Membajak Tanpa Seni
Senin, 8 Maret 2004M
16 Muharram 1425H
- International phone card
- Baufinanzierung
- Tracking System
- Valentines flowers delivered to your loved one door. Send fresh tulips, a dozen roses with chocolates, or any flower bouquet. Flower freshness & delivery guaranteed.
- Musical Instrument Allans Music Australia
- Download Free Movies
- Science of Identity Foundation - quotes and videos on happiness and well-being.
- Hewlett Packard Laptops Buy HP notebooks in Australia
Minggu sore jalan-jalan sama si gendut Norman ke pasar Kota Kembang Alun-alun Bandung (uh, The Two Tower are there!). Di pasar ini terkumpul para penjual DVD dan MP3, sangat murah hanya enam ribu rupiah perkeping. Hiruk pikuk yang jelas terdengar adalah banyak yang mencari film-film baru sedangkan film baru umumnya belum dirilis DVD resminya, jadi jangan berharap kualitas yang bagus untuk hal tersebut.
Heran, DVD itu dibuat lebih canggih secara teknologi, kalaupun beli bajakan yang bukan dibajak dari versi rilis sepertinya kok seleranya rendah sekali?
Tapi itulah kondisi yang terjadi, pembajakan ada di mana-mana, tak berharap pun bisa datang di depan mata. Dalam segi entertainment lebih sulit, karena daya beli yang rendah atau harga jual yang terlalu tinggi untuk DVD Video. Dalam dunia software/komputer ada solusinya, gunakan open-source seperti Linux.
Popularity: 2% [?]
Senin, 15 Maret 2004 @ 7:08
Bukan bajakan Tapi Menjual Seni.
Mengkol Dikit Ke Jl. Dewi sartika Banyak Pedagang Kaset Seccond dan seterusnya Bukan Bajakan tapi Bekas Dibajak atau bekas nyolong lantas dijual he….
harga miring walau agak kuno dengan Vcd, MP3 dll.
Ngejual kaset barat: Rp 8.000 s/d 10.000
Mbeli kaset barat : Rp 13.000 s/d 15.000
kaset barat kuno : Rp 20.000 s/d 40.000
Indonesia : ngak tau jarang beli sih…