Remy Sylado: Sam Po Kong

Selasa, 6 April 2004M
14 Safar 1425H

Tiga hari libur kemarin dihabiskan dengan membaca novel Remy Sylado: Sam Po Kong, 1111 halaman. Buku ini bercerita tentang perjalanan Laksamana Cheng Ho yang diutus oleh raja dinasti Ming untuk melakukan perjalanan muhibah dan perdagangan ke arah selatan Cina, yaitu ke Campa, Palembang, Sunda Kalapa, Cirebon, Semarang, Tuban, Bali dan Makasar. Selain misi muhibah di abad 15 ini, Ceng Ho dengan gelar Sam Po Kong bertugas mencari 2 buronan dinasti Ming yang kabur ke Nusantara.

Sam Po Kong

Buku ini penuh dengan nama Cina, penuh dengan istilah-istilah Cina baik itu ajaran-ajaran Tao ataupun Konfusius, juga Islam karena Ceng Ho adalah seorang Cina muslim. Selain istilah Cina di setiap persinggahan banyak keluar istilah atau ungkapan wilayah setempat.

Jika anda pernah membaca Arus Baliknya Pramoedya maka buku inipun menarik untuk sedikit memahami sejarah Nusantara setelah Majapahit runtuh dan sebelum bangsa Eropa invasi ke tanah Jawa.

Komentar

31 komentar untuk catatan 'Remy Sylado: Sam Po Kong'

  1. #1
    gravatar

    wah menarik tuh, dimana bisa beli bukunya, ada lagi ga karya-karya lainnnya yang menceritakan sejarah nusantara dan asia khususya ? terima-kasih sebelumnya

  2. #2
    gravatar

    untuk download gratis buku ini di alamat/situs apa yahh??

  3. #3
    gravatar

    mas ini penggemar remy silaedo en langit khrisna hariadi ya berati mas harus datang ke acara pujangga 2008. Seminar kepenulisan dan sastra at 21 desember 2008 di ruang rapat 1 balaikota bogor selain 2 penulis itu juga turut mengundang
    panji hole in the wall
    raditya dika
    dewi dee lestari
    djenar maesa ayu
    eko ramaditya adhikara
    koko nata

  4. #4
    gravatar

    salam kenal selamat pagi… perkenalkan saya ulfa, saya kenal denga bapak Remy Sylado, karena saya pernah tampil bersama beliau di theater drama (judulnya lupa) yg membahas tentang kebudayaan sulawesi utara,di bulan Desember 2005 yang bertempat diGedung Kesenian Jakarta(GKJ), disitu saya bperan menjadi selir atau penari, sekaligus menjadi monyet yang menari – nari,He..He..He.., tp saya senang bergabung dengan beliau, itu suatu penghormatan buat saya, saya punya kisah pribadi saya yang sangat menarik,saya ingin menuangkannya dalam sebuah buku, karena saya masih amatiran dalam meraba dunia tulis, maka saya minta petunjuknya kiranya bagaimana??? saya juga punya rencana ingin menulis buku tentang kehidupan wanita diera ini, tetapi untuk menyempurnakan buku ini harus ada penelitian terlebih dulu dari nara sumber dan yang jadi masalah apa harus pakai ijin , sedang saya masih amatiran bagaimana yah, harap dibalas ke Email saya,atau bisa hubungi saya 021-98701207 Saya mohon petunjuk dari bapak agar saya bisa menuangkan cerita hidup saya kedalam buku, setidaknya buku saya kelak bisa menjadi rem bagi wanita – wanita pada umumnya.saya senang jika saya bisa berbagi pengalaman hidup nyata saya, yang tercurah dalam sebuah buku, dan jika sudah sampai diterbitkan dan laku maka uangnya akan saya pergunakan untuk biaya kuliah saya dan adik saya yang tersendat semenjak ayah saya meninggal dunia.terima kasih atas waktu dan kesempatannya.saya mohon maaf atas segala kekurangan dalam penyampaiaan bahasa saya.

  5. #5
    gravatar

    saya Remy sylado, mohon maaf untuk saudari ulfa karena tidak dapat membantu,mohon kirim email ke 23.sylado@gmail.com,terima kasih untuk semua yang berkomentar.

  6. #6
    gravatar

    dari eka kepada eka:
    waduh salah banget negara kita dibilang miskin budaya. Kurang bukti apalagi dari 33 propinsi di Indonesia dimana tiap propinsinya terdapat lebih dari satu etnis budaya, itu adalah kekayaan budaya yang tidak pernah kita gali. Kita buta dengan budaya sendiri. Budaya kita itu tidak kalah kaya dibanding Cina ataupun Jepang. Hanya saja orang-orang Indonesia sendirilah yang menenggelamkan budayanya sendiri. Mungkin berkunjung sekali lagi ke TMII (selain sewaktu SD saja) bisa membantu menambah pemahaman saudara mengenai budaya Indonesia. Karena pikiran kritis orang dewasa akan bisa lebih berbicara bukan?

    Salam

Tulis komentar

XHTML: Anda dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
Untuk menampilkan gambar/icon avatar anda silakan daftarkan alamat email di Gravatar.