Mengapa Bahasa Indonesia?
Kamis, 4 November 2004M
20 Ramadhan 1425H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Sebenarnya beberapa hari yang lalu sudah terpikir menulis tentang hal ini, setelah membaca artikel Eko jadi serasa dikejar-kejar ayam betina ngamuk karena anak-anaknya diganggu (belum pernah dikejar anjing galak atau hantu soalnya) — untuk segera menulis alasan kenapa bahasa Indonesia yang saya gunakan di blog ini.
Alasan pertama adalah karena bahasa Indonesia itu mudah. Mudah karena saya pakai sehari-hari dan pembaca pun lebih mudah mengerti. Sesuatu yang mudah ya tinggal dipakai.
Selain mudah, alasan berikutnya adalah bahasa Indonesia itu sulit. Silakan saksikan sendiri kesalahan tulisan, ejaan atau struktur bahasa di blog ini, juga di media lain yang lebih resmi terutama detik. Selain media bisa kita lihat juga di mailing list betapa banyak orang Indonesia yang sangat berantakan ketika menulis dengan bahasa Indonesia. Ini cukup layak dijadikan sebagai tantangan untuk memotivasi diri.
Di luar konteks internet beberapa kali kantor saya menerima mahasiswa KP dan ketika memeriksa pelaporan mereka sedih juga karena banyak struktur bahasa yang berantakan juga struktur penulisan ilmiah yang banyak menyimpang secara teknis. Coba tanya rekan sekeliling anda, berapa banyak yang mengerti konsep style di word-processor?
Alasan lain adalah faktor pembaca. Saya tidak tahu berapa banyak yang membaca blog saya, apakah ratusan? *hi roy!* Saya berharap tidak hanya mereka yang terdaftar di menu sebelah kanan blog ini saja yang membaca dan berkomentar — karena saya juga membaca blog mereka, tapi juga pengunjung lain yang sekadar lewat dan singgah serta meninggalkan jejak komentar. Dengan bahasa Indonesia saya mencoba hadir di antara para penjelajah internet khususnya orang-orang Indonesia yang berbahasa Indonesia.
Alasan terakhir adalah alasan yang sangat subjektif dan memiliki hak veto yang penuh terhadap alasan-alasan di atas, yang sulit diganggu gugat bahkan oleh diri saya sendiri, yaitu: Ini blog saya, terserah saya mau dibuat seperti apa!
Popularity: 4% [?]
Kamis, 4 November 2004 @ 15:37
Terus terang nulis di blog butuh tenaga dan waktu lebih.
Ada beberapa ide yang tak sempat tertuang di blog saya.
Salut buat jay dan yang lain yang bisa konsisten nulis di blog. gak peduli pake bahasa indonesia atau english atau bahasa jawa, sunda, madura, dll.
Nulis email di milis jauh lebih mudah.
hehehe gak nyambung.
Kamis, 4 November 2004 @ 16:07
Hah?
Kita orang Indonesia sendiri perlu alasan untuk menulis dalam Bahasa Indonesia? Apa tidak salah, Jay?
Kamis, 4 November 2004 @ 16:26
Ini bukan alasan, ini adalah pembenaran yang dibungkus menjadi sebuah alasan.
Eh bukan, ini adalah jawaban yang sebenarnya pertanyaannya tidak ada dan tidak perlu.
Benar kata Amal, tidak perlu ada alasan.
Kamis, 4 November 2004 @ 16:40
Optimasi w2k
Sebetulnya mau diberi judul w2k hardening, tapi karena nggak tau apa bahasa indonesianya hardening (pengerasan? pengetatan?), maka ditulis saja optimasi w2k/xp. Padahal optimization dan hardening itu beda.
Kemarin teman saya komputer dengan OS wi…
Kamis, 4 November 2004 @ 16:51
Re: style di Word, sedih deh rasanya emang kalo mesti kerja grup (terpaksa pake Word, karena gak ada yg tau Lyx), tapi pada nggak tau gimana mesti pake style, waktu dimerge setengah mati, sampe saya bilang udah gak usah pake formatting, semua Normal aja, ntar terakhir baru diformat. Saya sampe tunjukin ke temen2 saya itu gimana pake style yg benar jadi kalo ngubah satu formatting bisa ngubah semua, trus memisahkan isi dan style (a la HTML + CSS), dan supaya bisa menggenerate table of contents otomatis. Percuma beli software mahal2 tapi feature2nya yg paling bagus malah gak pernah dipake. Hah? Gak mahal? Ooo.
