Bertanya atau Mati

Minggu, 3 Oktober 2004 M
18 Syaban 1425H

Hujan sore hari menemaniku membaca buku humor Isman H. Suryaman: Bertanya atau Mati; di depan teras rumah. Secara teknis buku ini cukup mahal, 240 halaman dengan font sans-serif besar-besar. Cukup jeli menuangkan sesuatu yang remeh yang sering kita abaikan sehari-hari. Informatif dan ilmiah-populer.
Bertanya atau Mati

Komentar

2 komentar untuk catatan 'Bertanya atau Mati'

  1. #1
    gravatar

    Malas bertanya, sesat dijalan…
    Lebih baik Bertanya, daripada mati mendadak…

  2. #2
    gravatar

    Ini buku buat gua ga bisa tidur semalaman, ngakak terus. Buat pengrangnya: curhat atawa ngebodor mas!

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.