Hari Buku Nasional
Senin, 17 Mei 2004M
27 Rabiul Awal 1425H
- Tracking System
- International phone card
17 Mei adalah hari Buku Nasional
Buku, Bisakah Jadi Menu?
BUKU adalah jendela dunia. Ungkapan bernada klise, tapi belum sepenuhnya disadari. Entah karena deraan krisis ekonomi yang masih menyelimuti bangsa ini, sehingga buku belum menjadi kebutuhan yang diperhitungkan atau belum menjadi skala prioritas. Justru yang berkembang adalah anggapan umum, bisa makan tiga kali sehari saja sudah untung. Kondisi seperti itu disadari sepenuhnya oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) atau pihak-pihak yang peduli terhadap pentingnya buku. Malahan Unesco, salah satu badan di bawah naungan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) melaporkan, Indonesia pada tahun 1973 mengalami book starvation (paceklik buku). Saat itu, Indonesia tidak menerbitkan satu judul buku pun. Sementara di luar tahun itu, produksi buku di Indonesia berkisar 10.000 judul.
Lebih lengkap di http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0504/17/0108.htm
Sabtu, 5 Mei 2007 @ 15:36
Using
Buku belum menjadi menu utama dalam mencerdaskan banggsa.Penurunakan pernerbitan buku salah satu disebabkan karena kurangnya minat masyarakat dalam membaca.Walaupun banyak penerbit yang menerbitkan buku dengan kemasan yang menarik tetap saja belum mampu manaikan penjulan buku diindonesia.
Kesadaran untuk membaca masaih sangat lemah…
Tidak dapat disangkal .Minat baca menentukan perbitan buku di Indonesia.
Jumat, 18 Mei 2007 @ 13:37
Using
Tul banget! Meskipun fasilitas (toko buku & perpus) sudah tersedia, kalo minat baca tidak ada, program mencerdaskan bangsa melalui buku tidak akan terjamah. Sebaliknya, jika kita memiliki minat baca, kita pasti akan mencari buku yang kita perlukan untuk mendapatkan ilmunya, meskipun kita harus menjelajahi dunia.
Pemerintah melalui dinas pendidikan, seharusnya juga aktif berperan dalam hal ini. Lobi ke bupati, walikota atau gubernur kek, untuk bikin perpustakaan umum segede dosa di daerah2. Adakan lomba bikin cerpen, novel ato bibliografi seorang idolanya dengan iming2 hadiah mobil terbang kek. Dengan langkah2 ini, pelajar dan mahasiswa khususnya, akan terpacu untuk membaca. Karena saya pikir, hadiah juga dapat memotivasi kita dan kedepannya, mempengaruhi kerangka berpikir mereka untuk maju & cerdas melalui buku.
by, key2hell
Rabu, 7 Mei 2008 @ 7:16
Using
Ayo … tumbuhkan minat baca kita, semakin tumbuh minat baca kita… semakin kreatif para penulis kita. Semakin kreatif penulis kita akan smakin besar minat baca kita. Selamat hari Buku! khususnya buat para Pustakawan/wati Perpustakaan YPPSB Sangatta Kutim … dan Para Pelahap Buku….
Rabu, 6 Mei 2009 @ 11:16
Using
Setuju banget…minat baca masyarakat kita memang masih kurang, untuk itu perlu pembiasaan bagi masyarakat kita dimulai dari sejak usia dini. Hal ini berkaitan dengan peran keluarga yaitu orang tua untuk memberikan teladan bagi putra-putrinya dalam mengenalkan buku sejak masih kecil. Dengan kebiasaan membaca sejak dini tersebut akan menjadikan budaya membaca dalam diri dan kehidupan anak. Tidak perlu memberikan buku-buku mahal kepada anak, namun berikan buku yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak, dengan sendirinya anak akan tertarik dengan membaca buku tersebut.Marilah kita teladankan budaya membaca pada anak-anak kita sebagai penerus bangsa, yang kedepannya dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia.Hidup anak bangsa yang cerdas melalui membaca buku!
Sabtu, 16 Mei 2009 @ 8:29
Using
Buat mbak venny, saya minta ijin mengutip komentarnya buat saya tampilkan di facebook untuk promosi minat baca dalam bentuk ajakan menyumbang buku. Terima kasih
Sabtu, 16 Mei 2009 @ 8:31
Using
Saya juga minta ijin mengambil beberapa tulisan di blog ini untuk bahan iklan gerakan donatur buku. Terima kasih