Jajanan Pasar: Selera Nu Sangsara

Rabu, 11 Agustus 2004M
24 Jumadil Akhir 1425H

Gara-gara diskusi di sebuah mailing list junker (kumpulan orang yang sudah tidak tahu lagi mau ngapain di internet) tertulislah rangkaian memory di bawah ini (karena copy-paste jadi bahasanya cukup berantakan):

  • cireng: singkatan dari aci digoreng, tepung tapioka campur terigu, tipis-tipis dipotong jajaran genjang, digoreng, ditusuk pake tusuk sate, panas-panas dicelup saos
  • cilok: singkatan dari aci dicolok, tepung tapioka campur terigu, berbentuk baso, berisi oncom, bumbunya enak banget, kalo oncomnya ada potongan cengek/cabe rawit dapet bonus gratis dari pedagangnya
  • gurilem: gurih dan pelem (pake e pepet dua-duanya), kerupuk yang nggak pedas, bumbunya agak coklat
  • kurupuk bondon: seperti gurilem dgn bumbu merah pedas. Tenar juga dengan sebutan cracker hooker
  • es jepit: es gusruk (apa itu gusruk!), es batu diserut dan dijepit batok kelapa yang bentuknya macem-macem terus dibaluri gula warna-warni, biasanya gula biang
  • es cingcau ijo: cingcau dicampur serutan es dan larutan gula pasir berwarna merah, kalo iseng suka bikin sendiri di rumah, euh lupa pohonnya kayak apa ya?
  • es lilin: es lilin mah ceuceu didorong-dorong! campuran santan entah dgn apa, gak inget! dicetak dalam cetakan kotak panjang direndam dalam es batu campur garam suka ikut goyangin rodanya pas bikin, kadang-kadang ada yg dicelup ke larutan warna coklat (nggak yakin itu chocolate soalnya)
  • es cendol: tepung ketan dan terigu dilarutkan kental, disaring dengan ayakan (yg lubangnya agak-agak gede lah! kalo kecil-kecil airnya doang dong yang kesaring), dicampur larutan gula merah, santan dan serutan es.
    Cendol
  • awug: tepung beras ditanak dikasih gula merah cair dan parutan kelapa
    Awug
  • surabi asli: pake tepung beras, adonan dipanaskan di atas periuk kecil dari tanah liat dengan tungku tanah liat berbahan bakar arang, kebanyakan agak gosong bawahnya, dalamnya jadi berongga kalo matang, yang polos dicelup ke kinca (larutan gula merah), yang pedas dibaluri bubuk oncom. Di depan NHI Setiabudi dan Dago lagi trend surabi, tapi bahannya tepung terigu
    image
  • pukis: bandros yang manis
  • bandros: pukis yang asin (adonan tepung beras pake parutan kelapa), ada yang bilang kue pancong
  • odading: cakue yang manis, seperti roti berisi kacang ijo manis
  • cakue: odading yang asin, ringan mengembang, dicelup ke saos, enak dan tidak bikin kenyang.
    Cakue
  • nagasari: tepung beras tengahnya pisang, dibungkus daun pisang lalu dikukus
  • putri noong: adonan tepung beras dan parutan kelapa, tengahnya pisang, bundar dan cukup tebal, dibalur dengan parutan kelapa
  • baso tahu: gabungan siomay, tahu putih, tahu kulit, kentang, paria dan kol, kemudian muncul batagor, baso tahu goreng, tapi cuma siomay dan tahu aja.
    Batagor
  • gulali: gula-gula warna-warni yang mudah dibentuk, bisa pesan bentuk senapan, peluit (beneran bisa ditiup dan berbunyi), boneka dll
  • aromanis: gula pasir dikasih pewarna merah dipanaskan lalu diputar manual dengan tangan seperti mesin jahit jaman dulu (entah kalo alatnya punya nama) cairan gula jadi tersemprot jadi serabut, alat bantunya sepasang jara (besi kecil buat menusuk)
  • galendo: tai minyak, endapan lunak dari pembuatan minyak kelapa, berwarna hitam berasa gurih
  • intip: kerak nasi kalo ngeliwet, ini sih bikin sendiri lah yaw!
  • aron: nasi sisa yang dijemur terus digoreng, kadang jadi temen makan nasi juga, euh!
  • sagon: ampas kelapa parut dicampur terigu lalu dioven, dipotong bujursangkar, kalo jajaran genjang gak efisien disimpen di toples soalnya, kalo serius dijual ke toko ya bukan ampas kelapa tapi kelapa parut beneran lah!
  • molen: pisang dibalut adonan tepung terigu tipis lalu digoreng, adonan tepung terigu dibuat tipis dengan alat (euh, gak tahu namanya apa!)
  • uli atau ulen: ketan mateng dipadatkan terus digoreng, dipotong jajaran genjang
  • lemper: nasik ketan dibungkus daun kelapa sebesar satu atau dua suap, kadang berisi abon atau daging ayam, kemudian dibakar