Lah kok jadi ngelantur yah? Hehe. Dan juga, mohon maaf tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Tapi saya setuju sama Aris, paling sulit itu konsisten. Utk blog saya pilih English karena kebetulan saya lebih comfortable utk menulis dalam English (kalo ngomong lebih fasih Indonesia), dan sekalian berlatih terus. Banyak yang setengah2, ingin menggunakan bahasa Inggris utk menjangkau audience yg lebih luas, tapi kadang ingin menulis dg bahasa lidah sendiri (mungkin yg tidak relevan utk org yg tidak berbahasa Indonesia atau sekedar pengen cepet2 aja).
Di satu sisi saya senang kalo penggunaan bahasa Inggris di Indonesia makin umum karena itu bahasa international yg tidak bisa dihindari utk kemajuan (terutama di IT), tapi di sisi lain saya juga gak kepingin kalo sampe bahasa Indonesia terasimilasi atau hilang.
Kamis, 4 November 2004 @ 18:24
Ketidakmengertian akan Bahasa Indonesia memang sedang menjangkiti media-media massa di indonesia. Yang paling sering adalah penggunaan kata “merubah”. Nampaknya mereka lebih suka memakai kata itu ketimbang “mengubah”. Memprihatinkan!
Yang lucu, gw pernah menemukan di Jawa Pos adanya pemakaian dua kata itu dalam satu kalimat! Gila gak?! Hal yang tidak pantas termuat dalam sebuah surat kabar yang mengaku sebagai surat kabar nasional…
Kamis, 4 November 2004 @ 18:54
Iya! Annoying banget kalo ketemu yg begitu. Ini my pet peeves: merubah, membom, mencat. Banyak deh, sering2 baca detik aja.
Jumat, 5 November 2004 @ 2:29
saya suka kalo pake bahasa indonesia, lebih gampang dimengerti
Jumat, 5 November 2004 @ 4:23
karena ingin berlatih berbahasa Inggris. Jay menggunakan Bahasa Indonesia terutama karena faktor pembaca. Boy pernah mengatakan menggunakan Bahasa Inggris karena pengunju [...]
Jumat, 5 November 2004 @ 9:33
Menggunakan bahasa apapun di blog, bagiku, tak apalah. Yang penting mengalir, enak dibaca, dan perlu, hehehe …
Jumat, 5 November 2004 @ 14:36
saya sbnernya pengen ngeblog pake bahasa jawa, tapi ga bisa bahasa jawa…
Jumat, 5 November 2004 @ 14:52
Yah seperti kata mas Jay “Ini blog saya, terserah saya mau dibuat seperti apa!”
Kurang lebih begitulah
^_^
Jumat, 5 November 2004 @ 20:41
Saya nulis bahasa indonesia yang baik dan benar aja udah susah … bahasa yang saya tulis bahasa indonesia yang gak benar jauh sekali dari pelajaran bahasa indonesia yang penting saya bisa mengexpresikan apa yang mau saya tulis, Apalagi saya nulis inggris yah bisa makan waktu 1 tulisan 3 jam dan itupun blom tentu benar juga nulisnya. Yah bukan saya gak mau untuk nulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar tapi susah euy … jadi we make bahasa obrolan saya mah
Minggu, 7 November 2004 @ 2:49
Seperti kata Aris, blogging butuh effort. Dan sebelum kita mikirin siapa yang baca blog kita, lebih penting kalo kita berusaha dulu untuk konsisten nge-blog. Lalu, kalo bahasa yang digunakan di blog masih jadi masalah, kita bisa kehabisan waktu untuk nge-blog.
Bener kata Tio (tambah ‘o’ secukupnya =p), yang penting kita bisa mengekspresikan apa yang mau kita tulis. Bahasa sih pake bahaas apa aja yang penting kita nulisnya nyaman, dan setidaknya tulisan kita bisa dimengerti oleh orang yang kita sayangi =)
Kamis, 2 Desember 2004 @ 16:14
Selamat Sore
Menurut pendapat saya tulisan yang tertera diatas sudah bagus, tapi sebaiknya pola kalimatnya harus lebih diteliti lagi.
