Teori Relativitas Umum
Kamis, 2 Desember 2004M
19 Syawwal 1425H
- Tracking System
- International phone card
89 tahun yang lalu Albert Einstein mempublikasikan sebuah teori yang kemudian disebut Teori Relativitas Umum oleh Akademi Sains Prussia. Teori-teori Einstein merupakan hal baru dalam dunia fisika saat itu dan beberapa bagian menyanggah hukum-hukum Newton.
Teori Relativitas Umum membuat geger karena menyanggah Persamaan Gravitasi Hukum Newton bahwa gravitasi bukanlah sebuah gaya namun hanya konsekuensi dari akibat pelengkungan ruang-waktu. Waktu menjadi parameter bersama ruang tiga dimensi membentuk ruang-waktu atau spacetime, ruang-waktu memiliki referensi terhadap kejadian (event) yang secara matematis disimbolkan dengan koordinat (t, x, y, z) atau dalam koordinat angular (t, r, θ, dan φ). Teori relatifnya adalah semua pengukuran adalah relatif terhadap pengamat (observer). Contoh yang sering diungkapkan adalah A melihat B dan C bergerak, B dengan kecepatan X Km/jam dan C dengan kecepatan Y Km/jam maka B (sebagai pengamat terhadap C) tidak akan melihat C bergerak dengan Y Km/jam.
Sepuluh tahun sebelumnya pada tahun 1905 Einstein mengemukakan Teori Relativitas Khusus dengan dua postulat yang menjadi dasar pengembangan Teori Relativitas Umum. Dua postulat tersebut adalah bahwa sifat semesta (universe) pengamat tidak berubah jika kondisi inersia pengamat berubah serta kecepatan cahaya dalam vakum adalah sama di semua pengamat.
Contoh eksperimen pemikiran dari Teori Relativitas Khusus adalah Paradoks Kembar, jika A dan B yang kembar, A diam di bumi dan B keluar dari bumi dengan kecepatan mendekati cahaya maka saat B kembali ke bumi akan berumur lebih muda daripada A. Dalam kasus di lapangan prediksi pemikiran ini terjadi pada jam pesawat supersonik yang menjadi tidak sinkron dengan jam di bumi setelah melakukan perjalanan.
Einstein menjadi semakin terkenal setelah mengemukakan Teori Relativitas Umum ini, bahkan sumbangannya cukup banyak dalam melengkapi hukum-hukum Newton sebelum tahun 1915 tersebut.
Saya sendiri lebih banyak tidak mengerti tentang Teori Relativitas ini, sebagai tambahan deskripsi teori saya menyukai serial Star Trek (ah, karena ratingnya rendah sudah tidak diputar di stasiun TV lokal) yang sedikit-banyak menjelaskan dan menggambarkan teori-teori Relativitas.
Senin, 14 Februari 2005 @ 10:39
Using
maaf sebelumnya, jika kata-kata saya nanti kurang begitu menyenangkan di hati
tulisan di atas, menggunakan kata-kata yang mudah di pahami, tapi tolong di kasih penjelasan, teori apa saja, yang di kemukakan oleh einstein dalam masalah relativitas ini dan apa alasan einstein kok mengambil dan mengemukakan teori tersebut.
tolong bales juga jawabannya di email saya.
Senin, 14 Februari 2005 @ 12:05
Using
#1: Sulit buat saya menuliskan paparan Teori Relativitas Einstein, lebih tepat jika anda bertanya kepada guru Fisika anda, atau membaca buku-buku yang terkait.
Selasa, 3 Mei 2005 @ 18:46
Using
Ini hanyalah filsafat yang terus berkembang ilmunya dari hari ke hari dari pikiran setiap manusia.
Rabu, 8 Juni 2005 @ 14:54
Using
maaf saya masih belum paham Teori Relativitas digunakan untuk bidang seperti apa?Mengapa Anda menampilkan web ini?