  • leumeung atau lemang: ketan gigih (setengah matang) dimasukkan ke dalam bambu gelondongan yang sebelumnya sudah dilapisi daun pisang, kemudian bambu dibakar (dulu sih disimpan saja di hawu/tungku kayu bakar)
  • doclang: potongan lontong dengan kuah sayur, nama bekennya lontong laksa
  • kupat tahu: potongan ketupat dan tahu ditaburi toge dan bumbu kacang
  • lotek: kangkung, toge, kol, potongan tahu, potongan tempe, dikasih bumbu kacang dan kecap, kalo dibungkus dan pedas diikat dengan dua karet gelang, dulu bungkusnya daun pisang dan kertas koran di bagian luar, semakin modern jadi kertas khusus berlapis plastik tipis dan di-hekter, pedas ya dihekter dua kali
  • rujak bebek: ubi, nanas, kedondong, mangga, bangkuang ditumbuk sampai agak hancur dan dikasih bumbu rujak, ditumbuknya dalam lesung kecil dari bahan kayu kelapa
  • bala-bala: potongan kol dan wortel dalam adonan tepung terigu, lalu digoreng
  • kalo lagi misbar layar tancap pasti ada tukang yg jualan bandrek, bajigur, pisang rebus, hui/ubi rebus, singkong rebus, dan kacang bulu dalam satu roda/tanggungan
  • dadar gulung: campuran parutan kelapa dengan gula merah dibungkus dengan lembaran tepung terigu campur telor, euh diapain ya tepung terigunya? biasanya tepungnya berwarna hijau, putih, coklat atau pink.
    Dadar Gulung
  • onde-onde: kacang ijo manis dibungkus tepung terigu dibentuk menjadi bola, setelah digoreng ditaburi biji wijen sampe nempel-nempel
  • nyirung: berasal dari kata sirung yang artinya tunas yang sedang tumbuh, istilah ini digunakan pada saat panen ubi sudah selesai, nah ubi muda yang kelewat masih tumbuh dan tunasnya muncul di atas tanah, ini yang dicari, digali lalu dibawa ke rumah. Ini bukan makanan jajan pasar atuh!
  • botram: sebuah aktivitas beberapa orang yang biasanya membawa menu makan siang ke sebuah tempat seperti taman, menggelar tikar lalu makan. Ye, ini juga cuma ritual makan aja
  • misro: amis di jero — manis di dalam, parutan singkong membungkus gula merah, berbentuk oval agak tebal lalu digoreng. Lawannya comro
  • comro: oncom di jero — oncom di dalam, seperti misro hanya isinya oncom yang pedas
  • putu: arti lainnya dalam basa Sunda adalah cucu, tepung beras dan gula merah dimasukkan ke dalam cetakan bambu pendek, dipadatkan, kemudian dipanaskan di atas celah kecil tempat keluarnya uap air yang panas mendidih. Kalo lagi nggak dipake celah ini ditutup alat yang bisa mengeluarkan bunyi peluit non stop — ngahiung kata orang Sunda.
  • kelepon: adonan tepung terigu dibentuk bola dengan isi gula merah, dikukus kemudian dibaluri parutan kelapa.
    Kelepon
  • bugis: lupa bahannya apaan, enak lah pokoknya!
    image
  • beton: bukan adukan semen dan pasir yah, ini adalah biji nangka yang ditanak sampe mateng, terus dimakan aja langsung, enak lho! Kalo masih panas berair masukkan satu biji ke dalam gelas lalu coba ambil dengan dua jari saja, cukup untuk berlatih mencopet!
  • kalua jeruk: ini bukan minuman keras, tapi kulit jeruk bali dibuat menjadi manisan. Dasar nusangsara, kulit jeruk aja gak boleh dibuang, tapi dimakan juga!
  • gehu: toge tahu, bukan gede hulu, tahu putih diisi toge dicelupkan ke adonan terigu kemudian digoreng. Ada yang berbentuk nyaris kubus atau setengahnya secara diagonal. Biasa dijual bareng sama pisang goreng dan bala-bala.
  • ali agrem: makanan berwarna coklat berbentuk donut, dibuat dari bahan tepung beras (banyak amat ya yang bahannya tepung beras!), manis rasanya!
    Ali Agrem
  • es goyobod: mirip dengan dengan cendol hanya bentuknya gumpalan yang dipotong-potong.
    Es Goyobod
  • kue lapis: adonan tepung ketan/beras yang dikukus secara berlapis-lapis, berwarna-warni, kemudian dipotong-potong tipis.
    Kue Lapis
  • kue balok: roti yang dibentuk seperti balok, bahannya nggak jauh seperti kue pukis, cukup kenyang buat sarapan.
    Kue Balok
  • kue gurandil: duh lupa bahannya apa ya? selain ditaburi parutan kelapa juga sama gula pasir kalo gak salah…
    Gurandil

