicillin 15 butir sama dokter, dan cuma disebut sepintas untuk diminum sampai habis. Tapi berhubung hari ketiga biasanya sudah hilang sakitnya, jadinya suka lupa menghabiskannya.
Ternyata, tanpa sadar gue sudah jadi ketergantungan antibiotik
Jadi nahas begitu tiba disini dan kena infeksi tenggorokan, dokternya santai saja cuma ngasih paracetamol. Ternyata daya tahan tubuh gue enggak mampu lagi untuk mengatasi ini, dan walhasil gua terkapar sekitar 3 minggu ..
Alhamdulillah sekarang kelihatannya daya tahan tubuh gua sudah mulai kembali normal. Weekend kemarin kena infeksi tenggorokan lagi, tapi cuma sakit sekitar 2 hari. Itupun minggu ini gua bisa tetap kerja.
Mudah-mudahan untuk seterusnya gua bisa bebas dari ketergantungan antibiotik untuk hal-hal “biasa” spt infeksi tenggorokan ini.
Ketergantungan antibiotik itu masalahnya bisa ke diri kita sendiri (daya tahan tubuh jadi lemah karena kurang “latihan”), namun bisa juga berakibat ke orang lain. Contoh: gue yang suka lupa ngabisin dosis antibiotik itu sebetulnya bisa membahayakan orang lain karena kalau kumannya jadi kebal (istilahnya “superbug”), mampus deh. Kita harus riset lagi cari antibiotik lainnya yang kemudian bisa mengatasi kuman tsb.
Eh, masih pada bangun?
by Harry on Des 8, 2004 at 22:13
n pemeriksaan pertama di dokter gigi dan syaraf-syaraf gigi yang berlubang dimatikan serta disuruh beli antibiotik; tadi saya check-up lagi. Saya pikir tambalan sementara te [...]
by Jay adalah Yulian » Bor Gigi on Des 10, 2004 at 20:41
biasain donk!hidup sehat dan bersih, bersihin gigi dari kuman ga cuma saat mandi, tapi abis makan yang manis-manis dan asam, mo tidur….biar gigi tetap bersih.
jangan minum antibiotik kalo cuma sakit ringan-ringan aja (antibiotik tidak lebih baik dari tidak menggunakannya!)…antibiotik seharusnya di habiskan, kalo ga…bakalan kebal tuh kuman, nanti kalo dah kebal ma antibiotik yang ada mo di basmi ma apa kuman itu….rugikan kalo cuma ngurusin kuman aja….
ada tips buat minum antibiotik:
1. untuk yang di makan 2 kali sehari jarak waktu minum antibiotik 12 jam
2. untuk yang di makan 3 kali sehari jarak waktu minum antibiotik 8 jam
3. untuk yang di makan 4 kali sehari jarak waktu minum antibiotik 6 jam
jay cepet sembuh ya….
by eno on Des 16, 2004 at 10:21
makasih info tambahannya
antibiotiknya sudah dihabiskan selama 5 hari
dan sekarang sudah tuntas ditambal
tinggal perawatan (pencegahan) gigi yang lain, tapi nggak bulan ini deh… biaya dokter mahal!
by Jay on Des 16, 2004 at 10:43
boleh aza seh konsumsi antibiotik kalau udah kseringan bahaya juga seh sama aza lu konsumsi racun
by schumacher on Mei 21, 2005 at 21:40
hehehe…
didats dikasih nyokap obatnya…
obat dari dokter blom ditebus.. TEKOR!
by didats on Sep 21, 2005 at 17:58
MINUM ANTIBIOTIK JANGAN SEMBARANGAN!
ANTIBIOTIK UMUMNYA DIMINUM SELAMA 7 HARI
BILA KITA SUDAH MERASA ENAKAN PADAHAL BELUM HABIS OBATNYA, SIAP-SIAP DEH MENGALAMI RESISTENSI.
