Kita Tidak Suka Web Standard?

Senin, 18 Oktober 2004M
04 Ramadhan 1425H

Ajang lomba pemilihan situs terbaik sudah memasuki tahap nominasi. Terdapat 16 kategori situs di mana tiap kategori terdapat beberapa nominasi yang dianggap layak oleh panitia.

Sejak perlombaan ini diumumkan sudah ada pertanyaan dalam kriteria penilaian, yaitu tidak adanya kriteria standar rancangan teknis yang sesuai dengan W3C. Rekan Priyadi sudah lebih dulu melakukan validasi terhadap semua nominator dan hasilnya sesuai dugaan; sangat sedikit yang aware terhadap standardisasi W3C.

Seni perancangan web bukanlah sebuah seni murni, tapi sebuah seni terapan yang berdasarkan pada aspek teknis dan aspek visual seni. Ketimpangan terhadap salah satu aspek berarti timpangnya sebuah karya dalam konteks seni dan teknologi. Seni adalah teknologi dan teknologi adalah seni, dua buah produk manusia yang harus selalu beriringan.

Halaman web adalah sebuah media informasi digital di mana di dalamnya terdapat sebuah metadata yang sangat penting yaitu DOCTYPE yang mendefinisikan tipe dokumen kepada aplikasi pengakses. Dari riset yang dilakukan Priyadi hampir semuanya tidak menyertakan DOCTYPE tersebut. Sebuah kesalahan fatal secara teknis dalam pembuatan sebuah halaman web.

Kita tidak suka terhadap suatu standar apalagi standar dunia? Silakan membuat standar sendiri dan ajukan ke W3C yang sudah berumur 10 tahun, jika tidak — ikutilah standar yang ada yang berlaku internasional!

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

14 komentar untuk catatan 'Kita Tidak Suka Web Standard?'

  1. #1
    gravatar

    Entah ini sebuah hal yang penting, atau gak (di Indonesia)… tapi ya “baik” itu gak tau juga dilihat dari mana… huhuhuhuhuh

  2. #2
    gravatar

    banyak temen2 gue bilang, ngapain susah-susah. toh tanpa itu pun halamannya baik2 aja muncul di browser.
    apakah ini kesalah browser? yang bikin “manja” web developer.

  3. #3
    gravatar

    saya pribadi sebagai praktisi — metadata sebuah dokumen digital itu sebuah keharusan

    dan membuat halaman web valid sesuai standard adalah bukan sebuah kesusahan!

  4. #4
    gravatar

    Hehe Akhirnya bisa juga bikin web walau nebeng di geocities

  5. #5
    gravatar

    Armadda:
    Dulu saya berpikiran sama dengan teman2 Anda =)
    Apakah ini kesalahan browser? Menurut saya tidak sepenuhnya. Bagaimanapun pembuat browser berhak menawarkan fasilitas2 tambahan untuk memperkaya halaman web yang ditampilkan mengunakan browser buatan mereka. Tapi yang bikin kesel, ngikutin standar aja blom bisa kok dah nambah2 ini itu yang bikin gregetan.
    Salah satu contoh, sewaktu MS memperkenalkan kustomasi warna scrollbar melalui CSS pada IE, waktu itu browser lain belum support. Padahal kita tahu IE itu sampai sekarang pun belum benar-benar memenuhi standar. Dan karena fungsi ini banyak diminati, salah satu eksesnya adalah W3C mengeluarkan aturan penggunaan prefix khusus untuk browser-specific CSS (contohnya: prefix “-moz” untuk Mozilla dan “DXFilter” [CMIIW] untuk IE).

    Jay:
    Saya setuju, membuat halaman web yang valid bukanlah sebuah kesusahan. Resourcenya banyak kok. Yang jadi masalah dan bikin susah adalah membuang kebiasaan membuat halaman web yang tidak valid =p

  6. #6
    gravatar

    Biasalah…
    Pendapat sok jagoan ini sih tipikal ORANG BANYAK OMONG. Kenapa juga loe gak ikutan trus buktikan bahwa web yang standar juga gak kalah bagus? (Atau barangkali loe sudah ikutan tapi gak jebol, ups… hihihi)

  7. #7
    gravatar

    Finally, This Page Is Valid XHTML 1.0 Transitional!

    Belum lama ini ketika sejumlah teman seperti Priyadi, Yulian, Boy, Idban, Thomas, dan Aris ramai-ramai membahas soal web standards, gw hanya bisa tersenyum kecut…:neutral: Kenapa? Pasalnya, saat itu halaman blog gw ini masih belum valid!:sad: Ketik…

  8. #8
    gravatar

    ang dijadikan nominasi situs terbaik. Selanjutnya hal ini menyebar ke blog-blog lainnya: Kita Tidak Suka Web Standard Sebuah Catatan Tentang Membuat Situs (di Indone [...]

  9. #9
    gravatar

    Anda semua diundang untuk mengunjungi dan mengomentari kompetisi Masters of The Web

  10. #10
    gravatar

    [...] Kita Tidak Suka Web Standard? [...]

  11. #11
    gravatar

    gemana kabarnya skrg ya..

  12. #12
    gravatar

    kurang bagus kalo web standar

  13. #13
    gravatar

    blog standart kalau isinya bagus insy akan banyak bermanfaar, jika blog melebihi standar akan sangat a nantikan

  14. #14
    gravatar

    [...] Kita tidak Suka Web Standard [...]

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.