Puisi Tentang Kemerdekaan

Minggu, 15 Agustus 2004M
28 Jumadil Akhir 1425H

Pahlawan dan Sok Pahlawan
yang berjuang dulu
dan mati dalam perang
memang disebut pahlawan
(gambar pejuang tanpa pamrih)

yang berjuang dulu
tapi hidup senang sekarang
ingin juga disebut pahlawan
gambar pejuang dengan pamrih

— Remy Sylado 1971

Membaca puisi di atas membangkitkan rasa hormat kepada pahlawan negeri kita, sekaligus membangkitkan kejengkelan bagi mereka yang ingin disebut ‘pahlawan hidup’ tapi penuh pamrih.

Menguji Kebangsaan
di manakah engkau
ketika Indonesia
diproklamirkan merdeka?

yang oportunis
sedang menggigit kwaci
di rumah bordil gang hober

— Remy Sylado

Hahaha, apakah selain yang di gang tersebut tidak oportunis?

Komentar

111 komentar untuk catatan 'Puisi Tentang Kemerdekaan'

  1. #1
    gravatar

    bagusssss beud euy!
    gw ngambil dari sini buat tugas sekolah gw. hehe

  2. #2
    gravatar

    singkat kata “puisinya bagus”

  3. #3
    gravatar

    gila bgus pasti gua besok menang waktu lomba puisi

  4. #4
    gravatar

    saya mau tanya, puisi yang bertema bahasa persatuan itu kyk gmna ya..

    makasi

  5. #5
    gravatar

    ich kren jd pngn gbng lech yua! kobarkn semangat merah putih MERDEKA!!!!!!

  6. #6
    gravatar

    ada puisi WARISAN BUDAYA BANGSA gak….?

  7. #7
    gravatar

    Alhamdullillah !! Saya Mendapat Pengeluaran dari Tugas Saya Yaitu Lomba Mading (: Dengan adanya ini adalah Adanya Kesempatan saya menjuarai Lomba Mading Ini Makasiii..

  8. #8
    gravatar

    i like it.
    singkat padat dan jelas,
    dari pda pnjang bertele malas juga bcanya

  9. #9
    gravatar

    puisinya sangat menariiik sekali…

  10. #10
    gravatar

    singkat kali puisinya

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.