APALAGI KALO KITA MEMINUM ANTIBIOTIK YANG EFEKNYA DIATAS ANTIBIOTIK BIASA. bISA BISA KITA GAK BISA LAGI MINUM ANTIBIOTIK BIASANYA, KARENA RESISTEN TADI
by DORA on Jun 7, 2006 at 12:21
skripsiku antibiotik lho, mumet……
by lili on Nov 11, 2006 at 18:34
gw mau tanya nih… image dokter di mata kalian2 tuh gmn sih? TQ yach…
by lala on Mar 1, 2007 at 13:03
Ehehehe………..cuma liat2 krn disuruh guru bwt nyari cth2 obat antibiotik di internet….^,~
by OranG KerEn on Apr 22, 2007 at 14:27
di indonesia emang para dokter itu taunya cuman ngasih anti biotik aja, ini kisahnyata gw, ….waktu masih kul pernah sakit batuk agak lama, karena tak sembuh-sembuh juga kepaksa ke dokter…, disana di diaknosa sakit batuk biasa…n dikasih bbrp macam obat salah satunya ya amoksisilin itu…..setelah dua minggu tdk ada perubahan gw bawa balik ke dokter itu…. obat yang dikasih juga masih ada amoksisilinnya itu dan itu sampai 6 bln, dokter itu tidak menyarankan untuk periksa ke dokter ahli penyakit dalam / ahli paru-paru ato gimanangitu, keliatannya …. dia itu penasaran sekali koq gak sembuh2 tapi yang dia bisa cuma berekperimen dengan obat2 yang lain dan menaikkan dosis antibiotiknya saja tanpa peduli akibat efeksamping dari obat2 yang diberikannya terutama anti biotiknya itu pada pasiennya, efek yang aku rasakan badan jadi terasa ngilu, di ginjal jadi terasa sakit, retensi urine, lidah jadi tebal berkerak putih banyak sekali (jamur..), seluruh badan jadi muncul jamur-jamurnya, makan jadi malas krn tak berasa etc masih banyak lagi…………setelah liat kondisi ini n dokternya tidak ada tanda-tanda tuk melakukan tidakan lain, akhirnya gw bawa sendiri ke dr ahli paru – paru akhirnya alhamdullillah bisa sembuh hanya dlm beberapa kali konsultasi saja, tapi akibat dari dokter yang tidak proffesional diwal tsb masih terasa sampai sekarang setelah bertahun-tahun lewat………..
by aaa on Okt 3, 2007 at 8:11
menurut saya tidak cukup hanya minum antibiotiknya saja tapi juga anti nyeri,saya juga pernah mengalami sakit gigi rasanya gak bisa diungkapkan dengan kata2 aku sakit gigi kira2 selama 1 minggu lebih,saya mau pergi ke dokter takut gigiku dicabut,saya obati dengan apa saja gak sembuh saya coba minum ctm 1tab akhirnya saya tidur dan bangun saya sudah gak sakit gigi lagi.sebenarnya kalau gak sakit bener saya gak minum obat karena efeknya kebanyakan minum obat gak baik untuk ginjal,saya pernah berpikir kalau sakit gigi itu disebabkan oleh kuman dan ctm adalah obat alergi yang efek sampingnya menyebabkan tidur,dan tidur dapat merelaksasikan otot,
by bacha on Des 26, 2007 at 20:41
aku rasa antibiotik tidak berbahaya bila penggunaannya teratur dan memenuhi syarat,menurut saya tentang dokter tergantung dokternya ada dokter yang hanya memeikirkan uang dan tidak peduli obat yang diberikan pas apa tidak dengan sakitnya,aku pernah menjumpai dokter yang seperti itu memberikan obat yang tidak sesuai dengan sakitnya,hanya memikirkan bagaimana dia mendapatkan uang lebih,tapi ada juga dokter yang mempunyai perinsip pasien ini dapat sembuh bila sidokter memberikan resep yang cocok dengan obat yang akan diberikan,aku berharap semua dokter berpikir dahulu sebelum memberikan obat yang cocok kepada pasiennya,,,,,terima kasih untuk semua dokter!!!!!!!!!!!!!!
by bacha on Des 27, 2007 at 13:32
Sorry ya nimbrung, tentang antibiotik. Sebenarnya sering kali yang menimbulkan keadaan resistensi (tidak mempannya suatu antibiotik terhadap bakteri) adalah pola pasien itu dalam meminum obat, bukan sering atau tidaknya obat itu diberikan. kalo memang perlu antibiotik pasti akan diresepkan oleh dokter dan yang biasanya diberikan adalah golongan yang paling ringan dan paling sesuai dengan penyakitnya.
Maksud saya dengan pola pasien yang tidak baik dalam meminum obat adalah tidak teratur, misalnya obat itu harus diminum 3 kali sehari, yang artinya kita minum tiap 8 jam, jadi kalo kita minum jam 6 pagi, untuk yang ke dua seharusnya jam 2 siang, dan yang ke tiga adalah 10 malam, ya kurang lebih begitu. tapi pasien lebih sering lupa, bahkan tidak tuntas dalam meminum antibiotik, hal itu menyebabkan terjadinya perubahan pada bakteri, seolah2 bakteri punya kesempatan (waktu) untuk mempelajari cara kerja obat (antibiotik) sehingga ketika antibiotik itu datang lagi, bakteri sudah punya perlindungan, akhirnya antibiotik tersebut jadi tidak mempan terhadap bakteri tersebut. Akibatnya penyakit tidak sembuh, sehingga dibutuhkan antibiotik dari golongan yang berbeda atau dosis yang lebih tinggi.
