Agustus 2004

Untuk Ibu Pertiwi

Senin, 23 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 4 komentar »

butuh waktu lama untuk mencintai
butuh sedetik untuk mengkhianati
dan sampai mati untuk menyesali
atau harakiri

hati-hati!

Terilhami dari novel Naning Pranoto: Miss Lu

Jejak Jumat

Jumat, 20 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 5 komentar »

bangun pagi terlambat
sampai di kantor telat
untung tidak dipecat

kepala serasa penat
air kopi malah muncrat
kertas kerja jadi gawat

ini hari jumat
tinggalkan urusan umat
segera menghadap kiblat

duduk kaki dilipat
dengar khatib berwasiat
renungkan dengan khidmat

kalau lupa ya dicatat

Lowongan Sopir

Rabu, 18 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 9 komentar »

Sebuah kantor membuka lowongan pekerjaan untuk posisi sopir. Datanglah seorang laki-laki datang melamar dengan penuh percaya diri.
Personalia: “Syarat utama untuk dapat diterima di sini adalah pengalaman kerja. Sebelumnya, saya ingin tahu apakah saudara sudah berpengalaman sebagai sopir?”
Pelamar: “Iya, tentu saja.”
Personalia: “Coba sebutkan apa saja pengalaman saudara!”
Pelamar: “Wah, bapak tidak akan percaya apa saja yang telah saya alami selama 5 tahun menjadi sopir. Saya pernah 12 kali tabrakan, 35 kali serempetan, 3 kali masuk jurang, juga berkali-kali berurusan dengan Polisi Lalu Lintas!”

Mahardhika in Baltimore

Rabu, 18 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / Satu komentar »

Menyusul tentang kata merdeka, tadi pagi pukul 03:19:53 WIB mendapat pesan offline YM dari Rizki: Gunar and Rini are proud parents of Muhammad Mahardhika Maulana, born this afternoon at 3.40. He is 51.2 cm, 3.15 kg. All of them are doing great. (Sore tanggal 17 waktu setempat).

Selamat!

Independensi dan Dependensi

Selasa, 17 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 3 komentar »

Apa makna kemerdekaan sebenarnya? Pertanyaan ini sulit dijawab namun bisa kita renungkan setidaknya dari terjemahan, tafsiran dan analogi kata merdeka itu sendiri. Kata merdeka merupakan serapan dari bahasa Sansekerta mahardhika, dalam bahasa Arab kita kenal daulat dan dalam bahasa Inggris adalah independent.

Saya tak menemukan etimologi kata merdeka ini di internet, juga tak ada kamus rujukan cetak yang mudah saya dapatkan. Sedikit penjelasan saya temukan di arsip milis UNAIR. Baca selengkapnya »

Dari Rengasdengklok ke Pegangsaan Timur

Senin, 16 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 53 komentar »

Hari ini proklamasi dirayakan. Berikut sekelumit cerita tentang proklamasi 59 tahun yang lalu. Didapat dari situs JawaPalace. Mudah-mudahan menyegarkan ingatan pelajaran sekolah kita!

Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dibawa ke sebuah desa di sebelah utara Karawang yang bernama Rengasdengklok. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30. WIB. Pada waktu itu Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, tokoh-tokoh tua yang menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui PPKI, dibawa dan diamankan ke Rengasdengklok oleh golongan muda Chairul Saleh yang menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang. Sebelumnya golongan pemuda telah mengadakan suatu perundingan di salah satu lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur Jakarta, pada tanggal 15 Agustus. Dalam pertemuan ini diputuskan agar pelaksanaan kemerdekaan dilepaskan segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang. Hasil keputusan disampaikan kepada Ir. Soekarno pada malam harinya. Tetapi usul tersebut ditolak Ir. Soekarno, karena merasa bertanggung jawab sebagai ketua PPKI, badan persiapan kemerdekaan.

Naskah Proklamasi
Menghadapi desakan tersebut, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut. Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta Kunto hanya menemui Mr. Achmad Soebardjo, Kunto dan Mbah Sudiro ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta. Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks yang diketik oleh Sayuti Melik.

Dirgahayu

Senin, 16 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 7 komentar »

Kata dirgahayu dalam KUBI susunan Poerwadarminta terdapat singkatan sl yang artinya berasal dari sastra lama, kata dirgahayu sendiri bermakna “semoga berumur
panjang; hidup!”
. Kata dirgahayu adalah adjectiva berumur panjang, biasanya ditujukan pada negara atau organisasi yang sedang memperingati hari jadinya, misalnya “Dirgahayu
Republik Indonesia”, panjang umur Republik Indonesia.

Berikut adalah contoh yang salah:

  • Dirgahayu Republik Indonesia ke-59
  • Dirgahayu ke-59 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-59
  • Selamat Dirgahayu ke-59 Republik Indonesia
  • Dirgahayu Republik Indonesia 59 tahun

Yang benar adalah cukup Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Indonesia atau Dirgahayu Republik Indonesia pada ulang tahun yang ke-59.

Puisi Tentang Kemerdekaan

Minggu, 15 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 109 komentar »

Pahlawan dan Sok Pahlawan
yang berjuang dulu
dan mati dalam perang
memang disebut pahlawan
(gambar pejuang tanpa pamrih)

yang berjuang dulu
tapi hidup senang sekarang
ingin juga disebut pahlawan
gambar pejuang dengan pamrih

– Remy Sylado 1971

Membaca puisi di atas membangkitkan rasa hormat kepada pahlawan negeri kita, sekaligus membangkitkan kejengkelan bagi mereka yang ingin disebut ‘pahlawan hidup’ tapi penuh pamrih.

Menguji Kebangsaan
di manakah engkau
ketika Indonesia
diproklamirkan merdeka?

yang oportunis
sedang menggigit kwaci
di rumah bordil gang hober

– Remy Sylado

Hahaha, apakah selain yang di gang tersebut tidak oportunis?

Nyanyian Tentang Indonesia

Minggu, 15 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / 47 komentar »

Masih seputar proklamasi Indonesia. Dua lirik lagu berikut sangat menyentuh rasa nasionalisme kita. Gombloh dengan Kebyar-kebyar dan Cokelat dengan Bendera, satu lagi juga adalah Gong 2000 Bara Timur (uh, saya lupa liriknya dan kasetnya juga entah di mana!) Baca selengkapnya »

Merah Putih

Minggu, 15 Agustus 2004 / ditulis dalam Tak Berkategori / Tiada komentar »

Sebagai aksi moral situs ini dimerahputihkan, setelah beberapa rekan lain sudah melakukannya (ya ya ya, telat!), antara lain Direktif, Enda Nasution, Idban Secandri, Risiyanto Budi, Boy Avianto, Benny Chandra

Merdeka!
Banyak orang berbicara soal kebebasan berbicara, tapi banyak yang lupa kepada kebebasan yang lebih hakiki, yaitu kebebasan berpikir.