Rabu, 8 Juni 2005 @ 19:26
Using
#4:
* silakan dipahami dengan dipelajari, dengan bertanya kepada guru/dosen fisika anda
* alasan saya menampilkan web ini adalah karena keinginan saya
Selasa, 21 Juni 2005 @ 19:16
Using
Halo halo Bang Jay, saya tidak tahu ternyata sempat menulis mengenai Teori Relativitas Umum di blog ini, hehe… Selama ini kalau ingat “Jay Adalah Yulian” yang identik adalah mama maling bawangnya, hihi…
Sedikit komentar, tanpa bermaksud mau berbantah2an nich…
Memang benar Gravitasi adalah konsekuensi ruang yang melengkung. Namun hal ini tidak membantah Gravitasi adalah sebuah gaya (yang kalau mau lebih tepat disebut: interaksi.) Yang disanggah Relativitas Umum adalah, bahwa Hukum Gravitasi Newton sama sekali tidak menjawab “apa itu gravitasi”. Formula matematika-nya sih, yang G ~ M1*M2/R^2 itu tidak salah2 amat…
Mengenai “Teori Relatif”, sebenarnya ini bukanlah sesuatu yang istimewa… Sebelum Einstein lahir, Om Galileo sudah mengatakan hal yang sama. Kemudian menjadi istimewa (dan membuat gusar para ilmuwan karena butuh waktu 20 tahun lebih untuk mengerti) adalah, ruang-waktu yang selama ini dianggap absolut oleh Newtonian (dan Galilean) ternyata nilainya relatif… TERHADAP kecepatan cahaya.
Saya sempat membuat coretan bergaya popular berkenaan dengan Teori Relativitas ini, mudah2an ada waktu menengok dan membacanya:
2005: Tahun Fisika Dunia
Teori Segalanya: Pengejaran Panjang Mimpi Einstein
Principle of Relativity
Ada juga tentang “Bagaimana Waktu Melambat dan Ruang Memendek” cuma sedikit teknis (ada beberapa persamaan matematika yang bisa buat orang fobia rumus jadi males baca hehehe…)
wassalam,
Buyung
Selasa, 21 Juni 2005 @ 19:18
Using
Bang Jay,
Maaf, itu ada tag HTML yang salah pada komentar saya sebelumnya… Mau diperbaiki eh, ternyata ga bisa ngedit sendiri.
Sekali lagi, minta maaf…
Jumat, 15 Juli 2005 @ 21:41
Using
ada band Punk Tegal yg membuat hukum Idiot (satu) yang berbunyi gini:
‘SETIAP BENDA, SEKECIL APAPUN, PASTI TERDIRI DARI BERBAGAI BAGIAN YANG MENYUSUNNYA MENJADI SATU”
GIMANA PENDAPAT aNDA? sementara dia berani taruhan nyawa utk mengeluarkan Hukum itu? mohon pendapat
Kamis, 15 September 2005 @ 18:24
Using
menurut say teori relativitas itu sangat logis jika dilihat dari beberapa kejadian yang pernah terjadi atau beberapa intuisi yang mendasar akan kebenaran teori tersebut. ambil contoh gaya tarik blackhole ditambahkan dengan v benda langit yang sudah mendekati kecepatan cahaya, tidak menutup kemungkinan akan kembali ke masa lampau…..
Sabtu, 17 September 2005 @ 8:38
Using
bang jay, maaf ya kata-katanya kurang dimengerti
Senin, 26 September 2005 @ 15:13
Using
Jika nyamuk bergerak searah dengan mobil yang bergerak (dianggap nyamuk berada di mobil), berapa kecepatan nyamuk?
HUKUM RELATIVITASNYA gmn?
Senin, 26 September 2005 @ 15:46
Using
#11: Hukum Relativitasnya adalah kecepatan nyamuk relatif terhadap pengamat, jika pengamatnya orang di mobil kecepatan gerak nyamuk SEGINI, jika pengamatnya orang di mobil lain kecepatannya SEGITU. Jadi pasti berbeda-beda, tergantung arah dan kecepatan pengamat.
Selasa, 18 Oktober 2005 @ 13:41
Using
Gerak rotasi dan revolusi benda-benda langit dapat dijelaskan dengan teori relativitas khusus dan lebih gamblang untuk deskripsi fenomena synchronous rotation (misal gerak bulan) dibandingkan dengan teori gravitasi newton.
