Dari Rengasdengklok ke Pegangsaan Timur

Senin, 16 Agustus 2004M
29 Jumadil Akhir 1425H

Hari ini proklamasi dirayakan. Berikut sekelumit cerita tentang proklamasi 59 tahun yang lalu. Didapat dari situs JawaPalace. Mudah-mudahan menyegarkan ingatan pelajaran sekolah kita!

Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dibawa ke sebuah desa di sebelah utara Karawang yang bernama Rengasdengklok. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.30. WIB. Pada waktu itu Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, tokoh-tokoh tua yang menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui PPKI, dibawa dan diamankan ke Rengasdengklok oleh golongan muda Chairul Saleh yang menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang. Sebelumnya golongan pemuda telah mengadakan suatu perundingan di salah satu lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur Jakarta, pada tanggal 15 Agustus. Dalam pertemuan ini diputuskan agar pelaksanaan kemerdekaan dilepaskan segala ikatan dan hubungan dengan janji kemerdekaan dari Jepang. Hasil keputusan disampaikan kepada Ir. Soekarno pada malam harinya. Tetapi usul tersebut ditolak Ir. Soekarno, karena merasa bertanggung jawab sebagai ketua PPKI, badan persiapan kemerdekaan.

Naskah Proklamasi
Menghadapi desakan tersebut, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut. Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta Kunto hanya menemui Mr. Achmad Soebardjo, Kunto dan Mbah Sudiro ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta. Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks yang diketik oleh Sayuti Melik.

Komentar

54 komentar untuk catatan 'Dari Rengasdengklok ke Pegangsaan Timur'

  1. #1
    gravatar

    bagus juga ceritanya….!

  2. #2
    gravatar

    janji jepang kepada indonesia dak biso dipegang !!!
    coema omongan belaka bae, biar rakyat indonesia maoe membantoe jepang dalam menghadapi sekoetoe, hmmm … oentoeng skarang udah merdeka !! bebas dari penjajah …

  3. #3
    gravatar

    […] sejuta sayang, Supratman tak sempat menikmati dentuman proklamasi dan gaungnya lagu Indonesia Raya, ia meninggal dunia di Surabaya pada tanggal 17 Agustus […]

  4. #4
    gravatar

    I LOVE INDONESIA :*

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.