Trimakasih
Rabu, 5 Oktober 2005 @ 23:30
[...] Saya bukan pakar EYD atau polisi EYD yang sering memantau kesalahan-kesalahan ejaan Bahasa Indonesia dalam tulisan media ataupun blog. Alasan saya menulis blog dalam Bahasa Indonesia karena bahasa ini mudah sekaligus sulit, tapi kita –harus dan seharusnya– memakainya sehari-hari, dalam ruang informal ataupun formal. [...]
Minggu, 2 April 2006 @ 9:34
duh…koq gw pusing ya bacanya?
salam kenal..
Rabu, 12 April 2006 @ 8:22
Nggak ada salahnya kan menulis blog dengan Bahasa Indonesia.
Kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa melestarikan bahasa kita sendiri?
sori…
kalau tiba-tiba ikut komentar.
saya liat tulisan ini dari google search ketika saya mencari data tentang menulis.
Senin, 9 Oktober 2006 @ 14:37
Jika anda Warga Indonesia, maka anda menulis pakai bahasa Indonesia rasanya lebih pantas dan masuk akal . alasannya ? akan banyak sekali manfaat blog anda bagi kita sesama warga Indonesia.terutama utk saling memberdayakan. Reaksi kita setelah membaca tulisan berbahasa Indonesia akan lebih cepat dibanding dg bahasa asing, karena pikiran kita,nalar kita, daya kreasi kita ,sudah lebih terstruktur dan terlatih berdasarkan program yang menggunakan bahasa indonesia. Bahkan mulai dari kecil sampai dewasa sudah banyak program aplikasi (maksudku “kegiatan”)yang kita manfaatkan dg menggunakan bahasa indonesia ( mau minta uang ke Ortu harus pintar ngomong pakai bahasa, mau pinjam duit harus bisa merayu pakai bahasa, mau paham soal matematika harus ngerti maksudnya pakai bahasa, mau cerita harus ngerti bahasa, mau jadi pemimpin dilingkungannya harus menguasai bahasa, mau nulis makalah, mau bikin skenario kebohongan sekalipun juga harus pinter bahasa) . Yachh… begitulah, pokoknya gak bakalan sia2 deh nge blog pakai bahasa indonesia.
Rabu, 24 Januari 2007 @ 12:25
Bagus juga masih ada yang sadar kalau bahasa itu penting.
Mas Jay menurut saya sudah turut serta dalam perjuangan melestarikan bahasa Indonesia yang makin tidak populer di kalangan orang Indonesia sendiri.
Jumat, 11 April 2008 @ 10:56
Memang mas Jay, kalau bukan kita sebagai pemakai bahasa Indonesia yang memasyarakatkan dan menggunakannya, siapa lagi?
Aku juga selalu berusaha menulis dengan bahasa Indonesia (semoga) yang baik dan benar dalam semua blog-blogku. Bahkan ada satu blog yang khusus membahas masalah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mampir ya kalau sempat.
Rabu, 13 Agustus 2008 @ 10:15
Luar biasa! Salut buat Jay. Bahasa memang bukan sekadar alat komunikasi. Keberanian Anda menggunakan bahasa Indonesia di blog tidak hanya memperlihatkan jatidiri Anda, tetapi juga memperlihatkan kepedulian Anda terhadap bangsa Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, sesungguhnya sebagaian besar bangsa ini tidak melek bahasa asing (Inggris) sehingga selalu menjadi “korban” perkembangan teknologi informasi. Percayalah, bangsa ini tetap bisa mengejar kemajuan (bukan ketertinggalan) harus kehilangan identitas jika kita turut mengupayakannya. Salam.
Rabu, 27 Agustus 2008 @ 13:03
waktu di sekolah, Bahasa Indonesia yang saya lebih fokus kepada hal-hal lain diluar penulisan dan peggunaan bahasa yang benar. coba tanyakan pada siswa-siswi SMP dan SMA, pasti setiap tahun topik pertama buat pelajaran Bahasa Indonesia adalah jenis-jenis karangan, dan guru yang memeriksa karangan siswa tidak terlalu memperhatikan bahasa yang digunakan, melainkan cerita yang ditulis. tampaknya pengejaan yang benar hanya diajarkan bagi anak-anak SD saja.