Sabtu, 22 Oktober 2005 @ 10:53
Using
Eeh halo halo halo
maaf ya saya cuma mampir doank setelah search “relativitas” di google.sejujurnya saya ngga tau tuh bang jay tuh siapa..tapi saya tau bang einstein tuh siapa..dan saya penggemar bang einstein!
saya sangat tertarik dengan teori relativitasnya bang einstein.dan mungkin kalau ada juga yang menaruh minat yang sama terhadap fisika khususnya fisika modern, harap menghubungi e-mail saya ya di sciledge@yahoo.com.kita bisa diskusi oke?
thank you GBU
Jumat, 2 Desember 2005 @ 0:56
Using
bang jay mohon pendapatmu tentang mail nomor 8. keyaknya bener juga omongan dia…. hmmmm emang ya sekecil apapun benda pasti ada atasnya- bawahnya- kanannya- kirinya- tengahnya…? sekeciiiiil apapun! pasti gitu deh… plis answer me gue juga penasaran sama si Bagus yg ngirim mail itu
Jumat, 2 Desember 2005 @ 9:15
Using
#15: John, atas-bawah-kiri-kanan itu relatif tergantung siapa yang melihat, karena gravitasi (yang kita rasakan hanya gravitasi bumi) maka kita bisa menyebut atas-bawah.
Mengenai elemen penyusun benda (sekecil apapun) kan ada di ilmu Fisika, kita kenal atom, ternyata atom disusun dari neutron, proton dan elektron, dan suatu saat mungkin akan diketahui neutron, proton dan elektron itu disusun dari apa.
Minggu, 22 Januari 2006 @ 12:13
Using
saya kurang setuju dengan Relativitas einsten. Karena pengamat hanya manusia, sehingga keterbatasan mata manusia dapat menimbulkan relativitas. ( karena keterbatasan mata manusia dapat mengakibatkan garis lengkung lintasan dengan kecepatan cahaya menjadi sebuah garis lurus, maka terjadi Relativitas ). Bagaimana jika pengamat benda yang bergerak secepat cahaya itu diditeksi dengan alat penangkap cahaya…? apakah garis lengkung dapat terlihat seperti garis lurus…?
Saya mahasiswa fisika yang sedang meneliti Relativitas, dan sedang mengembangkan/ mencoba ekperimen Relativitas 3D berdasarkan Trans. Galileo.
Saya ingin menerbitkan Hueristic2 penemuan saya, namun, saya belum bisa memasang web dll. Jika ada yang berkenan untuk membantu demi ilmu pengetahuan, tolong hub saya di 0818085059191
Minggu, 22 Januari 2006 @ 12:15
Using
saya kurang setuju dengan Relativitas einsten. Karena pengamat hanya manusia, sehingga keterbatasan mata manusia dapat menimbulkan relativitas. ( karena keterbatasan mata manusia dapat mengakibatkan garis lengkung lintasan dengan kecepatan cahaya menjadi sebuah garis lurus, maka terjadi Relativitas ). Bagaimana jika pengamat benda yang bergerak secepat cahaya itu diditeksi dengan alat penangkap cahaya…? apakah garis lengkung dapat terlihat seperti garis lurus…?
Saya mahasiswa fisika yang sedang meneliti Relativitas, dan sedang mengembangkan/ mencoba ekperimen Relativitas 3D berdasarkan Trans. Galileo.
Saya ingin menerbitkan Hueristic2 penemuan saya, namun, saya belum bisa memasang web dll. Jika ada yang berkenan untuk membantu demi ilmu pengetahuan, tolong hub saya di 081808505919
Rabu, 8 Maret 2006 @ 15:34
Using
1. Apakah kecepatan cahaya itu selalu konstan?jelaskan
2.
Rabu, 8 Maret 2006 @ 15:39
Using
#19: Coba dijelaskan! Kalau perlu tulis di blog anda sendiri, trackback ke isian blog ini.
Rabu, 10 Mei 2006 @ 17:02
Using
teori relativitas hanya sebuah ungkapan fantasi belaka. coba jika kita bayangkan bagaimana kalau kita bergerak mengelilingi bumi dengan arah berlawanan arah putaran bumi, bergerak dengan cepat melewati garis tanggal internasional dengan kelajuan 10 putaran per 24 jam, apakah kita akan menemukan diri kita sendiri yang 10 hari yang lalu disana.
Rabu, 10 Mei 2006 @ 20:15
Using
#21: Anda justru berpikir secara absolut, bukan secara relatif.
