Jalan Singkat Menjadi Selebriti
Jumat, 30 April 2004M
10 Rabiul Awal 1425H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Dua tiga kali nonton Indonesian Idol. Cukup lucu melihat babak penyisihan di tiap kota, baik dari kontestannya maupun mimik muka empat orang tim penilainya. Di tiap kota belasan ribu orang mendaftar untuk sebuah seleksi yang hanya menyaring 20-30 kontestan yang akan ikut penyisihan di Jakarta nantinya.
Banyak tangisan sedih dan gembira yang tak pernah terjadi pada saat orang ikut ujian masuk sebuah perguruan tinggi, negeri ataupun swasta. Mungkin memang dunia selebritis harus diraih secara emosional, diantar kakak-adik bahkan orang tua. Sangat jarang (pisan!) lulusan SMA (eh SMU sekarang yah!) ujian seleksi diperlakukan emosional seperti itu.
Bandingkan dengan penyanyi dan musisi yang lahir secara nature di Bandung, yang survive dari pub ke pub, dari panggung ke panggung, dari kafe ke kafe, sampai nongol di televisi, sukses dan masuk rekaman. Itu tak cukup dengan waktu beberapa bulan saja.
Popularity: 2% [?]
Minggu, 2 Mei 2004 @ 4:09
Ah, di Indonesia sedang demam Idols juga… — gampang sekali terkena penyakit global dalam urusan selebritis.
Tentang yang menapak karir dengan keringat dan hasil karbitan, nanti kan terlihat juga hasilnya. Benar-benar manis atau ada asam-asamnya.
Jumat, 7 Mei 2004 @ 2:24
Coba dari dulu yach….mungkin sekarang saya sudah jadi pelawak, dan sekarang pasti lagi ngelawak…ha..ha..ha…
N’dari pada sekarang mikirin UAN & Ngantri Ikut Seleksi PTN Mending Ngantri jadi Orang Beken, Kalo gagal ngak dimarahin Mama & Papa cukup nagis aja dech!
Minggu, 16 Mei 2004 @ 0:30
yg gue sebel dari ii, kenapa yg justru sering disiarin itu pembawa acaranya (cowo dan cewe).
bukannya yg diperbanyak itu tampilan pesertanya.
ini 70% acara didominasi mereka bedua yg ngomong2 doang, iklan, mereka bedua lagi, sekilas peserta, iklan, mereka berdua lagi, sekilas juri, mereka berdua lagi, iklan, sekilas peserta lucu, mereka berdua, sekilas peserta lucu lain, mereka berdua, iklan, mereka berdua, iklan, mereka berdua, tamat.
Kamis, 31 Maret 2005 @ 8:57
gw seneng coba acara kaya gitu ada dari dulu mungkin banyak penyayi yang datang bermunculan, acara kaya akan menghasilkan banyak pendatang baru…. dari reni sman 7 bogor 3 ipa 5
Minggu, 27 Agustus 2006 @ 11:57
gw jg seneng bgt ad acra kyak gituan bahkan gw sempet ikutan,
tp yg gw g suka kog gw bs g kpilih sih pdahal gw ikutan acra kyk gt mesti menang
so yo gw sebel banget,
tp gpp gw kan org yg berpotensi pst bnyk yg nyri
he he he
Minggu, 27 Agustus 2006 @ 12:01
ya gw mah find2 aja yaw….tapi menurut pribadi gw g bwgt gitu loch..cz klu milih itu g kreatif n g keren…
coba aja gw ikut pasti dewch….menang tp fitnah, hwe…3x
Minggu, 27 Agustus 2006 @ 12:05
yeah klo mnurut aq seh acara kyak gtu sbenernya bgus, bahkan bsa mngembangkan bakat,
tapi yang gw g stuju it kan bsa ganggu skolah, tar klo yg msuk finalis anaknya gak terlalu pnter trs g lu2s, sapa yang mesti dm?//
panitianya kan?
Minggu, 27 Agustus 2006 @ 12:05
yeah klo mnurut aq seh acara kyak gtu sbenernya bgus, bahkan bsa mngembangkan bakat,
tapi yang gw g stuju it kan bsa ganggu skolah, tar klo yg msuk finalis anaknya gak terlalu pnter trs g lu2s, sapa yang mesti dm?//
panitianya kan?
Selasa, 3 April 2007 @ 14:51
Tapi semua itu memerlukan ketabahan dan semoga sukses