Kotak Hitam Pesawat

Rabu, 1 Desember 2004M
18 Syawwal 1425H

Turut berduka atas kecelakaan pendaratan pesawat maskapai Lion Air jenis jet MD-82 buatan McDonnel Douglas (yang kini diakuisisi Boeing) berkapasitas 172 penumpang di bandara Adi Sumarmo Solo untuk transit.

Pesawat MD-82 milik Lion AirSaya mendapat berita ini di layar kaca TransTV kemudian MetroTV, dua jam setelah kecelakaan terjadi. Pesawat hendak mendarat dalam kondisi kabut dan hujan kemudian menabrak pagar landas pacu atau runway hingga pesawat nyaris terpotong dan berhenti dekat tempat pemakaman umum (TPU). Tragis! Seolah-olah seisi pesawat hendak diantarkan ke liang kubur. Sampai saya menulis ini korban tercatat 26 orang meninggal.

Kotak Hitam Pesawat Kotak Hitam telah berhasil ditemukan dan akan diperiksa di Amerika. Kotak Hitam atau Black Box ini adalah nama beken di media yang nama sebenarnya adalah Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang dulunya memang berbentuk kotak berwarna hitam.

Kotak Hitam ini dirancang memiliki dua fungsi:
1. Memberi akurasi dan koreksi terhadap kesalahan yang sering ditimpakan terhadap kesalahan pilot atau kesalahan sistem pesawat.
2. Untuk menganalisis insiden kecelakaan supaya menjadi bahan pencegahan kesalahan di masa selanjutnya.

Kotak Hitam ini menggunakan potensiometer yang dihubungkan dengan kawat/kabel baja ke ruang kontrol pesawat dan merekam perubahan frekuensi ke dalam pita magnetik yang ada di dalam kotak metal tahan api dan benturan yang berwarna hitam. Meskipun sekarang FDR berganti warna menjadi kuning atau oranye kalangan media tetap menyebutnya sebagai Kotak Hitam.

Dengan berkembangnya media penyimpanan serta perangkat digital Kotak Hitam ini diganti dengan flash memory yang mencatat umumnya 88 parameter dalam 8 bit seperti jam, posisi GPS, kondisi mesin, catatan kontrol pesawat dll. Tiap parameter dicatat setiap detiknya meskipun ada beberapa paremeter yang bisa berubah cepat di bawah satu detik. FDR mencatat semua sensor hanya untuk beberapa hari. Dengan kondisi di atas dalam satu hari penuh FDR hanya membutuhkan ruang flash memory sekitar 8MB.

CVR tidak menyimpan data sehari penuh, tapi hanya 30 menit terakhir yang merekam semua suara di kabin pilot ke dalam pita magnetik. Data yang disimpan bisa berupa analog ataupun digital. Dengan berkembangnya teknologi data CVR bisa menyimpan sampai dua jam terakhir dan diusulkan untuk merekam data video.

Umumnya Kotak Hitam disimpan di bagian buntut pesawat, berwarna terang, yang lebih modern memiliki kemampuan self-eject serta mudah dideteksi oleh SONAR atau RADAR.

Administrasi Penerbangan Amerika (FAA) membuat regulasi Kotak Hitam harus memiliki kemampuan merekam dalam kondisi temperatur 1100°C selama 30 menit dan tekanan air sedalam 20.000 kaki serta tekanan 3.400 kali gravitasi selama 6, 5 milidetik.

Kotak Hitam dirancang sebagai perangkat yang solid-state sehingga memiliki nilai perawatan hampir nol (baterenya pun dirancang untuk tahan selama 6 tahun).

Disadur dari isian FDR di Wikipedia.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

6 komentar untuk catatan 'Kotak Hitam Pesawat'

  1. #1
    gravatar

    Kalau soal blackbox, biasanya butuh 2-3 bulan sampai reportnya keluar. Susah, memang.:)

  2. #2
    gravatar

    Blacx Box Kurang aktual, Dicari dulu, dibersihin, dikirim ke AS, Diproses, Tunggu hasilnya Bulanan….
    Untung saja ada kameramen antv yang selamet, lumayan jadi tau kejadian terakhir pendaratan….

  3. #3
    gravatar

    gue ingin sekali tawa hari ini namun gimana caranya dong

  4. #4
    gravatar

    Menanggapai komentar #2
    Wah salah banget mas kalau bilang black box kurang aktual. Justru data ini yang paling mendekati tentang kejadian sebenarnya. Barang ini meski warnanya orang bisa dibilang paling objektif, ngga bakalan boong kalau dipelihara dengan baik (alias maintenancenya OK).
    Kalau dibilang lama tergantung dari kitanya. Kalaupun mau KNKT (baca: pemerintah) mesti beli alat buat downloadnya. Soalnya data dari FDR mesti diambil data mentah (data dalam binner). Kalau CVR sih orang merpati mampu untuk itu. Nah kalau nanya softwarenya Indoensia punya kok namanya DAE (Data Analysis Engine) for Aerospace produksi Ummah Sciences (www.ummahsciences.com). Silakan cek di situsnya. Paling yang belum ada animasinya, nah ini kabarnya Ummah Sciences masih ngembangin. Jadi kalau sudah gini masa mesti berbulan-bulan analysisnya kecuali data dari FDR pada ilang atau bahkan rusak nah ini baru bisa memakan waktu lama.

  5. #5
    gravatar

    Quote: “Meskipun sekarang FDR berganti warna menjadi kuning atau oranye kalangan media tetap menyebutnya sebagai Kotak Hitam.”

    Kayanya dari dulu koyak hitam pastinya berwarna terang (kuning/oranye), tidak pernah ganti warna. Maksud dari nama black box (kotak hitam) karena kotak ini selalu berhubungan dengan bencana/kecelakaan, makanya diberi nama black box.

  6. #6
    gravatar

    FDR [Flight Data Recorder] plus CVR = Cockpit Voice Recorder => Sering disebut Blackbox
    Quote: “Meskipun sekarang FDR berganti warna menjadi kuning atau oranye kalangan media tetap menyebutnya sebagai Kotak Hitam.”
    Kalaupun di awalnya mungkin tidak berwarna orange tapi saya berkeyakinan lebih dari 80% sejarah hidupnya kotak hitam berwarna cerah (eye catching) baik orange atau yang lainnya. Dibilang ganti warna engga tau juga, karena bisa jadi awalnya belum kepikiran untuk bikin warna yang eye catching karena mungkin si penemu lebih fokus pada data yang direkam. Dan yang sekarang yang terlihat semua kotak hitam berwarna orange (nuansa kuning juga ada).
    Jadi pendapat Bung Scutze mungkin benar kalau mengkaitkan dengan kecelakaan. Yah ditarik-tarik nyambung lah..Tapi dari segi asal usul dan fungsional kenapa warnanya orange? Karena untuk mempermudah pencarian kalau terjadi kecelakaan, warna orange salah satu yang cukup “eye catching”, jadi bukan untuk tanda kematian.
    Black box kalau search di internet mungkin akan menemukan istilah lain. Di wikipedia misal “Black box is a technical term for a device or system or object when it is viewed primarily in terms of its input and output characteristics”. Jadi di sini tidak terlalu dipusingkan box antara input dan output makanya dibilang black box. Demikian juga kotak hitam pesawat juga senada dengan itu. Tapi seiring berjalanya waktu sekarang data FDR, CVR-nya tidak (black box,) mesti direpot ke Regulator Penerbangan.

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.