Sabtu, 1 Juli 2006 @ 18:41
Using
Saya masih belum paham benar soal teori relativitas yang diungkapkan Einstein. Tetapi, ngomong-ngomong masalah relativitas, saya rasa kebenaran teori itu juga masih relatif dan pendapat orang-orang tentang teori itu juga relatif. Apa ada penjelasan yang lebih detail tentang teori relativitas agar kita dapat memahami teori tersebut walaupun banyak ditentang orang. Hal ini karena saya adalah salah satu orang yang mengagumi pemikiran Einstein.
MOHON TANGGAPANNYA
Senin, 24 Juli 2006 @ 18:27
Using
1.Teori Relativitas Khusus yang dikembangkan oleh Einstein dan lainnya dapat diterapkan pada semua fenomena alam kecuali gravitasi.
2.Ilmuwan cemerlang yang baru bisa bicara setelah usia 4 tahun ini menggarap Teori Relativitas Umum selama lebih dari 10 tahun, berkenaan dengan kerangka acuan dan gravitasi yang dipercepat. Pemahaman yang sempurna tentang Relativitas Umum membutuhkan matematika yang canggih. Teori ini sangat penting dalam kosmologi, tetapi jarang ditemui dalam bidang fisika dan keteknikan lain.
3.monggo cari buku dan artikelnya orang-orang ini: (mudah2an dapet)
-Bondi, Hermann: Relativity and Common Sense: A New Approach to Einstein. Buku ini menggunakan fenomena yang lazim untuk membantu menunjukkan bagaimana logis dan mudahnya memahami gagasan relativitas khusus.
-Gamow, George: “Gravity, ” Scientific American. Relativitas Umum Einstein dijelaskan secara menarik dan tidak matematis.
-Schwinger, Julian, Einstein’s Legacy: The Unity of Space and Time. Pemaparan modern dan terilustrasi baik tentang teori relativitas khusus serta umum dan beberapa akibatnya.
-Marder, L: Time and the Space Traveller. Menyajikan sejumlah argument yang dibuat dalam debat panjang dan beragam tentang paradoks kembar.
-Mook, Delo E., dan Thomas Vargish, Inside Relativity. Buku untuk nonsaintis memberi konteks sejarah dan saintific untuk karya-karya Einstein, menjelaskan teori khusus dan umum dengan bantuan gambar dan grafik tanpa matematik.
4.13 Abad sebelum Einstein dan teorinya yang mengguncang dunia, Al-Qur’an telah mengajarkan kita tentang Relativitas Waktu.
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”
(QS As Sajdah: 5)
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”
(QS Al Hajj: 47)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.”
(Al Qur’an, 70:4)
Ini adalah salah satu bukti diantara sederet bukti lain bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci.
”Kitab Al-Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya begitu sempurna dan agung, sehingga tidak mungkin ada seorang manusia atau setan sekalipun yang dapat mengarang satu surat saja pun, walau yang terpendek dapat menandinginya.”
(Harry Gaylord Dorman dalam bukunya Toward Understanding Islam)
Wallahu Ta’ala A’lam.
Sabtu, 16 September 2006 @ 7:58
Using
sorry bang jay agak sdikit menyimpang nich dari RELATIVITAs,
sebenernya “atoM” ntu contoh aslinya berupa apa, .? bentuk., .!
Kamis, 21 September 2006 @ 11:32
Using
Sesuai hukum kekekalan energi, tentunya suara yang terucap oleh manusia tidak akan hilang, mungkin juga berubah bentuknya.
Pertanyaannya apakah suara-suara tersebut bisa kita lacak lagi keberadaanya dan kita dengar kembali? ( lost voices recovery )
Kamis, 9 November 2006 @ 19:55
Using
saya lagi bingung ne??suruh buat makalah tentang relativitas waktu kira – kira apa ya judul yang tepat??mohon bantuannya ya??/tlg krim ke email saya vya_chuby@telkom.net
makasih….
Selasa, 30 Januari 2007 @ 16:37
Using
teori relativitas. teori yang sampe sekarang susah nyangkutnya, tetep ga kebayang, mungkin karena volume otaknya ga sebesar einstein, dan gw ga botak. Padahal gw termasuk penyuka pelajaran fisika,, dan pelajaran favorit gw. tapi untuk 1 teori itu gw tetep ga donk… susah bener memahaminya.
