Kecenderungan Kinerja pada Bulan Puasa

Kamis, 14 Oktober 2004M
29 Syaban 1425H

Nanti malam kita sudah memasuki bulan puasa, bulan berkah bagi seorang muslim yang beriman. Selain setiap individu muslim menguji diri secara pribadi kepada-Nya juga merupakan bulan ujian dalam bersosialisasi antar manusia.

Lingkungan dan tingkah laku sekeliling kita sepertinya menjadi banyak batasan meskipun hal tersebut tergantung perspektif seseorang dalam menilainya. Beberapa efek samping yang saya lihat sering terjadi adalah sebagai berikut.

Mengantuk di siang hari. Ini ekses yang sering menyebalkan walaupun tak lepas saya pribadi juga kadang mengalaminya. Bulan puasa bukanlah seperti Hari Nyepi, kita tetap harus bekerja sesuai dengan bidang profesionalisme kita, ini salah satu ujian beratnya. Kemampuan fisik dan kemampuan mental setiap orang memang bisa berbeda-beda. Di bulan puasa ini ujian mental yang jauh lebih penting dibandingkan dengan ujian fisik menahan haus dan lapar. Cobaan fisik seperti panasnya siang dan teriknya matahari memang berat untuk dijalani apalagi untuk para pekerja lapangan. Dalam hal ini kita harus punya keyakinan bahwa ujian yang datang sesuai dengan kemampuan kita, di sisi lain ini adalah sebuah petunjuk kepada pikiran manusia bahwa kita harus bisa mengukur diri. Salah satu kelemahan kita adalah memanipulasi standar kemampuan diri kita, pada saat kita memiliki sebuah keinginan dengan mudah kita membuat standar yang tinggi tapi pada saat diuji kita menetapkan standar serendah-rendahnya.

Puasa menjadi excuse. Sering kita dengar kalimat seperti “Maklum, sedang berpuasa”, “Aduh, cape dong nanti, kita kan lagi puasa!” dan banyak lagi kalimat lain yang memiliki kecenderungan mudahnya puasa dijadikan excuse untuk tidak mengerjakan keharusan pekerjaan-pekerjaan pribadi atau profesional. Mampukah kita punya kinerja yang handal dan tinggi saat berpuasa? Bisa! Kita harus yakin akan hal itu dengan bekal kemauan membentuk mental pribadi yang tinggi. Dengan kemauan membentuk mental ini maka kita akan berusaha sampai mendekati batas/toleransi kemampuan fisik kita sendiri, jika gagal bukanlah sepenuhnya gagal, kita sudah berproses dan kita diberi keringanan untuk menggantinya di bulan lain sebelum puasa tahun depan tiba. Intinya kegagalan tersebut janganlah terjadi karena ‘kita menggagalkan diri’ atas parameter standar diri yang kita tekan serendah-rendahnya.

Ujian lain masih banyak dan beragam, juga berbeda-beda untuk setiap orang. Dua hal di atas hanyalah secuil ujian yang terjadi pada kita di bulan puasa.

Selamat ber-shaum dan tetap bekerja!
Semoga bukan hanya haus dan lapar yang kita dapatkan.

Catatan Yang Mungkin Terkait

Tidak ada isian yang terkait |

Komentar

17 komentar untuk catatan 'Kecenderungan Kinerja pada Bulan Puasa'

  1. #1
    gravatar

    buat gue, terus sibuk saat berpuasa justru akan membuat kita “lupa” bahwa sebenarnya kita sedang berpuasa. semakin banyak kita beristirahat, diam tidak melakukan apa-apa, semakin pikiran kita terkonsentrasi pada puasa yang sedang dijalani, dan malah jadi pikiran yang tidak bisa lepas.

    memang ada beberapa kegiatan yang jadi tidak bisa dilakukan sebebas saat tidak berpuasa, seperti berjalan di tengah panas terik yang malah beresiko membuat kita mengalami dehidrasi, tapi gue yakin banyak di antara kita yang bekerja di ruangan ber-ac sehingga tidak merasakan panas terik matahari, ini sebenarnya sudah sangat mempermudah ibadah puasanya.

