Tugu Monas: Monumen Nasional

Jumat, 30 Juli 2004M
13 Jumadil Akhir 1425H

Monas

Menunggu itu menjemukan! Beberapa minggu lalu tiba di Gambir pukul sembilan pagi untuk keperluan bisnis sedangkan acara baru dimulai siang hari, karena masih ada waktu satu sampai dua jam nganggur akhirnya berjalan-jalanlah ke taman Monumen Nasional. Dengan lagak turis berputar-putar di sekeliling monumen tersebut sambil jeprat-jepret sana sini, masuk ke diorama museum sejarah, naik ke puncak monumen serta turun lagi ke bagian cawan.

Di bagian informasi tidak ditemukan booklet atau informasi yang berguna tentang monumen ini. Akhirnya mencari-cari di internet juga, ketemu artikel berikut dari cybertravel CBN, itu pun merupakan kutipan dari majalah tertentu. Gemana sih ni Pemda punya aset sejarah susah dicari informasinya?

Dikutip mentah-mentah dari: cybertravel.cbn.net.id

Monumen Nasional yang biasanya disebut Monas adalah landmark-nya Jakarta. Layaknya patung Liberty di Amerika Serikat, Monas menunjukkan keagungan negara Indonesia tak hanya kota Jakarta. Gagasan untuk mendirikan Monas terwujud pada tanggal 17 Agustus 1961, saat perayaan 16 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Ketika itu dilakukan pemancangan tiang pertama oleh Bung Karno, Presiden RI pertama.

Monumen ini dibuka secara resmi pada tanggal 12 juli 1975. Monas melambangkan semangat juang bangsa Indonesia dalam perang kemerdekaan, yang dilambangkan pada tugu dan api abadi di puncaknya. Desain dan rencana Monas dibuat oleh arsitek Indonesia terkemuka saat itu, Soedarsono. Sedangkan penasihat konstruksi adalah Prof. Dr. Ir. Roosseno.

Monas tahun 1969

Ada tiga bagian penting Monas yang tampak jelas bahkan dari kejauhan. Pelataran cawan yang luas mendatar, tugu yang menjulang tinggi, dan di puncak tugu terdapat emas yang menggambarkan api menyala tak kunjung padam.

Monas

Tugu melambangkan lingga, alu atau antan, yaitu penumbuk beras. Pelataran cawan melambangkan yoni dan juga lumpang – wadah untuk beras yang sudah ditumbuk oleh lingga – dalam bentuk raksasa. Saat ini memang kedua alat tersebut sudah sangat jarang ditemukan di kota besar seperti Jakarta, tapi masih bisa ditemui di desa-desa. Dulunya, kedua alat rumah tangga tersebut bisa ditemukan di hampir setiap rumah tangga pribumi Indonesia. Yoni dan lingga melambangkan negatif dan positif seperti halnya siang dan malam, lelaki dan perempuan, air dan api, bumi dan langit, lambang dari alam yang abadi. Api menyala di puncak tugu melambangkan tekad bangsa Indonesia untuk berjuang dan membangun tak kan surut di sepanjang masa.

Monas menyimpan pula angka keramat bangsa Indonesia, 17 – 8 – 45. Pelataran cawan berbentuk bujur sangkar berukuran 45 m x 45 m, tingginya 17 meter, dan ruang Museum Sejarah Nasional (di dalam) setinggi 8 meter.

Yang paling menarik dari Monas adalah lidah api kemerdekaan di puncak tugu. Tingginya 14 meter, dibuat dari perunggu seberat 14, 5 ton terdiri dari 77 bagian yang disatukan dan seluruh permukaannya berlapis emas seberat lebih kurang 32 kg. Kabarnya emas ini berasal dari Rejang Lebong, Bengkulu. Ketinggian dari halaman tugu hingga ke titik puncak lidah api adalah 132 meter. Pada malam hari lidah api ini tampak sangat indah, bersinar, bahkan di kejauhan terkadang seperti siluet seorang perempuan sedang duduk.

Monas memiliki beberapa bagian di dalamnya. Museum Sejarah Nasional terdapat di bawah monumen menempati ruangan berukuran 80 m x 80 m berlapiskan batu pualam dengan tinggi 8 meter. Di sekeliling dindingnya terdapat 48 jendela kaca yang menggambarkan diorama perkembangan sejarah nasional Indonesia. Bisa dilihat di situ mulai dari kehidupan masyarakat purba, Perang Makassar abad ke-17,

Perlawanan Pattimura di Maluku tahun 1817, kelahiran Nasionalisme yang diilhami gerakan pendidikan Taman Siswa, kebangkitan gerakan Muhammadiyah tahun 1912 melalui kegiatan pendidikan sosial kebudayaan dan peranan gereja Katolik Roma yang memberikan sumbangan pada kesatuan nasional, sampai pada perang gerilya untuk meraih kemerdekaan tahun 1945-1949, serta referendum untuk menentukan nasib sendiri bagi rakyat Irian Barat tahun 1969.

Ruangan lainnya adalah Ruang Kemerdekaan yang terdapat pada tugu berbentuk cawan. Memasuki ruangan ini, rasa nasionalisme kita digugah. Ruangan dengan gaya ampiteater dengan suasana tenang ini penuh dengan atribut kemerdekaan bangsa Indonesia yaitu bendera Merah Putih, peta wilayah Indonesia, teks Proklamasi, dan lambang Bhineka Tunggal Ika yaitu Pancasila.

Bagian terakhir dari Monas adalah pelataran di puncak tugu yang ada pada keringgian 115 meter, seluas 11 m x llm dengan daya tampung 50 orang. Dengan elevator kita bisa naik ke puncak, dan dari siru kita bisa memandang kota Jakarta dari atas.