Walo pun secara nilai pas teori itu nilai gw bagus, tapi secara nalar gw belom nyampe, cuma bisa itung2an doang.
Selasa, 27 Februari 2007 @ 22:33
Using
maaf, tolong dijelaskan tentang Einstein dengan inferensi kausal. tolong dibls segera
Kamis, 8 Maret 2007 @ 21:49
Using
relatif=nisbi, benda-benda fisika tidak terdapat didalam ruang, melainkan mengalami perluasan ruang. bener gak??
Rabu, 11 April 2007 @ 0:39
Using
pada saat itu ensttein sedang berfilsafat kale,karna karen budaya pada zaman itu sedang banyak orang yang berfilsafat
Jumat, 20 Juli 2007 @ 0:16
Using
JAY, ANDA SALAH MENGAMBIL CONTOH TTG TEORI PARADOKS KEMBAR..ANDA MEMISALKAN KEMBAR A & B YG SALAH 1 NYA PERGI K LUAR BUMI DG V~C DAN KEMBALI DGN UMUR LBH MUDA…,SETAU SY, KTIKA V~C MK DIMENSINYA AKAN BERUBAH, L AKAN BERKURANG KRN P MENINGKAT. ARTINYA MUSTAHIL ADA ORANG YG TTP HIDUP DGN MENANGGUNG PERUBAHAN DIMENSI SEDRASTIS ITU. BISAKAH MEMBERI CONTOH YG LBH KONKRET?
Jumat, 20 Juli 2007 @ 1:03
Using
#32: Namanya teori relativitas, serba relatif karena batasan fisik (sesuai ilmu fisika newton) belum dilampaui. Mungkin juga tidak akan terjadi, atau kita tidak mengalaminya, karena secara ilmiah ataupun selestial kecepatan cahaya adalah batas dimensi manusia.
Pendekatan yang lebih konkret kan sudah ditulis di atas:
Senin, 23 Juli 2007 @ 16:07
Using
sttt….. ini tentang kebenaran,
yang jarang manusia memahaminya dengan sebenar-benarnya.
pemikiran yang melampaui batas pemikiran seorang manusia normal.
harus dengan hati dan pemikiran yang jernih.
tanpa memihak apapun dan siapapun
dalam benar dan salah.
sebab kebenaran tetaplah kebenaran.
meskipun semua orang menyangkalnya.
sebab kebenaran tak membutuhkan suatu apapun dan siapapun.
bang jay…. menarik sekali nee klo tukar pikiran sama bang jay.
Sabtu, 28 Juli 2007 @ 21:29
Using
Sebelumnya saya minta maaf, mungkin saya kurang tepat dalam menggambarkan teori relativitas khusus. Hal ini dikarenakan karena kurangnya pengetahuan saya. jika ada kesalahan mohon dibetulkan. Kecepatan cahaya adalah tetap untuk semua pengamat, baik yg sedang bergerak maupun yg lagi diam. Mereka akan merasakan kecepatan cahaya 300.000km/detik. Contoh nya begini ; seorang ilmuan di bumi menyorotkan sinar laser ke bintang X, sinar laser tsb melaju dgn kecepatan 300.000km/detik. Pada saat yg bersamaan, seorang astronot juga terbang dari bumi menuju bintang X dg kecepatan 200.000km/detik. Seharusnya astronot merasakan kecepatan sinar laser yg disorotkan oleh ilmuan adalah 100.000km/detik. Tetapi menurut Einstein tdk begitu, astronot tetap akan merasakan kecepatan sinar laser 300.000km/detik. Kok bisa begitu… ??? Menurut Einstein begini : Waktu yg dialami oleh benda (pengamat) yg bergerak, berjalan lebih lama dibanding dengan benda (pengamat) yg diam. Kembali ke astronot td, ilmuan yg berada di bumi melihat, setiap satu detik astronot akan tertinggal oleh sinar laser sejauh 100.000km { setelah 1 detik sinar mencapai jarak 300.000km sedangkan astronot baru mencapai jarak 200.000km }. Ilmuan yg berada di bumi melihat, astronot akan tertinggal oleh sinar laser sejauh 300.000km setelah 3 detik. Jd kita yg berada di bumi beranggapan kecepatan