Demikian acara Selera Nusangsara kali ini!

Komentar

69 komentar untuk catatan 'Jajanan Pasar: Selera Nu Sangsara'

  1. #1
    gravatar

    wah..wah..wah….
    jadi laper.. padahal masih pagi nee..tapi lihat makanan-makanan di atas jadi n9illlllllllerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr..
    jajan dulu ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..

  2. #2
    gravatar

    aduh eta awug tos sabara taun teu ngaraosan :(
    mmm janteun ngacay w ach.

  3. #3
    gravatar

    NU Sangsara tapi nikmat dan selalu dicari2…jadi pengennnn :((

  4. #4
    gravatar

    kang Jay, ngiring bingah masih emut ka na katuangeun ti lembur

  5. #5
    gravatar

    mau ikut nambahin koleksi nusangsara nya, gongsir alias jagong disisir dibuat dari jagung yang di purudulkeun terus diseupan di aduk sama gula putih jeung parutan kalapa nu diseupan

  6. #6
    gravatar

    Bagus sih, lengkap bgt. Tp ini sudut pandangnya sudut pandang org Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya banget. Istilah2 ini ga sama artinya di daerah2 lain.

  7. #7
    gravatar

    wah nostalgia masa kecil… jadi kangen nyirung.. bajunya lamokot getah hui dan pasti dimarahin pulangnya…

  8. #8
    gravatar

    wah hanjakal pisan urang maca artikel ieu….sumpah jadi hayang balik ka ciamis… kabita ku combro beton/ siki nangka jeung jala…tapi aya nu kaliwat bubuy boled soulmate na bubuy sampeu….komo ngadaharna pleus ci kopi, jeung keur usum hujan di saung sisi sawah mah ….dijamiin pool lah

  9. #9
    gravatar

    aya nu can ditulis eeuuyy…COLENAK….dicoCOL ENAK…..peyeum dibakar di taro dina piring, dicocolkeun ka gula bereum nu dimasak jeung kalapa….
    aya nu nyaho, dimana jual colenak di jakarta nya?

  10. #10
    gravatar

    kang, minta izin diposting dimilis stmpnb ya. maaf telat postingnya sih udah kemarinnya. maaf sekali lagi bellum minta izin…
    terimakasih sebelumnya…

  11. #11
    gravatar

    hayohhhh…. pasti can nyaho NYEBLAK !!!
    Beu… eta makanan nu tereh masuk musium kusabab tos jadul amat…
    Tapi rasanya bo’ enak abis!!!
    Bahan :
    – 1/4 kg kurupuk aci di rendem sampe ka beukah? mekar, tiriskan
    – 1ons cengek ? rawit tua
    – 4ruas kencur
    – 1/4 kg timun, potong dadu 1/2 x 1/2 cm
    – 6siung bw.putih

    cara masak :
    – rawit,bw putih, kencur di ulek.ga usah alus2 banget
    – tumis sampe harum, masukkan kerupuk yg sudah di rendam, beri air 100cc, aduk
    hingga air tinggal sedikit, kemudian masukkan timun yg sydah dipotong dadu
    aduk bentar, selesai!!!
    catt : tambah pedes tambah asyik…..
    cocok yg lagi suntuk ngerjain tugas ato sikiripsi…hahahahah

  12. #12
    gravatar

    kirang kang… tutug oncom-na mana??? karedok? jojongkong?

  13. #13
    gravatar

    aku paling suka cakue tapi ditempatku sudah jarang itupun kalau ada rasanya kurang enak

  14. #14
    gravatar

    Aduh meni wararaas nya…emut ka jaman kapungkur waktos keur budak….Wanci peuting di kampung pasisian….pararoek can aya listrik listrik acan…hawa tiis..angin ngagelebug…Bandreeeekkkk …..bandreekkkk …hawar-hawar kadangu sora tukang bandrek ngurilingan lembur bari nanggung dagangannana. Bari diharudum sabab tiris sim kuring kaluar megat tukang bandrek…..Mang! Bandrekkk..!euleuuuh aya pisang goreng,kulub hui,ali agrem, sareng sajabana……Surupuuut kana bandrek panas..lep kulub hui….ah nikmaaat…

  15. #15
    gravatar

    Eta mah kaemaman di luhur ka resep abdi sadayana, kaemaman tradisional tapi raos, euh jadi emut kapatilasan, bobogohan bari emam kueh ali,kuelapis. Bade tumaros yeuh,punten dupi aya anu uninga kana resep doclang anu nganggo sayur, teras dina sayur na teh aya daging tetelannan.

    Nyuhunkeun bongbolongan nana, haturnuhun pisan pami tiasa diemailkeun wae ka :

    nikita.0109@yahoo.com

    Hatur nuhun

    Mang zecky

  16. #16
    gravatar

    hai..hai…jajanan pasar emang gak ada matinye tetep di cari dan di buru , sy salah satu yg hobi hunting makanan jajanan yg hampir punah…mau donk referensi makanan laen ooy…

  17. #17
    gravatar

    ohh, dikirain teh memuat resepnya,,, boro mah ti dileng” dibaca dari atas sampai bawah,, ga ada yang kelewat titik komanya,, takut resepnya terselip di bawah titik… hehehe

  18. #18
    gravatar

    […] Kue-kue Tradisional Parahyangan copas dari : http://yulian.firdaus.or.id/2004/08/11/selera-nusangsara/ […]

  19. #19
    gravatar

    cher previously

    Jay adalah Yulian » Jajanan Pasar: Selera Nu Sangsara

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.