Monas menusuk langit

Kawasan Monas Sekarang
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana kawasan Monas terbuka, sekarang berpagar. Pembangunan pagar atas instruksi Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, sempat diprotes banyak kalangan. Sekarang untuk memasuki kawasan Monas.kita harus melalui pintu-pintu tertentu, yang pada hari-hari biasa tidak dibuka semuanya kecuali Sabtu dan Minggu. Ada baiknya, Monas sekarang tampak lebih rapi dan tidak ada lagi pedagang-pedagang kakilima yang tadinya banyak sekali ditemui sehingga membuat tempat ini menjadi kotor.

Memang, kurangnya kawasan terbuka dan taman di kota Jakarta membuat Monas termasuk tempat favorit untuk bersantai. Lokasinya yang strategis di pusat kota membuat areal ini selalu tampak ramai saat akhir pekan. Saat itu banyak anak-anak muda ataupun keluarga berolah raga lari, jalan santai, ataupun sekadar duduk santai sambil mengobrol. Kita pun dapat berkeliling dengan menyewa kereta kuda (andong) yang banyak ditemui di sini.

Hesti Satrio — Sumber: Majalah Tamasya

Komentar

143 komentar untuk catatan 'Tugu Monas: Monumen Nasional'

  1. #1
    gravatar

    w suka bgd ma monaz dech, w itw pengen bgd ke sana tiapz haryy..luph u naz!!! ^.~

  2. #2
    gravatar

    bari 2 hari yang lalu saya ke monas .ada teman yang tanya .arti dari tugu monas apa sih ?terus saya jawab sesuai yang di tulis di artikel ini ,tapi saya juga agak bingung ,di buku yang saya baca sebenarnya tugu monas adalah adaptasi lambang VOC .apa itu benar ,tolong di jawab

  3. #3
    gravatar

    AK BANGGA JADI ANAK INDONESIA KARNA AK MEMPUNYAI BANYAK SEJARAH YANG BERKESAN. CONTOHNYA TUGU MONAS YANG TINGGI DAN INDAH.

  4. #4
    gravatar

    gue lg pngn bkin film dokumenter monas . Informasinya cukup ngebantu . Monas keren bgd dr dlu smpe skrg.

  5. #5
    gravatar

    Om jay , boleh minta no telpon pengelola MONAS dong ? , aku telpon ke 3823041 gak ada yang ngangkat , padahal itu no tel pengelolanya ? thanks ya – Erwin , garut

  6. #6
    gravatar

    boleh minta no telpon pengelola MONAS dong ? secepat nya yah, mo ada rombongan di bln jan 2010 MARISSA HOLIDAY

  7. #7
    gravatar

    Sekarang ini banyak juga rombongan yang ingin wisata ke Tugu monas,berapa sih harga nya/pak untuk pelajar dan untuk umum nya,thx Marissa Holiday

  8. #8
    gravatar

    sudah pernah ke jakarta tapi belum pernah kunjungan ke monas,soalnya pernah baca sejarah berdirinya monas tapi belum berkunjung ke monas.sering ke jakarta tapi cuma lihat dari puncak hotel borobudur tapi belun kesana. suatu saat pasti akan sampai disitu juga. lagi pikir ini suatu saat pasti harus sampai di monas.ingin melihat lebih dekat.salam buat petugas monas selamat bekerja.

  9. #9
    gravatar

    Monas yang indah tidak ditemukan setelah beberapa kali di renovasi , semrawut,kotor, pedagang yang tidak tertib berantakan banget, sedih rasanya kalo liat Monas saat ini , taman sudah bagus tapi mau masuk ke atas ampun….. dah luar biasa crowditnnya apalagi bentar lagi mau lebaran 2010 , pemda mbok ya belajar yang dateng banyak turis lho…pls dech….

  10. #10
    gravatar

    monas th bagusssss..
    bisa buat belajar sekaligus refreshing…
    suasananya juga aysik…
    apalagi pemandangannya….

  11. #11
    gravatar

    indonesia emang negara yang patut di contoh ni gue kasih empat jempol untuk indonesia

  12. #12
    gravatar

    tolong selamatkan kebersihan monas!!!! jangan sampe gak terurus kayak gitu kan malu kelihat sama wisatawan yang mengunjungi mmonas!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  13. #13
    gravatar

    sebel dech sma penjaga.na ..
    masak anak msuk sja g bleh..
    mlah d sruh naik kereta.na dlu ..
    kan nunggu.na lama ,,
    salah githu cma d kasih wktu 1 jam untk neliti monas ..
    nyiksa banget tau .. >.<

  14. #14
    gravatar

    ke monas kenangan manis waktu kecil,kngen juga,pengan kesana lagi.

  15. #15
    gravatar

    iya

  16. #16
    gravatar

    […] Gambar dari sini […]

  17. #17
    gravatar

    di masa pak jokowi jadi Gubernur . lingkungan Monas Rapih tidak ada di penuhi para pedagang kaki lima , tapi sekarang semakin semberawut malah mau jalan aja di di sekitar batu batu repleksi sulit ,karna banyaknya para pedagang sepertinya ada main antar pedagang dengan satpol PP , YG MEMBERIKAN IZIN DAGANG DI DALAN SEKITAR MONAS , MOHON BISA DI TEGASKAN ,AGAR MONAS BISA RAPIH TERATUR KEMBALI ,TRIMAKASIH

  18. #18
    gravatar

    golden rama Indonesia

    Jay adalah Yulian ยป Tugu Monas: Monumen Nasional

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.