relativ cahaya terhadap astronot adalah 300.000km/3detik atau 100.000km/detik. Tetapi yg dirasakan astronot adalah, dia tertinggal oleh sinar laser sejauh 300.000km setelah 1 DETIK, BUKAN 3 DETIK. Waktu yg dialami astronot melambat 3 kali. Jika ilmuan yg berada di bumi merasakan waktu selama 3 detik, maka astronot akan merasakan baru 1 detik. Jika ilmuan yg berada di bumi merasakan waktu selama 3 jam, maka astronot merasakan waktu baru 1 jam. Hal reperti itu bukan cuma astronot yg mengalami, tetapi semua benda ya terbang bersama astronot jg mengalaminya. Jika astronot tsb membawa jam dan kita bisa melihatnya dari bumi, maka jarum jam yg dibawa astronot akan berputar lebih lambat dibanding dengan jarum jam yg dipake ilmuan di bumi. Kira2 hampir seperti itulah isi dari teori relativitas khusus. Tetapi saya merasa ada yg janggal pada teori relativitas khusus. Sinar laser melaju dari bumi ke arah Bintang X dg kecepatan 300.000km/detik, astronot melaju dari bumi ke arah bintang X dengan kecepatan 200.000. Menurut artikel sebelumnya, astronot mengalami perlambatan waktu sebesar 3 kali agar kecepatan sinar laser yg mengarah ke bintang X tetap 300.000km/detik. Jika ilmuan di bumi merasakan waktu selama 3 detik maka astronot merasakan baru 1 detik. Masalahnya begini, jika ilmuan yg berada di bumi juga menyorotkan sinar laser ke arah bintang Y yang berlawan arah dengan bintang X (kita sebut saja sinar laser ini dg sebutan sinar laser B), maka kecepatan sinar laser B terhadap ilmuan adalah 300.000km/detik. Tetapi bagaimana dengan yg dirasakan astronot, apakah kecepatan relativ sinar laser B juga 300.000km/detik ? Mari kita hitung, dalam waktu satu detik menurut ilmuan, perubahan jarak antara astronot dan sinar laser B adalah 200.000km + 300.000km = 500.000 (astronot dan laser B berlawanan arah). Dalam waktu 3 detik menurut ilmuan astronot dan laser B berpisah sejauh 1.500.000km. 3 detik menurut ilmuan = 1 detik menurut astronot, jadi kecepatan relativ laser B terhadap astronot adalah 1.500.000km = 5 kali kecepatan cahaya. Loh… Katanya kecepatan cahaya adalah mutlak 300.000 ke segala arah ??? Ada yg bisa menjelaskan ???
Jumat, 31 Agustus 2007 @ 20:28
Using
mugnkin nggak ya denga teori ini kita membuktikan isra’ mi’raj rasulullah saw?
Kamis, 10 April 2008 @ 12:40
Using
Hai bang john, ini emailku: bejosoepardjo@yahoo.com .Sampai saat ini band itu sudah mengeluarkan Hukum IdiOt sampai degnan 4 buah. Nama bandnya Seems LiKe idiOt, Tegal, Jawa Tengah. edyan, mereka berani taruhan nyawa tentang semua Hukum yang dibuatnya itu, termasuk mereka berani mendefinisikan apa itu Ruang dan Waktu.
Kamis, 10 April 2008 @ 12:49
Using
Oh.. itu band emang di Tegal lumayan bikin sesuatu yang fenomenal. pernah dia mengomentari ramalan kiamat yang dibuat Newton ( kiamat tahun 2060), kata vokalisnya “Newton kurang tepat !! menurutku Kiamat itu sekitar tahun 2077″, tapi dia sendiri berkata “Ngramal ( ngetung) kiamat adalah hak setiap orang meskipun dasarnya hanyalah wangsit yang tidak ilmiah, makanya jangan langsung percaya sama etungan kiamat, ngapain ngetung kiamat yang gak musti kita mengalaminya. Yang udah pasti adlah kematian”.