  2. #2
    gravatar

    saya justru menganggap kekuatan puasa itu ada pada niatnya, meskipun pada waktu siang kita lapar dan hausnya bukan main, tetapi kalau niat kita kuat, maka rasa lapar dan haus itu tidak akan terasa. tetapi saya sadari bahwa puasa itu tidak hanya menahan haus dan lapar tok, tetapi lebih dari itu, ada banyak pembelajaran disana.:)

  3. #3
    gravatar

    Seharusnya puasa tidak bisa dijadikan excuse. Puasa juga tidak berhubungan dengan menurunnya kinerja, bahwa tidak makan dan tidak minum secara medis menyebabkan energi berkurang, tp hakekat puasa tidak demikian. Ada seorang filsuf dr UGM (kalo gak salah Damarjati Supadjar) selalu berucap: kuat bukan karena makan, segar bukan karena minum. Tetapi Alloh lah sumber pembangkit. Jadi kalo ada orang menggunakan alasan puasa untuk diperbolekan menurunkan kinerja, saya pikir mereka harus mendalami lagi hakikat puasa.
    Semoga Alloh Sang Pembangkit mengaruniai kekuatan pada kita.
    Salam
    Imel http://melatisidhi.blogspot.com

  4. #4
    gravatar

    Pada dasarnya situs ini sangat baik, hanya menurut pendapat saya kajian-kajian diharapkan masih perlu ditingkatkan dan tetap belajar untuk keselamatan ummat!

  5. #5
    gravatar

    Berpuasa bukanlah hanya suatu keharusan tapi itu adalah sebuah kebutuhan. Dengan berpuasa, alat pencernaan yang telah 11 bulan lamanya bekerja tak henti di bersihkan dan mengalami refreshing.
    Sebernarnya saat berpuasa tidak berarti kita mengurangi waktu makan tapi kita justru lebih mengatur jam makan kita agar apa yang di makan bemanfaat bagi tubuh dan menyehatkan karena dicerna dengan baik. Justru seharusnya tubuh kita semakin kuat karena tubuh kita sedang menghadapi masa refreshing.
    Tapi kebanyakan orang tidak menyadari itu, sehingga yang dilakukannya adalah mendramatisasi keadaan .
    So, kuat atau lemas yang dirasakan oleh seorang muslim bukanlah karena keadaan tubuhnya melainkan karena apa yang dipikirkannya.

  6. #6
    gravatar

    artikel ini cukup membantu para ummat untuk mengetahui apa sebenarnya hakikat puasa. Tapi yang paling penting adalah cara menegetahui apa guna dari kita berpuasa selain untuk mendapatkan ridho dari Allah tetapi juga dari segi Ilmiahnya seperti kinerja organ-organ tubuh kita selama puasa.Dan tidak hanya untuk menambah kesehatan dan kesucian orang yang puasa. OK! thank’s. Bye…

  7. #7
    gravatar

    puasa diajarkan untuk mendidik manusia, di samping mempertebal keyakinan juga untuk mengasah empati manusia terhadap kehidupan sosia, kepekaan terhadap masarakat kemiskinan, sehingga mampu mendorong keinginan untuk maju, berkembang dan memiliki kepedulian sosial. oleh karena itu janganlah puasa dijadikan alasan pembenaran terhadap perilaku yang tidak produktif, karena puasalah…., karena bulan puasalah…..dsb. justru puasa mengajar manusia untuk menjadi manusia sejati sebagai kalifah di dunia. ok, selamat menjalankan ibadah puasa!!

  8. #8
    gravatar

    Menurut gw Puasa itu lebih baik di isi dengan banyak kegiataan suapaya kita ga tidur terus and
    banyangin makanan yang enak-enak trus diisi sama ibadah untuk nambah-nambah pahala.

  9. #9
    gravatar

    Assalamualaikum wr. wb
    Ramadhan adalah bulan ibadat untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti yang dilakukan salafus-soleh. Dengan itu, kita hendaklah benar-benar berusaha supaya tidak ada waktu berlalu tanpa amal soleh sepanjang Ramadan ini kerana bulan Ramadan adalah bulan permohonan, munajat, hidayah dan meraih petunjuk kebenaran daripada Allah SWT.
    Selamt bekerja dan beribadah puasa.
    Wassalam

  10. #10
    gravatar

    bwt gw puasa tu adalah sesuatu yang nggak ada di bulan lain.trus didalamnya banyak keistimewaan selain itu waktu buka banyak sekali makanan yang berasa makan di surga sehingga makanan sekecil apapun akan terasa nikmat di bulan puasa…
    keistimewaan lainnya bulan puasa mempunyai karisma tersendiri, orang akan cenderun ingin berbuat baik walopun pun di bulan sebelumnya amburadul….