Dokter tidak akan secara sembarangan memberikan antibiotik jika tidak sesuai dengan kasus atau penyakitnya, pada beberapa orang mungkin saja terjadi efek samping atau efek hipersensitif (alergi), untuk itu perlu kerjasama dari pasien juga untuk menceritakan riwayat kesehatannya pada dokter. Dengan memberitahukan pada dokter golongan antibiotik apa yang pernah anda minum merupakan hal yang penting bagi dokter untuk menentukan pengobatan seperti apa yang terbaik. Pasien juga berhak mendapatkan informasi mengenai penyakit dan perawatannya dengan selengkap dan sejelas mungkin dari dokter, oleh karena itu bertanyalah sejelas mungkin pada dokter anda.
by Rizky Indrameikha Sugianto on Jan 12, 2008 at 23:07
kok gitu..hhe
by bulan on Feb 19, 2008 at 9:12
wah jd gimana neh..kbtulan sy lg sakit gigi n gusi bengkak truz sakit kalo disentuh lidah. selama ini sy minum anti biotik tp mana aku tahu kalo hrs diminum tratur..sy sih minumnya suka-suka klo terasa agak nyeri baru diminum lagi.. so mesti mnum obat apalagi ya klo udh bgni..ada yang tau ga friend??
by ilo on Feb 22, 2008 at 21:11
Gimana kalo penyakiynya dobel, contoh neh saya abis dari tht di kasih antibiotik cesfpan 2xsehari , trus selang sehari ke dokter gigi dikasih anti biotik metronidazole 3x sehari. jd bingung nih diminum gak ya yg metro???ada yg bisa bantuin gak..thanks ya
by Adung on Agu 9, 2008 at 15:05
Wah judul Lap AkhR w Ada kaitannya jg sm Amoksisilin, setau w amoksisilin bs jg bwt orang anaphilaxis or keracunan sampai shok berat, fatalnya bs juga menybbkn kematian,ih..ih serem jg tuh!!!?tp kLo dosis-a dh melebihi bts
by rhm on Sep 18, 2008 at 14:35
silahkan bagi mereka yang sakit gigi, bisa ke dokter Marjono [titel nya bukan profesor, Dr,blablabla......] tapi pasiennya rela dateng dari jauh hanya untuk diservis oleh sang dokter ‘aneh’ ini. saya bilang ‘aneh’ karena dia gak banyak bicara,gaya nya agak kemayu. tapi normal lho !
dan saran yang dia berikan untuk kita sangat baik. dia tidak sembarangnan mau cabut gigi, dari segi harga juga termasuk murah. tambal gigi tidak sampe 100rb, cuma dateng periksa gigi dan dia kasih resep KAGAK BAYAR. dari kecil, saya sudah diperiksa oleh dia, banyak pasien yang juga gitu. minggu lalu saya datang ke sana, gusi berdarah terus menerus, ngocor gitu. lalu dia kasih resep obat Amoxcycilin habiskan 17 butir, sembuh !! [tidak ada biaya periksa gigi yang dia minta. kalo resep obat Amoxcycilin yang dia suruh beli di apotik ya bayarlah.
] alamatnya di Jalan Pangeran Jayakarta sebelah Pom Bensin PANCA WARNA. lokasi tepatnya berada di samping kompleks ruko dan Bank LIPPO. pasti semua orang tahu deh di sana, tanya aja.
buktikan sendiri , asal kuat aja antri pulang malem
pasiennya RAMEEEEE !
sudah terbukti Maestro Gigi,
by Sekon on Jan 4, 2009 at 14:40
Jay, kalo nanti-nanti ke drg lagi atau dokter manapun, biasakan untuk bertanya walaupun dokternya terkesan gak mau ditanya, paksa aja…. misalnya pertanyaan itu begini; kemungkinan sakit saya apa? kenapa bisa terjadi sakit geditu? terus akan dikasih obat apa? cara kerja obat bagaimana? dll….
Pasien kadang terkesan selalu ,menyalahkan, dokter kurang ini itu, padahal mereka sendiri yang kurang kritis….
Oke Jay????
Maju terus pantang sakit.