Hehehe aneh juga dia tuh, dia sendiri nggak bersedia menyampaikan dasar perhitungannya tentang ramalan kiamatnya itu, dengan alasan yang tadi dia utarakan. Tentang Definisi Ruang & waktunya juga lumayan masuk rasioku, dan… nampaknya belum ada definisi ruang & waktu yang segamblang dan serasional dia. ( selama ini aku jumpai).
Kamis, 10 April 2008 @ 13:00
Using
hai mas Mr.Mikir, tentang Seems like idiot aku juga sempet baca selebarannya ( semacam Buletin PunK) yang dia bagikan gratis di salah satu toko kaset di Mall Tegal. aku saat itu baca Hukum idiot (2), bunyinya gini “semua benda yang sedang ada,mempunyai waktu yang sama, yaitu sekarang”. wuuuuiiiiiih….. yang satu ini njelasin mengapa relativitas waktu itu sah terjadi, dan…. yang bikin aku terpana tuh tentang “Cut existence” yang dia temukan, ternyata semua benda itu siklusnya TIADA-ADA-TIADA demikian teruuuuuus terjadi selang seling bergantian meskpun dalam waktu yang singkat. dalam kata lain sebenarnya wujud benda itu terpotong- potong antara TIADA- ada-tiada gicu..meskipun kelihatannya kita itu adaaaaaaa… terus !! ini yang bikin aku sempet bengooooong berjam2.. dan …heran betul tentang realitas ini. Otaknya lumayan jeroo. Hm… tentang lagu2nya sih aku gak merhatikan banget, coba aja yang sempet ke Tegal, cari di distro atau request di radio. Sory, aku bukan pemerhati musik. I only Love science
Minggu, 18 Mei 2008 @ 13:36
Using
emang gmn sich teori pengaplikasian einstein pd kehidupan nyata yg mengatakan bahwa “apabila ada suatu benda yg kecepatannya mendekati kecepatan cahaya akan bersifat mutlak pd wkt yg semakin melambat,degenerasi semakin lamadan kinerja jantung semakin melambat”. plz jwb dooong…..!
Rabu, 18 Juni 2008 @ 15:12
Using
Assalam
I Would Like tu ask You…….
Ngomong2, seberapa pentingkah teori relativitas yang anda maksudkan itu dalam kehidupan sehari-hari kita???????? apa fungsinya???????? explane dong………!!!
Senin, 4 Agustus 2008 @ 1:21
Using
mungkin relativitas ini ada kaitanny jg ama isra mi’RAj-nya muhammad brdua ama malekat jibril, coz stauqu jibril ntu kn diciptain dari cahaya jd kcptnny kn scepat cahaya jg mknny ga mustahil naik turun kelangit cm dlm wktu semalem hehehe
Selasa, 12 Agustus 2008 @ 15:34
Using
bang jay, salam kenal saya agus
apakah anda bisa di kontak via ym? saya ada satu pemikiran mengenai ruang dan waktu dan ingin menanyakan beberapa hal tersebut kepada anda, bila ada boleh kabarin via email
regard
Kamis, 28 Agustus 2008 @ 0:15
Using
kalau kita bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya berarti kita bisa menguasai ruang dan waktu alias kekal ????
Senin, 15 September 2008 @ 23:21
Using
Sodara2 Jay, gmana pendapatmu tentang hasil percobaan di LERN Prancis kemaren? atau bisa gak menerka lebih tepat? hayo.. ni tebakan tentang Big bang !
Senin, 15 September 2008 @ 23:24
Using
Halo ada yg tau emailnya atau webnya band itu gak? seems like idiot? gw pengen tau pendapatnya ttg Big Bang! asik nich!
Senin, 30 Maret 2009 @ 19:26
Using
hmm,makin kita berpikir makin kita tahu bahwa Tuhan sangat dekat dengan hati tetapi sangat jauh dengan akal pikiran
Rabu, 9 September 2009 @ 16:57
Using
agung riyadi, saya setuju dngan anda,saya juga bisa membuktikan kesalahan teori tsbt .saya mahasiswa UIN SGD bandung smestr 1 pend.mtk.dengan pembuktian mtk saya bisa buktikan rumus trnsformasi lorentz salah besar.