  11. #11
    gravatar

    Puasa, atau dalam bahasa arabnya “Sooimuun”, dalam Al-Qur’an disifati sebagai Kutiba Alaikumuussiyaamu Kamaa Kutiba Alalladiina Mingkoblikum Laallakum Tattakuun, atas sekalian telah diwajibkan ibadah puasa sebagaimana telah diwajibkan bagi umat-umat lain sebelum kamu supaya kamu bertakwa.

    Jadi Puasa adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan dan tidak dapat ditinggalkan kecuali kalau ada alasan-alasan yang membenarkan hal tersebut. Dalam ungkapan lain ibadah puasa yang dimasukkan dalam satu bungkusan diungkapkan sebagai “Sahru Romaadhona Auwaaluhu Rohmatun, Wawasduhuu Magfirotun, Wa aakhiiruhu Idkuun Minannaar (Bulan romaadhon awalnya adalah penguatan tali-tali ikatan antar manusia, ditengah-tengahnya adalah pemberian ampunan atas segala kesalahan dan pada akhirnya bulan romadhon berarti pembebasan dari ancaman api neraka).

    Terlepas dari apakah kita harus mengartikan Idkuun Minannarr (pembebasan dari ancaman api neraka), secara harfiah atau letterlux ataupun arti kiasan sebagai Alegori yang jelas ibadah puasa itu memiliki awal dan akhir.

    Pada awalnya sebagaimana disebutkan tadi bulan romadhon adalah pembebasan atau penegasan ikatan-ikatan antara sesama manusia, dengan kata lain adalah pemberitahuan kepada manusia yang berupa adanya keharusan untuk memelihara gabungan antara manusia secara baik. Ini merupakan sendi dari kehidupan masyarakat, panggilan untuk senantiasa berfikir tidak dalam kontex individual semata, melainkan juga dalam kerangka kemasyarakaatan. Setiap gerak kita untuk memenuhi kebutuhan individual, kita masing-masing diletakkan dalam sebuah kerangka kemasyarakatan yang meliputi atau berakibat atas keseluruhan kehidupan masyarakat itu. Karena itulah orang berpuasa pada hakekatnya membuat sebuah pekerjaan yang besar.

    Jadi dengan demikian jelas bahwa solidaritas social merupakan persyaratan mutlak bagi pemenuhan kewajiban kita berpuasa.

  12. #12
    gravatar

    Bulan puasa itu adalah bulan penuh berkah , makanya kita harus menghayati apa makna puasa itu .Jangan mentang-mentang puasa trus tidak kerja ,kalau disuruh alasan capek kan lagi puasa ,itu namanya bukan ibadah tapi puasa hanya untuk alasan supaya gak di suruh kerja saja .

  13. #13
    gravatar

    Bagi saudara ssaudara yang hidup di daerah mayoritas non muslim mungkin akan merasakan bener bener nikmatnya berpuasa, karena apa yang tertulis disana “gua lagi puasa nih” itu bukan suatu alasan yang harus disebutkan. karena jawaban mereka tentu ” salah sendiri kamu puasa” atau “enak kami yang tidak berpuasa”
    saya membaca artikel ini merasa bahwa jadikanlah puasa yang kita jalani itu merupakan upaya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan juga meningkatkan kepedulian kita kepada orang lain yang merasakan “puasa” lebih sering dari pada kita.
    tapi kasih pendukungnya dong hadits atau ayat alqurannya biar lebih kuat gitu

  14. #14
    gravatar

    menurutku puasaku adalah jalan menuju kekuatan batin yang lebih kuat….

  15. #15
    gravatar

    [...] tersinggung terhadap tulisan saya, pun saya mawas diri dengan apa yang telah saya tuliskan. Semoga kinerja tak terganggu saat berpuasa. [...]

  16. #16
    gravatar

    bila puasa dilakukan dengan ikhlas sepenuh hati. maka puasa tidak akan menjadi hambatan dalam semua aktivitas kita sehari-hari, tapi kalau puasa dilakukan dengan setengah hati bisa jadi puasa selalu dijadikan alasan untuk tdk dpt bekerja scr maksimal. dg perkataan “maklumlah aku kan lagi puasa”

  17. #17
    gravatar

    Menurut gw puasa itu adlh moment pembentuk kharakter mns yang sesungguhnya.,mns yg tahan godaan,mns yg penuh dg kasih sayang,mns yg memiliki jiwa intepritas yg tinggi..Mns yg bisa menjadi rahmat seluruh alam..Smoga kt semua bisa..

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.