by dwivivin, drh on Feb 15, 2009 at 7:58
Teman teman, ada kalanya antibiotik itu diresepkan lebih dari satu macam, tergantung penyakit (bakteri penyebab) dan jenis obat yang digunakan. Pemilihan obat jg didasarkan berbagai macam alasan : usia, riwayat kesehatan umum, riwayat alergi, konsumsi obat2an rutin (pada kasus hipertensi misalnya, pasien biasanya rutin minum obat tertentu untuk menjaga tekanan darahny), ibu hamil, dan lain sebagainya. pada kondisi sakit gigi, jika ditemukan abses (ada proses peradangan lanjut yang menyebabkan timbulnya nanah) terkadang diperlukan kombinasi dua antibiotik : amoxicillin dan metronidazole, atau mungkin ada pilihan obat lain seperti clyndamicin. Pemilihan obat antibiotik tersebut tergantung pada kasus penyakitnya dan beberapa hal yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Oleh karena itu, sebaiknya seorang pasien banyak2 bertanya pada dokter agar benar2 mengerti penyakit apa yg diderita dan mengerti betul penggunaan obat2an yang digunakan, agar hasilnya tepat sasaran. Kewajiban dokter juga menjelaskan sejelas2nya pada pasie
by Rizky Indrameikha Sugianto on Mei 8, 2009 at 21:16
Ohya, syok anafilaksis sbenarnya bisa terjadi kapan saja, dan penyebabnya bukan hanya antibitotik, bisa saja penyebabnya obat penghilang rasa sakit, anestesi, bahkan vitamin. Reaksi anafilaksis ini sbenarnya sperti reaksi allergi, dan efeknya memang sangat fatal. Karena yang terjadi secara klinis biasanya diawali dengan gatar kemerahan pada kulit, pembengkakan, yang paling berbahaya jika sampai terjadi pembengkakan (edema) saluran pernafasan, ini yang menyebabkan kondisi sulit bernafas, sering kali menyebabkan kematian. Untuk itu sangatlah penting bagi dokter untuk mengetahui alergi yang dimiliki oleh pasien. Apakah alergi terhadap obat2an maupun alergi terhadap zat2 lain. Dalam keadaan syok anafilaksis, harus segera dilakukan penanganan secepatnya untuk mencegah terjadinya keadaan sumbatan jalan nafat tadi, yang disebabkan pembengkakan saluran nafas atas. Mungkin supaya lebih jelas bisa googling, cari info tentang syok anafilaksis.
by Rizky Indrameikha Sugianto on Mei 9, 2009 at 6:21
antibiotik… harus sesuai anjuran!!! sebenernya bagus koq buat nyembuhin infeksi
by fajar hadi s. on Agu 29, 2009 at 23:53
Kalo minum antibiotik tidak teratur dapat menyebakan kuman penyakit kebal terhadap obat tersebut gitu lho!!!!!!!!
by Rizky Pramudya Akbar on Sep 4, 2009 at 13:26
Aku sekarang lagi sakit gigi, tapi menurutku ini bukan tergolong sakit gigi soalnya gigiku ngk berlubang dan ngk ada yang sakit. Tapi aku heran kenapa pipi ku bengkak padahal gusiku juga ngk ada yang sakit. Aku pikir ini karena gigi belakangku lagi tumbuh. Yang aku lebih heran ini sudah terjadi 3 kali tiap tahunnya dan selalu di bulan yang sama. Aku coba minum amoxicillin ama asam mefenamat setelah aku minum selama 3 hari masih belum ada perubahan. Sekarang aku jadinya puasa ngk bisa makan soalnya bukaan mulutku hanya 1/2 cm aja. Mohon pencerahan donk…. Tnks
by Ade_dede on Jan 28, 2010 at 6:58
Katanya, antibiotik berlebihan membunuh semua bakteri dalam tubuh, bakteri baik maupun bakteri jahat, betulkah?
Anakku sebulan yl opname krn infeksi paru2 selama 3 hari, stl itu di rmh 3 hr sakit lagi, aku bawa ke dokter yg sama katanya radang tenggorokan, diberi antibiotik lagi deh, sehari kemudian malah jadi diare selama 3 hr, diare berhenti setelah dia kuberi lacto-B.
by Fitri on Feb 20, 2010 at 23:53
Apakah benar kalo cabut gigi umur pasien harus diatas 20thn.
Soalnya gigi saya bolong2 dan kuning krena wkt kecil dberikan antibiotik turunan tetrasiklin.
Ap kh ad cara untuk mengganti gigi saya yang kuning2 ini, atau dengan dganti.Mohon bantuan nya ya dalam hal ini karena saya perlu bntuan dalam hal ini.Please reply ke email saya.
Gun_force@ymail.com
thx ya sbelumnya.
by Frans sanjaya on Jul 15, 2010 at 13:17
Entahlah, tapi biasanya untuk cabut gigi tidak ada batas minimum meskipun untuk gigi asli sekalipun karena salah satu kerabat dahulu ada beberpa gigi asli yang dicabut semasa SMP untuk merapikan giginya (karena total ukuran semua gigi lebih besar daripada besar dari rahangnya).
Gigi kuning belum tentu karena oba tapi juga bisa karena pola makan, hidup, dan genetika. Namun, klo udh kejadian apapun itu penyebabnya seingetku gak ada penyelamatnya. Ada sih secara temporer meskipun tidak dianjurkan, semacam menggunakan pewarna gigi. Tapi, tetap saja tidak dianjurkan. biasanya obat yang bikin kuning gigi adalah obat untuk penyakit paru-paru, hehehehe….
by Wakaranai Da on Jul 26, 2010 at 10:25