Senin, 14 September 2009 @ 13:30
Using
Kesalahan terbesar teori relativitas(baik umum maupun khusus) itu adlh teori itu baru bersifat parsial, faktanya begini: relativitas sukses menjelaskan melalui ruang dan waktu yg revolusioner dibanding teorinya ruang waktu mutlak Newton tapi dari sisi pengamat suatu kejadian sebenarnya sudut pandang relativitas masih fisika klasik! kita sedang menanti teori everything yg hanya sebatas mimpi!
Minggu, 13 Desember 2009 @ 21:49
Using
sulit sekali menghadirkan suasana nyata di dalam kelas untuk bisa memperlihatkan hal yang konkret untuk menjelaskan teori relativitas kepada siswa. Ada saran?
Rabu, 6 Januari 2010 @ 14:47
Using
fisika dan ilmu lain yang telah ada hanyalah seperti sebuah sejarah.. Berusaha memikirkan apa yang dilakukan dan dipikirkan Tuhan. Tidak menutup kemungkinan relativitas adalah sebuah kesalahan, karna semua jawaban ada pada Tuhan. :)
Rabu, 6 Januari 2010 @ 14:48
Using
fisika dan ilmu lain yang telah ada hanyalah seperti sebuah sejarah.. Mempelajari sesuatu yang pernah ditemukan..
Ilmuwan Berusaha memikirkan apa yang dilakukan dan dipikirkan Tuhan. Tidak menutup kemungkinan relativitas adalah sebuah kesalahan, karna semua jawaban ada pada Tuhan. :)
Kamis, 14 Januari 2010 @ 20:38
Using
Comment #17 mengenai percobaan dengan menggunakan alat penangkap cahaya pernah di gunakan, adalah experiment michelson-morrey yang pada dasarnya adalah ingin membuktikan efek2 gerak yang ada pada eter -jika memang ada- itu sendiri yang, diduga akan berpengaruh pada kecepatan dan arah gerak cahaya. Namun telah terbukti bahwa eter -sebagai media transmisi gelombang2 elektromagnet, jika memang ada- ternyata tidak menimbulkan efek gerak pada cahaya itu sendiri seperti pada saat anda berjalan memutar – mutar pada siang hari berangin, maka pada salah satu arah gerak anda akan mengalami arah melawan ataupun searah dengan arah gerak angin. Bukan seperti itu.
Comment #35, silahkan buka buku Fisika kelas 3 sma semester 2 yang pernah anda pelajari. Dari persamaan Albert Einstein yang agak rumit itu bisa anda peroleh harga yang sama dari contoh yang anda buat sendiri mengenai kecepatan cahaya relatif terhadap kecepatan benda bergerak lain bagaimanapun arah geraknya. Penjelasannya pun juga tergolong agak kumplit tentang tercetusnya persamaan itu.
Untuk comment yang lain, yang masih menganggap bahwa contoh – contoh yang telah Einstein buat merupakan hal yang tidak konkret, ini hanyalah masalah kesukaan saja. Keinginan untuk memperjelas dan membuat rasio anda bisa menerima contoh yang tidak konkret itu merupakan hal yang wajar. Tidak bisa menjelaskan lebih jauh lagi, sebenarnya memang itulah yang terjadi pada relativitas ruang-waktu yang sulit bisa dinalar oleh orang – orang seperti kita pada era yang berbeda dengan era Einstein, Newton, Maxwell, Lorentz, dan “artis – artis” kawakan lain pada masa itu. Sebenarnya jika kita lahir dan hidup bersama pada masa Einstein cs, kita akan bisa lebih mudah untuk bisa menerima penjelasan semacam itu, bukan begitu? Karena Anda tentunya terbebas dari setumpuk pra-anggapan yang menghambat sebagian besar orang untuk memahami pembicaraan Einstein.
Jika masih penasaran, jangan ragu untuk menanyakan pada orang yang menurut anda lebih kompeten untuk menjadi nara sumber yang meyakinkan hati anda nantinya. Namun tetap anda harus siap mental untuk menghadapi ketidakmungkinan – ketidakmungkinan lain yang narasumber anda nyatakan dari contoh – contoh yang Ia misalkan. Kembali lagi, itulah relativitas ruang-waktu yang telah cukup diberikan oleh Einstein gambaran untuk kita dengan keterbatasan bahasa verbal yang manusia miliki untuk mengutarakan rumus – rumus matematis yang ada dalam otaknya.