Mengutuk!
Kamis, 9 September 2004M
23 Rajab 1425H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Saya muak dengan kata mengutuk. Seolah-olah mengutuk hanyalah bahasa di bibir saja bagi para pejabat-pejabat dalam bersikap kepada pelaku teror dan agresi. Bertuahkah kutukan para pejabat tersebut?
Kami tak butuh kutukan para pejabat!
Kata-kata kutukan sekarang sudah lebih dekat sebagai eufimisme dari cacian, makian, umpatan dan kekesalan emosi lainnya yang tak terlampiaskan menjadi aksi yang real dan proaktif.
Popularity: 2% [?]
Kamis, 9 September 2004 @ 18:54
Setuju.
Kalau hanya marah dan mengumpat, itu tidak produktif, dan malah rugi menimpa kita sendiri.
Ayo melawan!
Melawan kezaliman.
Melawan ketidakadilan.
Melawan kemiskinan.
Melawan kebodohan.
Melawan tindakan destruktif orang-orang picik.
Jumat, 10 September 2004 @ 7:06
Betul! Dikit-dikit sesumbar ‘mengutuk’… sok banget.. emangnya siapa dan sesakti apa sampai bisa main kutuk segala?
Ditambah lagi ucapan sejumlah pihak yang langsung membela diri, padahal belum dituduh sebagai dalangnya… plis deh.. ge-er banget..
Sabtu, 11 September 2004 @ 3:26
Ketika orang sedang terdesak dan tidak berdaya, hanya kata itulah yang ampuh untuk mengungkapkan ketidakberdayaanya.
Sabtu, 11 September 2004 @ 15:15
aku heran ada apa dng Indonesia ini, ada 3 ucapan yang selalu dimainkan oleh orang – orang besar bangsa ini
1. kesalahan prosedur
2. ngengutuk
3. pancemaran nama baik
apa semua itu standar dari produk nenek sihir yang suka eksperiment? dan kalau ada yang salah langsung bilang kesalahan prosedur? kemudian kalau diusik bilang mencemarkan nama baik, atau bahkan mengutuk atas tindakan orang lain? HANYA ITU? ah kalau selamanya seperti itu bangsa ini akan terus dan terus ketinggalan dengan bangsa – bangsa lain.
apa tindakan yang diambil adalah suatu yang penting, bukan sekedar berbicara, mengucapkan mantra kutukan. kalau begitu saya juga bisa, si roy (hi roy!) juga bisa mengucapkan kutukan – kutukan yang biasa dilontarkan dimilis – milis, nggak usah jauh2 anak ESDE aja diajarkan untuk mengucapkan mengutuk.
kalau memang tidak bisa melakukan tindakan setidaknya camkan, hayati, dari sana lambat laun akan ada sedikit tindakan. gimana mo ngerasain macet kalau mereka lewat selalu dibersihkan dahulu jalan yang akan dilewati; gimana mau ngerasain BBM naek kalo mereka selalu mendapat jatah BBM; gimana mau merasakan pendididikan/sekolah yang TIDAK baik kalau ANAK-ANAK MEREKA sekolah diluar negeri.
rasakan…. hayati…. lalu bertindak
jangan cuma datang dan kemudian mengutuk. memangnya nenek sihir?
belum lagi dengan pencemaran nama baik? apa yang baik? dimata siapa mereka itu baik? kalangan pribadi? kalangan luas? maling triak maling itu biasa. yang nggak biasa itu petugas yang triak maling dan tidak ada tindakan apa – apa
maap jay, blogmu jadi limpahan hati nurani
Kamis, 12 April 2007 @ 15:39
Mozilla Firefox 2.0.0.2 Windows XP
Mozilla Firefox 2.0.0.2 Windows XP
sokso padahal belum tentu bener